Anda di halaman 1dari 6

M VIII

HYDROCYCLONE

8.1. Tujuan Percobaan


Adapun tujuan dari dilaksanakannya percobaan dengan menggunakan
media alat Hydrocyclone ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memisahkan mineral berharga (konsentrat) dari mineral
pengotornya (tailing) yang didasarkan pada perbedaan berat jenis.
2. Dapat memperoleh serta menentukan Recovery (Perolehan) dari mineral
berharga.
3. Dapat memperoleh serta menentukan Ratio of Concentration dari mineral
berharga.

8.2. Landasan Teori


Pengolahan bahan galian adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang
bagaimana cara atau proses pengolahan bahan galian dari bahan mentah
menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Umumnya pada ilmu ini akan
dibahas mengenai pengolahan bahan yang berasal dari tempat penambangan
yang kemudian diolah untuk tahap atau proses selanjutnya. Pengolahan tersebut
umumnya dapat dilakukan sesuai dengan karakteristiknya masing masing,
pengolahan tersebut dilakukan tanpa mengubah sifat fisik dan kimia dari bahan
galian itu sendiri.
Dalam pertambangan terdapat beberapa macam pengolahan, baik yang
secara konvensional ataupun modern. Salah satu pengolahan yang dilakukan
secara modern adalah dengan menggunakan bantuan alat Hydrocyclone. Prinsip
kerja pada alat ini adalah dengan menggunakan perbedaan berat jenis dari
sebuah mineral. Dalam skala besar penggunaan media pemisah dengan
hydrocyclone dianggap efisien dan ekonomis karena mampu melakukan
pemisahan konsentrat yang cukup halus.
Hydrocyclone merupakan salah satu media alat bantu yang digunakan
dalam proses pengolahan bahan galian terutama dalam tahapan pemisahan
antara mineral mineral berharga atau konsentrat dengan mineral mineral
pengotor atau pengikutnya (tailing). Hydrocyclone juga memiliki fungsi untuk
memisahkan sebuah material berupa padatan atau gas dari cairan (dalam
kondisi tercampur air) yang didasarkan pada perbedaan gravitasi pada setiap
bagian komponen, dari material yang akan dipisahkan tersebut.

Sumber : minecreate.blogspot.com
Gambar 8.1
Alat Hydrocyclone
Prinsip kerja pada hydrocyclone adalah berdasarkan perbedaan berat
jenis. Dimana hydrocyclone ini bekerja dengan cara memutar zat atau umpan
yang dimasukan ke dalam ruang atau rongga yang berkontur (beralur), kemudian
dengan menggunakan prinsip perbedaaan berat jenis tersebut, material atau
mineral berharga yang memiliki masa jenis lebih berat, akan dialirkan dan
salurkan ke bawah melalui jalur spiral yang berada pada sepanjang dinding
ruangan. Sedangkan material atau mineral yang memiliki masa jenis lebih ringan
atau material pengotor, akan terangkat pada bagian permukaan cairan (air) yang
kemudian disalurkan pada ruang penampungan melalui jalur spiral yang terdapat
pada bagian atas alat, tempat penampungan tersebut dinamakan sebagai
discharge overflow atau tempat pemberhentian mineral pengotor.
Sumber : Indonesia.alibaba.com
Gambar 8.1
Prinsip Kerja Alat Hydrocyclone
Pada umumnya, media alat hydrocyclones banyak digunakan pada
sistem pengaliran air atau fluida yang berkelanjutan (kontinu) serta konstan,
sehingga aliran cairan umpan atau zat yang masuk ke dalam hydrocyclone akan
sama dengan jumlah dengan besarnya volume jumlah aliran air atau fluida yang
keluar.
Hydrocyclone ini merupakan termasuk salah satu alat classifier. Alat
Classifier merupakan suatu alat untuk mengkelaskan atau menggolongkan suatu
zat atau mineral dengan menggunakan prinsip tertentu, pada hydrocyclone ini
cara atau prinsip pemisahannya dengan memanfaatkan perbedaan berat jenis
pada suatu massa zat atau mineral.

