Anda di halaman 1dari 82

[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Perencanaan Portal Ekivalen

Denah Bangunan

Tampak Arah x Bangunan

Andri Cahyono D1012131002 1


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Tampak arah y Bangunan

A. Data-Data Perencanaan :
a. Mutu beton (fc) : 24 Mpa
b. Berat volume beton bertulang : 2400 Kg/m3
c. Mutu baja (fy) : - Tulangan pokok balok & kolom = 400 Mpa
- Tulangan plat = 300 Mpa
- Tulangan sengkang = 240 Mpa
d. Modulus Elastisitas Baja (E) : 2x105 MPa
e. Jarak antar rangka : 6 meter (Arah memanjang bangunan)
6,5 meter (Arah melintang bangunan)
f. Panjang bangunan : 6 x 4 meter (Arah memanjang bangunan)
6,5 x 4 meter (Arah melintang bangunan)
g. Beban hidup : 250 Kg/m2 ( Fungsi lantai perkotaan )

h. (daya dukung tanah) : 2 Kg/m2

Andri Cahyono D1012131002 2


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

B. Menentukan Dimensi Elemen - Elemen Struktur Dan Level Beban Hidup Sehingga Bisa
Digunakan DDM

Pada metode perencanaan lansung, yang diperoleh adalah pendekatan nilai momen dan
geser dengan menggunakan penyederhanaan koefisien-koefisien yang telah disediakan oleh
peraturan, dengan pembatasan sebagai berikut:
1. Minimum ada tiga bentang menerus pada masing-masing arah peninjauan.
2. Panel plat berbentuk persegi dengan rasio antara bentang panjang terhadap lebar diukur
dari sumbu tumpuan tidak lebih dari 2 yaitu :
6,5
=1,083 2
6 .....OK!

3. Panjang bentang bersebelahan pada masing-masing arah tidak boleh berbeda lebih dari
sepertiga bentang yang lebih panjang.
4. Letak pusat kolom dapat menyimpang maksimum 10% dari bentang pada arah
penyimpangan dari sumbu antara garis pusat kolom yang beraturan.
5. Beban mati yang diperhitungkan hanyalah beban gravitasi saja dan tersebar merata pada
seluruh panel. Beban hidup tidak boleh melampaui 3 kali beban mati. Perhitungan Beban
yang bekerja pada pelat dengan asumsi awal perhitungan dianggap tebal plat 120 mm.

Berat sendiri plat : 0,15 x 2400 x 6 = 2160


Berat sendiri balok : 0,3 x 0,38 x 2400 = 273,6
Berat penutup lantai : 1 x 100 = 100
Berat pasangan batu bata : 3,0 x 250 = 875
q DL =3408,6 kg /m

Fungsi lantai (pertokoan) : 1 x 250 = 250


q =250 kg /m

Andri Cahyono D1012131002 3


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Karena asumsi awal beban hidup tidak boleh melampaui 3 kali beban mati, maka:
3. q DL >q

4609,8 kg /m> 250 kg/m.. .. OK !

6. Apabila panel plat ditumpu oleh balok pada keempat sisinya, syarat kekakuan relatif
balok pada dua arah yang saling tegak lurus adalah :
l 2 2

l 2 2

2
1
2.0

Pemeriksaan tebal berdasarkan syarat lendutan (di tinjau panel 1) :

650
cm

2
3050
cm
3050
1 cm
600 Panel 1 600
3
cm cm
3050
cm
3050
cm 4

650
cm

ln 1 arah memanjang=6.50.150.15=6.2 m

ln 2 arah melebar =60.150.15=5.7 m

Nilai banding panjang terhadap lebar bentang bersih:

6.2
=1.0877
= 5.7

Andri Cahyono D1012131002 4


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Perbandingan panjang sisi menerus dengan keliling panel:

650+600+650+ 600
s= =1(karena semua tepi menerus)
650+600+650+ 600

Berdasarkan SK-SNI T-03-2847-2002 pasal 3.2.5 3.3 untuk tebal plat dua arah syarat
yang harus dipenuhi yaitu kurang dari h minimum.

Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan :

fy
0.8+
1500
h ln
1
(
36+5 m0,12 1+
( ))
m
Karena unsur dalam persamaan tersebut belum diketahui, sehingga di gunakan

persamaan berikut :

h hmax

fy
0.8+
1500
h ln
36+ 9

300
0.8+
1500
h 6200
36+ 9 x 1.0877

h 135.4022989mm

150 mm 135.4022989 mm .........Tidak OK!

Dan tidak boleh lebih dari :

h hmax

Andri Cahyono D1012131002 5


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

fy
0.8+
1500
h ln
36

300
0.8+
1500
h x 6200
36

150 mm 172.2222222mm .........OK!

Maka dengan demikian anggapan awal tebal plat h = 150 mm, sejauh ini dapat di gunakan.

m dilakukan sebagai berikut :


Perhitungan

Berdasarkan penampang pada hubungan plat dengan balok yang membentuk balok T,
maka lokasi titik berat penampang dapat ditentukan :

bE
Sesuai SK SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.2 ayat 4, lebar efektif ( diperhitungkan

sebagai berikut :
b E=bw+2 h w=300+2 x 380=1060 mm

Andri Cahyono D1012131002 6


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

b E=bw+8 h f =300+8 x 150=1500 mm

Dengan syarat panjang sayap (flens) tidak lebih dari :


4 t=4 x 120=480mm

Persamaan statis momen terhadap tepi bawah:


( A1 x X 1 ) + ( A 2 x X 2 ) 159000 x 455+114000 x 190
y= =
A 1+ A 2 159000+114000

344.3406593 mm

1 3 2 1 3 2
I b= x b1 x h 1+ b1 x h1 x ( y y ) + x b 2 x h2 +b2 x h2 x ( y y )
12 12

1 1
x 1060 1503 +1060 150 x ( 344,3406593530 )2+ 300 3803
12 12

2
+300 380 ( 321.840796530 )

4
11080068690 mm

Persamaan statis momen terhadap tepi bawah:

Andri Cahyono D1012131002 7


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

( A1 x X 1 ) + ( A 2 x X 2 ) 102000 x 455+114000 x 190


y= =
A 1+ A 2 102000+114000

315,1388889mm

1 3 2 1 3 2
I b= x b1 x h 1+ b1 x h1 x ( y y ) + x b 2 x h2 +b2 x h2 x ( y y )
12 12

1 1
680 1503 +680 x 150 ( 315,1388889530 )2+ 300
12 12

3803 +300 x 380 x (315,1388889530 )2

7296754165mm 4

Untuk arah memanjang bangunan :

I b1 =I b

1 3 4
I s 1= x l 1 x h f =1828125000mm
12

Ecb =Ecs

Ecb x I b
Sehingga 2= Ecs x I s1 =6.0609

Ecb x I b
Sehingga 4= Ecs x I s 1 =3.9914

Untuk arah melebar bangunan :

I b2 =I b

Andri Cahyono D1012131002 8


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

1
I s 2= x l 2 x h f 3 =1687500000mm 4
12

Ecb =Ecs

Ecb x I b
Sehingga 1 = =6.5659
Ecs x I s2

Ecb x I b
Sehingga 3 = =4.3240
Ecs x I s 2

6.5659+4.3240+6.0609+ 3.9914
m= =5.2355
Maka 4

Kemudian diulangi sekali lagi pemeriksaan dengan menggunakan persamaan lendutan dan
subsitusikan nilai m yang telah di dapat:

fy
0.8+
1500
hmin= (l n )

{
36+5 m0.12 1+
1
( )}
300

( 0.8+
1500 )
6200

{
36+ 5 x 1.0877 5.23550.12 (1+
1.0877 )}
1

29.89292114 mm

Maka dengan demikian, dapat tetap digunakan tabel pelat (h) = 150 mm.

Andri Cahyono D1012131002 9


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

C. Menghitung Pembagian Momen-Momen Rencana Pada Plat Lantai Dan Balok Dengan
Metode Perencanaan Langsung (DDM)

Dalam proses perencanaan panel plat lantai, yang dikerjakan pertama kali adalah
menentukan momen statis total rencana pada kedua arah peninjauan yang saling tegak lurus.
Karena adanya tahanan pada tumpuan, maka momen tersebut didistribusikan untuk dapat
merencanakan penampang rangka portal terhadap momen-momen positf dan negatif. Kemudian
momen-momen positif dan negatif rencana tersebut didistibusikan kelajur kolom, lajur tengah dan
lajur balok (bila ada). Lebar lajur kolom ditentukan 25 % dari lebar lajur portal untuk masing-
masing disebelah kanan dan kiri sumbu kolom, sedangkan lebar lajur tengah adalah sisanya.
Selanjutnya tinggal merencanakan dimensi dan distribusi penulangan pada keduan arah yang
saling tegak lurus sesuai dengan peninjauan.

Sesuai SK-SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.6 ayat 3.2, distribusi momen statis total terfaktor

Mo
pada bentang interior dikalikan faktor 0.35 untuk momen positif, dan faktor 0.65 untuk

momen negatif terfaktor (rencana). Sedangkan ayat 3.3 menentukan distribusikan momen statis

Mo
total terfaktor betang tepi (eksterior) seperti yang tercantum pada daftar berikut :

Andri Cahyono D1012131002 10


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

1. Perhitungan Momen Statis Bentang 1-2 (B B) :


Beban Rencana adalah :
Beban Mati
Berat plat : 0.15 x 2400 x 6 = 2160 kg/m
Berat sendiri balok : 0.3 x 0.38 x 2400 = 273,6 kg/m
Berat penutup lantai : 100 x 6 = 600 kg/m
Berat pasangan batu bata 1/2 : 3 x 250 = 750 kg/m
1
q DL ( tanpabata )=3033,6 kg /m

q DL ( dengan bata )=3783,6 kg /m1

Beban Hidup
Fungsi lantai (pertokoan) : 250 = 250
2
q =250 kg / m

Meninjau kombinasi pembebanan untuk beban gravitasi yaitu:


qu =1,4 x q DL
(i)........

kg
qu =1,4 x 3033,6=4247,04 1
( tanpa bata )
m

kg
qu =1,4 x 3783,6=5297,04 1
( dengan bata )
m

qu =1,2. q DL + 1,6 .q
(ii).......

kg
qu =1.2 x 3033,6+1.6 x 250=4040,32 (tanpa bata)
m1

kg
qu =1.2 x 3783,6+1.6 x 250=4940,32 (dengan bata)
m1

Maka diambil qu yang paling besar, yaitu pada persamaan (i)

Menurut SK SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.6 ayat 7 mengijinkan modifikasi sampai


10% untuk momen positif dan negatif terfaktor asalkan momen statis total untuk suatu
panel dalam arah yang ditinjau tidak boleh kurang dari jumlah yang diisyaratkan, ialah :

Andri Cahyono D1012131002 11


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

6.2 2=20407,02 kg . m( tanpabata)


