Anda di halaman 1dari 120

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMU NEGERI I MANTUP LAMONGAN

SKRIPSI

Oleh :

NURUL FAUZIYAH NIM: 02160011

MANTUP LAMONGAN SKRIPSI Oleh : NURUL FAUZIYAH NIM: 02160011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN ILMU PENGETAHUAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSTAS ISLAM NEGERI MALANG

2007

ii

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMU NEGERI I MANTUP LAMONGAN

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyarat Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi Ekonomi

Oleh :

NURUL FAUZIYAH NIM: 02160011

Program Studi Ekonomi Oleh : NURUL FAUZIYAH NIM: 02160011 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN ILMU PENGETAHUAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSTAS ISLAM NEGERI MALANG

2007

iiii

LEMBAR PERSETUJUAN

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMU NEGERI I MANTUP LAMONGAN

SKRIPSI

Oleh:

Nurul Fauziyah NIM 02160011

Telah Disetujui Pada Tanggal: 01 Februari 2007

Oleh:

Dosen Pembimbing

Wening Patmi R, S.Pd, MM NIP. 132 297 351

Mengetahui:

Ketua Jurusan Pendidikan IPS (Program Studi Pend. Ekonomi)

Drs. M. Yunus Msi NIP. 150 276 940

iiiiii

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MATA PELAJARAN EKONOMI DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMU NEGERI I MANTUP LAMONGAN

SKRIPSI

Dipersiapkan dan disusun Oleh:

Nurul Fauziyah (02160011)

Telah Dipertahankan di depan Dewan penguji dan dinyatakan di terima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi Pendidikan Ekonomi (S.Pd.)

Pada Tanggal: 02 April 2007

Ketua Sidang

PANITIA PENGUJI

Sekertaris Sidang

Dr. Wahid Murni M.Pd, AK NIP.150 303 049

Wening Patmi R, S.Pd, MM NIP. 132 297 351

Pembimbing

Wening Patmi R, S.Pd, MM NIP. 132 297 351

Penguji utama

Drs. M. Zainuddin MA NIP. 150 275 502 Penguji

Dr. Wahid Murni M.Pd, AK NIP.150 303 04

iivv

11

Mengesahkan

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang

Prof. Dr. H. M. Djunaidy Ghony NIP. 150 042 031

22

PERSEMBAHAN

Tuhanku Illahi Robbi Dan Rosulku Kekasih Seluruh Ummat Muhammad Sebagai Penuntun Dan Pejuang Semangat Hidupku Teriring Rasa Syukur Yang Teramat Dalam Ananda Persembahkan Karya Ini Kepada :

Ayahanda Dan Ibunda, Serta Kakekku & Mamiku Yang Selalu Aku Sayangi, Bakti Suciku Tiada Putus Hentinya Mengasihiku Setulus Hati Sebening Cinta Dan Sesuci Do’anya

Adikku Tersayang Yang Selalu Memberikan Support & Sebagai Penyemangat Hidupku Yang Selalu Menemaniku dalam Suka dan Duka

Ustad Fahruddin Sekeluarga Terimakasih Atas Segala Nasehat & Bimbingannya Selama DiRahmani Kost

Teman-Teman Rahmani Kost: Lilik, Sakien, Yuli fit, Alfi, Ana, Pupe, Liza, Nuruz, Ocha, Nia, Licha, Uus, Eyva, Nurul, Umi Lia, Bhiebah, Dinda Terimakasih Atas Kekompakannya.& Sahabat –Sahabat IPS (Pend. Ekonomi) Banyak Kenangan Terindah Yang Tak Terlupakan, Thanks Atas Kekompakan & Kebersamaannya Selama di Kampus Tercinta Special Thanks For : Sahabat Sejatiku Dimanapun Engkau berada Thanks Supportnya Seseorang Yang Ada Dalam Hatiku Yang Tak Mungkin Kusebutkan Namanya Yang Selalu Memberikan Motivasi Serta Dukungannya

33

HALAMAN MOTTO

3 3 HALAMAN MOTTO تٍ ﺎﺟَ رَ دَ ﻢَ ﻠْﻌِ ﻟْا اﻮُﺗوُأ ﻦَ ﻳﺬِ ﻟﱠاوَ ﻢْ

تٍ ﺎﺟَ رَ دَ ﻢَ ﻠْﻌِ ﻟْا اﻮُﺗوُأ ﻦَ ﻳﺬِ ﻟﱠاوَ ﻢْ ﻜُ ﻨﻣِ اﻮُﻨﻣاََ ء ﻦَ ﻳﺬِ ﻟﱠا ﷲُ ا ﻊِ ﻓَ ﺮْ ﻳَ

(١١ :ﺔﻟدﺎﺠﻤﻟا ةرﻮـــــــــــــــــــــﺳ )

"Allah Akan Meninggikan Orang-Orang Yang Beriman Diantaramu Dan Orang-Orang Yang Diberi Ilmu Pengetahuan Beberapa Derajat".

(Surat Al-Mujadalah Ayat : 11)

44

SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan, bahwa dalam penulisan skripsi ini tidak

terdapat karya yang tidak pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan

pada suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya, juga tidak terdapat

yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis

diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Malang, 18 Januari 2007

Nurul Fauziyah

55

Wening Patmi R, S.Pd, MM

Dosen FakultasTarbiyah

Universitas Islam Negeri Malang

NOTA DINAS PEMBIMBING

Hal

Lamp. : -

Kepada Yth.

Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang

Di

: Skripsi Nurul Fauziyah

Malang

Malang, 18 Januari 2007

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sesudah ini melakukan beberapa kali bimbingan, baik dari segi isi, bahasa

maupun tehnik penulisan, setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut dibawah

ini:

Nama

: Nurul Fauziyah

NIM

: 02160011

Jurusan

: IPS (Pendidikan Ekonomi)

Judul skripsi : Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Proses

Belajar Mengajar Mata Pelajaran Ekonomi di

SMUN I Mantup Lamongan

Maka selaku pembimbing, kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak

diajukan untuk diujikan.

Demikian, mohon dimaklumi adanya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Pembimbing,

Wening Patmi R, S.Pd, MM NIP. 132 297 351

66

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran I

: Pedoman Interview

 

Lampiran II

: Daftar Para Pengajar

Lampiran IV

: Lembar Bukti Penelitian

Lampiran V

: Lembar Bukti Konsultasi

Lampiran VI

:

Lembar

Bukti

Melakukan

penelitian

di

SMUN

I

Mantup

Lamongan

77

DAFTAR TABEL

1. : Identitas Guru dan Kepala Sekolah

Tabel 4.1

57

2. : Keadaan Siswa Berdasarkan Rombongan Kelas

Tabel 4.2

59

3. : Keadaan Siswa Berdasarkan Keadaan Ekonomi

Tabel 4.3

dan Pekerjaan orang Tua siswa

59

4. : Keadaan Sarana dan Prasarana di SMUN I

Tabel 4.4

Mantup Lamongan

60

88

KATA PENGANTAR

8 8 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Illahi Robby, tiada kata yang pantas penulis ucapkan selain

Puji syukur kehadirat Illahi Robby, tiada kata yang pantas penulis

ucapkan selain rasa syukur atas segala karunia, taufik, hidayah, serta inayah-Nya

sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Shalawat

serta

salam,

semoga

selalu

tercurahkan

kepada

baginda

Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah membimbing kita

dari zaman kejahiliyahan menuju jalan yang terang benderang yakni iman dan

Islam.

Penulisan skripsi ini merupakan salah satu persyaratan akhir yang harus

ditempuh mahasiswa UIN Malang guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

ekonomi (IPS) (S.Pd), sehubungan terselesaikan penyusunan skripsi ini, penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, selaku Rektor UIN Malang.

2. Bapak Prof. Dr. H. M. Djunaidi Ghony, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah

UIN Malang.

3. Bapak Drs. M. Yunus, MSi selaku Kajur IPS (Pendidikan Ekonomi)

Fakultas Tarbiyah UIN Malang.

4. Ibu Wening Patmi R, S.Pd. MM. Selaku Dosen Pembimbing yang telah

memberikan banyak bimbingan dan arahan dalam penulisan skripsi ini.

99

5. Bapak Kepala SMUN 1 Mantup Lamongan beserta para guru dan stafnya

SMUN 1 Mantup yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan

skripsi ini.

