Anda di halaman 1dari 11

MODUL 1: LANDASAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

KEGIATAN BELAJAR 1: LANDASAN FILOSOFIS, DAN PSIKOLOGIS PEDAGOGIS DAN


SOSIOLOGIS ANTROPOLOGIS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
KEGIATAN BELAJAR 2: LANDASAN HISTORIS, DAN YURIDIS PENDIDIKAN SEKOLAH
DASAR
1. Landasan Filosofis dan Psikologis Pedagogis
a. Teori Kognitivisme
Menurut Piaget: pengetahuan sesungguhnya merupakan konstruksi pikiran yang
terbentuk, karena secara biologis adanya interaksi antara organisme dengan lingkungan,
dan secara kognitif adanya interaksi antara pihak dengan objek.
b. Teori Historis
Menurut Lev S. Vygotsky: teori ini memusatkan pada perhatian pada penggunaan symbol
sebagai alat, dengan dasar pemikiran bahwa manusia menemukan alat yang telah
mengantarkan kemajuan bagi umat manusia.
c. Teori Humanistik:
Pendidikan humanistik adalah pendidikan manusia secara utuh dan menyeluruh, yang
memusatkan perhatian pada proses pendidikan yang memungkinkan peserta didik
melakukan belajar menikmati kehidupan atau mencapai kebutuhan lebih tinggi dalam
pengertian kebutuhan akan kehidupan yang optimal atau memungkinkan pertumbuhan
yang positif.
2. Landasan Sosiologis Antropologis Pendidikan Sekolah Dasar
Cara pandang sosio antropologis adalah cara melihat pendidikan dasar dari fungsi proses
pendidikan dasar dalam proses sosialisasi atau pendewasaan peserta didik dalam konteks
kehidupan bermasyarakat, dan proses enkulturasi atau pewarisan nilai dari generasi tua
kepada peserta didk dalam konteks pembudayaan.
Desentralisasi pendidikan dapat kita pahami dari penjelasan UU 20 tahun 2003 tentang
Sisdiknas.
1. Landasan Historis dan Ideologis Pendidikan Sekolah Dasar
Landasan Historis dan Ideologis adalah dasar pemikiran yang diangkat dari fakta sejarah yang
relevan tentang pertumbuhan dan perkembangan pendidikan sekolah dasar beserta ide-ide /
pertimbangan yang melatarbelakanginya.
Merujuk paparan Djojonegoro (1996, 12-28) perkembangan pendidikan dasar pada jaman
penjajahan Belanda dapat dikemukakan antara lain:
1. Sekolah Dasar pertama kali didirikan pada jaman VOC 161/ yaitu sekolah Batavia dan
tahun 1630 didirikan oleh masyarakat, sekolah warga masyarakat tujuannya pendidikan
budi pekerti.
2. Akhir abad ke-18 awal abad ke-19 Pendidikan Bumi putra .
3. Abad 20 Pendidikan sekolah dasar tetap dualistik: 1). Sekolah dasar berbahasa Belanda
untuk anak keturunan Eropa dan timur asing, serta pribumi kaya 2). Sekolah dasar
berbahasa daerahg untuk keturunan pribumi terkemuka/bangsawan.
4. Pada masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia.
2. Landasan Historis Ideologis
3. Dan Yuridis Pendidikan Sekolah Dasar.
-Secara ideologis yuridis ditetapkannya pancasila dan UUD RI 1945 merupakan dasar fondasi
Pendidikan nasional.
-Pendidikan di SD/MI harus sepenuhnyadidasarkan pada cita-cita, konsep dan moral yang
terkandung dalam pembukaan UUD 1945 Alenia 4
-Pendidikan SD engemban 2 fungsi yaitu, fungsi pengembangan potensi peserta didik secara
psikologis dan pemberian landasan yang kuat untuk pendidikan SMP dan seterusnya.
MODUL 2: KARAKTERISTIK PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
KEGIATAN BELAJAR 1: Fungsi, Tujuan, dan ciri-ciri Pendidikan Sekolah Dasar
A. Fungsi dan Tujuan Pendidikan Sekolah Dasar
- Fungsi dan Tujuan pendidikan nasional tercantum pada pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003
tentang sisdiknas.
- Pendidikan nasional berfungsi mengembangka kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
- Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan
manusia seutuhnya.
- Tujuan pendidikan SD dapat dipilih menjadi 3 kelompok, sebagai berikut:
a. Menanamkan kemampuan dasar baca-tulis-hitung.
b. Menanamkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa
sesuai dengan tingkat perkembangannya.
c. Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan di SMP .
