Anda di halaman 1dari 10

SURVEI MAGNETOTELURIK (MT) DAN TIME DOMAIN ELECTROMAGNETIC (TDEM)

DAERAH PANAS BUMI DOLOK MARAWA, KABUPATEN SIMALUNGUN


PROVINSI SUMATERA UTARA

Asep Sugianto1), Sri Widodo1), Dhonna Yulianty2), dan Tanti Indriani2)


1)
Kelompok Penyelidikan Panas Bumi dan 2)Bidang Sarana Teknik,
Pusat Sumber Daya Geologi

SARI
Survei Magnetotelurik (MT) dan Time Domain Electromagnetic (TDEM) telah dilakukan
di daerah panas bumi Dolok Marawa pada tahun 2015. Secara administrasi daerah tersebut
terletak di Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Manifestasi panas bumi muncul berupa sebaran mata air panas di sekitar Bukit (Dolok) Tinggi
Raja dengan temperatur antara 37oC hingga 65oC. Survei ini bertujuan untuk memperoleh
informasi struktur tahanan jenis bawah permukaan yang berkorelasi dengan sistem panas
bumi. Pengukuran MT dan TDEM telah dilakukan pada 43 titik ukur yang tersebar membentuk
7 lintasan berarah baratdaya-timurlaut dengan jarak antar titik ukur sekitar 500 m.
Hasil survei MT dan TDEM memperlihatkan adanya zona tahanan jenis rendah di
sekitar Dolok Tinggi Raja yang melebar ke arah timur dan selatan. Dari hasil pemodelan
tahanan jenis MT 2D, nilai tahanan jenis rendah tersebut tersebar dari dekat permukaan
hingga kedalaman sekitar 500 m dengan pola memanjang dari baratdaya hingga ke timurlaut.
Nilai tahanan jenis rendah yang berada di sekitar mata air panas Tinggi Raja, Balakbak, dan
Partulatula diinterpretasikan sebagai batuan ubahan yang berperan sebagai batuan penudung
pada sistem panas bumi di daerah ini. Berdasarkan hasil kompilasi dengan data terdahulu,
daerah prospek panas bumi diperkirakan terletak di sekitar Dolok Tinggi Raja melebar ke arah
timur dan selatan dengan luas sekitar 4 km2.

