Anda di halaman 1dari 24

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah
melimpahkan rahmat dan Karunia-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan Tugas
proposal ini tepat pada waktunya. Tugas proposal ini penulis buat sebagai salah satu
syarat dalam menyelesaikan mata kuliah Metode Riset dan Teknik Presentasi, serta
sebagai pembelajaran dalam menyusun karya ilmiah sesuai dengan ilmu yang telah
diterima selama kuliah.

Adapun judul Tugas proposal ini adalah Efektifitas Pengaruh Metode Pelaksanaan
Konstruksi terhadap Proyek Peningkatan Jalan di Kabupaten Tabanan.

Tugas proposal ini disusun sudah maksimal atas bantuan banyak pihak, untuk
itu penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat :

1. Ibu Dr. Ir. I Gusti Agung Putu Eryani, MT selaku Dosen Pembimbing
yang telah dengan sabar membimbing hingga selesainya Tugas proposal ini.
2. Temanteman teknik sipil yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang
telah banyak membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga
Tugas proposal ini dapat terselesaikan.
Atas bantuan dan bimbingan, penulis mengharapkan Tugas proposal ini
mendapat saran/kritik membangun demi kesempurnaan dan semoga Tugas proposal
ini dapat berguna untuk pembaca.

Denpasar, 3 Mei 2016


Penulis

AA GD Dita Ronzana
(1361121043)

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................... ii

DAFTAR GAMBAR........................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang.................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah................................................................................ 2
1.3 Tujuan.............................................................................................. 2
1.4 Batasan Masalah.................................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................3

2.1 Metode Pelaksanaan Konstruksi...................................................................3


2.1.1 Pengertian Metode Pelaksanaan Konstruksi...............................................3
2.1.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan yang Baik.................................................3
2.1.3 Hal-hal yang Mempengaruhi Metode Pelaksanaan Pekerjaan..........................4
2.1.4 Peranan Metode Pelaksanaan Pekerjaan....................................................5
2.1.5 Penentuan Metode Pelaksanaan Pekerjaan.................................................6
2.2 Pengertian Jalan....................................................................................... 7
2.3 Tahapan Metode Pelaksanaan Peningkatan Jalan...............................................8
2.3.1 Pekerjaan Persiapan............................................................................. 8
2.3.2 Pekerjaan Tanah............................................................................... 10

BAB III METODE PENELITIAN.....................................................................18

3.1 Lokasi dan Waktu................................................................................... 18


3.2 Alat dan Bahan...................................................................................... 18
3.2 Metode Pengumpulan Data.......................................................................19
3.3 Jenis Data............................................................................................. 19
3.4 Metode Analisis Data.............................................................................. 20

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 22

2
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pelaksanaan Galian Menggunakan Alat Berat.11

Gambar 2.2 Pengangkutan dan Penghamparan Material.13

Gambar 2.6 Pembersihan Jalan14

Gambar 2.7 Penyemprotan Aspal ke Jalan (Lapisan Resap Pengikat)15

Gambar 2.8 Penghamparan Asphalt Concrete.16

Gambar 2.9 Pemadatan Asphalt Concrete...................................................................17

Gambar 3.1 Lokasi Proyek Peningkatan Jalan............................................................17

