Anda di halaman 1dari 65

TUGAS MATA KULIAH ARITEKTUR DUNIA 2

ARSITEKTUR MODERN FUNGSIONALISME /RASIONALISME,


INTERNATIONAL STYLE

Oleh : Kelompok 3
AA. Ngurah Rama Wedastara 1504205
IGAB Parameswara Tantra 1504205104
Nurfitriana Apritaningtyas 1504205110
Dame Sola Gratia 1504205112
Putu David Taruna 1504205116

Dosen :
Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si
Dr. Ir . Widiastuti, MT.

Jurusan Arsitektur
Fakultas Teknik
Universitas Udayana
2016/2017
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang Arsitektur Modern Fungsionalisme/Rasionalisme,
International Style ini dengan baik meskipun masih banyak kekurangan didalamnya.
Dan juga kami berterima kasih pada bapak Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain M.Si
selaku dosen koordinator mata kuliah Arsitektur Dunia 2 dan ibu Dr. Ir . Widiastuti,
MT selaku dosen pembimbing kelas D mata kuliah Arsitektur Dunia 2 yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai sejarah dan perkembangan arsitektur modern
terutama pada aliran fungsionalisme dan international style. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang


membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan
datang.

Denpasar, Maret 2017

Penyusun
Daftar Isi
BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, dan merupakan ungkapan fisik
dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan tempat dan waktu
tertentu. Dari dahulu sampai sekarang bahkan yang akan datang, arsitektur akan selalu
berkembang dalam bentuk semakin kompleks, sejalan dengan perkembangan
peradaban dan budaya termasuk ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan kebutuhan
manusia baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Perkembangan Arsitektur
mencakup dimensi ruang dan waktu yang sukar ditentukan batasnya. Dan untuk
mempermudah di dalam mempelajarinya, suatu karya arsitektur dibedakan menurut
ciri-ciri bentuk dan karakter arsitektural dalam kurun waktu
tertentu. Pengelompokan-pengelompokan perkembangan arsitektur antara lain adalah:
primitif, tradisional, klasik barat, dan modern.

Dalam dunia arsitektur seringkali terjadi perubahan yang selaras dengan


perkembangan teknologi, politik, sosial, ekonomi. Modernisasi timbul ketika revolusi
industri pada tahun 1960-1863. Pada keadaan inilah yang membawa perubahan dalam
mayarakat yang akan mempengaruhi pula perubahan dalam arsitektur.

Gagasan modernisme dalam arsitektur dan tumbuh semenjak akhir abad ke19
di Eropa barat yang diakibatkan oleh berbagai kemajuan dibidang ilmu pengetahuan
dan teknologi.

Terjadinya spesialisasi dan terpisahnya dua keahlian, yaitu arsitek dalam hal
fungsi; ruang dan bentuk disatu pihak dan akhli struktur dan konstruksi dalam hal
perhitungan dan pelaksanaan. Perubahan dalam kebudayaan ditandai dengan style neo
clasic yang semakin pudar, menuju ke arah Form follow function.

Ornamen diyakini sebagai suatu kejahatan karena dianggap tempelan dari


ukiran dan merupakan kebenaran palsu, yang hal ini diungkapkan oleh Adolf Loos.
Kondisi arsitektur modern dipenuhi dengan ambisi, ketegangan, hilangnya referensi
lama, dan juga ketergeseran akan nilai kemanusiaan karena adanya industrialistis yang
mendominasi kehidupan pada saat itu

Arsitektur Modern sendiri merupakan perkembangan dari klasik Barat, berubah


secara revolusioner sejalan dengan revolusi industri mulai awal abad XIX dengan
terjadinya perubahan besar-besaran dalam pola hidup dan pola pikir. Dan
perkembangannya itu sendiri tidak lepas dari pengaruh atau perubahan-perubahan yang
terjadi sejalan dengan perkembangan budaya berbagai bangsa. Oleh karena itu semakin
sulit menentukan batas-batas sosial-budaya, ruang atau tempat dan waktu. Pada abad
XIX, meskipun unsur dan bentuk klasik masih mendominasi banyak bangunan, konsep
dasarnya sudah tidak diterapkan lagi. Masa berakhirnya arsitektur klasik terjadi sejak
revolusi industri di Inggris, sehingga menimbulkan revolusi sosial-ekonomi, tidak
hanya melanda Eropa tetapi seluruh dunia.

Dalam dunia Arsitektur terdapat banyak sekali jenis konsepyang bias di terapkan
dalam sebuah karya arsitektur, salah satunya adalah konsep fungsionalisme,
rasionalisme, dan international style. Yang mulai di kenal pada abad XX.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah perkembangan aliran arsitektur fungsionalisme dan


international style?
2. Apa saja prinsip yang digunakan oleh aliran arsitektur fungsionalisme dan
international style?
3. Apa saja ciri-ciri aliran arsitektur fungsionalisme dan international style?
4. Siapa saja tokoh arsitek ternama yang mempelopori aliran arsitektur
fungsionalisme dan international style?
5. Apa saja contoh karya aliran arsitektur fungsionalisme dan international style
baik di dunia, Indonesia maupun Pulau Bali?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan aliran arsitektur
fungsionalisme dan international style.
2. Untuk mengetahui apa saja prinsip yang digunakan oleh aliran arsitektur
fungsionalisme dan international style.
3. Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri aliran arsitektur fungsionalisme dan
international style.
4. Untuk mengetahui siapa saja tokoh arsitek ternama yang mempelopori aliran
arsitektur fungsionalisme dan international style.
5. Untuk mengetahui apa saja contoh karya aliran arsitektur fungsionalisme dan
international style baik di dunia, Indonesia maupun Pulau Bali.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Perkembangan Arsitektur Fungsionalisme dan International Style

Arsitektur eklektik mengulang, memadukan atau mengambil sepenuhnya salah


satu bentuk klasik tetapi dalam skala dan ukuran lebih besar, disebut juga Neo-Klasik.
Aliran tersebut digolongkan sebagai arsitektur modern karena selain kaidah-kaidah
baku arsitektur klasik sudah tidak sepenuhnya dilaksanakan, digabungkan satu dengan
lain dan menggunakan sistem konstruksi maupun bahan bangunan khususnya baja dan
teknologi baru atau modern. Beberapa kasus sebagai contoh telah diuraikan pada
bagian depan. Setelah itu sejarah perkembangan arsitektur dunia memasuki babakan
baru pada akhir abad XIX dan awal abad XX.

Antara tahun 1880 hingga 1890 terjadi semacam revolusi industri kedua
dalam bentuk rasionalisasi dan penggunaan mesin secara besar-besaran. Pada masa
ini terjadi "ledakan"o jenis bangunan dimana pada masa sebelumnya tidak seperti
misalnya: ruang pameran, pabrik, toko-toko besar, stasiun kereta api, kantor,
apartemen. Berikutnya muncul bangunan lapangan terbang, hanggar, bioskop dll.

Beberapa tokoh arsitek dan karyanya pada masa ini telah diuraikan di depan,
antara lain Violet-le-Duc, Henry Labrouste, Joseph Paxton, Gustave Eiffel. Dua hal
perlu dikemukakan berkaitan dengan hal tersebut yaitu yang pertama timbulnya
sistem pabrikasi di mana sebagian besar elemen bangunan dibuat di pabrik,
menggunakan mesin-mesin, teknologi baja tuang dan sebagainya, memungkinkan
pembangunan hanya dalam waktu relatif singkat. Kedua terjadinya spesialisasi dan
tcrpisahnya dua keahlian: arsitek dalam hal bentuk, ruang dan fungsi disatu pihak dan
keahlian konstruksi dan struktur dalam hal perhitungan dan pelaksanaan bangunan di
lain pihak.

Dalam masa modernisasi awal teoriteori keindahan khususnya dalam


arsitektur oleh Pugin, Ruskin, Moris dan lain-lain berkembang secara lebih radikal
menentang klasikisme sebaliknya menekankan pada fungsionalisme dan purisme atau
kemurnian. Julien Guadet (1834-1908) seorang arsitek Perancis, dari ''Ecole des
Beau-Arts", Paris murid dari P F Henri Labrouste. Selain sebagai arisitek praktisi ia
mengajar pada sekolah tempat ia sebelumnya belajar, dimana banyak menghasilkan
arsitek terkenal di Perancis dan juga di luar Perancis. Guadet menulis buku berjudul
Elements et Theorie de l'architecture (Elemen dan Teori Arsitektur) diterbitkan di
Paris secara seri dari tahun 1901-1904. la mengembangkan teori "Arsitektur adalah
seni bangunan" dari Labrouste gurunya. Guadet menambahkan bahwa, bila
konstruksi harus berupa pemikiran yang konstan atau tidak berubah dari arsitek, itu
akan membuat hal-hal tak berguna, tetek bengek dan membatasi kreatifitas.

Pandangannya terhadap arsitektur, terungkap dari cuplikan tulisannya:


Konstruksi dalam arsitektur selain seni juga merupakan ilmu pengetahuan. Bentuk
seni tercipta dalam proses suatu kreasi, kombinasi atau susunan dan rancangan.
Sedangkan ilmu pengetahuan adalah hasil dari penguasaan dikembangkan melalui
pembuktian dan penelitian.... Di dalam seni ilmu pengetahuan tidak tercipta, seni
akan bersifat berlebihan dan mandul apabila ia menuntut melebihi peranan dan
fungsinya..... Apabila arsitek tidak berperan sebagai ilmuwan dalam konstruksi maka
ia akan mandul juga, menjadi arsitek yang tidak lengkap karena ia hanya seorang
seniman.... Anda hanya akan menjadi seorang arsitek bila anda seorang seniman dan
sekaligus seorang ilmuwan. Tidak ada seni dan ilmu arsitektur secara terpisah, satu
dengan lainnya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

Pernyataan tersebut terlihat sebagai penentangan terhadap teori Ruskin yang


mengatakan bahwa untuk menjadi arsitek seseorang terlebih dahulu menjadi seniman
dan harus mempunyai jiwa seni. Penonjolan seni dalam Ruskin lebih terlihat lagi
dengan pernyataannya bahwa seseorang hanya akan menjadi konstruktor bila tanpa
seni. Guadet menganggap pandangan ini sebagai hal yang mempersempit obyek
arsitektur. Dalam arsitekur modern para arsitek hendaknya berpola pikir lebih bebas,
tidak hanya selalu berpegang pada kaidah-kaidah yang sudah ada, terutama
pandangan arsitcktur semata-mata sebagai seni. Hendaknya arsitektur dilihat sebagai
ilmu pengetahuan yang dapat berkembang dari pcnelitian dan pengkajian sehingga
mendapatkan teori-teori baru kemudian diterapkan dalam bentuk baru.

Tersirat dalam bagian dari tulisan tersebut arah pendekatan kepada


fungsionalisme. Ketidaksetujuannya mengikuti dan mengulang konsep dan kaidah
lama atau klasik terlihat pada pendapatnya tentang pola simetris. Seperti telah diketahui
bahwa simetris dalam arsitektur Klasik termasuk Palladianisme telah diuraikan di
depan banyak diterapkan dalam berbagai bangunan penting dan monumental, dari masa
klasik ratusan tahun sebelum Masehi, hingga masa Neo-Klasik. Namun Guadet
menentang teori yang mengatakan:

"Simetris tidak dapat diganggugugat sebagai suatu bentuk keindahan dan


keserasian".

la secara keras menentang teori tersebut dengan mengatakannya sebagai palsu


dan bohong. Simetris menurutnya adalah pemaksaan untuk tujuan yang tidak mengacu
kepada fungsi dan bersifat tidak jujur. Paul Sourio (1752-1826) bukan seorang arsitek
tetapi Professor dalam filsafat dari Nancy Perancis, menulis buku berjudul La Beaute
rationelle atau Keindahan yang Rasional. Dalam bukunya Sourio tidak setuju dengan
pendapat Ruskin dan Moris dalam hal budaya industri dikatakan sebagai hasil buatan
pabrik tidak bemilai seni. Sebaliknya ia mengatakan bahwa mesin yang kemarin
menjadi simbol dari keburukan dalam kaitannya dengan seni sekarang menjadi
kesempurnaan dan sumber dari keindahan, sehingga seni dapat menyatu dalam
masyarakat industrial?

Viollet-le-Duc telah disebutkan di depan menyatakan: "Semua bentuk yang


tidak dapat mengungkap alasan kenapa dibuat, tidak dapat dikatakan bagus". Dalam
kaitan dengan pendapat tersebut Paul Souriao membuat slogan yang artinya hampir
sama: "Sesuatu dapat dikatakan sempurna dalam macam dan bentuknya, apabila ia
dapat memastikan tujuannya". la menambahkan: "Keindahan atau kecantikan adalah
hasil dari kesempurnaan". Paul Souriau menerima sebagai kenyataan perbedaan antara
kedua ide kesempurnaan dan keindahan. Arsitektur adalah perpaduan antara dua fungsi
satu fihak bersifat teknik dan keindahan di lain flhak. Pendapat ini merupakan koreksi
dari Ruskin yang mengatakan, teknik bukan menjadi urusan dalam arsitektur namun
arsitektur adalah hasil kompromi antara fungsi dan keindahan. Souriau memandang
arsitektur sebagai seni terapan, seni yang besar karena mencakup masyarakat luas.

Souriau tidak menyetujui pemikiran yang secara apriori mengatakan sesuatu


tidak pada tempatnya, dikatakannya bahwa: "Kita terlalu cepat mengatakan sesuatu
tidak baik, tidak patut dan jelek". Ada pendapat yang mengatakan bahwa agar sesuatu
indah, maka harus menyenangkan dan tidak dilihat kegunaannya. la tidak setuju
dengan pendapat yang menjadikan kesenangan sebagai kriteria utama dalam menilai
keindahan sebelum melihat fungsinya. Menurutnya kegunaan atau fungsi diletakkan di
atas yang lain dalam menilai keindahan sesuatu, karena kegunaan sangat menentukan
dalam kesenangan. Seharus nya tidak ada konflik atau pertentangan antara keindahan
dan kegunaan.

Teori tentang keindahan Souriau akan sangat mudah ditentang apabila kita
berbicara tentang Piramid Mesir, Menara Eiffel dan banyak sekali bangunan lainnya
yang dari segi fungsi sama sekali tidak dapat dinilai. Dalam hal ini dapat dikaitkan
dengan masa ketika Souriau menulis bukunya, di mana industri dintlai tidak ada
kaitannya sama sekali dengan seni dan keindahan, di mana para seniman tidak
mengaklli hasil industri sebagai seni. la berbicara dengan sangat baik tentang
prasangka terpisahnya keindahan dan kegunaan dengan tujuan agar terdapat
penyatuan seni dan arsitektur.

