Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Puskesmas adalah Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang
pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai
pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu
wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan
kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek pembiayaan. (Ilham Akhsanu
Ridlo, 2008).
Secara teori, sebuah negara dibentuk oleh masyarakat di suatu wilayah yang
tidak lain bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama setiap anggotanya
dalam koridor kebersamaan. Dalam angan setiap anggota masyarakat, negara yang
dibentuk oleh mereka ini akan melaksanakan fungsinya menyediakan kebutuhan
hidup anggota berkaitan dengan konstelasi hidup berdampingan dengan orang lain
di sekelilingnya. Di kehidupan sehari-hari, kebutuhan bersama itu sering kita
artikan sebagai kebutuhan publik. Salah satu contoh kebutuhan publik yang
mendasar adalah kesehatan.
Kesehatan adalah pelayanan publik yang bersifat mutlak dan erat kaitannya
dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk semua pelayanan yang bersifat mutlak,
negara dan aparaturnya berkewajiban untuk menyediakan layanan yang bermutu
dan mudah didapatkan setiap saat. Salah satu wujud nyata penyediaan layanan
publik di bidang kesehatan adalah adanya Puskesmas. Tujuan utama dari adanya
Puskesmas adalah menyediakan layanan kesehatan yang bermutu namun dengan
biaya yanng relatif terjangkau untuk masyarakat, terutama masyarakat dengan
kelas ekonomi menengah ke bawah.
Dalam makalah ini, kami akan membahas mengenai Pelayanan
Puskesmas karena Puskesmas sebagai bentuk nyata peran birokrasi dalam
memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya dalam bidang
kesehatan sdan karena Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan
masyarakat.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mengetahui dan memahami program dan strata Puskesmas.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mahasiswa mampu memahami Definisi Puskesmas.
2. Mahasiswa mampu memahami Fungsi Puskesmas.
3. Mahasiswa mampu memahami Program Pokok Puskesmas.
4. Mahasiswa mampu memahami Strata Puskesmas

1.3 Manfaat

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi

Puskesmas adalah Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang


pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi sebagai
pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan pembinaan dan
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk masyarakat di suatu
wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara mandiri dalam menentukan
kegiatan pelayanan namun tidak mencakup aspek pembiayaan. (Ilham Akhsanu
Ridlo, 2008).
Puskesmas adalah sarana pelayanan kesehatan dasar yang amat penting di
Indonesia. Puskesmas merupakan unit yang strategis dalam mendukung
terwujudnya perubahan status kesahatan masyarakat menuju peningkatan derajat
kesehatan yang optimal. Untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal tentu
diperlukan upaya pembangunan system pelayanan kesehatan dasar yang mampu
memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat selaku konsumen dari pelayanan
kesehatan dasar tersebut (Profil Kesehatan Indonesia, 2007).
Pusat Kesehatan Masyarakat, disingkat Puskesmas, adalah organisasi
fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh,
terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran
serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan
masyarakat. Upaya kesehatan tersebut diselenggarakan dengan menitikberatkan
kepada pelayanan untuk masyarakat luas guna mencapai derajad kesehatan yang
optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan. Adapun visi dan
misi puskesmas yaitu:

1. Visi
Tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya indonesia sehat 2010.
Masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara
adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
2. Misi
a. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah
kerjanya.
b. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerjanya.
c. Memelihara dan meningkatkan mutu pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakannya.
d. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya.

