Anda di halaman 1dari 2

Candidiasis disebabakan oleh jamur candida.

Terdapat lima spesies candida yaitu


c.albikans, c. tropikalis, c. glabrata, c. krusei dan c. parapsilosis. Dari kelima spesies
candida tersebut c. albikans merupakan spesies yang paling umum menyebabakan
infeksi di rongga mulut.(Nolte,1982)
Struktur c. albikans terdiri dari dinding sel, sitoplasma nukleus, membran golgi dan
endoplasmic retikuler. Dinding sel terdiri dari beberapa lapis dan dibentuk oleh
mannoprotein, gulkan, glukan chitin. (Farlane M, 2002). Candida albikans dapat
tumbuh pada media yang mengandung sumber karbon misalnya glukosa dan nitrogen
biasanya digunakan ammonium atau nitrat, kadang-kadang memerlukan biotin.
Pertumbuhan jamur ditandai dengan pertumbuhan ragi yang berbentuk oval atau sebagai
elemen filamen hyfa atau pseudohyfa (sel ragi yang memanjang) dan suatu masa
filamen hyfa disebut mycelium. Spesies ini tumbuh pada temperatur 20 40 derajat
Celsius ( Mc Farlane 2002).

Tiga faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya kandidiasis oral adalah:
1. Status kekebalan tubuh pasien
Pertumbuhan kandida dapat dipermudah oleh kekebalan tubuh yang menurun seperti
pada HIV. Faktor yang juga dapat mempengaruhi penurunan sistem kekebalan tubuh
adalah kemoterapi kanker, stress, dan depresi. Infeksi paling sering terjadi pada pasien
dengan jumlah sel limfosit CD4+ menurun jumlahnya sampai 100 sel. Respon imun dari
limfosit T dan Ig G, Ig M, Ig A sangat penting untuk mencegah terjadinya terjadinya
kandidiasis oral (Firriolo FJ, 2003; Lehner T, 1995).
2. Kondisi mukosa oral pasien
Perubahan membran mukosa dan flora bakteri di rongga mulut dapat menunjang
invasi candida. Perubahan ini terjadi akibat pemakaian beberapa jenis obat, termasuk
antibiotic jangka lama, pemakaian steroid, serta kontrasepsi yang mengandung kadar
estrogen yang tinggi (Firriolo FJ, 2003; Winasa IG, 1996)
3. Kekuatan perlekatan partikel candida albican
Faktor utama yang menyebabkan virulensi candida albican terhadap mukosa oral
dalah kemampuan bertahannya candida albican pada sel-sel epitel lidah, mukosa pipi,
dan palatum, serta permukaan akrilik gigi tiruan. Tahap ini dalah langkah awal
terjadinya kolonisasi dan infeksi candidiasis oral (Firriolo FJ, 2003; Lehner T, 1995;
Winasa IG, 1994).
Stomatitis akibat pemakaian gigi tiruan dapat terjadi tidak hanya disebabkan oleh
perlekatan kandida albikan pada permukaan akrilik gigi tiruan tapi juga dipengaruhi
oleh koagregasi atau interaksi kandida dengan streptokokus mutans atau streptokokus
sanguis. Mekanisme adhesi mungkin tergantung pada sucrose, dimana glukan yang
dibentuk streptokokus mutans merupakan tempat perlekatan candida (Lehner T, 1995).

Anda mungkin juga menyukai