1
M o = x 4247,04 x
8

2
6.2 =25452,27 kg . m(dengan bata)
1
M o = x 5297,04 x
8

2. Perhitungan Momen Statis Bentang 1-2, portal (A A) :


Beban Rencana adalah :
Beban Mati
Berat plat : 0.15 x 2400 x 3 = 1080 kg/m
Berat sendiri balok : 0.3 x 0.38 x 2400 = 273,6 kg/m
Berat penutup lantai : 100 x 3 = 600 kg/m
Berat pasangan batu bata 1/2 : 3 x 250 = 750 kg/m
q DL ( tanpa bata )=1953,6 kg /m1

q DL ( dengan bata )=2703,6 kg /m1

Beban Hidup
Fungsi lantai (pertokoan) : 250 = 250
q =250 kg / m2

Meninjau kombinasi pembebanan untuk beban gravitasi yaitu:


qu =1,4 x q DL
(i)........

qu =1,4 x 1953,6=2735,04 kg /m ( tanpa bata )

qu =1,4 x 2703,6=3785,04 kg /m ( dengan bata )

qu =1,2. q DL + 1,6 .q
(ii).......

kg
qu =1.2 x 1953,6+1.6 x 250=2744,32 (tanpa bata)
m1

Andri Cahyono D1012131002 12


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

kg
qu =1.2 x 2703,6+1.6 x 250=3644,32 (denganbata)
m1

Maka diambil qu yang paling besar, yaitu pada persamaan (i)

Menurut SK SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.6 ayat 7 mengijinkan modifikasi sampai


10% untuk momen positif dan negatif terfaktor asalkan momen statis total untuk suatu
panel dalam arah yang ditinjau tidak boleh kurang dari jumlah yang diisyaratkan, ialah :
6.2 2=13186,45 kg . m(tanpabata)
1
M o= x 2744,32 x
8

6.2 2=18187,11 kg . m(dengan bata)


1
M o= x 3785,04 x
8

3. Perhitungan Momen Statis Bentang A B, portal (1 - 1) :


Beban Rencana adalah :
Beban Mati
Berat plat : 0.15 x 2400 x 3 = 1080 kg/m
Berat sendiri balok : 0.3 x 0.38 x 2400 = 273,6 kg/m
Berat penutup lantai : 100 x 3 = 600 kg/m
Berat pasangan batu bata 1/2 : 3 x 250 = 750 kg/m
q DL ( tanpa bata )=1953,6 kg /m1

1
q DL ( dengan bata )=2703,6 kg /m

Beban Hidup
Fungsi lantai (pertokoan) : 250 = 250
q =250 kg / m2

Meninjau kombinasi pembebanan untuk beban gravitasi yaitu:

Andri Cahyono D1012131002 13


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

qu =1,4 x q DL
(i)........

qu =1,4 x 1953,6=2735,04 kg /m ( tanpa bata )

qu =1,4 x 2703,6=3785,04 kg /m ( dengan bata )

qu =1,2. q DL + 1,6 .q
(ii).......

kg
qu =1.2 x 1953,6+1.6 x 250=2744,32 (tanpa bata)
m1

kg
qu =1.2 x 2703,6+1.6 x 250=3644,32 (denganbata)
m1

Maka diambil qu yang paling besar, yaitu pada persamaan (i)

Menurut SK SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.6 ayat 7 mengijinkan modifikasi sampai


10% untuk momen positif dan negatif terfaktor asalkan momen statis total untuk suatu
panel dalam arah yang ditinjau tidak boleh kurang dari jumlah yang diisyaratkan, ialah :
2
5,7 =11145,36 kg . m(tanpabata)
1
M o= x 2744,32 x
8

5,7 2=15371,99 kg . m(dengan bata)


1
M o = x 3785,04 x
8

4. Perhitungan Momen Statis Bentang A - B (2 2) :


Beban Rencana adalah :
Beban Mati
Berat plat : 0.15 x 2400 x 6 = 2160 kg/m
Berat sendiri balok : 0.3 x 0.38 x 2400 = 273,6 kg/m
Berat penutup lantai : 100 x 6 = 600 kg/m
Berat pasangan batu bata 1/2 : 3 x 250 = 750 kg/m
q DL ( tanpabata )=3033,6 kg /m1

Andri Cahyono D1012131002 14


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

q DL ( dengan bata )=3783,6 kg /m1

Beban Hidup
Fungsi lantai (pertokoan) : 250 = 250
q =250 kg / m2

Meninjau kombinasi pembebanan untuk beban gravitasi yaitu:


qu =1,4 x q DL
(i)........

kg
qu =1,4 x 3033,6=4247,04 ( tanpa bata )
m1

kg
qu =1,4 x 3783,6=5297,04 1
( dengan bata )
m

qu =1,2. q DL + 1,6 .q
(ii).......

kg
qu =1.2 x 3033,6+1.6 x 250=4040,32 1
(tanpa bata)
m

kg
qu =1.2 x 3783,6+1.6 x 250=4940,32 (dengan bata)
m1

Maka diambil qu yang paling besar, yaitu pada persamaan (i)

Menurut SK SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.6 ayat 7 mengijinkan modifikasi sampai


10% untuk momen positif dan negatif terfaktor asalkan momen statis total untuk suatu
panel dalam arah yang ditinjau tidak boleh kurang dari jumlah yang diisyaratkan, ialah :
5,7 2=17248,29 kg . m(tanpabata)
1
M o= x 4247,04 x
8

2
5,7 =21512,60 kg . m(dengan bata)
1
M o = x 5297,04 x
8

Maka distribusi momennya adalah sebagai berikut:

Andri Cahyono D1012131002 15


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Untuk Arah Memanjang Bangunan Untuk Arah Melebar Bangunan

Bentang 1A 2A Bentang E1 D1

=0.16 x 18187,11=2909,93 kg / m =0.16 x 15371,99=2459,52 kg/m


M e M e

=0.7 x 18187,11=12730,98 kg / m =0.7 x 15371,99=10760,39 kg /m


M i M i

+=0.57 x 18187,11=10366,65 kg/m +=0.57 x 15371,99=8762,03 kg/ m



Mm Mm

Bentang 2A 3A = 3A 4A Bentang C1 D1 = B1 C1

=0.65 x 18187,11=11821,62 kg /m =0.65 x 15371,99=9991,79 kg /m



=M kn = M kn
M kr M kr

+=0.35 x 18187,11=6365,48 kg/m +=0.35 x 15371,99=5380,19 kg / m


M m M m

Bentang 4A 5A Bentang B1 A1

=0.16 x 18187,11=2909,93 kg / m =0.16 x 15371,99=2459.52 kg/m


M e M e

=0.7 x 18187,11=12730,98 kg / m =0.7 x 15371,99=10760,39 kg /m


M i M i

+=0.57 x 18187,11=10366,65 kg/m +=0.5 x 15371,99=8762,03 kg /m


M m M m

Untuk Arah Memanjang Bangunan Untuk Arah Melebar Bangunan

Andri Cahyono D1012131002 16


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Bentang 1B 2B Bentang E2 D2

=0.16 x 25452,02=4072,32 kg /m =0.16 x 21512,60=3442,02 kg/m



Me Me

=0.7 x 25452,02=17816,41 kg/ m =0.7 x 21512,60=15058,82 kg/m



Mi Mi

+=0.57 x 25452,02=14507,65 kg /m +=0.57 x 21512,60=12262,18 kg /m


M m M m

Bentang 2B 3B = 3B 4B Bentang C2 D2 = B2 C2

=0.65 x 25452,02=16543,81kg /m =0.65 x 21512,60=13983,19 kg/m


=M kn =M kn
M kr M kr

+=0.35 x 25452,02=8908,20 kg / m +=0.35 x 21512,60=7529,41 kg /m



Mm Mm

Bentang 4B 5B Bentang B2 A2

=0.16 x 25452,02=4072,32 kg /m =0.16 x 21512,60=3442,02 kg/m


M e M e

=0.7 x 25452,02=12730,98 kg/ m =0.7 x 21512,60=15058,82 kg/m


M i M i

+=0.57 x 25452,02=10366,65 kg /m +=0.5 x 21512,60=12262,18 kg / m



Mm Mm

Andri Cahyono D1012131002 17


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

5. Perhitungan Nilai 1 Pada Panel Plat Interior


Untuk panel plat interior, lajur kolom harus direncanakan untuk memikul sebagian
momen negatif interior (dalam persen) seperti dalam tabel Distribusi Momen Negatif
Interior pada lajur kolom (SK SNI T-15-2002-03 pasal 3.6.6 ayat 4.1) berikut ini :

Nilai 1 pada tabel di atas adalah untuk arah bentang l1. Untuk plat dua arah yang
ditumpu balok, 1 diambil sebagai nilai banding kekakuan lentur panel plat dengan lebar
yang dibatasi oleh garis tengah panel bersebelahan terhadap kekakuan masing-masing
balok, maka dengan demikian:
E cb I b
1 = dengan catatan dalam tugas ini Ecb = Ecs
E cs I s

1 =6.0609
Untuk arah memanjang balok,

1 =6.5659
Untuk arah melebar balok,

l2
Apabila 1 ()l1
1 .0 , maka momen rencana dalam balok diantara dukungan harus

direncanakan untuk memikul 85% dari momen lajur kolom.


l2
()
Sedangkan untuk, 0.0< l 1 < 1.0 , maka momen rencana didapat dengan interpolasi

linear antara 85% dan 0%.

6. Perhitungan Nilai 1 Pada Panel Plat Interior


Untuk panel plat eksterior, lajur kolom harus direncanakan untuk dapat memikul
sebagian momen negatif eksterior (dalam persen) seperti dalam tabel Distribusi Momen
Negatif Interior pada lajur kolom (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 4.2) berikut ini :

Andri Cahyono D1012131002 18


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

E cb C
Sedangkan, t= , adalah nilai banding kekakuan torsi penampang balok
2 Ecs I s

tepi terhadap kekakuan lentur plat dengan lebar sama dengan bentang balok, yang diukur antara
sumbu tumpuan. Dimana:
C = Konstanta penampang untuk menentukan kekakuan puntir
Ecb = Modulus elastisitas balok beton
Ecs = Modulus elastisitas plat beton

Is = Momen inersia terhadap sumbu titik pusat bruto plat


Lajur kolom harus direncanakan untuk dapat memikul sebagian momen positif
(dalam persen) seperti tampak dalam tabel Distribusi Momen Positif Interior pada lajur
kolom (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 4.4) berikut ini:

Andri Cahyono D1012131002 19


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

300 300 3 380 150 150 3 680


Keadaan 1, C = (1- 0,63 380 ) 3 + (1- 0,63 680 ) 3

4
C = 1061437500 mm

300 300 3 380 150 150 3 380


Keadaan 2, C = (1- 0,63 530 ) 3 + (1- 0,63 380 ) 3

4
C = 778701650,9 mm

Maka di ambil nilai C yang terbesar ,yaitu pada keadaan 1.


4
C = 1061437500 mm

3 3
300 300 380 150 1000
Keadaan 1, C = (1- 0,63 380 ) 3 + (1- 0,63) 3

4
C = 1440225000 mm

300 300 3 530 150 150 3 380


Keadaan 2, C = (1- 0,63 500 ) 3 + (1- 0,63 380 ) 3

4
C = 1121377500 mm

Maka di ambil nilai C yang terbesar ,yaitu pada keadaan 2.