2.2 Fungsi Puskesmas


Menurut buku Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar, Puskesmas
mempunyai 3 (tiga) fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi pembinaan terhadap Pos UKK dan pembinaan administrative
terhadap poliklinik perusahaan.
b. Fungsi pelaksana pelayanan kesehatan dasar.
c. Fungsi peran serta masyarakat.
Sebagai pusat pelayanan tingkat pertama di wilayah kerjanya Puskesmas
merupakan sarana kesehatan pemerintah yang wajib menyelenggarakan
pelayanan kesehatan secara bermutu, terjangkau adil dan merata. Upaya
pelayanan yang diselenggarakan meliputi:
1) Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat public
goods dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan
serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit
dan pemulihan. Dengan pendekatan kelompok masyarakat serta
sebagian besar diselenggarakan bersama masyarakat melalui upaya
pelayanan dalam dan luar gedung di wilayah kerja Puskesmas.
2) Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan kuratif
dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga pada
umumnya melalui upaya rawat jalan dan rujukan.
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah
supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.Secara umum, mereka harus
memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan
rehabilitatif baik melalui upaya kesehatan perorangan (UKP) atau upaya
kesehatan masyarakat (UKM). Puskesmas dapat memberikan pelayanan
rawat inap selain pelayanan rawat jalan. Hal ini disepakati oleh
puskesmas dan dinas kesehatan yang bersangkutan. Perawat memberikan
pelayanan di masyarakat, puskesmas biasanya memiliki subunit
pelayanan seperti puskesmas pembantu, puskesmas keliling, posyandu,
pos kesehatan desa maupun pos bersalin desa (polindes). Fungsi
puskesmas itu sendiri meliputi:
a. Fungsi Pokok
Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat
pemberdayaan.
Masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan.
Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama.
b. Peran Puskesmas
Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat
diwilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta
peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara
mandiri.
c. Cara-cara yang ditempuh
Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan
kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri.
Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana
menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif.
Memberikan bantuan teknis.
Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
Kerjasama lintas sektor.