B. Karakteristik Pendidikan Sekolah Dasar
- Karakteristik Umum Pendidikan SD
Ada 4 sasaran utama dalam pendidikan SD, sebagai berikut:
a) Kemelekwacanaan (literacy)
b) Kemampuan berkomunikasi
c) Kemampuan memecahkan masalah (problem solving)
d) Kemampuan bernalar
- Karakteristik Khusus Pendidikan SD
Adanya komponen-komponen pendidikan SD yang meliputi:
a) Siswa SD
b) Guru
c) Kurikulum
d) Pembelajaran
e) Gedung dan peralatan pembelajaran
KEGIATAN BELAJAR 2: Tatanan Organisasidan Bentuk-Bentuk Penyelenggaraan Pendidikan SD
A. Tatanan Organisasi Sekolah Dasar
Pendidikan SD menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dalam menyiapkan standar
nasional, sedangkan penyelenggaraan pendidikan berada sepenuhnya dalam kewenangan
pemerintah daerah, baik itu masalah pengelolaan dan sarana prasarana .
B. Bentuk bentuk penyelenggaraan pendidikan SD
1) Sekolah Dasar
2) Madrasah Ibtidaiyah
3) SD unggulan atau sekolah nasional plus
4) Sekolah dasar luar biasa
5) SD inklusi
Ketentuan perundang-undangan di era reformasi adalah pasal 3 UUD 1945
UU No. 20 tahun 2002 tentang sistem pendidikan nasional
No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan
Berdasarkan RPJMN 2004-2009 prioritas pendidikan termasuk dalam sasaran ketiga yakni
meningkatnya manusia yang secara menyeluruh tercermin dari membaiknya angka indeks.
Pembangunan manusia secara meningkatnya pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran
agama.
Standar nasional pendidikan sebagai sasaran penjaminan mutu pendidikan nasional.
Pendidikan nasional pada era reformasi menekankan pada perlunya perwujudan proses
pendidikan yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang mampu
menumbuhkembangkan potensi peserta didik.
1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan.
2. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh.
3. Meningkatkan kesiapan dengan mengoptimalkan kepribadian bermoral.
4. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan.
5. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
A. KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT PENDIDIKAN SD
B. BERBAGAI KEBIJAKAN STRATEGIS TERKAIT DAN/ATAU TENTANG PENDIDIKAN
SD DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL.
C. MENGAPA DIPERLUKAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN?
D. BAGAIMANA VISI DAN MISI PENDIDIKAN NASIONAL?
Kegiatan belajar 2: Perkembangan Pendidikan Sekolah Dasar di Era Reformasi
MODUL 3: PERKEMBANGAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
Kegiatan belajar 1: Perkembangan Pendidikan Sekolah Dasar di Era Orde Baru
A. KETENTUAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT PENDIDIKAN SD
- Pendidikan pada era orde baru secara historis, politik, dan sosial kultural merupakan
kelanjutan dari perkembangan pendidikan sebelumnya.
- Pendidikan nasional merupakan produk sejarah dalam pemikira bangsa indonesia untuk
mewujudkan salah satu tujuan pemerintah negara republik Indonesia yaitu sesuai dengan
pembukaan UUD 1945 alenia 4
- Sampai dengan permulaan orde baru tahun 1968, pendidikan SD menunjukan gambar
profil kuantitatif yang mencatat sejumah 60.023 SD, murid 12.168,495 dan 308.657 guru.
B. BERBAGAI KEBIJAKAN STRATEGIS TERKAIT DAN/ATAU TENTANG PENDIDIKAN
SD
- Kebijakan nasional dalam sekotor pendidikan pada era orde baru (ORBA) dituangkan
dalam pembangunan jangka panjang 25 tahun, yang kesatu (PJP I) untuk kurun waktu
1969/1970-1993/1994 yang dijabarkan dalam Repelita I-V, PJP II awal Repelita VI
1994/1995-1998/1999.
C. ISI DAN PROSES PENDIDIKAN SD
- Isi dan proses pendidikan mecakup kurikulum dan perangkat pendidikan lainya serta
pengelolaan pendidikan secara keseluruhan.
- Program wajib belajar SD dicanangkan pada tanggal 2 Mei 1984 bertepatan Hari
Pendidikan Nasional untuk memperluas kesempatan belajar pada tingkat SLTP sebagai
langkah penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9tahun.

