Anda di halaman 1dari 16

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Oleh:

Entinayati

NPM : 15420085

Dosen

Dr. Marsal Usman, Drs.,M.Kes

KELAS MPK A

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MALAHAYATI
TAHUN 2016
1. Dua domain utama Manajemen Sumber Daya Manusia adalah
perencanaan/rekrutmen tenaga kerja dan retensi pegawai. Jelaskan beberapa
fungsi Sumber Daya Manusia yang termasuk dalam masing-masing domain
tersebut dan jelaskan manfaatnya bagi MSDM.
2. Definisikan istilah berikut : kelelahan kerja, kepuasan kerja, retensi dan
penggantian pegawai (turnover). Mengapa istilah tersebut penting dalam
mengatur tenaga kesehatan yang professional?
3. Bagaimana pengaruh Globalisasi terhadap pengembangan sumber daya
manusia, khususnya SDM Kesehatan. Jelaskan dengan data-data yang
saudara ketahui.
4. Bagaimana SDM Kesehatan merespon UU.No.22/1999 dan UU.No.25/1999
dilingkungan kerja Sdr (Dinkes, Rumah Sakit dan Puskesmas), dan menurut
sdr apakah sudah sesuai dengan program menuju MDGs 2015?
5. Fleksibilitas development staf, karena mereka telah dipersiapkan untuk dapat
bekerja di berbagai bagian organisasi, dapat merupakan investment yang
mahal. Bagaimana sdr merancang minimalisasi cost, namun tetap dengan
hasil yang sesuai dengan design pengembangan performance staf sdr. Apa
risiko sdr dengan kebijakan itu?
6. Indonesia mungkin akan mengalami resesi berat. Seandainya itu terjadi,
strategi apakah yang sdr pikirkan untuk meningkatkan atau paling tidak
menjaga performance organisasi sdr, mengingat sdr tidak mungkin
mengabaikan kondisi eksternal organisasi
7. Beri komentar, kritik, analisis, harapan tentang kuliah MSDM yang sdr ikuti
selama satu semester ini. Diharapkan komentar sdr adalah komentar yang
jujur.

1. Manajemen sumber daya manusia termasuk didalamnya desain sistem


perencanaan, penyusunan atas karyawan, pengembangan para karyawan,
pengelolaan karir pegawai, evaluasi kinerja para pegawai, kompensasi
tehadap karyawan serta hubungan ketenaga-kerjaan yang baik. manajemen
sumber daya manusia meliputi keputusan keputusan serta praktek manajemen
yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap sumber daya manusianya.

Dua fungsi utama Menejemen Sumber Daya Manusia yaitu


perencanaan/rekrutmen tenaga kerja dan retensi pegawai. Perencanaa dan
rekrutmen tenaga kerja adalah dua hal yang sangat berhubungan, bila suatu
perusahaan/organisasi mempunya rencana untuk memajukan pelayanannya
maka harus selektif dalam perekrutan tenaga kerja. Perencanaan yang baik
membutuhkan dukungan dari banyak sektor, terutama dukungan dari staf atau
tenaga kerja yang mumpuni dalam bidangnya.

Retensi pegawai adalah hal penting yang perlu diperhatikan dalam


Menejemen Sumber Daya Manusia, karena pegawai merupakan salah satu
investasi nyata dalam sebuah perusahaan/organisasi. Kehilangan seorang
pegawai berarti kehilangan, modal, pengalaman, dan menjadi hambatan untuk
perusahaan untuk memajukan pelayanan.

