Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KUNJUNGAN LAPANGAN (Field Trip)

MATA KULIAH PASCA PANEN

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan,

Repoeblik Telo (Pasuruan), CV. Arjuna Flora (Batu, Malang),

dan CV. Bagus Agriseta Mandiri (Batu, Malang)

Oleh :

Ihda Andrey Yanuar Setiawan (201502100093)

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2017

I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Penanganan produk hortikultura setelah panen (pasca panen) sampai saat ini
masih mejadi permasalah yang perlu mendapat perhatian yang serius, baik dikalangan
petani, pedagang, maupun dikalangan konsumen sekalipun. Hasil maksimal yang
diperoleh petani akan mengalami penurunan mutu apabila penanganan pasca panen
tidak dilakukan dengan baik. Hal ini akan berimbas pada nilai ekonomis dan
keuntungan yang didapat petani akibat penurunan harga jual akibat penurunan
kualitas produk. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa produsen mengembangkan
hasil panen menjadi suatu produk jadi yang bernilai ekomomi lebih tinggi dan lebih
tahan lama. Dalam rangka peningkatan pengetahuan mengenai pengembangan hasil
panen menjadi produk jadi serta proses pemasaran maka dilaksanakan field trip atau
kunjungan lapangan pada beberapa tempat yang memiliki kemampuan dan
pengalaman dalam hal tersebut.

Field trip yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pasca panen dan untuk
menambah wawasan tentang beberapa perusahaan. Dalam pertanian, pasca panen
merupakan kegiatan yang dilakukan setelah produk pertanian di panen. Kegiatan
pasca panen dapat dianggap sebagai kunci dari kegiatan pertanian karena menangani
produk hingga sampai ke konsumen baik dalam produk langsung atau olahan.

Field trip yang kami lakukan dilaksanakan pada tanggal 26-29 Maret 2017
dengan berlokasi di Provinsi Jawa Timur. Tempat tempat yang kami kunjungi yaitu
perusahaan yang erat kaitannya dengan dunia Pertanain. Perusahaan dan pusat
penelitian yang kami kunjungi yaitu P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula
Indonesia), CV. Repoblik Telo, CV. Arjuna Flora, CV. Bagus Agriseta Mandiri.
Perusahaan dan pusat penelitian tersebut diharapkan dapat banyak menambah
wawasan dan pengetahuan dengan efektif tentang pasca panen produk pertanian.

B. Tujuan

1
Tujuan dari kegiatan fieldtrip ke beberapa perusahaan tersebut yaitu sebagai
berikut :

1. Untuk menambah pengetahuan dan pengalaman Mahasiswa diluar


perkulihan.
2. Untuk mengetahui penelitian yang telah dan sedang dikembangkan oleh
P3GI.
3. Untuk mengetahui kegiatan pasca panen/pengolahan produk pertanian
yang dilakukan di Repoeblik Telo, CV Arjuna Flora, dan CV Bagus
Agriseta Mandiri.

II. Lokasi dan Macam Kegiatan

A. P3GI (Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia), Pasuruan

P3GI merupakan pusat penelitian yang difokuskan untuk meneliti tanaman


perkebunan tebu untuk kemajuan gula di Indonesia. Pusat penelitian ini beralamat di
Jalan Pahlawan No.25, Pasuruan, Indonesia. Adapun visi dari P3GI ini adalah untuk
menjadi mitra yang handal bagi industri gula melalui paket teknologi dan tenaga ahli
baik dalam upaya mencari terobosan maupun pemecahan masalah. Sedangkan untuk
misi dari pusat penelitian ini, yaitu :

- Mempelajari dan mencari upaya untuk menanggulangi kendala dalam


pembangunan bidang pergulaan Nasional.
- Mengidentifikasi dan mengupayakan pemecahan masalah-masalah yang
dihadapi oleh industri pergulaan dan pabrik gula pada khususnya.
- Melakukan kegiatan pengembangan dan pelayanan kepada perusahaan gula,
demi mencapai efektifitas kerja dan efisiensi pengelolaannya dalam arti
seluas-luasnya.
Sejarah dari P3GI dimulai dari tahun 1887, dimana dulu namanya
Proofstation Oost-Java (POJ). Selanjutnya terus berkembang sampai menjadi P3GI
dan terakreditasinya laboratorium kalibrasi pada tahun 2016.
Pada field trip yang telah dilakukan, didapatkan data dari P3GI ini yang
tertuang dalam 5 pertanyaan, yaitu :