4
C = 1440225000 mm

Elemen penahan torsi tegak lurus terhadap portal yang ditinjau. Sehingga untuk arah
memanjang (Portal B-B)
1440225000
t=
2 1828125000 = 0,3939

Sehingga untuk arah melebar (Portal 1-1)

Andri Cahyono D1012131002 20


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

1061437500
t=
2 1687500000 = 0,3145

7. Memberi Momen Tumpuan dan Lapangan Pada Jalur Kolom


a) Arah Memanjang Bangunan

Bentang (eksterior) Me-

1= 6,0609

l 2 600
= =0,9231
l 1 650

l
1 2 =5,5946>1,0
l1

t= 1,7213

15 ( 10,9231 )
yx= +75=77,308
0,5

22,692 ( 2,51,7213 )
y x= +77,308=84,376
2,5

Faktor momen dari interpolasi nilai


0.5 0.923 1
1
t=0 100 100 100

1,721258333 84.37
Bentang (interior) Mi-
6
t 2.50
Andri Cahyono D1012131002 90 21 77.30 75
8
[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

1= 5,6431

l 2 600
= =0,9231
l 1 650

l
1 2 =5,209>1,0
l1

15 ( 10,9231 )
yx= +75=77,308
0,5

Factor momen dari interpolasi nilai


0.5 0.9231 1

l2

Bentang
1 ()
l1
>1 90 77,308 7,5
(interior)
Mm+

1= 5,6431

l 2 600
= =0,9231
l 1 650

Factor momen dari interpolasi nilai


0.5 0.9231 1

l2
1 ()
l1
>1 90 77,308 7,5

l
1 2 =5,209>1,0
l1

Andri Cahyono D1012131002 22


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

15 ( 10,9231 )
y x= +75=77,308
0,5

b) Arah Melebar Bangunan

Bentang (Eksterior) Me-

1=
5,1413

l 2 650
= =1,0833
l 1 600

l
1 2 =5,5698>1,0
l1

30 ( 21,0833 )
t= y x= +45=72,5
1,6825 1

27,5 ( 2,51,6825 )
yx= +72,5=81,492
2,5

Faktor momen dari interpolasi nilai

1 1,0833 2

t=0 100 100 100

1,682515385 81,492

t 2.50 75 72,5 45

Bentang (interior) Mi-

1= 5,1314

l 2 650
= =1,0833
l 1 600

Andri Cahyono D1012131002 23


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

l 30.(21,0833)
1 2 =5,5698>1,0 yx= +45=72,5
l1 1

Faktor momen dari interpolasi nilai

1 1,0833 2

l2
1 1 75 72,5 45
l1

Bentang (interior) Mm+

1= 5,1314

l 2 650
= =1,0833
l 1 600

l 30.(21,0833)
1 2 =5,5698>1,0 yx= +45=72,5
l1 1

Faktor momen dari interpolasi nilai

1 1,0833 2

l2
1 1 75 72,5 45
l1

Bagian momen positif dan negatif terfaktor yang tidak dipikul oleh lajur kolom dianggap
bekerja pada setengah lajur tengah di kedua sisi lajur kolom. Panjang bentang berturutan tidak
selalu harus sama, demikian juga lebar lajur kolom. Dengan demikian masing-masing lajur tengah
direncanakan mampu menahan jumlah dari dual kali setengah momen lajur tengah. Lajur tengah
yang sejajar dan bersebelahan dengan tumpuan dinding tepi direncanakan dengan momen dari
setengah lajur tengah yang di dapat dari baris pertama kolom interior.

Untuk rangka portal berbentang banyak apabila tidak semua bentang dibebani secara
serempak, akan terasa bahwa metode perencanaan lansung sangat peka terhadap perubahan
momen lapangan positif. Apabila beban bekerja secara berselang-seling pada bentang-bentang,
perubahan nilai momen negatif di tumpuan umumnya hanya kecil sedangkan perubahan momen

Andri Cahyono D1012131002 24


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

positif lapangan cukup besar Apabila nilai banding beban hidup terhadap beban mati cukup besar,
maka perubahan momen positif tersebut dapat mencapai 50% dari yang diperoleh dengan cara
distribusi beban secara merata. Pertambahan momen tersebut dapat mengakibatkan lendutan
berlebihan dan selanjutnya timbul retak pada panel plat interior. Cara mencegah dan
menguranginya adalah dengan memperkaku kolom-kolom. Untuk selanjutnya, agar
mempermudahkan dalam pengerjaanya, dibuat tabel distribusi momen.

8. Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat gaya geser


qU = 4247,04 kg/m2 (tanpa pasangan bata)
qU = 5297,04 kg/m2 (dengan pasangan bata)
Untuk arah memanjang bangunan,
l
1 . 2 =5,5946
l1

Untuk arah melebar bangunan,


l
1 . 2 =6,0609
l1

l2
Karena .
1
l 1 > 1.0 pelimpahan geser akibat beban qU dari plat ke balok akan mengikuti

bentuk bidang trapesium dan segitiga dengan menarik garis sudt 45o dan garis di tengah-tengah
panel arah memanjang. Bagian beban yang lebih besar akan dipikul oleh balok bentang arah
melebar dengan harga terbesar terdapat di muka kolom interior pertama.

Gaya geser rencana untuk setiap meter lebar pada arah melebar, adalah:
1 1,15 4247,04 5,7 2
V u= ( 1,15 ) . ( qu ) .(l n 2 )2 = =13919,67 kg /m'
2 2 5,7

Andri Cahyono D1012131002 25


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

1( 2 1,15 5297,04 5,72


V u= 1,15 . ( qu ) .(l n 2 ) =
) =17361,05 kg/m '
2 2 5,7

Tinggi efektif plat, d = hf - 20 - 0.5 = 129,5 mm

V c= ( 16 fc' ) b . d=0,6 61 24 1000 129,5=63441,7843 kg /m'


V u <V c

Dengan demikian tebal plat cukup aman dan tahan terhadap geser

Andri Cahyono D1012131002 26


[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

Andri Cahyono D1012131002 27


6.00 m 6.00 m 6.00 m 6.00 m

1
Jalur Kolom

1.625 m
Jalur Tengah

3.25 m
6.50 m

2
Jalur Kolom 3.25 m

1.625 m 1.625 m

Andri Cahyono D1012131002


Jalur Tengah
6.50 m

28
3
Jalur Kolom

Jalur Tengah
6.50 m
[STRUKTUR BETON BERTULANG 2]

4
Jalur Kolom

Jalur Tengah
6.50 m

Jalur Kolom

5
E

A
C
D
Distribusi Momen Untuk Arah Memanjang

Portal A - A = E - E
Bentang 1A - 2A Bentang 2A - 3A = 3A - 4A Bentang 4A - 5A
Me- Mi- Mm+ Mkr- = Mkn- Mm+ Me- Mi- Mm+
Mu (kgm) 2909,93 12730,98 10366,65 11821,62 6365,48 2909,93 12730,98 10366,65
Faktor
Distribusi
84,38% 77,308% 77,308% 77,308% 77,308% 84,38% 77,308% 77,308%
Dari
interpolasi
84,38% 77,31% 77,31% 77,31% 77,31% 84,38% 77,31% 77,31%
Momen
Rencana Jalur 2909,93 12730,98 10366,65 11821,62 6365,48 2909,93 12730,98 10366,65
Kolom (kgm)
2455,283 9842,027 8014,218 9139,0216 4921,006 2455,283 9842,027 8014,218
Momen Balok 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85%
85% 2455,283 9842,027 8014,218 9139,0216 4921,006 2455,283 9842,027 8014,218
(kg.m) 2086,99 8365,723 6812,085 7768,1684 4182,855 2086,99 8365,723 6812,085
Momen Plat 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15%
15% 2455,283 9842,027 8014,218 9139,0216 4921,006 2455,283 9842,027 8014,218
(kg.m) 368,2924 1476,304 1202,133 1370,8532 738,1509 368,2924 1476,304 1202,133
2909,93 12730,98 10366,65 11821,62 6365,48 2909,93 12730,98 10366,65
Momen Jalur
Tengah 2455,283 9842,027 8014,218 9139,0216 4921,006 2455,283 9842,027 8014,218
(kg.m)
454,6475 2888,953 2352,432 2682,5984 1444,474 454,6475 2888,953 2352,432

Andri Cahyono D1012131002 29


Portal B-B = C-C = D-D
Bentang 1B - 2B Bentang 2B-3B = 3B-4B Bentang 4B-5B
Me -
Mi -
Mm +
Mkr = Mkn
- -
Mm +
Me -
Mi- Mm+
Mu (kgm) 4072,32 17816,41 14507 16543,81 8908,2 4072,32 12730,98 10366,65
Faktor
Distribusi
84,38% 77,308% 77,308% 77,308% 77,308% 84,38% 77,308% 77,308%
Dari
interpolasi
84,38% 77,31% 77,31% 77,31% 77,31% 84,38% 77,31% 77,31%
Momen
Rencana Jalur 4072,32 17816,41 14507 16543,81 8908,2 4072,32 12730,98 10366,65
Kolom (kgm)
3436,061 13773,46 11215,03 12789,638 6886,724 3436,061 9842,027 8014,218
Momen Balok 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85%
85% 3436,061 13773,46 11215,03 12789,638 6886,724 3436,061 9842,027 8014,218
(kg.m) 2920,652 11707,44 9532,773 10871,192 5853,715 2920,652 8365,723 6812,085
Momen Plat 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15%
15% 3436,061 13773,46 11215,03 12789,638 6886,724 3436,061 9842,027 8014,218
(kg.m) 515,4091 2066,018 1682,254 1918,4457 1033,009 515,4091 1476,304 1202,133
4072,32 17816,41 14507 16543,81 8908,2 4072,32 12730,98 10366,65
Momen Jalur
Tengah 3436,061 13773,46 11215,03 12789,638 6886,724 3436,061 9842,027 8014,218
(kg.m)
636,2593 4042,955 3291,973 3754,1723 2021,476 636,2593 2888,953 2352,432

Andri Cahyono D1012131002 30


Distribusi Momen Untuk Arah Melebar

Portal 1 - 1
Bentang A1 - B1 Bentang C1 - D1 = B1 - C1 Bentang D1 - E1
Me -
Mi -
Mm +
Mkr = Mkn
- -
Mm +
Me-
Mi- Mm+
Mu (kgm) 2459,52 10760,39 8762,03 9991,79 5380,19 2459,52 10760,39 8762,03
Faktor
Distribusi
81,492% 72,500% 72,500% 77,308% 77,308% 81,49% 72,500% 72,500%
Dari
interpolasi
81,49% 72,50% 72,50% 77,31% 77,31% 81,49% 72,50% 72,50%
Momen
Rencana Jalur 2459,52 10760,39 8762,03 9991,79 5380,19 2459,52 10760,39 8762,03
Kolom (kgm)
2004,31204 7801,28275 6352,47175 7724,422269 4159,300731 2004,312 7801,28275 6352,47175
Momen Balok 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85%
85% 2004,31204 7801,28275 6352,47175 7724,422269 4159,300731 2004,312 7801,28275 6352,47175
(kg.m) 1703,66523 6631,090338 5399,600988 6565,758929 3535,405621 1703,6652 6631,090338 5399,60099
Momen Plat 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15%
15% 2004,31204 7801,28275 6352,47175 7724,422269 4159,300731 2004,312 7801,28275 6352,47175
(kg.m) 300,646806 1170,192413 952,8707625 1158,66334 623,8951096 300,64681 1170,192413 952,870763
2459,52 10760,39 8762,03 9991,79 5380,19 2459,52 10760,39 8762,03
Momen Jalur
Tengah 2004,31204 7801,28275 6352,47175 7724,422269 4159,300731 2004,312 7801,28275 6352,47175
(kg.m)
455,207962 2959,10725 2409,55825 2267,367731 1220,889269 455,20796 2959,10725 2409,55825