Rekrutmen tenaga kerja sebaiknya dilakukan seselektif mungkin agar dapat


memudahkan perusahaan dalam menjalankan perencanaan yang sudah
disusun agar bisa memajukan pelayanannya. Tingkat pendidikan dari calon
tenaga kerja yang akan diseleksi harus mendapatkan nilai tersendiri. Semakin
tinggi tingkat pendidikan tentunya menjadi nilai tambah dalam penyeleksian,
karena semaikin tinggi jenjang pendidikan seseorang akan menentukan
kualitas dari pekerjaannya. Seorang Menejemen Sumber Daya Manusia harus
mengikuti perkembangan pegawainya. Apakah itu meningkat atau menurun,
bila meningkat tentunya perusahaan layak memberikan apresiasi lebih agar
bisa menjadi penyemangat bagi karyawan itu sendiri dan juga bagi pegawai
lainnya. Kesejahteraan pegawai merupakan tanggung jawab sebuah
organisasi dalam rangka retensi pegawai. Mempertahankan pegawai dengan
pengalaman yang tinggi adalah investasi jangka panjang dari pada harus
merekrut orang baru walaupun jenjang pendidikannya lebih tinggi, karena dia
harus terlebih dahulu beradaptasi terhadap lingkungan kerjanya dan
menyelaraskan pekerjaannya dengan visi dan misi perusahaan.

Fenomena fenomena terus terjadi seiring waktu mengenai sumber daya


manusia, dalam perkembangannya manajemen sumber daya manusia
bukanlah hanya sekedar sumber daya yang dimiliki perusahaan semata, tapi
melainkan lebih merupakan modal ataupun aset yang sangat bernilai yang
bisa dilipatgandakan, bisa dikembangkan dan terlebih bisa dijadikan sebagai
instrumen investasi atau aset yang berharga dalam suatu perusahaan.
bayangkan, tentu perusahaan akan jingkrak keriangan apabila memiliki
pekerja sekelas mark zuckerberg bukan? atau sepintar habibie? ini akan
menjadikan perusahaan tersebut akan memiliki nilai lebih. Namun, sangat
disayangkan apabila karyawan yang memiliki sumber daya yang baik tapi
karena pihak perusahaan tidak meng"upgrade"nya, tidak memberikan
bimbingan lebih lanjut maka potensi potensi yang ada tidak akan bisa
dimanfaatkan bahkan bisa menghambat perusahaan itu sendiri. Oleh karena
itu seorang menejemen Sumber Daya Manusia harus benar-benar memahami
visi dan misi dari perusahaan.

Pengalaman dari seorang Menejemen Sumber Daya Manusia sendiri yang


akan menentukan kualitas dari staf yang ada di bawahnya. Dibutuhkan
kecerdikan dalam mengembangkan kinerja pegawai. Walaupun perusahaan
telah memiliki alat canggih untuk memajukan pelayanannya tidak akan bisa
terwujud tanpa ditunjang aspek pegawainya sendiri.

Referensi : http://nichonotes.blogspot.co.id/2015/02/fungsi-tujuan-
manajemen-sumber-daya-manusia.html
2. Kelelahan kerja : Menurut Cameron kelelahan kerja merupakan kriteria yang
kompleks yang tidak hanya menyangkut kelelahan fisiologis dan psikologis
tetapi dominan hubungannya dengan penurunan kinerja fisik, adanya perasaan
lelah, penurunanmotivasi dan penurunan produktivitas kerja. (Ambar, 2006).

Kepuasan kerja : Biasanya orang akan merasa puas atas kerja yang telah atau
sedang ia jalankan, apabila apa yang ia kerjakan itu dianggapnya telah
memenuhi harapannya, atau sesuai dengan tujuan ia bekerja. Apabila ada
seorang mendambakan sesuatu, maka ia akan memiliki harapan, dan dengan
demikin ia akan termotivasi untuk melakukkan tindakan ke arah pencapaian
harapan tersebut. Heider, misalnya menyatakan bahwa prestasi kerja seseorang
akan ditentukan oleh motivasi dan kecakapannya. (Anoraga,2001).

Retensi Pegawai : Retensi adalah tindakan penahan dimana ini merupakan


kemampuan untuk menlanjutkan kerja individu yang berkualitas, yaitu
perawat dan/penyedia layanan kesehatan lainnya/perusahaan asosiasi yang
dinyatakan akan meninggalkan organisasi. Dampak dari tindakan ini
adalah untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kualitas layanan serta
mengurangi biaya bagi organisasi.

Penggantian Pegawai : Penggantian pegawai (turnover) adalah hal yang


sebaiknyasebisa mungkin dihindari. Untuk mengganti pegawai dalam satu
sektor bisa berpengaruh pada sektor lainnya. Dan kehilangan satu pegawai
lama yang bepengalaman berarti kehilangan satu investasi dalam banyak
bidang, karena perusahaan harus memulai lagi dari rekrutmen hingga si
pegawai memahami visi dan misi perusahaan.