2.3 Program Pokok Puskesmas


Puskesmas disepakati sebagai unit pelayanan kesehatan yang memberikan
pelayanan kuratif dan preventif secara terpadu, menyeluruh, dan mudah
dijangkau, dalam wilayah kerja kecamatan atau sebagian kecamatan di kotamadya
atau kabupaten. Sebagai lini terdepan pembangunan kesehtan, puskesmas
diharapkan selalu tegar. Untuk itu, diperkenalkan program untuk selalu
menguatkan puskesmas. Di Negara berkembang seperti Indonesia, fasilitas
kesehatan berlandaskan masyarakat dirasakan lebih efektif dan penting.
(Harnilawati, 2013)
Departemen kesehatan telah membuat usaha intensif untuk membangun
puskesmas yang kemudian dimasukkan ke dalam master plan untuk operasi
penguatan pelayanan kesehatan nasional. Kegiatan pokok dalam program dasar
dan utama puskesmas mencakup 18 kegiatan, yaitu : (Harnilawati, 2013)
1. Kesehatan ibu dan anak (KIA)
Masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) masih menjadi masalah
kesehatan di Indonesia. Hal ini dikarenakan masih tingginya angka
kematiaan ibu dan angka kematian bayi yang ada di Indonesia.
2. Keluarga Berencana (KB)
a. Mengadakan kursus keluarga berencana unutk para ibu dan calon
ibu yang mengunjungi KIA.
b. Mengadakan kursus keluarga berencana kepada dukun yang
kemudian akan bekerja sebagai penggerak calon peserta keluarga
berencana.
c. Mengadakan pembicaraan-pembicaraan tentang keluarga
berencana kapan saja ada kesempatan.
d. Memasang IUD, cara-cara penggunaan pil, kondom, dan cara-cara
lain denngan memberi sarananya.
e. Melanjutkan mengamati mereka yang menggunakan sarana
pencegahan kehamilan.
3. Peningkatan gizi
a. Mengenali penderita-penderita kekurangan gizi dan mengobati
mereka.
b. Mempelajari keadaan gizi masyarakat dan mengembangkan
program perbaikan gizi.
c. Memberikan pendidikan gizi kepada masyarakat terutama dalam
rangka program KIA
d. Melaksanakan program-program :
Program perbaikan gizi keluarga melalui posyandu.
Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein
dan kalori kepada balita dan ibu menyusui.
Memberikan vitamin A kepada balita umur dibawah 5 tahun.
4. Kesehatan lingkungan
Kegiatan-kegiatan utamam kesehatan lingkungan yang dilakukan staf
puskesmas adalah :
a. Penyehatan air bersih.
b. Penyehatan pembuangan kotoran.
c. Penyehatan lingkungan perumahan.
d. Penyehatan limbah.
e. Pengawasan sanitasi tempat umum.
f. Penyehatan makanan dan minuman.
g. Pelaksanaan peraturan perundang-undangan.
5. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular serta imunisasi
a. Mengumpulkan dan menganalisa data penyakit.
b. Melaporkan kasus penyakit menular.
c. Menyelidiki di lapangan untuk melihat benar atau tidaknya laporan
yang masuk, untuk menemukan kasus-kasus baru dan untuk
mengetahui sumber penularan.
d. Tindakan permulaan untuk menahan penularan penyakit.
e. Menyembuhkan penderita, hingga ia tidak lagi menjadi sumber
infeksi.
f. Pemberian imunisasi.
g. Pemberantasan vector.
h. Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
6. Pengobatan
a. Melaksanakan diagnose sedini mungkin melalui:
Mendapatkan riwayat penyakit.
Mengadaan pemeriksaan fisik.
Mengadaan pemeriksaan labolatorium.
Membuat diagnosa.
b. Melaksanakan tindakan pengobatan.
c. Melakukan upaya rujukan bila dipandang perlu, rujukan tersebut
dapat berupa:
Rujukan diagnostik.
Rujukan pengobatan/rehabilitasi.
Rujukan lain.
7. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat
a. Penyuluhan kesehatan masyarakat merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari tiap-tiap program puskesmas. Kegiatan
penyuluhan kesehatan dilakukan pada setiap kesempatan oleh
petugas, apakah di klinik, rumah dan kelompok-kelompok
masyarakat.
b. Di tingkat puskesmas tidak ada penyuluhan tersendiri, tetapi
ditingkat kabupaten diadakan tenaga-tenaga coordinator
penyuluhan kesehatan. Coordinator membantu para petugas
puskesmas dalam mengembangkan teknik dan materi penyuluhan
di Puaskesmas.
8. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
a. Membina sarana keteladanan di sekolah, berupa sarana keteladanan
gizi berupa kantin dan sarana keteladanan kebersihan lingkungan.
b. Membina kebersihan perseorangan peserta didik.
c. Mengembangkan kemampuasn peserta didik untuk berperan secara
aktif dalam pelayanan kesehatan melalui kegiatan dokter kecil.