PENDAHULUAN penyelidikan geologi dan geokimia


Daerah panas bumi Dolok Marawa (Setiawan, dkk., 2006), penyelidikan gaya
merupakan salah satu lokasi panas bumi berat dan magnet (Suryakusuma, dkk.,
yang terletak di Pulau Sumatera. Daerah 2006), penyelidikan geolistrik (Zarkasyi,
tersebut berada di sebelah timurlaut Danau dkk., 2006), penyelidikan terpadu geologi,
Toba dan di sebelah tenggara Pembangkit geokimia, dan geofisika (Sundhoro, dkk.,
Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) 2006), dan survei gaya berat dan audio
Sibayak. Secara administrasi termasuk magnetotelurik (Sugianto, dkk, 2015).
kedalam Kecamatan Silau Kahean, Dalam rangka menindaklanjuti penelitian
Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. sebelumnya, maka pada tahun 2015 telah
Keberadaan potensi panas bumi dicirikan dilakukan survei magnetotelurik (MT) dan
dengan munculnya beberapa manifestasi time domain electromagnetic (TDEM).
panas bumi permukaan. Manifestasi Survei ini bertujuan untuk memperoleh
tersebut berupa mata air panas dan kolam informasi struktur tahanan jenis bawah
panas dengan temperatur antara antara permukaan yang berkorelasi dengan
37oC hingga 65oC. Penelitian sistem panas bumi.
kepanasbumian telah banyak dilakukan Metode MT merupakan metode
sejak tahun 1972 hingga sekarang. geofisika yang sering digunakan dalam
Diantaranya inventarisasi dan penyelidikan survei panas bumi karena memiliki
pendahuluan gejala panas bumi di daerah penetrasi yang dalam >5 km dan dapat
Sumatera Utara (Akbar, 1972), mendeteksi lapisan konduktif diantara
lapisan batuan resistif yang tebal (Ushijima, METODE
dkk., 2000). Penggunaan metode MT Metode yang digunakan dalam
dalam eksplorasi panas bumi telah banyak survei ini adalah metode magnetotelurik
dipublikasikan, diantaranya oleh Mulyadi (MT) dan Time Domain Electromagnetic
dan Guntur (1998), Ushijima dkk. (2005), (TDEM). Metode TDEM digunakan untuk
Uchida (2005), Sugianto, dkk. (2010), dan koreksi statik data MT karena data MT yang
Sugianto, dkk. (2011). terukur di lapangan umumnya mengalami
Data MT yang terukur di lapangan distorsi sehingga menimbulkan efek statik.
umumnya mengalami distorsi akibat Pengukuran data MT dan TDEM telah
adanya struktur 3D di dekat permukaan, dilakukan pada 43 titik ukur yang tersebar
sehingga menimbulkan efek statik membentuk 7 lintasan berarah baratdaya-
(Sugianto, 2014). Efek statik atau static timurlaut dengan jarak antar titik ukur
shift tersebut dapat diselesaikan melalui sekitar 500 m (Gambar 3). Sebaran titik
koreksi data MT dengan data time domain ukur MT dan TDEM tersebut didesain
electromagnetic (TDEM), seperti telah sedemikian rupa agar melingkupi seluruh
dibahas antara lain oleh Jones (1988), perkiraan daerah prospek.
Sternberg, dkk. (1988). Karena itu, pada Pemodelan data MT dilakukan
survei ini dilakukan pengukuran MT dan dengan inversi 2D menggunakan algoritma
TDEM, dimana data TDEM akan Non Linear Conjugate Gradient (NLCG)
digunakan untuk mengkoreksi efek statik dari Rodi dan Mackie (2001). Data yang
pada data MT. digunakan dalam pemodelan ini adalah
gabungan dari data MT dan data AMT yang
Geologi dan Manifestasi Panas Bumi juga diambil pada tahun 2015.
Secara geologi daerah Dolok Penggabungan kedua data ini dapat
Marawa didominasi oleh batuan vulkanik memberikan gambaran mengenai struktur
berupa aliran dan jatuhan piroklastik tahanan jenis bawah permukaan yang lebih
produk letusan Toba, lava Sipapagus, lava detail. Sebaran titik MT dan AMT yang
Bahtopu yang berumur Kuarter. Selain digunakan dalam pemodelan diperlihatkan
produk vulkanik ditemukan juga batuan oleh Gambar 3.
sedimen seperti endapan travertin dan Parameter pemodelan meng-
aluvium (Gambar 2). Di sekitar Bahbutala gunakan (a) Smoothing Operator (Tau) 1,
