Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kegiatan


PKH merupakan suatu program yang memberikan bantuan tunai bersyarat
kepada Keluarga Miskin (KM) yang memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya
peningkatan kualitas sumberdaya manusia, yaitu pendidikan, kesehatan dan
kesejahteraan sosial.
Dalam pelaksanaanya, PKH memerlukan seorang pendamping yang mampu
mengemban tugas fasilitasi, advokasi, motivasi dan mediasi bagi Keluarga penerima
Manfaat (KPM) PKH. Sebagian besar KPM PKH tidak memiliki kekuatan apapun, tidak
memiliki suara dan kemampuan untuk memperjuangkan hak mereka yang
sesungguhnya. Untuk itulah kehadiran dan peran pendamping PKH sangat diperlukan.
Untuk mensukseskan program Program Keluarga Harapan diperlukan adanya
pendampingan yang berkelanjutan. Pendampingan ini sangat penting karena (a) PKH
merupakan salah satu cikal bakal sistem perlindungan sosial bagi KPM PKH yang
dilakukan secara berkelanjutan; (b) pendampingan memberikan ruang tanpa batas
bagi penerima program untuk dapat saling belajar dan bertanggung jawab atas
komitmen yang telah disepakati; (c) memperkuat modal sosial bagi KPM PKH
terutama dibidang pendidikan dan kesehatan.
Mengingat peranan pendamping yang sangat penting dalam pelaksanaan
program PKH, maka diperlukan suatu Bimbingan Pemantapan (Bimtap) yang dapat
meningkatkan kualitas dan kemampuan para Pendamping PKH.
Pelatihan merupakan proses belajar untuk mengubah kompetensi atau
kemampuan kerja seseorang atau sekelompok orang, sehingga dapat berprestasi
lebih baik dalam melaksanakan tugas pekerjaannya. Proses pelatihan diperlukan
suatu metode pembelajaran yang dilakukan tidak hanya di dalam ruangan (indoor),
tetapi diperlukan juga suatu pembelajaran di luar ruangan (uotdoor).
Pelatihan atau praktek di luar ruangan merupakan suatu proses pembelajaran
bagi peserta suatu pelatihan dimana peserta mampu menerapkan materi yang telah
diberikan dalam ruangan. Peserta dapat melihat, mengidentifikasi secara langsung
apa yang terjadi pada obyek pengamatan. Sehingga peserta akan mengadakan
pencatatan berbagai permasalahan dan akan mengklasifikasikan permasalahan yang
ditemui di lapangan. Dalam pengamatan lapang tersebut, peserta dapat menganalisa
berbagai permasalahan yang sudah diklasifikasikan.
Demikian halnya dalam Bimbingan Pemantapan Pendamping Program
Keluarga Harapan (PKH) tahun 2017 ini. Praktek lapangan yang sudah dilaksanakan
sebelum adanya Bimtap akan menambah referensi bagi para Pendamping PKH.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 2
Tahun 2017
Pengalaman pengalaman lapangan tersebut akan mempertajam proses pemantapan
dengan metode diskusi diskusi. Proses Pembelajaran Bimtap yang berupa materi inti
dan materi indoor yang telah didapat peserta dari fasilitator yang kemudian dipadukan
dengan materi outdoor berupa pengalaman praktek lapangan bertujuan untuk
memperluas keterampilan peserta terhadap kompetensi yang menjadi tugas pokok
dan fungsi sebagai pendamping PKH.
Model Bimbingan Pemantapan ini tentunya sangat membantu upaya
peningkatan kualitas para Pendamping PKH sehingga dalam pengawalan dan
pendampingan tujuan PKH untuk membantu mengurangi dan memutus rantai
kemiskinan dapat terwujud.
Sebagai tahapan yang sangat penting untuk menjadi seorang pendamping,
UPPKH Kabupaten Kediri menyambut baik program Bimtap Pendamping PKH ini
dengan mengirimkan Pendamping PKH tahun 2016 di seluruh kecamatan yang
mendapat tambahan Pendamping. Meskipun sudah melakukan beberapa tahapan
pendampingan program PKH (pertemuan awal, validasi data, entry data, verifikasi data
dan penyaluran bantuan), Bimtap itu sangatlah bermanfaat bagi para Pendamping
PKH baru.

1.2 Tujuan Kegiatan


a) Meningkatkan pemahaman tentang kebijakan penanggulangan kemiskinan
dan perspektif perlindungan sosial
b) Meningkatkan pemahaman tentang kelembagaan, mekanisme PKH
c) Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang etika pendampingan
sosial, pengembangan motivasi dan komitmen, pengembangan keluarga,
komunikasi efektif dalam pendampingan, koordinasi dan pengembangan
jejaring kerja serta metode dan teknik pendampingan sosial.
d) Meningkatkan kemampuan, ketrampilan dan kesiapan Pendamping PKH
UPPKH Kabupaten/Kota.
e) Memberikan bekal kepada Pendamping PKH tahun 2016 dalam
mengembangkan kegiatan kegiatan PKH

1.3 Dasar Pelaksanaan


a) Surat dari Kementerian Sosial Republik Indonesia Nomor
539/LJS.JSK.TU/04/2017 tanggal 10 April 2017 perihal Pemanggilan Peserta
Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Tahun 2017 Gelombang II.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 3
Tahun 2017
b) Surat Tugas dari Dinas Sosial Kabupaten Kediri No. 094/1495/418.55/2012
tanggal 21 September 2012 tentang Penugasan Pelatihan dan Latihan
Pendamping Program keluarga Harapan Tahun 2012.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 4
Tahun 2017
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1 Peserta Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Tahun 2017 gelombang
II Kecamatan Wates Kabupaten Kediri
Berdasarkan Surat Tugas dari Dinas Sosial Kabupaten Kediri No.
094/1495/418.55/2012 tanggal 21 September 2012 tentang Penugasan Pelatihan dan
Latihan Pendamping Program keluarga Harapan Tahun 2012, Pendamping PKH
kecamatan Wates Kabupaten Kediri yang mengikuti Pemantapan Pendamping dan
Operator PKH Tahun 2017 gelombang II adalah sebagai berikut :
1.Muhammad Sholihuddin
2.Mohammad Fauzi
3.Dian Kartika Sari
4.Heni Galih Tianingrum
5.Rindani
6.Daimatur Rohmah

