Anda di halaman 1dari 1

Patogenesa Candidiasis

Mikroorganisme penyebab dari candidiasis oral adalah jamur bersel tunggal dari
keluarga Crytokokakeae. Candida albican sebagaimana spesies jamur lainnya dapat
hidup dlam beberapa bentuk, yaitu dalam bnetuk vegetative, hifa, serta hifa semu
(miselium) (Gayford JJ and Haskell R, 1990; Regezi JA, Scuibba J, 1993; Lehner T,
1995). Bentuk vegetative paling sering dalam mulut bersifat komensal dan jarang
ditemukan berbahaya, sedangkan bentuk hifa bersifat invasive, patogenik dan dapat
menyebabkan infeksi candida (Sudiono J, 2002).
Terjadinya candidiasis pada rongga mulut di awali dengan adanya kemampuan
candida untuk melekat pada mukosa mulut, hal ini yang menyebabkan awal terjadinya
infeksi. Sel ragi atau jamur tidak melekat apabila mekanisme pembersihan oleh saliva,
pengunyahan dan penghancuran oleh asam lambung berjalan normal. Perlekatan jamur
pada mukosa mulut mengakibatkan proliferasi, kolonisasi tanpa atau dengan gejala
infeksi (Mc Farlane, 2002).
Bahan-bahan polimerik ekstra selular (mannoprotein) yang menutupi permukaan
candida albicans merupakan komponen penting untuk perlekatan pada mukosa mulut.
Candida albicans menghasilkan proteinnase yang dapat mendegradasi protein saliva
termasuk sekretori imunoglobulin A, laktoferin, musin dan keratin juga sitotoksis
terhadap sel host. Batas-batas hidrolisis dapat terjadi pada pH 3.0(3.5)-pH 6.0. Dan
mungkin melibatkan beberapa enzim lain seperti fosfolipase, akan di hasilkan pada pH
3.5-6.0. Enzim ini menghancurkan membran sel selanjutnya akan terjadi invasi jamur
tersebut pada jaringan host. Hifa mampu tumbuh meluas pada permukaan sel host. (Mc
Farlane 2002)
2.5 Gambaran Klinis Candidiasis
Secara klinis candidiasis dapat menimbulkan penampilan yang berbeda, pada umumnya
berupa lesi-lesi putih atau area eritema difus (Silverman S, 2001). Penderita candidiasis
akan merasakan gejala seperti rasa terbakar dan perubahan rasa kecap.

Anda mungkin juga menyukai