Anda di halaman 1dari 19

TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER

MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Oleh:

Ulin Noha

NPM : 15420052

Dosen

Dr. Marsal Usman, Drs.,M.Kes

KELAS MPK A

PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MALAHATI
TAHUN 2016
1. Dua domain utama Manajemen Sumber Daya Manusia adalah
perencanaan/rekrutmen tenaga kerja dan retensi pegawai. Jelaskan beberapa
fungsi Sumber Daya Manusia yang termasuk dalam masing-masing domain
tersebut dan jelaskan manfaatnya bagi MSDM.
2. Definisikan istilah berikut : kelelahan kerja, kepuasan kerja, retensi dan
penggantian pegawai (turnover). Mengapa istilah tersebut penting dalam
mengatur tenaga kesehatan yang professional?
3. Bagaimana pengaruh Globalisasi terhadap pengembangan sumber daya
manusia, khususnya SDM Kesehatan. Jelaskan dengan data-data yang
saudara ketahui.
4. Bagaimana SDM Kesehatan merespon UU.No.22/1999 dan UU.No.25/1999
dilingkungan kerja Sdr (Dinkes, Rumah Sakit dan Puskesmas), dan menurut
sdr apakah sudah sesuai dengan program menuju MDGs 2015?
5. Fleksibilitas development staf, karena mereka telah dipersiapkan untuk dapat
bekerja di berbagai bagian organisasi, dapat merupakan investment yang
mahal. Bagaimana sdr merancang minimalisasi cost, namun tetap dengan
hasil yang sesuai dengan design pengembangan performance staf sdr. Apa
risiko sdr dengan kebijakan itu?
6. Indonesia mungkin akan mengalami resesi berat. Seandainya itu terjadi,
strategi apakah yang sdr pikirkan untuk meningkatkan atau paling tidak
menjaga performance organisasi sdr, mengingat sdr tidak mungkin
mengabaikan kondisi eksternal organisasi
7. Beri komentar, kritik, analisis, harapan tentang kuliah MSDM yang sdr ikuti
selama satu semester ini. Diharapkan komentar sdr adalah komentar yang
jujur.

1. Sumber daya manusia paling penting dalam usaha


organisasi untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Sumber daya manusia
ini menunjang organisasi dengan karya, bakal, kreativitas dan dorongan
betapaun sempurnanya aspek teknologi dan ekonomi, tanpa aspek manusia
sulit kirannya tujuan-tujuan organisasi dapat dicapai.

Perusahaan menggunakan tenaga kerja dalam artian masyarakat telah


menunjukkan perhatian yang meningkat terhadap aspek manusia
tersebut. Nilai-nilai manusia semakin diseleraskan dengan aspek-aspek
teknologi maupoun ekonomi. Dengan demikian, fokus yang dipelajari
manajemen sumber daya manusia ini hanyalah masalah yang berhubungan
dengan tenaga kerja manusia saja.

Berikut ini Manullang M, Manajemen Personalia (2003 : 17)


memberikan definisi manajemen sumber daya manusia menyatakan bahwa
manajemen sumber daya manusia adalah seni dan ilmu perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan dan pengawasan dari sumber daya manusia
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Selanjutnya Alex S. Nitisemito, Manajemen Personalia (2000 : 10)


mengemukakan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu ilmu
dan seni untuk melaksanakan antara lain, planning, organizing, leading,
controllong, sehingga efektivitas dan efisiensi sumber daya manusia dapat
ditingkatkan semaksimal mungkin dan mencapai tujuan.

Dengan memperhatikan uraian di atas, maka jelaslah bahwa pokok


dalam manajemen sumber daya manusia ialah adanya tujuan yang
ditetapkan terlebih dahulu, kemusian diusahakan untuk mencapainya. Untuk
mencapai tujuan tersebut maka digunakan tenaga orang lain yang
menggunakan sumber lain yaitu natural resource. Dengan demikian seorang
manajer dalam usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tidak
bekerja sendiri tetapi menggunakan tenaga orang lain atau bawahannya. Dan
usaha seperti itu merupakan suatu proses yang sistematis dalam melakukan
sesuatu. Oleh karena itu menurut uraian di atas, planning, organizing,
leading dan controlling merupakan fungsi pada manajemen sumber daya
manusia.