Kelahiran gaya Modern Internasional

Teori-teori fungsionalisme dalam arsitektur terus berkembang, sejalan


dengan perkembangan budaya modern dan industri. Terjadi berbagai perubahan dan
perbedaan pendapat satu dengan lain, tetapi semua cenderung menekankan pada
fungsi, dan teknologi.

Antara tahun 1890 hingga tahun 1910, gerakan yang menentang peniruan
dan pengulangan bentuk kaidah dan teori lama semakin meluas keseluruh dunia.
Sejalan dengan hal itu berlangsung pemasyarakatan fungsionalisme, meninggalkan
hiasan atau ornamen bentuk lama, dilain fihak menonjolkan kenyataan kemajuan
teknologi, konstruksi dan struktur bangunan. Di berbagai negara dikenal tokoh-
tokoh Modern International Style, di Belanda H.P. Berlage; di Jerman Peter
Behrens, di Austria Otto Wagner, Adolf Loos dan Josef Hoffmann, di Inggris
Mackintosh, di Perancis telah disebut di depan: Perret bersaudara, Horta dan Hankar
di Bruxelle Belgia, Jenney, Sullivan dan Wright di Chicago Amerika Serikat.

Arsitektur modern sebelum masa itu hanyalah merupakan karya individu


yang terbatas lingkup dan saling pengaruhnya, kemudian terjadi semacam gerakan
serempak diikuti oleh para arsitek di negara-negara Industri. Seni tidak lagi
dipandang sebagai sesuatu untuk kesenangan dan ke sebagai suatu seni terapan
dalampuasan, tetapi industri. Dalam sepuluh tahun terakhir estetikaab XIX dan
sepuluh tahun awal abad ad perkembangan arsitektur, menjadi satu dengan lain
dalam keseragaman gagasan Meluas dan kesamaan pandangan terhadap arsitektur
sampai keseluruh dunia membuat gaya arsitektur waktu itu disebut International
Modern dan sebutan lain untuk bentuk arsitektur ini adalah "International Style".

Ciri utnum dari gaya arsitektur yang melanda dunia pada akhir abad XIX dan
awal abad XX ini adalah asimetris, kubis atau semua sisi (depan samping dan
belakang) dalam komposisi dan kesatuan bentuk, elemen bangunan jendela, dinding,
atap dan lain-lain menyatu dalam komposisi bangunan. Selain itu dalam arsitektur
Internasinal Style hanya terdapat sedikit atau tanpa ornamen. Ciri-ciri tersebut jelas
terlihat sebagai "perlawanan" arah dari arsitektur klasik dan juga sangat berbeda
dengan Modern-Eklektik, di mana ornamen, elemen-elemen bangunan (pondasi,
kolom, atap, jendela, dinding dan lain-lain) yang terlihat jelas sebagai unsur tersendiri
satu dengan lain lepas, tidak dalam kesatuan.

Eugene Emmanuel Viollet-Ie-Duc, dikenal tidak hanya sebagai seorang arsitek


tetapi juga sebagai arkeolog, ahli sejarah seni dan teoritikus arsitektur. Pada jamannya
dia dipandang sebagai eksponen utama atau orang yang dapat menjadi contoh dalam
teori arsitektur Mediaeval, ahli restorasi bangunan kuno antara lain bangunan Gotik
termasyhur Notre Dame de Paris. Dia juga menyusun dua buah buku kamus lengkap
seni Mediaeval atau jaman pertengahan. Kebangkitan kernbali kesenian Gotik pada
umumnya dan khususnya dalam arsitektur di Perancis banyak mendasarkan pada karya
tulis tersebut yang mempunyai ilustrasi lengkap terutama dalam detail-detail.

Eugene-Emmanuel Viollet-Le Duc dilahir kan dalam keluarga borjuis di Paris


pada tahun 1814. Sejak masih sangat muda sebagat mahasiswa umur dua puluhan
sudah menyadart pentingnya belajar di lapangan, monumenmonumen atau peninggalan
sejarah arsitektur masa lampau. Scgcra setclah mcnyelcsaikan studinya dalam bidang
arsitcktur ia bckcrja pada kantor arsitck Achillc Lcclrc, Mulai tahun 1834 hingga
tahun 1850 ia mengajar di Ecolc des Arts Dcoratifs atau Sckolah Seni Dekorasi.
Antara tahun 1835 hingga 1839 mengadakan pcrjalanan keliling semcnanjung tali
termasuk Sisilia dan scluruh Perancis untuk menyaksikan sendiri dan mcmpelajari
kesinambungan tradisi arsitektur klasik. Salah satu hasilnya adalah kumpulan gambar
dan skctsa, hingga sekarang dikagumi orang. Dari pcngalaman perjalanan tersebut
sang arsitck muda mcnyatakan betapa banyaknya bangunan di negaranya yang dalam
kcadaan buruk, ditinggalkan oleh pemiliknya baik perseorangan, kelompok orang,
kelompok keagamaan, organisasi maupun pemcrintah kota. Olch karena it pemerintah
perlu campur tangan agar keadaannya tidak semakin paral.

Pcmikiran Viollet-Le Duc menjadi fokus pemikiran Prospcr NIrime yang


baru saja (1834) diangkat menjadi inspecteur general des monuments historiques
(Inspektur Jenderal Bangunan Bersejarah) untuk membentuk komisi Seni dan
Monumcn, memikirkan masalah bangunan yang pantas untuk dilestarikan. Dari tahun
1838 hingga 1845 diserahi berbagai tugas restorasi bangunanbangunan kuno,
sebelumnya telah mauk dalam daftar panjang monumen bersejarah, hasil perjalanan
keliling tersebut di ata. Konsep dasarnya dalam retorasi . adalah sederhana: bahwa
sebuah bangunan harus direstorasi sekurang-kurangnya berdasarkan keadaan dimana
kita mendapatkannya. Oleh karena it rekonstruksi hendaknya memperhatikan
penambahan dari elemen-elemen yang hilang di mana kita dapat memperkirakan
berdasarkan peninggalan yang masih ada. Jadi arsitek tidak lebih dari sekedar
menyusun kembali atau mengembalikan pada bentuk semula. Konsep ni sekarang
sebagian sudah tidak dipakai lagi, tetapi pada masanya telah menyelamatkan banyak
sekali monumen mengagumkan di Perancis. Konsep dan pengalaman Viollet-LeDuc
memberikan pelajaran kepada para arsitek lainnya untuk membangun baik bangunan
keagamaan maupun bukan, dengan mengambil pengalaman bangunan kuno.

Arsitektur Modern Awal

Dalam suatu sayembara terbatas Viollct-Le-Duc bekcrja sama dengan Jean


Baptistc Antoine Lassus (1807- 57) pada tahun 1844 tcrpilih dan ditunjuk untuk
memimpin restorasi dan merancang sacristy baru Notre Damc de Paris. Pekerjaan
merestorasi gereja yang sangat tcrkcnal di tengah-tengah kota Paris dimulai tahun
bcrikutnya dan baru selesai hampir dua puluh tahun kcmudian pada tahun 1864.
Dalam proyck ini ia melatih banyak arsitek, seniman dan pengajin, sehingga
kemudian secara luas menjadi kesinambungan program restorasi Gotik di Perancis
menandai kcbangkitannya kembali pada abad XIX. Viollet-Le-Duc kemudian secara
menonjol menjadi teoritikus Gotik pada tahun-tahun berikutnya.5

Scjarah arsitektur Mediaeval memperlihatkan kepadanya tidak lebih sebagai


perkembangan dari suatu sistem struktur yang efsien dan ekonomis. Katedral Gotik
pada abad XIII merupakan klimaks dari pada proses tersebut. Susunan pelengkung
runcing disusun dengan ketepatan ting, mendukung kubah dari batu. Rusuk-rusuk
melengkung Gotik secara keseluruhan dan bebas mendukung beban dari jaringan di
ata, hingga komponen pendukung vertikal tersebut dapat menyalurkan gaya ke
bawah, berperan sebagai pendukung atau kolom. Sementara it gaya melintang
disalurkan kepada pendukung yang melayang horisontal.

Secara keseluruhan semua it adalah perimbangan kekuatan di dalam


keseimbangan, hasil dari pada analis dan perhitungan struktur sehingga ukuran dapat
lebih bervariasi dan fleksibel. Setiap bentuk dan molding dalam Gotik menurut Viollet-
Le-Duc dirancang dengan maksud tertentu sehingga secara sederhana merupakan
perwujudan adanya fungsi. Molding berfungsi untuk mengalirkan air dan menunjukkan
adanya perbedaan ketinggian lantai pada pandangan bangunan dari luar.

Ornamen sendiri dimaksudkan untuk lebih memberikan kesan tinggi dengan


manipulasi yang cerdik dar batu. Ornamen berupa patung digunakan untuk
mengekspresikan struktur meskipun sama sekali bukan bagian dari struktur. Ia sampai
pada kesan bahwa katedral Gotik Perancis adalah ungkapan yang cocok untuk
kebutuhan orang Perancis abad XII, seperti halnya arsitektur Yunani dapat dipandang
cocok dan memuaskan kebutuhan pada zaman kuno.
2.2 Prinsip Arsitektur Fungsionalisme dan International Style

Arsitektur Modern memiliki prinsip yaitu fungsional dan efisiensi. Fungsional berarti
bangunan tersebut benar-benar mampu mewadahi aktifitas penghuninya, dan efisiensi harus
mampu diterapkan ke berbagai hal; efisiensi biaya, efisiensi waktu pengerjaan dan aspek free
maintenance pada bangunan.

Pemahaman tentang fungsi dalam arsitektur bisa dibangun antara lain dengan mencari
referensi-referensi terkait definisi istilah fungsi itu sendiri baik definisi secara umum maupun
definisi secara kearsitekturan. Setelah proses pemahaman yang saya jalani, saya berhasil
mendapatkan beberapa macam pengertian fungsi mulai dari pengertian secara umum maupun
khusus dalam bidang arsitektur.

Fungsi secara umum dapat didefinisikan sebagai sekelompok aktivitas yang tergolong
pada jenis yang sama berdasarkan sifat atau pelaksanaannya. (id.wikipedia.org). Fungsi secara
umum dapat pula diartikan sebagai kegunaan, serta cara untuk memenuhi keinginan yang
timbul dari adanya kebutuhan-kebutuhan dalam hidup; untuk bertahan hidup dan berkembang.

Menurut beberapa praktisi arsitektur, fungsi adalah; secara umum artinya kegunaan,
fungsi dalam dunia arsitektur, bentuk bangunan harus mengikuti aktivitas yang akan
berlangsung. contoh: apabila akan membangun sekolah atau rumah sakit, maka kita harus
memperhatikan aktivitas yang akan berlangsung dalam bangunan tersebut sehingga nantinya
bentuk bangunan akan menyesuaikan fungsi dari bangunan tersebut. (Teddy Priyatna,
S.T/arsitek).

Fungsi dalam pengertian sederhana adalah kegunaan. Fungsi itu juga bisa dibilang
suatu cara untuk memenuhi keinginan. Fungsi adalah sekelompok aktifitas yang tergolong pada
jenis yang sama berdasarkan sifat atau pelaksanaannya. Dalam istilah matematika, fungsi berarti
pemetaan setiap anggota himpunan (dinamakan domain) kepada anggota himpunan (dinamakan
kodomain)..

Kata ini tentu beda dengan istilah fungsi misalnya dalam kalimat "Alat ini berfungsi
dengan baik". Fungsi adalah suatu bagian dari program yang dipergunakan untuk mengerjakan

Perkembangan
Arsitektur 3
suatu tugas tertentu dan letaknya dipisahkan dari bagian program yang menggunakannya. (Ir.
Joko Wibisono/arsitek).

Arti fungsi lebih ke isi arti dari kata tersebut, tapi makna kandungan yang memaknai arti dari
kata fungsi itu sendiri. Fungsi itu harus dipenuhi agar bisa melakukan suatu aktivitas secara
leluasa. (Ir. Imam Pesuwantoro/arsitek).

Fungsi itu sesuatu yang harus bisa dipenuhi yang berhubungan dengan aktivitas pengguna
(Muhammad Pramya, S.T/arsitek)

Fungsi itu berhubungan dengan manusia yang ada di dalamnya. (Wiyugo Hari P.,
MT/arsitek)

Dari berbagai pengertian yang disampaikan oleh para praktisi arsitektur di atas, bisa
saya simpulkan bahwa fungsi adalah suatu kegunaan yang harus dipenuhi untuk melakukan
suatu aktivitas dan memenuhi kebutuhan.

Namun pengertian-pengertian tersebut di atas apabila kita lihat lagi masih terlalu sempit
untuk memaknai fungsi dalam arsitektur. Istilah fungsi yang seringkali sangat dibatasi pada
pengertian fungsi sebagai wadah aktivitas manusia baik di dalam maupun di luar bangunan ini
mengakibatkan rancunya makna arsitektur dan bangunan. Dari kamus Webster, fungsi dapat
memiliki makna: aktivitas, peran, peruntukan, tugas dan tanggung jawab.
Dengan demikian, maka sangat dimungkinkan kita akan berhadapan dengan sebuah
obyek yang melaksanakan satu atau beberapa atau bahkan semua fungsi. Keadaan ketika
arsitektur memiliki kemampuan untuk menjalankan serta melaksanakan berbagai fungsi
dikatakan sebagai Multifungsionalitas Arsitektur (Josep Prijotomo, 1998). Seiring dengan
perkembangan pemikiran multifungsi ini, beberapa praktisi arsitektur maupun non-arsitektur
mencoba untuk merumuskan beberapa fungsi yang dapat dilaksanakan oleh arsitektur.

Seperti pendapat yang dikemukakan oleh Geofrey Broadbent


Broadbent melontarkan enam fungsi yang dapat dilaksanakan oleh arsitektur untuk menjawab
pertanyaan : apa yang dituntut oleh bangunan ? Keenam fungsi tersebut adalah :

1. Environmental Filter (penangkal factor lingkungan)

Perkembangan
Arsitektur 3
Bangunan bisa mengontrol iklim. Bangunan berperan sebagai saringan atau filter antara
lingkungan luar dengan aktivitas yang akan kita lakukan. Bangunan dapat membantu kita untuk
membuat kondisi-kondisi agar aktivitas-aktivitas dapat dilaksanakan dengan menyenangkan dan
dalam kenyamanan. Kita bisa menentukan ruang-ruang mana yang harus dekat satu sama lain
dan yang mana yang bisa dijauhkan.

2. Container of Activities (wadah kegiatan)

Bangunan sebagai wadah kegiatan-kegiatan yang menempatkannya pada tempat yang khusus
dan tertentu.

3. Capital Investment (investasi atau penanaman modal)

Dalam pengertian ini bangunan dapat memberikan nilai lebih pada tapak. Keduanya dapat
menjadi sumber investasi yang baik.

