Anda di halaman 1dari 17

BIOMEKANIKA DALAM KEPERAWATAN

TUGAS BIOMEDIK KEPERAWATAN

oleh
Kelompok 1/E:
Yuli Agustin (162310101238)
Anas Alquranunnazili (162310101270)
Adhi Nur Satrio Alim (162310101281)
Fatkhiyatur Rosyidah (162310101291)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
2016

DAFTAR ISI
Halaman

1. DEFINISI BIOMEKANIKA ...... 03


2. BIOMEKANIKA ........................................................................... 03
2.1. BIOMEKANIKA KERJA TUBUH .......................................
03
2.2. BIOMEKANIKA DAN PERANCANGAN KERJA ............
03
2.3. BIOMEKANIKA DALAM PENGUKURAN ......................
04
2.4. BIOMEKANIKA DALAM SATUAN ..................................
06
3. HUKUM DASAR DALAM BIOMEKANIKA.............................. 08

2
1. DEFINISI BIOMEKANIKA

Mekanika adalah salah satu cabang ilmu dari bidang ilmu fisika yang
mempelajari gerakan dan perubahan bentuk suatu materi yang diakibatkan oleh
gangguan mekanik yang disebut gaya. Sedangkan definisi biomekanika adalah
bidang ilmu aplikasi mekanika pada sistem biologi. Biomekanika merupakan
kombinasi antara disiplin ilmu mekanika terapan dan ilmu biologi dan fisiologi.
Biomekanika menyangkut tubuh manusia dan hampir semua tubuh makhluk
hidup. Dalam biomekanika prinsip-prinsip mekanika dipakai dalam penyusunan
konsep, analisis, disaign dan pengembangan perawatan dan sistem dalam biologi
dan kedokteran .

Pada dasarnya biomekanika adalah cabang ilmu yang relatif baru dan
sedang berkembang secara dinamis. Akan tetapi sebenarnya bidang ilmu ini sudah
terkenal sejak abad ke 15 masehi ketika Leonardo Da Vinci (1452-1519) membuat
catatan akan signikansi mekanika dalam penelitian biologi yang dia lakukan.
Kontribusi dari para peneliti dalam bidang ilmu biologi, kedokteran, ilmu-ilmu
dasar dan teknik ilmu perkembangan biomekanika akhir-akhir ini.

2. BIOMEKANIKA

Menurut Frankel dan Nordin 1980 biomekanika merupakan ilmu


mekanika teknik untuk analisa sistem kerangka otot manusia. (Chaffin, 1991)
secara umum mendefinisikan biomekanika, yaitu: Biomekanika menggunakan
konsep fisika dan teknik untuk menjelaskan gerakan pada aktivitas sehari-hari.
Kajian kinetika menjelaskan tentang gaya yang bekerja pada satu sistem, misalnya
tubuh manusia. Kajian gerakan kinetika menjelaskan gaya yang menyebabkan
gerakan. Dibandingkan dengan kajian kinematika, kajian lebih sulit untuk
diamati, pada kajian kinetik yang terlihat adalah akibat dari gaya.

2.1. BIOMEKANIKA KERJA TUBUH

Tubuh manusia dipandang sebagai sistem yang terdiri dari link


(penghubung) dan joint (smbungan), tiap link mewakili segmen-segmen tubuh
tertentu dan tiap joint menggambarkan sendi yang ada

2.2. BIOMEKANIKA DAN PERANCANGAN KERJA

Aspek biomekanika sangat berkaitan dengan proses perancangan peralatan kerja


misalnya pembuatan alat bantu gerak yang dapat digunakan untuk meringankan
penderita cacat meupun peralatan kerja lainnya. Penggunaannya harus sesuai
dengan keadaan biomekanika seseorang. Penggunaan kekuatan otot yang
berlebihan untuk menggunakan atau menggerakkan peralatan dapat
mengakibatkan edera. Penerapan biomekanika menghindari hal tersebut , dan

3
mengupayakan agar dengan pe ngeluaran energi yang minimum namun dapat
dicapai hasil yang optimal.

