Anda di halaman 1dari 12

Makalah agama tentang sholat

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sholat merupakan salah satu tiang bangunan islam. Begitu pentingnya arti sebuah tiang
dalam suatu bangunan yang bernama islam, sehingga takkan mungkin untuk ditinggalkan.
Makna bathin juga dapat ditemukan dalam sholat yaitu: kehadiran hati, tafahhum (Kefahaman
terhadap mana pembicaraan), tadzim (Rasa hormat), mahabbah, raja (harap) dan haya (rasa
malu), yang keseluruhannya itu ditujukan kepada Allah sebagai Ilaah.
Sesungguhnya shalat merupakan sistem hidup, manhaj tarbiyah dan talim yang sempurna,
yang meliputi (kebutuhan) fisik, akal dan hati. Tubuh menjadi bersih dan bersemangat, akal bisa
terarah untuk mencerna ilmu, dan hati menjadi bersih dan suci. Shalat merupakan tathbiq amali
(aspek aplikatif) dari prinsip-prinsip Islam baik dalam aspek politik maupun sosial
kemasyarakatan yang ideal yang membuka atap masjid menjadi terus terbuka sehingga nilai
persaudaraan, persamaan dan kebebasan itu terwujud nyata. Terlihat pula dalam shalat makna
keprajuritan orang-orang yang beriman, ketaatan yang paripurna dan keteraturan yang indah.
Karena itu semua maka masyarakat Islam pada masa salafus shalih sangat memperhatikan
masalah shalat, sampai mereka menempatkan shalat itu sebagaimizan atau standar, yang
dengan neraca itu ditimbanglah kadar kebaikan seseorang dan diukur kedudukan dan derajatnya.
Jika mereka ingin mengetahui agama seseorang sejauh mana istiqamahnya maka mereka
bertanya tentang shalatnya dan sejauh mana ia memelihara shalatnya, bagaimana ia melakukan
dengan baik. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW:
Apabila kamu melihat seseorang membiasakan ke Masjid, maka saksikanlah untuknya dengan
iman. (HR. Tirmidzi).
Dalam kitab Jamiush shogir lima orang sahabat r.a. yaitu Tsauban, Ibnu Umar, Salamah, Abu
Umamah dan Ubadah r.a.telah meriwayatkan hadist ini : Sholat adalah sebaik-baik amalan
yang ditetapkan Allah untuk hambanya. Begitupun dengan maksud hadits yang diriwayatkan
oleh Ibnu masud dan Anas r.a.
Begitulah orang-orang yang beriman itu bukanlah orang yang melaksanakan ritual dan
gerakan-gerakan yang diperintahkan dalam sholat semata tetapi dapat mengaplikasikannya
dalam keseharianya. Sholat sebagai salah satu penjagaan bagi orang-orang yang beriman yang
benar-benar melaksanakannya.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, masalah-masalah yang akan dibahas dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1. Apakah pengertian sholat?
2. Bagaimanakah sejarah sholat?
3. Sebutkan macam-macam sholat!
4. Apakah manfaat sholat?
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN SHOLAT
Sholat menurut bahasa adalah doa, sedangkan menurut istilah adalah pekerjaan dan ucapan
yang diawali oleh takbiratul ihram dan diakhiri oleh salam.
Permulaan shalat, shalat didirikan dengan membaca kalimah kebesaran Allah. Yaitu musholi
bertakbir dengan mengucapkan Allahu Akbar, maka serempak jiwanya bergerak menghadap ke
Hadirat Allah Yang Mahatinggi-Mahamulia. Sementara musholi meninggalakan seluruh urusan
dunianya dan memusatkan pikirannya untuk menghadap Allah SWT. Sehingga, sudah barang
tentu ia putus hubungan dengan (makhluk) di bumi, meskipun jasadiahnya ada di atas hamparan
bumi.
Sesungguhnya shalat dengan adzan dan iqamatnya, berjamaah dengan keteraturannya, dengan
dilakukan di rumah-rumah Allah, dengan kebersihan dan kesucian, dengan penampilan yang
rapi, menghadap ke kiblat, ketentuan waktunya dan kewajiban-kewajiban lainnya seperti
gerakan, tilawah, bacaan-bacaan dan perbuatan-perbuatan, yang dimulai dengan takbir dan
diakhiri dengan salam, dengan ini semuanya maka shalat mempunyai nilai lebih dari sekedar
ibadah bumi, seraya berdoa selamat (mengucap salam) kepada makhluk bumi, keselamatan dan
kesejahteraan yang diperuntukkan bagi sesama makhluk-Nya. Sebab itulah shalat berawal
dengan takbir ihram, Allahu Akbar dan berakhir dengan salam, Assalamualaikum.