4. Symbolic Function (fungsi simbolik)

Fungsi simbolik, bangunan dapat memberikan nilai-nilai simbolik terutama pada kegiatan-
kegiatan yang bersifat keagamaan atau berhubungan erat dengan kebudayaan.

5. Behavior Modifier (pengaruh perilaku)

Pada fungsi behavior modifier, bangunan dapat mengubah perilaku dan kebiasaan, sesuai
dengan suasana ruang.

6. Aesthetic Function (=pursuit of delight).

Pada pengertian ini bangunan-bangunan akan menyenangkan bila bangunan tampak


bagus/cantik, sesuai dengan imajinasi yang fashionable saat ini, sesuai dengan asas-asas tertentu
dari order visual dan lain-lain.
Jadi Broadbent memahami fungsi sebagai apa saja yang dipancarkan dan diinformasikan oleh
arsitektur melalui panca indera kita.

Perkembangan
Arsitektur 3
Menurut Christian Noberg Schultz ada 4 fungsi dalam arsitektur,

1. physical control (Pengendali Faktor Alam)


bangunan dapat mengendalikan factor alam, bangunan dapat melindungi manusia dari terpaan
pergantian cuaca, dapat melindungi dari bencana, dan lain sebagainya.
2. functional frame (kerangka fungsi)
arsitektur dapat menciptakan kerangka fungsi
3. social milieu (lingkungan social)
bangunan dapat membentuk lingkungan sosial
4. cultural symbolization (symbol budaya)
bangunann dapat menjadi symbol budaya masyarakat setempat di lingkungan terdapatnya
bangunan tersebut.
sehingga menurut Christian Noberg Schultz, fungsi adalah tugas dan pekerjaan yang harus
dijalankan oleh sebuah lingkungan.

Menurut Larry Ligo, ada lima fungsi yang dapat diciptakan dalam arsitektur :

1. structure functional (Fungsi Struktur)


2. physical functional (Fungsi Fisik)
3. phsycological function (Fungsi Psikologis)
4. social function (Fungsi Sosial)
5. culture/existencial function (Fungsi Budaya masyarakat)
Sehingga menurut Larry Ligo, fungsi adalah tugas atau efek yang ditimbulkan arsitektur .

Menurut Jan Mukarowsky, ada lima fungsi yang dapat diciptakan dalam arsitektur ;

1. Expressive functional (Fungsi Ekspresi)


2. aesthetic function (Fungsi Estetik)
3. Allusorry function (Fungsi Kenangan)
4. territorial function (Fungsi Teritori/ Batas)
5. referential function (Fugsi Acuan)

Perkembangan
Arsitektur 3
sehingga menurut Jan Mukarowsky, fungsi adalah segenap potensi arsitektur untuk memberikan
makna terhadap lingkungan .

Dari berbagai pendapat di atas, maka fungsi dalam arsitektur dapat dikelompokkan menjadi:

1. Fungsionalisme Bentuk

Fungsionalisme bentuk merupakan fungsi yang paling lazim dan paling mudah
ditangkap dari sebuah produk arsitektur atau lingkungan hasil binaan manusia. Karena fungsi
ini memiliki makna paling awal; Form Follow Function (bentuk mengikuti fungsi), dimana
segala rancangan arsitektur terjadi karena fungsi, pembedaan bagian bangunan menurut
tujuannya, rancangan bangunan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan bentuk berasal dari
keinginan manuasia yang akan menggunakannya sesuai aktivitasnya.

2. Fungsionalisme Konstruksi

Struktur, konstruksi dan bahan bangunan sampai batas tertentu memiliki kedudukan
yang lebih tinggi, Form Follow Structure Function (bentuk terjadi akibat syarat-syarat
konstruksi), dimana bentuk berasal dari syarat sistem struktur, konstruksi dan bahan bangunan
menurut penggunaan struktur, konstruksi yang jujur, jelas dan wajar tanpa disembunyikan,
rancangan struktur untuk tujuan estetik yang terwujud melalui elemen-elemen struktur itu
sendiri.

Contoh dari fungsi ini adalah menara Burjj Khalifa, Dubai. Menara tersebut memiliki
pondasi segitiga, dimana pondasi ini merupakan pondasi yang paling ideal digunakan untuk
bangunan-bangunan pencakar langit. Menara yang mempunyai berat 500.000 ton ini berdiri di
atas pondasi berbentuk segitiga dengan ketebalan 3,7m. Didukung oleh rangka-rangka baja
yang mengelilingi dan mengisi pondasi dengan diameter masing 1,5m. Pondasi ini
menyebabkan terciptanya bentuk burj khalifa yang terdiri dari tiga elemen atau sayap yang
disusun mengelilingi satu pusat yang berada tepat di tengah. Struktur yang berbentuk Y
memberikan kestabilan pada masing-masing (ketiga) elemen/sayap, dimana struktur tersebut
merupakan landasan yang baik dan ideal untuk pembuatan residen. Dengan struktur Y,
memaksimalkan pemandangan ke arah Teluk Arab. Burj Khalifa bila dilihat dari atas
menyerupai kubah masjid seperti lazimnya bangunan-bangunan berarsitektur Islam.

Perkembangan
Arsitektur 3
Dengan demikian, struktur dari Burj Khalifa mempengaruhi bentuk dari Burj Khalifa.

3. Fungsionalisme Ekspresi

Fungsi ekspresi memperlihatkan guna dan struktur secara bersama-sama dalam


arsitektur, dimana bentuk merupakan wujud dari kegunaan / fungsi di dalamnya, bentuk secara
simbolik melukiskan fungsi, rancangan bangunan memperlihatkan struktur & konstruksi serta
peralatan bangunan secara menonjol

Sebuah rumah di Korea Selatan memiliki bentuk yang unik dan menarik. Setiap orang
pasti akan dengan sangat mudah mengenali bantuk yang diadopsi oleh bangunan seluas 419 m2
ini. Bangunan bernama Haewooajae ( yang dalam bahasa Korea berarti sebuah tempat yang
memberikan solusi kecemasan bagi seseorang ) sengaja dibuat identik dengan bentuk kloset
duduk, agar sesuai dengan kegunaan dominan yang dimiliki bangunan tersebut.

Kaitannya dengan Toilet House, produk arsitektur ini menyajikan makna fungsi
ekspresi. Toilet House yang berbentuk kloset yang merupakan bagian dari toilet adalah
bangunan yang mempunyai fungsi utama untuk sanitasi. Sang pemilik, Sim Jae-duck yang
merupakan salah satu orang berpengaruh di Asosiasi Toilet Dunia (World Toilet Association)
ingin mempertegas fungsi dari bangunan ini dengan mengambil bentuk dari elemen toilet yang
simbolik, yaitu kloset duduk. Dengan demikian, bentuk dan struktur yang ditampilkan selaras
dengan kegunaan bangunan tersebut, yaitu berbentuk kloset, dan memiliki kegunaan utama
untuk sanitasi.

Bagian luar bangunan ini dilapisi baja yang dicat putih mirip dengan permukaan kloset
keramik. Terdapat juga kaca-kaca tidak tembus pandang sebagai pelapis dinding luar. Bukaan di
atas bangunan yang serupa dengan lubang kloset, murupakan pintu masuk dari Toilet House ini.
Toilet House terdiri dari dua lantai, berisi tiga kamar mandi mewah dan komplit, serta 2 kamar
tidur. Dinding dalam bangunan dan jendela-jendela lengkung cantik juga mengikuti permukaan
bangunan. Nuansa yang ditampilkan adalah nuansa bersih, penggunaan cat keramik putih
sebagai pelapis dinding bagian dalam memperkuat citra kloset pada bangunan ini.

Banguan ini dilengkapi dengan tombol-tombol sensor otomatis. Seperti ketika seseorang
memasuki kamar mandi ini, tombol sensor otomatis akan memainkan musik-musik klasik yang

Perkembangan
Arsitektur 3
diharapkan membuat nyaman pengguna. Kini, Sim Jae-duck yang selalu mengkampanyekan
untuk mempercantik toilet yang higienis ini tengah mencari seseorang yang mau menginap
semalam di rumah toilet dengan membayar usd50.000. Dana ini rencananya akan digunakannya
untuk membantu program pemerintah dalam rangka menciptakan toilet yang sehat dan bersih di
negaranya.

Toilet House ini membuktikan bahwa produk arsitektur memiliki makna fungsi espresif,
dimana kegunaan bangunan dapat tercermin dan tersimbolkan oleh struktur dan bentukan-
bentukan ekspresif suatu bangunan.

4. Fungsionalisme Geometris

Fungsi ini mencoba mengabaikan kegunaan bangunan dan memusatkan perhatian pada
cara dimana geometri bangunan berfungsi secara visual dan estetis.
Kebalikan dari fungsi bentuk, prinsip Function Follow Form mengiringi fungsi geometri ini,
dimana penciptaan bentuk bukan untuk menyesuaikan dengan guna, tetapi akibat penyesuaian
bentuk geometris itu sendiri, kesederhanaan bentuk dengan geometri dan bebas dari ornament,
nilai estetis didapat dari pengolahan elemen geometri.

Contoh dari fungsi ini adalah Wooden House karya Sou Fujimoto di Kumamoto, Jepang.
Dalam wooden house yang didesain dari tahun 2006 sampai tahun 2006 dan berbentuk kubus
ini, balok-balok kayu ditata sedemikian rupa sehingga menciptakan produk arsitektur yang
geometris. Sedangkan aktivitas yang terjadi di dalamnya mengikuti bentuk dari wooden house
tersebut. Balok kayu yang terbentang dengan permukaan lebar dan memanjang sesuai untuk
aktivitas berbaring atau tidur, sedangkan balok yang mempunyai permukaan horizontal sempit
namun mempunyai permukaan vertical tinggi bisa digunakan untuk duduk layaknya kursi. Di
sinii terlihat bahwa fungsi menyesuaikan atau dipengaruhi oleh bentuk bangunan itu sendiri.

5. Fungsionalisme Organis

Karya arsitektur tidak hanya fungsional tetapi juga organis (bentuk terinspirasi dari
kehidupan yang alamiah), dimana bentuk dan fungsi identik, karya arsitektur berwawasan
lingkungan, bentuk terinspirasi fenomena alam dan penggalian gagasan dari mahluk hidup,

Perkembangan
Arsitektur 3
fungsi bangunan adalah aktifitas yang menciptaka bentuk, sehingga bentuk adalah fungsi dari
keseluruhan.

Arsitektur yang dipahami sebagai seni dan keseluruhan proses membangun, ternyata
bukan hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh alam seisinya. Binatang-binatang yang
dengan instingnya sendiri maupun bersama koloninya- membangun sebuah produk arsitektur
untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, entah itu untuk tempat tinggal, tempat mencari mangsa,
atau pun untuk tujuan lainnya sebagai wujud dari eksistensi dirinya, disebut dengan arsitektur
alam (natural architecture). Bahkan binatang-binatang sudah terlebih dahulu bisa hidup di
alam ini, secara alamiah telah membangun sarang-salah satunya- dengan kompleksitas melebihi
produk arsitektur manusia yang baru ditemukan berabad-abad kemudian.

Manusia sebagai makhluk yang mempunyai kebutuhan akan ruang sebagai tempat
melangsungkan kehidupannya dengan mapan dan kerasan perlulah manusia -sendirian atau
bersama dengan sesamanya- berada dalam kesesuaian dengan alam dan seisinya. Bisa jadi,
dialah yang harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam sekitarnya (dinamakan tindakan
akomodasi), namun bisa jadi pula sebaliknya: ia mengubah alam agar sesuai dengan pola
kehidupannya (tindakan asimilasi). Sepanjang hidupnya manusia harus mengusahakan
keseimbangan antara akomodasi dan asimilasi itu, yang disebut sebagai tindakan adaptasi.
Adaptasi itulah yang hendak kita usahakan dalam ber-arsitektur: yaitu tercapainya keselarasan
manusia dengan alam melalui gubahan massa dan ruang. Membangun arsitektur -dengan
demikian- adalah berarti menciptakan suatu lingkungan yang di dalamnya berisi (menampung)
keselarasan antara pola kehidupan manusia penghuninya dengan alam di luarnya.
Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir tentang laba-laba
adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri, beserta
perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran
manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh meter. Ini
sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima puluh.

Andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar
lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian,
bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia
pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur
arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan tanpa sebuah

Perkembangan
Arsitektur 3
perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar
beban-beban yang akan menempati posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur
konstruksi. Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh. Namun kenyataannya, laba-laba membangun
itu semua tanpa perancangan, hanya insting dari Sang Pencipta lah yang menuntunnya hingga
mampu membuat sarang sedemikian lengkap dengan unsur kekuatan, elastisitas maupun
keindahan.

Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia temukan


sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke
udara, lalu aliran udara ini membawanya ke tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu
pekerjaan konstruksi dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.

Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar
guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket
untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.
Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba
lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus
lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter
terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.

Ilmuwan menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang
dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru berkecepatan seratus lima
puluh meter per detik dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya, kecuali barang
yang terbuat dari Kevlar. Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar.
Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari
baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.

Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan
sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia
didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan
tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja,
padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil
yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu

Perkembangan
Arsitektur 3
menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat
bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.

Salah satu pelajaran bagi dunia arsitektur yang dapat diperoleh dari laba-laba, ialah
penerapan struktur kabel dalam bangunan-bangunan berbentang lebar. Selain itu, teknik
covering sarang laba-laba juga digunakan untuk menutupi bangunan-bangunan dengan area
tertutup yang luas. Laba-laba menutupi area yang cukup luas dengan jaringnya yang ringan dan
mendistribusikan beban strukturnya secara merata ke seluruh pondasi yang melekat pada benda
lain. Dengan cara ini, area yang luas dapat ditutupi dengan sempurna, tanpa mengakibatkan
bangunan terbebani oleh berat struktur (beban mati) yang besar, seperti jika bangunan dibangun
dengan konstruksi konvensional.

Metode-metode ini digunakan, selain karena kemampuannya untuk menutupi bangunan-


bangunan dengan skala yang besar, juga karena tingkat efektivitas yang cukup tinggi dari segi
ekonomi bangunan. Lebih jauh, penerapan struktur kabel dapat menghasilkan desain dengan
bentuk-bentuk lebih dinamis, fleksibel dan organik, serta menghasilkan bentuk-bentuk kurva
yang menambah nilai estetika bangunan. Contoh penerapan struktur ini dalam bangunan, di
antaranya adalah bandar udara Jeddah dan Stadion Olimpiade Munich.
Seekor laba-laba yang baru keluar dari telur telah memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk
membuat jaring tanpa menerima pelatihan terlebih dahulu. Berdasarkan pengetahuan ini,
generasi-generasi laba-laba lahir dengan kemampuan membuat jaring. Bayi laba-laba sama
sekali tidak mendapatkan pelatihan, dan tidak pernah mengikuti kursus-kursus.