2.2 Waktu dan Tempat


Kegiatan Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Tahun 2017 gelombang
II ini diselenggarakan pada :
Hari : Sabtu - Selasa
Tanggal : 15 18 April 2017
Tempat : Hotel Aston Madiun
Waktu : Pukul 08.00 s.d. selesai

2.3 Materi Pemantapan Pendamping dan Fasilitator


Materi Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Tahun 2017 gelombang II
ini berbeda dengan Diklat Diklat Pendamping PKH pada tahun sebelumnya.
Pemantapan Pendamping dan Operator PKH Tahun 2017 gelombang II ini, selain
mendapatkan materi ke-PKH-an New Initiative juga mendapatkan materi lain yang
menyangkut Pengembangan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau dikenal
dengan Family Development Session (FDS).
Kegiatan Pemantapan Pendamping PKH ini difasilitasi dari UPPKH Pusat dan
BBPPKS Yogyakarta, yang antara lain :

No Hari Materi Fasiltator Jamlat


Pengetahuan dan 120
1 Minggu, 16 April 2017 Lies Nurhayati
Kebijakan PKH 2017 menit
Mekanisme Pelaksanaan 120
2 Minggu, 16 April 2017 Joko Susilo
PKH menit
Pertemuan Awal dan 120
3 Minggu, 16 April 2017 Lies Nurhayati
Validasi menit
4 Minggu, 16 April 2017 Penyaluran Bantuan Joko Susilo 120

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 5
Tahun 2017
menit
120
5 Senin, 17 April 2017 Verifikasi Komitmen Lies Nurhayati
menit
120
6 Senin, 17 April 2017 Pendampingan Sosial Joko Susilo
menit
120
7 Senin, 17 April 2017 Pengelolaan Kelompok Lies Nurhayati
menit
120
8 Senin, 17 April 2017 Pemutakhiran Data Joko Susilo
menit
120
9 Senin, 17 April 2017 Monitoring dan Evaluasi Lies Nurhayati
menit

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 6
Tahun 2017
BAB III
HASIL PELAKSANAAN PEMANTAPAN PENDAMPING PKH TAHUN 2017

1.1 Penjelasan tentang Kebijakan PKH 2017


Pemantapan Pendamping dan Operator PKH tahun 2017 di awali dengan
penjelasan umum dari Kasubdit Validasi Data (Bpk. Darsono) yang mewakili Direktur
Jaminan Sosial Keluarga Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial. Beberapa hal
penting yang disampaikan adalah :
a. Dinamika perkembangan Program Keluarga Harapan (PKH).
Perkembangan program ini mulai dari bantuan tetap dari Rp. 300.000 menjadi Rp.
500.000, komponen semula hanya pendidikan dan kesehatan sekarang (mulai
2016) ditambah dengan komponen kesejahteraan sosial
b. Jumlah KPM PKH hingga tahun 2017 mencapai 6 juta. Target PKH mendesak
untuk dilakukan validasi, sehingga Pendamping PKH harus tetap semangat dan
siap. Proses validasi harus segera dituntaskan agar tidak ada deviasi data KPM.
Pada tahun 2017 ini, Presiden sudah menyetujui penambahan KPM PKH hingga
mencapai 10 juta penerima manfaat.
c. Pada tahun 2016, komponen PKH mengalami perluasan yaitu komponen lanjut
usia (lansia) dan disabilitas. Oleh karena itu memerlukan pendalaman terkait
dengan fasilitasi penanganannya.
d. Dengan adanya perkembangan PKH yang dinamis, maka diharapkan
Pendamping PKH selalu mencermati dan menyesuaikan diri dengan
perkembangan tersebut.
e. Visi dan misi PKH adalah untuk mengurangi kesenjangan kemiskinan dari lapisan
masyarakat terbawah, dengan cara meningkatkan bantuan keluarga kurang
mampu.
f. Pada Pemantapan Pendamping dan Operator PKH tahun 2017 ini akan dirilis
aplikasi PKH berbasis android yang berguna untuk memudahkan verifikasi dan
pemutahiran data.

Penjelasan lebih mendalam tentang Kebijakan PKH juga disampaikan oleh Dirjen
Perlindungan dan Jaminan Sosial (Bapak Dr. Harry Hikmat, M.Si). Hal hal penting
yang disampaikan adalah :
Latar Belakang PKH
Penyaluran Bantuan PKH
Pendampingan dan Family Development Session
PKH Akses
Komplementaritas dan Sinergitas PKH dengan Program Bansos Lainnya
Hasil Evaluasi Dampak PKH

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 7
Tahun 2017
Alur dan Mekanisme PKH

1. Latar Belakang PKH


Program Keluarga Harapan (PKH) dilaksanakan sebagai program nasional
prioritas mempunyai beberapa latar belakang, antara lain :
Meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan
pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial
Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga
miskin dan rentan
Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat
dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan
sosial
mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar kelompok pendapatan

Di banyak negara berkembang, program perlindungan sosial adalah bagian penting


dalam strategi pembangunan. Perlindungan sosial bertujuan mengurangi risiko sosial,
meningkatkan kesetaraan, mengurangi kemiskinan karena potensi manfaat jangka
panjang perubahan perilaku positif akibat kondisionalitas dalam CCT. (A
Philosophical Framework for Conditional Cash Transfers, Jaron Abelsohn, 2011)

Kriteria Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH


Keluarga penerima manfaat (KPM) PKH adalah keluarga miskin yang
memenuhi minimal satu kriteria sebagai berikut :
a. Kesehatan : Ibu hamil / nifas, anak usia di bawah 6 tahun
b. Pendidikan : anak usia SD, SMP, SMA
c. Kesejahteraan sosial : Disabilitas dan lanjut usia minimal 70 tahun

Sebagai program pengentasan dan memutus rantai kemiskinan, maka PKH


mempunyai posisi strategis. Kedudukan program Keluarga Harapan sebagai Program
prioritas nasional dan Center of Excellence penanggulangan kemiskinan yang
mensinergikan berbagai program perlindungan dan pemberdayaan sosial nasional.
Dengan demikian PKH mempunyai misi, perluasan akses dan dampak yang
berimplikasi kepada pembangunan dan masyarakat. Misi, perluasan akses dan
dampak PKH meliputi :
Misi PKH
Mendukung target penurunan angka kemiskinan 78 % sesuai dengan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional.
Penurunan kesenjangan dengan indikasi gini ratio
Perluasan Akses
Layanan Kesehatan

