Anda di halaman 1dari 4

Soal 10-23

Butir 1 sampai 8 merupakan pertanyaan terpilih dari jenis yang biasanya ditemui dalam
kuesioner pengendalian intern yang digunakan auditor untuk mendapatkan pemahaman atas
struktur pengendalian intern dalam siklus penjualan dan penerimaan kas. Dalam
menggunakan kuesioner untuk klien tertentu, jawaban ya menunjukkan kemungkinan
adanya pengendalian intern, sementara jawaban tidak menunjukkan kelemahan yang
potensial.
1. Apakah faktur penjualan dibandingkan secara independen dengan order pelanggan
mengenai harga, kuantitas, perkalian dan penjumlahan ke bawah?
2. Apakah order penjualan, faktur dan nota kredit diterbitkan dan disimpan menurut
nomor urut dan apakah urutan tersebut dipertanggungjawabkan secara periodik?
3. Apakah fungsi penjualan dan register kas terpisah dari fungsi penerimaan kas,
pengangkutan, pengiriman dan penagihan?
4. Apakah semua penjualan kas dalam perjalanan (cash on delivery), barang sisa,
peralatan dan penjualan tunai dipertanggungjawabkan sama seperti membebankan
penjualan dan apakah pencatatan independen dari prosedur penerimaan kas?
5. Apakah fungsi penerimaan kas independen dari, dan memungkinkan pencetakan atas,
penagihan dan pencatatan penjualan?
6. Apakah berkas induk piutang dicocokkan secara teratur dengan akun pengendali oleh
orang yang independen dari fungsi penagihan?
7. Apakah penerimaan kas yang dimasukkan ke dalam jurnal dilakukan oleh orang yang
berbeda dari orang yang menerima pembayaran dan menjalankan fungsi pembuatan
daftar penerimaan?
8. Apakah penerimaan kas disetorkan seluruhnya setiap hari tepat pada waktunya?
Diminta
a. Untuk masing-masing pertanyaan diatas, sebutkan tujuan pengendalian intern yang
dicapai apabila pengendalian bekerja.
b. Untuk masing-masing pengendalian, sebutkan prosedur pengujian atas pengendalian
untuk menguji efektifitasnya.
c. Untuk setiap pertanyaan di atas, identifikasikan sifat kekeliruan keuangan yang
potensial.
d. Untuk setiap kekeliruan potensial dalam bagian c, sebutkan prosedur audit substantif
dapat menentukan apakah ada kekeliruan yang material.

JAWAB :