6. Bapak dan Ibu tercinta, yang telah mencurahkan segenap cinta kasih sayang,

serta doa’anya yang tulus, serta abah dan umi, dan saudaraku tersayang.

7. Ustadz Fakhruddin sekeluarga dan sahabat-sahabat di “ PESMA Rahmani”

yang telah meberikan support dan kebersamaannya.

8. Segenap sahabat seperjuangan dan semua pihak yang telah memberikan

dorongan dan bantuan kepada penulis hingga terselesainya skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari

sempurna.

oleh

karena

itu,

konstruktuf dari semua pihak.

penulis

mengharapkan

kritik

dan

saran

yang

Akhirnya dengan mengharap ridho Allah SWT, semoga skripsi ini dapat

memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Malang, 10 Januari 2007

Penulis

Nurul Fauziyah

DAFTAR ISI

1100

HALAMAN SAMPUL

i

HALAMAN JUDUL

ii

HALAMAN

PERSETUJUAN

iii

HALAMAN PENGESAHAN

iv

HALAMAN PERSEMBAHAN

v

HALAMAN MOTTO

vi

HALAMAN SURAT PERNYATAAN

vii

HALAMAN NOTA DINAS

viii

DAFTAR LAMPIRAN

ix

DAFTAR TABEL

x

KATA PENGANTAR

xi

DAFTAR ISI

xiii

ABSTRAK

xv

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1

B. Rumusan Masalah

8

C. Tujuan Penelitian

8

D. Manfaat Penelitian

8

E. Ruang Lingkup Penelitian

9

F. Keterbatasan Masalah

10

G. Definisi Istilah

10

H. Sistematika Pembahasan

11

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

13

1. Pengertian Proses Belajar Mengajar

13

2. Persyaratan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

15

3. Fungsi dan Tugas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

19

 

a. Fungsi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

20

b. Tugas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

21

4. Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

23

B. Upaya Peningkatan Kompetensi Guru

31

1. Upaya Kepala Sekolah

31

2. Upaya Guru

35

3. Masukan Instrumen

38

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

41

1.

Faktor Internal

41

BAB III METODE PENELITIAN

1111

A. Lokasi Penelitian

47

B. Jenis Penelitian

47

C. Sumber Data

48

D. Metode Pengumpulan Data

48

E. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

50

F. Teknik Analisis Data

53

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PAPARAN DATA

A. Latar Belakang Obyek Penelitian

54

1. Sejarah Berdirinya SMUN I Mantup Lamongan

54

2. Tujuan, Motto, Visi, Dan Misi

55

3. Struktur Organisasi Dan Tugas-Tugasnya

55

4. Keadaan Tenaga Pengajar SMUN I Mantup Lamongan

57

5. Keadaan Siswa

58

6. Sarana dan Prasarana

60

B. Hasil Penelitian

61

a.

Paparan Data

71

BAB V PEMBAHASAN

A. Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar di SMUN I Mantup Lamongan

89

B. Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dalam Proses Belajar Mengajar di SMUN I Mantup Lamongan

94

BAB IV PENUTUP

a. Kesimpulan

101

b. Saran-Saran

102

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

ABSTRAK

1122

Fauziyah, Nurul. 2006. Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Pada Pelajaran Ekonomi Di SMUN I Mantup Lamongan. Skripsi, Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (Pend. Ekonomi) Universitas Negeri Malang, Pembimbing Wening Patmi R, S.Pd. MM

Kata Kunci : Kompetensi Guru Ekonomi, Proses Belajar Mengajar

Sesuai dengan dijelaskan dalam UUSPN No.2 Th. 2003, bahwa pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi Warga Negara yang demokrasi dan bertanggung jawab. Untuk menciptakan kompetensi pendidikan tersebut, salah satu cara yang bisa di tempuh melalui peningkatan kompetensi guru. Guru merupakan salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam pendidikan, dimana guru bagi siswa sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Begitu juga dengan profesi guru, dia dituntut tidak hanya mampu menguasai ilmu pengajaran yang diajarkan dalam segi kognitif saja, akan tetapi juga harus mampu menampilkan keteladanan sebagai pengajar dan pendidik sekaligus nantinya ikut tanggung jawab dalam pembentukan pribadi anak didiknya. Oleh karena itu, seyogyanya guru harus memiliki perilaku serta kemampuan (kompetensi) yang tinggi dan memadai agar bisa mengembangkan siswanya secara utuh. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu cara yang dapat ditempuh ialah peningkatan kompetensi guru, karena guru merupakan salah satu faktor terpenting dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana upaya peningkatan kompetensi guru dalam proses belajar mengajar mata pelajaran ekonomi di SMUN I Mantup Lamongan, dengan permasalahan diatas peneliti ingin mengetahui upaya peningkatan kompetensi guru dalam PBM mata pelajaran ekonomi di SMUN I Mantup Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan jenis penelitian kualitatif. Deskriptif yaitu suatu penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis suatu fenomena, ektifitas sosial, sikap, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan penjelasan yang menuju pada kesimpulan. Kehadiran peneliti adalah sebagai pengamat. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode interview, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Kemudian untuk pengecekan keabsahan data menggunakan observasi secara terus menerus, triangulasi, pengecekan anggota, pengecekan referensi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : Upaya peningkatan kompetensi guru ekonomi dalam PBM di SMUN I Mantup

1133

Lamongan selain tanggung jawab kepala sekolah, para gurupun khususnya guru ekonomi juga dituntut untuk melakukan upaya meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh guru seperti mengikuti penataran, kursus, membaca media masa dan dengan belajar sendiri. Dengan adanya guru yang berkompetensi maka pendidikan akan berjalan lancar sesuai dengan yang diprogramkan. Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang dapat diajukan dalam upaya peningkatan kompetensi guru ekonomi dalam proses belajar mengajar, maka guru diharapkan agar memiliki kualitas profesional dalam proses belajar mengajar. Dan siswa diharapkan lebih disiplin dan kreatif dalam proses belajar mengajar, agar peningkatan kompetensi guru dapat tercapai dengan baik.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Di

dalam

dunia

pendidikan,

peranan

guru

sangatlah

penting

1144

untuk

mencapai tujuan pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, seorang guru harus sadar

bahwa ia mempunyai tanggung jawab penuh atas profesinya, memiliki sikap dan

kemampuan (kompetensi) yang tinggi serta memadai untuk bisa meningkatkan

prestasi siswanya secara utuh. Disisi lain seorang guru harus memahami siswa

yang dibinanya, karena kemampuan siswa pada setiap saat tidak sama.

Pendidikan adalah suatu aktivitas hidup yang berjalan terus menerus dalam

masyarakat, tentu saja mempunyai arti penting bagi perkembangan masyarakat itu

sendiri. Pendidikan memberikan nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama dalam

membuka fikiran manusia serta menerima hal-hal baru.

Dalam kehidupan suatu negara pendidikan memegang peranan penting

bagi kelangsungan hidup negara dan bangsa, karena pendidikan merupakan

wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.

Masyarakat Indonesia dengan laju pembangunannya masih menghadapi masalah

pendidikan yang berat, terutama berkaitan dengan kualitas, relevansi, dan efisiensi

pendidikan.

 

Mutu

pendidikan

adalah

kemampuan

sistem pendidikan,

baik

secara

efektif

untuk

meningkatkan

nilai

tambah

dari

faktor-faktor

input

agar

menghasilkan output yang setinggi-tingginya sehingga siap terjun ke lapangan.

1155

Mutu pendidikan ditentukan oleh banyak faktor seperti guru berkualitas, sarana

dan prasarana pendukung, lingkungan yang kondusif, serta kualitas proses belajar

mengajar yang mampu menggerakkan para siswa untuk belajar secara terus

menerus sesuai dengan tujuan pendidikan. 1

Inti dari proses pendidikan secara formal adalah mengajar. Sedangkan inti

proses pengajaran adalah siswa belajar. Oleh karena itu mengajar tidak dapat

dipisahkan dari belajar. Sehingga dalam peristilahan kependidikan kita mengenal

ungkapan belajar mengajar atau disingkat PBM.

