Anda di halaman 1dari 10

PERENCANAAN PERBAIKAN STRATEGIS SKP

RUMAH SAKIT UMUM WISATA UIT MAKASSAR

NO STANDAR/ LANGKAH METODE INDIKATOR WAKTU PENANGGU KETERANG


ELEMEN PEMENUHAN EP PERBAIKAN PENCAPAIAN NG AN
PENILAIAN JAWAB
1. Rumah Sakit Mengadakan -Pengadaan Koordinasi, 6 bulan Ketua Pokja
SKP telah Rapat koordinasi lemari untuk evaluasi dan bersama
III mengembangk yang me-libatkan menyimpan sosialisasi
unit terkait
an suatu Pimpinan Rumah obat golongan SPOtentang
pendekatan Sakit dan kepala high alert dan obat high alert
untuk Unit / Instalasi terkunci dan tempat
memperbaiki untuk membuat -Pemberian penyimpanann
/meningkatkan kebijakan dan label semua ya harus
ke amanan prosedur (SPO) obat golongan terkunci
obat-obatan tentang obat- high alert
yang perlu obat yang perlu di
diwaspadai waspadai dan di
(high- alert) implementasikan
ke setiap unit.
2. Rumah Sakit Mengadakan Evaluasi 6 bulan Ketua Pokja
SKP telah Rapat koordinasi terhadap bersama
III mengembangk yang me-libatkan semua
Wasdir
an suatu Pimpinan Rumah kebijakan dan
pendekatan Sakit dan kepala prosedur Pelayanan
untuk Unit / Instalasi tentang obat
memperbaiki untuk membuat elektrolit
/meningkatkan kebijakan dan konsentrat
ke amanan prosedur tentang disimpan di
obat-obatan obat elektrolit farmasi dengan
yang perlu konsentrat tidak lemari terkunci
diwaspadai boleh disimpan di
(high- alert) ruangan
perawatan kecuali
jika dibutuhkan
secara klinis dan
pencampurannya
dilakukan oleh
staff farmasi.

Standar No. Urut Elemen Penilaian Fakta dan Analisis Rekomendasi


AP.1 (Semua pasien yang Kebijakan dan prosedur Sudah ada SK dan SPO -

dilayani rumah sakit harus 1 rumah sakit menegaskan asesmen informasi yang
diidentifikasi kebutuhan asesmen informasi yang harus diperoleh dari
pelayanannya melalui harus diperoleh dari pasien pasien rawat inap.
suatu proses asesmen rawat inap.
yang baku)
(Semua pasien yang Kebijakan dan prosedur Sudah ada SK dan SPO -

dilayani rumah sakit harus 2 rumah sakit menegaskan asesmen informasi yang
diidentifikasi kebutuhan asesmen informasi yang harus diperoleh dari
pelayanannya melalui harus diperoleh dari pasien pasien rawat jalan.
suatu proses asesmen rawat jalan.
yang baku)
(Semua pasien yang Kebijakan rumah sakit Sudah ada SK yang -
dilayani rumah sakit harus mengidentifikasi tentang mengidentifikasikan
diidentifikasi kebutuhan 3 informasi yang harus tentang informasi yang
pelayanannya melalui didokumentasi untuk harus didokumentasikan
suatu proses asesmen asesmen. untuk asesmen
baku)
AP. 1.1 (Rumah sakit telah Isi minimal asesmen Isi minimal asesmen -

menetapkan isi minimal ditetapkan oleh setiap disiplin sudah ditetapkan oleh
asesmen berdasarkan 1 klinis yang melakukan setiap disiplin klinis
undang undang peraturan asesmen dan merinci elemen
dan standar profesi) yang dibutuhkan pada
riwayat penyakit dan
pemeriksaan fisik (lihat juga
PAB.3, EP.3 dan PAB.4, EP.1).
(Rumah Sakit telah Isi minimal dari asesmen Sudah ada SK tentang -
menetapkan isi minimal 3 pasien rawat inap ditetapkan isi minimal pasien rawat
asesmen berdasarkan
dalam kebijakan (lihat juga inap
undang undang, peraturan
dan standar profesi) AP.1.1, EP.1)
(Runah Sakit telah Isi minimal dari asesmen Sudah ada SK tentang -

menetapkan isi minimal 4 pasien rawat jalan ditetapkan isi minimal pasien rawat
asesmen berdasarkan dalam kebijakan. jalan
undang undang, ,
peraturan dan standar
profesi)
AP.1.4 (Asesmen Temuan dari semua asesmen Sudah dilakukan -

harusselesai dalam diluar rumah sakit dinilai asesmen ulang terhadap


kerangka waktu yang 3 ulang dan diverifikasi pada temuan diluar rumah
ditetapkan rumah sakit) saat pasien masuk rawat inap sakit dan sudah
(lihat juga AP.1.4.1) untuk diverifikasi pada saat
memperbaharui atau pasien masuk ke rawat
mengulang bagian-bagian inap untuk kasus yang
dari asesmen medis yang sudah lebih dari 30 hari
sudah lebih dari 30 hari (lihat
juga MKI.1.6, EP.1)