2
1. Kegiatan apa saja yang dilakukan di P3GI?
Kegiatan yang dilakukan oleh P3GI antara lain :
- Melakukan penelitian mengenai varietas tebu yang memiliki keunggulan
dan akan dipublikasikan ke perusahaan-perusahan tebu.
- Sebagai jasa konsultasi dari pabrik-pabrik tebu.
- Melakukan pengkajian mengenai teknologi produk pergulaan.
- Memberikan bantuan secara teknis kepada klien (dalam hal ini adalah
perusahaan-perusahaan gula).

Adapun dalam prosesnya, kegiatan yang dilakukan didasari oleh beberapa


proses, yaitu :

- Sistem TMA (Tebang, Muat dan Angkut). Tebang artinya memungut hasil
dari usaha budidaya, muat yang berarti menaikkan hasil tebangan ke alat
transportasi dan angkut yaitu membawa hasil ke suatu tempat.
- Prinsip dasar dari pengelolaan tebangan yaitu masak, bersih dari kotoran
(kotoran tidak lebih dari 5 %) dan segar.
- Fasilitas yang ada pada P3GI ada pupuk, jamur Metarhizium sp. untuk
menanggulangi uret, jasa konsultasi bagi petani khususnya petani tebu,
laboratorium agronomi, laboratorium kultur jaringan dan alat-alat pabrik
dalam skala kecil yang mendukung proses penelitian.

2. Penelitian apa saja yang sedang dikembangkan?

Penelitian yang sedang dikembangkan adalah mengenai bibit tebu baru yang
tahan terhadap penyakit dan memberikan keuntungan bagi petani dan juga
perusahaan gula.

3. Apa rencana pengembangan yang akan dilakukan di P3GI?

3
Pada saat ini, P3GI sedang berusaha mengembangkan varietas-varitas baru
yang dapat menggantikan varietas BL (Bulu Lawang), dimana varietas ini
merupakan varietas yang sering dibudidayakan oleh petani. Hal ini
dikarenakan pada varietas ini sudah banyak hama yang menyerang varietas
tersebut, sehingga perlu dilakukan pengembangan varietas baru.

Pengembangan yang sedang berjalan yaitu pengembangan benih lewat kultur


jaringan dari tahun 2010-2017. Penelitian varietas baru yang tahun 2017 ada 3
varietas yang akan dirilis.

4. Fasilitas apa saja yang tersedia di P3GI terkait dengan penelitian?


- Laboratorium tanah,
- Laboratorium air,
- Laboratorium gula,
- Laboratorium tetes,
- Laboratorium bahan pembantu analisa,
- Laboratorium kultur,
- Laboratorium pengolahan limbah,
- Laboratorium hama penyakit,
- Laboratorium perakitan varietas, dan
- Laboratorium isolasi penyakit.

5. Adakah produk yang sudah dan sedang dikembangkan? Sebutkan!


Produk yang sudah diproduksi dan sedangkan dikembangkan oleh P3GI,
antara lain : PS 881, PSBM 901, TOLANGOHULA 1, PSCO 902, VMV86-
550, GMP 3, GMP 4, PSJK 922, Tolangohula 2 (TLH 2), Canning, PS 865,
Kentung, PSJT 941, PS 862, PS 851, PS 882, VMC76-16, Kidang Kencana,
PS 921, GMP 1, PSDK 923, PS 864, Bululawang, NXI 4T, dan GMP 2.