Istilah istilah ini sangat penting dalam mengatur tenaga kesehatan yang
professional. Dalam kesehariannya tenaga kesehatan akan menemui berbagai
macam karakter pasien yang tidak bisa diprediksi. Hal seperti ini akan mudah
menimbulkan kejenuhan dan stressor tinggi bila dia tidak memiliki jam
terbang yang cukup untuk menghadapai beragam karakteristik pasien.
Pelayanan dalam dunia kesehatan menjadi tuntutan profesional, karena
pasien akan menilai setiap perlakuan perawat terhadap dirinya dan akan
memberitahukan tentang pelayanan kesehatan yang didapatnya kepada orang
disekitarnya. Ketidakpuasan dari pasien bisa menjadi kesalahan fatal dalam
pelayanan di Rumah Sakit dan akan menimbulkan citra buruk di masyarakat.

Pengalaman kerja sangatlah penting dalam berhadapan dengan pasien,


oleh karena itu dalam upaya penambahan tenaga kerja, pengawasan dan
bimbingan secara ketat dari pegawai senior sangat diperlukan dalam rangka
menjaga citra baik dari organisasi atau Rumah Sakit tersebut.

Bahtiar menyatakan ada beberapa faktor yang memotivasi seseorang senang


untuk tetap bekerja yaitu diantaranya (1) pengakuan profesi (2) jaminan kerja
(3)lingkungan. Summer (2002) menyatakan agar terjadi retensi perawat
dirumah sakit diperlukan adanya perjanjian dengan pihak rumah sakit tentang
imbalan jasa yang akan dibayarkan, diberi kesempatan mendapat pendidikan
yang lebih tinggi atau sertifikasi kekhususan yang akan diperoleh selama
menjadi karyawan. Menurut Simamora (2006) untuk mempertahankan
karyawan agar merasa nyaman dalam bekerja dan produktif maka diperlukan:
Perekrutan/seleksi tenaga yang ketat, kompensasi/imbalan jasa yang
kompetitif, kepemimpinan yang produktif sampai dengan manajemen
karir/pengembangan karir yang jelas.

Referensi : file:///D:/S2/jtptunimus-gdl-mardekawat-5786-1-bab1re-i.pdf

3. Era globalisasi dan perdagangan bebas membuat persaingan bisnis


semakin ketat. Ditingkat makro pemerintah perlu meningkatkan kompetensi
SDM melalui peningkatan mutu pendidikan. Sedang ditingkat mikro
perusahaan perlu mengadopsi visi, misi dan strategi yang tepat yang didukung
oleh strategi SDM dan budaya perusahaan pula. Pada dasarnya strategi SDM
berkaitan dengan tiga aktivitas SDM yaitu pengadaan, pemeliharaan,serta
pemeliharaan dan pengembangan. Strategi dan perencanaan SDM perlu
didukung oleh nilai-nilai kreativitas,layanan continuous learning dan inovatif.

Proses SDM terdiri dari 3 komponen dasar, yaitu: profesional SDM yang
dibutuhkan untuk membangun SDM, kegiatan dan kebijakan SDM, serta
kompetensi dan prilaku karyawan. Dilingkungan yang kompetitif saat ini manajer
tidak dapat mengabaikan sifat sistem SDM, kebijakan dan praktek aktual SDM
untuk kesempatan.Manajer biasanya mencoba untuk menciptakan sistem kerja
kinerja tinggi. Manajemen memformulasikan rencana strategi dengan
mengimplikasikan beberapa persyaratan tenaga kerja, berkaitan dengan keahlian,
karakteristik dan prilaku karyawan yang harus diberikan oleh SDM untuk
memberdayakan bisnis agar dapat mencapai tujuan yang telah strategikan
sebelumnya
Ada tujuh tahap dalam penggunaan pendekatan kartu nilai SDM untuk
menciptakan hasil strategic yang berorientasi pada sistem SDM, antara lain:
a) Mendefinisikan strategi bisnis.
b) Menjabarkan nilai rantai perusahaan.
c) Mengidentifikasi keluaran organisasi yang secara strategi dibutuhkan.
d) Mengidentifikasi prilaku dan kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan.
e) Mengidentifikasi aktivitas dan kebijakan sistem SDM yang relevan secara
strategi.
f) Mendesain sistem pengukuran kartu nilai SDM.
g) Evaluasi secara periodik sistem pengukuran.

