Anda di halaman 1dari 6

TUGAS PENDAHULUAN/LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM LAPANGAN ARUS LAUT

Disusun Oleh :
Nama
nim
Oseanografi kelas / Kelompok
Tim Asisten :
Siti Maisyarah 26020214120005
Khalisah Nur Shadrina 26020214120002
Metya Astariningrum 26020214120013
Fauzan Hamdilah 26020214120039
Ardyan Syahputra Haryanto 26020214130056
Brian Dika Praba Pringgadi Cahya 26020214140069
Anindya Mauli Putri 26020214190072
Fahmi Sekar Kinanthi 26020214140075
Muhammad Yafi Arfad 26020214140070
Maulana Windi Saputra 26020214120033

Koordinator Praktikum:
Dr. Kunarso, ST., M.Si
NIP. 19690525 199603 1 002

DEPARTEMEN OSEANOGRAFI
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
TUGAS PENDAHULUAN
PRAKTIKUM LAPANGAN ARUS LAUT

1. Jelaskan 2 metode yang digunakan dalam pengukuran arus dilapangan? Dan berikan contoh
dari masing masing metode tersebut!
2. Bagaimana cara menentukan titik lokasi stasiun untuk melakukan pengukuran arus di setiap
metode?
3. Jelaskan prinsip kerja pengambilan data arus menggunakan: (disertai gambar)
a. Current meter
b. ADCP
c. Bola duga
d. Boat drift
e. Botol drift

Jawab :
1) Metode Lagrange yaitu mengukur arus dengan mengikuti gerakan air dan
digambarkan sesuai dengan garis lintas (trajectory) yang ditempuh pada saat-saat
tertentu. Sistem Lagrange lebih cocok digunakan untuk suatu penetapan arus di suatu
perairan yang luas dengan jarak waktu yang berbulan-bulan bahkan hingga lebih dari
setahun.
Contoh dari metode Lagrange diantaranya :
1. Bola duga
2. Botol drift

Gambar 1. (a) Salah satu contoh alat ukur arus dengan menggunakan metode Lagrangian

-Metode Euler, arah dan kecepatan arus atau vektor arus ditetapkan pada satu titik
tertentu (fixed point). Apabila pengukuran dapat dilakukan dalam beberapa titik, maka
vektor-vektor tersebut dapat diplot pada sebuah peta dasar kemudian ditarik garis alir
(stream line) sehingga bisa menggambarkan arah global dari vektor-vektor arus tadi.
Contoh dari metode Euler diantaranya :
1. Current meter
2. ADCP

Gambar 1. (b) Current Meter Aandera Type RCM-7

2) Pengukuran arus laut berdasarkan sistem Euler membutuhkan posisi stasiun yang
tetap di satu tempat. Alat paling praktis untuk penentuan titik stasiun pengukuran arus
adalah menggunakan GPS (Global Positioning System). Apabila mengukur arus di
daerah pantai yang masih memungkinkan melihat daratan maka apabila tidak ada
GPS kita bisa menggunakan cara sektan. Cara ini dilakukan dengan mengikat
minimal dua titik, dengan menembak menggunakan kompas di dua titik atau lebih
tersebut misalnya dua tower di pantai. Dengan kompas tembak itu kita bisa mencatat
sudut masing-masing tower yang ditembak dari tempak perahu kita di laut. Hasil
sudut yang kita dapatkan kita plotkan pada peta dasar daerah tersebut yang ada lintang
dan bujurnya. Selanjutnya dengan menembak balik dari posisi tower di daratan ke laut
sesuai sudut yang kita peroleh, maka akan kita dapatkan perpotongan garis dari arah
dua tower tadi, disitulah posisi perahu kita di laut. Posisi real bisa ketahui dengan
melihat lintang dan bujur pada peta dasar tersebut maka.
Pengukuran arus berdasarkan teori Lagrange, maka kita membutuhkan minimal dua
posisi yaitu posisi awal alat mulai terapung dan posisi akhir alat ditemukan. Metode
ini umumnya untuk pengukuran arus di laut lepas, maka untuk penentuan posisi
pengukuran yang paling praktis adalah dengan GPS.

3) a. Prinsip Current meter adalah digunakan untuk membaca sinyal yang dihasilkan
oleh sensor yang dimasukan dalam air. Current meter mekanik mengukur kecepatan
dengan melakukan pengubahan gerakan linear menjadi angular, maka sensor pada
current meter ini akan mengeluarkan sinyal kontinyu, ratiometric dan linier dengan
keluaran yang mempunyai noise rendah. Jika rotor berputar maka akan menyebabkan
ada dan tidaknya sinyal listrik yang muncul pada sensor. Current meter ini dilengkapi
IC Smitch, dengan IC tersebut maka sinyal yang dihasilkan berupa sinyal yang
mempunyai rise time dan fall time yang sangat tajam. Sinyal tersebut merupakan
sinyal frekuensi yang dihasilkan oleh perputaran rotor. Sinyal keluaran dari sensor
yang sudah disesuaikan dengan level tegangan mikrokontroller dihitung
menggunakan counter/timer eksternal yang dimiliki oleh mikrokontroller AVR dan
hasil ukur yang presisi.

Gambar 2. Current meter

b. Prinsip ADCP adalah untuk mengukur kecepatan arus dengan memancarkan


gelombang akustik. Gelombang akustik tersebut bergerak di medium air. Kemudian
ADCP merekam frekuensi dan intensitas pantulan balik dari partikel partikel
pemantul (scatterers) yang tersuspensi didalam air. Partikel partikel tersebut
diasumsukan bergerak dengan kecepatan yang sama dengan arus. Pergerakan partikel
partikel mendekati atau menjauhi transduser ADCP menyebabkan perubahan
frekuensi. Perubahan frekuensi ini yang digunakan untuk menghitung kecepatan
partikel.
ADCP merekam data kecepatan dan intensitas pantulan balik setiap lapisan air yang
dinamakan bin. Sedangkan kolom pengukuran disebut ensemble.
Gambar 3. ADCP

c. Prinsip kerja Bola Duga.


Celupkan bola duga dalam air laut, bersamaan dengan itu hidupkan stopwatch.
Biarkan Bola duga bergerak menurut arah arus yang mendorongnya. Apabila panjang
tali pengukur ( misal 10 m) yang dihubungkan dengan bola duga telah menegang
matikan stopwatch. Baca waktu yang dibutuhkan hingga tali bola duga menegang
yang ditunjukkan oleh stopwatch. Pengukuran arah bola duga dengan kompas atau
theodolit.

Gambar 4. Bola Duga

d.

e. Prinsip kerja Botol Drift.


Botol Drift dilepaskan di laut dari kapal, dicatat waktunya, diberi pemberat dan
sumbat. Didalamnya berisi kertas kecil untuk mendapatkan suatu data posisi putaran
arus. Drift cart, dibungkus dengan botol plastic.
Gambar 6. Botol Drift