B. SEJARAH SHOLAT
Perintah mendirikan shalat yaitu melalui suatu proses yang luar biasa yang dilaksanakan oleh
Rasulullah SAW yaitu melalui Isra dan Miraj, dimana proses ini tidak dapat dipahami hanya
secara akal melainkan harus secara keimanan sehingga dalam sejarah digambarkan setelah Nabi
melaksanakan Isra dan Miraj, umat Islam ketika itu terbagi tiga golongan, yaitu yang secara
terang-terangan menolak kebenarannya itu, yang setengah tengahnya, dan yang yakin sekali
kebenarannya. Dilihat dari prosesnya yang luar biasa maka shalat merupakan kewajiban yang
utama, yaitu mengerjakan shalat dapat menentukan amal amal yang lainnya, dan mendirikan
sholat berarti mendirikan agama dan banyak lagi yang lainnya.
C. MACAM-MACAM SHOLAT
Sholat terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Sholat Fardhu
Yaitu sholat yang diwajibkan Alloh SWT kepada hamba-hamba-Nya sesuai batasan-batasan yang
telah dijelaskan-Nya, baik melalui perintah maupun larangan. Dalam hal ini adalah sholat 5
waktu dalam sehari semalam, yaitu:
a. Dzuhur, waktunya dari tergelincirnya matahari kearah barat sampai panjang bayangan dua kali
lipat dari panjang benda aslinya
b. 'Ashar, waktunya dari panjang bayangan dua kali lipat dari panjang benda aslinya sampai
tenggelamnya matahari.

c. Magrib, waktunya dari tenggelamnya matahari sampai hilangnya mendung merah dilangit.

d. 'Isya', waktunya dari hilangnya mendung merah dilangit sampai munculnya fajar shodiq.

e. Shubuh, waktunya dari menculnya fajar shodiq sampai terbitnya matahari.

2. Sholat Tathowwu'

Yaitu sholat sunnah atau tambahan dari sholat-sholat fardhu 5 waktu.

a. Sholat Tathowwu' Muthlaq

Yaitu sholat sunnah yang batas dan ketentuannya tidak ditentukan oleh syara'.

b. Sholat Tathowwu' Muqoyyad

Yaitu sholat yang batas dan ketentuannya telah ditentukan oleh syara'.
Ibnu Umar rodhiallohu anhuma berkata: "Aku mengahafal 10 rokaat (sholat) dari Nabi
sholallohu alaihi wa sallam. 2 rokaat sebelum Dzuhur dan 2 rokaat sesudahnya, 2 rokaat setelah
maghrib dirumahnya, 2 rokaat setelah isya' dirumahnya, dan 2 rokaat sebelum shubuh disaat
Nabi sholallohu alaihi wa sallam tidak boleh dimasuki orang lain". (HR. Bukhori: 118, dan
Muslim: 729)

Sholat lain yang disyariatkan dalam bagian ini antara lain, sholat-sholat sunah seperti sholat
tahajud, sholat witir dan rowatib, sholat istihoroh, sholat dhuha, sholat taubat, sholat tahiyyatul
masjid, dan sholat tasbih.