Di era globalisasi ini kita di tuntut untuk bertindak cepat dalam


menghadapi setiap masalah, terutama pada masalah SDM kita. SDM di
Indonesia masih kalah jauh oleh negara-negara lain, tingkat keefektifan dalam
menghadapi era globalisasi masih rendah atau minim. Di Indonesia saat ini
masih percaya atau memakai SDM asing untuk bisa bersaing dalam
persaingan era globalisasi sekarang ini, orang Indonesia kurang percaya diri
dengan kemampuaannya sendiri bahwa dia mampu bersaing bisnis yang
bertaraf internasional.

Kita pemuda yang akan meneruskan bangsa Indonesia tercinta ini, kita
tidak boleh berdiam diri saja, kita harus bangkit demi memajukan Indonesia,
setidaknya kita tidak tertinggal jauh dengan negara-negara lain dalam bisnis
di internasioanal. Orang Indonesia juga harus sadar bahwa SDM yang
dimilikinya masih kalah jauh dengan SDM asing, oleh karena itu kita harus
lebih kreatif dan inovatif untuk menciptakan produk-produk yang lebih
berkualitas agar bisa bersaing di pangsa pasar internasional.

Jadi, kita tidak boleh hanya jadi manusia komsumtif saja tapi kita juga
harus produktif mengeluarkan produk-produk yang lebih wah lagi
kedepannya. SDM Indonesia juga harus berani menunjukkan kepada dunia
bahwa SDM Indonesia mampu bersaing di perdagangan bebas seperti pada
era globalisasi sekarang ini. Kerja keras tidak akan berhasil apabila kita tidak
pernah berada pada posisi sulit seperti ini, dari sinilah kita belajar bahwa
Indonesia pasti bisa jadi yang terbaik diantara yang terbaik kalau kita mau
meningkatkan SDM kita dan lebih percaya pada SDM orang Indonesia
sendiri untuk bersaing di perdagangan bebas pada saat ini.

Referensi : http://farhandrm.blogspot.co.id/2012/04/sumber-daya-manusia-
berpengaruh-besar.html

4. Otonomi daerah merupakan suatu bentuk perubahan dari masa orde


baru yang waktu itu dipimpin oleh presiden soeharto. Masa pemerintahan
beliau sangat terkenal dengan pemerintahan sentralistiknya, yang
menempatkan pemerintah pusat (Jakarta) sebagai titik yang paling dominan
dalam pembangunan dinegara Republik Indonesia ini dimasa orde baru
tersebut. Namun dimasa Reformasi ini muncul suatu kebijakan UU tentang
otonomi daerah yang dituangkan dalam UU. No. 22 Tahun 1999 Tentang
pemerintahan daerah yang masa itu Indonesia dipimpin oleh Presiden
sementara yaitu B.J. Habibie. Munculnya UU ini membuka jalan bagi
daerah untuk menyelenggarakan pemerintah sendiri atas dasar prakarsa,
kreatifitas dan peran serta masyarakat dalam rangka mengembangkan,
memajukan, serta melaksanakan pembangunan dan memajukan daerah
mereka sendiri. Hal ini juga mendukung peleksanaan demokrasi di lapisan
bawah dan mendorong daerah untuk melaksanakan sendiri apa yang diaggap
penting dan baik dalam perkembangan lingkungan mereka.
Dalam UU No. 22 Tahun 1999 ini terlihat jelas pembagian
kewenangan antara pemerintahan pusat dengan daerah yang berdasarkan
prinsip negara kesatuan Republik Indonesia. Sehingga pemerintah daerah
bisa leluasa mengembangkan daerahnya tanpa ada pengaruh atau intervensi
dari luar. Namun walaupun diberi kewenangan pemerintah daerah
khususnya daerah otonom harus mempertanggung jawabkan kinerjanya
untuk keberhasilan maupun kegagalannya. Sehingga hal ini dapat membuat
pemerintah pusat lebih relaks, cukup dengan memberi dukungan serta
mengawasi kinerja pemerintah daerah tersebut.
Undang-undang ini juga memberi penguatan kepada lembaga
legeslatif melalui penajaman fungsi dan perluasan hak-haknya, yang mana
DPRD sekarng mempunyai fungsi membentuk atau membuat peraturan
daerah (legislasi), menetapkan APBD (budget) serta melaksanakan
pengawasan terhadap kinerja pemerintahan. Sehingga pihak eksekutif harus
mempertanggung jawabkan kinerjanya kepada eksekutif.
Dalam UU No. 22 Tahun 1999 Provinsi mempunyai kedudukan
sebagai daerah dekonsentrasi yang merupakan perpanjangan tangan dari
Pemerintahan Pusat. Ketentuan yang kurang jelas ini bisa menyebabkan
kekurang senangan Pemerintahan Provinsi melihat penempatan otonomi
pada Kabupaten atau Kota. Karena peran Gubernur dalam UU tersebut tidak
begitu jelas, sehingga Gubernurpun bisa menjadi bingung terhadap apa yang
akan dilakukannya. Hal ini terjadi karena dalam UU telah dinyatakan daerah
Provinsi tidak memiliki hubungan yang hirarkis lagi dengan Pemerintahan
daerah Kabupaten atau Kota. Dampak psikologis dari ketentuan ini dapat
berakibat daerah Kabupaten atau Kota kurang bahkan tidak lagi
menghormati keberadaan Gubernur sebagai Wakil Pemerintahan di Daerah.