Seorang insinyur konstruksi harus belajar di universitas sedikitnya selama empat tahun
untuk memperoleh pengetahuan yang diperlukan untuk membangun sebuah gedung. Ia
mempelajari ratusan karya akademis sebagai sumbernya. Kemudian melakukan perhitungan-
perhitungan pada sebuah komputer. Ia mempunyai guru-guru yang membimbingnya dan
mengajarinya cara melakukan perhitungan tersebut.

Bangunan sebuah jaring laba-laba, beberapa ratus kali lebih besar dibanding laba-
labanya, sedikitnya memerlukan jumlah perhitungan yang sama dengan pembuatan sebuah
gedung. Bahkan lulusan universitas pun belum memadai untuk bisa merencanakan dan
menghitung tegangan dalam benang-benang yang menyusun jaring, kekuatan pondasi yang
mendukung jaring, kebenaran bentuk geometrinya, daya tahan dan elastisitas terhadap angin

Perkembangan
Arsitektur 3
dan pergerakan mangsa, sifat-sifat fisika dan kimia dari benang, dan banyak rincian lain.
Bagaimanapun juga, tidak ada satu universitas pun bagi bayi-bayi laba-laba. Segera setelah lahir
ke dunia, mereka mulai membuat benang, membangun jaring, dan berburu.

Hal ini menunjukkan bahwa laba-laba dan hewan lainnya mampu berarsitektur dengan
menggunakan instingnya, sedangkan manusia berarsitektur manggunakan hasil pemikirannya
yang disebut ideologi. Dan arsitektur alam sangat inspiratif bagi manusia dengan segala
kompleksitas alamiahnya.

Contoh lain dari fungsi organis adalah bisa kita lihat sekali lagi pada Burj Khalifa. Bila
dipandang dari udara kita juga bisa melihat bahwa tampak atas Burj Khalifa menyerupai
kelopak bunga; Hymenocallis, dari batang hingga sayap menara yang membentang dari inti
pusatnya. Arsitek Adrian Smith sedikit banyak memasukkan pola dari arsitektur Islam
tradisional, tetapi bentuk dan konsep yang paling inspiratif dan menonjol adalah bunga gurun
lokal, yaitu Hymenocallis.
Desain bunga Hymenocallis tidak hanya mampu mengurangi tekanan angin yang akan
mengarah kepada bangunan tapi juga menjadikan setiap sisi mempunyai pemandangan Teluk
Arab yang luar biasa.

6. Fungsionalisme Ekonomis

Menggunakan pendekatan ekonomi dalam proses penciptaan karya Arsitektur, dimana


bentuk terjadi akibat pemakaian peralatan dan bahan secara ekonomis, penggunaan metode dan
cara yang paling efektif dan efisien agar bisa menyesuaikan biaya yang dikeluarkan dalam
proses pembuatan dengan biaya yang disediakan.

Contoh dari fungsi ini adalah kembali lagi kita melihat Wooden House karya Sou
Fujimoto di Kumamoto, Jepang. Sou Fujimoto menggunakan satu bahan bangunan yang
dominan untuk membangun seluruh bagian dari Wooden House ini. Fungsi ekonomis terjadi di
sini, dimana harga kayu akan lebih ekonomis bila dibandingkan dengan bahan bangunan lain
dengan mangingat bahwa kayu memiliki ketahanan yang sangat kuat terhadap fenomena alam
seperti gempa, sehingga fengan masa ketahanan yang lama, akan mamperkecil biaya pembuatan
serta perawatan.

Perkembangan
Arsitektur 3
7. Fungsionalisme Kulturalis

Fungsi ini menempatkan manusia secara sentral sebagai pusat, pedoman dalam
menciptakan bentuk karya arsitektur. Mengikuti prinsip Form Follow Culture, dimana bentuk
berasal dari pola perilaku, tradisi, adat istiadat, kondisi sosial budaya pemakai, bentuk dijiwai
oleh kehidupan manusia, watak, kecenderungan dan nafsu serta cita-cita.

Manusia dalam berarsitektur hendaknya memahami bahwa faktor-faktor yang


mempengaruhi bahkan penentu produk arsitekturnya berkaitan erat dengan alam dan seisinya,
diantaranya; tradisi masyarakatnya sendiri, pola kegiatan masyarakat dan tentunya faktor alam,
seperti Keadaan geografis suatu wilayah -perlu kita ketahui ciri-sifatnya (karakternya)- untuk
mengetahui bagaimana teknologi (bahan,alat dan metode) yang dipilihnya melahirkan bentuk
arsitektur tertentu, dan iklim dari lokasi produk arsitektur.

Rumah masyarakat Jawa Tengah misalnya, yang mempunyai tradisi mengagungkan Nyi
Roro Kidul, mereka membangun rumah menghadap selatan sebagai penghormatan terhadap
Ratu Pantai Selatan, ini menunjukkan bahwa factor tradisi masyarakat mempengaruhi arsitektur
mereka.

Faktor geografis yang berpengaruh terhadap arsitektur bisa dilihat dari rumah panggung
di Minahasa misalnya, mereka menyesuaikan diri dengan alam sekitar dimana terdapat banyak
binatang buas dengan membuat rumah yang berbentuk panggung.

2.3 Ciri-ciri Arsitektur Fungsionalisme dan International Style


Arsitektur fungsionalisme adalah arsitektur yang menerapkan pola dan konsep
keindahan yang timbul sematamata oleh adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan. Elemen
tersebut meliputi dinding, jendela, pintu, atap dan lain lain, yang tersusun dalam komposisi
dari unsur-unsur yang semuanya mempunyai fungsi. Bentuk bangunan cenderung kubisme,
geometris, asimetri, dan bukan merupakan masa.

Fungsionalisme kerap dikaitkan dengan aliran rasionalisme, Arsitektur rasionalisme


adalah aliran yang memandang keindahan dari suatu bangunan yang timbul dari fungsi elemen-

Perkembangan
Arsitektur 3
elemen dari bangunan tersebut, bukan dari pola keindahan arsitektur itu sendiri. Arsitektur ini
dikenal pada pertengahan abad XIX.

Dalam artian aliran ini adalah karya yang menerapkan konsep pada pemikiran yang logis
( rasional ) kedalam sebuah bangunan arsitektur baik secara fungsional, faktor kenyamanan
maupun estetika, dimana komposisi dan unsur-unsur yang semuanya memiliki fungsi.

Ciri-ciri arsitektur fungsionalisme:


Ruang yang dirancang harus sesuai dengan fungsinya.
Bangunan tidak harus terdiri dari bagian kepala, badan dan kaki.
Sederhana, teratur, seragam, bersih dan anti ornamen
Konstruksi terekspos baik itu material struktur yang terfabrikasi maupun konvensional
Tidak berhubungan dengan sejarah masa lalu, berdiri sendiri sesuai dengan iptek
Bangunan hanya difungsikan sebagai menara stadion saja
Tidak memiliki estetika
Bentuk sederhana tanpa adanya ornamen
Merupakan penyederhanaan bentuk dari gaya klasik

1 Louis Sullivan.
2 Frank Lloyd Wright
3 Le Corbusier
4 Walter Gropius
5 Ludwig Mies van de Rohe
International Style

International style adalah suatu gaya arsitektur yang trend pada tahun 1920-1930. Istilah
International Style pada umumnya mengacu pada arsitek dan bangunan dari dekade
pandangan perkembangan gaya modern, sebelum Perang Dunia II

Ciri-ciri umum gaya Internasional meliputi:


radikal penyederhanaan bentuk
penolakan terhadap ornamen, dan
adopsi dari kaca, baja dan beton sebagai bahan pilihan.
Transparansi konstruksi (ekspresi jujur struktur)
Penggunaaan material/struktur pabrikasi
Menggunakan bentuk-bentuk geometri. Berbentuk Kubus sederhana Segiempat panjang
yang menekan.
Semua bagian muka gedung bersudut 90 derajat dan bertingkat. Bentuknya segi-empat
atau penyiku.
Jendela tersusun secara garis horizontal dan membentuk suatu garis beraturan.
Meminimalisir ornamen.
Bentuk mengikuti fungsi.

2.4 Tokoh Pelopor Arsitektur Fungsionalisme dan International Style

Perkembangan Louis Henri Sullivan (1856-1924)


Arsitektur 3 Sumber: Google Images
Pelopor Pembangunan Pencakar Langit

Louis Henri Sullivan (1856-1924) merupakan desainer pertama yang menciptakan konsep
pembangunan kontruksi gedung pencakar langit (skyscraper). Ia dianggap sebagai bapak
bangunan pencakar langit, dengan membangun gedung tinggi (Wainwright Building) yang
menjadi cikal bakal pencakar langit di Amerika dan dunia. Karyanya yang lain, Carson Pirie
Scott Building, dibangun di Chicago, Illinois (1904).

Arsitek lulusan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat ini terkenal
karena menampilkan teknologi baru yang menyatukan teknologi rangka baja ke dalam seni
bangunan. Sullivan memperkenalkan prinsip fungsionalisme, yaitu kesempurnaan bentuk dalam
arsitektur dan demokrasi arsitektur.

Sullivan terlahir dari rahim seorang ibu yang berprofesi sebagai pengajar dansa. Ia lahir di
Boston, 3 September 1856. Sewaktu sekolah di tingkat menengah atas, Sullivan bertemu dengan
Moose Watson, seorang guru yang kelak mengasuhnya sampai ia meninggal. Kecerdasan
Sullivan sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah menengah atas. Ia lulus hanya dalam
waktu dua tahun, sehingga saat masuk kuliah, usianya masih terlalu dini, 16 tahun. Setelah lulus
sekolah menengah atas, orang tuanya pindah ke Chicago, tapi Sullivan tetap tinggal di kota
kelahirannya untuk belajar beberapa tahun di Massachusetts Institute of Technologys
Architectural Program.

Setelah lulus kuliah, Sullivan menghabiskan waktu di kota Paris, Prancis, untuk bekerja di salah
satu perusahaan yang bergerak di bidang desain bangunan. Pada saat berkunjung ke Roma,
Italia, karya seni Renaissance memberikan inspirasi yang luar biasa pada Sullivan. Sejak itu ia
berkeinginan untuk menciptakan karya seni dengan semangat penciptaan ala Michelangelo.

Untuk mencapai keinginan itu, Sullivan kemudian pindah bekerja di Philadelphia, Amerika
Serikat. Tahun 1873, perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan, kemudian ia
pindah ke Chicago, untuk bekerja di William LeBaron Jenney dengan profesi yang sama.

Di Chicago ia menjadi perancang untuk Jonh Edelman, dengan mendesain gedung yang
berhubungan dengan perhiasan organik. Meskipun pekerjaan tersebut memberikan pengaruh

Perkembangan
Arsitektur 3
yang cukup penting bagi karir Sullivan, namun pada tahun 1879 Sullivan memutuskan untuk
pindah ke perusahaan Dankmar Adler (1844-1900), yang memiliki banyak insinyur terkemuka.

Pada tahun 1873, Sullivan turut andil membangun kembali Kota Chicago yang mengalami
kebakaran besar yang menghanguskan sebagian besar bangunan. Untuk membangun kembali
kota Chicago diperlukan suatu teknik membangun yang efisien, cepat, dan ekonomis. Melalui
tangan Sullivan, Kota Chicago dibangun kembali dengan menggunakan sistem grid. Bangunan
yang ada pada saat itu seolah-olah memiliki gaya dan bentuk yang seragam, dengan ciri seperti
bangunan bertingkat banyak dengan sistem struktur baja (kolom dan balok). Sullivan
menciptakan suatu gaya seni dengan format alami. Hal ini dilakukan sebagai upaya
penolakannya terhadap perusahaan yang lebih mementingkan pembangunan gedung bergaya
praktis. Pada masa itulah dianggap sebagai munculnya arsitektur modern di Amerika Serikat.

Salah satu karya lain yang terkenal adalah Auditorium Building. Gedung ini merupakan
landmark Kota Chicago, yang menyatukan kegiatan komersial dan kesenian dalam satu atap.
Dengan memadukan konfigurasi persegi-empat (rectangular), segi empat yang banyak dipakai
pada masa itu, dengan pelengkung Ro-manesque dan Queen Anne, menara kecil berpuncak
runcing, atap Chateausqe dan dormers.

Dinding luar dan lantai bawah terlihat sebagai susunan batu berkesan kokoh, dengan deretan
jendela seperti pada bangunan bergaya Renaissance. Pintu masuk menuju hall utama dan theatre
terdiri dari tiga pintu besar berpelengkung di atasnya. Di atasnya terdapat kolom-kolom silindris
bergaya Dorik dari lantai 2-5 menyangga pelengkung-pelengkung Romanesque.

