Anda di halaman 1dari 21

57

BAB IV

ANALISA DAN PERENCANAAN

SISTEM INSTALASI LISTRIK

4.1. Sistem Instalasi Listrik

Sistem instalasi listrik di gedung perkantoran Talavera Suite menggunakan

sistem radial. Sumber utama untuk suplai listrik berasal dari PLN. Apabila PLN mati

atau mengalami gangguan maka sumber untuk suplai listrik menggunakan 3 (tiga)

buah diesel generator set sebesar 800 kVA. Diesel generator set ini merupakan

sumber tenaga listrik cadangan, dimana ketiga diesel generator set ini bekerja secara

bersamaan dengan cara disinkronisasi sehingga dapat mensuplai tenaga listrik yang

dibutuhkan.

Sumber

listrik

dari

PLN

dihubungkan

ke

Panel

Distribusi

Tegangan

Menengah (PDTM) yang berada di ruang trafo, PDTR dan PDTM di lantai basemen

1. Kemudian dihubungkan dengan 2 buah trafo penurun tegangan (step down) 20

kV/400

V

dengan

kapasitas

masing-masing

1250

kVA,

yang

berfungsi

untuk

menurunkan tegangan menengah menjadi tegangan rendah.

Dari trafo penurun tegangan (step down) kemudian dihubungkan ke Panel

Distribusi

Tegangan

Rendah

(PDTR-1

dan

PDTR-2),

yang

dilengkapi

dengan

Capasitor Bank dimasing-masing PDTR, yang berfungsi sebagai koreksi faktor daya.

Tegangan rendah 400 V/220 V dari PDTR akan didistribusikan ke panel-panel lantai.

Dalam perencanaan instalasi listrik di gedung perkantoran Talavera Suite tidak

digunakan Panel Utama (PU), karena digunakan 2 buah busduct yang langsung

terhubung ke PDTR dengan menggunakan kabel. Pada panel lantai ini terdapat beban

listrik yang berupa penerangan dan kotak-kontak koridor serta unit-unit kantor atau

tenant yang disewakan. Untuk kebutuhan suplai listrik pada beban-beban mekanikal

langsung disuplai dari PDTR.

4.2. Analisa Perhitungan Beban Listrik

4.2.1. Perhitungan Beban Listrik Per Lantai

Kebutuhan daya per lantai dapat ditentukan dengan menghitung jumlah beban

yang terpasang pada masing-masing lantai.

a. Beban Lantai Parkir

Lantai Basemen 3

Selain sebagai lantai untuk parkir kendaraan bermotor di basemen 3

ini terdapat kantin dan ruang utiliti atau genset dengan luas 1541 m 2 .

58

Tabel 4.1 Beban di lantai basemen 3

 

No.

 

Nama Peralatan

 

Beban (W)

   

1.

Penerangan parkir

   

1152

2.

Penerangan jalan

   

2016

3.

Penerangan lobby dan kotak-kontak

 

1212

4.

AC dan exhaust fan

   

38280

5.

Penerangan, kotak-kontak dan AC di

 

12224

ruang genset

   
 

Total

   

54884

Lantai Basemen 2

 

Di

lantai

basemen

2

ini

berfungsi

sepenuhnya

sebagai

parkir

kendaraan.

Tabel 4.2 Beban di lantai basemen 2

No.

Nama Peralatan

Beban (W)

1.

Penerangan parkir

1224

2.

Penerangan jalan

2016

3.

Penerangan dan kotak-kontak lobby

976

4.

AC dan exhaust fan

31500

 

Total

35716

59

Lantai Basemen 1

Di lantai basemen 1 terdapat ruang utiliti yaitu ruangan untuk trafo,

panel distribusi tegangan menengah (PDTM) dan panel distribusi

tegangan rendah (PDTR).

Tabel 4.3 Beban di lantai basemen 1

No.

Nama Peralatan

Beban (W)

1.

Penerangan parkir

1260

2.

Penerangan jalan

2088

3.

Penerangan dan kotak-kontak lobby

1208

4.

AC dan exhaust fan

30920

5.

Penerangan, kotak-kontak dan AC di

9476

ruang utiliti

 

Total

44952

b. Beban Lantai Unit Sewa

Lantai 1

Tabel 4.4 Beban di lantai 1

No.