Selanjutnya, sesuai dengan gambaran manajemen sumber daya


manusia diberikan uraian secara garis besarnya mengenai fungsi manajemen
sumber daya manusia tidak lain adalah untuk meningkatkan daya guna kerja
dengan memperhatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepuasan
bekerja sehingga dapat terciptanya suatu kerja sama yang baik.

B. Flippo Principle of Personal Management (1999 : 5) menyatakan


bahwa manajemen sumber daya manusia adalah merupakan gabungan dari
fungsi-fungsi operatif di bidang sumber daya manusia. Fungsi manajemen
sumber daya manusia yang dimaksud yaitu :
a. Pengadaan tenaga kerja (procurement)
Fungsi ini berhubungan dengan usaha untuk mendapat tenaga kerja
dalam jumlah dan kualitas yang butuhkan, penentuan calon karyawan,
mengadakan seleksi dan penempatan karyawan.
b. Pengembangan (development)
Fungsi manajemen sumber daya manusia berhubungan dengan
peningkatan kecakapan tenaga kerja yang sudah ada dengan jelas
memberikan latihan intensif, yang sudah ada dengan jelas memberikan
latihan insentif, sehingga diharapkan dapat menduduki jabatan yang lebih
tinggi yang dituntut akan keahlian tertentu serta dapat menyesuaikan diri
dengan perkembangan teknologi dan cara kerja yang efisien.
c. Kompensasi (compensation)
Kompensasi berfungsi dalam kaitannya dengan inti pembahasan
mengenai penetapan balas jasa yang wajar dan dirasakan adil oleh setiap
pekerja, sehingga diharapkan adanya motivasi dalam diri tiap pekerja untuk
meningkatkan prestasi kerjanya.
d. Intergrasi (integration)
Fungsi ini merupakan upaya kepentingan antara pihak majikan balas
jasa maupun harga diri kemudian dicarikan penyelesaian guna tercapainya
suasana aman dan tenteram.
e. Pemeliharaan (maintenance)
Fungsi pemeliharaan merupakan pengrealisasian dari empat fungsi
terdahulu dalam usaha untuk mempertahankan, memelihara dan
memperbaiki kondisi dari pada pekerja.

Referensi : http://nanangbudianas.blogspot.co.id/2013/02/pengertian-
dan-fungsi-manajemen-sumber.html

2. Menurut Mc Farland kelelahan kerja merupakan suatu kelompok gejala


yang berhubungan dengan adanya penurunan efisiensi kerja, keterampilan
serta peningkatan kecemasan atau kebosanan. (Hotmatua, 2006).Kelelahan
kerja ditandaioleh adanya perasaan lelah, output menurun, dan kondisi
fisiologis yang dihasilkandari aktivitas terus-menerus. (Anastesi,
1993).Kelelahan akibat kerja sering kali diartikan sebagai menurunnya
efisiensi, performans kerja dan berkurangnya kekuatan / ketahanan fisik
tubuh untuk terus melanjutkan yang harus dilakukan (Wignjosoebroto,
2000).

Tiffin berpendapat bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap


dari karyawan terhadap pekerjaannya sendiri, situasi kerja, kerjasama antara
pemimpin dengan karyawan. Pengertian kepuasan kerja yang dikemukakan
oleh Blum merupakan sikap umum yang merupakan hasil dari beberapa
sikap khusus terhadapfaktor-faktor pekerjaan, penyesuaian diri, dan
hubungan sosial individual di luar kerja (Asad, 1998).

Handoko mengemukakan kepuasan kerja adalah keadaan emosional


yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi para karyawan
memandang pekerjaan mereka. Kepuasan kerja mencerminkan perasaan
seseorang terhadap pekerjaannya. Ini tampak dalam sikap posotif keryawan
terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan
kerjanya. (Sutrisno, 2009) Howell dan Dipboye (1986) yang dikutip oleh
Munandar (2001) memandang bahwa kepuasan kerja sebagai hasil
keseluruhan dari derajat suka atau tidak sukanya tenaga kerja terhadap
pekerjaannnya. Dengan kata lain kepuasan kerja mencerminkan sikap
tenaga kerja terhadap pekerjaannya.

