Anda di halaman 1dari 6

Pengaruh strategi pemasaran produk pembiayaan mudharabah di BMT terhadap peningkatan

jumlah nasabah
(Tugas ini diajukan untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah metode penelitian perbankan)
Dosen Pengampu : Heni Noviarita,S.E.,M.Si

Disusun Oleh :
Mario Ledesman (1451020234)

Perbankan Syariah (B)


Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
Pengaruh strategi pemasaran produk pembiayaan mudharabah di BMT terhadap
peningkatan jumlah nasabah
(Study pada BMT Sepakat,Sukarame,Bandar Lampung)

A. Latar Belakang Masalah

Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa memerlukan pola pengaturan pengelolaan sumber-


sumber ekonomi yang tersedia secara terarah dan terpadu serta dimanfaatkan bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Lembaga-lembaga perekonomian bahu membahu mengelola dan
menggerakkan semua potensi ekonomi agar berhasil guna secara optimal. Lembaga keuangan
mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menggerakkan roda perekonomian. Akantetapi,
badan perekonomian di Indonesia ini, banyak yang tidak menggunakan cara-cara yang sesuai
dengan ajaran islam. Oleh sebab ini orang Islam berusaha mengembangkan keuangan yang
berbasis syariah.Salah satu lembaga keuangan syariah adalah Baitul Maal Wattamwil (BMT).
BMT terdiri dari 2 istilah, yaitu baitul maal dan baitul tamwil. Baitul maal lebih mengarah pada
usaha dalam mengelola dana. Adapun baitul tamwil adalah sebagai usaha pengumpulan dan
penyaluran dana. BMT dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan memuaskan bagi
semua nasabah, hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas BMT. Dalam fungsinya BMT
selain harus mampu memberikan pelayanan yang baik tetapi juga harus tetap berhubungan secara
baik dengan masyarakat sebagai nasabahnya. 1
Sejak diberlakukan UU No. 10 Tahun 1998,landasan hukum bank syariah sudah cukup
naik dari segi kelembagaan maupun operasionalnya. BMT termasuk dalam kategori lembaga
keuangan mikro non bank yang bersifat informal,disebut informal karena keberadaan BMT tidak
diperlukan legitimasi formal. Kinerja BMT hampir sama dengan koperasi,dimana didalamnya
terdapat produk baik pengumpulan dana maupun penyaluran dana. Untuk operasionalnya sendiri
hampir sama dengan bank syariah yaitu dengan penerapan sistem bagi hasil. BMT pada awalnya
berdiri sebagai suatu lembaga ekonomi rakyat yang membantu masyarakat yang kekurangan,yang
miskin dan nyaris miskin. Kegiatan utama yang dilakukan oleh BMT yaitu pengembangan usaha
mikro dan usaha kecil,terutama mengenai bantuan permodalan. Untuk melancarkan usaha
pembiayaan (financing),BMT berupaya menghimpun dana sebanyak banyaknya yang berasal dari
masyarakat lokal sekitar. Sebagai lembaga keuangan syariah,BMT harus berpegang teguh pada

1 Moejikad, Kamus Manajemen, (Bandung: Mandar Maju, 1990), hlm. 519.


prinsip syariah,keimanan jadi landasan kemampuan untuk tumbuh dan berkembang. Hampir
semua BMT yang ada memilih koperasi sebagai badan hukum.
Dengan berdirinya BMT memberikan kemudahan pelayanan jasa semi perbankan,terutama bagi
pengusaha atau pedagang golongan ekonomi lemah sehingga akan mampu menggali potensi,
meningkatkan produktivitas,meningkatkan pendapatan serta mengembangkan perekonomian di
Indonesia.
Hubungan ini dijalankan dengan tujuan agar BMT dapat mengetahui sejauh mana
kepuasan nasabah terhadap pelayanan yang diberikan. Kepuasan nasabah ini merupakan bagian
terpenting dari BMT. Oleh karena itu harus diberikan pelayanan dengan mutu terbaik, karena
tanpa nasabah BMT tidak ada artinya. Peningkatan jumlah dan pemerataan BMT yang merupakan
obsesi pemerintah. Bagi BMT, hal tersebut justru akan semakin meningkatkan motivasi
dikarenakan ketatnya persaingan. Jadi agar bertahan hidup, BMT harus meningkatkan mutu
pelayanannya di samping menerapkan prinsip-prinsip efisiensi secara ekonomik. Hal ini
merupakan tantangan yang perlu dihadapi oleh manajer BMT saat ini dalam menghadapi
persaingan tersebut. Perkembangan kebutuhan pelayanan masyarakat dimasa depan ditentukan
oleh perubahan ekonomi, sosial. Nasabah sebagai komitmen utama jasa pelayanan BMT perlu
diperhatikan keinginan dan kebutuhannya. 2
Adapun alasan penulis melakukan penelitian ini yaitu agar penulis mengetahui strategi
apa yang digunakan oleh BMT tersebut,agar mengetahui seberapa besar daya tarik masyarakat
terhadap produk pembiayaan mudharabah dan agar penulis mengetahui pengaruh strategi promosi
pembiayaan mudharabah terhadap peningkatan jumlah nasabah di BMT tersebut.

