Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN TEORI

1. Deskripsi tanaman

1.1 Nama Ilmiah : Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis


1.2 Nama Daerah : Gondola (Sunda); Gendola (Bali); Kandula (Madura);
Tatabuwe (Sulawesi Utara); Poiloo (Gorontalo); Kandola (Timor-Timor).
1.3 Nama Asing : Heartleav Maderavine (Inggris) dan Dheng Shan chi (Cina).
1.4 Kandungan Kimia dan Efek Farmakologis :
Kandungan kimia yang terdapat pada daun binahong, antara lain flafonoid, asam
oleanolik, protein, asam askorbat, dan saponin. Berbagai kandungan kimia
tersebut menyebabkan daun binahong dapat bersifat sebagai anti bakteri, anti
virus, anti inflamasi, analgesik dan antioksidan. Selain itu, daun binahong juga
berkhasiat untuk meningkatkan daya tubuh, memperkuat daya tahan sel terhadap
infeksi sekalifgus memperbaiki sel yang rusak, melanjarkan dan menormalkan
peedaran darah serta tekanan darah, menjcegah stroke, mengatasi diabetes serta
mengobati penyakit maag.
1.5 Bagian yang di gunakan :
Bagian dari tanaman binahong yang dapat di gunakan sebagai obat adalah
daunnya.

2. Cara Pengelolaan
2.1 Cara pertama:
10 lembar daun binahong direbus dalam 2 gelas air bersih, biarkan air rebusan
mendidih hingga tersisa 1 gelas , airnya diminum setiap hari.

2.2 Cara kedua:


Sebanyak 500 gr daun binahong kering dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama
5 hari sambil sekali-sekali diaduk. Sarinya disaring dan ampasnya diamserasi kembali
dengan perlakuan yang sama sebanyak 3 kali pengulangan. Maserat dikumpulkan lalu
diuapkan dengan destilasi facum dan dikentalkan dengan rotary evaporate hingga
diperoleh ekstrak kental. kemudian ekstrak daun binahong dicetak menjadi tablet
hisap menggunakan mesin cetak tablet single punch. Berat tablet masing-masing
diatur menjadi 500 mg.
3. Mekanisme kerja
Faringitis dapat disebabkan oleh virus maupun bakteri salah satu bakteri yang dapat
menyebabkan faringitis adalah streptococus pyogenes yang merupakan streptococus
grup A hemolitik. Tanaman binahong terutama daunnya dapat digunakan sebagai zat
anti mikroba. Beberapa zat anti mikroba dalam daun binahong antara lain flavonoid,
folifenol, saponin, alkaloid, terpenoid, minyak atsiri dan tanin. Menurut Noorhamdani
dkk (2012) kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri flavonoid karena
menghambat fungsi membran sitoplasma, nukleat, metabolisme energi, konsumsi
oksigen dengan jalan mengganggu rantai transport elektron respirasi. Senyawa tanin
dapat mengganggu permeabilitasel karena kemampuannya dapat mengkerutkan
dinding sel atau membran sel. Tanin mampu menginaktifasi enzim dan protein pada
membran sel. Saponin termasuk dalam kelompok anti bakteri yang dapat mengganggu
permeabilitasel membran sel mikroba, sehingga mengakibatkan kerusakan membran
sek dan keluarnya berbagai kompenen-kompenen penting dalam sel mikroba yaitu
protein, asam nukleat, nukleotida dll.

4. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh franyoto (2015) tentang efek
antibakteri dari daun binahong. Hasil uji dari fitokimia dari ekstrak daun binahong
menunjukan kandungan adanya senyawa fenol, flafonoid, saponin, terpenoid, steroid
dan alkaloid. Pengujian daya anti bakteri dari ekstrak daun binahong dengan
konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Aktifitas anti bakteri ekstrak daun binahong di
tunujan dengan adanya zona bening di sekitrar sumuran penampung sediaan yang
diuji. Didapatkan hasil diameter zona bening dari konsentrasi ekstrak 5% adalah 1705
cm, konsentrasi ekstrak 10% diameter zona bening 2565 cm dan konsentrasi ekstrak
15% diameternya >2832 cm. Dari hasil tersebut dapat di ketahui bahwa peningkatan
konsentrasi ekstrak daun binahong hingga konsentrasi 15% akan menimbulkan zona
bening yang semakin besar pula. Hal ini menunjukan bahwa dengan adanya
penambahan konsentrasi ekstrak dapat meningkatkan daya anti bakteri dari daun
binahong. Semakin besar konsentrasi suatu ekstrak maka semakin banyak metabolit
sekunder yang terkandung di dalamnya maka akan memberikan pengaruh terhadap
besar dan kecilnya zona bening yang dihasilkan. Dapat di simpulkan bahwa ekstrak
daun binahong dapat mengahambat pertumbuhan bakteri Streptococus Pyogenes
yang merupakan salah satu penyebab dari faringitis.