1. Apakah faktur penjualan dibandingkan secara independen dengan order pelanggan


mengenai harga, kuantitas, perkalian dan penjumlahan ke bawah?
a. Ya, tujuan pengendalian intern yang dicapai yaitu faktur penjualan yang dicatat sesuai
dengan order pelanggan dalam hal harga, kuantitas, perkalian dan penjumlahan.
Informasi dalam faktur penjualan merupakan dasar untuk mencatat transaksi penjualan
dan memutakhirkan berkas induk piutang usaha akibat transaksi tersebut.
b. Prosedur pengujian atas pengendalian :
Periksa harga, kuantitas, perkalian dan penjumlahan dalam faktur penjualan dan
order penjualan.
Periksa dokumen yang mendukung verifikasi faktur penjualan.
Amati apakah jumlah total yang tertera dalam faktur penjualan sama dengan
order penjualan.
c. Sifat kekeliruan keuangan yang potensial :
Adanya perbedaan harga dan kuantitas dalam faktur penjualan dengan order
pelanggan.
d. Prosedur audit substantif :
Hitung ulang informasi-informasi yang ada dalam faktur penjualan
Telusuri rincian faktur penjualan ke dokumen order penjualan.
2. Apakah order penjualan, faktur dan nota kredit diterbitkan dan disimpan menurut nomor
urut dan apakah urutan tersebut dipertanggungjawabkan secara periodik?
a. Ya, tujuan pengendalian intern yang dicapai yaitu mempermudah penelusuran atau
pencarian order penjualan, faktur dan nota kredit serta mencegah kegagalan dalam
menagih atau mencatat penjualan dan terjadinya dengan pencatatan dua kali.
b. Prosedur pengujian atas pengendalian :
Hitung integritas urutan order penjualan, faktur dan nota kredit.
Periksa secara periodik urutan seluruh nomor dokumen tersebut dan menyelidiki
alasan-alasan kalau ada dokumen yang hilang.
c. Sifat kekeliruan keuangan yang potensial :
Adanya pencatatan yang dilakukan dua kali dan adanya dokumen yang hilang.
d. Prosedur audit substantif :
Telusuri ayat jurnal penjualan ke salinan order penjualan, faktur dan nota kredit.
Telaah urutan seluruh nomor order penjualan, faktur dan nota kredit.
Telusuri menggunakan komputer daftar nomor yang hilang untuk ditindak lajut
oleh yang berwenang.
3. Apakah fungsi penjualan dan register kas terpisah dari fungsi penerimaan kas,
pengangkutan, pengiriman dan penagihan?
a. Ya, tujuan pengendalian yang dicapai yaitu untuk mencegah berbagai macam
salah saji baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
b. Prosedur pengujian atas pengendalian :
Periksa dokumen transaksi penjualan dan dokumen transaksi penerimaan kas,
pengangkutan, pengiriman serta penagihan.
Amati apakah ada perbedaan antara dokumen transaksi penjualan dengan
penerimaan kas. Telusuri kebenaran dari dokumen penjualan melalui dokumen
pengangkutan, pengiriman dan penagihan ke pelanggan.
c. Sifat kekeliruan keuangan yang potensial :
Pembagian fungsi antara penjualan dan register kas dengan penerimaan kas,
pengangkutan, pengiriman dan penagihan yang tidak memadai akan
meningkatkan salah saji dan dapat menimbulkan fraud (kecurangan).
d. Prosedur audit substantif :
Bandingkan dokumen yang ada dalam fungsi penjualan (faktur, order
penjualan dan nota kredit) dan catatan register kas dengan jurnal
penerimaan kas, dokumen pengangkutan, dokumen pengiriman barang dan
surat penagihan pelanggan.
Telusuri adanya perbedaan dalam dokumen di atas melalui catatan-catatan
pendukung.
4. Apakah semua penjualan kas dalam perjalanan (cash on delivery), barang sisa,
peralatan dan penjualan tunai dipertanggungjawabkan sama seperti membebankan
penjualan dan apakah pencatatan independen dari prosedur penerimaan kas?

5. Apakah fungsi penerimaan kas independen dari, dan memungkinkan pencetakan atas,
penagihan dan pencatatan penjualan?
6. Apakah berkas induk piutang dicocokkan secara teratur dengan akun pengendali oleh
orang yang independen dari fungsi penagihan?
7. Apakah penerimaan kas yang dimasukkan ke dalam jurnal dilakukan oleh orang yang
berbeda dari orang yang menerima pembayaran dan menjalankan fungsi pembuatan
daftar penerimaan?
a. Ya, tujuan pengendalian intern yang dicapai yaitu untuk mencegah terjadinya
pencurian kas. Pencurian kas tersebut bisa tejadi apabila tidak ada pemisahan
tugas antara orang yang menjurnal dengan orang yang menerima pembayaran.
b. Prosedur pengujian atas pengendalian :
Amati pemisahan tugas antara orang yang melakukan pencatatan dengan orang
yang menerima pembayaran.
c. Sifat kekeliruan keuangan yang potensial :

d. Prosedur audit substantif :


Telaah jurnal penerimaan kas, kas yang ada, dan daftar penerimaan kas apakah
jumlahnya sesuai.
8. Apakah penerimaan kas disetorkan seluruhnya setiap hari tepat pada waktunya?
a. Ya, tujuan pengendalian intern yang dicapai yaitu akuntan merekonsiliasi rekening
koran, rekening dikirim ke pelanggan setiap bulan, dan batch total dibandingkan
dengan laporan ikhtisar komputer.
b. Prosedur pengujian atas pengendalian :
Amati apakah akuntan merekonsiliasi rekening koran.
Amati apakah rekening dikirim.
Periksa berkas batch total untuk adanya inisial klerk pengendalian data.
c. Sifat kekeliruan keuangan yang potensial :
Kemungkinan adanya penerimaan kas yang belum disetor, setoran yang tidak
dicatat, pijaman yang tidak dicatat, pinjaman bank yang langsung disetor ke
rekening bank, dan kekeliruan lain yang sejenis.
d. Prosedur audit substantif :
Prosedur audit substantif yang dilakukan adalah pembuktian atas penerimaan kas.
Dalam pengujian ini total penerimaan kas yang dicatat di jurnal penerimaan kas
pada periode tertentu, misalnya satu bulan, di rekonsiliasi dengan setoran aktual
yang dilakukan ke bank untuk periode yang sama. Mungkin ada perbedaan karena
adanya setoran dalam perjalanan atau pos lain, tetapi jumlahnya dapat
direkonsiliasi dan dibandingkan.