MODUL 4: KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SISWA SEKOLAH DASAR


Kegiatan Belajar 1: Karakteristik Perkembangan Fisik, Motorik, Emosi, dan Sosial Anak.
A. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN ANAK
Faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan anak, meliputi:
1) Pengaruh keluarga/keturunan.
2) Gizi
3) Tingkat sosial ekonomi
4) Faktor emosional
5) Jenis kelamin
6) Kesehatan
7) Suku bangsa/ras
B. KARAKTERISTIK PERKEMBANGN MOTORIK
Gerakan-gerakan motorik anak meliputi:
1) Cara memegang
2) Cara berjalan
3) Cara menendang
C. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN EMOSI
Pada anak usia SD merupakan masa peralihan antara masa anak dan mejelang remaja untuk
itu cara mengaktulisasikan emosinya kadang tidak terkontrol, untuk itu perlu adanya
bimbingan dan arahan dari guru supaya anak dapat mengontrol emosinya supaya tidak
berlebihan .
D. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN SOSIAL
Perkembangan soaial anak SD merupakan suatu tahapan yang dapat menentukan kualitas
sosial mereka setelah dewasa. Untuk itu di sekolah perlu adanya demokratisasi dalam
kehidupan sosial di sekolahnya.
Kegiatan Belajar 2: Karakteristik Perkembangan Intelektual, Bahasa, Moral, dan Spiritual anak.
A. KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN INTELEKTUAL
Percobaan konversasi PIAGET
1) Desentrasi dan Konservasi: bahwa anak punya konsep
2) Seriasi: anak mampu mengurutkan benda dari dari yang terbesar sampai yag terkecil
dan sebaliknya .
3) Pemikiran Rasional : Pada tahap ininanak-anak dapat menyebutkan karakteristik
taman sekelas.
4) Inklusi kelas : anak dapat menggambarkan prinsip logis bahwa terdapat hubungan
hierarki antar golongan.
B. KARAKTERISTIK PERKEMANGAN BAHASA ANAK
Semakin matang organ-organ yang berkaitan dengan proses berbicara, pertumbuhan,
perkembangan otak, anak semakin jelas mengutarakan kemauan, pikiran maupun perasaannya
melalui bahasa.
C. PERKEMBANGAN MORAL
Faktor-faktor yang mempengaruhi moral, antara lain:
a) Lingkungan rumah
b) Lingkunga sekolah
c) Teman sebaya dan aktivitasnya.
d) Intelegensi dan jenis kelamin.
D. PERKEMBANGAN AGAMA
Pendidikan agama di sekolah meliputi 2 aspek penting yaitu:
1) Aspek pembentukan kepribadian
2) Pengajaran agama .