Gambar 3.2 Alur Pikir.21

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Didasarkan oleh kebutuhan infrastrukur di Bali kian banyak, pemerintah
dalam hal ini harus mememuhi semua pengadaan suatu infrastruktur yang
diminta oleh masyarakat untuk memperlancar perekonomian dari masyarakat
yang membutuhkan.
Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah adalah perangkat dari Pemerintah
Republik Indonesia yang menangani masalah Pekerjaan Umum dimana
didalamnya terdapat Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah yang bertanggung
jawab atas pengembangan dan pemeliharaan seluruh ruas jalan yang ada,
baik jalan Propinsi dan jalan Negara maupun Kabupaten. Salah satu
kebijaksanaaan Pemerintah Indonesia adalah melaksanakan azas Desentralisasi,
dimana Dinas Pekerjaan Pemerintah bertanggung jawab atas pendanaan dan
pelaksanaan pengembangan serta pemeliharaan jalan-jalan Kabupaten. Prasarana
transportasi merupakan salah satu penunjang dalam pertumbuhan Sosial,
Ekonomi dan Industri. Pertumbuhan ruas- ruas jalan melalui Pemeliharaan
Berkala dibeberapa tempat merupakan salah satu alasan untuk mengatasi
pertumbuhan Lalu lintas di daerah tersebut.
Metode konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi
yang mengikuti prosedur dan telah dirancang sesuai dengan pengetahuan maupun
standar yang telah diujicobakan. Dalam setiap pelaksanaan konstruksi
dibutuhkan inovasi teknologi, agar berbagai kegiatan pembangunan dapat
berjalan secara efisien dan efektif, serta diperoleh produk konstruksi yang lebih
berkualitas. Dalam pelaksanaan pembangunan yang menerapkan metode
konstruksi dengan inivasi teknologi, meliputi rangkaian kegiatan dan urutan
kegiatan pembangunan yang dipadukan dengan persyaratan kontrak (gambar,

1
spesifikasi, jadwal penyelesaian), ketersediaan sumberdaya (tenaga kerja,
material, peralatan) dan kondisi lingkungan seperti cuaca, kondisi tanah, dan
lainnya.Dalam hal proses pengerjaan peningkatan jalan akan dipengaruhi oleh
metode pelaksanaan kontruksi yang harus diperhatikan agar pekerjaan tepat
selesai pada waktunya.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah pengaruh metode pelaksanaan konstruksi terhadap proyek
peningkatan jalan di Kabupaten Tabanan ?
2. Bagaimanakah tahapan metode yang digunakan dalam mengerjakan
pelaksanaan pengerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Tabanan ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui efektifitas pengaruh metode pelaksanaan konstruksi
terhadap proyek peningkatan jalan di Kabupaten Tabanan.
2. Untuk mengetahui tahapan atau langkah-langkah metode yang digunakan
dalam mengerjakan proyek peningkatan jalan di Kabupaten Tabanan.

1.4 Batasan Masalah


Agar penulisan tidak menyimpang dari tujuan yang direncanakan sehingga
mempermudah mendapat data dan informasi, maka saya menetapkan batasan-
batasan sebagai berikut :
1. Data diambil dari proyek peningkatan jalan di Kabupaten Tabanan
yaitu: Jalan Darmawangsa, Jalan Belimbing, Jalan Diponegoro, Jalan
Kutilang, Jalan Arjuna, Jalan Kamboja.
2. Tahapan metode pelaksanaan kontruksi diambil dari dokumen
kontrak yang sudah ada.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Metode Pelaksanaan Konstruksi

2.1.1 Pengertian Metode Pelaksanaan Konstruksi


Metode pelaksanaan konstruksi pada hakekatnya adalah penjabaran tata cara
dan teknik-teknik pelaksanaan pekerjaan, merupakan inti dari seluruh kegiatan dalam
sistem manajemen konstruksi.

Metode pelaksanaan konstruksi merupakan kunci untuk dapat mewujudkan


seluruh perencanaan menjadi bentuk bangunan fisik. Pada dasarnya metode
pelaksanaan konstruksi merupakan penerapan konsep rekayasa berpijak pada
keterkaitan antara persyaratan dalam dokumen pengadaan, keadaan teknis dan
ekonomis yang ada di lapangan dan seluruh sumber daya termasuk pengalaman
kontraktor

Kombinasi dan keterkaitan ketiga elemen secara interaktif membentuk


kerangka gagasan dan konsep metode optimal yang diterapkan dalam pelaksanaan
konstruksi. Konsep metode pelaksanaan mencakup pemilihan dan penetapan yang
berkaitan dengan keseluruhan segi pekerjaan termasuk kebutuhan sarana dan
prasarana yang bersifat sementara sekalipun (Istimawan Dipohusodo: 1996:363)

Metode pelaksanaan pekerjaan atau yang bisa disingkat CM (Construction


Method) merupakan urutan pelaksanaan pekerjaan yang logisdan teknik sehubungan
dengan tersedianya sumber daya yang dibutuhkan dan kondisi medan kerja guna
memperoleh cara pelaksanaan yang efektif dan efisien.