Kepintaran Sullivan dalam mendesain dan mengontruksi sebuah bangunan gedung di kota
Chicago telah memberikan masukan kepada sejarah arsitektural. Louis Henry Sullivan
meninggal pada tanggal 14 April 1924 di Chicago. Ia meninggal dalam kemiskinan, di salah
satu kamar hotel, tanpa ada pekerjaan selama dua tahun terakhir. Kemudian ia dimakamkan
dekat kuburan ayahnya, Patrick, dan ibunya, Andrienne, di Graceland Chicago, 16 April 1924.
Dalam laporan mengenai catatan kematiannya, surat kabar New York Times menulis, Sullivan
adalah pelopor arsitek

Pada akhir dekade abad ke-19, Sullivan meninggalkan sejumlah karya besar yang tak lapuk oleh
gerak zaman. Sentuhan arsiteknya memberikan suatu ilmu bangunan baja bertingkat secara
revolusioner. (Fitriansyah, Staf CEO Forum Rektor Indonesia).***

Frank Lloyd Wright

1. Biografi Frank Lloyd Wright

Perkembangan
Arsitektur 3
Frank Lloyd Wright
Sumber: wikipedia.com

Frank Lloyd Wright (lahir Frank Lincoln Wright , 8 Juni 1867 - April 9, 1959) adalah seorang
arsitek Amerika, desainer interior, penulis dan pendidik, yang dirancang lebih dari 1.000
struktur dan menyelesaikan 500 karya. Wright percaya dalam merancang struktur yang selaras
dengan kemanusiaan dan lingkungannya, sebuah filosofi yang disebut arsitektur organik .
Filosofi ini terbaik dicontohkan oleh desain untuk Fallingwater (1935), yang telah disebut "yang
terbaik sepanjang masa karya arsitektur Amerika". Wright adalah seorang pemimpin Sekolah
Prairie pergerakan arsitektur dan mengembangkan konsep Usonian rumah, visi yang unik untuk
perencanaan perkotaan di Amerika Serikat.
Karyanya termasuk contoh asli dan inovatif dari banyak jenis bangunan yang berbeda, termasuk
kantor, gereja, sekolah, gedung pencakar langit, hotel, dan museum. Wright juga dirancang
banyak elemen interior bangunan itu, seperti furnitur dan kaca patri. Wright menulis 20 buku
dan banyak artikel dan menjadi dosen populer di Amerika Serikat dan di Eropa. Warna-warni
kehidupan pribadinya sering membuat berita utama, terutama untuk api 1914 dan pembunuhan
di rumahnya studio Taliesin. Sudah dikenal selama hidupnya, Wright diakui pada tahun 1991
oleh American Institute of Architects sebagai arsitek terbesar Amerika sepanjang masa.
2. Kiprah Frank Lloyd Wright
Wright menghadiri sekolah Madison tinggi, tetapi tidak ada bukti dia pernah lulus. Ia dirawat
di University of Wisconsin-Madison sebagai mahasiswa khusus pada tahun 1886. Di sana ia
bergabung dengan Phi Delta Theta persaudaraan , mengambil kelas paruh waktu selama dua
semester, dan bekerja dengan profesor teknik sipil, Allan D. Conover.
Pada tahun 1887, Wright meninggalkan sekolah tanpa mengambil gelar (meskipun ia telah
diberikan Doktor kehormatan of Fine Arts dari University pada tahun 1955) dan tiba di Chicago
untuk mencari pekerjaan. Sebagai hasil dari menghancurkan Chicago Fire Besar tahun 1871 dan
ledakan penduduk baru-baru ini, pembangunan baru berlimpah di kota. Dia kemudian ingat
bahwa kesan pertama dari Chicago adalah bahwa dari lingkungan kotor, jalan-jalan padat, dan
arsitektur mengecewakan, namun ia bertekad untuk mencari pekerjaan. Dalam beberapa hari,
dan setelah wawancara dengan perusahaan beberapa tokoh, ia dipekerjakan sebagai juru dengan

Perkembangan
Arsitektur 3
perusahaan arsitektur Joseph Lyman Silsbee . Wright sebelumnya berkolaborasi dengan Silsbee-
terakreditasi sebagai juru dan supervisor-on konstruksi 1886 Kapel Persatuan untuk Wright
keluarga di Spring Green, Wisconsin. Sementara dengan perusahaan, ia juga bekerja pada dua
proyek keluarga lain: Gereja All Souls di Chicago untuk pamannya, Jenkin Lloyd Jones, dan
Rumah Sekolah Hillside I di Spring Green selama dua dari bibinya. draftsmen lain yang bekerja
untuk Silsbee pada tahun 1887 termasuk arsitek masa depan Cecil Corwin, George W. Maher,
dan George G. Elmslie. Wright segera berteman Corwin, dengan siapa dia tinggal sampai ia
menemukan rumah permanen.
Dalam otobiografinya, Wright menceritakan bahwa ia juga memiliki tugas pendek di kantor
lain arsitektur Chicago. Merasa bahwa ia underpaid untuk kualitas karyanya untuk Silsbee ($ 8
minggu), para juru muda berhenti dan menemukan pekerjaan sebagai desainer di perusahaan
dari bir, Clay, dan Dutton. Namun, Wright segera menyadari bahwa ia belum siap untuk
menangani desain bangunan sendiri,. Dia meninggalkan pekerjaan barunya untuk kembali ke
waktu Joseph Silsbee-ini dengan kenaikan gaji.
Meskipun Silsbee ditaati terutama untuk Victoria dan revivalis arsitektur, Wright menemukan
karyanya menjadi lebih "anggun indah" daripada "kebrutalan" lainnya periode. Namun, Wright
bercita-cita untuk bekerja lebih progresif. Setelah kurang dari satu tahun telah berlalu di kantor
Silsbee itu, Wright belajar bahwa perusahaan Chicago Adler & Sullivan adalah "mencari
seseorang untuk membuat gambar selesai untuk interior Auditorium [Gedung]". Wright
menunjukkan bahwa dia sebuah impresionis kompeten Louis Sullivan desain 's hias dan dua
wawancara singkat kemudian, adalah seorang pejabat magang di perusahaan.
Wright tidak rukun dengan draftsmen lainnya Sullivan, ia menulis bahwa altercations
kekerasan terjadi beberapa di antara mereka selama tahun-tahun pertama magang. Untuk itu,
Sullivan menunjukkan rasa hormat sangat sedikit untuk karyawannya juga. Meskipun demikian,
"mengambil Sullivan [Wright] di bawah sayap dan memberinya tanggung jawab desain besar."
Sebagai menunjukkan rasa hormat, Wright kemudian akan merujuk kepada Sullivan sebagai
Lieber Meister (Jerman untuk "Guru terkasih"). Wright juga membentuk ikatan dengan kantor
mandor Paul Mueller. Wright kemudian akan terlibat Mueller untuk membangun beberapa
bangunan di depan publik dan komersial antara 1903 dan 1923.

Pada tanggal 1 Juni 1889, Wright menikah dengan istri pertamanya, Catherine Lee "Kitty"
Tobin (1.871-1.959). Keduanya bertemu sekitar satu tahun sebelumnya selama kegiatan di

Perkembangan
Arsitektur 3
Gereja All Souls. Sullivan melakukan tugasnya untuk memfasilitasi keberhasilan keuangan
pasangan muda dengan memberikan Wright kontrak kerja lima tahun. Wright membuat
permintaan satu lagi: "? Mr Sullivan, jika Anda ingin aku bekerja untuk Anda selama lima
tahun, tidak bisa pinjam uang yang cukup untuk membangun sebuah rumah kecil". Dengan
pinjaman Sullivan $ 5.000, Wright dibeli banyak di sudut Avenue Chicago dan Hutan di
pinggiran Oak Park. Yang ada Gothic Revival rumah diberikan kepada ibunya, sementara
kompak Shingle gaya rumah dibangun bersama untuk Wright dan Catherine.
Menurut diagram 1890 dari baru ruang perusahaan, lantai 17 di atas Gedung Auditorium,
Wright segera memperoleh kantor pribadi di samping sendiri Sullivan. Namun, kantor yang
benar-benar berbagi dengan teman dan penggambar George Elmslie, yang disewa oleh Sullivan
permintaan Wright. Wright meningkat menjadi kepala juru dan menangani semua pekerjaan
desain rumah tinggal di kantor. Sebagai aturan umum, Adler & Sullivan tidak merancang atau
membangun rumah, tetapi mereka wajib ketika ditanya oleh klien dari proyek-proyek penting
mereka komersial. Wright diduduki oleh komisi utama perusahaan selama jam kerja, sehingga
desain rumah diasingkan ke malam dan jam lembur akhir pekan di studio rumahnya. Dia
kemudian akan mengklaim tanggung jawab total untuk desain rumah-rumah, namun
pemeriksaan hati-hati gaya arsitektur mereka, dan rekening dari sejarawan Robert Twombly
menunjukkan bahwa Sullivan yang mendiktekan bentuk keseluruhan dan motif dari karya
perumahan, tugas desain Wright sering berkurang untuk merinci proyek dari sketsa Sullivan.
Selama waktu ini, Wright bekerja di bungalow Sullivan (1890) dan James A. Bungalow
Charnley (1890) baik di Ocean Springs, Mississippi, Berry-MacHarg Rumah (1891) dan
Sullivan townhouse (1892) baik di Chicago, dan yang paling mencatat 1.891 James A. Charnley
Rumah juga di Chicago. Dari lima kolaborasi, hanya dua komisi untuk keluarga Charnley masih
berdiri.

Meskipun gaji pinjaman dan lembur Sullivan, Wright terus-menerus kekurangan dana. Wright
mengaku bahwa keuangan yang buruk kemungkinan besar karena selera mahal di lemari
pakaian dan kendaraan, dan kemewahan ekstra yang dirancang ke rumahnya. Untuk menambah
masalah, anak-anak Wright - termasuk kelahiran pertama Lloyd (b.1890) dan John (b.1892) -.
akan berbagi selera serupa untuk barang baik untuk menambah penghasilan dan membayar
utang-utangnya, Wright diterima independen komisi setidaknya selama sembilan rumah. Ini
"selundupan" rumah, karena ia kemudian memanggil mereka, yang konservatif dirancang
variasi modis Ratu Anne dan Revival Kolonial gaya. Namun demikian, tidak seperti arsitektur

Perkembangan
Arsitektur 3
yang berlaku periode, setiap rumah menekankan fitur geometris massa dan berisi sederhana
seperti band dari jendela horisontal, sesekali cantilevers , dan rencana lantai terbuka yang akan
menjadi keunggulan dari tugas-tugas selanjutnya. Delapan dari rumah-rumah awal tetap hari ini
termasuk Thomas Gale , Parker , Blossom , dan Gale Walter rumah.

Seperti dengan proyek perumahan Adler & Sullivan, Wright dirancang rumah nya bajakan
pada waktu sendiri. Sullivan tahu apa-apa tentang karya mandiri sampai 1893, ketika ia
mengakui bahwa salah satu rumah adalah salah lagi Frank Lloyd Wright desain. Ini rumah
tertentu, dibangun untuk Allison Harlan , hanya blok jauhnya dari townhouse Sullivan di
komunitas Chicago Kenwood. Selain dari lokasi, kemurnian geometrik dari komposisi dan
balkon dekorasinya dalam gaya yang sama dengan Rumah Charnley kemungkinan
menyerahkan keterlibatan Wright. Sejak lima tahun kontrak Wright melarang pekerjaan luar,
kejadian tersebut menyebabkan keberangkatannya dari perusahaan Sullivan. Berbagai cerita
menceritakan istirahat dalam hubungan antara Sullivan dan Wright, bahkan Wright kemudian
mengatakan kepada dua versi yang berbeda dari terjadinya. Dalam Otobiografi, Wright
menyatakan bahwa ia tidak menyadari bahwa usaha timnya pelanggaran kontrak. Ketika
Sullivan belajar dari mereka, dia marah dan tersinggung, ia dilarang setiap komisi luar lebih
lanjut dan menolak mengeluarkan Wright dalam akta ke rumahnya Oak Park sampai setelah ia
menyelesaikan lima tahun. Wright tidak tahan permusuhan baru dari tuannya dan berpikir
situasi tidak adil. Dia "melemparkan pensil dan berjalan keluar dari Adler dan Sullivan kantor
tidak pernah kembali." Dankmar Adler, yang lebih bersimpati pada tindakan Wright, kemudian
mengirimnya perbuatan. Di sisi lain, Wright mengatakan nya Taliesin magang (sebagaimana
dicatat oleh Edgar Tafel) bahwa Sullivan memecatnya di tempat setelah mengetahui Gedung
Harlan. Tafel juga dicatat bahwa Wright telah Cecil tanda Corwin beberapa pekerjaan bajakan,
menunjukkan bahwa Wright menyadari alam ilegal mereka. Terlepas dari seri yang benar
kejadian, Wright dan Sullivan tidak memenuhi atau berbicara selama dua belas tahun .
3. Karya Frank Lloyd Wright
a. Transisi dan Eksperimen
Setelah meninggalkan Louis Sullivan, Wright mendirikan praktek sendiri di lantai atas
Sullivan dirancang Schiller Building (1892, menghancurkan 1961) di Randolph Street di
Chicago. Wright memilih untuk mencari kantornya di gedung karena lokasi tower
mengingatkannya pada kantor Adler & Sullivan. Meskipun Cecil Corwin mengikuti Wright dan
mendirikan praktek arsitektur di kantor yang sama, keduanya bekerja secara independen dan
tidak menganggap diri mereka mitra. Dalam setahun, Corwin memutuskan bahwa ia tidak
menikmati arsitektur dan berangkat ke sebelah timur untuk menemukan profesi baru .
Dengan Corwin pergi, Wright pindah dari Gedung Schiller dan ke dekatnya dan baru selesai
Balai Steinway Building. Ruang loteng bersama dengan Robert C. Spencer, Jr , Myron berburu ,
dan Dwight H. Perkins . ini arsitek muda, terinspirasi oleh Gerakan Seni dan Kerajinan dan
filsafat Louis Sullivan, membentuk apa yang akan menjadi dikenal sebagai dengan Sekolah
Prairie. Mereka bergabung dengan magang Perkins, Marion Mahony , yang pada tahun 1895
dipindahkan ke Tim Wright dari perancang dan mengambil alih produksi nya gambar presentasi
dan cat air rendering . Mahony, arsitek wanita pertama berlisensi di Amerika Serikat, furnitur
juga dirancang, dipimpin kaca jendela, dan lampu, antara fitur-fitur lainnya, untuk rumah
Wrigh. Antara tahun 1894 dan awal 1910-an, Sekolah Prairie beberapa lainnya terkemuka

Perkembangan
Arsitektur 3
arsitek dan banyak karyawan masa depan Wright meluncurkan karir mereka di kantor Steinway
Hall.