1. Memberi niai
2. Hadiah
3. Saingan/kompetisi
4. Ego involvement
5. Memberi ulangan
6. Mengetahui hasil
7. Pujian
8. Hukuman
9. Hasrat untuk belajar
10. Minat
11. Tujuan yang diakui
Cara dapat menumbuhkan motivasi, antara lain:
Kegiatan Belajar 2: Motivasi belajar siswa
MODUL 5: KARAKTERISTIK BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Kegiatan Belajar 1: Bentuk-bentuk kegiatan belajar yangbisa dilakukan siswa SD
A. BELAJAR MENEMUKAN
Siswa dibiarkan menemukan sendiri makna segala sesuatu yang dipelajari diharapkan mereka
mampu menemukan konsep-konsep dalam bahasa mereka sendiri.
B. BELAJAR MENYIMAK
Belajar menyimak dapat dilakukan antara lain: bermain dengan kata, bermain dengan
pertanyaan, bermain dengan gambar, bermain dengan musik.
C. BELAJAR MENIRU
Siswa akan berperilaku sesuai apa yang dilihatnya
D. BELAJAR MENGHAFAL
Belajar menghafal mengakibatkan kemampuan kognitif siswa rendah karena hanya pada
ingatan atau pemahaman saja.
E. BELAJAR MERANGKAI
Dapat dilakukan dengan permainan aneka jenis binatang
F. BELAJAR MENGAMALKAN
Kegiatan belajar ini kaitan erat dengan pelajran PKN dan agama. Anak diajarkan nilai-nilai
dan moral .
G. BELAJAR MENGANALISIS
Belajar menganalisis dengan permainan teka-teki .
H. BELAJAR MERESPON
Respon merupakan tanggapan yang diberikan oleh seseorang sebagai reaksi dari sesuatu
tertentu.
I. BELAJAR MENGORGANISASIKAN
Anak diajarkan mengorganisasikan pengetahuannya kedalam bentuk skema.
J. BELAJAR MENGAMBIL KEPUTUSAN
Pengalaman untuk membuat pilihan dan keputusan dapat menolong anak untuk
mengembangkan kemampuannya mengambil keputusan dan bertanggung jawab.
K. BERLATIH
Anak-anak bisa diajak berlatih dengan memainkan peran.
L. BELAJAR MENGHAYATI
Siswa dilatih untuk menghayati suatu peran dan lagu, sehingga dapat memahami dari sifat
tokoh
M. BELAJAR MENGAMATI
Dapat dilihat dengan cara mengajak siswa untuk mengenal ekosistem yang mereka kunjungi,
contohnya pantai.