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 8
Tahun 2017
Layanan Pendidikan
Layanan Kesejahteraan Sosial
Dampak PKH
Meningkatnya angka kunjungan ke Faskes dan mengurangi stunting
Meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (enrollment rate) SD dan SMP
Efektivitas paling tinggi menurunkan giniratio
Meningkatnya konsumsi rumah tangga

Pada perkembangannya PKH terus mengalami dinamisasi menyesuaikan arah


kebijakan pemerintah atau yang disebut Inisiatif baru PKH (New Initiatif PKH). Inisiatif
baru PKH meliputi :
Validasi Terminasi
Data sasaran : BDT dan Indeks Kemiskinan Daerah serta verifikasi & amp ;
validasi pendamping PKH
Perubahan sasaran dari Rumah Tangga menjadi Keluarga
Tambahan komponen Kesejahteraan Sosial (Penyandang Disabilitas Berat dan
Lanjut Usia 70 tahun ke atas)
Penyebutan Keluarga Penerima Manfaat (KPM PKH)
Kepesertaan
Maksimum 3 (tiga) orang sesuai kondisionalitas
Family Development Session (FDS) diberikan pada semua peserta PKH
Komplementaritas KPM PKH sebagai sasaran utama program KIP, KIS, KKS,
Rastra, Kube, Rutilahu, subsidi LPG, subsidi pupuk, subsidi PLN
Bantuan Sosial
Perluasan Inklusi Keuangan melalui Bantuan Sosial Non Tunai yang disalurkan
melalui E- Warong KUBE - PKH dan Agen Bank
Penyaluran non tunai KPM PKH didampingi oleh Pendamping PKH dan Petugas
Bank
Dibangun Dashboard realtime
Sumber Daya
Prioritas Diklat FDS untuk semua Korwil, Korkot/Korkab
Bimtek FDS bagi seluruh pendamping
Rekruitmen pendamping dan operator on line
Standarisasi diklat dan Bimtek
Kerjasama dengan Bank Dunia, GIZ, WFP, UNICEF, AUSAID/DFAT dan
Perguruan Tinggi

Dasar Hukum pelaksaan Program Keluarga Harapan adalah :


1. Peraturan Presiden tentang Bantuan Sosial Non Tunai
2. PMK No. 228/PMK.05/2016 tentang Perubahan Atas PMK No. 254/PMK.05/2015
Tentang Belanja Bantuan Sosial Pada Kementerian Negara/Lembaga
3. Permensos tentang pelaksanaan PKH (finalisasi)
4. SK Dirjen Nomor 12/LJS.SET.OHH/09/2016 Tentang Pedoman Umum PKH

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 9
Tahun 2017
5. Perjanjian Kerjasama Dengan Bank Himbara (BNI, BRI, BTN dan Mandiri )

Alur kerja PKH terdiri atas lima kegiatan utama yaitu:


1. Penetapan Sasaran (targeting)
2. Seleksi SDM
3. Pendidikan dan Pelatihan
4. Pelaksanaan PKH selama enam tahun
5. Transformasi
Untuk menyukseskan kegiatan utama PKH diselenggarakan pula kegiatan
pendukung berupa Rapat Koordinasi tingkat Pusat (Rakorpus), Rapat Koordinasi
Nasional (Rakornas), Rapat Koordinasi Daerah (provinsi dan kabupaten/kota),
Bimbingan Teknis, E-Learning, dan Monitoring Evaluasi dan Sistem Penanganan
Pengaduan.

Penetapan sasaran (targeting) dilakukan dalam rangka perluasan jangkauan


Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. Penetapan sasaran memperhatikan hal
berikut:
1. Sumber Data
Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (Peraturan Menteri Sosial
Nomor 10/HUK/2016 tanggal 3 Mei 2016 tentang Mekanisme Penggunaan Data
Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin)
2. Arah kebijakan penanggulangan kemiskinan
a) Skala prioritas percepatan wilayah penanggulangan kemiskinan.
b) Wilayah korban bencana alam dan bencana sosial.
c) Wilayah perbatasan dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Perkembangan cakupan PKH tahun 2007 - 2017

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 10
Tahun 2017
PKH bertujuan untuk memberikan transfer sosial bagi orang miskin dan untuk
mengurangi kemiskinan dan ketimpangan dengan memberikan insentif pada
keluarga miskin untuk berinvestasi dalam modal sumber daya manusia anak-anak
mereka;
PKH mempromosikan perubahan sosial melalui
Insentif perubahan perilaku melalui prasyarat kesehatan dan pendidikan bagi
anak-anak dan ibu hamil atau ibu menyusui untuk pencairan bantuan
Memfasilitasi sesi FDS yang di antaranya berfokus pada mempromosikan
pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih baik, praktik pengasuhan,
perilaku kesehatan
Memberikan layanan inklusif bagi lansia dan penyandang disabilitas berat

Perkembangan dan Cakupan CCT Beberapa Negara

Sumber data : Bank Dunia 2015


Jika dibandingkan dengan negara pelaksana CCT di dunia, cakupan CCT di Indonesia
tertinggal jauh

Hak hak yang diperoleh KPM PKH adalah :


Mendapatkan bantuan uang tunai yang besarnya disesuaikan dengan
ketentuan program.
Mendapatkan Iayanan di fasilitas kesehatan, pendidikan, kesejahteraan
social bagi seluruh anggota keluarga sesuai kebutuhannya
Terdaftar dan mendapatkan program program komplementer
penanggulangan kemiskinan Iainnya.

Selain memperoleh hak hak, KPM PKH juga mempunyai kewajiban kewajiban
yang harus dilaksanakan. Kewajiban tersebut sesuai dengan komponennya, yaitu :
1. Ibu hamil / nifas
Pemeriksaan kehamilan di faskes sebanyak 4 kali dalam 3x trimester.
Melahirkan oleh tenaga kesehatan di faskes.
Pemeriksaan kesehatan 2 kali sebelum bayi usia 1 bulan.
2. Lansia 70 tahun ke atas :
Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan atau
mengunjungi puskesmas santun lanjut usia (jika tersedia).