ditemukan batugamping yang berumur (b) Standard Deviation untuk Data Error
Tersier dan diperkirakan sebagai batuan Rho 5% dan Phase 10%, dan (c) Standard
dasar daerah ini. Struktur geologi yang Deviation untuk Error Floor Rho 5% dan
berkembang di daerah ini berupa sesar Phase 10%. Parameter tersebut
yang berarah baratdaya-timurlaut dan merupakan parameter pemodelan yang
baratlaut-tenggara (Setiawan, dkk, 2006). memberikan hasil terbaik setelah dilakukan
Aktivitas panas bumi di daerah ini dicirikan percobaan dengan beberapa kombinasi
dengan munculnya beberapa manifestasi parameter.
panas bumi permukaan. Manifestasi
tersebut berupa mata air panas dan kolam HASIL
air panas dengan temperatur antara 37oC Hasil survei disajikan dalam bentuk
sampai 65oC. Manifestasi tersebut muncul peta tahanan jenis berbagi kedalaman dan
di beberapa lokasi dan menyebar di sekitar penampang model tahanan jenis 2D. Pada
perbukitan (dolok) Tinggi Raja. Di sekitar makalah ini akan disajikan peta tahanan
manifestasi terdapat endapan travertin jenis pada kedalaman 250 m, 500 m, 750
yang tersebar cukup luas. m, 1000 m, dan 2000 m dan penampang
model tahanan jenis 2D lintasan 6 (LG-6) sebagai batas dari zona reservoir panas
dan lintasan 8 (LG-8). Selain itu, disajikan bumi daerah Dolok Marawa.
juga peta Base of Conductor (BOC) Nilai tahanan jenis tinggi >1000
berdasarkan hasil interpretasi batas bawah Ohm.m mulai terlihat pada kedalaman
zona konduktif. Peta BOC tersebut dapat 1000 m. Nilai tahanan jenis tinggi tersebut
digunakan untuk mendelineasi daerah tersebar secara terpisah di sebelah
prospek. baratlaut, timurlaut, dan di sekitar Bukit
Peta tahanan jenis pada kedalaman (Dolok) Tinggi Raja yang diduga sebagai
250 m, 500 m, 750 m, 1000 m, dan 2000 m respon dari batuan terobosan dan/atau
memperlihatkan pola sebaran nilai tahanan batuan dasar berupa batuan metamorf.
jenis yang bervariasi (Gambar 4). Sebaran Sebaran nilai tahanan jenis tinggi ini
nilai tahanan jenis pada kedalaman 250 m semakin meluas pada kedalaman 2000 m
didominasi oleh nilai tahanan jenis rendah dan membentuk kelurusan berarah
<20 Ohm.m. Nilai tahanan jenis rendah baratdaya-timurlaut dan baratlaut-
yang tersebar di sekitar mata air panas tenggara. Pola tersebut ditafsirkan sebagai
Tinggi Raja, Balakbak, dan Partulatula indikasi adanya struktur sesar yang
diinterpretasikan sebagai respon dari menerus hingga kedalaman 2000 m dan
batuan ubahan, sedangkan nilai tahanan menjadi salah satu pengontrol sistem
jenis yang tersebar di sebelah baratlaut, panas bumi di daerah ini.
timurlaut, dan selatan diinterpretasikan Model tahanan jenis 2D pada LG-6
sebagai respon dari batuan piroklastik. dan LG-8 memperlihatkan sebaran nilai
Pada kedalaman 500 m, di sekitar tahanan jenis rendah <20 Ohm.m (zona
manifestasi tersebut terlihat adanya konduktif) dari dekat permukaan hingga
sebaran nilai tahanan jenis sedang 20-50 kedalaman sekitar 500 m (Gambar 5). Zona
Ohm.m. Kondisi ini menunjukkan adanya konduktif tersebut tersebar secara
perubahan nilai tahanan jenis pada menerus dari baratdaya hingga ke timurlaut
kedalaman sekitar 500 m yang dan diinterpretasikan sebagai batuan
diinterpretasikan sebagai batas bawah dari penudung pada sistem panas bumi daerah
zona batuan ubahan. Dolok Marawa.
Pada kedalaman 750 m, nilai Peta BOC memperlihatkan elevasi
tahanan jenis rendah hanya tersebar di batas bawah zona konduktif yang
sebelah timur dan baratdaya mata air mencerminkan kedalaman dari batas
panas Tinggi Raja yang diinterpretasikan bawah batuan penudung. Peta tersebut
sebagai batuan piroklastik jenuh air. Di memperlihatkan tiga kelompok BOC yang
sekitar sebaran mata air panas terdapat memiliki elevasi >-100 m (Gambar 6).
nilai tahanan jenis sedang 100-200 Ohm.m Kelompok pertama tersebar luas dari