MODUL 6: LAYANAN PENDIDIKAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR


Kegiatan Belajar 1: Prinsip-prinsip bimbingan di Sekolah Dasar.
A. PENGERTIAN BIMBINGAN
Upaya memberikan arahan, panduan, nasehat, dan mengandung nilai-nilai yang bersifat
menuntun ke arah yang baik .
B. TUJUAN BIMBINGAN DI SD
1. Memiliki perasaan positif dalam berinteraksi dengan teman sebaya, guru, orang tua, dan
orang dewasa lainnya.
2. Memperoleh makna pribadi dari belajarnya.
3. Mengembangkan dan memlihara perasaan positif terhadap dirinya.
4. Menyadari akan pentingnya nilai yang dimiliki dan mengembangkannya,
5. Mengembangkan dan memperkaya keterampilan studi.
6. Dll.
C. FUNGSI BIMBINGAN DI SEKOLAH
1. Fungsi pengungkapan
2. Fungsi penyesuaian
3. Fungsi pencegahan
4. Fungsi penyaluran
5. Fungsi perkembangan
6. Fungsi perbaikan
D. PRINSIP-PRINSIP MIMBINGAN DI SD
1. Bimbingan untuk semua
2. Bimbingan di SD dilaksanakan semua guru kelas
3. Bimbingan diarahkan untuk perkembangan kognitif dan efektif
4. Bimbingan diberikan secara insidental dan informal
5. Bimbingan ditekankan pada tujuan belajar dan kebermaknaan belajar
6. Bimbingan difokuskan pada aset
7. Bimbingan terhadap proses pendewasaan
8. Program bimbingan dilaksanakan secara bersama
E. PERAN GURU DALAM PROGRAM BK
Seorang guru telah melakukan tugas rangkap dalam mengajar sekaligus melakukan
bimbingan.
Kegiatan Belajar 2: Berbagai Layanan Pendidikan Untuk Anak Sekolah Dasar
A. LAYANAN PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT
Anak berbakat adalah anak yang menunjukan kemampuan/penampilan yang tinggi dalam
bidang-bidang, seperti intelektual, kreatif, seni, kapasitas, atau bidang akademik khusus, dan
bidang yang memerlukan pelayanan atau aktivitas yang tidak biasa disediakan sekolah, agar
tiap kemampuan anak berkembang secara penuh.
B. LAYANAN PENYANDANG KELAINAN FISIK
Jenis kelainan fisik dapat dikelompokkan pada anak yang mengalami gangguan penglihatan,
pendengaran, tuna daksa dan tuna ganda. Hal ini mempuanyai layanan bimbingan sendiri-
sendiri supaya bisa
Maksimal dalam memberikan bimbingan.
C. LAYANAN TERHADAP ANAK DENGAN GANGGUAN PSIKOLOGIS
Cara menghadapi anak pyang berperilaku menyimpang adalah
Antara lain:
1. Jangan emosional menghadapi anak
2. Jangan kucilkan anak
3. Lakukan pendekatan kasih sayang
4. Responsif terhadap perasaan anak
5. Dengarkan suara hati anak
6. Binalah kasih sayang antar anak
D. LAYANAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER
Tujuan dari ekstrakurikuler yaitu diharapkan akan mampu mengaitkan antara pengetahuan
yang diperoleh di sekolah dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan .
MODUL 7: KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR
Kegiatan Belajar 1: Profil Kompetensi Guru
A. LANDASAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU
1. Apa yang dimaksud dengan kompetensi?
Kompetensi dapat disamakan dengan suatu tindakan cerdas dan bertanggung jawab yang
ditunjukan oleh seseorang sebagai bukti bahwa ia memang kompeten dalam bidang tersebut.
2. Proses Pengembangan Standar Kompetensi
Guru dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan menghadapi
berbagai tantangan. Dalam kaitan ini pendekatan kompetensi diharapkan mampu membawa
perbaikan dalam mutu guru, dan tentu saja mutu pendidikan secara umum.
B. PROFIL KOMPETENSI GURU SD
Standar kompetensi guru SD/MI dirumuskan menjadi 24 kompetensi inti. Kompetensi sebagai
agen pembelajaran terdiri dari: 1) kompetensi pedagogik, 2) kompetensi kepribadian, 3)
kompetensi profesional, 4) kompetensi sosial. Setiap kompetensi inti kemudian dijabarkan
menjadi kompetensi guru SD/MI .
C. INDIKATOR PENGUASAAN KOMPETENSI GURU SD
Pada dasarnya, asesmen kompetensi dipilih sesuai dengan hakikat kompetensi. Untuk
kompetensi yang berada pada kawasan kognitif atau penguasaan akademik, asesmenya dapat
dilakukan dengan tes, baik berupa tes objektif atau uraian . kompetensi yang bersifat
keterampilan, seperti dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam
pembelajaran atau dapat berkomunikasi secara lisan, sedangkan penguasaan nilai dan sikap
diakses melalui pengamatan dalam situasi sebenarnya (otentik).
Kegiatan Belajar 2: Forum Peningkatan Profesionalitas Guru
A. PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU
Kompetensi peningkatan profesionalitas secara berkelanjutan dapat dijabarkan menjadi
beberapa kompetensi, salah satu diantarannya adalah mampu memperbaiki pembelajarn
melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Sasaran akhir dari peningkata profesionalitas adalah
meningkatnya kualitas kinerja guru.
B. BERBAGAI WADAH PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU
1. Kelomppok kerja guru (KKG)
2. Lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP)
3. Klinik pembelajaran
4. Lembaga pendidikan tenaga pendidikan (LPTK)
5. Persatuan guru republik Indonesia (PGRI)
6. Kursus-kursus
C. MEMILIH WADAH PENINGKATAN PROFESIONALITAS
Forum dapat dipilah menjadi lima jenis berikut:
- Wadah yang menyelenggarakan kegiatan yang pesertanya sudah ditetapkan terlebih
dahulu, seperti LPMP.
- Wadah yang menyelenggarakan program yang dapat diikuti oleh mereka yang memenuhi
syarat tertentu, tetapi juga mempunyai program kegiatan yang dapat diikuti oleh semua
guru yang berminat. Wadah seperti ini adalah LPTK yang menawarkan program S1
PGSD, S2 dan S3 Pendidikan Dasar.
- Wadah yang mempunyai anggota khusus dan program kegiatannya wajib diikuti oleh
setiap anggota, yaitu KKG.
- Wadah dengan program terbuka bagi semua guru, seperti KP dan PGRI .
- Wadah dengan program terbuka umum yaitu kursus-kursus.
MODUL 8: KURIKULUM SEKOLAH DASAR
Kegiatan Belajar 1 : Hakikat Kurikulum Sekolah Dasar
A. KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
Kurikulum merupakan bagian integral dari pendidikan atau pembelajaran.
Kurikulum yang tercantum dalam UU No. 21 tahun 2003 pasal 1 butir 19 bahwa kurikulum
merupakan seperangkat recana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pembelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu.
B. PRINSIP-PRINSIP DASAR MENGEMBANGKAN KURIKULUM
Prinsip pengembangan kurkulum terbagi atas sebagai berikut:
1. Prinsip relevansi
2. Prinsip efektivitas
3. Prinsip efisiensi
4. Prinsip fleksibilitas
5. Prinsip berkesinambungan
C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN KARATERISTIK MATA PELAJARAN DI SD
Yang perlu diperhatikan yaitu pengembangan kurikulum karena standar kompetensi lulusan da
karakteristik mata pelajaran memberikan panduan bagi pengembang kurikulum dalam
merumuskan kemampuan yang diharapkan dikuasai peserta didik.
Kegiatan Belajar 2: Karakteristik Mata Pelajaran Di Sekolah Dasar
A. HAKIAT KTSP
KTSP bersifat desentralistik tetapi berorientasi nasional, juga merupakan kurikulum yang
bersifat operasional.
B. LATAR BELAKANG KTSP
1. Kurikulum harus dimulai dari lingkungan terdekat
2. Kurikulum harus mampu melayani pencapaian tujuan pendidikan nasional dan satuan
pendidikan.
3. Proses pengembangan kurikulum harus bersifat fleksibel.
C. PROSEDUR PENGEMBANGAN KTSP
1. Proses pengembangan kurikulum yang dilakukan pemerintah pusat.
2. Pengembangan kurikulum yang dilaukan di tingkat satuan pendidikan.
D. PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM PENGEMBANGAN KTSP
a. Tim penyusun yang terdiri dari guru, konselor, dan kepala sekolah.
b. Komite sekolah
c. Narasumber
d. Dinas pendidikan
e. Pihak lain yang terkait