Menganalisis proses belajar mengajar pada intinya tertumpu pada suatu

persoalan, yaitu bagaimana guru memberi kemungkinan bagi siswa agar terjadi

proses belajar mengajar yang efektif atau dapat mencapai hasil sesuai dengan

tujuan. Guru harus dapat mengembangkan sistem pengajaran dan guru harus

mampu mampu melakukan proses belajar mengajar yang efektif.

Profesi guru tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan yang

diajarkan dalam segi kognitif belaka, melainkan guru harus mampu menampilkan

keteladanan sebagai pengajar dan pendidik melalui pemanfaatan efektif dan

psikomotorik. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Djumhur dan Moh. Surya

bahwa sebagai anggota profesi guru harus memiliki pengetahuan, kecakapan, dan

ketrampilan tertentu, yaitu ketrampilan keguruan. Disamping itu, seorang guru

harus menunjukkan, mempertahankan serta mengembangkan keahlian itu. 2

1 Endyah Murniati, Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Tantangannya MPA No. 138. Maret 1998. hal. 41. 2 Djumhur dan Moh. Surya, Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah (Bandung: CV. Ilmu, 1975). hlm.16

1166

Selain itu, profesi sebagai seorang guru sangat membutuhkan keahlian,

ketrampilan, dan kompetensi yang tinggi. Guru yang memiliki kompetensi tinggi

akan mampu dalam menguasai bahan pelajaran, pengelolaan proses belajar

mengajar, dan pemakaian media yang efektif. Keberhasilan untuk mencapai

tujuan pendidikan bagi seorang guru sangat ditentukan oleh peranan guru dalam

proses belajar mengajar. Maka sebagai seorang guru harus tahu tugas dan fungsi

dalam proses belajar mengajar untuk upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Guru

merupakan

salah

satu

komponen

utama

dalam

proses

belajar

mengajar

juga

sebagai

fasilitator

pembelajaran

di

sekolah

harus

mampu

meningkatkan

kemampuan

profesionalnya,

bagaimana

melakukan

pembelajaran

yang

perkembangan siswa.

yang

arahnya

secara

kontekstual

sesuai

dengan

kebutuhan

dan

Oleh karena itu guru dituntut untuk tidak hanya menyumbangkan pikiran

yang bersifat abstrak pada waktu mengajar dan mendidik siswanya, tetapi seorang

guru perlu melibatkan aktivitas murid, pelajaran dibuat menjadi menarik sehingga

mendapat

gambaran

yang

riil,

bersemangat

dan

bersungguh-sungguh

dalam

menerima pelajaran dari guru. Sehingga tuntutan guru profesional menjadi sangat

penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Peningkatan

kompetensi

guru

ekonomi

dapat

ditunjukkan

dengan

perwujudan hasil pembelajaran siswa yang memuaskan dengan kualitas proses

dan hasil optimal. Dalam proses pembelajaran khususnya mata pelajaran ekonomi

diperlukan terobosan-terobosan baru yang inovatif dengan kebutuhan dan kondisi

lingkungan, sehingga guru ekonomi selalu mengevaluasi setiap proses belajar

1177

mengajar. Realisasi usaha dalam mewujudkan peningkatan kompetensi guru

tersebut para guru ekonomi berfikir kreatif dalam mengelola proses pembelajaran

siswa khususnya mata pelajaran ekonomi serta perlu adanya metode yang selalu

dinamisdan menyenangkan.

Upaya

yang

mengajar

hendaknya

dilakukan

untuk

meningkatkan

guru

mampu

merencanakan

kompetensi

guru

dalam

program

pengajaran,

dan

sekaligus mampu melaksanakannya dalam bentuk pengelolaan kegiatan. Dalam

proses belajar mengajar akan nampak dari perubahan-perubahan yang berarti pada

siswanya, seperti munculnya sikap kritis yang positif dan peningkatan kreativitas

serta prestasi siswa dalam proses belajar mengajar.

Dalam meningkatkan kualitas guru dan dosen, pemerintah Indonesia telah

merancang peraturan tentang guru dan dosen yaitu Undang-undang nomor 14

tahun 2005 tentang guru dan dosen. Undang-undang tersebut mengatur tentang

hakikat guru/dosen, arti profesional dan hal-hal yang terkait dengan permasalahan

guru dan dosen. Dan juga Peraturan Pemeintah No.19 Tahun 2005 tentang

Standar Nasional Pendidikan (SNP) Bab IV yang membahas tentang standar

pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam UU No. 14 tahun 2005 pasal 1 ayat 2 dan 4 merupakan esensi isi

cakupan dari pasal-pasal yang selanjutnya, antara lain berbunyi sebagai berikut:

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia didi jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

1188

Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. 3

Pekerjaan

guru

merupakan

pekerjaan

profesional.

Sebagai

pekerjaan

profesional, seorang guru harus memiliki sejumlah kompetensi tertentu yang tidak

dimiliki oleh profesi lain. Kompetensi merupakan perilaku yang rasional untuk

mencapai tujuan yang dipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. 4

Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap

yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 5

Kompetensi

guru

merupakan

kemampuan

seorang

guru

dalam

melaksanakan perannya secara bertanggung jawab dan layak. 6 Kompetensi dalam

melakukan evaluasi, berhubungan dengan kemampuan guru untuk melakukan

evaluasi sebagai fungsi formatif dan evaluasi sebagai fungsi sumatif. Fungsi

formatif adalah evaluasi yang dirancang dan dilakukan untuk menilai dirinya

sendiri

dalam

melakukan

proses

pembelajaran.

Artinya,

hasil

evaluasi

ini

digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang berbagai kekurangan guru

dalam mengajar khususnya pelajaran ekonomi, sehingga dapat dijadikan sebagai

umpan balik untuk memperbaiki kinerjanya. Sedangkan fungsi sumatif dirancang

dan

dilakukan

untuk

mengumpulkan

informasi

tentang

keberhasilan

siswa

33 Lihat Undang-undang Guru dan Dosen: Bab I Pasal I ayat 2, 4 dan 10, (Bandung: Citra Umbara, 2006), hlm. 3-4. 4 Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta: Prenada Media, 2005), hal. 14-15.

5 E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Karakteristik, dan Implementasi, (Bandung: Rosdakarya, 2003), hal.37-38.

6 Wina Sanjaya, Op.Cit, hal.15

 

1199

mencapai

kompetensi

yang

diharapkan

sesuai

dengan

tujuan

pembelajaran.

Melalui evaluasi ini guru dapat menilai sejauh mana kompetensi telah dicapai

siswa dalam pelajaran ekonomi, di samping guru dapat melihat kemampuan siswa

dibandingkan dengan kelompok belajarnya.

Untuk

menunjang

kompetensi

itu

tentu

saja

guru

harus

memahami

berbagai ilmu pengetahuan. Sebab, salah satu persyaratan sebagai profesi adalah

adanya ketrampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang

mendalam sesuai dengan bidang keahliannya. 7 Bidang pengetahuan yang harus

dimiliki

oleh

seorang

guru

profesional

khususnya

guru

ekonomi

untuk

melaksanakan tugasnya diantaranya pengetahuan tentang psikologi perkembangan

anak,

berbagai

pendekatan

dalam

pembelajaran

khususnya

dalam

pelajaran

ekonomi, pengetahuan tentang media dan sumber belajar yang berhubungan

dengan

pelajaran

ekonomi,

pengetahuan

mengenai

teknik

penilaian

dalam

penilaian pelajaran ekonomi dan lain sebagainya.

Melihat

hal

ini,

tidak

semua

guru

mampu

melaksanakan

tugas

dan

tanggung jawabnya dengan baik sesuai dengan harapan yang diinginkan, karena

disamping keterbatasan kemampuannya, dan keahlian yang dimilikinya masih

sangat minim sekali sehingga guru kurang mampu menguasai materi yang akan

disampaikan serta keterbatasan waktu yang diberikan oleh lembaga sekolah dalam

proses belajar mengajar. Salah satu faktor tersebut adalah kemampuan dalam

penyampaian materi dan pengalaman yang dimiliki guru itu sendiri belum

menunjang pelaksanaan tugasnya.

2200

Oleh karena itu, melihat pentingnya kompetensi guru sebagaimana dalam

mencapai

keberhasilan

belajar

menemukan

upaya-upaya

yang

siswa,

maka

penelitian

ini

seharusnya

dilakukan

oleh

diarahkan

guru

dan

untuk

kepala

sekolah serta beberapa pihak terkait dalam rangka meningkatkan kompetensi guru

khususnya pada guru ekonomi.