2.1.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan yang Baik


Metode pelaksanaan pekerjaan proyek kontrukdsi yang baik apabila
memenuhi persyaratan (Mahendra Sultan Syah: 2004: 114), yaitu :

3
1. Memenuhi persyaratan teknis, yang memuat antara lain:
a. Dokumen metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi lengkap
dan jelas memenuhi informasi yang dibutuhkan
b. Bisa dilaksanakan dan efektif
c. Aman dilaksanakan, terhadap bangunan yang dibangun, para tenaga
kerja bangunan lainnya, dan lingkungan sekitarnya
2. Memenuhi persyaratan ekonomis, yaitu biaya murah, wajar, dan efisien
3. Memenuhi pertimbangan nonteknis lainnya, yang memuat antara lain :
a. Dimungkinkan untuk diterapkan di lokasi proyek dan disetujui atau
tidak ditentang oleh lingkungan setempat
b. Rekomendasi dan poley dari pemilik proyek
c. Disetujui oleh sponsor proyek atau direksi perusahaan, apabila hal itu
merupakan alternative pelaksanaan yang istimewa atau riskan
4. Merupakan alternative pilihan terbaik dari beberapa alternative yang telah
diperhitungkan dan dipertimbangkan. Masalah metode pekerjaan banyak
sekali variasinya seba tidak ada keputusan engineer. Jadi pilihan terbaik yang
merupakan tanggung jawab manajemen , dengan tetap mempertimbangkan
engineering economics.
5. Manfaat positif construction method
a. Memberikan arahan dan pedoman yang jelas atas urutan dan fasilitas
penyelesaian pekerjaan
b. Merupakan acuan/dasar pola pelaksanaan pekerjaan dan menjadi satu
kesatuan dokumen prosedur pelaksanaan pekerjaan diproyek

2.1.3 Hal-hal yang Mempengaruhi Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Dalam melaksanakan pekerjaan biasanya dimungkinkan dengan berbagai
metode. Beberapa alternative metode pelaksanaan yang ada tentunya akan
menghasilkan beberapa alternative biaya juga. Dalam hal ini, alternative metode
pelaksanaan yang harus dipilih tentunya yang menghasilkan biaya yang paling
rendah. Pemilihan ini dilakukan oleh pihak owner selaku pengguna jasa maupun
pihak kontraktor selaku penyedia jasa dengan maksud yang sama, yaitu menurunkan
biaya hanya tujuannya saja yang berbeda. Bagi owner selaku pengguna jasa
tujuannya agar nilai kontrak proyek yang akan merupakan investasi menjadi rendah.

4
Sedangkan bagi pihak kontraktor selalu penyedia jasa bukan untuk menurunkan nilai
kontrak tetapi untuk menurunkan biaya pelaksanaan.

Dimana metode pelaksaanaan pekerjaan proyek konstruksi dalam


pengembangan alternatifnya, dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:

1. Design
2. Medan atau lokasi pekerjaan
3. Ketersedian tenaga kerja, bahan, dan peralatan

2.1.4 Peranan Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Peranan metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi adalah untuk
menyusun cara-cara kerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan suatu cara untuk
memenuhi, menentukan sarana-sarana pekerjaan yang mendukung terlaksananya
suatu pekerjaan misalnya : menetapkan, memilih peralatan yang akan digunakan
dalam pekerjaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang efektif dan efisien dalam
biaya operasi. Cara kerja juga dapat mebantu dalam menentukan urutan pekerjaan,
menyusun jadwalnya sehingga dapat menentukan penyelesaian suatu pekerjaan.