B. CV. Repoeblik Telo

Repoeblik Telo merupakan salah satu perusahaan yang tergolong dalam SPAT-
INDONESIA (Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu Indonesia) yang terletak di
kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Dalam hal ini, Repoeblik
telo mengembangkan produk olahan yang berasal dari ubi jalar. Ubi jalar (Ipomoea

4
batatas L.) yang dikenal sebagai makanan khas pedesaan biasanya diolah secara
konvensional dengan digoreng atau direbus. Namun, di Terminal Agribisnis ini, ubi
jalar diolah menjadi berbagai macam produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih
tinggi dibandingkan ketika digoreng maupun direbus.
Tujuan dari Repoeblik Telo ini adalah :
1. Menghasilkan produk agribisnis yang berdaya saing tinggi.
2. Melatih dan mencetak pelaku usaha agribisnis yang handal
3. Rebuilding image produk lokal/daerah
4. mengembangkan potensi ekonomi, dan SDA di daerah.
5. Mensejahterakan petani dan UKM
Adapun visi dari Repoeblik telo ini adalah menjadi industri
agribisnis terkemuka dengan model usaha pertanian terpadu yang effisien, tangguh,
modern, berkelanjutan dan berdimensi kerakyatan dengan misinya yaitu
pemberdayaan segenap potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk
membangun pertanian Indonesia. Dalam proses produksinya, Repoeblik Telo
memiliki motto Thinks Big, Start Small, Lets do it.
Sejarah pemilihan bahan baku ubi jalar sebagai bahan baku utama
dikarenakan kemudahan dalam mendapatkan ubi dan banyaknya manfaat ubi-ubian
untuk kesehatan dengan kaya akan kandungan antioksidan. Kandungan ini semakin
tinggi ketika ubi jalar memiliki konsentrasi warna yang pekat. Adapun kandungan
dan manfaat telo (ubi jalar) menurut hasil penelitian adalah sebagai berikut :
1. Menempati ranking 1 dari 58 jenis sayuran. (Diranking oleh Nutrition Action
Health Letter, USA).
2. Memiliki kandungan vitamin A sebanyak 4 kali wortel, sangat baik untuk
mencegah penyakit kebutaan. (sumber : WHO)
3. Memiliki Beta Carotene yang berguna sebagai pendukung pertumbuhan
tulang, gigi, rambut dan kulit. (sumber : Dr. sanjay Gupta, CNN.com).
4. Memiliki Beta Carotene yang berguna sebagai pendukung pertumbuhan
tulang, gigi, rambut dan kulit. (sumber : Dr. sanjay Gupta, CNN.com).
5. Kandungan telo mendekati fat-free, cholesterol-free dan rendah sodium,
sangat cocok untuk program diet. (sumber: Dr. Robert Cordell, emeritus

5
professor of cardiothoracic surgery at wake forest University, School Pf
Medicine, USA).
6. Mengandung zat antioksidan yang dapat membantu pencegahan penyakit
jantung, kanker, pembentukan system imunitas dalam tubuh serta
memperlambat proses penuaan. (sumber: ahli gizi Indonesia).
7. Karbohidrat yang dikandung telo masuk dalam klasifikasi Low Glycemix
Index (LGI,54), artinya komoditi ini sangat cocok untuk penderita diabetes.
(sumber : Dr. dr Elvina Karyadi, M.Sc Pusat Gizi Universitas Indonesia).
8. Serat pangan (dietary fiber) ubi jalar baik untuk pencernaan, rafinosa pada ubi
jalar berfungsi sebagai prebiotik (makanan untuk mikroba baik dalam usus
besar). Ubi jalar juga merupakan sumber kalsium yang baik, yang dibutuhkan
untuk pertumbuhan tulang dan gigi. (sumber WHO).

Pada field trip yang telah dilakukan, didapatkan data dari Repoeblik Telo ini
yang tertuang dalam 4 pertanyaan, yaitu :

1. Kegiatan apa saja yang dilakukan di Repoeblik Telo?

Secara umum, kegiatan yang dilakukan di Repoeblik Telo yaitu pengolahan


ubi yang meliputi ubi ungu, ubi kuning, dan ubi putih menjadi aneka macam
produk makanan. Pada Repoeblik Telo, ubi yang digunakan merupakan stok
ubi dari para petani ubi yang menyetor hasil panen ubi pada CV ini. Selain itu
CV Repoeblik Telo juga mempunyai lahan sendiri untuk budidaya ubi. Dalam
menyimpan stok ubi, tidak ada perlakuan khusus yang dilakukan. Mereka
mengusakan stok tidak sampai melampaui batas, tidak sampai menumpuk
sampai maksimal satu minggu. Dalam peletakan penyimpanannya silakukan
sortir ubi yang baik dan buruk, ubi yang besar dan kecil guna memudahkan
dalam pengambilan untuk olahan produksi. Ubi dalam bentuk mentah juga
dijual dengan menggunakan sistem plasma.