d. Penjaringan kesehatan peserta didik kelas I.
e. Pemeriksaan kesehatan periodic sekali setahun untuk kelas II
sampai IV dan guru berupa pemeriksaan kesehatan sederhanan.
f. Immunisasi peserta didik kelas I sampai VI.
g. Pengawasan terhadap keadaan air.
h. Pengobatan ringan pertolongan pertama.
i. Rujukan medic.
j. Penanganan kasus anemia gizi.
k. Pembinaan teknis dan pengawasan di sekolah.
l. Pencatatan dan pelaporan.
9. Perawatan Kesehatan Masyarakat
a. Pemeriksaan kesehatan berkala
b. Penentuan takaran latihan
c. Pengobatan dengan teknik latihan dan rehabilitasi
d. Pengobatan akibat cidera latihan
e. Pengawasan selama pemusatan latihan
10. Kesehatan gigi dan mulut
a. Asuhan perawatan kepada individu di puskesmas maupun di rumah
dengan berbagai tingkat umur, kondisi kesehatan, tumbuh kembang
dan jenis kelamin.
b. Asuhan perawatan yang diarahkan kepada keluarga sebagai unit
terkecil dari masyarakat (keluarga binaan).
c. Pelayanan perawatan kepada kelompok khusus diantaranya : ibu
hamil, anak balita, usia lanjut dan sebagainya.
d. Pelayanan keperawatan pada tingkat masyarakat.
11. Usaha kesehatan jiwa
a. Identifikasi masalah, meliputi:
Pemeriksaan kesehatan dari awal dan berkala untuk para
pekerja.
Pemeriksaan kasus terhadap pekerja yang dating berobat ke
puskesmas.
Peninjauan tempat kerja untuk menentukan bahaya akibat kerja
b. Kegiatan peningkatan kesehatan tenaga kerja melalui peningkatan
gizi pekerja, lingkungan kerja, dan kegiatan peningkatan
kesejahteraan.
c. Kegiatan pencegahan kecelakaan akibat kerja, meliputi:
Penyuluhan kesehatan.
Kegiatan ergonomik, yaitu kegiatan untuk mencapai kesesuaian
antara alat kerja agar tidak terjadi stres fisik terhadap pekerja.
Kegiatan monitoring bahaya akibat kerja.
Pemakaian alat pelindung.
d. Kegiatan pengobatan kasus penyakit akibat kerja.
e. Kegiatan pemulihan kesehatan bagi pekerja yang sakit.
f. Kegiatan rujukan medic dan kesehatan terhadap pekerja yang sakit.
12. Optometri
a. Pembinaan/pengembangan kemampuan peran serta masyarakat
dalam upaya pemeliharaan diri dalam wadah program UKGM.
b. Pelayanan asuhan pada kelompok rawan, meliputi:
Anak sekolah.
Kelompok ibu hamil, menyususi dan anak pra sekolah.
c. Pelayanan medik dokter gigi dasar, meliputi:
Pengobatan gigi pada penderita yang berobat maupun yang
dirujuk.
Merujuk kasus-kasus yang tidak dapat ditanggulangi kesasaran
yang lebih mampu.
Memberikan penyuluhan secara individu atau kelompok.
Memelihara kebersihan (hygiene klinik).
Memelihara atau merawat peralatan atau obat-obatan.
d. Pencatatan dan pelaporan.
13. Kesehatan Geriatrik
a. Kegiatan kesehatan jiwa yang terpadu dengan kegiatan pokok
puskesmas.
b. Penanganan pasien dengan gangguan jiwa.
c. Kegiatan dalam bentuk penyuluhan serta pembinaan peran serta
masyarakat.
d. Pengembangan upaya kesehatan jiwa di puskesmas melalui
pengembangan peran serta masyarakat dan pelayanan melalui
kesehatan masyarakat.
e. Pencatatan dan pelaporan.
14. Latihan dan olahraga
a. Upaya kesehatan mata, pencegaahan kesehatan dasar yang terpadu
dengan kegiatan pokok lainnya.
b. Upaya kesehatan mata:
Anamnesa
Pemeriksaan virus dan mata luar, tes buta warna, tes tekan bola
mata, tes saluran air mata, tes lapangan pandang, funduskopi
dan pemeriksaan labolatorium
Pengobatan dan pemberiaan kacamata
Operasi katarak dan glukoma akut yang dilakukan oleh tim
rujukan rumah sakit
Perawatan pos operasi katarak dan glukoma akut
Merujuk kasus yang tak dapat diatasi
Pemberian protesa mata
c. Peningkatan peran serta masyarakat dalam bentuk penyuluhan
kesehatan, serta menciptakan kemandirian masyarakat dalam
pemeliharaan kesehatan mata mereka.
d. Pengembangan kesehatan mata masyarakat.
e. Pencatatan dan pelaporan.
15. Pengembangan obat-obat tradisional
a. Di ruangan labolatorium
Penerimaan pasien
Pengambilan spesimen
Penanganan spesimen
Pelaksanaan spesimen
Penanganan sisa spesimen
Pencatatan hasil pemeriksaan
Pengecekan hasil pemeriksaan
Penyampaian hasil pemeriksaan
b. Terhadap spesimen yang akan dirujuk
Pengambilan spesimen
Penanganan spesimen
Pengemasan spesimen
Pengiriman spesimen
Pengambilan hasil pemeriksaan
Pencatatan hasil pemeriksaan
Penyampaian hasil pemeriksaan
c. Di ruang klinik dilakukan oleh perawat atau bidan, meliputi:
Persiapan pasien
Pengambilan spesimen
Menyerahkan spesimen untuk diperiksa
d. Di luar gedung, meliputi:
Melakukan tes skrining Hb
Pengambilan spesimen untuk kemudian dikirim ke
labolatorium puskesmas
Memberikan penyuluhan
Pencatatan dan pelaporan
16. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
a. Dilakukan oleh semua puskesmas (pembina, pembantu dan
keliling).
b. Pencatatan dan pelaporan mencakup:
Data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas
Data ketenagaan di puskesmas
Data kegiatan pokok puskesmas yang dilakukan baik di dalam
maupun di luar gedung puskesmas
c. Laporan dilakukan secara periodik (bulan, triwulan enam bulan
dan tahunan).
17. Laboratorium dasar
Upaya pembinaan peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui:
a. Penggalangan dukungan penentu kebijaksanaan, pimpinan wilayah,
lintas sektoral dan berbagai organisasi kesehatan, yang dilakukan
melalui dialog, seminar dan lokakarya, dalam rangka komunikasi,
informasi dan motivasi dengan memanfaatkan media masa dan
system informasi kesehatan.
b. Persiapan petugas penyelenggaraan melalui latihan, orientasi dan
sarasehan kepemimpinan dibidang kesehatan.
c. Persiapan masyarakat, melalui rangkaian kegiatan untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenal dan
memecahkan masalah kesehatan, dengan mengenali dan
menggerakkan sumber daya yang dimilikinya, melalui rangkaian
kegiatan:
Pendekatan kepada tokoh masyarakat.
Survey mawas diri masyarakat untuk mengenali masalah
kesehatannya.
Musyawarah masyarakat desa untuk penentuan bersama
rencana pemecahan masalah kesehatan yang dihadapi.
d. Pelaksanaan kegiatan kesehatan oleh dan untuk masyarakat melalui
kader yang terlatih.
e. Pengembangan dan pelestarian kegiatan oleh masyarakat.
18. Pengumpulan informasi dan pelaporan untuk sistem informasi kesehatan
a. Melestarikan bahan-bahan tanaman yang dapat diginakan untuk
pengobatan tradisional.
b. Pengembangan dan pelestarian terhadap cara-cara pengobatan
tradisional.
2.4 Strata Puskesmas
Adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas, dalam
rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga dalam rangka fungsi puskesmas
dapat dilaksanakan lebih terarah. Hal ini diharapkan dapat menimbulkan gairah
kerja, rasa tanggung jawab dan kreatifitas kerja yang dinamis melalui
pengembangan falsafah mawas diri.
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Mendapatkan gambaran tentang tingkat pengembangan fungsi
puskesmas secara berkala dalam rangka pembinaan dan
pengembanganya.
b. Tujuan Khusus
1) Mendapatkan gambaran secara menyeluruh perkembangan
puskesmas dalam rangka mawas diri.
2) Mendapatkan masukan untuk perencanaan puskesmas dalam
waktu mendatang.
3) Mendapatkan informasi tentang masalah dan hambatan
pelaksanaan puskesmas sebagai masukan untuk pembinaan lebih
lanjut.
2. Pengelompokan Puskesmas
Pengelompokan Strata dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Strata I Puskesmas dengan Prestasi kerja Baik (warna hijau).
2. Strata II Puskesmas dengan Prestasi kerja Cukup (warna kuning).
3. Strata III Puskesmas dengan Prestasi kerja Kurang(warna merah).
Ketiga strata tersebut digunakan dalam evaluasi terhadap tingkat
perkembangan fungsi puskesmas, sehingga dengan demikian pembinaan dalam
rangka peningkatan fungsi puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah agar dapat
menimbulkan gairah rasa tanggung jawab dan gairah kreatifitas yang dinamis,
maka falsafah mawas diri perlu dipupuk dan dikembangkan.
3. Sasaran dari stratifikasi puskesmas adalah :
a. Puskesmas tingkat kecamatan .
b. Puskesmas tingkat ke;urahan (puskesmas pembantu).
c. Unit-unit kesehatan lain.
d. Pembinaan peran serta masyarakat.
4. Ruang Lingkup
Ruang lingkup stratifikasi puskesmas dikelompokan dalam empat aspek
yaitu:
1. Hasil kegiatan puskesmas dalam bentuk cakupan dari masing-masing
kegiatan.
2. Hasil dan cara pelaksanaan manajemen puskesmas.
3. Sumber daya yang tersedia di puskesmas.
4. Keadaan lingkungan yg mempengaruhi hasil kegiatan puskesmas.
Dalam jangka panjang, pola pembinaan melalui stratifikasi puskesmas
akan terus ditingkatkan ruang lingkupnya sehingga meliputi seluruh
kegiatan yang menjadi tanggung jawab puskesmas dalam wilayah kejanya