Tingginya tingkat turnover tenaga kerja dapat diprediksi dari seberapa


besar keinginan berpindah yang dimiliki anggota (staff) suatu organisasi
atau perusahaan. Penelitian-penelitian dan literatur yang ada menunjukkan
bahwa keinginan berpindah seseorang terkait erat dengan kepuasan gaji,
kepuasan kerja dan komitmen organisasional. Salah satu fungsi yang
penting pada manajemen sumber daya manusia adalah fungsi pemeliharaan
disamping fungsi lainnya yaitu fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan,pengendalian, pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, kedisiplinan dan pemberhentian.

Fungsi pemeliharaan adalah bagaimana menciptakan kondisi kerja agar


karyawan tetap komitmen pada organisasi hingga pensiun. Dengan adanya
fungsi pemeliharaan dalam manajemen sumber daya manusia, secara
langsung atau tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan,
kenyamanan dalam bekerja dan akan meningkatkan retensi (tidak keluar/
bertahan) karyawan disuatu perusahaan (Hasibuan, 2000). Retensi karyawan
khususnya tenaga perawat bertujuan untuk (1) stabilitas kuantitas dan
kualitas tenaga perawat, (2) mempertahankan kualitas produksi atau kualitas
asuhankeperawatan, (3) mengurangi pengeluaran dana dan (4) menjaga
moral tenaga perawat yang ada (Gillies, 1994).

Referensi : jtptunimus-gdl-mardekawat-5786-1-bab1re-I

3. Sumberdaya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci


dalam reformasi ekonomi, yakni bagaimana menciptakan SDM yang
berkualitas dan memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam
persaingan global yang selama ini kita abaikan. Dalam kaitan tersebut
setidaknya ada dua hal penting menyangkut kondisi SDM Indonesia, yaitu:
Pertama adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan
kerja. Jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama
(1998) sekitar 92,73 juta orang, sementara jumlah kesempatan kerja yang
ada hanya sekitar 87,67 juta orang dan ada sekitar 5,06 juta orang
penganggur terbuka. Angka ini meningkat terus selama krisis ekonomi yang
kini berjumlah sekitar 8 juta. Kedua, tingkat pendidikan angkatan kerja yang
ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia
masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah
tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan
rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor
ekonomi.

Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan


sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi
lulusan perguruan tinggi. Sementara di sisi lain jumlah angkatan kerja
lulusan perguruan tinggi terus meningkat. Sampai dengan tahun 2000 ada
sekitar 2,3 juta angkatan kerja lulusan perguruan tinggi. Kesempatan kerja
yang terbatas bagi lulusan perguruan tinggi ini menimbulkan dampak
semakin banyak angka pengangguran sarjana di Indonesia. Menurut catatan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Depdiknas angka
pengangguran sarjana di Indonesia lebih dari 300.000 orang.

Fenomena meningkatnya angka pengangguran sarjana seyogyanya


perguruan tinggi ikut bertanggungjawab. Fenomena penganguran sarjana
merupakan kritik bagi perguruan tinggi, karena ketidakmampuannya dalam
menciptakan iklim pendidikan yang mendukung kemampuan wirausaha
mahasiswa. Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan
yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja
yang memadai. Itu sebabnya keberhasilan pembangunan yang selama 32
tahun dibanggakan
dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 7%, hanya berasal dari pemanfaatan
sumberdaya alam intensif (hutan, dan hasil tambang), arus modal asing
berupa pinjaman dan investasi langsung. Dengan demikian, bukan berasal
dari kemampuan manajerial dan produktivitas SDM yang tinggi.
Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini
merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas
SDM dalam menghadapi persaingan ekonomi global.