Menurut Chaffin dan Anderson tubuh manusia terdiri dari enam link, yaitu :

1. Link lengan bawah yang dibatasi oleh joint telapak tangan dan siku.
2. Link lengan atom yang dibatasi oleh joint bahu dan pinggul.
3. Link punggung yang dibatasi oleh joint bahu dan pinggul.
4. Link paha yang dibatasi oleh joint pinggul dan lutut.
5. Link betis yang dibatasi oleh joint lutut dan mata kaki.
6. Link kaki yang dibatasi oleh joint mata kaki dan telapak kaki.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa manusia dapat disamakan dengan


segmen benda jamak maka panjang setiap link dapat diukur berdasarkan
persentase tertentu dari tinggi badan, sedangkan beratnya berdasarkan persentase
dari berat badan. Penentuan letak pusat massa tiap link didasarkan pada persentase
standart yang ada. Panjang setiap link tiap segmen berotasi di sekitar sambungan
dan mekanika terjadi mengikuti hukum newton. Prinsip-prinsip ini digunakan
untuk menyatakan gaya mekanik pada rubuh dan gaya otot yang diperlukan untuk
mengimbangi gaya-gaya yang terjadi. Secara umum pokok bahasan dari
biomekanika adalah untuk mempelajari interaksi fisik antara pekerja dengan
mesin, material dan peralatan dengan tujuan untuk meminimumkan keluhan pada
sistem kerangka otot agar produktivitas kerja dapat meningkat. Menghindari
keluhan pada sistem kearangka otot dapat ditanggulangi dengan melakukan
pengendalian administratif (pemilihan personil yang tepat, peatihan dengan
teknik-teknik penanganan material). Pada gerakan jalan yang terpenting adalah
keseimbangan dari pasien. Gerakan ini akan memperlihatkan bagaimana kedua
kaki saling menyeimbangkan berat tubuh dalam pergerakan berpindah.

2.3. BIOMEKANIKA DALAM PENGUKURAN

Dalam bidang keperawatan dan kedokteran sampai sekarang masih senang


mempergunakan kwantitas ukuran dalam satuan Non Standar. Sebagai contoh
satuan tekanan dinyatakan sebagai Nm-2. Tekanan darah dinyatakan dalam
milimeter air raksa, satuan panjang/tinggi zat cair.

Suatu contoh lain,satuan non standar yang telah lama dipergunakan tetapi
mempunyai arti sejarah yaitu pengukuran tentang pulse rate pada penderita.
Sanctorium (1602)(teman kedokteran galileo) memperkenalkan pulsogium(suatu
pendulum simple)untuk mengukur pulse rate pada penderita.

2.3.1. Proses pengukuran

Ilmu kedokteraan mengalami pertumbuhan,bilangan dan ketelitian dari


pengukuran kuwantitas dalama praktis klinis ditingkatkan.Dalam pengukuran fisik
dibagi menjadi dua grub yaitu:

4
a. Proses pengukuran pengulangan

Proses ini biasanya mencakup sejumlah pengulangan perdetik, permenit,


perjam dan sebagainya

b. Proses pengukuran yang tidak ulang


pengukuran ini dilakukan sekali terhadap individu.

Proses pengukuran ini,perlu perhatian ketelitian(accuracy) dan


kebeneran(precision).ketelitian dan kebenaran memiliki arti yang berbeda didalam
pengukuran.ketelitian(accuracy) pengukuran pendekatan untuk memperoleh suatu
standar.

Rumus ketelitian:

Sedangkan kebenaran(precision) pengukuran


yang tidak mempedulikan ketelitian didalam
pengukuran.

2.3.2. Registrasi

Meregistrasi adalah pencatatan hal-hal yang didapat dari hasil


pengukuran.registrasi sangat penting dalam mendapat informasi.terkadang
dibutuhkan registrasi kontinyu dalam waktu tertentu ini disebut registrasi analog

2.3.3 False Positif dan False Negatif

False positif adalah suatu error(penyimpanan) yang terjadi pada penderita


dinyatakan menderita padahal sama sekali tidak. False negative adalah suatu error
yang terjadi pada penderita dinyatakan tidak menderita padahal menderita sesuatu
penyakit.