2. Jelaskan kegiatan pascapanen atau pengolahan yang dilaksanakan di


Repoeblik Telo setelah bahan baku dipanen hingga produk siap di pasarkan!

6
Kegiatan yang dilakukan pada lokasi ini antara lain :
a. Setelah pemanenan dari lahan, bahan baku disimpan dalam dapur dengan
karung. Bahan baku yang digunakan adalah ubi ungu, ubi kuning, dan ubi
putih.
b. Melakukan penyimpanan. Penyimapan ini dapat bertahan lama asalkan
kulit ubi belum dikupas. Penyimpanan bertujuan untuk menambah
kandungan gula pada ubi. Apabila sudah dikupas, ubi harus segera diolah
untuk menjaga kandungan gula.
c. Dalam pengolahannya, ubi dikukus dan tidak dilakukan proses perebusan.
Pengukusan ubi dilakukan dengan tujuan tidak merusak tekstur ubi. Ubi
ungu sebelum dikukus terlebih dahullu dikupas kulitnya, sedangkan untuk
ubi kuning pengupasan kulit dilakukan setelah dikukus. Pengupasan pada
ubi ungu dilakukan sebelum dikukus karena ubi ungu memiliki tekstur
yang lebih keras sedangkan ubi kuning memiliki tekstur yang lebih lunak.
d. Pembuatan produk. Setelah proses pengolahan, ubi yang telah diproses
dapat menghasilkan aneka macam produk, yaitu berupa bakpia, bakpao,
kripik, pasta, tepung, brownies, dan es krim. Ubi ungu diolah untuk
dijadikan bakpia, kripik, pasta, brownies dan es krim. Ubi ungu yang
dijadikan es krim hanya diolah apabila ada pesanan. Ubi kuning diolah
untuk dijadikan bakpao. Sedangkan ubi putih diolah untuk dijadikan
tepung.
e. Pengemasan produk. Setelah produk dihasilkan, dilakukan pengemasan
produk. Pengemasan yang dilakukan berbeda-beda berdasarkan produk
yang dihasilkan. Produk bakpao dikemas dengan kardus. Produk bakpia
dikemas dengan plastik per 5 biji kemudian dikemas kembali
menggunakan kardus per 25 biji yang sudah dikemas dalam 5 plastik.
Produk tepung dikemas dengan menggunakan plastik. Produk pasta
dikemas dengan menggunakan botol pasta. Produk kripik dikemas dengan
menggunakan plastik. Produk brownies dikemas dengan menggunakan
kardus. Produk es krim dikemas dalam cup.

7
3. Adakah packing house di Repoeblik Telo? Kegiatan dan perlakuan apa saja di
packing house?
Terdapat packing house di Repoeblik Telo. Penyimpanan produk berupa
bakpia, bakpao, kripik, pasta, tepung, brownies dilakukan di suhu ruang,
sedangkan penyimpanan produk es krim dilakukan di ruangan pendingin
untuk mempertahankan tekstur dari es krim. Semua proses pengemasan tidak
ditambahkan bahan pengawet sehingga penyimpanan tidak bertahan lama.

4. Apakah produk dari lokasi tersebut menggunakan bahan pengemas? Jika ada,
sebutkan kemasan yang digunakan produk tersebut!
Di Repoeblik Telo terdapat packing house. Kegiatan pengemasan dilakukan
menggunakan plastik, kardus, botol pasta, dan cup. Kemasan plastik
digunakan untuk mengemas bakpia per 5 biji dan tepung. Kemasan kardus
digunakan untuk mengemas bakpao, brownies, dan bakpia per 25 biji yang
sudah dikemas dalam 5 plastik. Kemasan botol pasta digunakan untuk
mengemas pasta. Kemasan cup digunakan untuk mengemas es krim.