Andri Cahyono D1012131002 31


Portal 2 - 2
Bentang A2 - B2 Bentang B2 - C2 = C2 - D2 Bentang D2 - E2
Me -
Mi -
Mm +
Mkr = Mkn
- -
Mm +
Me-
Mi- Mm+
Mu (kgm) 3442,02 15058,82 12262,18 13983,19 7529,41 3442,02 15058,82 12262,18
Faktor
Distribusi
91,77% 77,308% 77,308% 77,308% 77,308% 91,77% 77,308% 77,308%
Dari
interpolasi
91,77% 77,31% 77,31% 77,31% 77,31% 91,77% 77,31% 77,31%
Momen
Rencana Jalur 3442,02 15058,82 12262,18 13983,19 7529,41 3442,02 15058,82 12262,18
Kolom (kgm)
3158,72454 11641,62623 9479,608385 10810,0815 5820,813115 3158,7245 11641,62623 9479,60838
Momen Balok 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85% 85%
85% 3158,72454 11641,62623 9479,608385 10810,0815 5820,813115 3158,7245 11641,62623 9479,60838
(kg.m) 2684,91586 9895,382296 8057,667127 9188,569275 4947,691148 2684,9159 9895,382296 8057,66713
Momen Plat 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15% 15%
15% 3158,72454 11641,62623 9479,608385 10810,0815 5820,813115 3158,7245 11641,62623 9479,60838
(kg.m) 473,808682 1746,243935 1421,941258 1621,512225 873,1219673 473,80868 1746,243935 1421,94126
3442,02 15058,82 12262,18 13983,19 7529,41 3442,02 15058,82 12262,18
Momen Jalur
Tengah 3158,72454 11641,62623 9479,608385 10810,0815 5820,813115 3158,7245 11641,62623 9479,60838
(kg.m)
283,295456 3417,193769 2782,571615 3173,1085 1708,596885 283,29546 3417,193769 2782,57162

Andri Cahyono D1012131002 32


Distribusi Momen Plat Untuk Lajur Kolom Arah Memanjang

Distibusi Momen Pelat Pada Jalur Kolom


Portal A - A = E - E
Bentang 1A-2A Bentang 2A - 3A = 3A - 4A Bentang 4A - 5A
MKiri- =
Me- Mi- Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi - Mm-
Mu (kg.m) 257,70 1033,01 841,13 1918,45 516,50 257,70 738,15 601,07
Lebar Jalur Kolom
1,625 1,625 1,625 1,625 1,625 1,625 1,625 1,625
(m)
MR (kg.m) 158,59 635,7 517,62 1180,58 317,85 158,59 454,25 369,89
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 198,23 794,62 647,02 1475,73 397,31 198,23 567,81 462,36

Distibusi Momen Pelat Pada Jalur Kolom


Portal A - A = E - E
Bentang 1A-2A Bentang 2A - 3A = 3A - 4A Bentang 4A - 5A
MKiri- =
Me- Mi- Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi - Mm-
Mu (kg.m) 257,70 1033,01 841,13 1918,45 516,50 257,70 738,15 601,07
Lebar Jalur Kolom
1,625 1,625 1,625 1,625 1,625 1,625 1,625 1,625
(m)
MR (kg.m) 158,59 635,7 517,62 1180,58 317,85 158,59 454,25 369,89
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 198,23 794,62 647,02 1475,73 397,31 198,23 567,81 462,36

Andri Cahyono D1012131002 33


Distribusi Momen Plat Untuk Lanjur Tengah Arah Memanjang

Portal A - A = E - E
Bentang 1A-2A Bentang 2A - 3A = 3A - 4A Bentang 4A - 5A
MKiri- =
Me- Mi - Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi - Mm-
Mu (kg.m) 257,70 1033,01 841,13 959,22 516,50 257,70 738,15 601,07
Lebar Jalur Kolom
3,25 3,25 3,25 3,250 3,25 3,25 3,25 3,25
(m)
MR (kg.m) 79,294 317,85 258,81 295,15 158,92 79,294 227,12 184,94
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 99,117 397,31 323,51 368,93 198,66 99,117 283,9 231,18

Portal B-B = C-C = D-D


Bentang 1B -2B Bentang 2B-3B = 3B - 4B Bentang 4B - 5B
MKiri- =
Me- Mi - Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi- Mm-
Mu (kg.m) 515,41 2066,02 1682,25 1918,45 1033,01 515,41 1476,30 1202,13
Lebar Jalur Kolom
3,25 3,25 3,25 3,250 3,25 3,25 3,25 3,25
(m)
MR (kg.m) 158,59 635,7 517,62 590,29 317,85 158,59 454,25 369,89
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 198,23 794,62 647,02 737,86 397,31 198,23 567,81 462,36

Andri Cahyono D1012131002 34


Momen Plat Untuk Lajur Kolom Pada Arah Melebar

Portal 1-1 = 5-5


Bentang A1 - B1 Bentang C1 - D1 = B1 - C1 Bentang D1-E1
MKiri- =
Me- Mi- Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi - Mm-
Mu (kg.m) 236,9 873,12 710,97 810,76 436,56 236,9 873,12 710,97
Lebar Jalur Kolom
1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
(m)
MR (kg.m) 157,94 582,08 473,98 540,50 291,04 157,94 582,08 473,98
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 197,42 727,6 592,48 675,63 363,8 197,42 727,6 592,48

Portal 2-2 = 3-3 = 4-4


Bentang A2 - B2 Bentang B2-C2 = C2-D2 Bentang D2-E2
MKiri- =
Me- Mi - Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi- Mm-
Mu (kg.m) 473,81 1746,2 1421,9 1621,51 873,12 473,81 1746,2 1421,9
Lebar Jalur Kolom
1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
(m)
MR (kg.m) 315,87 1164,2 947,96 1081,01 582,08 315,87 1164,2 947,96
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 394,84 1455,2 1185 1351,26 727,6 394,84 1455,2 1185

Andri Cahyono D1012131002 35


Momen plat untuk lajur tengah Pada Arah Melebar

Portal 1-1 = 5-5


Bentang A1 - B1 Bentang C1 - D1 = B1 - C1 Bentang D1-E1
MKiri- =
Me- Mi - Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi- Mm-
Mu (kg.m) 236,90 873,12 710,97 810,76 436,56 236,90 873,12 710,97
Lebar Jalur Kolom
3 3 3 3 3 3 3 3
(m)
MR (kg.m) 78,968 291,04 236,99 270,25 145,52 78,968 291,04 236,99
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 98,71 363,8 296,24 337,82 181,9 98,71 363,8 296,24

Portal 2-2 = 3-3 = 4-4


Bentang A2 - B2 Bentang B2-C2 = C2-D2 Bentang D2-E2
MKiri- =
Me- Mi - Mm+ MKanan- Mm- Me- Mi- Mm-
Mu (kg.m) 473,81 1746,24 1421,94 1621,51 873,12 473,81 1746,24 1421,94
Lebar Jalur Kolom
3 3 3 3 3 3 3 3
(m)
MR (kg.m) 157,94 582,08 473,98 540,50 291,04 157,94 582,08 473,98
0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8
Mn (kg.m) 197,42 727,6 592,48 675,63 363,8 197,42 727,6 592,48

Andri Cahyono D1012131002 36


D. Perencanaan Penulangan Konstruksi
1. Merencanakan Tulangan Plat Lantai

a Ditinjauan Pada Portal "B-B = C-C =


) D-D"
Penulangan Jalur

Kolom
1455,203 kg. 14552032, (Mn maksimal Pada
Mn = 3 m = 79 N.mm Jalur Kolom)
15
d = h - p - 1/2 D = 0 - 20 - 7
12
= 4 mm
14,11
m = fy = 300 = 8
0,8 0,8
5 x fc' 5 x 25
0,63606
=
Rn = Mn 14552032,79 = 06
d
b x 2 2
1500 x 124

= 1 x 1 - 1 - 2 . Rn . m
m fy
0,6 14,
= 1 x 1 - 1 - 2 . 4 . 1
14,118 300
0,002152
= 9

min = 1,4 = 1,4 = 0,0047


30
fy 0
0,8 f
x
0,7 . 5 . c 700
max = x
5 70
fy 0 + fy
0,8 0,8
x
0,7 5 x 5 x 25 700
= x
5 70 30
300 0 + 0
0,031609
= 4
Maka digunakan
: > min
Jika
< min Maka digunakan min
Maka : > min

0,002 0,004 Maka digunakan



2 > 7
Asperl 0,004 15 12
. .
u = . b . d = 7 00 4
m
= 864,5 m2
Banyak tulangan = Asperlu = 864,5 = 6,513 7 Bu

Andri Cahyono D1012131002 37


(n) ah
132,7
Astulangan 32
Jarak antar Tulangan 214,2 20 m
=
(S) b = 1500 = 9 0 m
n 7

Analisa Kapasita
Lentur
8,136 m
a = Asperlu x fy = 864,50 x 300 = 5 m
0,85 x fc' x b 0,85 x 25 x 1500
Mn = . Asperlu . fy.(d - a/2)
864,5 8,1
= 0,8 x 0 x 300 x ( 124 - 4 / 2 )
24779702,5
= 4 N.mm
= 24,78 kN.m

Syara
>
t: Mn MR
OK
>
24,779703 kN.m 11,641626 kN.m !

Penulangan Jalur

Tengah
727,6016 kg. (Mn maksimal Pada
Mn = 4 m = 7276016,394 N.mm Jalur Tengah)
15
d = h - p - 1/2 D = 0 - 20 - 7
= 124 mm
14,11
m = fy = 300 = 8
0,8
5 x fc' 0,85 x 25
0,159015
=
Rn = Mn 7276016,39 = 1
d
b x 2 2
3000 x 124
1 2 . Rn . m
= x 1 - 1 -
m fy
0,1 14,
= 1 x 1 - 1 - 2 . 6 . 1
14,118 300
= 0,000532
1,4 = 1,4 = 0,0047
min = 30
fy 0
max = 0,7 x . 0,85 . f x 700

Andri Cahyono D1012131002 38


c
5 '
fy 700 + fy
0,8
x
0,7 5 x 0,85 x 25 700
= x
5 70 30
300 0 + 0
0,031609
= 4
Jika : > min Maka digunakan
< min Maka digunakan min
Maka : < min
Maka digunakan

0,0005 < 0,0047 min

30
0,0047 . . 124
Asperlu = . b . d = 00
m
= 1729 m2
13,02 Bu
Banyak tulangan (n) = Asperlu = 1729 = 6 14 ah
132,73
Astulangan 2
m
=
Jarak antar Tulangan (S) b = 3000 = 214 m
n 14

Analisa Kapasita
Lentur
8,136 m
a = Asperlu x fy = 1729,00 x 300 = 5 m
0,85 x fc' x b 0,85 x 25 x 3000
Mn = . Asperlu . fy.(d - a/2)
1729,0 12 8,1
= 0,8 x 0 x 300 x ( 4 - 4 / 2 )
= 49559405,08 N.mm
= 49,559 kN.m

Syara
>
t: Mn MR
49,55940 OK
>
5 kN.m 5,8208131 kN.m !