False positif dan false negative sangat berkaitan dengan hasil test
laboratorium.Untuk menghindari false positif atau false negative perlu
memperhatikan:

Dalam pengambilan pengukuran


Pengulangan pengukuran
Penggunaan alat-alat yang dapat dipercayai
Kaliberasi sepatutnya terhadap alat-alat

Skema dasar pengukuran

Dari uraian di atas dapat dibuat suatu skema dasar pengukuran yaitu:

Ketelitian dan kebenaran


5
Proses pengukuran

Data-data
lain

False positif atau False


negatif

2.4. BIOMEKANIKA DALAM SATUAN

Apabila ingin mengatakan suatu kuawntitas fisik yang melibatkan hukum


atau prinsip,harus mengetahui bagaimana cara mengukur suatu kuwantitas.Dalam
cabang ilmu fisika yang dikenal sebagai ilmu mekanika,kuantitas dasar adalah
panjang,massa dan waktu sedangkan satuan dasar adalah meter,kilogram,dan
detik.

Cabang ilmu fisika lainnya mempergunakan lebih dari 3 kuantitas dasara


dan satuan yaitu temperature(Kelvin),arus listrik(Amper) dan intensitas
luminasi(candela).Tahun 1954 dan 1960,seluruh kuantitas fisika dan satuan telah
dinyatakan dalam istilah satuan disebut satuan internasional(SI) dan beberapa
derivate/keturuanan dari SI.

Tabel Satuan Internasional

Kuantitas Satuan Singkatan


Panjang Meter M
Massa Kilogram Kg
Waktu Detik Sec
Arus Ampere A
Temperatur Kelvin K
Intensitas Luminasi Candela cd
Tabel Turuanan Satuan Internasional

Kuantitas Satuan Singkatan Dimensi

Gaya Newton N Kgm/sec2


Tekanan Pascal Pa.N/m2 Kg/m sec2
Energi Youle J.Nm Kgm2/sec2
Tenaga Watt W.J/sec Kgm2/sec3
Torque Meter Newton r.mN Kgm2/sec2
Electriic charge Coulomb C A sec
Potensial Listrik Volt V.J/c Kgm2/sec3A
Tahanan Listrik Ohm V/A Kgm2/sec3A2

6
Kapasitas Farad F,C/V,C2/J Sec4A2/Kgm2
Induktan Henry H,J/A2,sec Kgm2/sec3A2
Fluks magnetis Weber Wb,J/A,Vsec Kgm2/sec3A

Tabel Turuanan Satuan Internasional(Lanjutan)

Kuantitas Satuan Singkatan Dimensi


-intensitas testa T.Wb/m2,Vsec/m2 Kg/sec2A
magnetis
-frekwensi Hertz Hz sec-1
-disinttegrasi rate Beoquerel Bq sec-1
-dosis absorpsi Gray Gy,J/Kg m2/sec2

Dalam bidang kedokteran system SI ,maupun turunan system SI tidak semua


dipergunakan masih banyak mempergunakan non SI (lihat table dibawah ini )

Table non SI

Kuantitas Satuan Singkatan

Massa Gram G
Panjang Foot,centimeter Ft,Cm
Volume Liter -
Waktu Menit Min
Gaya Dyne -
Pound Force Lbf
Energi Kalori Cal
Kilokalori Kcal
Tenaga Kilokalori/menit Kcal/min
Tekanan Pound/inch2 Psi
Milimeter merkuri Mm Hg
Sentimeter air Cm H2O
Atmosfir atm
Temperatur Fahrenheit F
Celcius C

Di bawah ini disajikan data standar manusia yang menggunakan system


satuan internasional,turuanan SI dan non SI

Umur 30 tahun
Berat Badan 690 N(154 Lb)
Tinggi Badan 172 cm
Massa 70 Kg

7
Luas permukaan 1,85 m2
Temperatur tubuh 37,00C
Temperatur panas 34,00C
Kapasitas panas 0.86 Kcal/Kg C

Tabel Sistem Satuan Internasional,Turunan SI dan non SI(Lanjutan)