C. CV. Arjuna Flora

CV. Arjuna Flora merupakan salah satu badan usaha yang bergerak dalam
bidang agribisnis tanaman hias, bunga potong dan sayuran. Perusahaan ini didirikan
atas pertimbangan pendapatan hasil pertanian yaitu kebun apel dan tanaman sayuran
yang merosot hingga bahkan berpotensi pada kerugian petani tersebut. Dikarenakan
latar belakang tersebut, mulai munculnya ide untuk mendirikan perusahaan yang
bernama CV. Arjuna Flora pada tahun 2000.
CV. Arjuna Flora berlokasi di dusun Junggo desa Tulungrejo, kecamatan
Bumiaji Kota Batu. Berdirinya CV. Arjuna Flora berasal dari modal satu keluarga
yang kemudian dikelola hingga berkembang pesat. Seiring dengan berjalannya waktu,
usaha CV. Arjuna Flora berkembang menjadi beberapa bidang usaha. Baik pemasaran
ekslusif produk pertanian ke negara Jepang dengan menerapkan Komoditas Import
Tujuan Eksport, dengan menggali sumberdaya pertanian Indonesia yang berpotensi
sebagai produk ekspor.

8
Dalam hal kerjasama, perusahaan ini menjalin kerjasama dengan kemitraan
nasional. Kemitraan tersebut antara lain : Ekspor umbi zephyranthes dan cyrthantus
ke Jepang, Ekspor Stamp. American Blue (Evolvulus sp.), Stamp Corius ke Jepang,
Ekspor ubi ungu (Beniimo), Beni azuma (ketela kuning) dan jenis ketela varietas
lainnya yang sudah diproses dan dibekukan ke Jepang. Selain itu juga ekspor bunga
dan daun potong, budidaya dan suplai bunga potong, daun potong dan tanaman hias
ke berbagai daerah di Indonesia. Kemitraan dengan PT Mitra Tani Agro Unggul
dalam Budidaya cabai Merah dengan membina dan memberdayakan lebih dari 500
petani, dengan dukungan Ketua Dewan Horti Nasional dan Asosiasi Agribisnis Cabai
Indonesia, serta kontraktor bangunan dan landscape.
Dalam prosesnya, CV Arjuna memiliki visi dan misi, yaitu :
1. Bertekad mengembangkan prestasi dalam semua bidang usaha agribisnis
2. Berperan aktif dalam pembangunan dan peningkatan produk ekspor
Indonesia
3. Menjadi mitra terbaik dengan semua pelanggan.
Pada field trip yang telah dilakukan, didapatkan data dari Arjuna Flora ini
yang tertuang dalam 4 pertanyaan, yaitu :

1. Secara umum, kegiatan apa saja yang dilakukan di CV Arjuna Flora?


Kunjungan di CV Arjuna Flora dilakukan pada dua tempat. Tempat pertama
terdiri dari coolstorage, pengolahan apel, dan pembuatan flower bottle.
Coolstorage di CV Arjuna Flora berbentuk container merupakan tempat
penyimpanan bunga potong krisan, umbi tulip, dan bawang merah.
Pengolahan apel di tempat pertama merupakan tempat olahan apel menjadi
the apel dan minuman sari apel. Pembuatan flower bottle yaitu pembuatan
botol-botol untuk penyimpanan bunga potong yang kemudian di ekspor ke
Jepang. Pada tempat kedua merupakan tempat pengolahan apel, pisang dan
nangka menjadi produk olahan yang berupa kripik. Adapun merek dagang dari
kripik ini adalah Bali (Batu Asli).

2. Jelaskan kegiatan pascapanen atau pengolahan yang dilaksanakan di CV


Arjuna Flora setelah bahan baku dipanen hingga produk siap di pasarkan!

9
Di tempat pertama kunjungan CV Arjuna Flora, berikut kegiatannya:
a. Penyimpanan bunga potong, umbi tulip, dan bawang merah
- Penyimpanan bunga dalam coolstorage dibungkus dengan menggunakan
kertas koran supaya makota bunga tidak cepat rusak akibat bersentuhan
dengan bunga lain. Bunga potong direndam dalam air yang tidak terlalu
banyak untuk menjaga kesegaran bunga potong. Perendaman bunga
potong pada air yang terlalu banyak dan tinggi menyebabkan tangkai
bunga mudah busuk. Di pasaran, tangkai bunga potong yang busuk
dipotong, apabila perendaman terus dilakukan di air yang terlalu tinggi
maka lama-kelamaan tangkai bunga akan habis. Perendaman bunga
potong pada air tidak ditambahkan bahan pengawet atau bahan lainnya.
Kegiatan pascapanen penyimanan bunga potong pada coolstorage dengan
suhu 2oC-5oC. Penyimpanan bunga dapat bertahan hingga 1 bulan.