Wright pindah praktek ke rumahnya pada tahun 1898 dalam rangka untuk membawa karyanya
dan kehidupan keluarga lebih dekat. Langkah ini masuk akal lebih lanjut sebagai mayoritas
proyek arsitek pada waktu itu berada di Oak Park atau tetangga Forest River . Lima tahun
terakhir telah melihat kelahiran tiga anak - Catherine pada tahun 1894, David pada tahun 1895,
dan Frances pada tahun 1898 - mendorong Wright mengorbankan rumah asli nya ruang studio
untuk kamar tidur tambahan. Dengan demikian, memindahkan ruang kerja nya mengharuskan
desain dan konstruksi yang ekspansif penambahan studio di sebelah utara rumah utama. Ruang,
yang termasuk menggantung balkon dalam kamar penyusunan dua cerita, adalah salah satu
percobaan pertama Wright dengan Struktur inovatif. Studio adalah sebuah poster untuk estetika
Wright berkembang dan akan menjadi laboratorium dari mana sepuluh tahun berikutnya dari
kreasi arsitektur akan muncul.
a. Praire House
Pada 1901, Wright telah menyelesaikan sekitar 50 proyek, termasuk banyak rumah di Oak Park.
Sebagai anaknya John Lloyd Wright menulis:
" William Eugene Drummond, Francis Barry Byrne, Walter Burley Griffin, Albert Chase
McArthur, Marion Mahony, Isabel Roberts dan George Willis adalah draftsmen Lima pria, dua
wanita. Mereka mengenakan dasi mengalir, dan baju luar cocok untuk kerajaan. Para pria
mengenakan rambut mereka seperti Papa, semua kecuali Albert, ia tidak memiliki rambut
cukup. Mereka menyembah Papa! Papa menyukai mereka! Aku tahu bahwa setiap salah satu
dari mereka kemudian membuat kontribusi berharga bagi perintis dari arsitektur modern
Amerika yang ayah saya mendapat kemuliaan penuh, sakit kepala dan pengakuan hari "!
Antara 1900 dan 1901, Frank Lloyd Wright menyelesaikan empat rumah yang telah sejak
dianggap sebagai awal dari " gaya Prairie ". Dua, Hickox dan Rumah Bradley, adalah langkah

Perkembangan
Arsitektur 3
transisi terakhir antara desain awal Wright dan kreasi Prairie. Sementara itu, Gedung Thomas
dan Willits Gedung mendapat pengakuan sebagai contoh dewasa pertama dari gaya baru. Pada
saat yang sama, Wright memberikan ide-ide baru untuk rumah Amerika kesadaran luas melalui
dua publikasi dalam Journal Ladies 'Home . Artikel-artikel itu merupakan respon atas undangan
dari presiden Curtis Publishing Company, Edward Bok, sebagai bagian dari sebuah proyek
untuk memperbaiki desain rumah modern. Bok juga diperpanjang tawaran untuk arsitek
lainnya, namun Wright adalah satu-satunya responden. "Sebuah rumah di kota Prairie" dan
"Rumah kecil dengan Banyak Kamar di dalamnya" muncul masing-masing di 1901 isu Februari
dan Juli jurnal. Meskipun tak satu pun dari denah rumah terjangkau yang pernah dibangun,
Wright menerima permintaan meningkat untuk desain yang sama di tahun-tahun berikutnya.
Desain perumahan Wright adalah "Rumah Prairie" karena desain dianggap melengkapi tanah di
sekitar Chicago. Rumah-rumah Feature diperpanjang bangunan rendah dengan dangkal, atap
miring, garis langit bersih, cerobong asap ditekan, overhang dan teras semua menggunakan
bahan yang belum selesai. Rumah-rumah yang dikreditkan dengan menjadi contoh pertama dari
" rencana terbuka ". Jendela bila memungkinkan panjang, dan rendah, sehingga koneksi antara
interior dan alam, luar, yang baru bagi arsitektur barat dan mencerminkan pengaruh arsitektur
Jepang pada Wright. Manipulasi ruang interior dalam bangunan perumahan dan publik
keunggulan dari gayanya.
Bangunan publik dalam gaya Prairie termasuk Unity Temple , rumah jemaat Universalis
Unitarian di Oak Park. Sebagai seumur hidup Unitarian dan anggota Persatuan Temple, Wright
menawarkan jasanya kepada jemaat setelah gereja mereka dibakar pada tahun 1905. Masyarakat
sepakat untuk mempekerjakan dia dan dia bekerja pada bangunan 1905-1909. Wright kemudian
mengatakan bahwa Unity Temple adalah bangunan di mana ia tidak lagi menjadi seorang arsitek
struktur, dan menjadi seorang arsitek ruang. Banyak arsitek menganggap bangunan modern
pertama di dunia, karena konstruksi yang unik hanya satu materi: beton bertulang. Ini akan
menjadi ciri modernis yang mengikuti Wright, seperti Mies van der Rohe, dan bahkan beberapa
post-modernis, seperti Frank Gehry.
Le Corbusier, Swiss

Perkembangan
Arsitektur 3
Nama Corbusier udah pasti ngga asing lagi di telinga orang Indonesia. Secara namanya menjadi
last name dari Master sulap yang terkenal yaitu Dedi Corbusier. Tapi, tahukah kalo nama
Corbusier itu sendiri secara etimologi nggak ada hubungannya sama sulap. Karena Charles
Edouard Jeanneret yang dijuluki Le Corbusier itu memang bukan pesulap. Tapi, dengan
kemampuan dan kontribusinya dalam bidang arsitektur ia berhasil menyulapkan hampir
sebagian besar bangunan di dunia ini bertema international style yang diusungnya.

Arsitek kelahiran Swiss, 6 Oktober 1887 ini ternyata tak hanya jago merancang-rancang
bangunan tapi juga seorang perancang kawasan, pelukis, pematung, penulis, dan perancang
furnitur modern. Dan pada awal kariernya ia memutuskan untuk mencari pengalaman di tempat
lain agar kreatifitasnya lebih berkembang.

Karena memiliki pola pikir yang jauh ke depan itulah yang membuatnya wawasannya lebih
kaya yang berakibat pada hasil karyanya yang sangat bermanfaat bagi dunia arsitektur hingga
sekarang. Ialah orang yang berdedikasi tinggi pada desain bangunan di kawasan pemukiman
padat penduduk yang kini menjadi hal yang sangat dibutuhkan mengingat jumlah penduduk
yang semakin banyak.

Karya-karya arsitek yang berprinsip "semua bangunan harusnya berwarna putih" ini antara lain:
Kursi Chaise longue 'LC4'

Domino House

Villa Savoye, Poissy-sur-Seine, Prancis

Perkembangan
Arsitektur 3
Unite d'Habitation, Marseille, Prancis

Chapelle Notre Dame du Haut, Ronchamp, Prancis

Ia menulis lebih dari 30 buku tentang seni dan arsitektur, paited dan menarik, dan mengabdikan
dirinya untuk puisi dan pembuatan furniture. Tapi itu berkat untuk bangunan bahwa ia menjadi
terkenal: arsitek kelahiran Swiss membuat namanya dalam tiga benua selama enam dekade karir
yang aktif, terutama dengan bangunan di beton.
Domino Konstruksi
Charles-douard Jeanneret, putra seorang pianis dan pendaki gunung yang, memulai karirnya
sebagai arsitek pada awal kehidupan. Pada awal 20-an, ia bekerja di kantor arsitek Auguste
Perret di Paris, dan dua tahun kemudian ia aktif sebagai juru di studio od Peter Behrens. Pada
tahun 1914 arsitek muda dan perencana perkotaan memasuki bidang produksi serial rumah,
berkembang selama beberapa dekade metode dirasionalisasi bangunan bahwa ia bekerja dalam
desain rumah barunya di Paris.
Dari 1920, Jeanneret mulai menyebut dirinya Le Corbusier. Dia memulai dengan sistem
"Domino", didasarkan pada kerangka kerja standar atau beton bertulang, yang klien dalam
pertanyaan bisa menambahkan dinding, jendela atau pintu dari sebuah katalog
arsitektur. Sejalan dengan mekanisasi produksi mobil Citroen, arsitek Swiss kemudian bekerja
di rumah "Citrohan". Dia tidak merahasiakan antusiasme untuk teknologi baru dan media.
Mesin untuk Hidup ...
Tapi gagasannya di kota masa depan tidak bertemu dengan persetujuan murni dan tidak
dicampur.Penolakan Le Corbusier perencanaan kota tradisional juga menemukan kritik-sebuah
semangat yang melirik nya "mesin untuk hidup" di Marseille akan memperlihatkan
mengapa. Dari tahun 1945, di selatan kota Mediterania Prancis, ia menciptakan Unit de
l'Habitation, sebuah kompleks bertingkat tinggi yang tidak hanya terdiri dari apartemen, tetapi
juga toko-toko dan kantor Hampir seluruh infrastruktur perkotaan hadir di sana, untuk
itu dimaksudkan bahwa penduduk yang tak perlu meninggalkan mandiri beton mereka "desa"
Dan itu tidak hanya desain perkotaan perencanaan menunjukkan antusiasme nya Le Corbusier
untuk beton sebagai bahan bangunan.
... Dan "Tumpukan Beton"
Ini adalah sebagai "tumpukan beton" bahwa proyek di dataran tinggi di atas desa Ronchamp
menjadi dikenal. Pada tahun 1950, di distrik perbukitan sekitar 20 kilometer dari Belfort, arsitek
mulai membangun sebuah kapel ziarah, yang adalah untuk menggantikan struktur, sebelumnya
hancur. Notre-Dame-du-Haut adalah untuk menawarkan ruang untuk sekitar 200 orang percaya,
tetapi juga dapat menerima kawanan peziarah yang streaming ke situs ini dua kali setahun. Bagi
mereka, Le Corbusier menawarkan ruang dengan paduan suara eksterior di depan dinding timur,
dinaungi oleh atap luas memproyeksikan coklat.Masalah ruang dengan demikian diselesaikan
dalam cara terbaik mungkin.
Jadi segala sesuatu yang lain sudut kanan dan sisi lurus, diatur dalam urutan simetris
rapi? Tidak cukup, atau paling tidak tidak hanya: sebuah menara jendela-kurang dan dinding
putih melengkung, yang terletak atap, menggembung berat, menentukan kesan pertama kami
kapel. Hanya di dinding utara lakukan sudut kanan mendominasi, sementara tembok barat
adalah dibulatkan. Berbagai bukaan besar didistribusikan seolah-olah secara acak atas fasad
yang membingkai pintu masuk utama. Sebagian ditutupi dengan plester, sebagian mengekspos
beton di bawah, ini desain oleh Le Corbusier juga terinspirasi kritikus untuk menciptakan
berbagai julukan, tapi "garasi suci" namun berakhir sebagai sebuah tonggak arsitektur modern.

Perkembangan
Arsitektur 3
- 1905: Villa Fallet, La Chaux-de-Fonds, Switzerland
- 1908: Stotzer House, 6, Chemin de Pouillerel, la Chaux-de-Fonds, Switzerland.
- 1912: Villa Jeanneret-Perret, La Chaux-de-Fonds
- 1916: Villa Schwob, La Chaux-de-Fonds
- 1922: Villa Besnus (Ker-Ka-R), Vaucresson, Paris, France
- 1922: Ozenfant House and Studio, Vaucresson, Paris. ( much altered.)
- 1923: Villa La Roche/Villa Jeanneret, Paris
- 1924: Pavillon de LEsprit Nouveau, Paris (destroyed)
- 1924: Quartiers Modernes Frugs, Pessac, France
- 1925: Villa Jeanneret, Paris
- 1926: Villa Cook, Boulogne-sur-Seine, France
- 1926: Villa Ternisien, 5, Allee des Pins, Boulogne-sur-Seine, Paris. ( Block of apartments built
over the house.)
- 1927: Villa Stein, Garches, Paris.
- 1927: Pleinex House, 24, Bis Boulevard Massena, Paris 13e.
- 1927: Villas at Weissenhof Estate, Stuttgart, Germany
- 1928: Villa Savoye, Poissy-sur-Seine, France View on the map
- 1929: Cit du Refuge, Arme du Salut, Paris, France
- 1930: Pavillon Suisse, Cit Universitaire, Paris
- 1930: Maison Errazuriz, Chile
- 1930: Las Nubes, house of Uruguayan novelist Enrique Amorim (Salto, Uruguay)
- 1931: Palace of the Soviets, Moscow, USSR (project)
- 1931: Immeuble Clart (fr), Geneva, Switzerland View on the map
- 1933: Tsentrosoyuz, Moscow, USSR
- 1936: Palace of Ministry of National Education and Public Health, Rio de Janeiro (as a
consultant to Lucio Costa, Oscar Niemeyer and others)
- 1938: The Cartesian sky-scraper (project)
- 1945: Usine Claude et Duval, Saint-Di-des-Vosges, France
- 19471952: Unit dHabitation, Marseille, France View on the map
- 1948: Curutchet House, La Plata, Argentina
- 19491952: United Nations headquarters, New York City (Consultant)
- 19501954: Chapelle Notre Dame du Haut, Ronchamp, France View on the map
- 1951: Cabanon de vacances, Roquebrune-Cap-Martin
- 1951: Maisons Jaoul, Neuilly-sur-Seine, France
- 1951: Mill Owners Association Building, villa Sarabhai and villa Schodan, Ahmedabad, India
- 1952: Unit dHabitation of Nantes-Rez, Nantes, France View on the map
- 19521959: Buildings in Chandigarh, India
- 1952: Palace of Justice (Chandigarh)
- 1952: Museum and Gallery of Art (Chandigarh)
- 1953: Secretariat Building (Chandigarh)
- 1953: Governors Palace (Chandigarh)
- 1955: Palace of Assembly (Chandigarh)
- 1956: Shodan House
- 1959: Government College of Art (GCA) and the Chandigarh College of Architecture(CCA)
(Chandigarh)
- 1956: Museum at Ahmedabad, Ahmedabad, India

Perkembangan
Arsitektur 3
- 1956: Saddam Hussein Gymnasium, Baghdad, Iraq
- 1957: Unit dHabitation of Briey en Fort, France
- 1957: National Museum of Western Art, Tokyo
- 1957: Maison du Brsil, Cit Universitaire, Paris
- 19571960: Sainte Marie de La Tourette, near Lyon, France (with Iannis Xenakis)
- 1957: Unit dHabitation of Berlin-Charlottenburg, Flatowallee 16, Berlin View on the map
- 1957: Unit dHabitation of Meaux, France
- 1958: Philips Pavilion, Brussels, Belgium (with Iannis Xenakis) (destroyed) at the 1958 World
Expositon
- 1961: Center for Electronic Calculus, Olivetti, Milan, Italy
- 1961: Carpenter Center for the Visual Arts, Harvard University, Cambridge, Massachusetts,
United States
- 1963: House of Man, Zurich, Switzerland
- 19641969: Firminy-Vert
- 1964: Unit dHabitation of Firminy, France
- 1966: Stadium Firminy-Vert
- 1965: Maison de la culture de Firminy-Vert
- 1969: Church of Saint-Pierre, Firminy, France (built posthumously and completed under Jos
Oubreries guidance in 2006)
- 1967: Heidi Weber Museum (Centre Le Corbusier), Zurich, Switzerland

Walter Gropius

Walter Gropius (lahir 18 Mei 1883 meninggal 5 Juli 1969 pada umur 86 tahun) merupakan
seorang arsitek berkebangsaan Jerman. Dia merupakan pendiri Sekolah Bauhaus bersama
dengan Ludwig Mies van der Rohe dan Le Corbusier. Walter Gropius adalah anak ketiga dari
Walter Adolph Gropius dan Manon Auguste Pauline Scharnweber. Gropius menikah dengan
Alma Mahler (1879-1964), janda dari Gustav Mahler.
Dengan bantuan dari arsitek Inggris, Maxwell Fry, dia meninggalkan Nazi Jerman pada tahun
1934 dengan melakukan kunjungan sementara ke Inggris. Dilahirkan di Berlin.
Gropius wafat di Cambridge, Massachusetts pada tahun 1969.