D. SHOLATNYA ORANG BERIMAN DAN ORANG FASIQ


1. Sholatnya orang beriman
a. Orang beriman melaksanakan shalat sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah
SWT, serta sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Sebagaimana sabdanya:
Aku lakukan hal ini agar kalian dapat mengikuti aku (bermakmum) dan agar kamu sekalian
tahu shalatku (HR. Bukhari-Muslim)
Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat (HR. Bukhari-Muslim)
b. Orang yang beriman melakukan shalat tidak hanya berupa gerakan dan ucapan yang telah
dicontohkan Rasulullah melainkan menekankan pada esensi shalat yaitu terdapatnya kekhusuan.
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusu
dalam shalatnya. (Al Muminun: 9).
2. Sholatnya orang fasiq
a. Golongan pertama adalah golongan orang yang telah mengetahui ilmu tentang shalat, yaitu
mengenai syarat dan rukunnya, perkara-perkara yang membatalkannya, tentang bersuci dari
hadas, begitu juga bacaannya sudah betul dan lain sebagainya. Akan tetapi golongan ini tidak
mampu melawan nafsu. Sehingga godaan dan tarikan dunia mudah memalingkan mereka
daripada menunaikan kewajiban kepada Tuhannya seperti perintah shalat ini. Bila mereka sedang
ada mood maka ditunaikannya juga shalat. Tetapi bila ada urusan pekerjaan, maka mereka
lupakan saja shalat dan mendahulukan apa saja tuntutan pekerjaan mereka walaupun mereka tahu
perbuatan itu berdosa. Dengan kata yang lain, mereka tidak istiqomah di dalam mengerjakan
perintah shalat. Golongan ini dihukumkan sebagai orang fasiq. Seperti firman Allah di dalam Al
Quran: Barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah Allah turunkan, maka mereka
itu adalah orang-orang yang fasiq.
b. Golongan kedua yaitu orang orang yang sudah mengerjakan shalat dan sudah tahu ilmunya,
akan tetapi tidak khusyuk dalam mengerjakannya. Yakni, jiwa dan fikirannya tidak ditumpukan
untuk mengingati Allah dengan menghayati bacaan-bacaan dalam shalat. Fikirannya melayang-
layang memikirkan hal-hal lain di luar shalat, seperti perniagaannya, kerjanya, istrinya, anaknya,
dan lain-lain lagi. Golongan ini tidak menjiwai shalatnya, malah pekerjaannya di luar shalat itu
yang dijiwai sehingga mengganggu ibadah shalatnya. Mereka diancam oleh Allah SWT dengan
firmanNya:
Maka kecelakaanlah (neraka Wail) bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai
di dalam shalatnya (Qs. Al Maun 4-5)
Ciri orang yang munafik juga dapat dilihat dari pelaksanaan sholat itu sendiri:
Sesungguhnya orang munafik itu menipu Allah dan Allah membalas tipuan mereka dan apabila
mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya(dengan
sholat) dihadapan manusia, dan tidaklah mereka menyebut Allah melainkan dengan sedikit
sekali (Qs. Annisa ayat 142).