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 11
Tahun 2017
pendekatan/model
graduasi Penghidup
an
yang
Kemiski Berkelanju
nan tan
Mengikuti
Kronis kegiatan sosial (day care dan home care)
PENDAMPINGAN
3. Disabilitas Berat :
1. Pemeliharaan kesehatan
TRANSFER sesuai kebutuhan.
G2P in Fiji Melalui a.l. KUBE, PNPM, KUR, E-
(Source: 2. Pemeriksaan kesehatan ASETdapat Warong
dilakukan
KUBEoleh tenaga kesehatan melalui
PKH dsb
CGAP)
kunjungan ke rumah (home care) Melalui Bimsos,FDS dan berbagai
PELATIHAN
KETERAMPILA ketrampilan lain
3. Bayi
TABUNGAN (mulai dibangun budaya menabung untuk
Usia 0-11 bulan
inklusi :
keuangan N
selanjutnya)
SASSA card in Imunisasi lengkap serta pemeriksaan berat badan setiap bulan.
KKS,
South Africa. BANTUAN KONSUMSI/PENDAPATAN
Source: CFI- Usia 6-11 bulan : PKSA
ACCION Mendapat suplemen vit A
ANALISIS Melalui a.l. PKH, ASLUT,
4. Balita
PASAR ASPDB, KIS,KIP,dsb
TARGETIN Usia 1-5 tahun :
G imunisasi tambahan dan pemeriksaan berat badan, setiap bulan
Usia 5-6 tahun :
Pemeriksaan berat badan setiap 1 bulan dan mendapatkan Vit A sebanyak 2
kali dalam setahun
Usia 6 7 tahun:
Timbang badan di faskes
5. Usia 6-21 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar (SD, SMP, SLTA)
:
Terdaftar di sekolah/pendidikan kesetaraan
Minimal 85 % kehadiran dikelas

Pemenuhan kewajiban KPM PKH


1. KPM PKH yang memenuhi kewajibannya akan mendapatkan hak sesuai
ketentuan program.
2. KPM PKH yang tidak memenuhi kewajiban dikenakan penangguhan
dan/atau penghentian bantuan.

Transformasi Kepesertaan PKH


Tujuan transformasi kepesertaan PKH:
1. Untuk meminimalisir dampak psikologis (shock atau retrieval syndrome)
peserta setelah tidak lagi menerima bantuan;
2. Memastikan aspek keberlanjutan akan perubahan perilaku positif bidang
pendidikan dan kesehatan; dan
3. Memastikan terjadi peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi keluarga secara
berkelanjutan.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 12
Tahun 2017
PENYALURAN BANTUAN PKH
Penyaluran Bantuan adalah penyaluran dana bantuan PKH yang disalurkan dari
Rekening Pemberi Bantuan Sosial ke Rekening Penerima Bantuan Sosial
1. Bantuan PKH berupa UANG
2. Disalurkan 4 TAHAP dalam 1 tahun
3. Nilai bantuan SAMA per keluarga (flat benefit)
4. Mekanisme TUNAI dan NON TUNAI

Menyederhanakan Besaran Manfaat Dari Banyak Variasi Komponen PKH

INDEKS BANTUAN
NO KOMPONEN BANTUAN
(Rp/tahun/keluarga)
1 KPM reluger 1.890.000,-
2 KPM Lanjut Usia 2.000.000,-
3 KPM Penyandang Disabilitas 2.000.000,-
4 KPM di Papua dan Papua Barat 2.000.000,-

Jauh lebih sederhana, lebih transparan dan lebih mudah dipertanggungjawabkan


Lebih transparan
Risiko moral hazard lebih kecil
Administrasi lebih sederhana
Sistem dapat menghitung manfaat secara otomatis
Rekonsiliasi dan audit jauh lebih mudah
Keluhan lebih sedikit
Dapat diprediksi secara fiskal
Mudah untuk penyesuaian jika terjadi penghematan anggaran
Kesederhanaan penting bagi program yang lebih besar dan sedang berkembang

Keuntungan penyaluran Bansos & Subsidi Non Tunai Melalui Sistem Agen
Perbankan
1. Tepat sasaran kepada Penerima, serta sesuai dengan alokasi dari Pemerintah
untuk Bansos & Subsidi, guna meminimalisir kebocoran anggaran
(pemotongan biaya di luar ketentuan bagi penerima)

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 13
Tahun 2017
2. Agen Bank berupa warung sembako, toko kelontong dan sejenisnya, yang
aktivitasnya juga bisa melayani transaksi perbankan terbatas (pembukaan
rekening, penarikan penyetoran, pembayaran), termasuk pencairan Bansos &
Subsidi, ditempatkan di sekitar penerima.
3. Edukasi Penerima Bansos & Subsidi tentang perbankan menabung dan IT
4. Menyatukan bansos & subsidi dalam 1 sistem perbankan Indonesia

Solusi Penyaluran Bansos & Subsidi menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera


Kartu Keluarga Sejahtera merupakan Media Penyaluran Bansos & Subsidi
dengan Menggunakan Kartu yang dikeluarkan perbankan, Berbasis Tabungan dimana
data penerima akan terekam dalam kartu tersebut. Yang berfungsi sebagai kartu
tabungan dan dompet (e-wallet) untuk belanja dari alokasi kuota.
Fitur Tabungan
Tabungan adalah Simpanan berupa Rekening Bank yang dapat ditarik secara
tunai
Produk TabunganKU Lakupandai
Mendukung program Keuangan Inklusif
Fitur e-Wallet
e-Wallet adalah Simpanan uang elektronik
Dapat digunakan belanja barang / tidak bisa di tarik Tunai
Kuota Barang
Contoh fitur penyimpanan bantuan dan subsidi ; PKH, Bantuan Pangan,
Pendidikan, Gas, Pupuk dan Program Pemda
Kartu Keluarga Sejahtera dapat disinergikan antar kementerian untuk
penyaluran berbagai program Bansos & Subsidi.
Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera : kartu Bansos & Subsidi berbasis
saving account/ produk Tabunganku yang dielangkapi sistem e-wallet (quota) untuk
menampung berbagai bansos/ bersifat Combo.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 14
Tahun 2017
Kemudahan Tempat Pencairan Bansos & Subsidi melalui 4 Bank Himpunan
Bank Negara (Himbara)
Jumlah outlet dan Channel serta Agen Bank-bank Himbara adalah yang terbesar dan
tersebar di seluruh pelosok tanah air.
1. Bank Himbara merupakan Agen Pembangunan
2. Bank Himbara merupakan Buku III dan Buku IV
3. Bank Himbara memiliki jumlah outlet, ATM, Agen / EDC yang dapat meng-
cover seluruh lokasi Bansos & Subsidi