Nama Peralatan

Beban (W)

1.

Penerangan dan kotak-kontak lobby

12691

2.

AC lobby

28870

3.

Penerangan dan kotak-kontak unit A

7878

60

4.

AC unit A

30000

5.

Penerangan dan kotak-kontak Unit B

6538

6.

AC unit B

22000

 

Total

107977

Lantai 2

Tabel 4.5 Beban di lantai 2

No.

Nama Peralatan

Beban (W)

1.

Penerangan dan kotak-kontak lobby

11773

2.

AC lobby

26300

3.

Penerangan dan kotak-kontak koridor

1401

4.

AC koridor

7800

5.

Penerangan dan kotak-kontak unit A

5144

6.

AC unit A

15000

7.

Penerangan dan kotak-kontak Unit B

6338

8.

AC unit B

22000

 

Total

95756

Lantai Tipikal

Tabel 4.6 Beban di lantai tipikal

No.

Nama Peralatan

Beban (W)

1.

Penerangan dan kotak-kontak koridor

8884

61

2.

AC lobby

8790

3.

Penerangan dan kotak-kontak unit A

5360

4.

AC unit A

15000

5.

Penerangan dan kotak-kontak unit B

3296

6.

AC unit B

7500

7.

Penerangan dan kotak-kontak Unit C

5306

8.

AC unit C

18500

9.

Penerangan dan kotak-kontak Unit D

4036

10.

AC unit D

15000

11.

Penerangan dan kotak-kontak Unit E

3496

12.

AC unit E

11000

13.

Penerangan dan kotak-kontak Unit F

3296

14.

AC unit F

15000

 

Total

124464

4.2.2. Perhitungan Beban Listrik Per Panel Distribusi

Kebutuhan daya gedung Talavera Suite disuplai dari 2 panel distribusi

tegangan rendah (PDTR) yaitu:

62

PDTR-1

Tabel 4.7 Beban pada PDTR-1

         

Daya

Faktor

Normal

Emergensi

No.

Nama Panel

Beban (W)

Kebutuhan

(W)

%

(W)

1.

P-11

124.464

0,8

99.571

100

99.571

2.

P-12

124.464

0,8

99.571

100

99.571

3.

P-13

124.464

0,8

99.571

100

99.571

4.

P-14

124.464

0,8

99.571

100

99.571

5.

P-15

124.464

0,8

99.571

100

99.571

6.

P-16

124.464

0,8

99.571

100

99.571

7.

P-17

124.464

0,8

99.571

100

99.571

8.

P-18

124.464

0,8

99.571

100

99.571

9.

P-ATAP

152.152

0,8

121.722

100

121.722

10.

PU-BS

114.160

0,8

91.328

100

91.328

 

TOTAL

   

1.009.619

 

1.009.619

 

63

PDTR-2

Tabel 4.8 Beban pada PDTR-2

         

Daya

Faktor

Normal

Emergensi

No.

Nama Panel

Beban (W)

Kebutuhan

(W)

%

(W)

1.

P-1

107.977

0,8

86.382

100

86.382

2.

P-2

95.756

0,8

76.605

100

76.605

3.

P-3

124.464

0,8

99.571

100

99.571

4.

P-4

127.964

0,8

102.371

100

102.371

5.

P-5

127.964

0,8

102.371

100

102.371

6.

P-6

127.964

0,8

102.371

100

102.371

7.

P-7

127.964

0,8

102.371

100

102.371

8.

P-8

124.464

0,8

99.571

100

99.571

9.

P-9

152.152

0,8

121.722

100

121.722

10.

P-10

114.160

0,8

91.328

100

91.328

11.

PU-K

230.356

0,8

184.285

100

184.285

12.

PU-POMPA

46.586

0,9

41.927

100

41.927

13.

P-RU

9.476

0,9

8.528

100

8.528

14.

