Anda di halaman 1dari 1

Tiga tanda berbeda dari mengi yang terjadi pada pasien pediatri

dan baru terdeskripsikan yang keempat. Akan tetapi harus diketahui


bahwa jenis yang pertama dan yang kedua hanya dapat dibedakan
secara retrospesifik dan tidak tepat digunakan untuk mengobati anak
(Konsensus Nasional Asma Anak, 2000).
1. Transient wheezing : anak-anak dengan mengi pada usia 2-3 tahun,
tetapi tidak mengi setelah umur 3 tahun.
2. Non atopic wheezing : utamanya diakibatkan oleh infeksi virus dan
kambuh pada masa anak-anak.
3. Asma persisten - mengi yang dihubungkan oleh:
a. Manifestasi klinis atopi (eksema, rinitis alergi dan konjungtivitis,
alergi makanan), eosinofil darah dan atau peningkatan IgE total.
b. Sensitisasi yang disebabkan IgE spesifik pada makanan di bayi
dan masa anak-anak awal dan alergen inhalan yang umum.
c. Alergen inhalan sensitisasi sampai usia 3 tahun, terlebih karena
sensitisasi dan paparan tinggi alergen di rumah.
d. Riwayat orang tua terkena asma.
4. Severe intermittent wheezing - episode mengi akut yang
berhubungan dengan :
a. Morbiditas minimal diluar penyakit respirasi.
b. Karakteristik atopik, berupa eksema, sensitisasi alergi dan
eosinofil darah perifer.

Insiden tertinggi terjadi pada tahun pertama kehidupan. Bayi dengan


mengi berulang akan beresiko mengalami asma persisten saat
dewasa, dan anak dengan atopi akan terus mengalami mengi saat
dewasa. Keparahan gejala asma pada 2 tahun pertama sangat
mempengaruhi prognosis. Namun baik insiden maupun periode mengi
akan berkurang sesuai bertambahnya umur (Konsensus Nasional
Asma Anak, 2000).

Anda mungkin juga menyukai