SMU

Negeri

I

Mantup

adalah

sekolah

lanjutan

tingkat

atas

yang

mempunyai

status

Negeri

yang

berada

di

Kecamatan

Mantup

Kabupaten

Lamongan. Yang

berada di jalan Balong Panggang Desa Tugu Kecamatan

Mantup Kabupaten Lamongan Jawa Timur.

Penelitian ini mengambil tempat di SMU Negeri I Mantup Lamongan

karena SMU Negeri I Mantup Lamongan merupakan sekolah menengah unggulan

yang menjadi tujuan para siswa untuk menumbuhkan semangat belajar untuk

pengembangan Iptek dan Imtaq. Penelitian tentang peningkatan kompetensi guru

dalam proses belajar mengajar khususnya mata pelajaran ekonomi di SMUN I

Mantup Lamongan belum pernah diteliti. Peningkatan kompetensi guru dalam

proses belajar mengajar sangat penting untuk dilakukan, karena dengan asumsi

bahwa peningkatan kompetensi guru dapat meningkatkan keberhasilan dalam

proses belajar mengajar khususnya mata pelajaran ekonomi di SMUN I Mantup

Lamongan.

Berangkat

dari

latar

belakang

di

atas

maka

penulis

tertarik

untuk

melakukan penelitian dengan tema “Upaya Peningkatan Kompetensi Guru

dalam Proses Belajar Mengajar Mata Pelajaran Ekonomi di SMUN 1

Mantup Lamongan“.

B. Rumusan Masalah

2211

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan

beberapa rumusan masalah pembahasan adalah sebagai berikut :

1.

Bagaimanakah kompetensi guru dalam proses belajar mengajar di SMUN I

Mantup Lamongan?

2.

Upaya apakah yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru

khususnya guru ekonomi di SMUN I Mantup Lamongan?

C.

Tujuan Penelitian

Berkaitan

dengan

permasalahan

bertujuan sebagai berikut :

tersebut

di

atas

maka

penelitian

ini

1.

Untuk mengetahui kompetensi guru dalam proses belajar mengajar di SMUN

I Mantup Lamongan.

 

2.

Untuk

mengetahui

upaya

yang

dilakukan

sekolah

dalam

meningkatkan

kompetensi guru khususnya guru ekonomi di SMUN I Mantup Lamongan

D.

Manfaat Penelitian

 

Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat atau

kegunaan antara lain :

1. Bagi Lembaga Sekolah

a.

Sebagai informasi bagi lembaga pendidikan, khususnya di SMUN I

Mantup

Lamongan

dan

lembaga

terkait

lainnya

menunjang keberhasilan pendidikan.

dalam

rangka

2222

b. Bahan pertimbangan bagi pengelola sekolah dalam meningkatkan

mutu pendidikan

c. Sebagai bahan analisis untuk meningkatkan profesionalisme dalam

komponen pendidikan

2. Bagi Pihak Perguruan Tinggi UIN Malang

Sebagai

bahan

masukan

bagi

pengembangan

ilmu,

dalam

rangka

meningkatkan pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru.

3. Bagi Peneliti

Untuk menambah wawasan yang lebih luas bagi peneliti, terutama dalam

masalah-masalah kependidikan tentang peningkatan Kompetensi Guru

dalam Proses Belajar Mengajar khususnya Mata pelajaran Ekonomi.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Pada dasarnya upaya peningkatan kompetensi guru dalam proses belajar

mengajar

meliputi:

kegiatan

dan

upaya

yang

dilakukan.

Agar

tidak

terjadi

kesimpangsiuran dan perluasan masalah dalam pembahasan skripsi ini yang

sekaligus untuk mempermudah pembahasan, maka penulis hanya membatasi pada

kompetensi guru dalam proses belajar mengajar yang meliputi: kemampuan dalam

kesiapan mengajar serta kemampuan mengevaluasi.

Upaya-upaya yang berhubungan dengan peningkatan kompetensi guru

dibidang keahlian dan ketrampilan dalam proses belajar mengajar meliputi: a)

upaya kepala sekolah antara lain : supervisi atau pengawasan kepala sekolah,

2233

menumbuhkan kreatifitas, penyediaan fasilitas, memperhatikan masalah ekonomi,

mengadakan rapat sekolah atau rapat guru, dan b) upaya guru meliputi: mengikuti

penataran, kursus, seminar, diskusi, Musyawarah Guru Bidang Study (MGBS),

dan

menambah

pengetahuan

lewat

media

cetak

atau

media

masa,

serta

meningkatkan profesi dengan cara belajar sendiri.

F. Keterbatasan Penelitian

Mengingat keterbatasan waktu, biaya dan tenaga, maka ruang lingkup

dalam judul skripsi ini, maka bagi penulis untuk memberi batasan masalah dalam

skripsi ini penulis fokuskan pada persoalan yaitu upaya peningkatan kompetensi

guru

dalam

proses

belajar

mengajar,

upaya

yang

dilakukan

sekolah

dalam

meningkatkan kompetensi guru khususnya guru ekonomi dan faktor-faktor yang

mempengaruhi

upaya

peningkatan

kompetensi

guru

dalam

proses

belajar

mengajar. Penelitian ini adalah terbatas pada guru ekonomi yang mengajar di

sekolah tersebut baik guru tetap maupun guru tidak tetap.

G. Definisi Istilah

Untuk

memahami

pengertian

tentang

arti

yang

terkandung

dalam

pembahasan,

maka

diperlukan

penegasan

istilah

yang

terdapat

dalam

studi

penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh orang-orang yang

merasa

bertanggung

jawab

kepada

hari

depan

anak.

Sedangkan

Guru

merupakan

pendidik

profesional

dan

ilmuwan

dengan

tugas

utama

 

2244

mentransformasikan,

mengembangkan,

dan

menyebarluaskan

ilmu

pengetahuan,

teknologi,

dan

seni

melalui

pendidikan,

penelitian

dan

pengabdian kepada masyarakat

Kompetensi guru adalah sesuatu yang ingin

dimiliki oleh peserta didik dan merupakan komponen utama yang harus

dirumuskan

dalam

pembelajaran,

menentukan kearah pendidikan.

H. Sistematika Pembahasan

yang

memiliki

peran

penting

dan

BAB I

: Pendahuluan, dalam bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang

 

masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,

ruang lingkup penelitian, keterbatasan masalah, definisi operasional

dan sistematika pembahasan

 

BAB II

:

Kajian

Pustaka,

adapun

kisi-kisi

materi

pembahasan

meliputi

 

pengertian, fungsi dan tugas guru, upaya peningkatan kompetensi

guru

serta

faktor-faktor

yang

mempengaruhi

dalam

upaya

peningkatan kompetensi guru.

 

BAB III

: Adalah metode penelitian, pada bab ini mencakup tentang: lokasi

 

penelitian, jenis penelitian, sumber data, metode pengumpulan data,

dan teknik analisa data.

 

BAB IV

: Hasil Penelitian, Bab ini berisi tentang deskripsi lokasi penelitian,

visi dan misi, struktur organisasi, keadaan guru, keadaan siswa,

sarana dan prasarana, dan penyajian data yang telah diperoleh dari

responden.

2255

BAB V

:Pembahasan Hasil Penelitian, Berisi tentang pembahasan terhadap

temuan-temuan penelitian yang dikemukakan di dalam hasil penelitian

BAB VI

: Adalah penutup dari keseluruhan isi skripsi yang berisi tentang

kesimpulan

dan

saran

yang

masalah dalam skripsi.

diambil

berdasarkan

pembahasan

BAB II

2266

KAJIAN PUSTAKA

A. Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

1. Pengertian Proses Belajar Mengajar

Sebelum

membahas

tentang

pengertian

proses

belajar

mengajar,

terlebih dahulu penulis bahas arti belajar mengajar. Prof. Dr. S. Nasution

memberikan pengertian belajar sebagai berikut : 8

a. Belajar adalah perubahan-perubahan dalam sistem urat syaraf.

b. Belajar adalah penambahan pengetahuan

c. Belajar sebagai perubahan kelakuan berkat pengalaman dan pelatihan.