Andri Cahyono D1012131002 39


Andri Cahyono D1012131002 40
Penulangan Pelat Arah Memanjang Bangunan:
Portal 1-1 = 5-5
Momen Plat
d As
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat Keterangan n
Untuk Lajur (mm) (mm) (mm2)
Kolom (Nmm)
Me- 1579362,272 13 124 0,042798362 0,000142805 min min 940,33 7
Mi- 5820813,115 13 124 0,157735354 0,000527751 min min 940,33 7
Mm+ 4739804,192 13 124 0,128441624 0,000429441 min min 940,33 7
Mkr- = Mkn- 5405040,75 13 124 0,146468543 0,000489923 min min 940,33 7
Me - 1579362,272 13 124 0,042798362 0,000142805 min min 940,33 7
Mi- 5820813,115 13 124 0,157735354 0,000527751 min min 940,33 7
Mm+ 4739804,192 13 124 0,128441624 0,000429441 min min 940,33 7

Portal 2-2 = 3-3 = 4-4


Momen Plat
d As
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat Keterangan n
Untuk Lajur (mm) (mm) (mm2)
Kolom (Nmm)
1
- 3158724,544 13 124 min min 1880,67
Me 0,085596724 0,000285899 4
1
11641626,23 13 124 min min 1880,67
Mi- 0,315470707 0,001059493 4
1
9479608,385 13 124 min min 1880,67
Mm+ 0,256883248 0,000861517 4
1
10810081,5 13 124 min min 1880,67
Mkr- = Mkn- 0,292937085 0,000983282 4

Andri Cahyono D1012131002 41


1
3158724,544 13 124 min min 1880,67
Me- 0,085596724 0,000285899 4
1
11641626,23 13 124 min min 1880,67
Mi- 0,315470707 0,001059493 4
1
9479608,385 13 124 min min 1880,67
Mm+ 0,256883248 0,000861517 4
Portal 1-1 = 5-5
Momen Plat
d As
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat Keterangan n
Untuk Lajur (mm) (mm) (mm2)
Tengah (Nmm)
1
789681,136 13 124 min min 1880,67
Me- 0,021399181 0,000071367 4
1
2910406,558 13 124 min min 1880,67
Mi- 0,078867677 0,000263382 4
1
2369902,096 13 124 min min 1880,67
Mm+ 0,064220812 0,000214394 4
1
2702520,375 13 124 min min 1880,67
Mkr- = Mkn- 0,073234271 0,000244536 4
1
789681,136 13 124 min min 1880,67
Me- 0,021399181 0,000071367 4
1
2910406,558 13 124 min min 1880,67
Mi- 0,078867677 0,000263382 4
1
2369902,096 13 124 min min 1880,67
Mm+ 0,064220812 0,000214394 4

Portal 2-2 = 3-3 = 4-4


Momen Plat
d As
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat Keterangan n
Untuk Lajur (mm) (mm) (mm2)

Andri Cahyono D1012131002 42


Tengah (Nmm)
1
1579362,272 13 124 min min 1880,67
Me- 0,042798362 0,000142805 4
1
5820813,115 13 124 min min 1880,67
Mi- 0,157735354 0,000527751 4
1
4739804,192 13 124 min min 1880,67
Mm+ 0,128441624 0,000429441 4
1
5405040,75 13 124 min min 1880,67
Mkr- = Mkn- 0,146468543 0,000489923 4
1
1579362,272 13 124 min min 1880,67
Me- 0,042798362 0,000142805 4
1
5820813,115 13 124 min min 1880,67
Mi- 0,157735354 0,000527751 4
1
4739804,192 13 124 min min 1880,67
Mm+ 0,128441624 0,000429441 4

Penulangan Pelat Arah Melebar Bangunan:


Portal A-A = E-E
Momen Plat
d Keterang
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat As (mm2) n
Untuk Lajur (mm) (mm) an
Kolom (Nmm)
Me - 1585874,18 13 124 0,042974825 0,000143395 min min 940,33 7
Mi- 6356979,426 13 124 0,172264661 0,000576562 min min 940,33 7
Mm+ 5176166,272 13 124 0,140266386 0,000469108 min min 940,33 7
Mkr- = Mkn- 11805819,44 13 124 0,319920099 0,001074551 min min 940,33 7
Me- 1585874,18 13 124 0,042974825 0,000143395 min min 940,33 7

Andri Cahyono D1012131002 43


Mi- 4542473,929 13 124 0,123094268 0,00041151 min min 940,33 7
Mm+ 3698869,793 13 124 0,100233855 0,000334905 min min 940,33 7

Portal B-B = C-C = D-D


Momen Plat
d Keterang
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat As (mm2) n
Untuk Lajur (mm) (mm) an
Kolom (Nmm)
1
Me- 3171748,36 13 124 0,08594965 0,000287081 min min 1736,00
3
1
Mi- 12713958,85 13 124 0,344529322 0,001157895 min min 1736,00
3
1
Mm+ 10352332,54 13 124 0,280532771 0,000941365 min min 1736,00
3
1
Mkr- = Mkn- 11805819,44 13 124 0,319920099 0,001074551 min min 1736,00
3
1
Me- 3171748,36 13 124 0,08594965 0,000287081 min min 1736,00
3
1
Mi- 9084947,858 13 124 0,246188537 0,000825438 min min 1736,00
3
1
Mm+ 7397739,586 13 124 0,200467709 0,000671408 min min 1736,00
3
Portal A-A = E-E
Momen Plat
d Keterang
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat As (mm2) n
Untuk Lajur (mm) (mm) an
Tengah (Nmm)
1
Me- 792937,09 13 124 0,021487412 0,000071661 min min 1736,00
3

Andri Cahyono D1012131002 44


1
Mi- 3178489,713 13 124 0,08613233 0,000287692 min min 1736,00
3
1
Mm+ 2588083,136 13 124 0,070133193 0,000234164 min min 1736,00
3
1
Mkr- = Mkn- 2951454,861 13 124 0,079980025 0,000267104 min min 1736,00
3
1
Me- 1585874,18 13 124 0,021487412 0,000071661 min min 1736,00
3
1
Mi- 2271236,964 13 124 0,061547134 0,000205455 min min 1736,00
3
1
Mm+ 1849434,896 13 124 0,050116927 0,000167254 min min 1736,00
3

Portal B-B = C-C = D-D


Momen Plat
d Keterang
Mu=0,8 x Mn Rn Syarat As (mm2) n
Untuk Lajur (mm) (mm) an
Tengah (Nmm)
1
Me- 1585874,18 13 124 0,042974825 0,000143395 min min 1736,00
3
1
Mi- 6356979,426 13 124 0,172264661 0,000576562 min min 1736,00
3
1
Mm+ 5176166,272 13 124 0,140266386 0,000469108 min min 1736,00
3
1
Mkr- = Mkn- 5902909,722 13 124 0,159960049 0,000535222 min min 1736,00
3
1
Me- 1585874,18 13 124 0,042974825 0,000143395 min min 1736,00
3
1
Mi- 4542473,929 13 124 0,123094268 0,00041151 min min 1736,00
3

Andri Cahyono D1012131002 45


1
Mm+ 3698869,793 13 124 0,100233855 0,000334905 min min 1736,00
3

Andri Cahyono D1012131002 46


Rekap Jumlah Tulangan

n
Momen (m S (mm) Penulisan
(buah)
m)
Momen plat untuk lajur
13 7 215 7 D13 - 215mm
kolom Portal 1-1=5-5
Momen plat untuk lajur
14 D13 - 230
kolom Portal 2-2 = 3-3 = 13 14 230
Arah mm
4-4
Memanjan Momen plat untuk lajur
g 14 D13 230
tengah 13 14 230
mm
Portal 1-1 = 5-5
Momen plat untuk lajur
14 D13 230
tengah Portal 2-2 = 3-3 = 13 14 230
mm
4-4
Momen plat untuk lajur 7 D13 - 230
13 7 230
kolom Portal A-A = E-E mm
Momen plat untuk lajur
13 D13 - 230
kolom Portal B-B = C-C = 13 13 230
mm
Arah D-D
Melebar Momen plat untuk lajur 13D13 230
13 13 230
tengah Portal A-A = E-E mm
Momen plat untuk lajur
13 D13 230
tengah Portal B-B = C-C = 13 13 230
mm
D-D

Andri Cahyono D1012131002 47


PERENCANAAN BALOK

Penulangan Pada Balok


a) Pada Portal B-B
Perhitungan dilakukan pada balok yang mendapat beban paling besar (paling extrime),
pada gambar ditunjukan pada portal B.

Pembebanan pada balok memanjang

Dimensi pada balok memanjang


b balok = 300 mm = 0,3 m

h balok = 500 mm = 0,5 m

Wu = 1,2 WD + 1,6 WL = 1,2 (1550 kg/m2) + 1,6 (250 kg/m2) =


2260 kg/m2

1. Menghitung Beban-Beban yang Bekerja Pada Balok


Beban akibat pelat :

q 1 Wu x t 2260 x 3,00 6780 kg/m

q 2 Wu x t 2260 x 3,00 6780 kg/m

q 3 Wu x t 2260 x 3,00 6780 kg/m

Beban akibat balok :

q 4 1,2 (h balok h pelat ). bbalok . beton 1,2 x (0,5 0,12) x 0,3 x 2400 328,32 kg/m

2. Menghitung Momen Primer


Bentang I-II = II-III = III-IV = IV-V

q1 = 6780 kg/m
3,00 m

q4 = 328,32
kg/m

BI II

6,50
m
Andri Cahyono D1012131002 48
Berdasarkan grafik tabel perhitungan beton bertulang (buku Gideon).