P-RG

12.224

0,9

11.002

100

11.002

 

TOTAL

   

1.230.405

 

1.230.405

 

64

Dari tabel 4.7 dan tabel 4.8 diatas didapat total kebutuhan daya untuk beban listrik

seluruh gedung adalah 1.009.619 W + 1.230.405 W = 2.240.024 W. Jadi untuk

perhitungannya sebagai berikut:

Total beban

:

2.240.024 W

Cadangan (10 % dari total beban)

:

2.464.026 W

Faktor diversitas

:

1,1

Total sambungan

:

2.240.024 W

Efisiensi (80 % dari total sambungan)

:

2.800.030 VA

Jadi total kebutuhan daya untuk mensuplai gedung perkantoran Talavera Suite adalah

2.800.030 VA. Untuk kapasitas transformator daya yang akan dipasang adalah 2 unit

transformator step down masing-masing 1250 kVA. Sebenarnya beban total ini

melebihi estimasi atau perkiraan beban total saat pertama kali dalam merencanakan

sistem instalasi listrik tetapi hal ini tidak akan menjadi masalah karena kedua

transformator ini akan memenuhi kebutuhan daya gedung perkantoran Talavera Suite,

diperkirakan beban tidak akan terpakai secara keseluruhan sebesar 2.800.030 VA.

65

4.3. Analisa Perhitungan Pemutus Arus (circuit breaker) dan Besar Penampang

Kabel

Untuk menentukan besar penampang kabel yang dibutuhkan maka yang harus

diperhatikan adalah kemampuan hantar arus (KHA) dari kabel tersebut. Berdasarkan

PUIL 2000 pasal 4.2.2.2 dinyatakan bahwa semua penghantar harus mempunyai

KHA sekurang-kurangnya sama dengan arus yang mengalir melaluinya.

Untuk

menentukan

besarnya

penghantar

pada

saluran-saluran

utama

ditentukan dengan besarnya kapasitas daya terpasang pada panel-panel distribusi

tersebut, tetapi dengan adanya faktor keserempakan kerja dari peralatan-peralatan

yang bekerja tidak bersamaan maka untuk menentukan besarnya penghantar tersebut

ditentukan dengan perkiraan kebutuhan maksimum sesuai dengan PUIL 2000 pasal

4.3.2.

Pada perhitungan besar penampang untuk sirkit motor maka berdasarkan

PUIL 2000 pasal 5.5.3

yang menyatakan bahwa penghantar sirkit akhir yang

mensuplai dua motor atau lebih, tidak boleh mempunyai KHA kurang dari jumlah

arus beban penuh semua motor itu ditambah dengan 25 % arus beban penuh motor

terbesar dalam kelompok tersebut. Yang dimaksud motor terbesar adalah yang

mempunyai arus beban tertinggi.

1. Perhitungan pemutus arus (circuit breaker) dan besar penampang kabel pada

panel koridor di lantai tipikal dengan total beban 8884 W.

66

a. Kuat

hantar

arus

pada

circuit

breaker

yang

ditentukan

dengan

mengambil data pada tabel 4.6 dan persamaan (2.2), sebagai berikut:

data pada tabel 4.6 dan persamaan (2.2), sebagai berikut: Arus yang mengalir 16,8 A dan dikalikan

Arus

yang mengalir 16,8

A

dan

dikalikan

120% sebagai

faktor

keselamatan (safety factor), akan didapat 16,8 x 1,2 = 20.2 A, maka

digunakan MCB sebesar 20 A untuk instalasi tiga fase.

b. Besar penampang kabel

Dengan panjang kabel yang digunakan 10 meter dan rugi tegangan

yang diijinkan maksimum adalah 5% . Untuk mencari besar atau luas

penampang kabel digunakan persamaan (2.6) dengan daya hantar

untuk tembaga 56,2 x 10 6 m/ohm mm 2 .

daya hantar untuk tembaga 56,2 x 10 6 m/ohm mm 2 . 2 Ukuran kabel minimum
daya hantar untuk tembaga 56,2 x 10 6 m/ohm mm 2 . 2 Ukuran kabel minimum

2

Ukuran kabel minimum yang tersedia dipasaran adalah ukuran 1,5

mm 2 . Tetapi untuk instalasi tiga fase dengan MCB 20 A digunakan

kabel NYY 4 x 4 mm 2 + BC 4 mm 2 , bisa saja digunakan kabel 4 x 2,5

67

mm 2 tetapi untuk memenuhi standar dari perusahaan penulis bekerja

hal itu tidak dilakukan.