termasuk kegiatan adalah rangka membina usaha kesehatan swasta.
5. Area Pembinaan
Berdasarkan hasil pelaksanaan hasil stratifikasi puskesmas ada 3 area
yang perlu di bina, yaitu :
1. Sebagai wadah pemberi pelayanan
Pembinaan ini diarahkan terhadap fasilitas fisik, pelaksanann
manajemen dan kemampuan tenaga kerja.
2. Pelaksanaan program-program sektor kesehatan maupun lintas
sektoral yang secara langsung maupun tidak langung menjadi
tanggung jawab puskesmas dalam pelaksanaan maupun sarana
penunjang.
3. Peran serta masyarakat untuk meningkatkan kemampuan hidup
sehat dan produktif. Pembinaan kemampuan puskesmas dalam
membina peran serta masyarakat di bidang kesehatan perlu
ditingkatkan.
6. Pelaksanaan Stratifikasi
a. Mencakup seluruh aspek puskesmas meliputi puskesmas pembantu,
puskesmas keliling, hasil pembinaan peran serta masyarakat misal
posyandu.
b. Kegiatan stratifikasi mencakup:
1) pengumpulan data
2) pengolahan data
3) analisa masalah dan penentuan langkah penanggulangan.
c. Melaksanakan setahun sekali secara menyeluruh dan serentak di
semua puskesmas dan bertahap sesuai dengan jenjang administrasi
sampai ke pusat.
1) Di tingkat Puskesmas
Dilaksanakan sendiri oleh masing-masing puskesmas dan
merupakan kegiatan mengukur kemampuan penampilan
puskesmas dalam rangka mawas diri. Dengan tujuan agar kepala
puskesmas dan staf mengetahui kelemahan dan masalah yang
dihadapi untuk berusaha memperbaikinya.
2) Di tingkat Dinas Kesehatan Dati II/Kandep
Menghimpun laporan hasil stratifikasi puskesmas untuk diolah
dan di analisa sehingga mendapatkan gambaran keadaan dan
fungsi masing-masing puskesmas dalam wilayahnya dalam
rangka pembinaan dan pengembangannya.
3) Di tingkat Dinas Kesehatan Dati I/Kanwil/Pusat
Menghimpun laporan hasil stratifikasi dari masing-masing dinas
kesehatan dati II untuk diolah dan dianalisa sehingga
mendapatkan gambaran tingkat perkembangan fungsi puskesmas
di wilayah masing-masing kabupaten kodya (propinsi) dalam
rangka pembinaan dan pengembangannya tahun yang akan
datang.
d. Menentukan Strata puskesmas dengan pendekatan kuantitatif untuk
mengukur variable.
e. Penetapan waktu kegiatan.
1) Tingkat Puskesmas
Pengumpulan data Desember-Januari
Pengolahan data Awal Februari
Peninjauan Dinkes DT II Januari-Februari
Konsultasi kabupaten Akhir Februari.
Analisa masalah, rencana Awal Maret penanggulangan,
penyusun laporan.
Laporan ke Dati II Pertengahan Maret
2) Dati II
Pengumpulan data/rekap Maret-April
Checking on the spot Pertengahan April
Analisa masalah, menyusun rencana Akhir April
penanggulangan
Kirim ke propinsi dan kirim umpan Permulaan Mei balik ke
puskesmas
3) Dati I
Pengumpulan laporan / rekapitulasi Mei
Analisa masalah dan menyusun rencana Mei-Juni
Kirim ke pusat Akhir Juni
Kirim umpan balik ke dati II Permulaan Juli
4) Pusat
Penerimaan laporan/rekapitulasi dan Juli rencana
penanggulangan masalah.
Pertemuan evaluasi pelaksanaan Agustus stratifikasi 27
propinsi di pusat.
Pengelolaan data dan analisa masalah Agustus.
Distribusi laporan yang bersangkutan Akhir Agustus.
Menyusun rencana penanggulangan September.
Kirim umpan balik ke hasil stratifikasi Oktober
Nasional.
7. Tahap-Tahap Stratifikasi
Dilakukan dalam 3 tahap, sebagai berikut :
a. Tahap I
Pendataan dan pemetaan dalam tiga kelompok strata I, II, dan III.
b. Tahap II
Analisa hasil pendataan dan pemetaan serta sektor-sektor yang
menghambat dan menunjang.
c. Tahap III
Rencana pemecahan masalah pada semua tingkat yaitu rencana kerja
atau rencana pembinaan untuk meningkatkan kemampuan puskesmas
berdasar hasil analisa dan masalah yang dijumpai di semua tingkat.
8. Manfaat stratifikasi
a. Bagi Puskesmas
Mendapat gambaran tingkat perkembangan prestasi kerja secara
menyeluruh sehingga dapat diambil berbagai upaya untuk
memperbaikinya dalam rangka mawas diri.
b. Bagi dinas kesehatan dati II
1) Mendapat gambaran prestasi kerja puskesmas dalam wilayah dati II
yang bersangkutan tiap tahun.
2) Mengetahui masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan
puskesmas yang disebabkan oleh sumber daya maupun lingkungan.
3) Menentukan langkah serta bantuan yg diperlukan dalam mengatasi
masalah yang dihadapi puskesmas melalui penyusunan rencana
tahunan.
4) Mendapat gambaran mengenai kemampuan managemen tiap
puskesmas wilayah Dati II.

