Anda di halaman 1dari 3

4.2.1.

Penilaian Ayam Hidup


Pada praktikum poultry grading ini ada beberapa aspek yang sangat dinilai
pada ayam, salah satunya mengetahui penilaian pada saat ayam masih hidup sebelum
melakukan pemotongan yang dilanjutkan karkasing karena dari penilaian saat ayam
masih hidup inilah dapat diketahui apakah ayam tersebut akan kualitas karkas yang
baik dengan menilai atau melihat bagian-bagian yang dapat mempengaruhi suatu nilai
kualitas karkas agar di dapat nilai jual yang tinggi. Pada saat penilaian ayam hidup
terdapat beberapa aspek antara lain :

1. Health and Vigor (Kesehatan dan Kelincahan)


Setelah kelompok kami amati, ayam yang kami nilai memiliki fisik yang
sehat, ayam tersebut tidak mau diam atau lincah, dengan mata yang cenderung
bersinar dan warna jengger yang merah. Oleh karena itu kelompok kami
memasukkan kedalam grade A.

2. Feathering (Perbuluan)
Setelah kami amati ayam yang kami nilai memiliki penutupan bulu yang
kurang baik dan pinfeather agak banyak terutama bagian abdomen dan dada. Bulu
kurang bercahaya, sehingga kami memasukkan kedalam grade B.

3. Comformation (Bentuk Tubuh)


Pada aspek ini terdapat 3 macam penilaian yaitu dari bentuk tulang dada,
punggung, serta kaki dan sayap. Setelah kelompok kami amati, tulang dada sedikit
melengkung, dengan punggung yang normal dan kaki sayappun normal layaknya
ayam yang sehat. Sehingga kami simpulkan ayam memiliki bentuk tubuh yang
normal yang masukkan dalam grade A.
4. Fleshing (Pedagingan)
Setelah kami amati dan dilakukan perabaan daerah-daerah pembentukkan
daging seperti dada dan paha memiliki perdagingan yang cukup baik. Daerah dada
memiliki perdagingan yang tebal dan lebar serta cukup luas. Sehingga kami
masukkan ayam tersebut ke dalam grade A.

5. Fat (Lemak)
Setelah kami meraba ternyata untuk perlemakan pada ayam yang kelompok
kami amati lemak tidak terlalu tebal. Lemak juga tidak membungkus rata bagian
tubuh ayam. Perlemakan terlihat jelas pada bagian dada dan bagian kaki paha,
sedangkan untuk bagian punggung lemak tidak telhat sehingga kulit terlhat transparan
kebagian dagingnya. Sehingga kami memasukkan ke dalam grade B.

6. Defect (Kecacatan)
Pada bagian penilaian ini kami diharuskan mengamati apakah ayam memiliki
kecacatan pada bagian tubuhnya seperti terdapat kulit yang sobek dan tulang yang
patah, memar, goresan ataupun penebalan pada bagian shank (telapak kaki). Setelah
kami amati ayam tersebut tidak terdapat bagian kulit yang sobek. Tulang-tulang yang
membentuk ayam dan bagian- persendian normal, tidak ada yang lepas ataupun patah.
Tidak terdapat memar dalam tubuh ayam dan daerah shank serta telapak kaki ayam
tidak terjadi penebalan. Sehingga kami memasukkannya ke dalam grade A.

7. Penilaian Akhir
Pada penilaian inilah yang menentukan keseluruhan kedalam grade apakah
ayam yang kami nilai dimasukkan. Pada tabel penilaian ayam hidup terdapat
ketentuan bahwa nilai akhir adalah nilai yang terendah dari seluruh aspek yang
dinilai. Nilai terendah yang kami berikan kepada ayam adalah B, sehingga pada
penilaian ayam hidup, ayam yang kami amati termasuk ke dalam grade B.