Dengan demikian Kabupaten atau Kota dalam hal ini bisa


berhubungan langsung dengan Pemerintahan Pusat tanpa melalui
Pemerintahan Provinsi terlebih dahulu. Namun jika dipikir secara logita hal
ini sebenarnya tentu akan menyulitkan pemerintah pusat, bagaimana tidak
jika seluruh Kabupaten atau Kota berkoordinasi langsung dengan
Pemerintah Pusat, tentu akan membuat Pemerintahan Pusat sangat
kewalahan mengatasinya. Dan dari itu Gubernurpun pasti akan
mempertanyakan tentang kewengan yang dimikinya, karena apabila hal di
atas terjadi pasti Pemerintahan Provinsi merasa diabaikan dan tidak
memiliki kewengan yang jelas.

Referensi : http://ronibintara.blogspot.co.id/2012/04/otonomi-daerah-
berdasakan-uu-no22-tahun.html

5. Di era perdagangan bebas yang dimulai dengan terbentuknya organisasi


perdagangan dunia (WTO, World Trade Organization) munculnya kesadaran
akan hak kekayaan intelektual sebagai aset yang mendukung perekonomian
telah menjadi perhatian khusus pada masyarakat Internasional, hal ini
ditandai dengan adanya Persetujuan TRIPS (Agreement on Trade Related
Aspect of Intellectual Property Rights) pada tahun 1994, persetujuan
tersebut merupakan lampiran 1-C dari Marrakesh Agreement yang
ditandatangani di Marrakesh, Maroko. TRIPS mengatur tentang standar
minimum peraturan-peraturan mengenai Kekayaan Intelektual bagi negara-
negara anggotanya. Dalam persetujuan tersebut juga mengatur pelaksanaan
TRIPS, pemulihan dan penyelesaian sengketa bagi negara-negara anggota
WTO, dan sifat dari persetujuan TRIPS ini adalah mengikat sebagai
konsekuensi diratifikasinya Agreement Establishing the World Trade
Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia).

Suatu negara dapat melakukan berbagai langkah dalam rangka


melindungi akses kesehatan masyarakat yang diperlukan, hal ini dinyatakan
dalam konvensi internasional yaitu The International Covenant on
Economic, Social and Cultural Rights (the ICESCR), 1966 yaitu pada Pasal
12.2 (c):
The steps to be taken by the States Parties to the present Covenant
to achieve the full realization of this right shall include those necessary for:
(c) The prevention, treatment and control of epidemic, endemic,
occupational and other diseases;