MODUL 9: BAHAN BELAJAR SEKOLAH DASAR


Kegiatan Belajar 1: POTRET BAHAN AJAR
A. BENTUK BAHAN AJAR
Berbagai bentuk bahan ajar adalah seperti buku teks, mediataktil (manipukatives), program
video, program audio, lembar kerja siswa, handsout, surat kabar, majlah, dan masih ada yang
lainnya.
B. BAHAN AJAR YANG DIGUNAKAN DI SEKOLAH
Bahan ajar yang paling sering digunakan guru di SD adalah buku teks dan lembar kerja siswa
(LKS) atau buku kerja siswa
Kelemahan bahan ajar yang digunakan di SD antaranya adalah salah konsep, tidak
memadainya cakupan materi yang disajikan, penggunaan ilustrasi yang kurang tepat,
penyajian evaluasi yang tidak sesuai denganaturan pengembangan alat evaluasi, penggunaan
bahasa yang tidak seusuai dengan tingkat perkembangan siswa.
Kegiatan Belajar 2: PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DI SEKOLAH DASAR
A. PENULISAN BAHAN AJAR
Langkah yang dapat ditempuh untuk menuliskan bahan ajar adalah:
1. Merumuskan tujuan pembelajaran
2. Menyajikan materi pembelajaran
3. Mengembangkan evaluasi
B. PENGGUNAAN BAHAN AJAR YANG SUDAH TERSEDIA
Kriteria pemilihan bahan ajar sepeti:
1. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran
2. Tingkat perkembangan siswa
3. Proses belajar siswa
4. Karakteristik fisik bahan ajar

