Anda di halaman 1dari 14

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori
1. Definisi Persepsi

Kata Persepsi dapat diartikan sebagai suatu tanggapan atau

pengamatan. Persepsi sebenarnya berasal dari bahasa inggris yaitu

Perception. Menurut Shadily (1982: 424) persepsi adalah tanggapan,

atau daya memahami/menanggapi sesuatu. Kemudian menurut

Poerwadarminta (1982: 526) persepsi adalah tanggapan, opini dan

anggapan terhadap sesuatu peristiwa atau kejadian. Selain itu juga ada

beberapa pengertian tentang persepsi yang dikemukakan oleh beberapa ahli.

Persepsi merupakan proses akhir dari pengamatan yang diawali oleh proses

pengindraan, yaitu proses diterimanya stimulus oleh alat indra, lalu

diteruskan ke otak, dan baru kemudian individu menyadari tentang sesuatu

yang dipersepsikan (Sunaryo, 2004).

Menurut Kotler (2005: 216) persepsi adalah proses yang

digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan

menginterprestasikan masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia

yang memiliki arti. Sedangkan menurut Solomon (dalam Prasetijo,dkk

2005: 67) mendefinisikan persepsi sebagai proses dimana sensasi yang

diterima oleh seseorang dipilah dan dipilih, kemudian diatur dan akhirnya

diinterprestasikan.

8
Setiadi (2010: 87) mengemukakan bahwapersepsi merupakan

suatu proses yang timbul akibat adanya sensasi. Sedangkan menurut

Nitisusastoro (2012: 66) persepsi digambarkan sebagai proses dimana

individu seseorang menyeleksi, mengorganisasi dan menterjemahkan

stimulasi menjadi sebuah arti yang koheren dengan semua kejadian dunia.

Dari definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi

dibentuk oleh tiga pasang pengaruh, yaitu karakteristik dari stimuli,

hubungan stimuli dengan sekelilingnya, dan kondisi-kondisi dalam diri kita

sendiri. Persepsi seseorang pada suatu objek akan berbeda-beda. Oleh

karena itu persepsi memiliki sifat subjektif. Persepsi yang dibentuk oleh

seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan lingkungan sekitarnya. Selain itu,

satu hal yang perlu diperhatikan dari persepsi adalah bahwa persepsi secara

substansi bisa sangat berbeda dengan realitas. Persepsi merupakan suatu

pengamatan individu atau proses pemberian makna sebagai hasil

pengamatan tentang suatu objek, peristiwa, dan sebagainya melalui panca

inderanya, yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan penafsiran

pesan sehingga seseorang dapat memberikan tanggapan mengenai baik

buruknya atau positif negatifnya hal tersebut.

2. Definisi Sanitasi
Kesehatan lingkungan merupakan ilmu kesehatan masyarakat yang

menitik beratkan usaha preventif dengan usaha perbaikan semua faktor

lingkungan agar manusia terhindar dari penyakit dan gangguan kesehatan.

Kesehatan lingkungan adalah karakteristik dari kondisi lingkungan yang

9
mempengaruhi derajat kesehatan. Untuk itu kesehatan lingkungan

merupakan salah satu dari enam usaha dasar kesehatan masyarakat.


Istilah kesehatan lingkungan seringkali dikaitkan dengan istilah

sanitasi atau sanitasi lingkungan. Sedangkan menurut kamus bahasa

Indonesia sanitasi diartikan sebagai pemelihara kesehatan. Berbagai

pendapat dari para ahli pun banyak mengenai pengertian sanitasi. Seperti

yang dikemukakan oleh Ehler & Steel (1958) bahwa: Sanitation is a

prevention of disease by eliminating or controlling the environment factor

which from links in the chain of transmission. Yang dapat diartikan bahwa

sanitasi adalah usaha-usaha pengawasan yang ditujukan terhadap faktor

lingkungan yang dapat merupakan mata rantai penyakit. Selain itu Sanitasi

merupakan upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi

kebersihan lingkungan dari subjeknya, misalnya menyediakan air bersih

untuk keperluan mencuci tangan, menyediakan tempat sampah agar tidak

dibuang sembarangan (Depkes RI, 2004).


Menurut Dr. Azrul Azwar, MPH, sanitasi adalah cara pengawasan

masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai

faktor lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan

masyarakat. Pendapat Dr. Azrul Azwar ini tidak jauh berbeda dengan

pendapat Hopkins yaitu sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-

faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.

