Anda di halaman 1dari 4

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN PEMERIKSAAN FISIK

IBU POST PARTUM PADA Ny.S DENGAN DIAGNOSA MEDIS


POST PARTUM SPONTAN P1 A0 H+1 DI RUANG EDELWEIS
RSUD KRT SETJONEGORO
WONOSOBO

Nama Pasien : Ny.S

Diagnosa Medis : Post Partum Spontan (normal) P1 A0 H+1

Tanggal : 22 Maret 2015

No. Register : 625435

1. Keperawatan Pasien
a. Diagnosa Keperawatan :
Resiko deficit volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan aktif

b. Dasar Pemikiran :
Persalinan normal adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup
dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Proses kelahiran bayi dengan tenaga ibu sendiri
tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi (Rustam Mohtar, 2003)
Pemeriksaan fisik pada ibu post partum dilakukan untuk mengetahui kelainan secara
dini serta mengevaluasi kondisi fisik ibu post partum

c. Pengkajian / Data Fokus :


DS : - Klien mengatakan masih terasa lemes
DO : - Keadaan umum tampak lemah
- Konjuntiva anemis
- Finger print positif (>3 detik)
- Turgor kulit elastis

Pemeriksaan tanda-tanda vital :


Suhu : 36,5C
Nadi : 86 x/m
Respirasi : 18 x/m

2. Tindakan Keperawatan :
Pemeriksaan fisik ibu post partum

3. Pertimbangan Etik dan Legal


a. Perawat sudah meminta ijin dengan pembimbing ruangan.
b. Perawat sudah melewati responsi dengan pembimbing ruangan.
c. Perawat sudah meminta persetujuan pasien dan keluarga

4. Prinsip-prinsip Tindakan
Perawat adalah tenaga kesehatan yang profesional dalam pekerjaannya dan sebagai
tenaga advokasi bagi pasien, tindakan keperawatan apapun harusnya dilakukan dengan sikap
dan etika yang sesuai dengan SOP. Tindakan pemeriksaan fisik pada ibu post partum
dilakukan untuk melihat kelainan secara dini serta mengevaluasi kondisi fisik ibu tersebut,
namun tetap memperhatikan posisi kesimetrisan tubuh pasien karena pada klien dengan post
partum spontan mengalami kondisi fisik yang masih lemah.
A. PRA INTERAKSI
1. Mempersiapkan alat :
Tensimeter
Termometer
Arloji
Stetoskop
Sarung tangan
2. Verifikasi Data
B. FASE ORIENTASI
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan tindakan
4. Menjelaskan langkah prosedur
5. Menanyakan kesiapan pasien
C. FASE KERJA
1. Menjaga privasi pasien
2. Mencuci tangan
3. Mengukur TD, Suhu, Nadi, dan Pernafasan
4. Melakukan inspeksi kepala : kebersihan kulit kepala, kondisi rambut
5. Mengkaji konjungtiva
6. Mengkaji mulut : kebersihan, kondisi lidah, gigi
7. Mengkaji leher : pembesaran kelenjar tiroid, bendungan vena, pembesaran
kelenjar getah bening
8. Membuka pakaian atas pasien
9. Memeriksa kebersihan, keadaan, dan kelainan pada payudara
10. Memeriksa putting susu dan pengeluaran colostrum
11. Merapikan pakaian bagian atas
12. Mengatur posisi pasien dengan tidur telentang, kaki sedikit ditekuk
13. Memeriksa kandung kemih
14. Melakukan pemeriksaan kontraksi uterus
15. Melakukan pengukuran TFU
16. Melakukan pengukuran DRA dengan midline
17. Membuka pakaian bawah pasien
18. Melakukan inspeksi vulva dan pengeluaran lochea : jumlah, warna dan bau
19. Melakukan inspeksi perineum : tanda REEDA
20. Memakaikan pakaian bawah pasien
21. Mengkaji adanya edema, hidrasi pada kulit di ekstremitas, dan adanya varises
D. FASE TERMINASI
1. Merapikan pasien
2. Mengevaluasi
3. Menyampaikan rencana tindak lanjut
4. Berpamitan
5. Merapikan alat
6. Mencuci tangan

5. Analisa Tindakan Keperawatan


Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi yang dapat hidup dari dalam
uterus melalui vagina kedunia luar. Persalinan premature saat usia kehamilan 29-36 minggu
dengan berat janin antara 1000-2500 gram, sedangkan persalinan imatur adalah persalinan
dengan usia kehamilan 20-28 minggu dengan berat janin antara 500-1000 gram. Pada saat
persalinan ada 3 faktor yang perlu diperhatikan, yaitu jalan lahir, janin, dan kekuatan ibu.
(Rustam Mohtar 2003).
Pada saat terjadi persalinan normal, pasien akan dilakukan pemeriksaan fisik ibu post
partum sehingga dapat diketahui tentang kelainan secara dini serta kondisi fisik ibu tersebut.
Pada saat dilakukan tindakan tersebut, pasien dibaringkan di tempat tidur sehingga
pemeriksaan dapat dilakukan dengan baik.

6. Bahaya Tindakan dan Cara Pencegahan


Tindakan ini tidak berbahaya, jika disesuaikan dengan klinis pasien Post partum spontan
dengan tanda gejala pasien masih tampak lemes dan sakit sedang, dan apa bila pasien tampak
gelisah pasangkan pengaman tempat tidur untuk mengantisipasi resiko jatuh pada pasien.

7. Evaluasi / Hasil Yang Didapat


S : Klien mengatakan badan masih terasa lemes serta belum kuat untuk beraktivitas yang
berat
O : Klien tampak sakit sedang, klien masih tampak lemes, konjungtiva anemis ,
TD : 130/90 mmHg, S : 36,8C RR : 20 x/m N : 95 x/m
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
8. Tindakan Keperawatan Lain
Mengukur Tanda-Tanda Vital

9. Kepustakaan
1. Hacker Moore. (2004). Esensial Obstetri dan Ginekologi. Edisi 2 : Penerbit Buku
Kedokteran EGC
2. Manuaba, I. B. (2010). Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana.
http://ummukautsar.wordpress.com/2010/01/16/pengertian-dan-penanganan-asfiksia-pada-
bayi-baru-lahir/
3. Potter, P.(2005) Fundamtal Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik. Jakarta: EGC.
2005Jeremy. At a Glance Sistem Respirasi edisi Kedua. Erlangga. 2006
4. Wilkinson, Judith M.(2006) Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC
dan Kriteria Hasil Noc ; ahli bahasa, Widyawati [et al] : editor edisi bahasa indonesia, Eny
Meiliya, Monica Ester : ed 7 Jakarta EGC.
5. Tim Penyusun.(2010) SOP Keterampilan Keperawatan.Semarang.