Penangguhan dan Penghentian Bantuan


Mekanisme tunai
Tidak Dapat Bantuan Mendapatkan Bantuan Dihentikan
Kembali

Bantuan d i t a n g g u h k a n Apabila pada tahap berikutnyaKepesertaan PKH akan


bila salah satu seluruh anggota KPM PKHdikeluarkan jika KPM PKH tidak
a n g g o t a KPM PKH tidak memenuhi komitmen, makamemenuhi komitmen verifikasi
memenuhi komitmen yang bantuan pada tahapyang telah ditentukan untuk 3 kali
telah ditentukan untuk 1 kali sebelumnya diakumulasikansiklus Penyaluran bantuan (9 bulan
siklus penyaluran bantuan (3 pada tahap berikutnya untukberturut-turut) melalui investigasi
bulan berturut-turut) dengan mekanisme Tunai. dalam monitoring dan evaluasi
tidak mendapatkan bantuan kegiatan dan bantuan yang ada
pada tahap tersebut untuk dalam rekening penerima akan
bantuan tunai. dikembalikan ke Kas Negara.

Mekanisme Non Tunai


Tidak Dapat Bantuan Mendapatkan Bantuan Dihentikan
Kembali
Jika KPM PKH tidak Apabila pada tahap berikutnyaKepesertaan PKH akan
memenuhi komitmen yang KPM PKH memenuhidikeluarkan jika KPM PKH
telah ditentukan untuk 1 komitmen, maka bantuan yangtidak memenuhi komitmen
kali siklus penyaluran ditangguhkan sebelumnyaverifikasi yang telah ditentukan
bantuan (3 bulan berturut- dapat ditarik untuk bantuanuntuk 3 kali siklus Penyaluran
turut) dengan memblokir Non Tunai. bantuan (9 bulan berturut-turut)
dana yang ada pada melalui investigasi dalam
rekening untuk bantuan monitoring dan evaluasi kegiatan
Non Tunai dan bantuan yang ada dalam
rekening penerima akan
dikembalikan ke Kas Negara.

PENDAMPINGAN (FAMILY DEVELOPMENT SESSION)


Pendamping melakukan fungsi fasilitasi, mediasi dan advokasi terhadap KPM.
Memastikan bantuan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Mengadakan pertemuan kelompok bulanan dengan KPM PKH dampingannya
dalam format Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)
Melakukan fungsi penanganan pengaduan

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 15
Tahun 2017
Perubahan Perilaku Dalam PKH
Bantuan Tunai dengan syarat pemenuhan kondisionalitas.
Kewajiban Pemenuhan kondisionalitas oleh KPM adalah instrumen dalam
membentuk perilaku yang diinginkan dengan cara memberikan reward
(bantuan tunai) ketika kewajiban itu terpenuhi dan punishment (hukuman)
berupa potongan/penangguhan ketika kewajiban tidak dipenuhi.
Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2)
Proses belajar secara terstruktur untuk memperkuat terjadi perubahan perilaku
pada KPM. P2K2 bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman
mengenai pentingnnya pendidikan, kesehatan dan pengelolaan keuangan bagi
keluarga.

PERJALANAN P2K2
2013 - 2014 P2K2 disusun dan diuji coba di 3 provinsi (DKI, Jabar, Jatim)
dengan melatih 440 pendamping
2015 Diklat P2K2 mulai secara regular dilakukan dengan melatih 1040
Pendamping kohort 2007 2008 dari 11 provinsi
2016 Inisiatif Baru PKH - P2K2 diberikan kepada semua KPM PKH. P2K2
menjadi bagian dari business process PKH
2017 Pelaksanaan diklat dan sosialisasi P2K2 secara lebih luas.
Pelaksanaan P2K2 sebagai bagian dari ukuran kinerja Pendamping PKH

Proses Perubahan Perilaku KPM (P2K2)


Membantu Ibu KPM dalam mengenali masalah yang dihadapinya dalam
pengelolaan aspek pendidikan, kesehatan dan keuangan keluarga
Membantu Ibu KPM mengenali risiko yang akan dihadapi jika tidak mengelola
aspek pendidikan, kesehatan dan keuangan keluarga dengan baik.
Meningkatkan kepercayaan diri Ibu KPM bahwa mereka dapat melakukan
perbaikan untuk mencegah risiko tersebut.

Modul Peningkatan Kemampuan Keluarga


Kesehatan
Gizi
Pelayanan Ibu Hamil dan bersalin
Pelayanan Ibu Nifas dan Menyusui
Pelayanan Bayi Pelayanan Remaja
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Pendidikan
Menjadi Orangtua hebat
Memahami Perilaku dan belajar anak usia dini
Meningkatkan perilaku baik anak
Bermain sebagai cara anak belajar
Meningkatkan kemampuan bahasa anak
Membantu anak sukses di sekolah
Ekonomi

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 16
Tahun 2017
Pengelolaan Keuangan Keluarga
Tabungan dan Kredit
Usaha Mikro, Kecil Menengah
Kewirausahaan
Pemasaran
Perlindungan Anak
Perlindungan Anak
Hak Anak termasuk Anak Berkebutuhan Khusus
Mencegah Kekerasan dalam Rumah Tangga
Perlindungan Ibu
Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan Lansia
Disabilitas

PKH AKSES
Program pemberian bantuan sosial dengan pengkondisian secara khusus untuk
meningkatkan aksesibilitas keluarga miskin dan rentan terhadap layanan sosial dasar
yang berada di wilayah sulit dijangkau.
Kriteria Wilayah:
1. Daerah Tertinggal
2. Daerah Terpencil
3. Daerah/Pulau Terluar
Mekanisme Pelaksanaan:
1. Sumber Data (melibatkan Pemda)
2. SDM Pelaksana (diutamakan SDM lokal)
3. Validasi, Verifikasi dan Pemutakhiran Data (perlakuan khusus)
4. Penyaluran Bantuan (2 tahap /tahun)

