Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari pulau-pulau. Salah satu pulau

yang ada di Indonesia adalah Pulau Sumatera yang terletak di bagian barat Indonesia.

Pulau Sumatra juga terdiri dari berbagai provinsi, salah satunya ialah Sumatra Barat.

Sumatra Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki pariwisata yang potensial.

Hal ini dapat dilihat melalui perkembangan pariwisata dari segi objek wisata yang

dibuat hingga jumlah kunjungan wisatawan domestik dan asing yang selalu

meningkat tiap tahunnya. Pariwisata sendiri merupakan segala sesuatu yang

berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata serta

usaha-usaha yang terkait bidang tersebut. ( Ni Wayan, 2008:17). Dalam pariwisata

terdapat skema industry pariwisata. Menurut the Educational Institute of the American

Hotel & Motel Association ( Endar Sugiarto & Sri Sulastiningrum, 1996) skema

Industri Pariwisata diantaranya adalah lodging operation, transportation service, food

& beverage operation, retail store, dan activities. Salah satu yang termasuk ke dalam

lodging operation pada industry pariwisata adalah hotel.

Menurut SK Menparpostel no.KM 37/PW.340/MPPT-86 tentang peraturan

usaha dan pengelolaan hotel menyebutkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi

yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa

penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang

dikelola secara komersial. Perkembangan hotel di daerah Sumatera Barat juga selalu

meningkat tiap tahunnya. Begitupula keuntungan yang diperoleh dari bisnis

perhotelan ini yang dinilai sangat menguntungkan walaupun juga memiliki resiko

yang besar.
Berdasarkan penjelasan di atas yang memungkinkan untuk berinvestasi pada

sector pariwisata, khususnya perhotelan. Melihat potensi pariwisata yang maju di

daerah Sumatra barat dan peluang yang cukup menjanjikan di daerah Alahan Panjang,

tepatnya tidak jauh dari kawasan wisata alam danau kembar (danau diateh, danau

dibawah) karena memiliki view yang sangat indah dan belum ada akomodasi

penginapan seperti hotel ini di daerah sekitar, membuat Mr. Karto, seorang pebisnis

hotel dari Batam berniat untuk membangun sebuah hotel di lokasi tersebut. Lokasi

tersebut yang dekat dengan wisata alam danau kembar yaitu danau diateh danau

dibawah, serta pemandangan indah di sekitar membuat daerah ini sering dikunjungi

oleh para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.

Pembangunan hotel ini direncanakan karena adanya keinginan untuk

menginvestasikan dana yang dimiliki, sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang

lebih dari sebelumnya. Untuk menganalisa kelayakan pembangunan hotel baru itu,

maka beliau sepakat untuk meminta kami sebagai konsultan hotel berbintang dari

The Crown Consultant Research & Development yang ditugaskan untukmeneliti

studi kelayakan hotel yang akan dibangun tersebut. Sehingga dibuatnya laporan studi

kelayakan ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan rekomendasi kepada

investor tentang proyek yang dikaji, apakah sudah layak atau belum dilihat dari

berbagai aspek.

B. Maksud dan Tujuan


Tujuan dari dibuatnya studi kelayakan ini adalah mengetahui tingkat

kelayakan pembangunan hotel baru di kawasan wisata alam danau kembar danau

diateh danau dibawah, Alahan Panjang. Hasil dari studi ini diharapkan bermanfaat

bagi para investor untuk menetapkan kebijaksanaan, perencanaan, dan pengambilan

keputusan dalam pelaksanaan proyek pembangunan hotel tersebut dikemudian hari,


sehingga diharapkan target pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan lancar dan

sesuai rencana.
Hasil studi ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi manajemen maupun

calon kreditur dalam melaksanakan dan mempertimbangkan penilaian yang mendalam

dan sistematis terhadap proyek ini sebagai dasar pengambilan keputusan untuk

pelaksanaa proyek termasuk besarnya kredit yang akan diberikan.


C. Ruang Lingkup
Penyusunan studi kelayakan ini dilakukan secara sistematis yang akan

mengevaluasi atau menilai dan menganalisa dari berbagai aspek pasar dan pemasaran,

aspek teknis dan teknologi, aspek manajemen dan sumber daya manusia, aspek

hokum dan legalitas, serta aspek ekonomi dan keuangan. Berbagai aspek tersebut

akan diolah dan outputnya diperlukan untuk menganalisa strength (kekuatan),

weakness (kelemahan), opportunities (kesempatan), dan threat (ancaman) dari

pembangunan yang akan didirikan.


D. Metode
Pendekatan yang digunakan dalam menyusun studi kelayakan ini

menggunakan metode yaitu:


1. Pengumpulan dan pengkajian data
Diperoleh dari berbagai sumber seperti Dinas Budaya dan Pariwisata Sumatra

Barat, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Padang, dan Badan

Pusat Statistik, serta pihak-pihak lain yang terkait.


2. Studi kepustakaan
Dilakukan juga studi pustaka dari berbagai literatur yang telah dipublikasikan

secara luas sebagai landasan teori.


Untuk meyakinkan data dan informasi yang diperoleh tersebut dilakukan

peninjauan dan pengamatn langsung ke lokasi dan daerah sekitarnya. Data yang

diperoleh diolah secara sistematis, sehingga menghasilkan informasi yang relevan

dengan tujuan dari studi tersebut. Informasi inilah yang akan digunakan sebagai salah

satu dasar pengambilan keputusan.