Konvensi tersebut di atas merupakan dasar kuat yang


melatarbelakangi lahirnya Deklarasi Doha, atas permasalahan kesehatan
masyarakat yang timbul di negara-negara berkembang maupun tertinggal.
Dengan pemberlakuan TRIPS bagi negara-negara anggota WTO,
diharapkan negara-negara khususnya negaranegara berkembang dan
tertinggal tetap dapat memanfaatkan fleksibilitas Persetujuan TRIPS seperti
yang diamanatkan dalam Deklarasi Doha dengan sebaik-baiknya terutama
untuk melindungi kesehatan masyarakat, sehingga pengaturan dalam hukum
nasional dapat lebih mengakomodasi kebutuhan tersebut. Selain adanya
pengakuan terhadap hak asasi manusia untuk mempertahankan hidup dan
mendapatkan kesehatan, dalam konstitusi negara Indonesia juga mengatur
pengakuan terhadap hak-hak tersebut yaitu pada Pasal 28A dan Pasal 28 H
ayat (1) UUD 1945.
Pengakuan atas hak-hak dalam pasalpasal tersebut dapat menjadi
batas bagi pengakuan terhadap hak pribadi seperti yang dinyatakan dalam
Pasal 28 C ayat (1) dan Pasal 28 H ayat (4) UUD 1945. Dengan demikian
pengakuan atas hak kepemilikan pribadi dan hak untuk mendapatkan
manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi tidaklah bersifat mutlak.

Referensi : -Tesis-Rani-Nuradi-Fleksibilitas-TRIPS-Terhadap-Kesehatan-
Masyrakat

6. Dalam kondisi inflasi tinggi yang masih membayang, maka akan


terjadi stagflasi, yaitu resesi dan inflasi sekaligus. Dampaknya akan sangat
berat bagi masyarakat dan tentunya sangat tidak diharapkan sebab akan
memicu masalah sosial yang bertensi tinggi.
Pernyataan tentang kondisi resesi yang dialami Indonesia tidak semata
didasarkan pada definisi resesi pada tataran teoritis, tetapi juga pada fakta
di lapangan. Secara kasat mata, terjadi kelesuan transaksi di pasar. Ini
tidak hanya dialami oleh bisnis kebutuhan tersier dan sekunder, tetapi juga
bisnis kebutuhan primer yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Para penjual sembako telah merasakan turunnya pendapatan mereka secara
cukup signifikan.

Penurunan daya beli masyarakat Indonesia saat ini disebabkan


berbagai permasalahan, antara laian pelemahan pertumbuhan ekonomi
China yang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia, penurunan nilai
Rupiah, kegagalan kebijakan hilirisasi industri dan local content selama
beberapa dekade terakhir, gonjang-ganjing politik yang mengganggu
ekonomi, dan sebagainya. Seiring dengan pembenahan akar permasalahan
yang ada, dibutuhkan langkah cepat agar Indonesia keluar dari resesi saat
ini. Langkah cepat untuk mengatasi resesi saat ini adalah intervensi
pemerintah lewat belanja yang lebih besar dan cepat di pasar untuk
mengimbangi penurunan daya beli masyarakat dan sektor swasta.
Sayangnya, kondisi penerimaan pajak saat ini yang relatif rendah akan
menghambat upaya pemerintah tersebut. Oleh sebab itu, butuh terobosan
untuk mendanai belanja intervensi pemerintah.

Pada beberapa waktu terakhir, pembiayaan eksternal pemerintah


salah satunya diperoleh lewat penjualan obligasi pemerintah kepada
masyarakat dalam negeri. Kebijakan ini baik untuk mengurangi utang luar
negeri, tetapi secara ekonomi menimbulkan crowding out, yaitu rebutan
dana antara pemerintah dan sektor swasta dalam negeri atas dana
masyarakat. Akibatnya biaya dana perbankan dan suku bunga kredit
bertengger pada level yang relatif tinggi.

Cara untuk mengatasi crowding out adalah melalui pembelian


obligasi pemerintah oleh Bank Indonesia (BI). Ini mirip dengan
kebijakan quantitative easing yang diterapkan oleh bank sentral Amerika
Serikat, namun yang dibeli adalah obligasi pemerintah, bukannya surat
berharga perusahaan. Cara ini lebih efektif ketimbang BI membeli surat
berharga perusahaan sebab dana tersebut dapat mudah mengalir ke luar
negeri oleh perusahaan-perusahaan penerima stimulus.