2. Perhitungan pemutus arus (circuit breaker) dan besar penampang kabel pada

panel P-8 (salah satu contoh untuk lantai tipikal) dengan total beban 124.464

W.

a. Kuat

hantar

arus

pada

circuit

breaker

yang

ditentukan

dengan

mengambil data pada tabel 4.6 dan persamaan (2.2) serta persamaan

(2.4) sebagai berikut:

dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) sebagai berikut: Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan (safety factor),
dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) sebagai berikut: Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan (safety factor),
dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) sebagai berikut: Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan (safety factor),

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan (safety factor), maka

arus yang didapat akan dikalikan 120% sehingga arusnya menjadi

236.4 x 1,2 = 283.7 A. Untuk arus 283.7 A, proteksinya digunakan

MCCB 250-320 A dengan fasilitas proteksi yang lebih baik dari MCB.

b. Besar penampang kabel

Untuk

menentukan

penampang

kabel

yang

digunakan,

selain

menggunakan rumus penulis juga menggunakan tabel ukuran kabel

yang

dikeluarkan

perusahaan

sendiri

katalog-katalog kabel.

68

(sebagai

standar)

dan

dari

Berdasarkan perhitungan kuat hantar arus diatas, maka digunakan jenis

kabel tembaga yaitu NYY 3(1 x 1c x 150 mm 2 ) + (1 x 1c x 150 mm 2 )

+ BC 70 mm 2 . (Sesuai lampiran standar kabel)

3.

Perhitungan pemutus arus (circuit breaker) dan besar penampang kabel di

panel PDTR-1 & PDTR-2

a.

Beban di sisi sekunder transformator 1 step down

terhubung ke PDTR-1 adalah:

transformator 1 step down terhubung ke PDTR-1 adalah: 1250 kVA yang Digunakan pemutus arus (circuit breaker)
transformator 1 step down terhubung ke PDTR-1 adalah: 1250 kVA yang Digunakan pemutus arus (circuit breaker)
transformator 1 step down terhubung ke PDTR-1 adalah: 1250 kVA yang Digunakan pemutus arus (circuit breaker)

1250 kVA yang

Digunakan pemutus arus (circuit breaker) jenis ACB 4 pole 2000 A,

karena ACB 1899.7 A tidak terdapat dipasaran. ACB dipilih karena

lebih

tepat

transformator.

sebagai

pengaman

sumber

listrik

langsung

dari

Dan

juga mempunyai

fasilitas

proteksi

yang lebih

lengkap untuk arus besar yang mengalir.

Berdasarkan perhitungan diatas maka kabel yang digunakan adalah

kabel jenis tembaga NYY. Untuk ukuran besar penampang kabel yang

digunakan

sesuai

dengan

standar

kabel

yang

ditetapkan

oleh

perusahaan, yaitu NYY 3(4 x 1c x 300 mm 2 ) + (4 x 1c x 300 mm 2 ) +

BC 150 mm 2 .

69

b. Beban

didalam

PDTR-1

yang

terhubung

ke

Busduct

B

(yang

menghubungkan dan memberi suplai daya listrik untuk lantai 11

sampai

lantai

atap).

Dengan

beban

total

=

1.009.619

W

yang

mengambil data dari tabel 4.7 dan persamaan (2.2) serta persamaan

(2.4) adalah:

tabel 4.7 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah: Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan
tabel 4.7 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah: Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan
tabel 4.7 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah: Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan

Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan juga ACB 2000

A. Dihubungkan dulu dengan kabel jenis tembaga yaitu NYY 3(4 x 1c

x

300 mm 2 )

+

(4

x

1c

x

300

mm 2 )

+

BC

150 mm 2

sebelum

dihubungkan ke busduct aluminium dengan kapasitas arus 2000 A.

c. Beban di sisi sekunder transformator 2 step down

terhubung ke PDTR-2 adalah:

transformator 2 step down terhubung ke PDTR-2 adalah: 1250 kVA yang Digunakan pemutus arus (circuit breaker)
transformator 2 step down terhubung ke PDTR-2 adalah: 1250 kVA yang Digunakan pemutus arus (circuit breaker)
transformator 2 step down terhubung ke PDTR-2 adalah: 1250 kVA yang Digunakan pemutus arus (circuit breaker)

1250 kVA yang

Digunakan pemutus arus (circuit breaker) jenis ACB 4 pole 2000 A,

karena ACB 1899.7 A tidak terdapat dipasaran. ACB dipilih karena

70

lebih

tepat

transformator.

sebagai

pengaman

sumber

listrik

langsung

dari

Dan

juga mempunyai

fasilitas

proteksi

yang lebih

lengkap untuk arus besar yang mengalir.