2 Hadikoesoemo, Hatief, dkk, Perbankan Syariah Indonesia, (Jakarta: PAPSI, 2003),


hlm. 51.
B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana strategi pemasaran produk pembiayaan mudharabah yang dilakukan oleh BMT
tersebut?

2. Bagaimana pengaruh strategi pemasaran produk pembiayaan mudharabah terhadap


peningkatan jumlah nasabah di BMT tersebut?

C. Tujuan Dan Kegunaan Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Adapun beberapa tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui seberapa besar respon masyarakat terhadap strategi produk mudharabah.

b. Untuk mengetahui pendapat nasabah tentang produk mudharabah tersebut.

2. Kegunaan Penelitian

a. Kegunaan Praktis
Sebagai tambahan informasi mengenai sistem pembiayaan dengan prinsip Mudharabah pada
lembaga Baitul Maal Wattamwil (BMT)

b. Kegunaan Akademis
1.Bagi Penulis
Penulis dapat lebih memahami dan memperdalam ilmu mengenai keuangan dan manajemen dana
pada BMT secara khusus serta dapat mengetahui realisasi antara teori yang diperoleh selama
proses belajar dengan praktek yang terjadi dilapangan.

2.Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi tambahan serta masukan bagi kemajuan
Baitul Maal Wattamwil (BMT). Serta sebagai sumbangan nilai bagi perusahaan yang berupa
saran dan usulan-usulan sebagai bahan pertimbangan untuk kemajuan perusahaan tersebut.
Khususnya dalam pembiayaan mudharabah.

D. Tinjauan Pustaka

Dapat dikatakan bahwa penelitian tentang per BMT-an pada umumnya dan tentang
strategi pemasaran pada khususnya sudah banyak dilakukan sebelumnya. Upaya untuk melihat
posisi penelitian dalam skripsi ini, menjadi penting untuk dideskripsikan penelitianpenelitian
terdahulu yang relevan dengan penelitian ini.
Seperti dalam penelitian skripsi M. Muzamil 2004, Study Keuangan Islam Jurusan
Muamalah Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang berjudul Efektifitas Promosi
Terhadap Peningkatan Jumlah Pendapatan di BMT Bina Duafa BringharjoYogyakarta
menyimpulkan bahwa variabel efektifitas terhadap peningkatan jumlah pendapatan di BMT Bina
Duafa Bringharjo Yogyakarta terdiri dari periklanan, publisitas, dan promosi penjualan. 3
Penelitian skripsi Aries Firdaus, yang berjudul Strategi Pemasaran Produk Pembiyaan
BMT Al-Jibaal Cirendeu Ciputat Timur Tangerang Selatan. Hasil penelitian yang didapat
adalah,
(1). Strategi Promosi yang digunakan masih sangat sederhana, dan penyebaran informasinya pun
terbatas
hanya di area cirendue.
(2) Belum adanya media komunikasi elektronik berupa Fans Page, Facebook dan Website,
padahal identitas perusahaan sangat penting untuk diketahui masyarakat luas.
(3) Strategi harga yang dilakukan BMT mengikuti harga pasar koperasi yang lain dengan margin
dan nisbah 2 s.d 2.5 %.
3 M. Muzamil Efektifitas Promosi Terhadap Peningkatan Jumlah Pendapatan di BMT
Bina Duafa Bringharjo Yogykarta, Skripsi, 2004, hlm. 80.
Penelitian skripsi Nur Aini Zulfa,yang berjudul Praktek Pembiayaan mudharabah pada
BMT An-Nawawi Purworejo. Hasil penelitian menunjukan bahwa praktek pembiayaan
mudharabah di BMT An-Nawawi Purworejo sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional
tentang pembiayaan Mudharabah. Praktek pembiayaan mudharabahdi BMT An-Nawawi
Purworejo sudah memenuhi unsur-unsur tersebut. Adanya pemisahan fungsi dan tugas untuk
masing-masing bagian, terdapat penulisan tanggal, nomor pembiayaan,pengisian kolom secara
urut, dan paraf dari petugas yang bersangkutan didokumen pembiayaan mudharabah, serta
karyawan yang kompeten dibagian pembiayaan membuat prosedur pembiayaan mudharabah telah
diterapkan di BMT An-Nawawi Purworejo berjalan dengan baik..
Berdasarkan tinjauan pustaka diatas yang disimpulkan,adapun perbedaan antara peneliti
diatas dengan yang penulis teliti yaitu waktu penelitian,subyek penelitian,obyek penelitian yang
berbeda. Tetapi semua penelitian yang diatas sama sama tertuju dengan pembahasan strategi
produk pembiayaan mudharabah.
Adapun alasan saya melakukan penulisan ini yaitu agar mengetahui strategi apa yang
digunakan oleh BMT tersebut,agar mengetahui seberapa besar daya tarik masyarakat terhadap
produk pembiayaan mudharabah dan agar mengetahui pengaruh strategi promosi pembiayaan
mudharabah terhadap peningkatan jumlah nasabah di BMT tersebut. Akan tetapi,yang membuat
penulisan ini berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yaitu,dalam penulisan ini saya
hanya membahas tentang bagaimana strategi pemasaran produk pembiayaan mudharabah yang
dilakukan oleh pihak BMT dalam meningkatkan jumlah nasabah. Serta saya berusaha untuk
menghasilkan penelitian yang lebih baik lagi dari penelitian-penelitian terdahulu.