AP.1.4.1 (Asesmen awal Asesmen awal medis yang Asesmen awal dilakukan Asesmen awal tidak
medis dan keperawatan dilakukan sebelum pasien di sebelum pasien dirawat boleh dilakukan sebelum
harus lengkap dalam rawat inap, atau sebelum kurang dari 30 hari pasien dirawat 30 hari
waktu 24 jam setelah tindakan pada rawat jalan di
pasien masuk rawat 3 rumah sakit, tidak boleh lebih
inap atau lebih cepat dari 30 hari, atau riwayat
tergantung kondisi medis telah diperbaharui dan
pasien atau sesuai pemeriksaan fisik telah
kebijakan rumah sakit). diulangi.
AP.1.6 (Pasien di Staf yang kompeten Staf berkualifikasi -
skrining untuk status mengembangkan criteria mengembangkan
gizi dan kebutuhan 4 untuk mengidentifikasi pasien criteria untuk
fungsional serta yang memerlukan asesmen mengidentifikasi pasien
dikonsul untuk asesmen fungsional lebih lanjut (lihat yang memerlukan
lebih lanjut dan juga SKP VI, EP.1, terkait asesmen fungsional
pengobatan apabila asesmen resiko jatuh).
dibutuhkan)
(Pasien di skrining untuk Pasien disaring untuk menilai Penyaringan pasien -
status gizi dan kebutuhan asesmen untuk menilai kebutuhan
kebutuhan fungsional 5 fungsional lebih lanjut asesesmen fungsional
serta dikonsul untuk sebagai bagian dari asesmen lebih lanjut
asesmen lebih lanjut awal (lihat juga SKP VI, EP.2)
dan pengobatan apabila
dibutuhkan)

(Pasien Di skrining Pasien yang memerlukan Pasien yang -


untuk status gizi dan asesmen fungsional sesuai memerlukan asesmen
kebutuhan fungsional 6 criteria dikonsul untuk
fungsional sudah
serta dikonsul untuk asesmen tersebut.
asesmen lebih lanjut dikonsul sesuai criteria
dan pengobatan apabila untuk asesmen tersebut
dibutuhkan)
AP.1.7 (Semua pasien Pasien di skrining untuk rasa Sudah ada SPO -
rawat inap dan rawat sakit (lihat juga PP.6, EP.1) manajemen nyeri
jalan di skrining untuk 1
rasa sakit dan dilakukan
asesmen apabila ada
rasa nyerinya)
(Semua pasien rawat Apabila diidentifikasi ada rasa Sudah dilaksanakan -
inap dan rawat jalan di sakit pada asesmen awal,
skrining untuk rasa sakit pasien dirujuk atau rumah
dan dilakukan asesmen 2 sakit melakukan asesmen
apabila ada rasa lebih mendalam, sesuai
nyerinya) dengan umur pasien dan
pengukuran intensitas dan
kualitas nyeri seperti
karakter, kekerapan/
frekuensi, lokasi dan
lamanya.
(Semua pasien rawat Asesmen dicatat sedemikian Asesmen ulang pada -
inap dan rawat jalan di sehingga memfasilitasi manajemen nyeri sudah
skrining untuk rasa sakit 3 asesmen ulangan yang
dilaksanakan
dan dilakukan asesmen teratur dan tindak lanjut
apabila ada rasa sesuai kriteria yang
nyerinya) dikembangkan oleh rumah
sakit dan kebutuhan pasien.