Akibatnya dampak positif quantitative easing menjadi lambat


terwujud sebagai dialami Amerika Serikat.
Quantitative easing lewat pembelian obligasi pemerintah oleh BI akan
mengurangi aliran dana ke luar negeri dan membuat pemerintah dapat
memperbesar dan mempercepat realisasi belanja. Dengan demikian dapat
menutup penurunan daya beli masyarakat sekaligus dapat meningkatkan
pendapatan masyarakat.

Dana untuk membeli obligasi pemerintah dapat diperoleh BI lewat


pencetakan uang. Kebijakan ini dapat meningkatkan inflasi namun
sepanjang hal tersebut dilakukan secara terukur, maka dampak inflasinya
tidak besar dan dapat ditutup oleh peningkatan pendapatan masyarakat dari
stimulus belanja pemerintah. Selain itu, dalam konteks ekonomi secara
luas, lebih baik terjadi peningkatan inflasi secara terkendali dibanding
terjadi resesi ataupun depresi karena efek negatif resesi dan depresi jauh
lebih berat.

Referensi : http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/02/409458/masuk-
tahap-resesi-indonesia-butuh-kebijakan-stimulus

7. Materi mengenai Menejemen Sumber Daya Manusia yang saya


dapatkan selama ini sangatlah berpengaruh dalam membentuk pola piker
saya untuk kemajuan perusahaan. Ilmu dari pengalaman yang dibagikan
melalui kuliah selaras dengan teori yang ada.
Aspek Kognitif :

1. Dengan mempelajari MSDM ini saya mendapatkan banyak pelajaran


berharga yang nantinya dapat berguna untuk saya kedepannya. selain itu
juga pelajaran MSDM ini juga mengajarkan banyak hal mengenai aspek-
aspek apa yang perlu diperhatikan didalam berorganisasi dan juga didalam
memanage bawahan.
2. Dan juga dengan mempelajari MSDM ini saya mengetahui masalah-
masalah apa saja yang bisa terjadi didalam perusahaan, masalah-masalah
mengenai karyawan, dan juga apa saja yang dapat menunjang keberhasilan
dan kesuksesan perusahaan.
3. Selain itu juga dari tugas lapangan yang diberikan oleh Pak Julius Runtu
untuk mewawancarai karyawan tingkat bawah dan juga supervisor, saya
dapat mengetahui banyak hal yang tidak saya ketahui sebelumnya, dimulai
dari bagaimana pengaruh lingkungan kerja, atasan, divisi dan juga gaji
untuk menunjang kesejahteraan karyawan dan bagaimana karir didalam
perusahaan yang membuat karyawan tersebut bertahan.

AspekAfektif:
1. dengan mempelajari MSDM ini saya merasakan bagaimana susahnya
menjadi seorang karyawan, dan juga tidaklah gampang bekerja didalam
dunia kerja yang sekarang ini memiliki banyak persaingan. selain itu juga
saya dapat mengetahui tanggung jawab yang besar yang harus dipegang
oleh seorang supervisor agar mampu memimpin divisi yang dia pegang,
dan bagaimana harus mengerti apa keinginan dan juga keluhan
karyawannya.
2. nantinya saya ingin memiliki pekerjaan yang sesuai dengan apa yang
saya suka, dan juga saya ingin nantinya perusahaan dapat menghargai
kinerja saya dan memberikan fasilitas yang sesuai dan dapat menunjang
karir saya kedepannya.
AspekPsikomotorik
1. Saya nantinya akan mempraktekkan apa saja yang sudah saya dapat
didalam MSDM , yang pastinya telah menambah pengetahuan saya dalam
mengelola SDM ataupun dalam bekerja nantinya. sehingga hal-hal yang
menjadi halangan nantinya dapat sedikit dikurangin, begitu pula dengan
kesalahan-kesalahan yang dapat berkurang seiring dengan pengetahuan
yang saya dapatkan dari perkuliahan MSDM ini.

Kedepannya saya berharap dapat menerapkan ilmu MSDM ini


untuk memajukan perusahaan saya saat ini, dan jug adapt berbagi ilmu
dengan sejawat saya.