Perkembangan
Arsitektur 3
Bauhaus berasal dari kata Bauen (to build / mengembangkan atau membangun) dan Haus
(rumah). Bauhaus didirikan oleh Walter Gropius tahun 1919 di Jerman. Bauhaus berdiri pada
masa keresahan social-ekonomi warga Jerman akibat perang dunia pertama. Sekolah seni dan
kriya Weimar yang ada pada saat itu pun terpaksa ditutup karena perang.
Walter Groupius, seorang designer yang pernah menjadi pegawai dan murid Peter Behrens di
perusahaan besar Jerman AEG, menyatakan baha para seniman harus melakukan pergantian
front dari medan pertempuran fisik menuju medan pertempuran budaya. Usai perang Gropius
mengajukan proposal sebuah perombakan pendidikan & sekolah seni rupa yang disetujui
pemerintah pada saat itu.Groupius diangkat menjadi direktur sekolah yang baru didirikan itu
Staattliches Bauhaus- Weimar, yang merupakan gabungan dari Weimar arts and craft school
(sekolah berorientasi terapan dengan Akademi Seni Weimar..
Tujuan sekolah ini : seniman dan kriyawan bekerja sama untuk menciptakan bangunan masa
depan yang utuh. Misi Bauhas adalah mengajarkan pendidikan arsitektur, seni, desain dan kriya
(craft) sebagai sebuah kesatuan bersama teknologi. Bauhaus pada dasarnya dapat dilihat sebagai
upaya bangsa Jerman meningkatkan mutu desain di era industri. Dalam perkembangan sejarah
sekolah Bauhaus dibagi menjadi 2 periode : Bauhaus Weimar (1919-1924) dan Bauhaus periode
Dessau (1925 -1932).
Prinsp pengajaran Bauhaus dipengaruhi seni ekspresionisme, menggunakan garis Bauhutte,
menggabungkan seniman dan kriyawan, dan pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin.
Para pendesain yang pernah menjadi direktur Bauhaus antara lain : Walter Groupius (1919-
1928), Johannes Itten, L Mies Van der Rohe (1886-1969). Van der Rohe terkenal dengan
ungkapannya, Less is More.
Pengajar-pengajar Bauhaus antara lain :
Paul Klee (1920-1922) yang menggabungkan seni rupa modern dengan seni primitive &
gambar anak dalam menciptakan & lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual.
Vassilly Kandinsky (1920-1922) mengajarkan bahwa warna & bentuk memiliki nilai-nilai
spiritual & makna tersendiri.
Johannes Itten, pertama kali menerapkan metode kursus dasar sebagaimana yang diterapkan
pada pendidikan tinggi desain. Tahun 1923 Itten keluar dari Bauhaus karena metode yang
diajarkan Itten dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus yang lebih menitikberatkan pada
rasionalisme dan desain untuk mesin.
Van Doesberg dari De Stijl, mengajarkan metode yang sangat rasional dan universal, terutama
pada desain furniture &tipografi.
Perkembangan dan perhatian Gropius terhadap modernisme & industrilisasi
tampak dari perubahan motto sekolah Bauhaus dari A unity of art and handicraft menjadi art and
technology, a new unity.
Ludwig Mies Van der roche
Ludwig Mies van der Rohe lahir 27 Maret 1886 meninggal pada 17 Agustus 1969. ia adalah
seorang arsitek berdarah Jerman-Amerika. Oleh teman-teman sekampusnya ia sering dipanggil
Mies. bersama dengan Walter Gropius dan Le Corbusier, secara luas dianggap sebagai salah
satu perintis arsitektur Modern. Kemudian semasa pasca Perang Dunia I, ia berusaha untuk
mendirikan sebuah gaya arsitektur baru yang bisa mewakili zaman modern seperti klasik dan
Gothic. ia menciptakan gaya arsitektur abad ke-20 yang berpengaruh, dinyatakan dengan
kejelasan yang ekstrim dan kesederhanaan.
bangunan karyanya banyak memanfaatkan bahan modern seperti industri baja dan kaca piring
untuk mendefinisikan ruang interior. ia berusaha keras terhadap arsitektur dengan kerangka

Perkembangan
Arsitektur 3
minimal urutan yang struktural seimbang terhadap kebebasan tersirat ruang terbuka bebas-
mengalir. Ia menyebut bangunan itu kulit dan tulang arsitektur.
1. German Pavilion International (1929)

2. Tugendhat House (1930)

3. Frasworth House Chicago, (1940), USA

2.5 Karya Arsitektur Fungsionalisme dan International Style

A. Perancis

1. Maison La Roche (1923), Paris, Le Corbusier dan Pierre Jeanneret


Denah rumah berbentuk huruf L, dimaksudkan untuk memisahkan 2 penghuni berbeda.
Sisi utama di depan (untuk gallery) berupa ruang, luas dan tinggi karena adanya
mezzanine kombinasi dengan 2 atau 3 lantai dengan sisi lainnya. Di atas terdapat sebuah
balkon menjorok melayang dan ada semacam jembatan menghubungkan ruang-ruang
berseberangan dengan mezzanine. Selain tangga, Le Corbusier juga merancang jalur naik
landai (ramp). Banyak jendela besar dan lebar di atas dan disamping. Jendela ini
bentuknya tidak lagi seperti dinding dilubangi pada bangunan klasik, tetapi berupa bidang
membentuk komposisi horizontal-vertikal (terdiri dari bidang kaca dan rangka
aluminium).

Perkembangan
Arsitektur 3
2. La Samaritene (1926), Paris, Henry Sauvage dan Frantz Jourdan

Konstruksi beton bertulang dinding dan lantainya dipadukan dengan baja cetak prefabricated
pada ruang dalamnya yang bergaya Art Deco. Jendela kaca sangat lebar mendominasi bagian
depan dan mezzanine menyatukan ruang-ruang di lantai berbeda. Merupakan penerapan
Cubism.

3. Notre Dame du Raincy (1922-1924), Paris, Auguste Perret


Bentuk monumental gereja dicapai dengan pola simetris, menggunakan sistem kons-truksi
beton bertulang exposed, dengan kolom-ko-lom dalam hal ini bentuknya silindris, menjulang
tinggi pada setiap sudut sebuah me-nara di tengah-depan. Menara makin ke atas semakin
ram-ping seperti bentuk gereja Gothik. Nave (ruang utama umat) atapnya melengkung,
dindingnya berupa krawang beton (concrete grilles), untuk menghindari angin dan air tetapi
tetap tembus pandang, krawang ditutup kaca. Bentuk dan susunan krawang geometris
perpaduan segi empat, bujur sangkar, dan diagonal-diagonalnya membentuk segi tiga. Bekas
perancah beton membentuk garis-garis sesuai dengan pemasangannya.

Sistem beton exposed temuan Auguste Perret diterapkan dengan sangat baik dan pada
akhirnya banyak diikuti oleh arsitek-arsitek lain dalam publikasi, perencanaan,maupun
pelaksanaan.

4. Apartment House (1902-1903); Paris; Auguste Perret


Menggunakan sistem beton bertulang, yang dapat dilihat pada facadenya. Sistem beton
exposed-nya diberikan ornamen-ornamen panel. Faade yang menjorok kedalam dengan
bukaan jendela yang lebar memperlihatkan pembagian lantai yang indah pada bangunan
tersebut. Peng-gunaan kaca (termasuk kaca hias) memperindah tampilan bangunan pada
lantai dasar. Di mana kantor Perret berada.

5. Abattoirs de La Mouche (1909); Lyons; Tony Garnier

Ruang utama (markethall) luas lebar tanpa tiang di tengah, dapat terbentuk berkat sistem
konstruksi dari rangka baja. Menggunakan atap kaca yang tegak lurus memasukkan sinar
dari samping dan atap metal datar sehingga konstruksi atap ini membentuk undak-undakan.
Bentuk atap ditunjukkan pada wajah depan dan belakang, sehingga pandangan depan simetris
juga undak-undakan ke arah kiri-kanan.

B. Di Jerman

1. AEG High-Tension Plant (1909-1910), Berlin, Peter Bahrens

Menggunakan atap kaca diletakkan diantara dua atap parallel lainnya. Bangunan bertingkat
enam lantai terbagi menjadi dua, yang berupa sayap. Bangunan melintang empat lantai,
menerus melalui hall yang menghubungkan bagian bangunan yang terpisah tersebut.
2. Fagus Shoe Last Factory (1910-1914), Alfeld/ Leine, Walter Gropius, Adolf Meyer, Eduard
Werner

Faade sebagai bagian yang mendominasi bangunan tersebut membedakan dengan jelas dari
lingkungannya. Rangka besi (ironframe) di-letakkan di antara kolom dinding bata kuning
mendukung penampilan kaca (glazing) dan lem-baran-lembaran baja (metal heets) pada area
din-ding. Emphatic, kesolidan pada sudut diperlihat-kan pemecahannya, transparan penuh
yang me-nyatukan ruang luar dan dalam. Kesederha-naan dan penerapan bahan bangunan
modern diutama-kan dalam rancangannya.

3. Goldman & Salatsch Building (1909-1911), Wina, Adolf Loos

Menggunakan beton bertu-lang dengan din-ding bata. Lantai 1-4 diplester dengan lapisan
halus, ringan- stuc-co berwarna lantai dasar dan mezzanine dibungkus dengan hijau Yunani
ber-corak marmer, didasari de- ngan granit. Pilar-pilarnya monolit dengan corak marmer,
terbuat dari kayu dikelilingi oleh kaca yang sudah berbentuk (formal glass cabinet) searah
dengan sumbu utama.
Berkembangnya Fungsionalisme atau sering disebut pula Rasionalisme ke seluruh dunia
membuatnya disebut Langgam Internasional atau International Style, yang sangat erat terkait
dengan perkembangan arsitektur modern berikutnya.
The International Style

1. German Pavilion at the International Exhibition in Barcelona (1929) Ludwig Mies van
der Rohe

Semua dinding jendela dan pintu utuh dari atas sampai bawah membentuk bidang-bidang
vertikal. Atap datar dari beton bertulang berwarna kontras dengan dinding dalam komposisi
keseluruhan menjadi unsur horizontal, seolah melayang ringan di atas dinding kaca dan
marmer. Selain itu kolam di dalam dengan karakter dan warna air, juga menjadi elemen
bidang horizontal dalam komposisi ini. Dalam rancangannya terlihat kederhanaan dan
kemurnian dan kesatuan ru-ang luar-dalam, komposisi blok, kotak dan kubus. Hubungan
antara ruang dalam dan ruang luar, salah satu ciri khas dari arsitektur Cubism, dikuatkan
dengan pintu-jendela lebar, luas dan trans-paran, bidang-bidang menerus dari luar (halaman)
menyatu dengan dinding ruang dalam.

2. Villa Schminke in Lobau, Saxony (1933) Hans Scharoun


Bentuk dan orientasi bangunan diperoleh dari keadaan tapak dan lingkungannya. Banyak
ruangan terbuka yang memang dengan sengaja dibuat untuk memperoleh sinar dan
menyatukan ruang luar-dalam.
Penggunaan material kaca dengan buka-an besar dan lebar, menggunakan kusen dan rangka
alumunium banyak mendomi-nasi bangunan ini. Sederhana namun ele-gan. Pada bagian
taman terdapat kaca dengan kemiringan tertentu, untuk men-dapatkan sinar bagi tanaman.
Lingkaran-lingkaran pada atap datar diwarnai de-ngan lampu-lampu yang memantulkan
sinarnya pada kolam taman di malam hari.

3. Tuberculosis Sanatorium in Paimio (1928-1933) Alvar Aalto

Bangunan ini tercipta berdasarkan dua pertimbangan yang diambil Alvar Aalto, yaitu: 1.
adanya area yang ditujukan khusus untuk pekerja/personel dengan lingkungan yang tenang,
seperti : perawat/suster, dokter, administrasi, dan lainnya. 2. Pemecahan yang baik untuk
akomodasi pasien: dengan ketinggian, pengakhiran blok yang ramping dengan teras yang
menjorok keluar. Ia meran-cang ruang-ruang berdasarkan garis-garis linear yang berorientasi
ke arah dimana dapat diperoleh sinar matahari dan udara yang maksimal sehingga
kelihatannya tidak beraturan.

Interiornya mencerminkan gambaran lamanya jam pasien yang terbaring di tempat tidur.
Plafondnya di warna berbeda, berkesan lebih dalam dan penataan lampunya secara tidak
langsung (indirect). Penerapan konsep modern berupa keseder-hanaan tanpa elemen dekorasi,
dimana yang mejdi elemen dekorasi itu sendiri ialah jendela memanjang (ribbon window),
lantai, balustrade dan atap datar, semua dindingnya berwarna cerah.

Bangunan ini, dengan pembagian bangunan berdasarkan fungsi dan kegunaan yang berbeda
kedalam area yang berbeda pula menjadikannya sebagai contoh dalam pem-buatan bangunan
rumah sakit di seluruh dunia
4. Health House, Villa for Philip Lovell in Los Angeles (1927-1929) Richard Neutra

Menampilkan penerapan stuktur baja yang ringan perpaduan dengan beton bertulang sebagai
dasar pembentuk dari bangunan ini. Dibangun di sisi gunung. Jendela berkerangka baja
dengan berbagai bentuk dan ukurannya, semuanya menyatu dengan konstruksi dinding dan
balustrade putih, horizontal berkesan ringan melayang. Bentuk tiga dimensional dari lantai
dan dinding menjorok ke luar dari balkon, lantai atas dan atap datar semakin terlihat bila
timbul warna gelap dan terang oleh bayangan matahari. Merupakan penerapan dari konsep
Cubism. Prinsip kesederhanaan ungkapan dari fungsional dan purism terlihat pula pada ruang
dalamnya.

5. Falling Water, Villa for Edgar J. Kaufmann, Pennsylvania (1935-1939) Frank Llyod
Wright
Sebuah tower batu dengan perapian sebagai pusat dari bentuk yang berdasarkan sumbu
vertikal-horizontal sebagai elemen utama terlihat sebagai sentral dari orientasi bangunan ini.
Pewarnaan yang sederhana dan ringan pada dinding beton teras dan beranda menggambarkan
kejinakan hutan belantara. Selain itu penggunaan batu alami menjadi bagian itu sendiri dari
alam sekitarnya. Atapnya adalah atap plat datar terbuat dari beton bertulang.

Penggunaan unsur garis, bidang-bidang menerus dari luar sampai dalam, banyak jendela
(tranparansi bangunan), menunjukkan masih dipengaruhi oleh aliran Cubism namun dengan
ciri dan style yang berbeda menurut Franl Llyod itu sendiri, Penggunaan material bangunan
yang bervariatif, simplicity, perpaduan dengan alam, memberikan gaya arsitektur tersendiri
bagi arsitek pada masa itu.
6. House for Victoria McAlmon in Los Angeles (1935) Rudolf M. Schindler

Masih menonjolkan
elemen-elemen garis dengan bukaan-bukaan yang terbilang sedikit. Menggunakan
beton bertulang
sebagai bahan utama bangunan ini. Seperti kumpulan segi empat yang
dicoak/dilubangi yang memberi khas tersendiri gaya Schindler.

