Anda di halaman 1dari 7

SISTEM RESPIRASI II

SATUAN ACARA PENGAJARAN

ASMA

Ns. Sukarni, M.Kep


DISUSUN OLEH
1. SUCI RAMADHANTY I1032141005
2. AVELINTINA BRIGIDA CLEOPATRA I1032141008
3. YOSSY CLAUDIA EVAN I1032141011
4. BAGUS FEBY HARIANDI I1032141014
5. MAKHYAROTIL ASHFIYA I1032141015
6. TRI MUTIARA DAYANI I1032141020
7. DEVILIANI I1032141026
8. FALERIA NOVIANTI I1032141029
9. ELSA AURELIA SUCI AVILA I1032141039
10. LILI SANTI I32112037
11. DENNY KURNIAWAN I31112006

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2016
Topik : Asma
Sasaran : Masyarakat umum
Waktu : 1 x 20 menit
Tanggal : 17 April 2016

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 20 menit, diharapkan masyarakat
umum dapat memahami konsep penyakit Asma serta penatalaksanaan Asma

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan pendidikan kesehatan selama 20 menit, diharapkan klien dapat:
1. Memahami Definisi Asma
2. Memahami Etiologi Asma
3. Memahami Patofisiologi Asma
4. Memahami Faktor Resiko Asma
5. Memahami Tanda Dan Gejala Asma
6. Memahami Penatalaksanaan Asma
7. Memahami Cara Menghindari Asma

III. Materi
Terlampir

IV. Metode
1. Ceramah
2. Diskusi

V. Kegiatan

Kegiatan Penceramah Waktu Kegiatan Responden

1.Mengucapkan salam dan 2 menit Menjawab salam dan


memperkenalkan diri, mendengarkan penjelasan
menjelaskan tujuan umum dan serta mengungkapkan

1
tujuan khusus penkes, pemahaman atau istilah lain
melakukan kontrak waktu dan yang klien ketahui
memotivasi klien untuk aktif
dalam diskusi, serta apersepsi
tentang Asma kepada klien 8 menit
Mendengarkan dan
2.Memberikan penjelasan tentang
memperhatikan penjelasan
definisi, etiolgi, klasifikasi,
patofisiologi, tanda dan gejala 3 menit
serta penatalaksanaan Asma
4 menit Bertanya

Aktif dalam diskusi


3.Memberikan kesempatan
2 menit
kepada klien untuk bertanya Memahami kesimpulan dan
mendengarkan penjelasan
4.Berdiskusi dan tanya jawab
dan menjawab salam

5.Menyimpulkan hasil penkes


Asma, memberikan
reinforcement positif dan
memotivasi klien untuk
menjaga kesehatan serta
menutup kegiatan dan
mengucapkan salam

VI. Media
1. Power Point dan infocus

VII. Evaluasi
1. Jelaskan Pengertian Asma!
2. Sebutkan Etiologi Asma!
3. Jelaskan Pastofisiologi Asma!
4. Sebutkan Faktor Resiko Asma!

2
5. Sebutkan Tanda Dan Gejala Asma!
6. Jelaskan Penatalaksanaan Asma!
7. Jelaskan Cara Menghindari Asma!

ASMA

A. Definisi Asma
Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan
peningkatan hiperesponsif jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang
berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam
menjelang dini hari. (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, 2006). Asma pada anak
adalah gangguan pernafasan yang disertai berbagai gejala hambatan aliran udara
dalam saluran nafas paru berupa tarikan nafas pendek, dan serangan batuk
berulang. Asma merupakan penyakit keturunan yang penyebabnya masih belum
jelas (Ngastiyah, 2005) .
B. Etiologi Asma
Penyebab penyakit asma belum jelas, tapi ada beberapa faktor pencetus terjadinya
asma yaitu :
1. Faktor Ekstrinsik.
Terdiri dari reaksi antigen antibodi dan alergen (debu, serbuk serbuk, bulu
bulu binatang)
2. Faktor Intrinstik, yang meliputi
a. Infeksi (berupa Influenza virus, pnemonia, mycoplasma)