Berdasarkan perhitungan diatas maka kabel yang digunakan adalah

kabel jenis tembaga NYY. Untuk ukuran besar penampang kabel yang

digunakan

sesuai

dengan

standar

kabel

yang

ditetapkan

oleh

perusahaan, yaitu NYY 3(4 x 1c x 300 mm 2 ) + (4 x 1c x 300 mm 2 ) +

d.

BC 150 mm 2 .

Beban

didalam

PDTR-2

yang

terhubung

ke

Busduct

A

(yang

menghubungkan dan memberi suplai daya listrik untuk lantai 1 sampai

lantai 10). Dengan beban total = 1.230.405 W yang mengambil data

dari tabel 4.8 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah:

tabel 4.8 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah: Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan
tabel 4.8 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah: Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan
tabel 4.8 dan persamaan (2.2) serta persamaan (2.4) adalah: Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan

Untuk pemutus arus (circuit breaker) yang digunakan juga ACB 2000

A, karena ACB yang digunakan tidak boleh besar dengan pemutus

arus utama PDTR-2 dengan transformator 2 sebesar 2000 A. Hal ini

dapat terjadi karena pembagian besar beban yang tidak seimbang

antara PDTR-1 dan PDTR-2. Sama seperti di PDTR-1, dihubungkan

dulu dengan kabel jenis tembaga yaitu NYY 3(4 x 1c x 300 mm 2 ) + (4

71

x

1c x 300 mm 2 ) + BC 150 mm 2

sebelum dihubungkan ke busduct

4.

aluminium dengan kapasitas arus 2000 A.

Perhitungan pemutus arus (circuit breaker) dan besar penampang kabel di

panel PDTM

a. Kuat hantar arus pada panel PDTM dan besar penampang kabel yang

menghubungkan PDTM ke gardu PLN adalah:

penampang kabel yang menghubungkan PDTM ke gardu PLN adalah: Berdasarkan perhitungan kuat hantar arus didapat 140

Berdasarkan perhitungan kuat hantar arus didapat 140 A, maka digunakan

kabel tembaga untuk tegangan menengah 20 kV yaitu N2XSEbY 3 x 185

mm 2 . Kabel ini merupakan jenis kabel tanah yang akan ditanam didalam

tanah untuk menghubungkan PDTM ke gardu PLN.

b. Kuat hantar arus dan besar penampang kabel pada sisi keluaran panel

PDTM yang terhubung ke sisi primer masing-masing transformator step

down 1250 kVA adalah:

pada sisi keluaran panel PDTM yang terhubung ke sisi primer masing-masing transformator step down 1250 kVA

72

Maka digunakan HRC Fuse 63 A sebagai pemutus arus, kapasitas 62,5 A tidak ada dipasaran

Maka digunakan HRC Fuse 63 A sebagai pemutus arus, kapasitas 62,5 A

tidak ada dipasaran maka dipilih kapasitas yang mendekati. Untuk kabel

penghantarnya

digunakan

kabel

N2XSY

3

x

95

mm 2

yang

akan

menghubungkan keluaran PDTM ke sisi transformator step down 1250

kVA.

4.4. Analisa Perhitungan Jatuh Tegangan

Berdasarkan PUIL 2000 pasal 4.2.3 menyatakan bahwa susut tegangan antara

panel hubung bagi (PHB) utama dan setiap titik beban tidak boleh lebih dari

5% dari tegangan PHB utama, bila semua penghantar instalasi dilalui arus

maksimum yang ditentukan berdasarkan pasal 4.2.3.

Pada analisa perhitungan jatuh tegangan akan dibandingkan perhitungan jatuh

tegangan

berdasarkan

persamaan

(2.8)

dengan

persamaan

(3.2).