E. MANFAAT SHOLAT
1. Sholat dapat menghapuskan dosa
Ibnu Masud meriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda: Kamu sekalian berbuat dosa,
maka kamu telah melakukan shalat subuh maka shalat itu membersihkannya, kemudian kamu
sekalian berbuat dosa, maka jika kamu melakukan shalat zhuhur, maka shalat itu
membersihkannya, kemudian berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan shalat asar maka
shalat itu membersihkannya, kemudian kamu berbuat dosa lagi, maka jika kamu melakukan
shalat maghrib, maka shalat itu membersihkannya, kemudian kamu berbuat dosa lagi, maka jika
kamu melakukan shalat isya, shalat itu akan membersihkannya, kemudian kamu tidur maka
tidak lagi di catat dosa bagi kamu hingga kamu bangun. (HR. Thabrani)
2. Manfaat sholat bagi kesehatan
Berikut ini beberapa manfaat dari gerakan sholat yang baik untuk kesehatan:
Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan
pernapasan, pencernaan dan tulang.
Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru kita
terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang
belakang yang mencembung, dengan begitu kita tidak mudah terserang penyakit, tulang
belakang juga akan lurus.
Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada
mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot
bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar.
Ruku berarti memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak
bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku dilakukan dengan benar yaitu
meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher.
Sujud juga melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat
tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot.
Tak heran kalau ada di sebagian sahabat Rasul menceritakan bahwa Rasulullah sering lama
dalam bersujud.
Duduk di antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan
paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Gerakan ini menjaga supaya
kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke
kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran
getah bening di leher ke jantung.
3. Mencegah perbuatan keji dan mungkar
.sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar (Qs. Al-Ankabut
ayat 45). Sholat adalah salah satu aplikasi dari keimanan yang diambil dari konsekuensi rukun
islam yang pertama. Sebagai muslim yang memiliki iltizam terhadap apa yang telah menjadi
konsekuensi pengakuannya terhadap keimanannya pada Allah, maka sholat akan menjadi
pencegah kemaksiatan dan kemungkaran dari dirinya sebagaimana telah disebutkan dalam ayat
tadi.
4. Dzikir, tilawah dan doa-doa dalam sholat sangat baik untuk membersihan jiwa dan melunakkan
perasaan, menenangkan pikiran dan perasaan. Shalat dengan dipersyaratkannya membaca AL
Fatihah di dalamnya, sementara AL Quran menjadi kurikulum Tsaqafah Islamiyah yang
sempurna telah memberikan bekal pada akal dan fikiran dengan berbagai hakekat ilmu
pengetahuan, sehingga orang yang shalat dengan baik akan sehat tubuhnya, lembut perasaannya
dan akalnya pun mendapat gizi.

F. BAHAYA MENINGGALKAN SHOLAT


Dalam peristiwa Isra Miraj Rasulullah SAW, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang
yang beramal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat mungkar, diantaranya
siksaan bagi yang meninggalkan Sholat fardhu.
Mengenai balasan orang yang meninggalkan Sholat Fardu: Rasulullah SAW, diperlihatkan
pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu
menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka
tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: Siapakah ini wahai
Jibril? Jibril menjawab: Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan
Sholat fardhu (Riwayat Tabrani).
Orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam Neraka Saqor.
Maksud Firman Allah Taala: ..Setelah melihat orang-orang yang bersalah itu, mereka
berkata: Apakah yang menyebabkan kamu masuk ke dalam Neraka Saqor ?. Orang-
orang yang bersalah itu menjawab: kami termasuk dalam kumpulan orang-orang yang
tidak mengerjakan Sholat Al-ayat.
Saad bin Abi Waqas bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai orang yang melalaikan Sholat,
maka jawab Baginda SAW, yaitu mengakhirkan waktu Sholat dari waktu asalnya hingga sampai
waktu Sholat lain. Mereka telah menyia-nyiakan dan melewatkan waktu sholat, maka mereka
diancam dengan Neraka Wail. Ibn Abbas dan Said bin Al-Musaiyib turut menafsirkan hadist di
atas yaitu orang yang melengah-lengahkan Sholat mereka sehingga sampai kepada waktu
Sholat lain, maka bagi pelakunya jika mereka tidak bertaubat Allah menjanjikan mereka Neraka
Jahannam tempat kembalinya.
Maksud Hadist: Siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia telah
kafir dengan nyata.
Berdasarkan hadist ini, Sebagaian besar ulama (termasuk Imam Syafii) berfatwa: Tidak wajib
memandikan, mengkafankan dan mensholatkan jenazah seseorang yang meninggal dunia dan
mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan sholat. Bahkan, ada yang mengatakan haram
mensholatkanya.
Tiga jenis siksa di dalam kubur yaitu:
1. Kuburnya akan berhimpit-himpit serapat mungkin sehingga meremukkan tulang-tulang dada.
2. Dinyalakan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan
malam tiada henti-henti.
3. Akan muncul seekor ular yang bernama Sujaul Aqra Ia akan berkata, kepada si mati dengan
suaranya bagai halilintar: Aku disuruh oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan sholat dari
Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke
Isya hingga Subuh. Ia dipukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan
dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Sholat Dhuhur. Kemudian
dipukul lagi karena meninggalkan Sholat Asar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari
Maghrib ke waktu Isya hingga ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh
Sajaul Aqra hingga hari Qiamat.
Barang siapa yang (sengaja) meninggalkan solat fardhu lima waktu:
Subuh , Allah Taala akan menenggelamkannya kedalam neraka Jahannam selama 60 tahun
hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat=1000 tahun didunia=60,000 tahun).
Dhuhur, dosa sama seperti membunuh 1000 orang muslim.
Asar, dosa seperti menghacurkan Kabah.
Maghrib, dosa seperti berzina dengan ibu-bapak sendiri.
Isya, Allah Taala akan berseru kepada mereka: Hai orang yang meninggalkan sholat Isya,
bahwa Aku tidak lagi ridha engkau tinggal dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu,
segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kepada Allah Taala.
Kehinaan bagi yang meninggalkan sholat :
Didunia
1. Allah Taala menghilangkan berkat dari usaha dan rezekinya.
2. Allah Taala mencabut nur orang-orang mukmin (sholeh) dari pada (wajah) nya.
3. Ia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
Ketika Sakaratul Maut
1. Ruh dicabut ketika ia berada didalam keadaan yang sangat haus.
2. Dia akan merasa amat azab/pedih ketika ruh dicabut keluar.
3. Dia akan Mati Buruk (suul khatimah)
4. ia akan dirisaukan dan akan hilang imannya