KOMPLEMENTARITAS DAN SINERGITAS PKH DENGAN PROGRAM BANSOS


LAINNYA
PKH
PIP
Program IndonesiaPintar
(KIP)
PIS
Program IndonesiaSehat
( PBI KIS)
KUBE/UEP
(E-Warong KUBE-PKH)
RASTRA
RUTILAHU
Subsidi LPG
Subsidi Pupuk
Subsidi PLN
ASLUT
ASPDB

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 17
Tahun 2017
Rencana Pelaksanaan Integrasi Subsidi dan Bantuan Sosial Non-Tunai 2017
Bantuan Sosial Non Tunai PKH Menjangkau 3 juta KPM di 98 Kota & 200 Kab.
Bantuan Sosial Pangan Non Tunai Menjangkau 1,4juta KPM di 45 Kota & 3
Kabupaten
Bantuan Sosial Energi (LPG) Bantuan Rp.40.500/KPM (Rp. 4.500/Kg x 3
Tabung 3 kg). Uji coba akan dilaksanakan mulai April di Bali, Batam & Bangka.

Pelaksanaan oleh Kementerian ESDM.

Hasil Evaluasi dan Dampak PKH


a. PKH terbukti menjadi program bantuan sosial yang memiliki tingkat efektivitas
paling tinggi terhadap penurunan koefisien gini.
b. PKH berhasil meningkatkan konsumsi rumah tangga penerima manfaat di
Indonesia sebesar 4,8%.
c. PKH juga memberikan dampak yang penting dalam pendidikan. Peningkatan
Angka Partisipasi Kasar (enrollment rate) SD dan SMP sejalan dengan tujuan
PKH untuk mendorong akses pendidikan kepada anak usia sekolah.
d. Dampak utama dari PKH terhadap kesehatan dapat terlihat pada kunjungan
sebelum melahirkan, imunisasi, dan lambatnya atau berhentinya pertumbuhan.
Dampak PKH terhadap kunjungan sebelum melahirkan hampir setara dengan
dampak dari program CCT Meksiko (Meksiko)

Hasil evaluasi dampak jangka panjang menunjukkan bahwa PKH akan memberikan
dampak besar atas layanan kesehatan dan pendidikan sebanding dengan program-
program CCT lain
Hal-hal yang menonjol dari dua Evaluasi Dampak RCT :
Kenaikan konsumsi per kapita (+ 5-10%);
Kenaikan belanja pangan untuk protein (+6.8%);
Penurunan penderita kerdil berat/ severe stunting (- 2.7 %);
Kenaikan persentase anak yang melanjutkan ke pendidikan menengah (+8.8 %);
Penurunan jumlah pekerja anak;

PKH bisa hasilkan dampak langsung dan signifikan pada kemiskinan


Di Q1 2016, angka kemiskinan turun 0,4 persen. Diperkirakan bahwa sepertiga dari
penurunan ini adalah karena ekspansi PKH pada akhir 2015.
Dengan perluasan dari 3,5 ke 6 juta keluarga pada akhir 2016, PKH diprediksi
mengurangi kemiskinan sebesar 0,8 poin persentase pada tahun 2017,
(dengan hal-hal lainnya tetap sama).
Ini diestimasi bisa menurunkan angka kemiskinan saat ini 10,7% (September
2016) menjadi 9,9%.
Dampak ini akan sejalan dengan program CCT skala besar lain di seluruh dunia.
- Meksiko, Oportunidades / Prospera mengurangi nasional sebesar 1,8 persen.
- Filipina, 4P mengurangi kemiskinan sebesar 1,4 persen.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 18
Tahun 2017
Integrasi yang lebih baik di program bantuan sosial bisa menghasilkan dampak
langsung mengurangi kemiskinan
Tidak terkoordinasinya pelaksanaan antar institusi yang berbeda telah
menyebabkan tidak terintegrasinya antar program yang menargetkan pada
kelompok populasi yang sama
Dibutuhkan penguatan dan dorongan yang kuat untuk hanya menggunakan
satu data penerima manfaat (single social registry of beneficiaries)
Dengan memastikan bahwa 6 juta keluarga PKH juga menerima PIP dan
Rastra, pengurangan kemiskinan tambahan sekitar 0,6 poin persentase bisa
tercapai
Skenario Estimasi dampak pada Perkiraan
kebutuhan
Kemiskinan Gini (dari anggaran (Rupiah
(dari 10.7) 39.4) triliun)

1a. Perluasan terakhir: 3,5 sampai 6 juta -0.84 -0.24 11.4


keluarga dengan indeks bantuan 2016

1b. Perluasan terakhir: 3,5 sampai 6 juta -0.73 -0.22 11.4


keluarga dengan indeks manfaat tetap/ flat
(1,890,000 Rupiah / tahun)

2a. 1b + 150,000 lansia menerima 2,000,000 -0.94 -0.30 11.6


Rupiah / tahun

2b. 2a + 6 juta keluarga PKH juga menerima -1.6 -0.48 11.6 -- 18.7*
Rastra melalui BPNT (110,000 Rupiah per
keluarga per bulan)

2c. 2b + 6 juta keluarga PKH juga menerima -1.8 -0.54 11.6 -- 25.4*
PIP berdasarkan eligibilitas

3a. 2c dengan perluasan sampai 7 juta -2.3 -0.64 13.5 -- 30.4*


keluarga

3b. 2c dengan perluasan sampai 9 juta -2.9 -0.87 17.4 -- 40.3*


keluarga

Ketentuan Indeks dan Komponen Bantuan

INDEKS BANTUAN
NO KOMPONEN BANTUAN
(Rp/tahun/keluarga)
1 KPM reluger 1.890.000,-
2 KPM Lanjut Usia 2.000.000,-
3 KPM Penyandang Disabilitas 2.000.000,-
4 KPM di Papua dan Papua Barat 2.000.000,-

PENYALURAN BANTUAN PKH TAHUN 2017


Penyaluran Bantuan adalah penyaluran dana bantuan PKH yang disalurkan dari
Rekening Pemberi Bantuan Sosial ke Rekening Penerima Bantuan Sosial
TUNAI