yang diduga sebagai respon dari reservoir sekitar Dolok Tinggi Raja melebar ke arah
panas bumi karena nilai tahanan jenis timur dan selatan melingkupi mata air
batuan reservoir umumnya lebih tinggi panas Tinggi Raja, Balakbak, dan
daripada nilai tahanan jenis batuan Partulatula. Kelompok pertama ini diduga
penudung (Johnston, 1992). Zona nilai kuat berkaitan dengan zona prospek panas
tahanan jenis sedang tersebut membentuk bumi karena zona konduktif yang
pola kontur tertutup dengan dibatasi oleh diinterpretasikan sebagai batuan
sebaran nilai tahanan jenis rendah-sedang alterasi/batuan penudung berada di sekitar
<50 Ohm.m. Kontras nilai tahanan jenis sebaran mata air panas. Kelompok kedua
sedang 100-200 Ohm.m dengan tahanan berada di sebelah barat Dolok Tinggi Raja
jenis rendah-sedang <50 Ohm.m diduga yang menyebar dengan pola memanjang
dari utara ke selatan, sedangkan kelompok
ketiga tersebar di sekitar mata air panas batuan ubahan yang berperan sebagai
Bahbotala. batuan penudung. Hasil pemodelan
tahanan jenis MT 2D memperlihatkan
PEMBAHASAN sebaran nilai tahanan jenis rendah dari
Sistem panas bumi di daerah Dolok dekat permukaan hingga kedalaman
Marawa diperkirakan berkaitan dengan sekitar 500 m dengan pola memanjang dari
aktivitas magmatik di bawah Bukit (Dolok) baratdaya hingga ke timurlaut. Pada
Bahtopu yang secara geologi tersusun atas kedalaman sekitar 1000 m terlihat sebaran
batuan andesit. Batuan penudung yang nilai tahanan jenis tinggi (zona resistif)
umumnya dicirikan dengan nilai tahanan yang diinterpretasikan sebagai batuan
jenis rendah (zona konduktif) diperkirakan terobosan dan/atau batu gamping. Peta
berada di sekitar mata air panas Tinggi Base of Conductor memperlihatkan batas
Raja, Balakbak, dan Partulatula yang bawah zona konduktif dengan elevasi >-
tersebar cukup luas dari dekat permukaan 100 m dan berasosiasi dengan batuan
hingga kedalaman sekitar 500 m. penudung terletak di sekitar Bukit Tinggi
Delineasi daerah prospek Raja dan melebar ke arah timur dan
ditentukan dengan kompilasi data geosain. selatan.
Kompilasi tersebut dibuat berdasarkan Berdasarkan kompilasi geosain
hasil pemodelan MT dan peta BOC yang yang meliputi data gaya berat, Audio
telah ditumpangsusunkan dengan hasil Magnetotelurik, Magnetotelurik, dan
survei gaya berat dan AMT (Sugianto, dkk., TDEM, daerah prospek panas bumi
2015). Peta kompilasi geosain diperkirakan berada pada zona anomali
diperlihatkan oleh Gambar 7. Berdasarkan gaya berat residual rendah yang
peta kompilasi tersebut, daerah prospek berasosiasi dengan zona rekahan, zona
panas bumi diperkirakan berada pada zona nilai tahanan jenis sedang dan zona BOC
anomali gaya berat residual rendah yang dengan elevasi >-100 m yang berasosiasi
berasosiasi dengan zona rekahan, zona dengan batas bawah zona konduktif.
nilai tahanan jenis sedang, dan zona BOC Daerah prospek tersebut terletak di sekitar
dengan elevasi >-100 m yang berasosiasi Bukit (Dolok) Tinggi Raja melebar ke arah
dengan batas bawah zona konduktif. timur dan selatan dengan luas sekitar 4
Daerah prospek tersebut terletak di sekitar km2.
Bukit (Dolok) Tinggi Raja melebar ke arah
timur dan selatan dengan luas sekitar 4 UCAPAN TERIMA KASIH
km2. Penulis menyampaikan apresiasi
yang setinggi-tingginya kepada seluruh
KESIMPULAN anggota tim survei MT dan TDEM daerah
Hasil survei magnetotelurik (MT) panas bumi Dolok Marawa. Penulis juga
dan Time Domain Electromagnetic (TDEM) mengucapkan terima kasih yang sebesar-
memperlihatkan adanya zona tahanan besarnya kepada koordinator dan rekan-
jenis rendah <20 Ohm.m di sekitar Bukit rekan di Kelompok Penyelidikan Panas
(Dolok) Tinggi Raja yang melebar ke arah Bumi atas kesediaanya untuk berdiskusi
timur dan selatan. Tahanan jenis rendah dengan penulis.
tersebut diperkirakan berasosiasi dengan