Momen Primer akibat q1 :

q1 (l 3 2.a 2 .l a 3 )

12.l
MF

6780 (6,53 2.(3,00) 2 .(6,5) (3,00) 3 )



12.(6,5)

= 16048 kgm

Momen Primer akibat q4 :


1 1
. q 4 . l 2 . (328,32). (6,5) 2 1155,96 kgm
12 12
MF

Jadi Momen primer total = 16048 + 1155,96 = 17203,96 kgm

3. Menghitung Faktor Distribusi


A. Menghitung Inersia Balok
1
I b h3
12
50 cm

1
(30) (50) 3
30 cm 12

312500 cm 3

B. Menghitung Inersia Kolom


1
I b h3
12
45 cm

1
(45) (45) 3
45 cm 12

Andri Cahyono D1012131002 49


341718,75 cm 3

C. Menghitung Kekakuan Kolom


4 EI 4 E (341718,75)
K I K II K III K IV K V 3905,357 E
L 350

D. Menghitung Kekakuan Balok


4 EI 4 E (312500)
K I II K II III K III IV K IV V 1923,077 E
L 650

E. Menentukan faktor distribusi ( )


Titik I = II = III = IV = V

K I II 1923,077 E
I II 0,329
K I II K I 1923,077 E 3905,357 E

KI 3905,357 E
I 0.670
K I II K I 1923,077 E 3905,357 E

4. Menghitung Momen Lapangan Maximum


Bentang I-II
q1 = 6780 kg/m
3,00 m

q4 = 328,32
kg/m

BI II
MI-II = 10425 kgm MII-I = 45609 kgm

6,50
m

328,32 . (6,5) 3,00 6,5 1 10425 45609


6780. . 2 6,5 6,5
2 2
RI =

= 11756,62 kg

Andri Cahyono D1012131002 50


328,32 . (6,5) 3,00 6,5 1 10425 45609
6780. . 2 6,5 6,5
2 2
RII =

= 22582,46 kg

1
11756,62 . (3,25) 10425 .(328,32), (3,25) 2
2
Mlapangan

6780.(3,00) 1 1
. 0,125 (3,00) .(6780).(0,125) 2
2 3 2

= 37139 kgm

h d
5. Menghitung Tulangan Tumpuan dan Lapangan Balok Memanjang

h : 500 mm

b : 300 mm

Selimut : 40 mm

Diameter : 16 mm

Diameter Tulangan Sengkang : 8 mm

1
h p sengkang Tulangan
2
Tinggi Balok Efektif (d)=

1
500 40 8 (16)
2
=

444 mm
=

Menghitung rasio tulangan izin () ;

untuk fc = 30 MPa ; fy = 400 Mpa

Andri Cahyono D1012131002 51


fc'
.
4 fy
min = (1,4 / fy ) min =

30
4 x 400
= (1,4 / 400) =

= 0,0035 = 0,0034

Tulangan Tumpuan
Bentang I-II = II-III = III-IV = IV-V

Mu = 17203,96 kgm

Mu/(b.d2) = 17203,96/(0,3. 0,4442) = 290898,3308 kg/m2

(tabel 5.1.d) = 0,00156

min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah min = 0,0035

As = .b.d

As = 0,0035 x 300 x 444 = 466,2 mm2


Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

Jumlah Tulangan yang diperlukan :

As 466,2
n 2,31 3buah
1 200,96
.d 2
4

Jadi dipakai tulangan 3 16

Tulangan Lapangan
Bentang I-II = II-III = III-IV = IV-V

Mu = 37139 kgm

Mu/(b.d2) = 37139/(0,3. 0,4442) = 627975,9489 kg/m2

Andri Cahyono D1012131002 52


(tabel 5.1.d) = 0,00459

>min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah = 0,00459

As=.b.d

As=0,00459 x 300 x 444 = 611,388 mm2


Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

As 611,388
n 3,04 4buah
1 200,96
.d 2
4
Jumlah Tulangan yang diperlukan :

Jadi dipakai tulangan 4 16

B. Menghitung Tulangan Geser Balok Memanjang


Gaya Lintang maximum (Vu) = 7407,2 kg

fc = 30 MPa

fy = 240 MPa

bw = 300 mm

d = 444 mm

1 1
Vc fc' .bw.d 30' .(300).( 444).(10 3 ) 121,594 kN
6 6

Vc = . (0.6). (121,594) = 36,478 kN

karena Vu > Vc = 74,072 > 36,478, maka diperlukan tulangan geser.

Vu 74,072
Vs Vc 36,478 86,975 kN
0,6

Digunakan tulangan baja 10 (Av = 157 mm2), menghitung jarak sengkang

Andri Cahyono D1012131002 53


Av. fy.d (157).( 240).( 444)
S 192,35mm
Vs (86,975).(1000)

Maka digunakan sengkang 10 200 mm

b) Pada Portal II-II


Perhitungan dilakukan pada balok yang mendapat beban paling besar (paling extrime),
pada gambar ditunjukan pada portal II.

Pembebanan pada balok memanjang

Dimensi pada balok memanjang


b balok = 300 mm = 0,3 m

h balok = 500 mm = 0,5 m

Wu = 1,2 WD + 1,6 WL = 1,2 (1550 kg/m2) + 1,6 (250 kg/m2) =


2260 kg/m2
1. Menghitung Beban-Beban yang Bekerja Pada Balok
Beban akibat pelat :

q1 Wu x t 2260 x 3,25 7345 kg/m

q 2 Wu x t 2260 x 3,25 7345 kg/m

q 3 Wu x t 2260 x 3,25 7345 kg/m

Beban akibat balok :

q 4 1,2 (h balok h pelat ). bbalok . beton 1,2 x (0,5 0,12) x 0,3 x 2400 328,32 kg/m

2. Menghitung Momen Primer


Bentang AB = BC = CD = DE

q1 = 7345 kg/m

q4 = 328,32
BI II kg/m

6,00
m
Andri Cahyono D1012131002 54
Berdasarkan grafik tabel perhitungan beton bertulang (buku Gideon).

Momen Primer akibat q1 :


5 5
.q1 .l 2 .(7345).( 6,00) 2
96 96
MF 13771,875 kgm

Momen Primer akibat q4 :


1 1
. q 4 . l 2 . (328,32). (6,00) 2 984,96 kgm
12 12
MF

Jadi Momen primer total = 13771,875 + 984,96 = 28528,711 kgm

3. Menghitung Faktor Distribusi


F. Menghitung Inersia Balok
1
I b h3
12
50 cm

1
(30) (50) 3
30 cm 12

312500 cm 3

G. Menghitung Inersia Kolom


1
I b h3
12
45 cm
1
(45) (45) 3
45 cm 12

341718,75 cm 3

H. Menghitung Kekakuan Kolom


4 EI 4 E (341718,75)
K A K B KC K D K E 3905,357 E
L 350

Andri Cahyono D1012131002 55


I. Menghitung Kekakuan Balok
4 EI 4 E (312500)
K A B K B C K C D K D E 2083,33 E
L 600

J. Menentukan faktor distribusi ( )


Titik A=B=C=D=E

K AB 2083,33 E
AB 0,329
K AB K A 2083,33 E 3905,357 E

KA 3905,357 E
A 0.670
K AB K A 2083,33 E 3905,357 E

4. Menghitung Momen Lapangan Maximum


Bentang AB
q1 = 7345 kg/m

q4 = 328,32
kg/m

BA II

6,00
m

328,32 . (6,00) 7345.(6,00) 8278,5 36218



2 2 6,00 6,00
RA = RB = = 18363 kg

1
h d 18363 . (3,00) 8278,5 .(328,32)(3,00) 2
2
Mlapangan


1
2

.(7345).(3,00). 1 .(3,00)
3


= 34315,56 kgm

5. Menghitung Tulangan Tumpuan dan Lapangan Balok


h : 500 mm

Andri Cahyono D1012131002 56


b : 300 mm

Selimut : 40 mm

Diameter : 16 mm

Diameter Tulangan Sengkang : 8 mm

1
h p sengkang Tulangan
2
Tinggi Balok Efektif (d)=

1
500 40 8 (16)
2
=

444 mm
=

Menghitung rasio tulangan izin () ;

untuk fc = 30 MPa ; fy = 400 Mpa

fc'
.
4 fy
min = (1,4 / fy ) min =

30
4 x 400
= (1,4 / 400) =

= 0,0035 = 0,0034

Tulangan Tumpuan
Bentang AB = BC = CD = DE

Mu = 28528,711 kgm

Mu/(b.d2) = 28528,711/(0,3. 0,4442) = 290898,3308 kg/m2

(tabel 5.1.d) = 0,00156

min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah min = 0,0035

As = .b.d

As = 0,0035 x 300 x 444 = 466,2 mm2

Andri Cahyono D1012131002 57



Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

Jumlah Tulangan yang diperlukan :

As 466,2
n 2,31 3buah
1 200,96
.d 2
4

Jadi dipakai tulangan 3 16

Tulangan Lapangan
Bentang I-II = II-III = III-IV = IV-V

Mu = 34315,56 kgm

Mu/(b.d2) = 34315,56 /(0,3. 0,4442) = 627975,9489 kg/m2

(tabel 5.1.d) = 0,00459

>min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah = 0,00459

As=.b.d

As=0,00459 x 300 x 444 = 611,388 mm2


Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

As 611,388
n 3,04 4buah
1 200,96
.d 2
4
Jumlah Tulangan yang diperlukan :

Jadi dipakai tulangan 4 16

C. Menghitung Tulangan Geser Balok Memanjang


Gaya Lintang maximum (Vu) = 7407,2 kg

fc = 30 MPa

Andri Cahyono D1012131002 58


fy = 240 MPa

bw = 300 mm

d = 444 mm

1 1
Vc fc' .bw.d 30' .(300).( 444).(10 3 ) 121,594 kN
6 6

Vc = . (0.6). (121,594) = 36,478 kN

karena Vu > Vc = 74,072 > 36,478, maka diperlukan tulangan geser.

Vu 74,072
Vs Vc 36,478 86,975 kN
0,6

Digunakan tulangan baja 10 (Av = 157 mm2), menghitung jarak sengkang

Av. fy.d (157).( 240).( 444)


S 192,35mm
Vs (86,975).(1000)

Maka digunakan sengkang 10 200 mm

PERHITUNGAN KOLOM

Andri Cahyono D1012131002 59


450 mm

450 mm

Diketahui :

Pu = R2 + M m
= 225,825 + 371,39 = 597,215 kN

R2 = Didapatdariperhitunganmomenlapanganmaksimumpdbentang B-B, I-II

Mm = Perhitunganmomenlapanganmaksimum

fy = 400 MPa
fc = 24 Mpa
LuasPenampangKolom= 450 x 450 = 202500 mm2
Direncanakankolomdengan data sbb :
Diameter tulanganutama () = 16 mm (8D-16mm)
Diameter tulangansengkang () = 8 mm (8mm-150)
SelimutBeton (Cover) = 40 mm
DimensiKolom = 450 mm x 450 mm
Sehinggatinggiefektif (d) = 450 -40 8 (16) = 394 mm
- Modulus elastisitasBeton
Ec 4700 fc' 4700 24 23025, 2035 MPa 23025, 2035KN / m2

- MomenInersiaKolom
1 1
Ig b.h3 (450)(450 3 ) 341, 7.x10 7 mm4
12 12

- MomenInersiaBalok

Andri Cahyono D1012131002 60


1 1
Ig b. h3 (300) (5003 ) 312,5.x107 mm4
12 12

- Menghitungfaktortekuk
1, 2 LD 1, 2(15, 5)
d 0,823
1, 2 LD 1, 6LL 1, 2(15, 5) 1, 6(2, 5)

- Untuk balok
Ec Ig Ec .Ig 10 9

(23025, 2035).(312, 5 x10 7 ).10 9

= 71953,7609 KN.m

EI b
Ec Ig/ 5 71953, 7609 / 5 7893, 9946 kN.m2
1 d 1 (0,823)
maka :

- Untuk kolom
Ec Ig Ec .Ig 10 9

(23025, 2035).(341, 7x10 7 ).10 9

= 78677,1203 KN.m

EI k =
[ Ec Ig /2,5 ] [ 78677,1203/2.5 ] kN.m2
maka : 1+ d = 1+0,823 = 17263,22

- Faktorkekanganujung
Lkolom = 3,5 m

Lbalok =6m

EI K / LKolom 4932, 35
3, 75
EI b / LBalok 1315, 67

Dari nilai= 3,75denganujungnyajepit yang diplotkankedalamnomogram,


didapatfaktorpanjangtekukkolom k = 0,83

Andri Cahyono D1012131002 61


Lu = K.5,3 r = 0,3 h

Lu = 0,83.(5,3) r = 0,3 ( 3500 - 500)

Lu = 4,399 m r = 0,3. (3000) = 900 mm = 0,9 m

K.Lu 0,830 . 4,399


22 22
r 0, 9
4,056 22 .. OK!

makapengaruhkelangsingantidakperluditinjau.