Sedangkan menurut Nana Sudjana dalam bukunya proses belajar

mengajar menjelaskan belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan

adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan seseorang hasil proses

belajar

dapat

ditunjukkan

dalam

berbagai

bentuk

atau

seperti

berubah

pengetahuannya, kecakapannya, kemampuannya, daya reaksinya dan daya

penerimaannya. Perubahan tersebut dalam bentuk kemampuan yang baru yang

sebelumnya tidak dimiliki. Dan perubahan ini terjadi berkat adanya berbagai

upaya yang dilakukan individu yang bersangkutan.

Sedangkan pengertian mengajar juga bermacam-macam menurut Prof.

Dr. Nasution, mengajar adalah: 9

a. Memahamkan pengetahuan anak

8 Nasution, Azas-Azas Kurikulum, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003), hal.59.

9 Ibid. hal. 6

 

2277

b. Menyampaikan kebudayaan pada anak

 

c. Suatu

aktivitas

mengorganisasikan

atau

mengatur

lingkungan

sebaik-

baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar

mengajar.

Menurut Nana Sudjana mengajar adalah membimbing kegiatan siswa

belajar, mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada di sekitar

siswa

sehingga

dapat

kegiatan belajar.

mendorong

dan

menumbuhkan

siswa

melakukan

Di lihat dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud

mengajar adalah tindakan guru membimbing siswa dalam kegiatan belajar

sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa untuk melakukan proses

belajar mengajar.

Setelah diketahui definisi belajar mengajar yang dijabarkan secara

terpisah, hal ini dapat memudahkan kita memahami istilah proses belajar

mengajar, yaitu:

Proses belajar mengajar adalah proses mengorganisasi tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian sehingga satu sama lain saling berhubungan dan saling berpengaruh sehingga menumbuhkan kegiatan belajar pada diri peserta didik seoptimal mungkin menuju terjadinya perubahan tingkah laku sesuai dengan tujuan yang diharapkan. 10

Proses

belajar

mengajar

juga

merupakan

suatu

proses

yang

mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan

10 A. Tabrani Rusyan, Atang Kusdina, Zainal Abidin, Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1989), hal. 29.

2288

timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai suatu

tujuan tertentu. 11

Dalam proses belajar mengajar akan dapat diperoleh kemampuan yang

terdiri dari 3 aspek, yaitu:

a) Aspek pengetahuan (Cognitive).

b) Aspek sikap (Affective)

c) Aspek ketrampilan (Psychomotor)

Aspek

Cognitive

berhubungan

dengan

kemampuan

individual

mengenai

dunia

Aspek

Affective

sekitar,

meliputi

perkembangan

intelektual

atau

mental.

mengenai

perkembangan

sikap,

perasaan,

nilai-nilai

(perkembangan emosional dan moral). Sedangkan Psychomotor menyangkut

perkembangan ketrampilan yang mengandung unsur motoris.

Proses belajar mengajar dari beberapa penjelasan di atas dapat diambil

kesimpulan bahwa proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang

mengakibatkan beberapa perubahan tingkah laku pada diri seseorang itu relatif

menetap, di mana sifat perubahan yang terjadi pada ketiga aspek tersebut

tergantung pada tingkat kedalaman belajar yang dilakukan dan dilaksanakan

(menginterprestasikan) dalam lingkungan yang lebih luas.

2. Persyaratan Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Dalam pengertiannya guru dapat dibedakan menjadi dua, sebagaimana

pendapat M. Chotib Thaha, dalam bukunya Teknik Evaluasi Pendidikan, yang

11 Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1997), hal. 4.

2299

dikutip oleh Abidin Ibnu Rusn, yaitu guru alami adalah guru yang tidak

dipersiapkan secara khusus untuk menjadi guru, seperti orang tua. Sedangkan

yang kedua guru profesional, ialah guru yang sengaja disiapkan secara khusus

untuk menjadi guru dengan dibekali seperangkat ilmu dan ketrampilan. 12

Untuk

mencapai

hasil

yang

maksimal

dalam

pendidikan

menumbuhkan kesadaran bagi peserta didik, dibutuhkan beberapa persyaratan

yang harus dipenuhi dalam pendidikan. Di antara persyaratan yang paling

penting adalah peran pendidik atau mediator dalam proses belajar mengajar.

Guru adalah mediator utama dalam proses belajar mengajar sehingga

kita perlu mengkaji lebih mendalam tentang persyaratan guru yang harus

dipenuhi oleh seorang guru untuk mencapai hasil yang maksimal.

Menurut

antara lain: 13

a) Fisik

b) Psikis

c) Mental

d) Moral

e) Intelektual

Oemar Malik persyaratan yang harus dipenuhi oleh guru

Persyaratan-persayaratan guru dalam proses belajar mengajar di atas,

guru menempati bagian tersendiri dengan berbagai ciri yang ditentukan sesuai

dengan keprofesiannya, maka sifat dan persyaratan tersebut secara garis besar

12 Abidin Ibnu Rusn, Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hal. 62.

13 Cece Wijaya, A. Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), hal. 9

3300

bisa diklasifikasikan dalam spektrum yang lebih luas yaitu guru memiliki

kemampuan profesional kapasitas intelektual, sifat edukasi sosial. 14

a. Kemampuan Profesional Guru

Profesionalisme guru memiliki arti yang cukup luas, tidak sebatas guru

yang

memiliki

ketrampilan

teknis

atau

kemampuan

mengajar

tinggi,

melainkan mempunyai makna ahli (ekspent), tanggung jawab (responsibility),

baik tanggung jawab intelektual maupun tanggung jawab moral dan memiliki

kesejawatan. 15

b. Kapasitas Intelektual Guru

Sebagai suatu profesi, guru melaksanakan peran profesi. Sebagai peran

profesi, guru memiliki kualitas profesional, sebagaimana dikatakan Marlon

Edmon, kualifikasi profesional itu antara lain: menguasai pengetahuan kepada

peran siswa dengan hasil baik. 16

c. Sifat Edukasi Sosial Guru

Adalah seorang yang harus membantu untuk kepentingan masyarakat

guru

senantiasa

merupakan

petugas-petugas

berpartisipasi di dalamnya. 17

yang

dapat

dipercaya

untuk

Ketiga syarat tersebut di atas, diharapkan kemampuan tersebut telah

dimiliki oleh setiap guru, sehingga mampu memenuhi fungsinya sebagai

pendidik bangsa, guru di sekolah dan pemimpin masyarakat. Untuk itu

diperlukan kedewasaan dan kematangan diri guru itu sendiri. Dengan kata

14 Ibid, hal. 125.

15 Piet a, Sahertian, Profil pendidik Profesional, (Yogyakarta: Andi Offiset, 1994), hal. 29-

30

16 Ibid, hal. 13

17 Moh. Uzer usman, Op.Cit, hal 13

3311

lain, bahwa ketiga syarat kemampuan tersebut, perlu dihubungkan dengan

tingkat kedewasaan dari seseorang guru.

Islam menyebutkan bahwa tanggung jawab terhadap perkembangan

anak didik terutama terletak pada kedua orang tuanya yang memberikan

bimbingan dan pengarahan di dalam keluarga. Tanggung jawab ini setidaknya

disebabkan oleh dua faktor, yaitu: pertama, karena kodrat, yaitu karena orang

tua ditakdirkan menjadi orang tua anaknya, dan karena itu ia ditakdirkan pula

tanggung jawab mendidik anaknya. Kedua, karena kepentingan kedua orang

tua,

yaitu

orang

tua

berkepentingan

terhadap

kemajuan

perkembangan

anaknya, sukses anaknya adalah sukses orang tua juga.1188

Tanggung jawab ini juga telah di sinyalir di dalam al-Qur’an surat At-

Tahrim ayat 6 yang berbunyi:

di dalam al-Qur’an surat At- Tahrim ayat 6 yang berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, pe liharalah

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksaan api neraka“. (At-Tahrim:6). 19 Di dalam Islam, untuk menjadi seorang guru dibutuhkan beberapa

syarat dasar (pokok) yang harus dipenuhi, diantaranya adalah:

a. Sehat jasmani dan rohani, kuat dan ketrampilan.

Sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 37:

dijelaskan di dala m Al-Qur’an surat Hud ayat 37: 1 8 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam

18 Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), hal. 74.