Umur 30 tahun

Basal Metabolisme 38 Kcal/m2 hr


Kebutuhan O2 260 ml/min
Produksi CO2 208/min
Volume darah 5,2 liter
Cardiac output 5 liter/menit
Tekanan Darah 120/80 mm Hg
Heart rate 70 beat/min
Total Lung capacity 6 liter
Vital capacity 4,8 liter
Tidal capacity 0,5 liter
Dead space 0,15 liter
Breathing rate 15/min
Muscle mass 30000 g(45% dari massa badan)
Fat mass 10000 g(14% dari massa badan)
Dan sebagainya

3. HUKUM DASAR DALAM BIOMEKANIKA

Dalam biomekanika memakai hukum dasar yang dirumuskan oleh newton


untuk mempelajari gerakan mekanik pada manusia dan hewan. Hukum newton
sangat memadai dan banyak penggunaannya di dalam bidang astronomi, geologi,
biomekanik dan tehnik. Ada 3 hukum dasar mekanika yang dicetuskan oleh
Newton yaitu :

1) Hukum Newton Pertama (Inersia = kelembanan)


Hukum ini menjelaskan bahwa benda memiliki sifat mempertahankan
keadaannya, jika benda itu bergerak maka benda itu akan bergerak terus
menerus. Demikian pula benda itu sedang tidak bergerak maka benda itu
mals untuk mulai bergerak. Dengan itu dapat disimpulkan bahwa
pergerakan itu dipengaruhi oleh gaya, yang berbunyi Setiap objek
berlangsung dalam keadaan istirahat, atau gerakan yang sama pada suatu
garis lurus. Kecuali benda itu dipaksa untuk berubah keadaan oleh gaya
yang bekerja padanya

2) Hukum Newton Kedua

8
Jika ada gaya yang bekerja pada suatu benda maka benda akan mengalami
suatu percepatan yang searah dengan gaya. Percepatan (a) dan gaya (F)
adalah sebanding dengan besaran. Hubungan gaya (F) dan percepatan (a)
oleh Newton dirumuskan :
F = m.a
m = massa benda (kg)
a = percepatan (ms-2)
F = kgms-2 =N
Massa benda tidak sama dengan berat benda, massa benda adalah kuantitas
skalar sedangkan berat benda adalah gaya gravitasi yang bekerja pada
benda tersebut dan merupakan kuantitas vektor (Fg = gaya gravitasi, Fg =
m.g).

3) Hukum Newton Ketiga


Jika suatu benda Amemberikan gaya F pada benda B, pada waktu
bersamaan bend B memberi gaya R pada benda A, gaya R sama dengan
gaya F, tetapi mempunyai arah yang berlawanan.

4) Gaya pada tubuh dan di dalam tubuh


Ada gaya yang bekerja pada tubuh dan dalam tubuh Kita sendiri. Gaya
yang bekerja pada tubuh ini dapat diketahui apabila kita menabrak sustu
objek. Sedangkan gaya yang berada dalam tubuh, sering tidak kita ketahui
misalnya gaya otot yang menyebabkan mengalirnya darah dan paru-paru
yang mmemperoleh udara.
Hukum Newton merupakan gaya tarik antara dua benda, misalnya berat
badan, ini merupakan gaya tarik bumu terhadap badan kita. Terjadi varises
pada Vena merupakan gaya tarik pada bumi terhadap aliran darah yang
mngalir secara berlawanan.

9
Ditinjau dar segi statis dan dinamisnya tubuh manusia maka gaya
yangbekerja pada tubuh manusia ini dibagi menjadi 2 tipe yaitu :
a. Gaya pada tubuh keadaan statis
Tubuh dalam keadaan setimbang berarti jumlah gaya dalam segala
arah sama dengan nol, dan jumlah momentum gaya terhadap
sumbu juga sama dengan nol. Sistem otot dan tulang dari tubuh
manusia bekerja sebagai pengumpil. Ada tiga macam sistem
pengumpil yang bekerja dalam tubuh manusia.
Klas pertama sistem pengumpil, titik tumpuan terletak
diantara gaya berat dan gaya otot.