- CV Arjuna Flower juga mengimpor umbi tulip dari Belanda. Penyimpanan


umbi tulip di CV Arjua dilakukan di coolstorage dengan suhu 2 oC-5oC.
umbi tulip dibungkus dengan plastik putih dan diletakkan dalam
keranjang.

- Penyimpanan bawang merah di CV Arjuna Flora juga dilakukan di


coolstorage dengan suhu 2oC-5oC. bawang merah tidak disimpan dalam
plastik akan tetapi langsung ditaruh didalam keranjang.

b. Pengolahan apel
Pengolahan apel di tempat pertama kunjungan yaitu pengolahan apel
menjadi minuman sari apel dan teh apel celup.
- Minuman sari apel
Minuman sari apel dibuat dari apel varietas manalagi karena apel varietas
manalagi lebih manis dibanding apel varietas lain. Pembuatan sari apel
diawali dengan pembersihan apel kemudian dihaluskan menggunakan
juicer hingga keluar sarinya. Sari apel kemudian dicampur dengan gula
yang dicairkan. Proses terakhir yaitu packing dengan menggunakan cup
yang ditutup dengan plastik press.

10
- Teh celup apel
Teh celup apel dibuat dari apel varietas manalagi karena apel varietas
manalagi lebih manis dibanding apel varietas lain. Pembuatan teh apel
celup diawali dengan penggilingan apel hingga menjadi serbuk. Serbuk
apel kemudian dikeringkan dengan cara kering angin. Setelah kering,
serbuk apel dimasukkan dalam kertas saring seukuran teh celup. Dan
dipacking dalam kardus per 24 biji.

c. Pembuatan flower bottle


Pembuatan flower bottle menggunakan bahan biji plastik asli dan dicetak
menggunakan mesin cetakan. Hasil produksi flower bottle mencapai
12.000 buah per hari. Flower bottle dipacking dalam plastic dan disimpan
pada suhu ruang.

Tempat kunjungan kedua di CV Arjuna Flora merupakan tempat produksi


kripik buah. Kripik buah yang dihasilkan di CV Arjuna yaitu kripik apel,
nangka, dan pisang. Pengolahan buah pisang diawali dengan pengupasan kulit
buah pisang dan dilakukan penyayatan pada daging buah. Daging buah pisang
kemudian disimpan dalam freezer. Pada pengolahan buah nangka, diawali
dengan pemisahan daging dari kulit dan pengeluaran biji dari daging buah.
Daging buah nangka kemudian disimpan dalam freezer. Pada pengolahan
buah apel diawali dengan pengupasan kulit buah apel kemudian dilakukan
pemotongan daging buah apel secara melintang. Potongan daging apel
kemudian disimpan dalam freezer.

Penyimpanan dalam freezer dilakukan selama 24 jam. Penyimpanan dalam


freezer ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam buah. Kemudian buah
digoreng dengan menggunakan vacum frying selama 2 jam. Pada pengolahan
buah apel, sebelum digoreng buah direndam dalam air garam industry agar
buah tidak menguning. Setelah penggorengan, dilakukan penyortian bentuk.
Bentuk kripik yang baik dijual lebih mahal daripada bentuk kripik yang

11
kurang baik. Setelah itu dilakukan packing dengan menggunakan alumunium
foil dan plastik.

3. Adakah packing house di lokasi tersebut? Kegiatan dan perlakuan apa saja di
packing house?
Di CV Arjuna Flora terdapat lokasi yang digunakan sebagai packing house.
Packing house ini dilakukan perlakuan terutama pada produk kripik. Adapun
perlakuan yang dilakukan pada kripik yang diproduksi yaitu pembagian grade
dengan keutuhan bentuk kripik. Grade yang baik yaitu kripik dengan bentuk
yang masih utuh sedangkan grade yang kurang baik yaitu kripik dengan
bentuk yang tidak utuh.