Kenyataan ini belum menjadi kesadaran bagi bangsa Indonesia untuk


kembali memperbaiki kesalahan pada masa lalu. Rendahnya alokasi APBN
untuk sektor pendidikan tidak lebih dari 12% pada pemerintahan di era
reformasi. Ini menunjukkan bahwa belum ada perhatian serius dari
pemerintah pusat terhadap perbaikan kualitas SDM. Padahal sudah saatnya
pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah secara serius membangun
SDM yang berkualitas. Sekarang bukan saatnya lagi Indonesia membangun
perekonomian dengan kekuatan asing. Tapi sudah seharusnya bangsa
Indonesia secara benar dan tepat memanfaatkan potensi sumberdaya daya
yang dimiliki (resources base) dengan kemampuan SDM yang tinggi
sebagai kekuatan dalam membangun perekonomian nasional.
Pengangguran merupakan masalah bangsa yang tidak pernah selesai. Ada
tiga hambatan yang menjadi alasan kenapa orang tidak bekerja, yaitu
hambatan kultural, kurikulum sekolah, dan pasar kerja. Hambatan kultural
yang dimaksud adalah menyangkut budaya dan etos kerja. Sementara yang
menjadi masalah dari kurikulum sekolah adalah belum adanya standar baku
kurikulum pengajaran di sekolah yang mampu menciptakan dan
mengembangkan kemandirian SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia
kerja. Sedangkan hambatan pasar kerja lebih disebabkan oleh rendahnya
kualitas SDM yang ada untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Ekonomi abad ke-21, yang ditandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan
suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di
seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan
tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi yang sudah pasti
dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya
efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi yang
menyangkut hubungan intraregional dan internasional akan terjadi
persaingan antarnegara. Indonesia dalam kancah persaingan global menurut
World Competitiveness Report menempati urutan ke-45 atau terendah dari
seluruh negara yang diteliti, di bawah Singapura, Malaysia, Cina, Filipina,
dan Thailand.

Pembiayaan. Perusahaan global mempunyai akses untuk memperoleh


pinjaman atau melakukan investasi (baik dalam bentuk portofolio ataupun
langsung) di semua negara di dunia. Sebagai contoh, PT Telkom dalam
memperbanyak satuan sambungan telepon, atau PT Jasa Marga dalam
memperluas jaringan jalan tol telah memanfaatkan sistem pembiayaan
dengan pola BOT (build-operate-transfer) bersama mitrausaha dari
mancanegara. Tenaga kerja. Perusahaan global akan mampu memanfaatkan
tenaga kerja dari seluruh dunia sesuai kelasnya, seperti penggunaan staf
profesional diambil dari tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman
internasional dan\atau buruh diperoleh dari negara berkembang. Dengan
globalisasi maka human movement akan semakin mudah dan bebas.
Jaringan informasi. Masyarakat suatu negara dengan mudah dan cepat
mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan
teknologi, antara lain melalui: TV, radio, media cetak dan lain-lain. Dengan
jaringan komunikasi yang semakin maju telah membantu meluasnya pasar
ke berbagai belahan dunia untuk barang yang sama. Sebagai
contoh KFC, Hoka Hoka Bento, Mac Donald, dll melanda pasar di mana-
mana. Akibatnya selera masyarakat dunia baik yang berdomisili di kota
maupun di desa menuju pada selera global.
Perdagangan, hal ini terwujud dalam bentuk penurunan dan penyeragaman
tarif serta penghapusan berbagai hambatan nontarif. Dengan demikian
kegiatan perdagangan dan persaingan menjadi semakin ketat dan fair.
Dengan kegiatan bisnis korporasi di atas dapat dikatakan bahwa globalisasi
mengarah pada meningkatnya ketergantungan ekonomi antarnegara melalui
peningkatan volume dan keragaman transaksi antarnegara dalam bentuk
barang dan jasa, aliran dana internasional, pergerakan tenaga kerja dan
penyebaran teknologi informasi yang cepat. Sehingga secara sederhana
dapat dikemukakan bahwa globalisasi secara hampir pasti telah merupakan
salah satu kekuatan yang memberikan pengaruh terhadap bangsa,
masyarakat, kehidupan manusia, lingkungan kerja dan kegiatan bisnis
corporate di Indonesia. Kekuatan ekonomi global menyebabkan bisnis
korporasi perlu melakukan tinjauan ulang terhadap struktur dan strategi
usaha serta melandaskan strategi manajemennya dengan base
entrepreneurship, cost efficiency dan competitive advantages.
Masalah daya saing dalam pasar dunia yang semakin terbuka merupakan isu
kunci dan tantangan yang tidak ringan. Tanpa dibekali kemampuan dan
keunggulan saing yang tinggi niscaya produk suatu negara, termasuk produk
Indonesia, tidak akan mampu menembus pasar internasional. Bahkan
masuknya produk impor dapat mengancam posisi pasar domestik. Dengan
kata lain, dalam pasar yang bersaing, keunggulan kompetitif merupakan
faktor yang desisif dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Oleh karena
itu, upaya meningkatkan daya saing dan membangun keunggulan kompetitif
bagi produk Indonesia tidak dapat ditunda-tunda lagi dan sudah selayaknya
menjadi perhatian berbagai kalangan, bukan saja bagi para pelaku bisnis itu
sendiri tetapi juga bagi aparat birokrasi, berbagai organisasi dan anggota
masyarakat yang merupakan lingkungan kerja dari bisnis corporate.
Referensi : http://iyasyusuf.blogspot.co.id/2012/03/pengaruh-globalisasi-
terhadap.html
4. Dari sudut pandang negara, demokrasi mengajarkan partisipasi sangat
dibutuhkan untuk membangun pemerintahan yang akuntabel, transparan dan
responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tiadanya partisipasi menabur
pemerintahan yang otoriter dan korup, dari sisi masyarakat, partisipasi
adalah kunci pemberdayaan, atau penguatan peran. Partisipasi memberikan
ruang dan kapasitas masyarakat untuk kebutuhan dan hak-hak mereka,
mengembangkan potensi dan prakarsa lokal, mengefektifkan peran
masyarakat serta membangun kemandirian masyarakat.