7. Salvation Army Shelter in Paris (1929-1933) Le Corbusier dan Pierre Jeanneret

Tubuh bangunan yang menunjukkan kesan individual stereometrik ditempatkan


sebelum bangunan utama yang panjang. Sebuah jembatan menuntun dari pintu utama
terbuka yang berbentuk kubus ke ruang resepsionis berbentuk silinder. Disampingnya
terdapat ruang duduk (lounge). Bangunan diperuntukkan sebagai tempat asrama
mahasiswa berkapasitas 900-1500 mahasiswa. Facadenya berupa kaca-kaca dengan
besar dan ukuran yang berbeda-beda. Sebuah sistem ventilasi yang diterapkan masih
kurang tepat. Pada musim panas, bangunan tersebut terkena efek rumah kaca,
menimbulkan panas, yang akibatnya menimbulkan ketidaknyamanan bagi si
pengguna.
8. Open- Air School in Surenes ( 1932-1935 ) Eugene Beaudoin dan Marcel Lods

Bangunan terbuat dari beton baja bertulang, sisi/ dindingnya terbuat dari beton prefab
sebagai elemen, dikembangkan dalam kolaborasi dengan Eugene Freyssinet. Pavilion
untuk mengajar dapat langsung diubah menjadi terbuka hanya dengan membuka dinding
kaca lipat. Kesan open space, ringan, dan fungsional terlihat dengan jelas di sini.

TOKOH DAN BANGUNAN MODERN INTERNASIONAL STYLE

Ludwig Mies van der Rohe Martin Luther King Jr. Memorial Library
Perpustakaan itu memiliki lebih dari 1,5 juta koleksi buku serta mampu menarik 2 juta
pengunjung setiap tahun. Jumlah tersebut meliputi buku non-fiksi dan fiksi populer.
Pengunjung dari berbagai tingkat usia bisa duduk di ruang baca karena perpustakaan
tersebut menyediakan bacaan yang lengkap untuk anak-anak, remaja, orang tua, serta
buku umum. Bahkan buah hati Anda dapat belajar dari buku latihan soal. Di dalamnya
juga menyimpan koleksi digital berupa VCD dan DVD.
Fasilitas yang dimiliki perpustakaan yang kerap disebut King Library tersebut sangat
lengkap. Akses Wi-Fi dapat dinikmati di seluruh area perpustakaan. Anda juga dapat
dengan mudah menemukan buku yang dicari dengan katalog. Bila ingin yang praktis,
pengunjung bisa membaca eBook melalui komputer mereka. Disediakan pula 300 unit
komputer untuk akses umum. Belajar juga terasa lebih nyaman dengan adanya 40 ruang
belajar.
Pengelola King Library juga sering mengadakan kegiatan bagi para pengunjung.
Beethovens Vienna Exhibit masih akan berlangsung sampai 25 Mei mendatang. Pada
pameran itu pengunjung bisa melihat buku resep masakan dari Wina yang dibuat tahun
1803. Zograscope, cetakan vue doptique, pena bulu ayam, serta naskah musik dan
instrumen membawa Anda ke periode 1792 sampai 1827 ketika Ludwig van Beethoven
tinggal di Wina. Acara lainnya adalah American Childrens Literature: A Window Into
the Twentieth Century (12 Maret 30 Juni 2013), From the Vietnam War to Refugee
Boat People (15 April 31 Mei 2013), dan Italian Americans in the Santa Clara Valley
(9 April 30 Mei 2013).
Dr. Martin Luther King, Jr. Library dapat dikunjungi setiap hari. Senin Kamis
perpustakaan buka mulai pukul 08:00 sampai 21:00. Hari Jumat dan Sabtu perpustakaan
tutup lebih awal yakni pukul 18:00. Sedangkan pada hari Minggu anda bisa berkunjung
mulai pukul 13:00 19:00.
Dari stasiun di pusat kota San Jose pengunjung bisa mengakses VTA light rail jalur 901
dan 902. Kendaraan publik tersebut akan mengantar Anda sampai Santa Clara Station
yang terletak di South Second Street. Dari sana tinggal dilanjutkan berjalan kaki menuju
perpustakaan.

Ludwig Mies van der Rohe (27 Maret 1886 17 Agustus 1969) adalah seorang arsitek
berkebangsaan Jerman.Ia umumnya dipanggil Mies, sesuai nama belakangnya.

Ludwig Mies van der Rohe, bersama Walter Gropius dan Le Corbusier, dikenal luas
sebagai para perintis arsitektur Modern. Mies, seperti rekan-rekannya pasca Perang
Dunia I, berupaya menetapkan gaya arsitektur baru yang mampu mewakili zaman
modern seperti yang dilakukan arsitektur Klasik dan Gothik pada zamannya masing-
masing. Ia menciptakan gaya arsitektur abad ke-20 yang berpengaruh dengan kejelasan
dan kesederhanaan yang ekstrem.

Bangunan-bangunan karyanya memanfaatkan material modern seperti baja industri dan


kaca pelat untuk menentukan ruang interior. Ia berupaya menciptakan arsitektur dengan
sedikit kerangka struktur yang diseimbangkan dengan kebebasan ruang terbuka yang
mengalir bebas. Ia menyebut bangunan-bangunannya arsitektur "kulit dan tulang". Mies
mengambil pendekatan rasional yang dapat memandu proses kreatif perancangan
arsitektur. Ia sering dikaitkan dengan aforisme "lebih sedikit lebih baik" dan "Tuhan
sangat terperinci".

Charles M.Goodman Apartemen Hickory Cluster, reston, virginia


Setelah Perang dunia II, Gaya Internasional lebih mendewasakan ke dalam pandangan
moderen, HOK dan SOM menyempurnakan gaya itu menjadi pendekatan yang dominan
untuk dekade gaya modern.

Gaya Internasional yang khas pada umumnya terdiri dari berikut:

1. Bentuknya segi-empat atau penyiku.

2. Berbentuk kubus sederhana " segiempat panjang yang menekan"

3. Jendela yang berjalan di atas garis horisontal dan membentuk suatu garis beraturan.

4. Semua bagian muka gedung penjuru bersudut 90 derajat dan bertingkat

Gambar 1.7.1 Bentuk bangunan Geomedis karya Fullers

Fungsionalisme di dalam arsitektur adalah prinsip arsitek yang mendisain suatu bangunan
didasarkan pada tujuan dan fungsi bangunan tersebut. Pada awal abad ke 20, Chicago dengan
arsitek Louis Sullivan mempopulerkan ungkapan ' bangunan yang mengikuti fungsi' untuk
menangkap suatu ukuran, ruang dan karakteristik dalam bangunan harus terlebih dahulu di
tujukan semata-mata kepda fungsi dari bangunan tersebut. Implikasi bahwa jika aspek yang
fungsional dicukupi, keindahan arsitektur akan secara alami mengikuti.

Akar dari arsitektur modern adalah arsitek Franco-Swiss dan arsitek Le Corbusier juga arsitek
Jerman Mies van der Rohe. Kedua-Duanya adalah functionalists sedikitnya kepada tingkat
bangunan mereka yang mengutamakan penyederhanaan dari gaya sebelumnya yaitu kaya
klasik. Pada tahun 1923 Mies van d Rohe sedang bekerja di Weimar Jerman, dan telah
memulai karier nya dalam memproduksi secara radikal bangunan sederhana, struktur yang
terperinci yang tidak bisa dipisahkan dari keindahan arsitektural. Corbusier dengan sangat
baik berkata " suatu rumah adalah suatu mesin untuk ditinggali"; dalam bukunya Ver uni
arsitektur pada tahun 1923.
Gambar 1.7.2

Menara Helsinki Olympic Stadion (Y. Lindegren & T. Jntti, dibangun pada tahun
1934-1938)

Pada pertengahan tahun 1930 functionalism mulai dibahas sebagai suatu pendekatan estetik
bukannya sesuatu disain yang integritas. Gagasan untuk functionalism adalah tidak adanya
barang-barang perhiasan atau ukiran seperti dalam arsitektur klasik. Ini bisa kita lihat dalam
bangunan berbentuk silinder karya Fullers.

1.8 International style

Gambar 1.8.1 a PerumahanWeissenhof


Stuttgart, Jerman (1927)

Gambar 1.8.1 b
Perumahan Weissenhof Stuttgart, Jerman (1930)

Gaya internasional adalah suatu gaya arsitek yang sedang trend pada tahun 1920 dan 1930.
istilah yang pada umumnya mengacu pada arsitek dan bangunan dari dekade pandangan
perkembangan gaya modern, sebelum Perang dunia II. Istilah ini diambil dari suatu buku
Henry Russell Hitchcock dan Philip Johnson yang mana mereka berdua dikenal sebagai
penggolong arsitektur modern. Sebagai hasilnya, fokus jadilah lebih pada [atas] gaya
penulisan aspek pandangan moderen. Dasar disain dari gaya internasional ini didasari pada
prinsip arsitektur modern.

EROPA

Pada sekitar tahun 1900 sejumlah arsitek di seluruh bumi mulai mengembangkan solusi
arsitektur untuk mengintegrasikan sesuatu yang dapat dijadikan teladan tradisional dengan
menuntut kehidupan sosial yang baru dan berbagai kemungkinan teknologi. Arsitek Victor
Horta dan Van henry de Velde di Brussels, Antoni Gaudi di Barselona, Otto Wagner di Vienna
dan Charles Rennie Mackintosh di Glasgow, di antara sekian banyaknya arsitek yang
melakukan perjuangan untuk mengembangkan gaya lama ke gaya baru.
Arsitek yang mendukung adalah :
* Alvar Aalto
* Welton Becket
* Le Corbusier
* Walter Gropius
* Philip Johnson
* Louis Kahn
* Ludwig Mies van der Rohe
* Richard Neutra
* Oscar Niemeyer
* Frits Peutz
* Gerrit Rietveld
* Rudolf Schindler
Amerika
Gambar 1.9.1
Rudolf Schinler's Lovell rumah pantai, California (1926)

Yang paling bekerja keras dalam mempelopori arsitektur modern yang mengarah ke
penyederhanaan, kejelasan dan kejujuran bisa diidentifikasi pada arsitek amerika periode
yang sama, yaitu arsitek Louis Sullivan di Chicago, dan west-coast tempat kediamannya
Irving Gill. Frank Lloyd Wright'S pada tahun 1900 dan 1910 secara paralel mempengaruhi
pekerjaan dari Arsitektur Eropa, tetapi ia menolak untuk di golongkan sebagai arsitektur
eropa

Istilah Gaya Internasional datang pada tahun 1932 di sebuah pameran di mesium tentang Seni
Modern, di ketuai oleh Philip Johnson, dan dari judul katalog pameran tersebut. Di tulis oleh
Johnson dan Henry Russell Hitchcock. Bangunan yang dipamerkan adalah bangunan pada
tahun 1922 sampai 1932. Johnson menamakan , menyusun, mempromosikan dan kerumitan
yang ditemuinya pada arsitektur klasik menjadi suatu yang lebih sederhana dan
memposisikan gaya itu sebagai gaya internasinal atau regional sehingga dikenanl dengan
sebagian orang banyak menjadi gaya internasional style.

Hotel Indonesia

Hotel Indonesia adalah hotel berbintang pertama yang dibangun di Jakarta, Indonesia. Hotel
ini diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Presiden RI Pertama, Soekarno untuk
menyambut Asian Games IV tahun 1962. Bangunan Hotel Indonesia dirancang oleh arsitek
Abel Sorensen dan istrinya, Wendy, asal Amerika Serikat. Menempati lahan seluas 25.082
meter persegi, hotel ini mempunyai slogan A Dramatic Symbol of Free Nations Working
Together. Hotel ini ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemda DKI dengan dikeluarkannya
Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tanggal 29 Maret 1993.

Pemugaran
Saat ini Hotel Indonesia baru sudah selesai dalam tahap pemugaran. Hotel
Indonesia dikelola oleh grup Kempinski dan namanya disesuaikan menjadi Hotel
Indonesia - Kempinski, meski awalnya terjadi demonstrasi massa karena
pergantian pengelolanya. Areal sekeliling Hotel Indonesia sekarang menjadi
kompleks multi-guna dengan nama Grand Indonesia yang terdiri gedung
perkantoran (Menara BCA dan Grand Indonesia Office tower), apartemen
(Kempinski Residence), dan pusat perbelanjaan. Salah satu tenant yang telah
menempati bagian mal dari Grand Indonesia adalah bioskop Blitzmegaplex dan 3
departement store Seibu, Debenhams, Alun-Alun Indonesia. Setelah mengalami
renovasi selama 5 tahun, tanggal 20 Mei 2009 Hotel Indonesia - Kempinski
dibuka kembali oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Hotel Sahid Surabaya

Hotel bintang 3 ini terletak di jalan raya Gubeng, Surabaya bersebelahan dengan stasiun
Gubeng. Konsep arsitektur fungsionalisme pada bangunan ini dapat diamati dari fisik
bangunan yang menggunakan prinsip form follow function. Bentuk bangunan ini
sederhana, menyerupai kubus, berwarna netral, dengan banyak jendela yang semata-mata
digunakan hanya karena fungsinya yaitu media masuknya cahaya/hawa alami. Tidak tampak
sisi estetika yang menonjol pada bangunan ini, yang diutamakan adalah fungsinya yaitu
sebagai hotel.

Panama Kitchen
Nama : Panama kitchen
Fungsi objek : restaurant
Lokasi : seminyak , Bali

Sesuai dengan ciri-ciri dari langgam arsitektur internasional style, panama


kitchen ini dapat di kategorikan sebagai salah satu contoh dari bangunan yang
menggunakan langgam tersebut . Melalui faade bangunan sudah terlihat jelas
bahwa bangunan ini berusaha menciptakan desain yang sederhana melalui
bentuk-bentuk geometri serta menghilangkan segala ornament. Warna putih
yang digunakan dihampir seluruh bagian bangunan juga mempertegas kesan
sederhana pada bangunan ini.

Katamama Hotel
Daftar Pustaka
Sumalyo, Yulianto. 2006. Arsitektur Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Roshadin, Rina. Desember 2014. Sejarah dan Teori Arsitektur.
Suciati, Yunus. 25 Oktober 2014. Arsitektur Fungsionalisme.
https://prezi.com/q7mcbvtuvj8l/arsitektur-fungsionalisme/

Savitri, Annisa. 10 Juli 2009. Arsitektur modern fungsionalism, rasionalism & kubism.
https://anisavitri.wordpress.com/2009/07/10/arsitektur-modern-fungsionalism-rasionalism-
kubism-bag-4/
Selia Stefi Yuliasari. 22 Juni 2011. Fungsi dalam Arsitektur. http://selia-
stefi.blogspot.co.id/2011/06/fungsi-dalam-arsitektur-selia-stefi.html
Wikipedia. 20 Oktober 2016. Functionalism.
https://en.wikipedia.org/wiki/Functionalism_(architecture)

Wikipedia. 3 Maret 2017. International Style (architecture).


https://en.wikipedia.org/wiki/International_Style_(architecture)