Anda di halaman 1dari 11

1

KALORIMETER

Kalorimeter bomb Kalorimeter


sederhana

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


2

Kompetensi Dasar

3.4 Memahami konsep H sebagai kalor reaksi pada tekanan tetap


dan penggunaannya dalam persamaan termokimia.
4.5 Menentukan perubahan entalpi berdasarkan data kalorimeter,
entalpi pembentukan, atau energi ikatan berdasarkan hukum
Hess.

Indikator Pembelajaran

3.4.1 Menjelaskan sistem terisolasi pada kalorimeter


4.5.1 Membedakan jenis-jenis kalorimeter
4.5.2 Menjelaskan prinsip kerja yang terjadi pada kalorimeter
4.5.3 Menentukan perubahan entalpi dengan menggunakan
kalorimeter

Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik menjelaskan konsep H pada kalorimeter


melalui diskusi dengan benar.
2. Peserta didik dapat menentukan perubahan entalpi menggunakan
kalorimeter sederhana melalui praktikum dengan benar.

Petunjuk Penggunaan Bahan Ajar

1. Bacalah bahan ajar dengan teliti dan seksama.


2. Gunakan bahan ajar ini sebagai informasi singkat tentang materi
3. Bahan ajar ini perlu dilengkapi dengan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
4. Apabila ada yang kurang dimengerti, pelajari kembali atau tanyakan pada guru.

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


Mey Melisa, S.Pd/2015059448
Mey Melisa, S.Pd/2015059448
Perhatikan Gambar di Bawah ini !

PENDAHULUAN

Dalam kehidupan sehari-hari, makan sudah menjadi kewajiban bagi


setiap orang. Mayoritas jumlah makan seseorang itu adalah 3 kali
sehari, namu ada juga yang lebih dari 3 kali ataupun kurang dari 3
kali. Itu semua disesuaikan dengan kebutuhan tiap orang.

Namun apakah makanan yang dikonsumsi telah sesuai kebutuhan


gizi tubuh ? Seperti yang kalian lihat digambar atas, bahwa setiap
jenis pangan memiliki jumlah kalori yang berbeda-beda. Alat
apakah yang digunakan untuk nilai kalori suatu pangan ?
Bagaimanakah cara mengukurnya ?

Untuk menjawab pertanyaan berikut. Mari kita pelajari ilmu yang


dapat menjawab pertanyaan diatas, yaitu kalorimeter.

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


Materi Ajar

KALORIMETER
Pengukuran jumlah kalor reaksi yang diserap atau dilepaskan
pada suatu reaksi kimia dengan eksperimen disebut kalorimetri.
Sedangkan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai
kalori) yang dibebaskan adalah kalorimeter. Proses dalam kalorimeter
berlangsung secara adiabatik, yaitu tidak ada energi yang lepas atau
masuk dari luar ke dalam kalorimeter. (Petrucci,1987)
A. Jenis-jenis kalorimeter
Kalorimeter terbagi menjadi dua,yaitu :
1) Kalorimeter Bomb

Kalorimeter bomb adalah alat yang digunakan untuk mengukur


jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran
sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan,
atau bahan bakar. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung
beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor
(kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari
kawat logam terpasang dalam tabung.

Gambar 1. Kalorimeter Bomb


Keterangan :

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


a. Termometer berguna untuk mengukur suhu.
b. Pengaduk berguna untuk mengaduk air pendingin.
c. Katup oksigen untuk memasukkan oksigen dari tabung.
d. Cawan untuk meletakkan bahan/sampel yang akan di bakar.
e. Kawat penyala untuk membakar.
f. Bomb yaitu tempat terjadinya pembakaran.

Prinsip Kerja Kalorimeter Bomb

Kalorimeter bomb merupakan suatu alat yang banyak di


gunakan untuk penentuan nilai kalor bahan padat dan cair.
Pengukuran kalorimeter bomb dilakukan pada kondisi volume
konstan tanpa aliran atau dengan kata lain reaksi pembakaran di
lakukan tanpa menggunakan nyala api melainkan menggunakan
gas oksigen sebagai pembakar dengan volume konstan atu
tegangan tinggi.

Kalorimeter terdiri dari bejana logam yang jenisnya telah


diketahui, dinding penyekat isolator berfungsi mencegah
terjadinya perambatan kalor ke sekitar, termometer, dan
pengaduk. Jika sebuah bahan yang belum diketahui kalor
jenisnya dipanaskan, kemudian dimasukkan ke dalam
kalorimeter dengan cepat, kalor jenis itu dapat dihitung.Bomb
tersebut dimasukkan pada bak yang terisolasi dan diberi
pengaduk serta termometer.