4. Apakah produk dari lokasi tersebut menggunakan bahan pengemas? Jika ada,
sebutkan kemasan yang digunakan produk tersebut!
Terdapat packing house di CV Arjuna Flora pada tempat kunjungan pertama
dan kedua. Pada tempat kunjungan pertama, pecking dilakukan untuk
mengemas minuman sari apel dan teh apel celup. Minuman sari apel dikemas
dengan menggunakan cup plastik kemudian dikemas kembali menggunakan
kardus per 24 cup, sedangkan teh apel celup dikemas dengan menggunakan
kertas saring dan dibungkus dengan plastic dan kemudian dikemas kembali
dengan kertas karton.
Pada tempat kunjungan kedua, kripik buah dikemas dengan menggunakan
plastic dan alumunium foil. Kemasan plastic digunakan untuk kripik dengan
berat 70 gram dan 100 gram. Kemasan alumunium foil digunakan untuk
kripik dengan berat 200 gram.
Pengemasan plastic digunakan untuk menarik pelanggan karena dijual eceran
dan dapat mempertahankan produk hingga 3 bulan, sedangkan kemasan
alumunium foil digunakan untuk menyimpan produk lebih banyak karena
dijual grosir dan dapat mempertahankan produk hingga satu tahun.

12
D. CV. Bagus Agriseta Mandiri

CV. Bagus Agriseta Mandiri adalah perusahaan yang bergerak pada bidang
pertanian yang mengolah hasil budidaya buah ataupun sayur menjadi makanan olahan
seperti : dodol, jenang sari apel, bakpia dan manisan, serta kripik yang menjadi
produk unggulannya. Sedangkan untuk pengolahan lainnya adalah kripik nangka,
kripik nanas, kripik jambu, kripik salak, kripik strawberry dan juga kripik wortel
yang menjadi produk unggulannya. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2001.

CV. Bagus Agriseta sendiri merupakan perusahaan berbasis home industry


dengan mengacu pada industri pengolahan buah dan sayur yang berlokasi pada Jl.
Kopral Kasdi No.2 Bumiaji Kota Wisata Batu, Jawa Timur. Perusahaan ini bergerak
dalam bidang industri makanan ringan yang mengolah bahan utama berupa Apel yang
cukup melimpah di kota Batu sebagai makanan ringan yang lebih berdaya guna tinggi
dan nilai ekonomis yang lebih meningkat. Pemasaran dari produk dititik beratkan
pada tempat tempat wisata yang ada di dalam kota Batu, yaitu sekitar 80%,
sedangkan 20% di pasarkan diluar kota Batu atau bahkan keluar pulau misalnya
Sumatera, Bali, dan Kalimantan.

Pada proses produksi, CV Bagus Agriseta Mandiri memiliki visi, yaitu


mewujudkan perusahaan pengolah hasil pertanian terpadu yang efisen, tangguh,
modern, inovatif, berkelanjutan dan berdimensi kerakyatan. Adapun misi dari
perusahaan CV Bagus Agriseta Mandiri adalah memperdayakan segenap potensi
sumber daya alam dan manusia untuk membangun pertanian Indonesia

Pada field trip yang telah dilakukan, didapatkan data dari Bagus Agriseta ini
yang tertuang dalam 4 pertanyaan, yaitu :

1. Secara umum kegiatan apa saja yang dilakukan di CV. Bagus Agriseta?
CV Bagus memiliki beberapa kegiatan utama yaitu pembuatan kripik, dodol
atau jenang, pia, bakpia, sari apel dan sirup apel. PT Bagus merupakan home
industry dengan bahan utama buah apel kurang lebih 80% dan 20 % sisanya
merupakan buah musiman yang hanya diproduksi sesuai dengan musimnya.

