Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MANAJEMEN BIAYA

Anindyojati Sunawardani (1511060091)

Loly Sepsiodarma (1511060068)

Widi Arif Prasetyo (1511060074)


ANALISIS SWOT PADA ABFI PERBANAS

STIE Perbanas awal mula pendiriannya ditujukan untuk mengisi kebutuhan tenaga
dibidang perbankan. Kemudian sesuai perencanaan sebelumnya berkembang menjadi ABFI
Perbanas yang bekerja sama dengan bank-bank nasional dan diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan tenaga baik dibidang perbankan maupun industri lainnya dimana lulusannya dapat
bersaing dengan perguruan-perguruan tinggi lainnya.

ANALISIS SWOT

1. STRENGHT (Kekuatan)
STIE Perbanas dimiliki oleh perhimpunan bank-bank umum nasional yang
anggotanya bukan hanya bank-bank swasta tetapi juga bank pemerintah seperti Bank
Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, Bank Pembangunan Daerah (BPD). Berdasarkan rencana,
yang termasuk anggota Perbanas nantinya bukan hanya bank-bank lokal tetapi juga bank
asing.
Perhimpunan ini dapat memberikan kekuatan bagi STIE Perbanas. Kekuatan ini
perlu ditunjukan STIE Perbanas yang tujuan awal pendiriannya untuk mengisi kebutuhan
tenaga di sektor perbankan.
Pada STIE Perbanas diberikan kurikulum akuntansi perbankan yang dimana
kebanyakan akuntansi yang diajarkan pada bangku kuliah hanya diajarkan akuntansi
umum saja menjadikan mahasiswanya siap untuk mengisi sektor perbankan.

2. WEAKNESS (Kelemahan)
Berdasarkan survey kepada para eksekutif dari sepuluh Bank terbesar tentang
sepuluh perguruan tinggi yang masuk daftar rekomendasi untuk penerimaan karyawan,
nama STIE Perbanas tidak ada.
Alasan STIE Perbanas tidak masuk rekomendasi adalah dari segi kelulusan dan
kompetensi saat test. Selain itu STIE Perbanas dan perguruan tinggi di Indonesia tidak
memiliki link dengan industri.
Para lulusan dalam negeri kalah saing dengan lulusan luar negeri karena mereka
mempunyai kelebihan dalam bahasa Inggris.

3. OPPORTUNITY (Peluang)
Setiap tahunnya seluruh bank, baik bank lokal atau daerah, membutuhkan tenaga
kerja kira-kira 20 ribu setiap tahunnya.
Mempertimbangkan opportunity tersebut, STIE Perbanas perlu fokus untuk
meningkatkan kompetensi yaitu industri keuangan.
Seiring waktu STIE Pebanas mengubah kurikulumnya yang tidak hanya berfokus
pada sektor perbanknan saja tetapi pada seluruh sektor keuangan lainnya. Dengan
demikian, perguruan tinggi dibawah naungan Perbanas mempunyai market share yang
lebih luas, lulusannya mempunyai peluang kerja yang pasti.

4. THREAT (Ancaman)
Berdirinya beberapa perguruan tinggi baru seperti Universitas Pelita Harapan dan
Universitas Bina Nusantara yang sudah maju sedemikian pesatnya dan menjadi sekolah
favorit. Tidak lama lagi perguruan tinggi asing juga akan masuk ke Indonesia, seperti
Minasgdan Cambridge. Jika tidak memperbaiki diri, mengembakan inovasi, mutu
kurikulum dan fasilitas pendukungnya maka Perbanas akan ketinggalan.
Transformasi STIE Perbanas menjadi ABFI Perbanas, semua lulusan akan
ditampung bekerja di bank.
Namun dari peluang yang sudah dijelaskan diatas mengenai perubahan kurikulum
ada acaman lain yang dihadapi ABFI Perbanas, ancaman tersebut adalah dengan merubah
kurikulum mata kuliah menjadi lebih menyeluruh dalam semua bidang industri keuangan,
maka pada sektor perbankan akan meragukan dengan kemampuan para lulusannya tidak
lagi menguasai bidang perbankan. Karena tentu saja ada beberapa kurikulum mengenai
perbankan yang dihilangkan dan digantikan dengan kukurikulum dalam bidang industri
keuangan lainnya.