Dalam konteks governance, partisipasi menempatkan pada posisi yang


sebenarnya Pertama; masyarakat bukanlah hamba (client) melainkan
sebagai warga negara (citizen). Jika hamba memperlihatkan kepatuhan
secara total, maka konsep warga negara menganggap bahwa setiap individu
adalah pribadi yang utuh dan mempunyai hak penuh untuk memiliki.
Kedua; masyarakat bukan dalam posisi yang diperintah tetapi sebagai
partner pemerintah dalam mengelola pemerintahan dan pembangunan.
Ketiga: partisipasi bukanlah pemeberian pemerintah tetapi sebagai hak
warga negara. Keempat: masyarakat bukan sebagai sekedar objek pasif
penerima manfaat kebijakan pemerintah, tetapi sebagai aktor atau subjek
yang aktif menentukan kebijakan.

Desentralisasi merupakan simbol adanya kepercayaan dari pemerintah


pusat kepada pemerintah daerah. Dalam konsep desentralisasi, peran
pemerintah pusat adalah mengawasi, memantau, dan mengevaluasi
pelaksanaan otonomi daerah. Tujuan yang hendak dicapai dengan
diterapkannya otonomi daerah yaitu untuk memperlancar pembangunan
diseluruh pelosok tanah air secara merata tanpa ada pertentangan, sehingga
pembangunan daerah merupakan pembangunan nasional secara menyeluruh.
Melalui otonomi diharapkan daerah akan lebih mandiri dalam menentukan
setiap kegiatannya tanpa ada intervensi dari pemerintah pusat. Pemerintah
daerah diharapkan mampu membuka peluang memajukan daerahnya dengan
melakukan identifikasi sumber-sumber pendspatan dan mampu menetapkan
belanja daerah secara efisien, efektif, dan wajar.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka konsep otonomi yang diterapkan
adalah :
a) Penyerahan sebanyak mungkin kewenangan pemerintah pusat dalam
hubungan domestik kepada pemerintan daerah. Kecuali untuk
bidang politik luar negeri, pertahanan, keagamaan, serta bidang
keuangan dan moneter. Dalam konteks ini, pemerintah daerah
terbagi atas dua ruang lingkup, yaitu daerah kabupaten dan kota, dan
propinsi.
b) Penguatan peran dprd sebagai representasi rakyat.
c) Peningkatan efektifitas fungsi pelayanan melalui pembenahan
organisasi dan institusi yang dimiliki, serta lebih responsif terrhadap
kebutuhan daerah.
d) Peningkatan efisiensi administrasi keuangan daerah serta pengatuan
yang lebih jelas atas sumber-sumber pendapatan daerah. Pembagian
pendapatan dari sumber penerimaan yang berkaitan dengan
kekayaan alam, pajak dan retribusi.
e) Pengaturan pembagian sumber-sumber pendapatan daerah serta
pemberian keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk menetapkan
prioritas pembangunan serta optimalisasi upaya pemberdayaan
masyarakat.
f) Perimbangan keuangan antara pusat dengan daerah yang merupakan
suatu system pembiayayaan penyelenggaraan pemerintah yang
mencakup pembagian keuangan antara pemerintah pusat dengan
daerah serta pemerataan antar daerahsecara proposional.