19 Depag RI, Al-Qur’an dan Terjemah (Jakarta,1980), hal. 951

3322

“Dan buatlah bahtera itu di bawah pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan jangan kau bicaralah dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu karena itu akan tenggelam”. (Hud:37) 20

b.

Cerdas dan pandai

 
 

Sebagaimana dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Zumar ayat 9:

 
 

Katakanlah

samakah antara orang yang mengetahui dan orang yang

tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran“. (al-Zumar:9) 21

c.

Rohani yang berkualitas tinggi.

 
 

Al-Ghozali dalam kitabnya yang dikutip oleh Abidin mengatakan

 

bahwa: “ Makhluk yang paling mulia di muka bumi ialah manusia. Sedangkan

yang

paling

mulia

penampilan

kolbunya.

Guru

atau

pengajar

selalu

menyempurnakan,

mengagungkan

dan

mensucikan

kolbu

itu

serta

menuntunnya untuk dekat kepada Allah. 22

 

3.

Fungsi dan Tugas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

 

a. Fungsi Guru dalam Proses Belajar Mengajar

Pada dasarnya fungsi atau peranan penting guru dalam proses belajar

mengajar adalah sebagai “director of learning“ (direktur belajar). Dalam arti

bahwa setiap guru diharapkan untuk pandai-pandai mengarahkan kegiatan

belajar

siswa

agar

mencapai

20 Ibid, hal. 332.

21 Ibid, hal.747.

22 Abidin Ibnu Rusn, Op.Cit, hal.63

keberhasilan

belajar.

Dengan

demikian

3333

sangatlah jelas bahwa peranan guru dalam dunia pendidikan modern seperti

sekarang ini semakin meningkat dari sekedar pengajar menjadi direktur

belajar. Konsekuensinya, tugas dan tanggung jawab guru menjadi lebih

berat.

Perluasan

tugas

dan

tanggung

jawab

guru

tersebut

membawa

konsekuensi timbulnya fungsi-fungsi khusus yang menjadi bagian integral

(menyatu)

dalam

kompetensi

disandang oleh para guru.

profesionalisme

keguruan

yang

sedang

Adapun fungsi guru adalah sebagai berikut: 23

a. Guru sebagai pendidik dan pengajar, yakni harus memiliki kestabilan emosi, ingin memajukan siswa, bersikap realistis, jujur, terbuka, peka terhadap perkembangan terutama inovasi pendidikan. Untuk mencapai semua itu guru harus memiliki dan menguasai berbagai jenis bahan pelajaran, teori dan praktik kependidikan, kurikulum dan metodologi pengjaran.

b. Guru sebagai pemimpin, yakni harus mampu memimpin. Untuk itu guru harus memiliki kepribadian, menguasai ilmu kepemimpinan, teknik berkomunikasi serta berbagai aspek kegiatan organisasi yang ada di sekolah.

c. Guru sebagai anggota masyarakat, yakni harus pandai bergaul dengan masyarakat memiliki kemampuan dalam bekerja sama menyelesaikan tugas bersama dalam kelompok.

d. Guru sebagai pelaksana administrasi, yakni akan diharapkan pada administrasi yang harus dikerjakan. Untuk itu harus memiliki kepribadian, jujur dan teliti.

e. Guru sebagai pengelola proses belajar mengajar, yakni harus menguasai berbagai metode mengajar dan harus menguasai situasi belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas.

23 Cece Wijaya, dan Tabrani Rusyan, Op.Cit, hal.10-11

3344

Sedangkan menurut Sadirman A.M, menjelaskan secara rinci bahwa

fungsi guru adalah sebagai berikut: 24

a. Sebagai Informatory Sebagai informatory, guru berfungsi memberi informasi tentang semua hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik kepada siswa, khususnya dalam proses belajar mengajar, dan memberikan informasi ilmu pengetahuan selain materi pelajaran yang telah di program dalam kurikulum.

b. Sebagai Motivator Fungsi guru sebagai motivator penting artinya dalam rangka meningkatkan keinginannya dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Dalam hal ini guru bertugas untuk merangsang dan memberikan dorongan kepada siswa guna menumbuhkan potensi, aktivitas, dan kreatifitas atau daya cipta yang dimiliki siswa.

c. Sebagai Organisator Fungsi guru sebagai organisator yakni pengelola kegiatan akademik, guru bertugas mengelola dan mengorganisasikan seluruh komponen yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar agar dapat mencapai efektifitas dan efisiensi dalam belajar kepada diri siswa.

d. Sebagai Fasilitator Fungsi guru sebagai fasilitator, guru dituntut memberikan fasilitas kemudahan dalam kegiatan proses belajar mengajar, sehingga interaksi belajar mengajar akan berlangsung secara efektif.

e. Sebagai mediator Guru sebagai modiator dapat diartikan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Dalam hal ini guru bertugas untuk memberikan jalan keluar dalam memecahkan masalah yang terjadi dalam kegiatan proses belajar mengajar serta menyediakan media pembelajaran.

f. Sebagai Evaluator Fungsi guru sebagai evaluator bertugas untuk menilai prestasi belaja siswa baik dalam bidang akademis sikap maupun tingkah laku sosialnya setelah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar, sehingga guru dapat menentukan berhasil atau tidaknya siswa dalam proses belajar mengajar dan dapat melakukan perbaikan-perbaikan kembali.

b. Tugas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar.

Dalam

proses

belajar

mengajar

guru

mempunyai

tugas

untuk

mendorong, membimbing dan memberi semangat atu bergairah dan fasilitas

24 Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), hal. 252

3355

belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab

untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu

proses

perkembangan

siswa.

Penyampaian

materi

pelajaran

hanyalah

merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam belajar sehingga suatu

proses yang dinamis dalam segala fase dan proses perkembangan siswa.

Dalam al-Qur’an sudah dijelaskan tentang tugas dan kewajiban

seorang guru menyampaikan apa yang telah ia peroleh dan ia ketahui kepada

siswa-siswinya, sebagaimana dalam surat ali-Imron ayat 104, yang berbunyi:

sebagaimana dalam sura t ali-Imron ayat 104, yang berbunyi: “Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh berbuat baik dan mencegah dari perbuatan yang munkar“. (Ali-Imron: 104). 25 Adapun tugas guru dalam proses belajar mengajar antara lain: 26

a. Mendidik dengan titik berat memberikan arah dan motivasi mencapai

tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

b. Mamberi fasilitas pencapian tujuan melalui pengalaman belajar yang

memadai.

c. Membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap nilai-nilai dan

penyesuaian diri.

25 Depag RI, Op.Cit, Jakarta, 1980, hal. 93

26 Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineke Cipta, 1995), hal. 97

3366

Dapat diketahui dari beberapa tugas guru di atas, maka dalam proses

belajar

mengajar

tidak

hanya

terbatas

sebagai

penyampaian

ilmu

pengetahuan,

akan

tetapi

lebih

diri

itu

ia

bertanggung

jawab

akan

keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Ia harus mampu menciptakan

proses belajar yang sedemikian rupa sehingga bisa merangsang siswa untuk

belajar

secara

aktif

dan

dinamis

dalam

memenuhi

kebutuhan

dan

menciptakan keberhasilan tujuan pengajaran.

Mengenai fungsi dan tugas guru di atas dapat disimpulkan bahwa

dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di skolah, guru mempunyai

peran

dan

tugas

sebagai

pengajar,

pendidik,

dan

pembimbing

yakni

mengajarkan atau informasi tentang ilmu pengetahuan, menjadikan sikap

atau tingkah lakunya sebagai panutan bagi siswanya, dan membimbing

siswa menjadi manusia dewasa yang cakap, susila dan memiliki ilmu

pengetahuan sehingga potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang.

Dapat dipahami bahwa peran dan tugas guru sangat kompleks dan

berat, akan tetapi semua peran dan tugas tersebut dapat dilakukan dengan

baik dan ikhlas maka kegiatan proses belajar mengajar akan menghasilkan

output yang bermutu tinggi, sehingga tujuan pendidikan benar-benar dapat

diwujudkan sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat dan bangsa.

4. Kompetensi Guru Dalam Proses Belajar Mengajar

Kompetensi guru dapat diartikan sebagai seperangkat pengetahuan,

kemampuan, ketrampilan dan sikap yang harus dimiliki oleh setiap guru

3377

dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban secara bertanggung jawab dan

layak.