Penulis

mengambil contoh untuk panel PU-POMPA yang terhubung langsung ke

panel PDTR-2, didapat data sebagai berikut:

Beban (P)

:

46.586 W

Panjang kabel (l)

:

30 m (0,03 km)

Jenis kabel

:

NYY 4 x 35 mm 2 + BC 25 mm

2

Resistansi

:

0,514 ohm/km

Reaktansi

:

0,097 ohm/km

V

:

380 V

Cos φ

:

0,8

73

Sin φ

:

0,6

Daya hantar tembaga :

56,2 m/ohm mm

2

a. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (2.8)

2 a. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (2.8) Sehingga besar jatuh tegangan dalam % untuk saluran
2 a. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (2.8) Sehingga besar jatuh tegangan dalam % untuk saluran
2 a. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (2.8) Sehingga besar jatuh tegangan dalam % untuk saluran
2 a. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (2.8) Sehingga besar jatuh tegangan dalam % untuk saluran
2 a. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (2.8) Sehingga besar jatuh tegangan dalam % untuk saluran

Sehingga besar jatuh tegangan dalam % untuk saluran PDTR-2 ke PU-

POMPA adalah:

tegangan dalam % untuk saluran PDTR-2 ke PU- POMPA adalah: b. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan
tegangan dalam % untuk saluran PDTR-2 ke PU- POMPA adalah: b. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan

b. Perhitungan jatuh tegangan berdasarkan persamaan (3.2)

V

V

drop

drop

=

1,73 x I x ( R. Cos Q + X Sin Q ) x L

=

1,73 x 88,5 x (0,514 x 0,8 + 0,097 x 0,6) x 0,03

=

2,15 V

=

=

= 0,57%

Jadi dengan menggunakan kedua persamaan untuk mencari jatuh tegangan

diperoleh nilai yang hampir sama yaitu 0,5% untuk persamaan (2.8) dan

74

0,57%

untuk persamaan (3.2). Nilai jatuh tegangan yang diperoleh tidak

melebihi dari yang disyaratkan yaitu 5%, hal ini berarti telah memenuhi

ketentuan yang berlaku.

4.5. Analisa Grounding

Untuk menentukan kabel grounding kita dapat mengacu pada PUIL 2000

halaman 77 Tabel 3.16-1 ‘Luas penampang nominal minimum penghantar

pengaman’. Jika besar penampang penghantar lebih besar dari 32 mm 2 maka

penghantar

untuk

grounding

adalah

setengah

dari

besar

penampang

penghantar. Sebagai contoh untuk panel tipikal seperti P-8 besar penampang

kabelnya adalah 150 mm 2 , untuk kabel grounding adalah setengahnya maka

digunakan jenis BC 70 mm 2 .

Sedangkan untuk besar penampang kurang dari atau sama dengan 16 mm

2

maka untuk kabel grounding yang digunakan adalah sama dengan besar

penampang

penghantar.

Contohnya

seperti

panel

FB-K.8

dengan

besar

penampang kabel 4 mm 2 maka kabel grounding yang digunakan juga 4 mm 2 .

4.6. Analisa Perbaikan Faktor Daya

Pada suatu instalasi listrik gedung bertingkat dimana banyak terdapat beban-

beban antara lain, motor-motor, lampu flourescent / TL dengan ballast

electronic, peralatan elektronik lainnya (seperti Komputer dll) maka akan

menimbulkan

beban

induktif

yang

akan

menyebabkan

arus

terbelakang

(lagging) terhadap tegangan dengan sudut yang besar, sehingga nilai cos φ

menjadi kecil, dan akan menyebabkan besarnya daya kVAR yang merugikan.

Untuk memperbaiki faktor daya cos φ direncanakan menggunakan kapasitor

75

bank. Berikut ini adalah contoh perhitungan untuk memperoleh kapasitor

bank yang diperlukan:

Beban total PDTR-2 sebagai daya aktif (P)

: 1.362,087 kW

Cos φ sebelum perbaikan

: 0,8 (36,869 o )

Cos φ setelah perbaikan yang ingin dicapai

Jika daya reaktif sebelum perbaikan

Daya reaktif setelah perbaikan

Daya reaktif koreksi

Q 1

Q 2

= P x tan φ

1

= 1.362,087 x tan 36,869

o

= 1.021,5 kVAR

= P x tan φ

2

= 1.362,087 x tan 18.19

o

= 447.57 kVAR

o

: 0,95 (18,19 )

: Q

: Q

1

2

:

Q = Q 1 – Q

2

Q

= Q 1 – Q

2

= 1.021,5 – 447,57

= 573,93 kVAR

Sesuai

dengan perhitungan diatas maka kapasitor bank yang digunakan untuk

PDTR-2 adalah 600 kVAR.

76

77