13
Buah musiman ini diantaranya nangka, sirsak, salak, wortel, pisang,
strawberry, nanas dan semangka.

2. Jelaskan kegiatan pascapanen atau pengolahan yang dilaksanakan di CV


Bagus Agriseta setelah bahan baku dipanen hingga produk siap di pasarkan!
Pembuatan produk pada CV Bagus yaitu :
a. Pembuatan dodol dan jenang.
Proses awal yang dilakukan yaitu dengan mencuci buah hingga bersih
kemudian memotong buah tanpa mengupas kulit buahnya. Setelah itu,
buah dilembutkan menggunakan juicer. Setelah buah lembut dilakukan
penggorengan adonan buah dengan minyak goreng dengan takaran 50
kg/l. adonan digoreng dan dilakukan penambahan tepung ketan dan
tepung beras untuk mendapatkan adonan dengan tekstur yang diinginkan.
Pada akhir proses dilakukan penambahan susu untuk pengganti santan,
karena di daerah Malang kelapa sangat sulit didapatkan sehingga harganya
mahal. Selain penambahan susu yang berfungsi untuk penambah cita rasa
pada dodol ataupun jenang yang dibuat. Pada proses pembuatan ini,
dilakukan penambahan pengawet dengan dosis 0,5 g/kg bahan mentah
kemudian dilakukan pemasakan 4-5 jam secara mekanik dan didinginkan.
Adapun kelebihan dari produksi dodol atau jenang ini adalah tanpa
menggunakan pemanis dan penambah rasa buatan, tetapi kekurangan dari
produksi ini dodol atau jenang yang dibuat memiliki masa kadaluarsa
lebih cepat dikarenakan pengawet yang digunakan lebih sedikit
dibandingkan yang dianjurkan. Pada pembuatan dodol atau jenang apel
digunakan apel dengan varietas rome beauty dan anna.
b. Pembuatan kripik
Pembuatan kripik yang dilakukan yaitu dengan mengupas bahan terlebih
dahulu kemudian dilakukan pemotongan secara manual, setelah itu
dilakukan penggorengan dengan minyak goring 120 liter/hari. Dalam satu
hari CV Bagus dapat memproduksi buah mentah menjadi kripik sekitar
400 kg bahan mentah per hari. Dalam pembuatan kripik apel digunakan
varietas manalagi.

14
3. Adakah packing house di lokasi tersebut? Kegiatan dan perlakuan apa saja di
packing house?
Pada CV Bagus terdapat packing house yang dilakukan secara terpadu, karena
dalam ini proses pembuatan, pengemasan atau packing dan pemasaran
dilakukan pada satu tempat. Untuk perlakuan kripik dibedakan berdasarkan
grade bentuk yang bagus dan utuh serta bentuk yang kurang bagus.

4. Apakah produk dari lokasi tersebut menggunakan bahan pengemas? Jika ada,
sebutkan kemasan yang digunakan produk tersebut!.
CV Bagus menggunakan bahan pengemas plastic dan aluminium foil serta
kardus untuk memudahkan pemasaran. Untuk produk jenang atau dodol
dilakukan packing dengan menggunakan plastik kemudian dimasukkan
kedalam kardus untuk memudahkan dalam proses pemasaran. Pengemasan
untuk produk kripik buah dikemas dengan menggunakan plastik dan
alumunium foil. Pengemasan pada plastic biasanya memiliki berat lebih kecil
dibandingkan dengan aluminium foil.

III. Kesimpulan

Berdasakan dari hasil kunjungan lapangan (field trip) yang telah dilakukan,
dapat disimpulkan bahwa :

1. P3GI merupakan pusat penelitian gula yang terus melakukan penelitian


dan inovasi dalam mengembangkan varietas baru tebu yang memiliki sifat
unggul.
2. Kegiatan pasca panen/pengolahan produk pertanian yang dilakukan oleh
Repoeblik Telo adalah mengolah telo (ubi jalar) menjadi aneka macam
produk, diantaranya bakpia, bakpao, kripik, pasta, tepung, brownies, dan
ice cream.
d. Kegiatan pasca panen/pengolahan produk pertanian yang dilakukan oleh
CV. Arjuna Flora adalah mengolah apel, nangka, dan pisang menjadi
produk kripik serta melakukan proses ekspor impor bunga potong, umbi
tulip, dan bawang merah.

15
3. Kegiatan pasca panen/pengolahan produk pertanian yang dilakukan oleh
CV. Bagus Agriseta Mandiri adalah mengolah bahan baku apel (80%) dan
buah musiman (20%) menjadi aneka produk, diantaranya kripik, dodol
atau jenang, pia, bakpia, sari apel dan sirup apel.

LAMPIRAN

A. P3GI ( Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia )

16
17
B. Repoeblik Telo

18
C. CV. Arjuna Flora Dan Gapoktan Mitra Arjuna

19
20