Seorang

guru

yang

progresif

harus

mengetahui

dengan

pasti

kompetensi apa yang dituntut oleh masyarakat dewasa ini bagi dirinya.

Setelah mengetahui bisa dijadikan pedoman untuk meniti dirinya apakah dia

sebagai guru dalam menjalankan tugasnya dalam memenuhi kompetensi-

kompetensi itu. Jika belum mampu untuk menunjukkan kompetensi atau

kemampuan yang dimiliki, maka sebagai guru yang baik harus berani

mengakui kekurangannya dan berupaya untuk mencapainya. Dengan begitu

guru tersebut selalu berupaya untuk mengembangkan dirinya.

Kesadaran akan kompetensi juga menuntut tanggung jawab yang

berat bagi guru tersebut. Dia harus berani menghadapi tantangan dalam

tugas maupun lingkungan, yang akan mempengaruhi pribadinya. Berarti dia

harus

berani mengubah dan meyempurnakan diri sesuai dengan tuntutan

zaman.

Begitu juga seorang guru harus berani meneliti kekurangan dalam

segala segi dalam menjalankan tugasnya, mau memberi kesempatan belajar

pada siswa seluas-luasnya dan kesediaan menyempurnakan perubahan yang

berarti

dalam

segala

aspek

pendidikan

(cognitive,

affective,

dan

psycomotor). Untuk itulah sebagai guru harus memiliki kompetensi guna

meningkatkan kompetensinya.

Sementara itu Cece Wijaya membagi kompetensi guru ke dalam 3

bagian utama, yaitu: 27

1. Kompetensi Personal

3388

Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan yang

sangat penting karena pada gurulah terletak keberhasilan proses belajar

mengajar. Untuk itu guru merupakan faktor yang sangat dominan dan

menentukan keberhasilan proses belajar mengajar di samping faktor lain.

Untuk mencapai keberhasilan tersebut guru harus memiliki kemampuan

dasar dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Salah satu

kemampuan tersebut adalah kemampuan personal guru itu sendiri.

Adapun kompetensi atau kemampuan personal guru dalam proses

belajar mengajar antara lain: (1) Kemantapan dan integritas pribadi (2)

Peka terhadap perubahan dan pembaharuan (3) Berfikir alternative (4)

Adil, jujur dan objektif (5) Berdisiplin dan melaksanakan tugas (6) Ulet

dan tekun bekerja (7) Berupaya memperoleh hasil kerja yang sebaik-

baiknya (8) Simpatik dan menarik, luwes, bijaksana dan sederhana dalam

bertindak.(9) Bersifat terbuka (10) Kreatif, dan (11) Berwibawa.

2. Kompetensi Sosial

Guru merupakan tokoh dan tipe yang diberi tugas dan tanggung

jawab,

membina

dan

membimbing

masyarakat

kearah

norma

yang

berlaku. Untuk itu maka guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan

masyarakat dalam rangka menyelenggarakan proses belajar mengajar yang

efektif, karena dengan dimilikinya kemampuan sosial tersebut secara

otomatis hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan beriringan

 

3399

dengan

lancar

sehingga

bila

ada

permasalahan

antara

sekolah

dan

masyarakat (orang tua atau wali) tidak merasa kesulitan dalam mencari

jalan penyelesaiannya.

Kompetensi sosial yang dimiliki oleh guru antara lain:

a) Terampil berkomunikasi dengan siswa.

b) Bersikap simpatik.

c) Depat bekerja sama dengan BP-3

d) Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan.

3. Kompetensi Profesional

Selain kompetensi personal dan sosial tersebut di atas, guru juga

dituntut memiliki kompetensi professional. Profesionalisme merupakan

modal dasar bagi seorang guru yang harus dimiliki dan tertanam dalam

prilaku kepribadian setiap hari baik di dalam lingkungan sekolah maupun

luar sekolah.

Dalam menjalankan

dituntut

untuk

memiliki

psikologis yakni meliputi: 28

kewenangan profesionalnya, seorang guru

keanekaragaman

kompetensi

yang

bersifat

1. Kompetensi kognitif (kecakapan ranah cipta)

2. Kompetensi affektif (kecakapan ranah rasa)

3. Kompetensi psikomotor (kecakapan ranah karsa)

28 Muhibbin Syah, Op.Cit, hal.231.

a). Kompetensi Kognitif Guru

4400

Kompetensi kognitif merupakan kompetensi utama yang wajib

dimiliki oleh setiap calon guru dan guru profesional. Ia mengandung

bermacam-macam pengetahuan baik yang bersifat deklaratif maupun

yang

bersifat

prosedural.

Pengetahuan

deklaratif

merupakan

pengetahuan yang relatif statif-normatif dengan tatanan yang jelas dan

dapat

diungkapkan

dengan

lisan.

Sedangkan

pengertian

prosedural

merupakan

pengetahuan

praktis

dan

dinamis

yang

mendasari

ketrampilan melakukan sesuatu.

b). Kompetensi Affektif Guru

Kompetensi afektif bersifat tertutup dan abstrak, sehingga sulit

untuk

diidentifikasi.

Kompetensi

ini

sebenarnya

meliputi

seluruh

fenomena perasaan dan emosi, serta sikap tertentu terhadap diri sendiri

dan orang lain. Sikap dan perasaan itu meliputi:

a) Konsep diri dan harga diri guru (self concept & self esteem)

Konsep ini merupakan totalitas sikap dan persepsi/pandangan

seorang guru terhadap dirinya sendiri. Keseluruhan sikap dan pandangan

tersebut dianggap deskripsi (pemaparan gambaran) kepribadian guru

yang bersangkutan.

Konsep harga diri merupakan tingkat pandangan dan penilaian

seorang guru mengenai dirinya sendiri berdasarkan prestasinya. Titik

tekan konsep diri (Self Esteem) ini terletak pada penilaian atau taksiran

guru terhadap kompetensi dirinya yang merupakan bagian self concept.

b)

4411

Efikasi diri dan efikasi konstektual guru (self efficacy & contetual

afficacy)

Efikasi

guru

adalah

keyakinan

guru

terhadap

efektivitas

kemampuannya sendiri dalam membangkitkan gairah dan kegiatan para

siswanya.

Kontekstual

efficacy

merupakan

kemampuan

guru

dalam

berurusan dengan keterbatasan faktor di luar dirinya ketika mengajar.

Artinya

keyakinan

guru

terhadap

kemampuannya

sebagi

pengajar

profesional bukan hanya dalam menyajikan materi pelajaran di depan

kelas

saja,

melainkan

juga

dalam

memanipulasi

(mendayagunakan)

keterbatasan ruang, waktu dan peralatan yang berhubungan dengan

proses belajar mengajar.

Sikap

penerimaan

terhadap

diri

sendiri

adalah

gejala

ranah

seorang guru dalam berkecenderungan positif atau negatif terhadap

dirinya

sendiri

berdasarkan

penilaian

yang

lugas

atas

bakat

dan

kemampuannya, yang mana sikap penerimaan ini diiringi dengan rasa

puas terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri guru

tersebut.

c). Kompetensi Psikomotor Guru

Kompetensi ini meliputi segala ketrampilan atau kecakapan yang

bersifat jasmaniah yang pelaksanaannya berhubungan dengan tugas

selaku pengajar. Guru yang profesional memerlukan penguasaan yang

prima atas sejumlah ketrampilan ranah karsa yang berkaitan dengan

bidang studi garapannya. Kompetensi ini terdiri dari 2 kategori, yaitu:

a. Kecakapan fisik umum

4422

Kecakapan ini direfleksikan dalam bentuk gerakan dan tindakan

umum jasmani guru (duduk, berjalan) yang tidak langsung berhubugan

dengan aktivitas mengajar.

b. Kecakapan fisik khusus

1)

Ketrampilan

ekspresi

verbal

(pernyataan

lisan)

di

mana

guru

diharapkan

terampil,

fasih

dan

lancar

berbicara,

baik

ketika

menyampaikan pelajaran atau menjawab pertanyaan.

 

2)

Ketrampilan ekspresi non verbal (pernyataan tindakan) di mana

yang harus dikuasai guru adalah dalam hal mendemonstrasikan

apa-apa yang terkandung dalam materi pelajaran.