Sumber : wingsarrowman.blogspot.com
Gambar 8.2
Pemisahan Konsentrat Dengan Hydrocyclone
Pada proses pemisahan mineral berharga dengan mineral pengotornya,
terdapat beberapa gaya yang bekerja pada alat hydrocyclone tersebut sehingga
membantu dalam proses pemisahan tersebut. Gaya gaya yang bekerja pada
alat ini diantaranya adalah gaya sentrifugal. Dimana gaya ini merupakan gaya
menjauh dari pusat atau inti. Sehingga dengan adanya gaya ini mineral pengotor
yang bermassa ringan akan terbawa keluar atau menjauh inti, sedangkan
konsentrat yang merupakan mineral dengan massa jauh lebih berat akan berada
pada pusat atau inti. Dengan adanya gaya ini, maka kecepatan laju
pengendapan dari partikel mineral mineral berharga tersebut akan lebih cepat,
sehingga mempersingkat waktu yang ada dan proses pengolahan bahan galian
pun akan lebih efisien.
Pada hydrocyclone terdapat beberapa bagian bagian atau komponen
komponen utama penyusun yang membantu dalam kinerja alat tersebut. Berikut
adalah penjelasan dari beberapa komponen utama alat yang dimaksud :
1. Bagian atas silinder, dimana bagian tersebut ditutup dengan plat yang
telah dihubungkan dengan pipa sehingga pipa tersebut menjadi jalur
keluarnya overflow.
2. Bagian silinder, merupakan bagian yang ujungnya terbuka (apex) dan
pada bagian silinder tersebut dihubungkan dengan bagian kerucut dari
alat tersebut.
3. Fortex Finder merupakan bagian perpanjangan dari pipa untuk
penghubung pada jalur overflow menuju cylinder.

Sumber : learnmineedu.com
Gambar 8.2
Bagian Bagian Alat Hydrocyclone
8.3.Alat dan Bahan
8.3.1 Alat
Alat alat yang digunakan dalam percobaan ini di antaranya :
1. Timbangan (neraca)
2. Splitter
3. Alas plastik atau karpet
4. Sendok
5. Nampan
6. Kantong plastik
7. Mikroskop atau Loope
8. Corong
9. Papan Grain Counting
10. Pan Pemanas
11. Pemanas (Oven)
12. Ember
13. Gelas ukur
14. Stop watch
15. Hydrocyclone
8.3.2 Bahan
Bahan bahan yang digunakan dalam praktikum pemisahan konsentrat
dengan menggunakan media alat Hydrocyclone ini adalah :
1. Mineral kasiterit (SnO2), dengan ukuran 40 + 70 #.
2. Mineral Kuarsa (SiO2), sebanyak 300 gram dengan ukuran 40 + 70 #.
3. Total berat kuarsa dan kasiterit sebanyak 500 gram.

8.4. Prosedur Percobaan


Adapaun prosedur atau tahapan yang dilakukan pada percobaan
Hydrocyclone ini adalah sebagai berikut :
1. Lakukan mixing antara kasiterit dengan kuarsa.
2. Lakukan coning dan quartering.
3. Tentukan kadar feed dengan grain counting.
4. Ukur debit air yang digunakan.
5. Campur kasiterit dan kuarsa di atas dengan air dan aduk sampai rata.
6. Atur penggunaan Hydrocyclone, kemudian sesuaikan penggunaan debit
air yang masuk.
7. Hidupkan motor Hydrocyclone (Dalam hal ini buka keran air dengan
ukuran debit tertentu).
8. Masukkan feed di atas pada feeder Hydrocyclone setiap 15 detik.
9. Atur kecepatan air sampai feed habis.
10. Matikan motor Hydrocyclone.
11. Ambil konsentrat, kemudian saring.
12. Masukkan ke pan pemanas dan keringkan pada suhu 100 sampai 105 oC
sampai airnya kering atau hilang.
13. Timbang berat konsentrat.
14. Tentukan kadar kasiterit (SnO2) dengan grain counting.
15. tentukan berat tailing (T) dan kadarnya (t).

8.5. Rumus yang digunakan


Adapun beberapa rumus yang digunakan dalam perhitungan dalam
percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Material Balance
F=C+T
2. Metallurgical Balance

F.f = C . c + T . t
3. Recovery
C.c
R=
F.f

4. Ratio of concentration
F
K=
C

Dimana : F = Berat Feed (gr) T = Berat Tailing (gr)


f = Kadar Feed (%) t = Kadar Tailing (%)
C = Berat Konsentrat (%) R = Recovery
c = Kadar Konsentrat (%) K = Ratio of concentration
DAFTAR PUSTAKA

1. Anonim.2009. Pengolahan Bahan Galian


tambangunhas.wordpress.com. Diakses pada tanggal 24 April
2017 pukul 17.34

2. Anonim. 2014. Gaya Pada Hydrocyclone susgovtcollage.org. Diakses


pada tanggal 24 April 2017 pukul 17.34

3. Susanto, heri. 2011 pengolahan bahan galian. Herisusanto-


tambang.blogspot.co.id. Diakses pada tanggal 24 April 2017 pukul
17.34