Referensi : http://ronibintara.blogspot.co.id/2012/04/otonomi-daerah-
berdasakan-uu-no22-tahun.html

5. Minimalisasi Biaya dan Efisiensi- Salah satu strategi yang dilakukan


individu atau organisasi untuk meningkatkan wealth atau kesejahteraan
adalah dengan meminimalisasi biaya. Adapun, bentuk strategi minimalisasi
biayaini, yang oleh Oliver Williamson (seorang pakar transactions cost
economics dan pemenang hadiah Nobel Ekonomi tahun 2009) disebut
sebagai economizing strategy, berfokus pada langkah-langkah dan
upaya minimalisasi biaya melalui upaya minimalisasi aktivitas yang
menimbulkan biaya tersebut serta upaya maksimalisasi aktivitas yang
berpotensimeminimalisasi biaya tersebut (Prasetyo, 2010).

Efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai
untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang
waktu, tenaga, biaya), mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat,
berdaya guna, bertepat guna.Sedangkan definisi dari efisien adalah
penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang
optimum.Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah
ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk
mencapai tujuan-tujuan tersebut.Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan
penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran
yang diterima (Wibisono, 2010).

Efisiensi dalam ilmu ekonomi digunakan untuk merujuk pada


sejumlah konsep yang terkait pada kegunaan pemaksimalan serta
pemanfaatan seluruh sumber daya dalam proses produksi barang dan jasa.
Sebuah sistem ekonomi dapat disebut efisien bila memenuhi kriteria berikut
(Anonima, 2010) :

a. Tidak ada yang bisa dibuat menjadi lebih makmur tanpa adanya
pengorbanan.
b. Tidak ada keluaran yang dapat diperoleh tanpa adanya peningkatkan
jumlah masukan.
c. Tidak ada produksi bila tanpa adanya biaya yang rendah dalam satuan unit.
Keuntungan akan didapat apabila harga jual melebihi biaya
produksi, sedangkan harga jual yang rendah memungkinkan untuk
memenangkan persaingan, seandainya harga telah ditentukan sebagai
sarana untuk keunggulan bersaing maka kemampuan fungsi operasi
dituntut untuk berproduksi dengan biaya yang serendah mungkin atau
efisiensi dengan produktivitas tinggi. Karena itu, penentuan lokasi,
rancang bangun produk, penggunaan peralatan, kinerja buruh, pengelolaan
inventory penggunaan teknologi dan sebagainya mempunyai dampak pada
besar kecilnya biaya produksi (Sumayang, 2003).

Menurut Sumayang (2003), bahwa biaya biasanya dapat dikurangi melalui


usaha-usaha sebagai berikut:

Pengalaman para pekerja yang ditingkatkan melalui efek pembelajaran


atau learning effect, peningkatan keahlian dan keterampilan melalui
spesialisasi pekerjaan.

Perbaikan dalam metode, peralatan, rancang bangun produk, pengelolaan


inventory, tata ruang, arus produksi, penerapan economic of scale dan
perbaikan dalam struktur organisasi.

Keseluruhan usaha perbaikan dan peningkatan ini disebut


organizational learning dalam rangka peningkatan efisiensi yang tentunya
memerlukan biaya investasi yang besar tetapi akan memberikan manfaat
penekanan biaya operasi selanjutnya. Bagaimana pun biaya adalah suatu
faktor penentu sebagai penunjang kelangsungan hidup perusahaan
(Sumayang, 2003).
Referensi : http://bubustblog.blogspot.co.id/2012/02/minimalaisasi-biaya-
dan-efisiensi.html

6. Hancurnya perekonomian Amerika Serikat sebagai kekuatan utama


ekonomi dunia, yang dimulai dengan macetnya kredit kepemilikan rumah
skala kecil (subprime mortage), yang mengakibatkan jatuhnya perusahaan
investasi skala besar seperti Lehmann Brothers, mengakibatkan ekonomi
global dapat dibilang sedang berada dalam masa resesi ekonomi, definisi
resesi ekonomi menurut National Bureau of Economic Research (NBER)
adalah penurunan yang signifikan dalam aktifitas ekonomi, yang tersebar di
keseluruhan ekonomi, berlangsung lebih dari beberapa bulan, yang terlihat
nyata dalam nilai PDB (Produk Domestik Bruto) Riil, dengan kata lain
resesi ekonomi adalah penurunan dalam jumlah signifikan, aktifitas
ekonomi di suatu negara, seperti penurunan tingkat produksi, dan penurunan
tingkat konsumsi, yang pada akhirnya menyebabkan krisis ekonomi suatu
negara.