MODUL 10 : POTRET PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR


KEGIATAN BELAJAR 1: POTRET PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
Selain terbatasnya guru kendala proses belajar mengajar yang selama ini ditemukan adalah kurang
memadainya sarana dan prasarana penunjang yang ada .
Para guru dapat memilih metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar supaya kelas menjadi
kondusif dan tetap mengutamakan keterserapan materi yang disampaikan .
Salah satu persoalan guru di tanah air, selain kesejahteraannya adalah ketidakmerataan jumlah
mereka. Jumlah guru seharusnya sudah memadai tetapi tidak dengan sisi kemerataan dan kualitas.
KEGIATAN BELAJAR 2: PEMBAHARUAN PEMBELAJARAN YANG DITERAPKAN DI
SEKOLAH DASAR
Konsep belajar yang membantu guru mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata
siswa .
Guru aktif memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang
menantang dan mempertanyakan gagasan siswa .
Kreatif mengembangkan kegiatan yang beragam dan membuat alat bantu belajar sederhana.
Efektif sehingga pembelajaran mencapai tujuan pembelajaran .
Menyenangkan, sehingga anak tidak takut salah mengemukakan gagasan.
Merupakan suatu model yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok.

MODUL 11: EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR.


Kegiatan Belajar 1: Hakikat dan ppotret evaluasi program pembelajaran di sekolah dasar.
A. HAKIKAT EVALUASI PROGRAM DAN EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN.
Evaluasi program di tingkat kelas pada dasarnya dilakukan oleh guru sendiri, yang tentu saja
dapat berkolaborasi dengan teman sejawat, bahkan dengan dosen.
B. POTRET EVALUASI PEMBELAJARAN DI SD
Evaluasi program pembelajaran bermanfaat bai siswa, guru, sekolah, dan masyarakat.
Kegiatan Belajar 2: langkah-langkah dan tindak lanjut evaluasi program pembelajaran di SD
A. LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN DI SD
1. Pada awal semester, guru menginformasikan silabus mata pelajaran yang memuat
rancangan di kriteria penilaian.
2. Mengembangkan indikator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian
yang sesuai.
3. Mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian.
4. Melaksanakan penilaian .
5. Mengolah hasil penilaian.
6. Mengembalikan hasil pekerjaan siswa .
7. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
8. Melapirkan hasil penilaian kepada pimpinan suatu pendidikan.
B. TINDAK LANJUT HASIL EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN
Tindak lanjut hasil evaluasi program yang dilakuakan oleh DS berkaitan dengan pemahaman
guru terhadap KTSP, kemampuan guru mengembangkan rencana pembelajaran, dan
kemampuan guru melaksanakan pembelajaran.

Sarana dan prasana diluar SD dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk memperlancar dan
meningkatkan kualitas pembelajaran. Lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
A. SARANA DAN PRASANA DARI LUAR SEKOLAH
Meliputi 1: pengawas SD, 2. Kepala dinas, 3. Menteri pendidikan nasional, 4. Komite sekolah, dan 5.
Dewan pendidikan.
B. SUMBER DAYA MANUSIA
Yang utama adalah dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga bisa berasal dari orangtua
murid melalui komite sekolah.

C. DANA
KEGIATAN BELAJAR 2: BERBAGAI SUMBER DAYA YANG BERASAL DARI LUAR
SEKOLAH DASAR

MODUL 12: SUMBER DAYA SEKOLAH DASAR.


KEGIATAN BELAJAR 1: POTRET SUMBER DAYA DI SEKOLAH DASAR
A. POTRET SARANA DAN PRASARANA SD
Peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan, pasal 42
menyebutkan tentang setiap satuan pendidikan harus memiliki sarana dan prasarana yang
sudah ditentukan.
B. POTRET SUMBER DANA DI SD
Standar pembiayaan tertuang dalam pasal 62 peraturan pemerintah No. 19.2005
C. POTRET SUMBER DAYA MANUSIA DI SD
Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 35
tentang tenaga kependidikan.