c. Bagi dinas kesehatan dati I/Kanwil Propinsi


Mendapat gambaran mengenai masalah dan hambatan yangg dialami
oleh dinkes dati I Kandep selama setahun dalam pembinaan dan
pengembangan puskesmas di wilayah kerjanya yang perlu
mendapatkan bantuan penyelesaian oleh Dinas dati I/Kanwil propinsi
melalui penyusunan rencana tahunan.
d. Depkes Pusat
Mendapat gambaran mengenai masalah dan hambatan yg dialami
dinkes dati I/Kanwil selama setahun dalam pembinaan dan
pengembangan puskesmas di wilayah kerjanya yang perlu
mendapatkan bantuan penyelesaian oleh pusat antara lain melalui
penyusunan rencana tahunan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Definisi Puskesmas

Puskesmas adalah Suatu unit organisasi yang bergerak dalam bidang


pelayanan kesehatan yang berada di garda terdepan dan mempunyai misi
sebagai pusat pengembangan pelayanan kesehatan, yang melaksanakan
pembinaan dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu untuk
masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu yang telah ditentukan secara
mandiri dalam menentukan kegiatan pelayanan namun tidak mencakup
aspek pembiayaan.
2. Fungsi Puskesmas
Menurut buku Standar Pelayanan Kesehatan Kerja Dasar, Puskesmas
mempunyai 3 (tiga) fungsi sebagai berikut :
a. Fungsi pembinaan terhadap Pos UKK dan pembinaan administrative
terhadap poliklinik perusahaan.
b. Fungsi pelaksana pelayanan kesehatan dasar.
c. Fungsi peran serta masyarakat.
3. Program Pokok Puskesmas
Berdasarkan buku pedoman kerja puskesmas yang terbaru ada 20 usaha
pokok kesehatan yang dapat dilakukan oleh puskesmas diantaranya : KIA,
KB, Usaha Kesehatan Gizi, Kesehatan Lingkungan, Pemberantasan dan
pencegahan penyakit menular, Pengobatan termasuk penaganan darurat
karena kecelakaan, Penyuluhan kesehatan masyarakat, Kesehatan sekolah,
Kesehatan olah raga, Perawatan Kesehatan, Masyarakat, Kesehatan kerja,
Kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan jiwa, Kesehatan mata, Laboratorium
sederhana, Pencatatan dan pelaporan dalam rangka SIK, Pembinaan
pemgobatan tradisional, Kesehatan remaja, dan Dana sehat.

4. Strata Puskesmas
adalah upaya untuk melakukan penilaian prestasi kerja puskesmas, dalam
rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga dalam rangka fungsi
puskesmas dapat dilaksanakan lebih terarah. Hal ini diharapkan dapat
menimbulkan gairah kerja, rasa tanggung jawab dan kreatifitas kerja yang
dinamis melalui pengembangan falsafah mawas diri.
Pengelompokan Strata dibagi menjadi 3 yaitu :
1. Strata I Puskesmas dengan Prestasi kerja Baik (warna hijau).
2. Strata II Puskesmas dengan Prestasi kerja Cukup (warna kuning).
3. Strata III Puskesmas dengan Prestasi kerja Kurang(warna merah).
Ketiga strata tersebut digunakan dalam evaluasi terhadap tingkat
perkembangan fungsi puskesmas, sehingga dengan demikian pembinaan
dalam rangka peningkatan fungsi puskesmas dapat dilaksanakan lebih
terarah agar dapat menimbulkan gairah rasa tanggung jawab dan gairah
kreatifitas yang dinamis, maka falsafah mawas diri perlu dipupuk dan
dikembangkan.

3.2 Saran