3
b. Fisik (cuaca dingin, perubahan temperatur),
c. Iritan: Kimia, polusi udara (asap rokok, parfum/ minyak wangi),
d. Emosional termasuk rasa takut, cemas dan tegang dan aktivitas yang
berlebihan juga dapat menjadi faktor (Suriadi, 2006).
C. Patofisiologi Asma
Mekanisme keterbatasan aliran udara yang bersifat akut atau kronik ini bervariasi
sesuai dengan rangsangan. Allergen akan memicu terjadinya bronkokonstriksi
akibat pelepasan Ig-E dependent dari sel mast saluran pernapasan dari mediator,
termasuk diantaranya histamine, prostaglandin, leukotrien sehingga akan terjadi
kontraksi otot polos. Keterbatasan aliran udara yang bersifat akut ini kemungkinan
juga terjadi oleh karena saluran pernapasan pada pasien asma sangat hiper
responsive terhadap bermacam-macam jenis rangsangan. Pada kasus asma akut
mekanisme yang menyebabkan bronkokonstriksi terdiri dari kombinasi antara
pelepasan mediator sel inflamasi dan rangsangan yang bersifat local atau refleks
saraf pusat. Akibatnya keterbatasan aliran udara timbul oleh karena adanya
pembengkakan dinding saluran napas dengan atau tanpa kontraksi otot polos
D. Faktor Resiko Asma
Faktor-faktor yang dapat menimbulkan serangan asma atau sering disebut sebagai
faktor pencetus adalah:
Alergen
Alergen adalah sat-zat tertentu bila dihisap atau di makan dapat menimbulkan
serangan asthma, misalnya debu rumah, tungau debu rumah
(Dermatophagoides pteronissynus) spora jamur, serpih kulit kucing, bulu
binatang, beberapa makanan laut dan sebagainya.
Infeksi Saluran Nafas
Infeksi saluran nafas terutama oleh virus seperti influenza merupakan salah
satu faktor pencetus yang paling sering menimbulkan asthma bronkiale.
Diperkirakan dua pertiga penderita asthma dewasa serangan asthmanya
ditimbulkan oleh infeksi saluran nafas (Sundaru, 1991).
Stress
Adanya stressor baik fisik maupun psikologis akan menyebabkan suatu
keadaan stress yang akan merangsang HPA axis. HPA axis yang terangsang

4
akan meningkatkan adeno corticotropic hormon (ACTH) dan kadar kortisol
dalam darah. Peningkatan kortisol dalam darah akan mensupresi
immunoglobin A (IgA). Penurunan IgA menyebabkan kemampuan untuk
melisis sel radang menurun yang direspon oleh tubuh sebagai suatu bentuk
inflamasi pada bronkhus sehingga menimbulkan asma bronkiale.
Olah raga/ kegiatan jasmani yang berat
Sebagian penderita asthma bronkiale akan mendapatkan serangan asthma bila
melakukan olah raga atau aktifitas fisik yang berlebihan. Lari cepat dan
bersepeda paling mudah menimbulkan serangan asthma. Serangan asthma
karena kegiatan jasmani (Exercise induced asthma /EIA) terjadi setelah olah
raga atau aktifitas fisik yang cukup berat dan jarang serangan timbul beberapa
jam setelah olah raga.
Obat obatan
Beberapa pasien asthma bronkiale sensitif atau alergi terhadap obat tertentu
seperti penicillin, salisilat, beta blocker, kodein dan sebagainya.
Polusi udara
Pasien asthma sangat peka terhadap udara berdebu, asap pabrik / kendaraan,
asap rokok, asap yang mengandung hasil pembakaran dan oksida fotokemikal,
serta bau yang tajam.
Lingkungan Kerja
Diperkirakan 2 15% pasien asthma bronkiale pencetusnya adalah
lingkunagn kerja (Sundaru, 1991).
E. Manifestasi Klinis Asma
1. Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan
nafas (exhalation). Tidak semua penderita asma memiliki pernafasan yang
berbunyi, dan tidak semua orang yang nafasnya terdegar wheezing adalah
penderita asma!
2. Adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale).
3. Batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.
4. Adanya keluhan penderita yang merasakan dada sempit..
5. Serangan asma yang hebat menyebabkan penderita tidak dapat berbicara
karena kesulitannya dalam mengatur pernafasan.
F. Penatalaksanaan Asma

5
Asma dapat diterapi dengan 2 macam cara:
1. Cara pertama merupakan terapi non-obat, dapat dilakukan dengan menghindari
pemicunya, atau dengan terapi napas (senam asma).
Menurut doenges (2000) penatalaksanaan nonfarmakologis asma yaitu:
a. Fisioterapi dada dan batuk efektif membantu pasien untukmengeluarkan
sputum dengan baik
b. Latihan fisik untuk meningkatkan toleransi aktivitas fisik
c. Berikan posisi tidur yang nyaman
d. Anjurkan untuk minum air hangat 1500-2000 ml per hari
e. Usaha agar pasien mandi air hangat setiap hari
f. Hindarkan pasien dari faktor pencetus
2. Cara kedua dengan melibatkan obat-obat asma
a. Turunan xantin (bronkodilatasi), ex: aminophilyn, theofillyn.
b. Kortikosteroid (anti inflamasi) ex:prednison, metilprednisolon
c. Imunosupresan (obat yang menekan reaksi AgAb juga sebagai anti
inflamasi) ex:metotreksat
d. Garam-garam kromolin (profilaksis, untuk mencegah keluarnya AH=anti
histamin)
G. Cara Menghindari Serangan Asma
1. Cuci sarung bantal dan spray setiap minggunya
2. Hindarkan hewan peliharaan berada di kamar tidur
3. Hindari mengirup asap rokok dan debu
4. Kurangi tingkat stress, emosi dan rasa khawatir yang berlebih
5. Hindari kegiatan fisik yang berlebihan
6. Konsultasikan kedokteran tentang alergi dan penyakit asma yang di derita

DAFTAR PUSTAKA

Price, S dan Wilson, L.M. 1995. Patofissiologi : Konsep Klinis Ptoses-Proses


Penyakit. Jakarta: EGC

Guyton dan Hall. 1997. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta: EGC

Muttaqin, Arif. 2008. Asuhan Keperawatan Klien deengan Gangguan Sistem


Pernapasan. Jakarta: EGC