Anda di halaman 1dari 1

ERROR PENGUKURAN

1. Operasi pengukuran tidak dinyatakan secara akurat.


Ketentuan di dalam menentukan jumlah sifat-sifat tertentu biasanya terdiri dari
serangkaian operasi. Serangkaian operasi tidak dapat dijelaskan secara akurat dan oleh
karenanya dapat juga diinterpretsikan secara tidak akurat oleh pengukur. Sebagai
contoh, penghitungan laba mencakup berbagai operasi seperti klasifikasi dan alokasi
antara aset dan beban yang sering diinterpretasikan secara beragam oleh akuntan yang
lain.
2. Pengukur
Pengukur dapat salah menginterpretasikan peraturan, sehingga menjadi bias, atau
dapat mengaplikasikan atau membaca instrumen secara tidak benar.
3. Instrumen
Banyak operasi yang memerlukan penggunaan instrument fisik, seperti halnya
thermometer atau barometer, yang mempunyai kelemahan-kelemahan. Terdapat potensi
kesalahan sekalipun apabila instrumen bukan peralatan yang berbentuk fisik, misalnya,
bagan, grafik, tabel jumlah atau indeks harga.
4. Lingkungan
Pengaturan di mana operasi dilakukan pengukuran dapat mempengaruhi hasil,
contohnya kondisi cuaca saat dilakukan pengukuran.
5. Atribut yang tidak jelas.
Apa yang harus diukur mungkin tidak jelas, terutama jika pengukuran melibatkan suatu
konsep yang tidak dapat diukur secara langsung. Bagaimana menilai aset tidak lancar?
Apakah nilai saat ini, biaya perolehan, biaya saat ini, atau harga jual? Karena tujuan
utama akuntansi adalah untuk mencerminkan "nilai" maka penting untuk mendefinisikan
secara jelas atribut "nilai". Apakah itu nilai guna, nilai tukar, atau atribut lain yang harus
diukur akuntan? Masalahnya terletak pada mendefinisikan atribut yang akan diukur
bukan pada metode pengukurannya itu sendiri.
6. Risiko dan ketidakpastian
Hal ini berkaitan dengan distribusi keuntungan aset berwujud