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 19
Tahun 2017
1. Transfer dana dari Kas Negara ke lembaga bayar disalurkan tiap tahap
2. Bantuan dicairkan ke rekening KPM sebanyak 4 tahap
Tahap 1= Rp 500.000,-
Tahap 2= Rp 500.000,-
Tahap 3= Rp 500.000,-
Tahap 4= Rp 390.000,-
NON TUNAI
1. Transfer dana dari Kas Negara ke lembaga bayar dapat disalurkan sekaligus
2. Pencairan bantuan hanya dapat dilakukan oleh KPM sebanyak 4 tahap:
Tahap 1= Rp 500.000,-
Tahap 2= Rp 500.000,-
Tahap 3= Rp 500.000,-
Tahap 4= Rp 390.000,-

1.2 Pendalaman Materi Tentang Pengembangan Program Keluarga Harapan


(PKH)
Sedikit berbeda dengan materi tahun sebelumnya, Diklat Pendamping PKH
tahun 2012 ini mendapatkan materi materi yang terkait dengan pengembangan
Program Kelurga Harapan, baik pembekalan bagi Pendamping PKH untuk menjadi
pendamping yang siap terjun ke masyarakat, pengembangan keluarga maupun
pengembangan jejaring kerja.
Pendamping PKH tidak hanya mengadakan pertemuan pertemuan kelompok
dan mendampingi peserta PKH dalam pencairan saja, tetapi lebih ditekankan agar
peran pendamping sebagai fasilitator, motivator dan mediator lebih ditingkatkan.
Adapun materi materi tentang pengembangan program PKH adalah sebagai berikut :
a. Etika Pendamping Sosial
Etika merupakan tata krama untuk bersikap dan berperilaku sebagai
pendamping yang memenuhi kode etik pendamping secara universal. Kode etik
pendamping atau pedoman yang menjadi dasar moral bagi pendamping dalam
berbuat dan mempertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 20
Tahun 2017
Etika dan kode etik inilah yang harus diperhatikan oleh seorang pendamping
atau pekerja sosial lainnya. Nilai nilai universal yang meliputi nilai umum, spesifik,
pribadi, sosial, religius, moral, ilmiah, dan etik (pedoman). Nilai nilai universal yang
menjadi instrumen kode etik ini selalu menjadi hal yang perlu diperhatikan sebagai
pendamping.
Selain itu, para pendamping juga perlu memperhatikan nilai nilai profesional
sehingga diri seorang pendamping akan lebih menjaga profesionalitas dan
kapasitasnya. Nilai nilai profesional itu meliputi memberikan kesempatan yg sama
dalam memperoleh pelayanan dan bantuan sosial, menghormati rekan kerja dlm tugas
pertolongan, menyadari batas kemampuan, memelihara standar pelayanan
profesional, memberikan pelayanan darurat, memberikan sumbangan program aksi
sosial dan memberikan sumbangan pengembangan pengetahuan.

b. Pengembangan Motivasi dan Komitmen


Motivasi seorang pendamping PKH dalam menjalankan tugasnya diharapkan
berorientasi pada tugas pokok dan fungsi dari seorang pendamping PKH itu sendiri
sehingga ada kemauan untuk selalu berkomitmen terhadap apa yang menjadi
kewajibannya. Demikian pula peranan seorang pendamping yang harus dapat
berperan sebagai motivator (pemberi motivasi) terhadap peserta PKH (KPM PKH)
untuk memenuhi semua komitmen komitmen yang sudah disepakati bersama.
Pendamping PKH harus mampu memberikan pelayanan terbaik bagi peserta
PKH (KPM PKH) baik secara formal maupun informal. Memotivasi atau mendorong
para peserta PKH agar lebih baik dalam upaya peningkatan kesejahteraannya dengan
memenuhi komitmen, hak dan kewajibannya merupakan hal yang tidak mudah.
Namun demikian, bekal seorang pendamping PKH harus komplit disertai dengan
motivasi yang kuat dari diri seorang Pendamping untuk memenuhi komitmen bersama.

c. Pengembangan Keluarga
Kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dari kesejahteraan unsur terkecil
dalam masyarakat yaitu keluarga. Keluarga merupakan titik awal dari pembentukan
karakter anggotanya yang mana karakter tersebut menjadi landasan dalam berperilaku
dan pola pikir.
Pendidikan kepribadian (karakter) seringkali diabaikan dalam keluarga yang
kurang mampu apalagi rumah tangga yang termasuk dalam katagori sangat miskin.
Mereka terbelenggu dengan kegiatan kegiatan seputar pemenuhan kebutuhan
hidup. Seharian penuh para orang tua dituntut untuk menghidupi keluarganya,
sehingga pendidikan kepribadian dan kesehatan anak anaknya tidak terperhatikan.
Memperhatikan segala masalah sudah membelenggu kehidupan keluarga
miskin itu, Program Keluarga Harapan hadir melalui para Pendamping harus dapat

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 21
Tahun 2017
memotivasi dan memonitor terkait pendidikan kepribadian dan kesehatan keluarga.
Peranan pendamping PKH sangatlah besar, karena sebagai ujung tombak program
yang terfokus pada upaya pemutusan rantai kemiskinan melalui peningkatan
pendidikan dan kesehatan rumah tangga sangat miskin.

d. Komunikasi Efektif dalam Pendampingan PKH


Komunikasi merupakan suatu proses yang menjelaskan sesuatu kepada
seseorang untuk menyampaikan maksud atau tujuan. Komunikasi yang efektif sangat
memudahkan si penerima sehingga tidak menimbulkan distorsi dan dapat berakibat
interpretasi yang salah.
Komunikasi memegang peranan penting karena dengan komunikasi dapat
merubah pola sikap, kondisi sosial masyarakat, perilaku dan opini. Dampak
komunikasi yang begitu komplek itulah diperlukan komunikasi yang efektif dan mudah
dterima oleh masyarakat. Sesuai dengan fungsi fungsi komunikasi yang meliputi
fungsi sosial, fungsi ekspresif, fungsi ritual, fungsi instrumental dan fungsi tumpang
tindih, seorang Pendamping PKH harus mampu memainkan perannya sebagai
mediator, fasilitator dan motivator yang baik.
Interpretasi atas informasi oleh seorang Pendamping hendaknya didasari
logika yang sehat, sehingga mereka mampu mengkomunikasikan kepada peserta
PKH, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan dan instansi instansi yang terkait
dengan pelaksanaan PKH.

