Anda di halaman 1dari 2

3.1.

Etiologi Asma Pada Anak


Pada anak faktor etiologi yang terjadi yaitu (Konsensus Nasional
Asma Anak, 2000; Rahajoe N, 2012; Supriyatno B, 2005) :
1. Faktor Genetik
Efek pada variasi genetik asma menunjukkan adanya penyakit
asma pada anak-anak dengan orang tua yang memiliki riwayat asma.
Meskipun pada beberapa keadaan, anak dengan asma dapat memiliki
orang tua tanpa riwayat asma maupun sebaliknya.
2. Lingkungan dan Gaya Hidup sebagai Faktor Pencetus
Alergen berupa paparan dari dalam maupun luar merupakan faktor
pencetus asma paling banyak dan memiliki resiko yang lebih tinggi
secara signifikan. Paparan pada anak-anak berkaitan dengan
sensitisasi dini dan kombinasi sensitisasi dan paparan alergen yang
berulang berhubungan dengan asma persisten dan penurunan fungsi
paru. Pada bayi, alergi makanan dengan manifestasi pada sistem
gastrointestinal atau respirasi lebih sering dibandingkan alergen
inhalasi. Alergi makanan menimbulkan gejala asma pada anak usia
>4 tahun, semakin bertambah usia, gejala terhadapa alergen inhalan
akan berkembang seperti alergi debu dan serbuk bunga.
Reaksi alergi klasik berkaitan dengan antibodi spesifik IgE yang
berikatan dengan alergen terhadap sel mas, dan akibat paparan
ulang alergen, akan menimbulkan respon fase awal yang berkaitan
dengan mediator sel mas dan gejala alergi tipikal kemudian terjadi
fase lambat. Saat paparan alergen berulang dan respon alergi
menyebabkan kerusakan jaringan, efek alergi akan bertahan meski
alergen telah dihilangkan.
3. Infeksi
Infeksi virus pada saluran pernafasan merupakan faktor pencetus
utama terjadinya asma pada anak-anak. Virus yang menyebabkan
mengi dan batuk pada beberapa anak dapat menyebabkan asma
atopik eksaserbasi. Human rhinoviruses merupakan penyebab utama
terjadinya eksaserbasi asma. Infeksi respirasi yang berat dapat
menyebabkan asma persisten pada mas kanak-kanak, dan infeksi
saluran nafas rekuren dapat memperberat gejala asma. Infeksi dapat
merusak epitel saluran nafas, menyebabkan keradangan dan
menstimulasi reaksi imun dan hiperresponsifitas saluran nafas.
Setelah infeksi mengalami penyembuhan, hiperresponsifitas menetap
sampai beberapa waktu.
4. Asap Rokok
Paparan pasif dari asap rokok merupakan faktor resiko paling kuat
penyebab batuk dan mengi atau gejal asma pada seluruh usia. Asap
rokok meningkatkan stres oksidatif dan menstimulasi inflamasi pada
saluran nafas atas dan bawah. Terlebih ibu yang meroko selama
kehamilan dapat menyebabkan ketidakseimbangan pertumbuhan
paru pada pertumbuhaan janin, yang mengakibatkan mengi pada
awal pertumbuhan.
5. Nutrisi
Pemberian ASI dapat menghindarkan resiko terjadinya atopi pada
anak dengan atopi herediter. Pemberian susu formula tidak
menurunkan angka terjadinya asma. Menghindari protein seperti susu
sapi atau telur ayam dapat menurunkan resiko terjadinya dermatitis
atopi namun tidak mencegah terjadinya asma.
6. Aktivitas
Aktivitas dapat meningkatkan gejala asma pada anak-anak dengan
asma dan aktivitas dapat menyebabkan bronkospasme. Mekanisme
ini disebabkan oleh perbedaan osmolaritas yang disebabkan oleh
kehilangan cairan dan atau perubahan suhu yang mengakibatkan
bronkokonstriksi dan bronkospasme. Aktivitas aerobik berkala dapat
meningkatkan ketahanan, sehingga sebaiknya tidak dihindari.

Anda mungkin juga menyukai