Menurut Chandra (2007), sanitasi adalah bagian dari ilmu

kesehatan lingkungan yang meliputi cara dan usaha individu atau

masyarakat untuk mengontrol dan mengendalikan lingkungan hidup

10
eksternal yang berbahaya bagi kesehatan serta yang dapat mengancam

kelangsungan hidup manusia. World Health Organization (WHO) juga

menegemukakan bahwa sanitasi adalah upaya pengendalian semua faktor

lingkungan fisik manusia, yang mungkin menimbulkan atau dapat

menimbulkan hal-hal yang merugikan, bagi perkembangan fisik, kesehatan,

dan daya tahan hidup manusia. Sanitasi lingkungan/kesehatan lingkungan

adalah suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang

berpengaruh kepada manusia, terutama terhadap hal-hal yang mempunyai

efek merusak perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup manusia

(Kusnoputranto, 1986).

Berdasarkan pendapat-pendapat mengenai sanitasi di atas, dapat

disimpulkan bahwa sanitasi ditujukan kepada kesehatan lingkungan.

Sanitasi juga merupakan usaha-usaha kesehatan untuk mencegah,

mengawasi dan mengendalikan diri terhadap faktor-faktor lingkungan agar

tidak terpengaruh oleh lingkungan yang dapat mengganggu kelangsungan

hidup manusia dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan

lingkungan dari subjeknya.

3. Ruang Lingkup Sanitasi


Menurut Kusnoputranto (1986) Ruang lingkup dari kesehatan

lingkungan meliputi :

a. Penyediaan air minum.


b. Pengolahan air buangan dan pengendalian pencemaran air.
c. Pengelolaan sampah padat.
d. Pengendalian vektor penyakit.
e. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah.
f. Hygiene makanan.
g. Pengendalian pencemaran udara.

11
h. Pengendalian radiasi.
i. Kesehatan kerja, terutama pengendalian dari bahaya-bahaya fisik, kimia
dan biologis.
j.Pengendalian kebisingan.
k.Perumahan dan pemukiman, terutama aspek kesehatan masyarakat dari
perumahan penduduk, bangunan-bangunan umum dan institusi.
l.Perencanaan daerah dan perkotaan.
m.Aspek kesehatan lingkungan dan transportasi udara, laut dan darat.
n.Pencegahan kecelakaan.
o.Rekreasi umum dan pariwisata.
p.Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi,
bencana alam, perpindahan penduduk dan keadaan darurat.
q.Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin agar lingkungan
pada umumnya bebas dari resiko gangguan kesehatan.

Dari ruang lingkup sanitasi lingkungan di atas tempat-tempat

umum merupakan bagian dari sanitasi yang perlu mendapat perhatian dalam

pengawasannya (Kusnoputranto, 1986). Sanitasi tempat-tempat umum

merupakan usaha untuk mengawasi kegiatan yang berlangsung di tempat-

tempat umum terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya atau

menularnya suatu penyakit, sehingga kerugian yang ditimbulkan oleh

kegiatan tersebut dapat dicegah (Fahmi, 2009). Sanitasi tempat-tempat

umum menurut Mukono (2006), merupakan problem kesehatan masyarakat

yang cukup mendesak. Karena tempat umum merupakan tempat bertemunya

segala macam masyarakat dengan segala penyakit yang dipunyai oleh

masyarakat. Oleh sebab itu tempat umum merupakan tempat menyebarnya

segala penyakit terutama penyakit yang medianya makanan, minuman,

udara dan air. Dengan demikian sanitasi tempat-tempat umum harus

memenuhi persyaratan kesehatan dalam arti melindungi, memelihara, dan

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

12
Tempat-tempat umum harus mempunyai kriteria sebagai berikut :

a. Diperuntukkan bagi masyarakat umum, artinya masyarakat umum boleh

keluar masuk ruangan tempat umum dengan membayar atau tanpa

membayar.
b. Harus ada gedung/ tempat peranan, artinya harus ada tempat tertentu

dimana masyarakat melakukan aktivitas tertentu.


c. Harus ada aktivitas, artinya pengelolaan dan aktivitas dari pengunjung

tempat-tempat umum tersebut.