DAFTAR PUSTAKA
Akbar, N., 1972. Inventarisasi dan Penyelidikan Pendahuluan Gejala Panas Bumi di Daerah
Sumatera Utara, Direktorat Vulkanologi, Bandung.
Johnston, J.M., Pellerin, L., dan Hohmann, G.W., 1992. Evaluation of Electromagnetic
Methods for Geothermal Reservoir Detection. Geothermal Resources Council
Transactions, 16, h. 241-245.
Jones, A.G., 1988. Static Shift of Magnetotelluric Data and its Removal in a Sedimentary Basin
Environment, Geophysics, 53, h. 967-978.
Mulyadi dan Guntur, B., 1998. Magnteotelluric Method Applied for Exploration of Geothermal
Resources in Sumatra. Proceedings Twenty-Third Workshop on Geothermal Reservoir
Engineering, Stanford University, California.
Rodi, W., Mackie, R.L., 2001. Nonlinear Conjugate Gradients Algoritm for 2-D Magnetotellurics
Inversion. Geophysics, 66, h. 174-187.
Setiawan, D.I., Setiadarma, D., Sundhoro, H., Sulaeman, B., 2006. Penyelidikan Geologi dan
Geokimia di Daerah Panas Bumi Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara. Proceeding Pemaparan Hasil-Hasil Kegiatan Lapangan dan Non Lapangan
Tahun 2006 Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.
Sternberg, B.K., Washburne, J.C., Pellerin, L., 1988. Correction for the Static Shift in
Magnetotellurics using Transient Electromagnetic Soundings, Geophysics, 53, h. 1459-
1468.
Sugianto, A, dan Grandis, H., 2014. A New Alternative Technique for Decomposition of
Magnetotelluric Impedance Tensor. Proceedings Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT)
HAGI 2014, Solo.
Sugianto, A. dan Kristianto, A., 2011. Survei Magnetotelurik Daerah Panas Bumi Kepahiang
Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Prosiding Hasil Kegiatan Pusat Sumber Daya
Geologi Tahun 2011, Bandung.
Sugianto, A., Rahadinata, T., dan Supriyadi, Y., 2015. Survei Terpadu Gaya Berat dan Audio
Magnetotelluric Daerah Panas Bumi Dolor Marawa Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara. Prosiding Kegiatan Lapangan Tahun Anggaran 2015, Pusat Sumber Daya
Geologi, Bandung.
Sugianto, A., Rahadinata, T., dan Supriyadi, Y., 2015. Survei Terpadu Gaya Berat dan Audio
Magnteotellurik Daerah Panas Bumi Dolok Marawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera
Utara. Prosiding Kegiatan Lapangan Tahun Anggaran 2015 Pusat Sumber Daya
Geologi, Bandung.
Sugianto, A., Suhanto, E., dan Marpaung, H., 2010. Survei Magnetotelurik Daerah Panas Bumi
Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur. Prosiding Hasil Kegiatan Pusat Sumber Daya
Geologi Tahun 2010, Bandung.
Sundhoro, H., Bakrun, Suryakusuma, D., Sulaeman, B., Situmorang T., 2006. Survei Panas
Bumi Terpadu (Geologi, Geokimia, dan Geofisika) Daerah Dolok Marawa, Kabupaten
Simalungun, Sumatera Utara. Proceeding Pemaparan Hasil-Hasil Kegiatan Lapangan
dan Non Lapangan Tahun 2006 Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.
Suryakusuma, D., Situmorang D., Sumarna, Sunarto, Hasanudin, 2006. Penyelidikan Gaya
Berat dan Geomagnet Daerah Panas Bumi Dolok Marawa Kabupaten Simalungun,
Propinsi Sumatera Utara. Proceeding Pemaparan Hasil-Hasil Kegiatan Lapangan dan
Non Lapangan Tahun 2006 Pusat Sumber Daya Geologi, Bandung.
Uchida, T., 2005. Three-Dimensional Magnetotelluric Investigation in Geothermal Fields in
Japan and Indonesia. Proceedings World Geothermal Congress 2005, Antalya, Turkey.
Ushijima, K., Mustopa, E.J., Jotaki, H., dan Mizunaga, H., 2005. Magnetotelluric Soundings in
the Takigami Geothermal Area, Japan. Proceedings World Geothermal Congress
2005, Antalya, Turkey.
Ushijima, K., Tagomori, K., dan Pelton, W.H., 2000. 2D Inversion of VES and MT Data in
Geothermal Area. Proceedings World Geothermal Congress 2000, Kyushu-Tohoku,
Japan.
Zarkasyi, A., Bakrun, Widodo, S., 2006. Penyelidikan Geolistrik Daerah Panas Bumi Dolok
Marawa, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Proceeding Pemaparan
Hasil-Hasil Kegiatan Lapangan dan Non Lapangan Tahun 2006 Pusat Sumber Daya
Geologi, Bandung.

Gambar 1. Peta Lokasi Daerah Survei


Gambar 2. Peta Geologi Daerah Panas Bumi Dolok Marawa
(disederhanakan dari Setiawan, dkk., 2006)

Gambar 3. Peta Sebaran Titik Ukur AMT, MT dan TDEM Daerah Panas Bumi
Dolok Marawa
Gambar 4. Peta Tahanan Jenis Pada Beberapa Kedalaman Berdasarkan Hasil Pemodelan
Tahanan Jenis 2D
Gambar 5. Penampang Model Tahanan Jenis 2D Lintasan LG-6 (atas) dan LG-8 (bawah)

Gambar 6. Peta Base of Conductor Daerah Panas Bumi Dolok Marawa


Gambar 7. Peta Kompilasi Geosain Daerah Panas Bumi Dolok Marawa