Ketika di Alam Barzakh


1. Ia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta menerima hukuman) dari
Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat menakutkan.
2. Kuburnya akan menjadi sangat gelap.
3. Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari
bertemu jari).
4. Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kala jengking dan lipan.

G. Waktu Yang Dilarang untuk Sholat


1. Setelah shalat fajar hingga ukuran matahari setinggi tombak.
2. Setelah Shalat Ashar hingga matahari tenggelam
Tidak boleh dilaksanakannya shalat sunnah setelah 2 waktu tersebut berdasarkan hadits-hadits
berikut:
o Hadits Ibnu Abbas, ia berkata Saya diajari oleh banyak orang yang kejujuran dan
keagamaannya tidak diragukan lagi -termasuk didalamnya adalah Umar- Sesunguhnya Nabi
melarang melaksanakan shalat setelah Subuh hingga terbit matahari dan setelah Shalat Ashar
hingga matahari tenggelam. (HR Bukhari 581 dan Muslim 826)
o Hadits Abu Said, ia berkata bahwa Rasulullah r bersabda: Tidak ada pelaksanaan shalat setelah
shalat subuh hngga matahari meninggi, dan tidak ada shalat setelah shalat Ashar hingga
matahari terbenam. (HR Bukhari 586 dan Muslim 727)
3. Ketika tengah hari
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Uqbah bin Amir, ia berkata: Tiga waktu yang
dilarang oleh RAsulullah untuk melaksanakan shalat atau mengubur mayit kami; Ketika
matahari terbit dan bersinar terang hingga meninggi, ketika tengah hari hingga matahari
tergelincir, ketika matahari condong kebarat hingga tengelam. (HR Muslim 831)
H. Syarat Wajib Sholat
1. Islam
Syarat ini sudah pasti harus dipenuhi, karena orang yang tidak islam tidak wajib mengerjakan
Shalat, tetapi Ia pasti akan mendapatkan siksa di Akhirat.
2. Berakal
Karena sholat merupakan jalinan hubungan antara manusia dengan ALLAH maka manusia yang
bisa berfikir secara logislah yang diwajibkan menjalankan Shalat, orang-orang yang tidak
berakal atau orang yang tidak sehat akalnya seperti orang gila, orang yang baru mabuk
( walaupun orang itu normal tapi saat itu sedang dalam keadaan diluar akalnya atau diluar
kesadarannya maka ia tidak bisa berpikir, sehingga orang yang mabuk juga termasuk orang yang
tidak berakal ), dan juga orang yang pingsan tidak diwajibkan Shalat karena dalam kondisi yang
tidak sadar.
3. Baligh (Dewasa)
Orang yang belum baigh tidak diwajibkan mengerjakan shalat, berikut adalah beberapa ciri atau
tanda-tanda orang yang sudah baligh :
a. Sudah menginjak umur kurang lebih 13-15 tahun
b. Mimpi bersetubuh (mimpi basah) untuk anak laki-laki
c. Mulai keluar darah haid atau sering disebut datang bulan untuk anak perempuan
Berikut adalah salah satu cara/metode untuk melatih anak menjadi terbiasa untuk melaksanakan
Shalat. Bagi orang tua yang memiliki anak sudah berumur sekitar 7 tahun orang tua harus sudah
menyuruh untuk melaksanakan Shalat , apabila anaknya sudah berumur 10 tahun dan belum
mengerjakan Shalat maka orang tua itu wajib untuk menyuruh dengan lebih keras (maksudnya
lebih disiplin) bahkan orang tua diwajibkan memukulnya, semua itu dilakukan agar tertanam
dalam diri anak itu agar tidak meninggal kan shalat.
4. Telah sampainya dakwah kepadanya
Orang yang belum pernah mendapatkan dakwah/seruan agama, tidak wajib mengerjakan Shalat,
dan dia tidak mendapat siksa diakhirat, belum mendapat seruan disini dimaksudkan seperti
seorang anak kecil/bayi yang meninggal, bukan orang yang tidak mau mendapatkan seruan
agama, karena belajar Ilmu agama itu wajib.
5. Suci dari haid dan nifas
Seorang wanita yang sedang datang bulan atau habis melahirkan tidak diwajibkan melaksanakan
Shalat karena dalam kondisi yang tidak Suci
6. Jaga
Maksudnya orang yang sedang tidur tidak diwajibkan untuk melaksanakan Shalat. ( tanpa
disengaja ).
I. Dalil-dalil yang Mewajibkan Sholat
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara lahiriah shalat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan
diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat syarat
yang telah ditentukan. Sedangkan secara hakikinya ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah,
secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa
kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya atau melahirkan hajat dan keperluan kita
kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua duanya.
Orang beriman melaksanakan shalat sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah
SWT, serta sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Selain itu sholat juga
mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, untuk kesehatan manusia itu sendiri,
ketenangan hati dan pikiran, dan keselamatan di akhirat karena amal yang pertama dihisab
adalah sholat.

B. SARAN
Sholat sebagai suatu tarbiyyah yang begitu luar biasa yang mengajarkan kebaikan dalam
segala aspek kehidupan, sebagai pencegah kemungkaran dan kemaksiatan, sebagai pembeda
antara orang yang beriman dan orang yang kafir, sholat sebagai syariat dari Allah dalam
kehidupan, semoga dapat difahami, diamalkan dan diaplikasikan dengan benar dalam kehidupan
kita. Kebenaran datang dari Allah semata dan kesalahan-kesalahan takkan lepas dari kami
sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan. Maka teruslah berusaha untuk menjauhi
segala yang menjadi larangannya dan melaksanakan segala perintahnya, meneladani Nabi kita
Nabi Muhammad SAW.

DAFTAR PUSTAKA
http://abiyazid.wordpress.com/2008/03/06/waktu-yang-terlarang-untuk-shalat/
http://majelisvirtual.com/2010/04/15/dahsyatnya-siksa-bagi-orang-yang-meninggalkan-sholat/
http://islamic-indo.blogspot.com/2011/01/syarat-wajib-shalat.html