Anda di halaman 1dari 2

ASUHAN FISIOTERAPI PADA KONDISI POST PARTUS

Nama Pasien : No. RM :


Ruangan : Kelas :
Diagnosa :
Diagnosa Intervensi Fisioterapi Evaluasi Paraf

Tgl No Fisioterapi/Masalah Implementasi


Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Kolaborasi
Pasien dengan kondisi post Setelah dilakukan tindakan Intervensi yang diberikan Memberikan latihan S:
Fisioterapi minimal 2x
partus cenderung terjadi pada pasien post partus pernafasan sebelum
teapi, diharapkan pasien
permasalah berupa : diantaranya: dilakukan latihan yang
dapat mengalami
Berat badan naik Breathing exercise lain
Nyeri pinggang perkembangan yang Melatih anggota gerak O:
Nyeri post operasi SC (abdominal dan costal)
Elastisitas dan kekuatan dibuktikan dengan kriteria Latihan aktif AGA atas (AGA) dan anggota

otot-otot perut dan dasar hasil: maupun AGB gerak bawah (AGB)
Kegel Exercise
Berat badan dalam batas Latihan Pelvic Telting secara aktif A:
panggul menurun
Perubahan postur tubuh Latihan Bridging Memberikan latihan
normal Masalah
Masalah dalam Latihan Kifotisasi
Nyeri pinggang Latihan statik kontraksi Kaggle
Memberikan latihan teratasi
memproduksi ASI Berikan latihan cara
Tidak mampu berkurang
Nyeri post operasi SC merawat payudara dan Pelvic Telting
mengontrol buang air Memberikan latihan
Masalah
berkurang laktasi
Mengembalikan Latihan mobilisasi Bridging teratasi
Memberikan latihan
elastisitas dan (mika-miki) maksimal 2 sebagian
Kifotisasi
menguatkan otot-otot jam sekali Memberikan latihan statik Masalah
Latihan transver-
perut dan otot-otot dasar kontraksi belum teratasi
ambulasi Memberikan latihan cara
panggul Elevasikan daerah yang
kecil Memperbaiki postur merawat payudara dan
After pain (Rasa mules edema P:
tubuh Home program laktasi
ssesudah partus akibat Membantu lancarnya Memberikan latihan

kontraksi uterus) produksi ASI mobilisasi (mika-miki)


Hipertensi post partus Mampu mengontrol
Gangguan aliran darah yang dilakukan maksimal
buang air kecil
(terjadi trombosis) Menghindari adanya 2 jam sekali
Edema Memberikan latihan
gangguan aliran darah
transver-ambulasi
(trombosis) Mengelevasikan daerah
Mengurangi terjadinya
yang mengalami edema
edema Memberikan home

program (edukasi) kepada

pasien