Tingkat pertumbuhan ekonomi negara berkembang selalu lebih tinggi


dari negara maju, ekonomi Cina bisa tumbuh hingga dua digit (di atas 10%).
Ekonomi Indonesia pun tumbuh di sekitar 6%. Bandingkan dengan
pertumbuhan ekonomi Amerika yang bergerak di kisaran 2%. Dengan
jatuhnya Amerika Serikat sebagai kekuatan utama ekonomi global sekaligus
penarik tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang maka
dapat dipastikan dalam tingkat pertumbuhan ekonomi global di dunia secara
umum akan mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi, sekaligus untuk
kedua kalinya Indonesia akan mengalami krisis ekonomi, Amerika Serikat
merupakan tujuan ekspor terbesar Indonesia, menurunnya permintaan
ekspor dari Amerika Serikat merupakan suatu hal yang dapat dipastikan
mengingat ekonomi Amerika Serikat yang sedang dalam ancaman.

Dengan jumlah penduduk yang meningkat dan tingginya tingkat


pertumbuhan tenaga kerja, setidaknya diperlukan tingkat pertumbuhan
ekonomi sebesar 8% di Indonesia untuk menyerap pertumbuhan tenaga
kerja, sementara tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2007
hanya mencapai 6 %, adanya resesi ekonomi global tentu turut
mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia, para Ahli Ekonomi
telah memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi
karena resesi ekonomi global bahkan ada kemungkinan penurunan
pertumbuhan ekonomi, sehingga pada 2009 nanti kemungkinan besar
pergerakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar diantara 3-6 %,
dengan kata lain Indonesia akan kembali dalam keadaan krisis ekonomi
seperti pada tahun 1996 jika tidak ada instrumen dan manuver-manuver
kebijakan ekonomi yang dapat menanggulangi resesi ekonomi global.

Referensi : http://emirituemon.blogspot.co.id/2009/03/apa-itu-resesi-
ekonomi.html

7.
AspekKognitif:
Setelah mengikuti perkuliahan MSDM, saya banyak belajar tentang bagaimana
cara mengelola SDM dengan baik, mulai dari cara membuat perencanaan SDM,
perekrutan, seleksi, penempatan SDM hingga pelepasan SDM yang baik; juga
sampai cara mengukur apakah proses pengelolaan SDM yang dilakukan sudah
efektif atau efisien. Selain itu, saya dan teman-teman juga belajar berkomunikasi
dengan orang lain yaitu melalui tugas-tugas kelompok dan tugas wawancara, di
mana kami berkesempatan untuk mewancarai karyawan perusahaan baik atasan
maupun bawahan dalam perusahaan. Sehingga saya juga memperoleh banyak
wawasan dan pengetahuan tentang seperti apa masalah yang biasanya dialami
oleh atasan, karyawan, dan perusahaan secara riil.

AspekAfektif:
Saya merasa senang dan puas telah mengikuti perkuliahan MSDM selama ini,
karena hal yang kami pelajari tentunya sangat berguna bagi kita ketika mengelola
SDM di dalam perusahaan. Tugas-tugas yang diberikan selama ini juga tidak berat
dan masih masuk akal, di mana setelah menyelesaikan tugas-tugas tersebut ada
sesuatu yang dapat saya dan teman-teman dapat tarik dan manfaatkan dalam
kehidupan.

AspekPsikomotorik:
Saya akan berusaha untuk menerapkan hal-hal yang telah saya pelajari dari
perkuliahan MSDM ini dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika saya bekerja
nantinya dalam mengelola SDM perusahaan. Dan satu lagi, saya tidak boleh
merasa cepat puas, dan berusaha untuk mengorek lebih banyak pengetahuan dan
menambah lebih banyak pengalaman selama masa kuliah ini agar mampu menjadi
seorang manajer yang berkompetensi dan memiliki kapasitas lebih dalam
mengelola SDMnya.