d. Harus ada fasilitas, artinya tempat-tempat umum tersebut harus sesuai

dengan ramainya, harus mempunyai fasilitas tertentu yang mutlak

diperlukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di tempat-tempat

umum.
Tempat atau sarana layanan umum yang wajib menyelenggarakan

sanitasi lingkungan antara lain, tempat umum atau sarana umum yang

dikelola secara komersial, tempat yang memfasilitasi terjadinya penularan

penyakit, atau tempat layanan umum yang intensitas jumlah dan waktu

kunjungannya tinggi. Tempat umum semacam itu meliputi hotel, terminal

angkutan umum, pasar tradisional atau swalayan pertokoan, bioskop, salon

kecantikan atau tempat pangkas rambut, panti pijat, taman hiburan, gedung

pertemuan, pondok pesantren, tempat ibadah, objek wisata, dan lain-lain

(Chandra, 2007).
4. Sanitasi Hotel
Salah satu tempat umum yang perlu diperhatikan sanitasinya adalah

hotel. Hotel merupakan salah satu jenis akomodasi yang menyediakan jasa

penginapan kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


Sanitasi hotel adalah upaya kesehatan yang dilakukan untuk

melindungi tamu dan seluruh karyawan hotel dari kotoran sesuai dengan

13
standar hotel yang telah ditetapkan. Sanitasi hotel ini meliputi sanitasi

kualitas bangunan, utilitas, peralatan atau sarana, suplai makanan, kesehatan

pekerja, kamar mandi, dan tempat buangan. Pada sanitasi kualitas bangunan

termasuk didalamnya adalah seluruh ruangan dalam hotel.

Untuk mewujudkan suatu sanitasi hotel yang baik, perlu diketahui

mengenai persyaratan kesehatan untuk sanitasi lingkungan hotel yang baik.

Menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Mojokerto,

terdapat lima variabel pokok persyaratan sanitasi/kesehatan hotel yaitu

sanitasi lokasi dan bangunan hotel, sanitasi kamar atau ruang hotel, sanitasi

fasilitas hotel, sanitasi hygiene karyawan, sanitasi untuk pelayanan makanan

dan minuman. Dari kelima variabel di atas, akan dijelaskan satu persatu

mengenai persyaratan tersebut. Berdasarkan batasan masalah yang telah

dibatasi pada bab pertama, akan dibahas mengenai sanitasi kamar atau ruang

hotel dan sanitasi fasilitas hotel.

5. Sanitasi kamar atau ruang hotel


Sanitasi kamar atau ruang hotel merupakan suatu upaya untuk

menjaga agar ruang ruang atau kamar suatu hotel tetap dalam kondisi bersih

dan sehat. Untuk itu setiap kamar dan ruang hotel harus selalu dibersihkan

setiap harinya sehingga terhindar dari debu dan kuman penyakit. Hal ini

dikarenakan kamar atau ruang hotel merupakan tempat tamu untuk

beristirahat dengan tenang sehingga membutuhkan kondisi yang dapat

membuat tamu merasa nyaman dengan ruang tersebut.

14
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Kesehatan Permenkes no.

80/Menkes/Per/II/1990 terdapat persyaratan untuk suatu kamar atau ruang

hotel yaitu :
a. Persyaratan Sanitasi / Kesehatan Kamar / Ruang Hotel
1) Umum
a) Setiap kamar / ruang hotel harus :
(1) Selalu dalam keadaan bersih.
(2) Tersedia tempat sampah yang cukup.
(3) Bebas dari gangguan serangga dan tikus.
(4) Udara di dalam kamar/ruang harus memenuhi persyaratan

sebagai berikut :
(a) Tidak berbau (terutama untuk H2S dan amoniak ).
(b) Tidak berdebu atau berasap / berasap (kadar debu

kurang dari 0,26 mg / m3).


(c) Mempunyai suhu 18 28 derajat Celcius.
(d) Mempunyai kelembaban 40 70 %.
(e) Tidak terdapat kuman alpha streptococcous

haemoliticus dan kuman pathogen.


(f) Kadar gas beracun tidak melebihi nilai ambang batas.
(g) tingkat kebisingan harus disesuaikan pada tiap ruang

sesuai dengan tabel 1 berikut:


Tabel 1. Standar tingkat kebisingan terhadap kegiatan yang dilakukan.