Suhu mula-mula dari bak diukur kemudian reaksi dijalankan


dengan cara menyalakan pemanas kawat kecil yang berada di
dalam bomb. Panas yang dikeluarkan oleh reaksi diabsorpsi
oleh bomb dan bak, menyebabkan temperatur alat naik. Dari
perubahan suhu dan kapasitas panas alat yang telah diukur
maka jumlah panas yang diberikan oleh reaksi dapat dihitung
berdasarkan asas black

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


Reaksi pembakaran yang terjadi didalam bomb, akan
menghasilkan kalor dan diserap oleh air dan bomb. Oleh karena itu,
tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan, maka :
Qreaksi = - (qair + qbomb)
Jumlah kalor yang diserap oleh air dapat dihitung dengan
rumus :
qair = m . c . T
Keterangan :
m = massa air dalam kalorimeter ( g )
c = kalor jenis air dalam kalorimeter ( J / g. K )
T = perubahan suhu ( K )
Jumlah kalor yang diserap oleh bomb dapat dihitung dengan
rumus :
qbomb = Cbomb x T
Keterangan :
Cbomb = kapasitas kalor bomb ( J / oC ) atau ( J / K )
T = perubahan suhu ( oC atau K )

Reaksi yang berlangsung pada kalorimeter Bomb


berlangsung pada volume tetap (v = nol). Oleh karena itu,
perubahan kalor yang terjadi didalam sistem = perubahan
energi dalamnya.
E = q + w, dimana w = -p . v
(jika v = nol, dan w = nol) maka, E = qv

Contoh soal :
Suatu kalorimeter bomb berisi 250 mL air yang suhunya 25 oC,
kemudian dibakar 200 mg gas metana. Suhu tertinggi yang dicapai
air dalam kalorimeter = 35oC. Jika kapasitas kalor kalorimeter = 75
J / oC dan kalor jenis air = 4,2 J / g.oC, berapakah Hc gas metana?
Jawaban :
qair = m x c x DT
= ( 250 ) x ( 4,2 ) x ( 35 25 )
= 10.500 J

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


qbomb = Cbomb x DT
= ( 75 ) x ( 35 25 )
= 750 J

qreaksi = (qair + qbomb )


qreaksi = - ( 10.500 J + 750 J )
= - 11.250 J = 11,25 kJ

200 mg CH4 = 0,2 g CH4 = ( 0,2 / 16 ) mol = 0,0125 mol


Hc CH4 = ( 11,25 kJ / 0,0125 mol ) = - 900 kJ / mol ( reaksi
eksoterm )

2. Kalorimeter Sederhana

Kalorimeter sederhana dapat disusun dari gelas plastik (bahan


nonkonduktor), sehingga jumlah kalor yang diserap atau
dibebaskan ke lingkungan diabaikan. Jumlah kalor yang diserap
atau dilepaskan larutan dapat ditentikan dengan mengukur
perubahan temperaturnya.

Gambar 2. kalorimeter sederhana

Pemakaiannya sama prinsipnya dengan kalorimeter bomb.


Mula-mula suhu pereaksi diukur, lalu dicampur dalam wadah
terisolasi dimana panas reaksi akan mengubah temperatur dari
campuran reaksi. Sesudah reaksi selesai (biasanya hanya
dalam waktu beberapa detik), maka temperatur akhir diukur.
Dari perubahan suhu dan perkiraan kapasitas panas dari
campuran reaksi, maka perkiraan panas reaksi dari reaksi ini
Mey Melisa, dapat
S.Pd/2015059448
dihitung dengan menggunakan asas black
Reaksi yang berlangsung pada kalorimeter sederhana
berlangsung pada tekanan tetap (P = nol). Kalorimeter ini
biasanya dipakai untuk mengukur kalor reaksi yang reaksinya
berlangsung dalam fase larutan ( misalnya reaksi netralisasi
asam basa / netralisasi, pelarutan dan pengendapan ).
qreaksi = (qlarutan + qkalorimeter )
qkalorimeter = Ckalorimeter x T
dengan :
Ckalorimeter = kapasitas kalor kalorimeter ( J / K )
T = perubahan suhu (K )
Jika harga kapasitas kalor kalorimeter sangat kecil; maka dapat
diabaikan sehingga perubahan kalor dapat dianggap hanya
berakibat pada kenaikan suhu larutan dalam kalorimeter.

qreaksi = qlarutan
qlarutan = m x c x T
dengan :
m = massa larutan dalam kalorimeter ( g )
c = kalor jenis larutan dalam kalorimeter ( J / g. K )
T = perubahan suhu (K )
Pada kalorimeter ini, reaksi berlangsung pada tekanan tetap
(P = nol ) sehingga perubahan kalor yang terjadi dalam
sistem = perubahan entalpinya.
H = qp

Contoh soal :
o
Sebanyak 50 mL (=50 gram) larutan HCl 1 M bersuhu 27 C
dicampur dengan 50 mL (=50 gram) larutan NaOH 1 M bersuhu 27
o
C dalam suatu kalorimeter gelas styrofoam. Suhu campuran naik
sampai 33,5 oC. Jika kalor jenis larutan = kalor jenis air = 4,18 J /
g.K. Tentukan perubahan entalpinya!
Jawaban :

Mey Melisa, S.Pd/2015059448


qlarutan = m x c x T
= ( 100 ) x ( 4,18 ) x ( 33,5 27 )
= 2.717 J
Karena kalor kalorimeter diabaikan maka :
qreaksi = qlarutan
= - 2.717 J
Jumlah mol ( n ) HCl = 0,05 L x 1 mol / L = 0,05 mol
Jumlah mol ( n ) NaOH = 0,05 L x 1 mol / L = 0,05 mol

Oleh karena perbandingan jumlah mol pereaksi =


perbandingan koefisien reaksinya maka campuran tersebut
adalah ekivalen.
H harus disesuaikan dengan stoikiometri reaksinya, sehingga :
q (1 mol HCl + 1 mol NaOH ) = ( 1 / 0,05 ) x ( 2.717 J )
= 54.340 J
= 54,34 kJ
Jadi H reaksi = qreaksi = 54,34 kJ

Mey Melisa, S.Pd/2015059448