e. Koordinasi dan Pengembangan Jejaring Kerja


Koordinasi merupakan proses saling berkerja sama dalam mengatur,
menyatukan dan menyelaraskan kegiatan shg tercapainya kesatuan tindakan dalam
pencapaian tujuan bersama. Koordinasi secara umum bersifat hirarki sehingga perlu
adanya penyamaan persepsi dalam mencari bentuk kerjasama dan tujuan.
Pada proses koordinasi tersebut kadangkala dan diharapkan adanya suatu
jejaring kerja demi terlaksananya suatu tujuan. Jejaring kerja adalah suatu ikatan
kerjasama/jalinan kerjasama antara dua pihak atau lebih pada satu bidang
tertentu/tujuan tertentu dan dalam batas waktu tertentu dalam rangka mencapai tujuan
yang disepakati bersama oleh pihak-pihak yang bermitra sehingga dapat memperoleh
hasil yang lebih baik.
Koordinasi antar berbagai pihak untuk mengkomunikasikan berbagai hal terkait
PKH adalah tugas dari Pendamping PKH. Koordinasi tersebut bertujuan memastikan
adanya kesatuan gerak dalam mencapai tujuan PKH, saling berkomunikasi dan
membantu antar unit / lembaga / pihak, menjamin kesatuan kebijaksanaan untuk hal-
hal yang sama dan menghindarkan kecenderungan merasa paling penting dalam
mencapai tujuan.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 22
Tahun 2017
Peran Pendamping PKH sebagai fasilitator, mediator, motivator dalam
memerankan fungsinya diharapkan mampu untuk menjalin dan meningkat jejaring
kerja diantara semua pihak. Jejaring kerja diperlukan karena bertujuan meningkatkan
partisipasi para pemangku kepentingan (stakeholders) dalam penanganan masalah
kemiskinan, meningkatkan akses terhadap sumber sumber untuk mengatasi
masalah, membantu mengembangkan berbagai kemampuan untuk mencapai tujuan
dan melaksanakan tugas secara optimal, menyatukan bakat, potensi, kemampuan
individu, kelompok / seluruh jajaran organisasi shg tercipta kemampuan bersama
yang makin besar dan mensinergikan dengan program lain.
Dengan adanya koordinasi yang intensif dan meningkatkan jejaring kerja
dengan berbagai pihak, kelompok kelompok yang dibentuk dalam PKH dapat
disinergikan dengan instansi instansi pemerintah, swasta dan pihak lainnya. Apabila
ada sebuah kesepakatan kerjasama maka diharapkan ada nilai tambah bagi KPM
PKH, terutama dalam ketrampilan dan pengetahuan sehingga akan dapat merubah
pola pikir dan perilakunya dalam meningkatkan kesejahteraannya.

f. Metode dan Teknik Pendampingan Sosial


Untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam pendampingan sosial khususnya
pendampingan PKH, diperlukan suatu metode dan teknik yang efektif. Metode dan
teknik yang efektif tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu psikologis, kultur
(budaya), sosial masyarakat, antropologi.
Berbagai metode dan teknik dalam pendampingan sosial tidaklah terlepas dari
etika, estetika dan logika yang menjadi dasar bertingkah laku. Selain itu juga hati
nurani dan komitmen untuk mengabdikan diri dalam kegiatan sosial dapat menjadi
motivator untuk menjalankan tugas sebaik baiknya.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 23
Tahun 2017
BAB IV
RENCANA TINDAK LANJUT

4.1 Rencana Tindak Lanjut


Dalam rangka menunjang kelancaran pelaksanaan PKH di Kabupaten Kediri
khususnya kecamatan Wates, maka UPPKH Kabupaten Kediri segera menetapkan
Program kerja dan menindak lanjuti pelaksanaan progam PKH sesuai jadwal yang
telah di buat . Sedangkan Pokok - Pokok Rencana Kegiatan ini antara lain :
1. Berkoordinasi dengan Tim Koordinasi Kabupaten dalam menindak lanjuti
pelaksanaan PKH di Tingkat Kabupaten, tingkat Kecamatan dengan sasaran :
a. Peserta / KPM PKH penerima PKH
b. Lembaga Pemerintahan di Kecamatan dan Desa
c. Kelompok Pendukung Penunjang Pelaksanaan PKH (Pemberi Layanan
Kesehatan, Pemberi Layanan Pendidikan, Media, LSM, Ormas, Jaringan
dalam masyarakat, kelompok profesional, Perguruan Tinggi dan Lembaga-
lembaga yang berada pada tingkat masyarakat penerima)
2. Melakukan koordinasi dan membentuk jejaring kerja dengan berbagai pihak
baik pemerintah maupun swasta untuk menunjang program PKH sehingga
peserta PKH yang terdiri dari rumah tanggah sangat miskin dapat
meningkatkan kesejahteraannya.
3. Melakukan sinergi dengan kegiatan atau program dari instansi pemerintah
lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat
4. Melakukan pendampingan, pembinaan, pengarahan, monitoring secara intensif
kepada peserta PKH agar memenuhi komitmen dan program penunjang
lainnya agar tujuan peningkatan kesejahteraan dapat terwujud.

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 24
Tahun 2017
LAMPIRAN
1. DOKUMENTASI KEGIATAN

Pembukaan Acara Ball Room Aston Hotel Lantai

3
Dinamika Kelompok

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 25
Tahun 2017
Foto Bersama Ibu Mensos RI

Penutupan Acara

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 26
Tahun 2017
Foto Bersama Pendamping PKH Kec. Wates

2. BAHAN AJAR
Semua bahan ajar dapat di unduh melalui tautan berikut :
https://drive.google.com/open?id=0B-bHeZ9hCjnLRERqSlgxRDByS2M
3. VIDEO KEGIATAN
Video kegiatan dapat dilihat pada tautan berikut :
https://youtu.be/SgVuHTyYjmc

Laporan Kegiatan Bimbingan dan


dan Pemantapan
Pemantapan Pendamping
Pendamping dan
dan Operator
Operator PKH
PKH 27
Tahun 2017