No
Jenis Kegiatan Tingkat Kebisingan Keterangan
.
1. Tidur Kurang dari 40
Maksimal pemaparan
2. Kantor Kurang dari 75
3. Dapur Kurang dari 80
8 jam
4. Pertunjukan Kurang dari 90
Sumber: Permenkes no. 80/Menkes/Per/II/1990

2) Khusus
a) Kamar Tidur
(1) Dinding, pintu dan jendela kamar tidur yang tembus

pandang harus dilengkapi dengan tirai yang tidak tembus

sinar dari luar.

15
(2) Perbandingan jumlah tempat tidur Single (untuk satu

orang dengan luas lantai kamar tidur, sebagaimana

tercantum dalam tabel berikut :

Tabel 2. Perbandingan jumlah tempat tidur dengan luas lantai kamar.

No Jumlah Tempat Tidur Luas Lantai Minimal ( m2 )

.
1. 1 4,5
2. 2 8
3. 3 12
4. 4 17

5. 5 20
Setiap penambahan tempat tidur harus ditambah

5 m2
Sumber: Permenkes no. 80/Menkes/Per/II/1990

b) Ruang Istirahat Karyawan


(1) Ruang karyawan wanita harus terpisah dengan ruang

karyawan pria.
(2) Tersedia lemari (locker) yang aman untuk penyimpanan

pakaian karyawan sesuai dengan kebutuhan.


(3) Dilengkapi dengan kamar mandi, jamban dan peturasaan

yang terpisah antara pria dan wanita.


(4) Perbandingan jumlah karyawan dengan jumlah kamar

mandi, jumlah jamban dan jumlah peturasaan.


c) Ruang Pengelolaan Makanan dan Minuman

Harus mempunyai persyaratan kesehatan sesuai dengan

ketentuan Perundang undangan yang berlaku.

d) Ruang Cuci

16
Tidak memungkinkan tercampurnya lena bersih dan

kotor.
e) Gudang
(1) Gudang untuk menyimpan bahan makanan, bahan

berbahaya, alat kantor, alat rumah tangga, dll harus

terpisah.
(2) Gudang untuk menyimpan bahan makanan dan bahan

berbahaya harus memenuhi persyaratan kesehatan sesuai

dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.


(3) Dilengkapi rak rak dengan tinggi minimal 20 cm dari

lantai dan tangga serta peralatan lain sesuai dengan

kebutuhan.
6. Sanitasi Fasilitas Hotel
Sanitasi fasilitas hotel merupakan suatu upaya untuk menjaga

kebersihan dan kesehatan suatu fasilitas yang terdapat di suatu hotel.

Fasilitas pada suatu hotel dapat dicontohkan seperti penyediaan air, aturan

mengenai pembuangan air limbah, kebersihan toilet tamu, tempat sampah

dan peralatan pencegahan masuknya serangga.


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Kesehatan Permenkes no.

80/Menkes/Per/II/1990 terdapat persyaratan kesehatan untuk fasilitas hotel

yaitu:
a. Penyediaan air
1) Tersedia air dengan kualitas sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang undangan yang berlaku.


2) Kapasitas air harus memenuhi persyaratan yang berlaku.
3) Air tersedia pada setiap tempat kegiatan secara

berkesinambungan.

17
4) Distribusi air di hotel harus menggunakan sistem perpipaan dan

mengalir dengan tekanan positif serta terhindar dari cemaran

silang.
b. Pembuangan Air Limbah
1) Saluran Pembuangan Air Limbah harus menggunakan sistem

tertutup, kedap air, dan air dapat mengalir dengan lancar.


2) Tiap air limbah harus diolah sehingga mutu effluent sesuai

dengan ketentuan perundangan yang berlaku.


c. Toilet dan Kamar Mandi
1) Di dalam toilet harus tersedia jamban, peturasan, dan tempat

cuci tangan.
2) Harus selalu dalam keadaan bersih.
3) Lantai terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, tidak licin, dan

mudah dibersihkan.
4) Dilengkapi dengan penahan bau (bowl atau leher angsa).
5) Letaknya tidak berhubungan langsung (harus terdapat ruang

antara) dengan tempat pengelolaan makanan, kamar tamu, dan

kamar tidur.
6) Toilet wanita harus terpisah dengan toilet pria.
7) Toilet tenaga kerja harus terpisah dengan toilet pengunjung.
8) Tersedia kaca rias, tempat sampah, tempat abu rokok, tissue,

gantungan baju, pengharum ruangan, ember, dan alat pengering

tangan.
9) Harus dilengkapi dengan tanda tanda sanitasi yang berisi

pesan mengenai kebersihan / kesehatan.