AP.1.8 (Rumah Sakit Rumah Sakit menetapkan Sudah ada criteria -


melaksanakan asesmen criteria tertulis tentang tertulis tentang
awal individual untuk 1 asesmen tambahan, khusus asesmen tambahan
populasi tertentu yang
atau lebih mendalam perlu
dilayani rumah sakit)
dilaksanakan
(Rumah Sakit Proses asesmen untuk Sudah ada SPO asesmen -
melaksanakan asesmen 2 populasi pasien dengan untuk populasi pasien
awal individual untuk
kebutuhan khususnya dengan kebutuhan
populasi tertentu yang
dilayani rumah sakit) dimodifikasi secara tepat khusus
sehingga mencerminkan
kebutuhan pasien
AP.1.9 (Kepada pasien Pasien yang akan meninggal Sudah ada asesmen dan -
yang akan meninggal dan keluarganya dilakukan asesmen ulang untuk
dan keluarganya,
1 asesmen ulang untuk elemen pasien yang akan
dilakukan asesmen dan
asesmen ulang sesuai a s/d I dalam maksud dan meninggal
kebutuhan individual tujuan sesuai kebutuhan
mereka)
mereka yang diidentifikasi.
(Kepada pasien yang Temuan dalam asesmen Temuan dalam asesmen -
sudah meninggal dan mengarahkan pelayanan sudah mengarah pada
keluarganya, dilakukan
yang diberikan (lihat juga pelayanan yang
asesmen dan asesmen
ulang sesuai kebutuhan 2 AP.2, EP.2) diberikan
individual mereka)
(Kepada pasien yang Temuan dalam asesmen Temuan dalam asesmen -
sudah meninggal dan didokumentasikan dalam sudah
keluarganya, dilakukan
3 rekam medis pasien didokumentasikan
asesmen dan asesmen
ulang sesuai kebutuhan dalam rekam medis
individual mereka) pasien
AP.1.10 (Asesmen awal Bila teridentifikasi kebutuhan SPO sudah ada -
termasuk penetapan tambahan asesmen khusus,
kebutuhan untuk 1 pasien dirujuk didalam atau
tambahan asesmen keluar rumah sakit (lihat juga
khusus) APK.3, EP.1)

(Asesmen awal Asesmen khusus yang Asesmen khusus yang -


termasuk penetapan 2 dilakukan di dalam rumah dilakukan sudah dicatat
kebutuhan untuk sakit dilengkapi dan dicatat di dalam rekam medis
tambahan asesmen dalam rekam medis pasien pasien
khusus)
AP.1.11 (Asesmen awal Ada proses untuk identifikasi Sudah ada discharge -
termasuk menentukan pasien yang rencana plan untuk pasien kritis
kebutuhan rencana 1 pemulangannya kritis
pemulangan pasien (discharge) (lihat juga APK.3,
(discharge) EP.2)
(Asesmen awal Rencana pemulangan bagi Sudah ada discharge -
termasuk menentukan 2 pasien seperti ini dimulai plan pasien kritis yang
kebutuhan rencana segera setelah pasien dibuat segera setelah
pemulangan pasien diterima sebagai pasien pasien masuk rawat
(discharge) rawat inap (lihat juga APK.3, inap
EP.4)
AP.2 (Semua pasien Untuk pasien non akut, Sudah ada kebijakan -
dilakukan asesmen kebijakan rumah sakit untuk pasien non akut
pada interval tertentu menetapkan keadaan, dan boleh dilakukan
atas dasar kondisi dan 5 tipe pasien atau populasi asesmen ulang kurang
pengobatan untuk pasien, dimana asesmen oleh dari sekali sehari
menetapkan respons dokter bias kurang dari sekali
terhadap pengobatan sehari dan menetapkan
dan untuk interval minimum untuk
merencanakan jadwal asesmen ulang bagi
pengobatan atau untuk kasus seperti ini.
pemulangan pasien)

AP.4.1 (Kebutuhan Pasien dan keluarga diberi Pasien dan keluarga -


pelayanan palin urgen informasi tentang hasil dari sudah diberi informasi
atau penting di 2 proses asesmen dan setiap tentang hasil dari proses
identifikasi) diagnosis yang telah asesmen dan setiap
ditetapkan apabila diperlukan diagnosis yang telah
(lihat juga HPK.2.1, EP.1) ditetapkan apabila
diperlukan
(Kebutuhan pelayanan Pasien dan keluarganya diberi Pasien dan keluarga -
paling urgen atau 3 informasi tentang rencana sudah diberi informasi
penting di identifikasi) pelayanan dan pengobatan tentang rencana
dan diikutsertakan dalam pelayanan dan
keputusan tentang prioritas pengobatan dan
kebutuhan yang perlu diikutsertakan dalam
dipenuhi (lihat juga ke keputusan tentang
HPK.2.1, EP.2, EP.4 dan prioritas kebutuhan
APK.1.2, EP.5 yang perlu dipenuhi