- KekakuanKolom
- Diketahui : Mu = 202,43kN.m
Pu= 597,215kN.m

= 1,0

MenghitungPembesaranmomenpada portal

- Mc = . Mu
= 1 x 202,43 = 202,43kNm

MenghitungBebanAksial yang diperlukan

Pu 597, 215
746, 52 kN
0, 8
- Pnperlu =
MenghitungMomen Nominal yang diperlukan

Mc 202, 43
253, 037 kNm
0, 8
- Mnperlu =

min 15 0,03 hkolom


-
15 0, 03.(450) 28, 5mm 2,85cm

Mn perlu 253, 037


perlu 0, 33895 m 33,895cm
Pn perlu 746, 53
-

Andri Cahyono D1012131002 62


- min<perlu , makadiambilperlu
MenghitungKuat Nominal

Mn 253, 037x10 6
3, 622
b. d2 (450).(394)2
Rn =

Menghitung Moment

fy 400
19, 61
0,85. fc' (0,85).(24)
M =

1 2.M.Rn 1 2.(19, 61).(3, 622)


1 1 1 1 0, 01004
M fy 19, 61 400

1,4 1,4
min 0,0035
fy 400
-
>min , makadipakai = 0,01004

- As = .b . d
= 0,01004 . (450) (394)

= 1780.092 mm2

direncanakantulangandengan diameter 16 mm, JumlahTulangan yang diperlukan :

As 1780, 092 1780, 092


n 8,853 3buah
1 1 201, 06
. d2 .16 2

4 4

jumlahseluruhnyatulangan yang digunakanadalah8 16 mm

- PenulanganTerhadapGeser
Gaya Lintang maximum (Vu) = 22,014kN

fc = 24MPa

Andri Cahyono D1012131002 63


fy = 400 MPa

bw = 450 mm

d = 394 mm

1 1
Vc fc' .bw.d 24 .(450).(394).(103 ) 144, 76kN
6 6

Vc = . (0.6). (144,76) = 43,428kN

karena Vu < Vc = 22,014 < 43,428,


makatidakdiperlukantulangangesertetapiberdasarkan SK-SNI T-15-1991 pasal 3.4.5 butir 1
sub butir 3, luastulangangeser minimum adalah :

Av bw 450
0, 375
S 3 fy 3.(400)

dipakaisengkang 8 (Av = 157 mm2)

157
S 475,758, mm
0,33

S 475,758
237,879 mm
2 2
S maks =

diambilsengkang 8150 mm

10 -225 mm

400 mm
8 19 mm

400 mm
Andri Cahyono D1012131002 64
PERENCANAAN PONDASI

Mu = 202,43 KN.m

Pu = 597,215 KN
HA = 22,014 kN

b = 24 KN /m3

t = 16 KN / m3

tanah .
=2,25 Kg / cm2 = 225 kN / m2
Dimension kolom = (45.45) cm2

Pu

Mu

Ha
df

Perencanaan pondasi berbentuk bujursangkar, jenis pondasi adalah telapak lebar (spread footing)

Andri Cahyono D1012131002 65


Tebal pondasi minimal 150 mm .. SK-SNI-T-I5-1991 03-pasal 3.8.7
Tebal penutup minimal (penutup beton) 70 mm SK-SM-pasal 3.16.7 (1-9)
Diasumsikan h = 0,3 m = 300 mm

Perhitungan beban-beban yang bekerja diatas pondasi


2
1. Lebar telapak Pondasi : = b.B .h

= 24.B2.0,3

= 7,2 B2 KN


2. Berat Tanah = ( df-h) (b-0,35)2 . tanah

= (1,5-0,3) (B-0,35)2. (16)

= 19,2 (B2-0,7 B + 0,1225)

= 19,2 B2 13,44B + 2,3523.

2. Beban Luar

Pu = 597,215 KN

Berat Total = p = 7,2 B2 + 19,2 B2 - 13,44 B + 2,352 + 597,215

p = 26,4 B2 13,44 B + 599,567

p
B2
tan ah

tan ah . B 2 p

225. B 2 26,4 B 2 13,44B 599,567

198,6 B 2 13,44 B 599,567 0

Andri Cahyono D1012131002 66


Dengan Rumus ABC didapat

b b 2 4ac
B1, 2
2a

(13,44) (13,44) 2 4(198,6)( 599,567 )


B1, 2 1,77 m
2(198,6)

dicoba B = 2

599,567
sehingga : p = 26,4B 13,44B + 2

599,567
2
= 26,4(2) 13,44(2) +

= 678,287 kN

p Mx 1 1
B.B 2 ( 2)( 2) 2 1,3333
B2 W 6 6
max = dimana W = m3
678,287 (202,43)
321,398 tan ah 225.........tidak OK !
(2) 2 (1,3333)
=

Untuk meningkatkan daya dukung tanah dicoba menambah cerucuk 8 cm

Frietien file :


Dfn = . f . . . D . Lf2 . tan 2 ( 45 + /2 )

Dimana :

F = koef. Gesekan = 0,25, untuk permukaan licin

D = diameter tiang = 8 cm


= berat volume tanah

= 200

Lf = tinggi atau panjang kolom

Andri Cahyono D1012131002 67


Dfn = . (0,25) . (16). (3,14) . (0,08) .(5,25)2 . tan 2 ( 45 + 20/2 ) = 28,243 KN

250 250 500 500 250 250


Ambil factor keamanan = 1,5

28,243
18,829kN 250
1,5
Dfn = 250

Eff group :
500
1 (n 1)m (m 1)n
Eg
90.m.n 500

250
dimana :
250
m = jumlah baris dalam pondasi

n = jumlah tiang dalam baris

D = diameter tiang = 0,08 m

S = jarak antar tiang = 0,50 m


= arc tg 0,20/0,50 = 21,80

1 21,8(4 1)4 (4 1)4


Eg 0,677
90.4.4

P total = m . n . Eg . Dfn

= 4 . 4 . 0,677 . 18,829

= 203,955 kN

p ( Fpondasi Fcerucuk ). tan ah



f F
tanah menjadi =

203,955 (2,25 9.1 / 4. .0,08 2 ).16



2,25 2,25
=

Andri Cahyono D1012131002 68


= 80 kN/m2

Jadi total tanah = 225 kN/m2+80 kN/m2 = 305 kN/m2

Maka max = 275,399kN/m2 <tanah = 305 kN/m2.. OK

Dari perhitungan diatas penambahan cerucuk menjadikan daya dukung tanah lebih besar

Perhitungan Tulangan Pondasi

Mu = 202,43 kNm

Mu 202,43

bd 2 2.(0,3) 2
=1124,611 kN

Menurut tabel 9 contoh dari buku grafik dan table perencanaan Beton Bertulang Tabel
5.1.a didapat = 0,0017

min = 0,0035 > = 0,0017, jadi dipakai min = 0,0035

As = . b . d

= 0,0035 . (2000) (300)

= 2100 mm2

sehingga dipakai tulangan dua arah 22 - 200 (1620 mm2)

Sketsa Penulangan Pondasi

0,4
5
22-200

8- 150
2,0
22 -200
0 2,0
0
A 22-200
A
0,45 0,3
0 * * * * * * * * *
2,0 2,0
0 0
Tampak Atas Potongan A - A
Pondasi

Andri Cahyono D1012131002 69


PERHITUNGAN BALOK SLOOF

A. Sloof Memanjang
Dimensi pada sloof memanjang
b sloof = 300 mm = 0,3 m

h sloof = 600 mm = 0,6 m

Wu = 1,2 WD + 1,6 WL = 1,2 (1550) + 1,6 (250) = 2260 kg/m2

1. Menghitung Beban-Beban yang Bekerja Pada Sloof


Beban akibat pelat :

q 1 Wu x t 2260 x 3,00 6780 kg/m

Andri Cahyono D1012131002 70


q 2 Wu x t 2260 x 3,00 6780 kg/m

q 3 Wu x t 2260 x 3,00 6780 kg/m

Beban akibat sloof :


q 4 1,2 (h balok h pelat ). bsloof . beton 1,2 x (0,6 0,12) x 0,3 x 2400 414,72kg/m

2. Menghitung Momen Primer


Momen Primer Bentang I-II = II-III = III-IV=IV-V

Berdasarkan grafik tabel perhitungan beton bertulang (buku Gideon).

Momen Primer akibat q1 :

q1 (l 3 2.a 2 .l a 3 )

12.l
MF

6780 (53 2.(3.00) 2 .(6,5) (3.00) 3 )



12.(6,5)

= 16048 kg.m

Momen Primer akibat q4 :


1 1
. q 4 . l 2 . (414,72). (6,5) 2 1460,16 kg.m
12 12
MF

Jadi Momen primer total = 16048 + 1460,16 = 17508,16 kg.m

3. Menghitung Faktor Distribusi


a. Menghitung Inersia Balok Sloof
1
I b h3
12
60 Cm

1
(30) (60) 3
30 Cm 12

540000 Cm 3

Andri Cahyono D1012131002 71


b. Menghitung Kekakuan Balok Sloof
4 EI 4 E (540000)
K BC K CD K DE 3600 E
L 600

c. Menentukan faktor distribusi ( )


K I II 3600 E
I II 0,304
K I II K 1 3600 E 8228.57 E
Titik I-11=II-III=III-IV=IV-V

KI 8228.57 E
0.695
K I II K I 3600 E 8228.57 E

4. hitung Momen Lapangan Maximum


Bentang I-II=II-III=III-IV=IV-V

414,72 . (6,5) 3,00 6,5 1 10425 45609


6780. . 2 . 6,5 6,5
2 2
RI =

= 12037,416 kg

414,72 . (6,5) 3,00 6,5 1 10425 45609


6780. . 2 . 6,5 6,5
2 2
RII =

= 26070,955 kg

1
11756,62. (3,25) 10425 .(414,72), (3,25) 2
2
Mlapangan

6780.(3,00) 1 1
. 0,125 (3,00) .(6780).(0,125) 2
2 3 2

= 37139 kg.m

5. Penulangan Sloof Memanjang 30/60

Perhitungan Tulangan Lentur

Andri Cahyono D1012131002 72


Untuk perhitungan tulangan lentur sloof diambil pada bentang dengan moment
terbesar

h = 400 mm
b = 300 mm
t = 19 mm
s = 10 mm
p = 40 mm
fy = 400 Mpa
fc = 30 MPa
d = h - p - 1/2 t - s
= 600 40 . 19 - 10
= 540.5 mm