Klas kedua sistem pengumpil, gaya berat diantara titik


tumpuan dan gaya otot.

Klas ketiga sistem pengumpil, gaya otot terletak diantara


titik tumpuan dan gaya berat.

Dari ketiga klas ini, maka klas ketiga sistem pengumpil ini yang terumum,
kemudian klas kedua dan klas pertama beberapa contoh :

1.

10
2. Apabila lengan depan membuat sudut terhadap bidang horizontal

3. Tarikan Otot Deltoideus

5) Analisa gaya dan kegunaan klinik

11
Gaya yang bekerja pada suatu benda atau tubuh manusia bisa gaya vertikal,
gaya horisontal dan gaya bentuk sudut dengan bidang horisontal atau vertikal.

a) GAYA VERTIKAL

Apabila seseorang berdiri diatas suatu benda maka orang tersebut akan
memberi gaya diatas benda tersebut ,sedangkan benda tersebut akan memberi
gaya reaksi yang besarnya sama dengan gaya yang diberikan orang itu. Peristiwa
ini merupakan hukum Newton ketiga(aksi sama dengan reaksi).

b) GAYA HORISONTAL

Ada dua gaya yang bekerja pada sebuah benda dengan arah yang sama,
maka total total gaya yang diperoleh sebesar:

S =F1+F2

Apabila dua gaya yang bekerja pada sebuah benda dengan arah yang
berlawanan, maka total gaya sebesar selisih gaya | dan gaya|| :S =F1 - F2

c) PENGGUNAAN KLINIK

12
Pada traksi tulang di bawah ini berat pemberat 1/7BB

Pada traksi kulit ini berat pemberat sebesar 1/10BB; traksi kulit hanya
diperuntukkan bagi anak-anak kurang dari 12 tahun.

6) Gaya Yang Membentuk Sudut

Disini gaya tarikan membentuk sudut dengan garis horisontal atau garis vertikal.

Gambar:

F =gaya tarik

F1 dan F2 adalah hasil

Sebuah objek ditarik dengan dua gaya. Tarikan demikian dapat digambarkan
sebagai berikut:

13
Gambar:

S= gaya penjumlahan yang merupakan vektor F1 dan F2.

Contoh penggunaan klinik

14
4. FISIKA OLAHRAGA

Yang perlu diperhatikan oleh ragawan yaitu keadaan fisik dan tehnik
yang dikuasai oleh olahragawan. Keadaan fisik meliputi kesehatan dan postur
tubuh; hal ini akan dibahas dalam mata pelajaran Anatomi, Faal olahraga atau
disiplin ilmu lainnya. Masalah tehnik meliputi tehnik yang dikuasai serta hal-hal
yang berkaitan dengan bidang fisika yaitu mengenai penentuan pusat grafitasi
(center of gravity), momentum dan torsi(tornique).

5. PUSAT GRAVITASI TUBUH(CENTER OF GRAVITY OF


HUMANS)

Titik yang dipakai gaya gravitasi pada tubuh dikenal sebagai pusat gravitasi. Pusat
gravitasi ini merupakan bagian dari pusat massa.

Penentuan pusat gravitasi tubuh manusia sangat berguna dalam pemakaiannya


yaitu untuk menganalisa loncat tinggi, gymnastik dan lain-lain aktivitas olahraga.
Tehnik menentukan pusat gravitasi ada beberapa cara yaitu :

a. Menggantungkan sebuah objek (yang akan ditentukan pusat gravitasi) pada dua
titik yang berbeda.

b. Berdiri diatas sebuah papan dimana kedua ujung papan terletak diatas
timbangan.

c. Metode grafik

d. Metodeanalisa.

15
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/doc/244925381/Aplikasi-Biomekanika-Dalam-Keperawatan

Gabriel, J. F.1996. Fisika Kedokteran. Jakarta: EGC

https://id.scribd.com/doc/98452575/ biomekanika

16
17