Anda di halaman 1dari 6

Suku Ik di Uganda mengalami kelaparan berkepanjangan.

karena lingkungan alam tempat


mereka mencari nafkah telah banyak yang rusak. Mereka menjadi orang-orang yang paling
tamak, rakus, dan perkelahian antara mereka sering terjadi semata-mata mempe rebutkan
makanan untuk sekadar mempertahankan hidup.
Kemiskinan di Somalia

Hampir 260.000 rakyat Somalia dan hampir separuhnya adalah anak-anak balita mati akibat kelaparan dari
tahun 2010 hingga 2012.

Dilansir dari Huffington Post, berdasarkan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Jaringan
Sistem Peringatan Dini Kelaparan (FEWS NET), puluhan ribu orang meninggal dunia karena komunitas
internasional lambat bertindak terhadap tanda-tanda kelaparan pada 2010.

Sekitar 258.000 orang meninggal pada Oktober 2010 hingga April 2012. Ini termasuk 133.000 anak-anak
yang masih balita (berusia di bawah limat tahun).

Dilansir dari BBC, salah seorang penyusun laporan Dr Francesco Checci mengatakan terdapat banyak
faktor yang menyumbang terjadinya kelaparan.

"Sebagian hal yang terjadi dalam masalah kelaparan adalah epidemi nasional campak, kolera. Ada banyak
pengungsi dalam negeri dan pengungsi luar negeri, dan Anda tahu persis bahwa kondisi di pengungsian
berisiko menimbulkan penyakit-penyakit menular," katanya.

Wakil Kepala Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Somalia, Rudi Van Aaken, mengatakan bahwa
banyaknya korban bisa dihindari dengan penanganan dini sebelum bencana kelaparan diumumkan secara
resmi.

"Saya pikir pelajaran utama yang kita petik adalah komunitas kemanusiaan harus siap mengambil tindakan
awal, memberikan tanggapan awal ketika berbagai survei menyebutkan bahwa bila keadaan dibiarkan
maka akan terjadi kelaparan," kata Rudi Van Aaken kepada BBC. (ang)
Kemiskinan di Papua

Di sebuah wilayah yang sangat subur dengan kekayaan alam dan tambang yang luar biasa
melimpah, rakyat Papua hidup dibawah garis kemiskinan,dalam kebodohan dan sangat
primitif

Meski di tanah leluhurnya terdapat tambang emas terbesar di dunia, orang Papua khususnya
yang tinggal di Mimika, Paniai, dan Puncak Jaya pada tahun 2004 hanya mendapat rangking
ke 212 dari 300-an lebih kabupaten se Indonesia untuk Indeks Pembangunan Manusia.

Anggaran belanja (APBD) Papua adalah salah satu yang terbesar di seluruh Indonesia. Tahun
berjalan ini saja tak kurang dari 17 trilliun rupiah telah dikucurkan oleh pemerintah pusat dan
akan disusul dengan 24,4 trilliun rupiah pada tahun belanja yang baru 2008. Jumlah ini belum
termasuk dana-dana bantuan dari luar negeri yang masuk melalui PBB dan LSM asing. Lalu
apakah dana ini tidak cukup bagi orang Papua yang hanya berjumlah 2 juta jiwa saja ?

Keajaiban Dunia

Sebenarnya sebuah keanehan yang sangat tidak masuk akal, mustahil bisa diterima dengan
rasio. Betapa tidak ? Di sebuah wilayah yang sangat subur dengan kekayaan alam dan
tambang yang luar biasa melimpah, tapi rakyat Papua hidup dibawah garis kemiskinan,
kebodohan dan sangat primitif.

Jika Indonesia disebut sebagai pemilik salah satu dari 7 keajaiban dunia dengan adanya
Borobudur di Indonesia, maka bukan Borobudur, tapi kondisi rakyat Papua-lah salah satu
keajaiban dunia yang sesungguhnya.

Kemiskinan

Secara teori, berdasarkan faktor penyebabnya kemiskinan bisa dikategorikan dalam dua hal,
yakni kemiskinan Struktural dan kemiskinan Alamiah. Kemiskinan Struktural atau bisa
disebut Man made poverty, adalah kondisi kemiskinan yang lebih disebabkan oleh struktur
sosial yang ada yang mencakup tatanan organisasi dan aturan permainan yang diterapkan.
Sedangkan Kemiskinan Alamiah banyak disebabkan oleh rendahnya kualitas sumberdaya
manusia dan sumberdaya alam.

Man made poverty

Untuk Papua, kemiskinan struktural adalah salah satu faktornya. Pejabat yang korup,
terjadinya kolusi, nepotisme serta diskriminasi. Status otonomi khusus dan otonomi daerah
yang diterapkan di Papua sama sekali tidak membawa dampak signifikan, kecuali hanya
memperkaya beberapa pribadi yang mabuk oleh gelimang lembaran rupiah yang mereka
terima (Charisma, ed.des-jan08).
Dan ironisnya seperti yang dinyatakan Annie Numberi-istri Freddy Numberi Menteri
Kelautan dan Perikanan (dikutip dari Charisma), mayoritas yang duduk dalam posisi
eksekutif dan legeslatif di Papua adalah justru para pendeta. Padahal untuk Papua nilai APBD
yang dikucurkan adalah terbesar ke dua di Indonesia. Lalu kemana semua uang tersebut ?

Usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat sudah patut. Lalu bagaimana jajaran pemerintah
tingkat daerah ? Seperti kata Gubernur Papua Barnabas Suebu di Den Haag, Sabtu (27/10),
diakui adanya kesalahan leadership, adanya mismanagement dan penyalah gunaan dana yang
sangat besar di tingkat pemerintah daerah sehingga ia menyebutkan sangat mendesak
diwujudkannya good governance yang melayani rakyat dengan sebaik-baiknya.

Kemiskinan Alamiah

Penyebab dominan dari kemiskinan yang lain adalah kondisi dan kualitas sumberdaya
manusia yang rendah. Bisa dikatakan rakyat Papua sangat primitif, tidak tersentuh peradaban
dan tidak mengenal teknologi. Walaupun alam Papua bagai surga dunia, tetapi dengan
sumberdaya manusia yang sangat rendah mustahil mengangkat kesejahteraan mereka. Dan
yang terjadi saat ini adalah penindasan hak rakyat Papua, perampokan kekayaan dan
pembodohan.
FAKTOR-FAKTOR GEOGRAFIS

Faktor geografis adalah jenis-jenis di dalam faktor alam yang mempunyai pertalian
langsung atau tak langsung dengan kehidupan manusia dalam arti memberikan fasilitas
kepadanya untuk menghuni permukaan bumi sebagai wilayah (N. Daldjoeni, 1997:22).
Menurut N. Daldjoeni (1997:21) terdapat delapan faktor geografis yang mempengaruhi
kehidupan manusia yaitu: relasi ruang (lokasi, posisi, bentuk, luas, jarak); relief atau
topografi (tinggi rendahnya di permukaan bumi); jenis tanah; flora dan fauna; air tanah dan
kondisi pembuangan air; sumber-sumber mineral (barang tambang); dan relasi dengan lautan.
1. Lokasi
Merupakan suatu tempat dalam suatu wilayah penting. Demikian ada unsur relasi
keruangan yang lain seperti posisinya, jaraknya dari tempat lain. Lokasi itu sendiri memiliki
luas serta bentuk yang ada artinya bagi persatuan bangsa, perkembangan ekonomi atau
kontak dengan wilayah lain secara kultural maupun politik. Suatu negara yang lokasinya baik
bagi perniagaan dunia atau strategi perang dapat saja dengan mudah terancam oleh berbagai
bencana perang.

2. Jenis iklim
Jenis iklim dapat menentukan hasil pertanian. Daerah tropis yang baik untuk perkebunan

3. Bentuk Relief
Bentuk relief juga mempengaruhui bentuk pelaksanan pengakutan. Perbedaan relief yang
menonjol juga menentukan perbedaan suhu tahunan, keindahan tamasya dan pembuangan air
(adanya rawa-rawa, danau, bendungan)

4. Tipe Tanah
Tipe tanah menentukan kesuburan wilayah, tanah berkapur melahirkan daerah yang
penduduknya yang miskin dan kurang. Tanah yang subur mendasari kepadatan penduduk
yang dapat membawa berbagai masalah.

5. Jenis Fauna dan Flora


Faktor ini juga mempengaruhui kegiatan ekonomi manusia serta mutu pangannya. Seperti
Maluku dengan kekayaan lautannya dan tanaman sagunya.

6. Kondisi Air
Faktor ini juga menentukan dapat tidaknya suatu wilayah dihuni ddengan baik sehingga
merupakan kunci bagi lahirnya peradaban manusia.
7. Sumber-sumber mineral
Sumber mineral merupakan segala pontensi alam berupa bahan galian yang terdapat pada
perut bumi yang diperoleh melalui peroses pertambangan (ekspolasi). Indonesia adalah
negara dengan bahan mineral baik yangterdapat didaratan atau didasar laut sebab kondisi
geografi yang sangat mendukung. Persebaran jumlah dan jenis sumber daya meniral tidak
merata, hal ini tergantung kepada faktor kondisi pada setiap daerah.

8. Kontak dengan lautan


Kontak dengan lautan ini sangat penting bagi peradaban manusia. Daerah yang berada di
persisir lebih cenderung maju, karena di sana terjadi interaksi dengan wilayah-wilayah
lainnya.

Dalam ilmu geografi untuk membedakan faktor-faktor geografis dapat dikenali melalui
unsur-unsur lingkungan. Unsur-unsur lingkungan tersebut meliputi:
a. Unsur-unsur fisis seperti cuaca, iklim, relief, tanah, mineral, air tanah, samudera, dan
sebagainya
b. Unsur-unsur biotis seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme (jasad renik)
c. Unsur-unsur teknis seperti pergedungan, jaringan jalan, alat transportasi, dan komunikasi
d. Unsur-unsur abstrak seperti bentuk (persegi, bulat, memanjang) , luas wilayah, lokasi tempat,
dan jarak antar tempat.