Kompetensi guru yang menuntut kesadaran akan kompetensi

profesionalisme dan tanggung jawab baik secara sosial maupun moral itu

sendiri,

juga

mampu

untuk

melakukan

perubahan-perubahan

pada

peserta didik dalam segala aspek pendidikan.

Sementara itu Proyek Pembinaan guru (P3G), ada 10 kompetensi

yang harus dimiliki guru untuk mencapai tujuan pendidikan, kompetensi

tersebut adalah:

a. Menguasai bahan

b. Mengelolah program belajar mengajar

c. Mengelola kelas

d. Menggunakan media atau sumber belajar

e. Menguasai landasan kependidikan

 

4433

f. Mengelola interaksi belajar mengajar

 

g. Menilai prestasi belajar siswa

 

h. Mengenal fungsi dan layanan BP

i. Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah

 

j. dan

Memahami

menafsirkan

hasil

penelitian

guna

keperluan

pengajaran. 29

Mengenai guru di atas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk

menjadi guru yang profesional, ia harus benar-benar memiliki dan

menguasai sepuluh kompetensi yaitu: menguasai bahan atau materi

pelajaran,

mampu

mengelola

program

belajar

mengajar,

mampu

mengelola kelas dengan baik, mampu mengelola dan menggunakan

media yang baik, menguasai landasan kependidikan, mampu mengelola

interaksi belajar mengajar dengan baik, menilai prestasi belajar siswa,

mengenal fungsi layanan BP, mampu menyelenggarakan administrasi

sekolah.

4. Kompetensi Pedagogik

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat (3)

butir a dikemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan

mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap

peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil

29 Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 1998), hal. 19.

belajar,

dan

pengembangan

peserta

didik

untuk

berbagai potensi yang dimilikinya. 30

Dalam

RRP

tentang

guru

dikemukakan

4444

mengaktualisasikan

bahwa

kompetensi

pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran

peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut: 31

a. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan

b. Pemahaman terhadap peserta didik

c. Pengembangan kurikulum/silabus

d. Perancangan pembelajaran

e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis

f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran

g. Evaluasi hasil belajar

h. Pengembangan

peserta

didik

untuk

potensi yang dimilikinya.

mengaktualisasikan

B. Upaya Peningkatan Kompetensi Guru

1. Upaya Kepala Sekolah

berbagai

Sebagai pemimpin lembaga pendidikan, kepala sekolah mempunyai

tanggung jawab yang sangat besar atas maju dan mundurnya suatu lembaga

pendidikan tak lepas dari kerja sama antara kepala sekolah dengan dewan guru,

siswa dan orang tua.

30 E, Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), Hlm. 75 31 Ibid, hlm. 75

 

4455

Kepala

sekolah

yang

memegang

polisi

lembaga

sedangkan

guru

sebagai mediator (sarana) yang membawa dan mengarahkan siswa kepada

tujuan yang telah ditentukan, mempunyai peran yang sangat penting dalam

optimalisasi profesional guru. Di sini kepala sekolah dituntut mampu untuk

mengembangkan dan meningkatkan kompetensi guru di sekolah.

Berbeda

dengan

lembaga-lembaga

lain

seperti

:

perbankan

dan

perkantoran,

kepala

sekolah

yang

baik

adalah

bercirikan

berkemimpinan

instruksional

sebagai

lawan

dari

manager,

yaitu

kepemimpinan

yang

mengarahkan

sumber-sumber

non-manusia

dan

sumber

manusia

untuk

menciptakan suasana belajar yang mendorong pencapaian belajar siswa.

Kepala

sekolah

sebagai

pelaksana

kepemimpinan

pendidikan

di

sekolah harus memiliki kemampuan dan ketrampilan yang dapat dipraktekkan

sehari-hari.

Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah, antara lain:

a. Mengadakan Supervisi

Adanya

pengawasan

akan

dapat

menciptakan

kedisiplinan

dan

semangat kerja yang tinggi. Hal ini sangat penting guna membantu guru dalam

menjalankan tugasnya. Pengawasan ini hendaknya dilakukan dengan penuh

keterbukaan

dan

kesungguhan

sebab

bila

tidak,

akan

menimbulkan

kesenjangan antara kepala sekolah dan dewan guru.

Pengawasan

ini

dimaksudkan

untuk

membantu

guru

dalam

memecahkan problem yang dihadapi, dimana dalam pengawasan ini perlu

idukung adanya percakapan pribadi. Mungkin dengan percakapan pribadi ini

4466

kerahasiaan masing-masing guru dapat terjaga sehingga akan mendorong guru

untuk lebih bersemangat dalam menunaikan tugasnya sehari-hari.

b. Menumbuhkan Kreatifitas Guru

Kreatifitas dapat diartikan sebagai kemampuan tuntuk menciptakan

produk baru, baik yang benar-benar baru sama skali maupun yang merupakan

modivikasi atau perubahan dengan mengembangkan hal-hal yang sudah ada.

Guru yang kreatif akan selalu mencari cara bagaimana agar proses

belajar mengajar mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan serta berupaya

mengadaptasikan dengan tingkah lakunya dalam mengajar dengan tuntutan

pencapaian tujuan dengan mengembangkan faktor situasi dan kondisi belajar

siswa. Kreatifitas yang demikian memungkinkan guru menemukan bentuk-

bentuk

mengajar

yang

sesuai

khususnya

dalam

memberi

bimbingan,

dorongan, dan arahan agar siswa dapat belajar scara aktif.

c. Penyediaan Fasilitas Pendidikan Yang Cukup

Mengingat tugas mengajar guru membutuhkan tersedianya fasilitas

yang cukup, maka hal ini membutuhkan perhatian yang serius dari semua

pihak terutama kepala sekolah.

Penyediaan fasilitas ini tidak hanya terbatas pada buku saja akan tetapi

perlu juga dilengkapi dengan alat-alat praktikum, laboratorium, dan gedung-

gedung yang dirasa perlu dan memenuhi syarat.

d. Memperhatikan Masalah Ekonomi Guru

Suatu relitas yang tidak bisa dipungkiri bahwa perbaikan ekonomi

merupakan faktor yang cukup dominant sebagi upaya peningkatan kompetensi

4477

guru. Penghasilan atau gaji yang terlalu kecil akan memberikan dampak atau

pengaruh yang cukup besar bagi seorang guru.

Hal ini perlu diperhatikan sebagi upaya peningkatan kompetensi guru.

Dengan perbaikan kesejahteraan ekonomi akan menumbuhkan semangat kerja

guru,

sebaliknya

penghasilan

atau

gaji

yang

tidak

mencukupi

akan

menimbulkan

pemikiran

yang

lain

atau

upaya-upaya

yang

lain

sebagai

tambahan penghasilan guru.

Kepala

sekolah

sebagai

pemimpin

dituntut

untuk

mampu

mengendalikan dan mengatur roda perputaran keuangan sekolah, terlebih gaji

atau penghasilan guru sebagi upaya perbaikan dan peningkatan kompetensi

guru.

e. Mengadakan Rapat Sekolah

Rapat sekolah yang juga sering disebut rapat staf atau rapat guru

merupakan kumpulan atau pertemuan antara seluruh staf atau guru dengan

kepala

sekolah,

dan

dimana

penyelenggaraan sekolah.

dibicarakan

berbagai

masalah

oleh

Pertemuan dalam bentuk rapat mengenai pembinaan sekolah, murid

dan bidang studi lainnya merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh

untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan guru dalam mengajar.

Disamping

itu

banyak

masalah

atau

persoalan

sekolah

yang

dapat

disekolahkan

melalui

rapat,

dimana

setiap

guru

dapat

mengemukakan

pendapatnya dan buah pikirannya serta upaya-upaya lainnya.

2. Upaya Guru

4488

Upaya peningkatan guru di sekolah dalam proses belajar mengajar selain

tanggung jawab kepala sekolah sebagai pemimpin, para gurupun juga dituntut

untuk

melakukan

kredebilitasnya.

upaya-upaya

meningkatkan

profesionalnya

dan

Efektifitas

hubungan

yang

guru

dalam

mengembangkan

hubungan

interpersonal,

dilandasi

dengan

respek,

inters,

sensifitas,

perhatian,

kepercayaan, tak ada guru yang melecehkan guru lain. Mereka juga mengadakan

komunikasi

dengan

orang

tua

siswa

selalu