Anda di halaman 1dari 2

Gambaran foto thoraks pneumonia yang terlihat pada jenis penumonia infiltrat

interstisial yakni ditandai dengan peningkatan corakan bronkovaskuler, peribronchial


cuffing dan hiperaerasi. Sedangkan pada infiltrat alveoler, merupakan konsolidasi paru
dengan air bronchogram. Konsolidasi pneumonia jenis ini, dapat mengenai satu lobus
( pneumonia lobaris ), atau terlihat sebagai lei tunggal yang biasanya cukup besar,
berbentuk sferis, batas tidak terlalu tegas, menyerupai lesi tumor paru, dikenal sebagai
round pneumonia. Pada pneumonia jenis Bronkopneumonia ditandai dengan gambaran
difus merata pada kedua paru, berupa bercak bercak infiltrat yang meluas hingga ke
daerah perifer paru, disertai dengan peningkatan bronkovascular pattern di peribronkial.
Gambaran radiologis pneumonia juga meliputi infiltrat ringan pada satu paru hingga
konsolidasi luas pada kedua paru. Pada satu penelitian, ditemukan bahwa lesi
pneumonia pada anak terbanyak berada di paru kanan, terutama di lobus atas. Bila
ditemukan di pru kiri dan terbanyak di lobus bawah, hal itu merupakan prediktor
perjalanan penyakit yang lebih berat dengan resiko terjadinya pleuritis lebih besar.1,2,3
Pada gambaran foto toraks pasien, ditemukan adanya bronkhovaskular pattern
meningkat, perselubungan tak homogen paru kanan yang meluas hingga daerah perifer
paru, yang juga merupakan gambaran yang menunjang diagnosis bronkopneumonia.
Daftar masalah pada kasus ini jika dilihat dari anamnesis, meliputi pasien sesak sejak 2
hari yang lalu. Keluhan tersebut subjektif menurut ibu pasien karena melihat An. A yang
berfas dengan membuka mulut dan pengembangan dada tidak seperti biasanya.
Sebelumnya pasien juga batuk berdahak dan pilek, yang menandai adanya gangguan
saluran nafas selain sesak. Pasien juga panas sejak hari ke-7, sehingga itu merupakan
tanda ada infeksi. Ini pertama kali pasien mengalami keluhan tersebut. Di keluarga
pasien juga tidak ada yang menunjukkan keluhan serupa. Pada pemeriksaan fisik vital
sign, didapatkan peningkatan suhu tubuh (37,8 C) dan frekuensi pernafasan yang
meningkat (72x/menit). Selain itu, pemeriksaan bagian kepala ditemukan adanya
pernafasan cuping hidung. Sedangkan pada thoraks didapatkan adanya retraksi,
pernafasan cepat dan terdengar ronkhi pada seluruh lapang paru. Hasil pemeriksaan
penunjang darah lengkap didapatkan adanya leukosis, sebanyak 18.200g/dL dan hitung
jenis menunjukkan shift to the left. Foto thoraks pasien terdapat bronchovascular pattern
meningkat dan perselubungan tak homogen di paru kanan, tidak ada pembesaran
kelenjar hilus paru. sinus costophrenicus tajam dan tulang baik. Diagnosis pnumonia
berat, harus memenuhi persyaratan seperti batuk dan kesulitan bernafas ditambah
minimal salah satu syarat yakni kepala terangguk-angguk, pernafasan cuping hidung,
tarikan dinding dada bagian bawah kedalam dan foto dada menunjukkan gambaran
pneumonia. Pada foto thoraks pasien sesuai dengan diagnosis pneumonia jenis
bronkopneumonia.

Anda mungkin juga menyukai