0.85 fc' 600 0.8530 600


b=
fy

600+ fy
= (400
0.85 )
600+ 400 ( ) = 0.0325

max 0.75 b=0.75 0.0325=0.024375

fc'
min = 4 fy

30
= 4 x 400 = 0,0034

min = (1,4 / fy)

= (1.4 / 400) = 0.0035

A min 453
.
b.d 300 x540.5
min = = = 0.00793

Tulangan Tumpuan
Bentang tumpuan I-II=II-III=III-IV=IV-V

Mu = 17203,96 Kg.m

Mu/(b.d2) = 17203,96 /(0,3. 0,4442) = 290898,3308 KN/m2

(tabel 5.1.d) = 0,0013

min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah min = 0,0035

As =.b.d

As =0,0035 x 300 x 444 = 466,2 mm2

Andri Cahyono D1012131002 73



Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

As 466,2
n 2.31 3buah
1 200,96
.d 2
4
Jumlah Tulangan yang diperlukan :

Jadi dipakai tulangan 3 16

Tulangan Lapangan
Bentang I-II=II-III=III-IV=IV-V

Mu = 37139 Kg.m

Mu/(b.d2) = 37139/(0,3. 0,4442) = 627975 Kg/m2

(tabel 5.1.d) = 0,0039

>min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah = 0,0039

As=.b.d

As=0,0039 x 300 x 444 = 519.4 mm2


Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

As 519,48
n 2,584 3buah
1 200,96
.d 2
4
Jumlah Tulangan yang diperlukan :

Jadi dipakai tulangan 3 16

6. Menghitung Tulangan Geser Balok Sloof Memanjang


Gaya Lintang maximum (Vu) = 74,072 Kn.m

fc = 30 MPa

Andri Cahyono D1012131002 74


fy = 240 MPa

bw = 300 mm

d = 444 mm

1 1
Vc fc' .bw.d 30' .(300).( 444).(10 3 ) 121,594 kN
6 6

Vc = . (0.6). (121,594) = 36,478 kN

karena Vu > Vc = 74,072 > 36,478, maka diperlukan tulangan geser.

Vu 74,072
Vs Vc 36,478 86,975 kN
0,6

Digunakan tulangan baja 10 (Av = 157 mm2), menghitung jarak sengkang

Av. fy.d (157).( 240).( 444)


S 192,353 mm
Vs (86,975).(1000)

Maka digunakan sengkang 10 200 mm

B. BALOK SLOOF MELINTANG (Portal )


Dimensi pada balok sloof memanjang
b balok = 300 mm = 0,3 m

h balok = 600 mm = 0,6 m

Wu = 1,2 WD + 1,6 WL = 1,2 (1550) + 1,6 (250) = 2260 kg/m2

1. Menghitung Beban-Beban yang Bekerja Pada Balok Sloof


Beban akibat pelat :

q 1 Wu x t 2260 x 3,25 7345 kg/m

q 2 Wu x t 2260 x 3,25 7345 kg/m

Beban akibat balok sloof :

Andri Cahyono D1012131002 75


q 4 1,2 (h balok h pelat ). bbalok . beton 1,2 x (0,6 0,12) x 0,3 x 24 414,72 kg/m

2. Menghitung Momen Primer


Momen Primer Bentang AB=BC=CD=DE

Berdasarkan grafik tabel perhitungan beton bertulang (buku Gideon).

Momen Primer akibat q1 :


5 5
.q1 .l 2 .(7345).( 6,00) 2
96 96
MF 13771,875 kN.m

Momen Primer akibat q4 :


1 1
. q 4 . l 2 . (414,72). (6,00) 2 1244,16 kg.m
12 12
MF

Jadi Momen primer total = 13771,875 + 1244,16 = 15016,035 kg.m

3. Menghitung Faktor Distribusi


a. Menghitung Inersia Balok Sloof
1
I b h3
12
60 Cm

1
(30) (60) 3
30 Cm 12

540000 Cm 3

b. Menghitung Kekakuan Balok Sloof


4 EI 4 E (540000)
K DE K BC K CD K DE 3600 E
L 600

c. Menentukan faktor distribusi ( )

Andri Cahyono D1012131002 76


TitikA=B=C=D=E

K AB 3600 E
AB 0,304
K AB K A 3600 E 8228.57 E

K AB 8228.57 E
B 0.695
K AB K A 3600 E 8228.57 E

4. Menghitung Momen Lapangan Maximum


Bentang AB=BC=CD=DE

414,72 . (6) 7345.(6) 8278,5 36218



2 2 6,00 6,00
RA = R B =

= 18622,576 kg

1
18622,576 . (3.00) 48278,5 .(326,32), (3) 2
2
Mlapangan


1
2

.(7345).(3). 1 .(3)
3


= 34315,56

5. Penulangan Sloof Melintang 30/60

Perhitungan Tulangan Lentur


Untuk perhitungan tulangan lentur sloof diambil pada bentang dengan moment
terbesar

h = 400 mm
b = 300 mm
t = 19 mm
s = 10 mm
p = 40 mm
fy = 400 Mpa
fc = 30 MPa
d = h - p - 1/2 t - s
= 600 40 . 19 - 10
= 540.5 mm

0.85 fc' 600 0.8530 600


b=
fy
(
600+ fy
= )
400
0.85
600+ 400 ( ) = 0.0325

Andri Cahyono D1012131002 77


max 0.75 b=0.75 0.0325=0.024375

fc'
min = 4 fy

30
= 4 x 400 = 0,0034

min = (1,4 / fy)

= (1.4 / 400) = 0.0035

A min 453
.
b.d 300 x540.5
min = = = 0.00793

Tulangan Tumpuan
Bentang tumpuan AB=BC=CD=DE

Mu = 28528,711 Kg.m

Mu/(b.d2) = 28528,711 /(0,3. 0,4442) = 290898,3308 KN/m2

(tabel 5.1.d) = 0,0013

min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah min = 0,0035

As =.b.d

As =0,0035 x 300 x 444 = 466,2 mm2


Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

As 466,2
n 2.31 3buah
1 200,96
.d 2
4
Jumlah Tulangan yang diperlukan :

Jadi dipakai tulangan 3 16

Tulangan Lapangan
Bentang AB=BC=CD=DE

Andri Cahyono D1012131002 78


Mu = 37139 Kg.m

Mu/(b.d2) = 37139/(0,3. 0,4442) = 627975 Kg/m2

(tabel 5.1.d) = 0,0039

>min = 0,0035, maka yang dipergunakan adalah = 0,0039

As=.b.d

As=0,0039 x 300 x 444 = 519.4 mm2


Luas tulangan 16 = . .D2


=1/4 x x 162

=200,96 mm2

As 519,48
n 2,584 3buah
1 200,96
.d 2
4
Jumlah Tulangan yang diperlukan :

Jadi dipakai tulangan 3 16

6. Menghitung Tulangan Geser Balok Sloof Melintang


Gaya Lintang maximum (Vu) = 74,072 Kn.m

fc = 30 MPa

fy = 240 MPa

bw = 300 mm

d = 444 mm

1 1
Vc fc' .bw.d 30' .(300).( 444).(10 3 ) 121,594 kN
6 6

Vc = . (0.6). (121,594) = 36,478 kN

karena Vu > Vc = 74,072 > 36,478, maka diperlukan tulangan geser.

Andri Cahyono D1012131002 79


Vu 74,072
Vs Vc 36,478 86,975 kN
0,6

Digunakan tulangan baja 10 (Av = 157 mm2), menghitung jarak sengkang

Av. fy.d (157).( 240).( 444)


S 192,353 mm
Vs (86,975).(1000)

Maka digunakan sengkang 10 200 mm

LIST OF MATERIAL
A
. PERHITUNGAN VOLUME BETON (PORTAL)
Volume Satu
Uraian Pekerjaan Satuan an Jumlah
Plat Lantai 24 m x 26 m x 0,15
1 m 93,6 m 2
2 Kolom 0,3m x 0,3m x 3,50 m 0,0315 m 50
3 Balok arah y 0,30m x 0,35m x 24 m 2,52 m 10
4 Balok arah x 0,30m x 0,35m x 26 m 2,73 m 10
5 Pondasi 1,5m x 1,5m x 0,20 m 0,45 m 25
Total Beton

B
. PEMAKAIAN TULANGAN
Plat Lantai Tulangan 13 - uni Benta
Panjang Besi jarak jumlah batang
1 100 mm t ng

A B C D B/D

. arah X bagian atas 1 12,8 26,36 0,1 240

. arah X bagian bawah 1 24 26 0,1 240

. arah Y bagian atas 1 12,8 24,36 0,2 64

. arah Y bagian bawah 1 26 24 0,2 130

. arah X tumpuan 1 12,8 12,8 0,2 64

. arah Y Tumpuan 1 12,8 12,8 0,2 64

Balok Memanjang 30 / Benta jumlah


2 50 unit ng Panjang Besi jarak batang

A B C D B/D
. tulangan utama 2 x 4 10 26,36

Andri Cahyono D1012131002 80


16mm
. tulangan ektra tumpuan
4 16mm 10 12,8
. tulangan ektra tumpuan
16mm 10 12,8
. tulangan ekstra lapangan
16mm 10 12,8
. tulangan ekstra lapangan
16mm 10 12,8

Benta jumlah
3 Balok Melintang 30 /50 unit ng Panjang Besi jarak batang

A B C D B/D
. tulangan utama 4
16mm 10 24,36
. tulangan ektra tumpuan
4 16mm 10
. tulangan ektra tumpuan
16mm 10 10,8
. tulangan ekstra lapangan
16mm 10 10,8
. tulangan ekstra lapangan
16mm 10 10,8

Bentan jumla
4 Kolom 30 /30 unit g Panjang Besi jarak batan

A B C D B

. tulangan utama 12 16mm 8 7,1

Bentan jumla
5 Begel unit g Panjang Besi jarak batan

A B C D B
. tulangan 8-20mm BLK 175,7
memanjang 20 26,36 1,4 0,15
. tulangan 8-20mm BLk
melintang 20 24,36 1,4 0,15
. tulangan 10-20mm 47,33
kolom 25 7,1 1,38 0,15

Bentan jumla
6 Plat pondasi unit g Panjang Besi jarak batan

A B C D B

. tulangan atas 14-85mm 25 1,5 1,7 0,19


. tulangan bawah 22-
200mm 25 1,5 1,7 0,19

C. PEMAKAIAN CERUCUK
unit titik
No Uraian Bahan pondasi cerucuk jumlah cerucuk

Andri Cahyono D1012131002 81


. cerucuk 8 -400 cm 25 16 400

Rekap Kebutuhan Bahan

Uraian Beton Semen Pasir Kerikil Tul. Tul. Tul.


No
Pekerjaan (batang
(m3) (Sack) (m3) (m3) ) (batang) (batan
48,0
1 Plat Lantai 187,20 1310,40 81,85 - - 1.
7

2 Kolom 1,58 11,03 0,40 0,69 - 136,08 -

Balok arah
3 25,20 176,40 6,47 11,02 - 410,04 -
y
Balok arah
4 27,30 191,10 7,01 11,94 - 378,93 -
x

5 Pondasi 11,25 78,75 2,89 4,92 - - -

252,52 1767,6 64,8 110,4


Total 0,00 925,06 1573
5 8 4 1

Andri Cahyono D1012131002 82