10) Setiap kamar tidur harus dilengkapi dengan kamar mandi dan

jamban.
d. Tempat Sampah
1) Harus terbuat dari bahan yang kuat, cukup ringan, tahan karat,

kedap air dan mempunyai permukaan halus bagian dalamnya.


2) Mempunyai tutup yang mudah dibuka atau ditutup tanpa

mengotori tangan.

18
3) Mudah diisi dan dikosongkan.
4) Jumlah dan volume tempat sampah disesuaikan dengan

produksi sampah yang dihasilkan pad setiap tempat kegiatan.


5) Sampah dari setiap ruangan harus dibuang setiap hari.
6) Harus tersedia TPS.
7) TPS harus terletak di tempat yang mudah dijangkau oleh

kendaraan pengangkut sampah dan minimal setiap 3 kali 24

jam harus dikosongkan.


e. Peralatan Pencegah Masuknya Serangga
1) Sarana penyimpanan air harus tertutup dan bebas jentik

nyamuk.
2) Pada titik tembus pipa dengan dinding harus rapat.
3) Setiap bangunan hotel harus dilengkapi dengan alat yang dapat

mencegah masuknya serangga dan tikus.


B. Kerangka Konseptual
Saat ini industri yang menyediakan pelayanan jasa seperti hotel

dinilai sangat berkembang. Berbagai upaya dilakukan untuk menjadi intusri

hotel yang terbaik. Salah satu hal yang penting untuk kemajuan suatu hotel

adalah kebersihan atau sanitasi yang dimiliki oleh suatu hotel. Bik atau

buruknya suatu sanitasi hotel dapat dinilai melalui persepsi dari tamu yang

menginap di hotel.

Persepsi yang merupakan suatu pengamatan individu atau proses

pemberian makna sebagai hasil pengamatan tentang suatu objek, peristiwa,

dan sebagainya melalui panca inderanya, yang diperoleh dengan

menyimpulkan informasi dan penafsiran pesan sehingga seseorang dapat

memberikan tanggapan mengenai baik buruknya atau positif negatifnya hal

tersebut.

19
Sanitasi hotel adalah upaya kesehatan yang dilakukan untuk

melindungi tamu dan seluruh karyawan hotel dari kotoran sesuai dengan

standar hotel yang telah ditetapkan. Sanitasi hotel ini meliputi sanitasi

kualitas bangunan, utilitas, peralatan atau sarana, suplai makanan, kesehatan

pekerja, kamar mandi, dan tempat buangan. Pada sanitasi kualitas bangunan

termasuk didalamnya adalah seluruh ruangan dalam hotel.

Menurut Kusnoputranto (1986) sanitasi lingkungan tempat-tempat

umum merupakan bagian dari sanitasi yang perlu mendapat perhatian dalam

pengawasannya. Salah satu tempat umum yang perlu dipantau sanitasinya

adalah hotel. Terdapat lima variabel pokok yang menentukan sanitasi hotel

diantaranya yaitu sanitasi/kesehatan lokasi dan bangunan hotel, sanitasi

kamar atau ruang hotel, sanitasi fasilitas hotel, sanitasi hygiene karyawan,

dan sanitasi/kesehatan pelayanan makanan dan minuman.

Sanitasi ruang atau kamar hotel dapat dinilai dari bed atau tempat

tidur, ruang istirahat karyawan, ruang cuci, ruang pengelolaan makanan dan

minuman, dan gudang. Sedangkan sanitasi fasilitas hotel dapat dinilai dari

penyediaan air, pembuangan air limbah, toilet, tempat sampah, dan peralatan

pencegahan masuknya serangga.

Dari uraian di atas maka dapat di gambarkan sistematis kerangka

pemikiran yang dapat di lihat pada Gambar 1 dibawah ini:

Persepsi Tamu
tentang Sanitasi
Hotel

20
Sanitasi ruang atau Sanitasi fasilitas
Sani
kamar hotel hotel

Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian


C. Pertanyaan Penelitian
Adapun pertanyaan penelitian yang akan dideskripsikan dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana persepsi tamu tentang

sanitasi hotel di Edotel Bundo Kandung yang meliputi sanitasi ruang atau

kamar dan sanitasi fasilitas hotel?

21