Peranan metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi akan


mempengaruhi perencanaan konstruksi (Nono Tisnawardono: 2002: 11) antara lain:

1. Jadwal pelaksanaan
2. Kebutuhan dan jadwal tenaga kerja
3. Kebutuhan dan jadwal material bahan
4. Kebutuhan dan jadwal alat
5. Penjadwalan anggaran (cash flow)
6. Jadwal prestasi dengan metode kurva-S
7. Cara-cara pelaksanaan pekerjaan

Dalam penyusunan metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi, perlu


pembahasan atau diskusi. Oleh karena itu dianjurkan pada perusahaan kontraktor
yang telah mempunyai banyak tenaga kerja dari berbagai disiplin dan agar pembuatan

5
metode pelaksanaan pekerjaan proyek konstruksi dengan melibatkan berbagai pihak
yang ahli di bidangnya, misal :

1. Menguasai peralatan konstruksi


2. Mengetahui sumber-sumber material atau bahan
3. Mengerti masalah angkutan
4. Mengerti masalah jenis-jenis pekerjaan
5. Menguasai bahasa perbankan

2.1.5 Penentuan Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Tahap pertama sebelum memulai suatu pelaksanaan proyek konstruksi, harus
ditentukan terlebih dahulu suatu metode untuk melaksanakannya. Dalam skala
organisasi suatu proses perencanaan pelaksanaan proyek konstruksi, sangatlah
penting untuk menentukan metode konstruksi akan memberikan karakteristik
pekerjaan berbeda. Penentuan jenis metode konstruksi yang dipilih akan sangat
membantu menentukan jadwal proyek (Ilmu Manajemen Konstruksi: 1998: 49)

Metode Konstruksi yang berbeda akan memberikan ruang lingkup pekerjaan


dan durasi yang berbeda pula yang sudah barang tentu juga mempunyai pertimbangan
finansial dalam bentuk biaya. Ada faktor faktor yang mempengaruhi jenis ruang
lingkup pekerjaan yang dlakukan sehingga perlu diperhatikan dan dipertimbangkan,
yaitu:

1. Sumber daya manusia dengan skill yang cukup utuk melaksanakan suatu
metode pelaksanaan konstruksi
2. Tersedianya peralatan penunjang pelaksanaan metode konstruksi yang dipilih
3. Material cukup tersedia
4. Waktu pelaksanaan yang maksimum dibanding pilihan konstruksi lainnya
5. Biaya yang bersaing

Oleh karena faktor faktor yang mempengaruhi metode pelaksanaan seperti: design
bangunan, medan atau lokasi pekerjaan, dan ketersedian dari tenaga kerja, bahan, dan
peralatan seperti sudah dijelaskan diatas, maka kadang-kadang metode pelaksaanaan
hanya memiliki alternative yang terbatas

6
2.2 Pengertian Jalan
Undang-Undang No.13 Tahun 1980, Jalan adalah suatu prasarana
perhubungan darat dalam bentuk apapun meliputi bagian jalan termasuk bangunan
pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu-lintas. Bagian jalan
yang dimaksud adalah Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA), Daerah Milik Jalan
(DAMIJA), Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA).
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan,
termasuk bangunan pelengkap, dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi
lalulintas, yang berada permukaan tanah, diatas permukaan tanah,dibawahpermukaan
tanah dan atau air, serta diatas permukaan air, kecuali jalan kereta api dan jalan kabel
(UU No. 38 tahun 2004 tentang Jalan).
Jalan adalah seluruh bagian Jalan, termasuk bangunan pelengkap dan
perlengkapannya yang diperuntukkan bagi Lalu Lintas umum, yang berada pada
permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air,
serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel (UU No. 22 tahun 2009
tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan).

2.3 Tahapan Metode Pelaksanaan Peningkatan Jalan

2.3.1 Pekerjaan Persiapan


Pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegoatan pendahuluan untuk
mendukung permulaan proyek

1. Pembuatan Job Mix Design


Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan
pengambilan sampel bahan dari quary di sungai yang berada di lokasi proyek,
atau tempat yang berdekatan dengan lokasi proyek, diantaranya: batu, pasir,
dan asphal selanjutnya dibawa ke laboratorium job mix design yang akan
dijadikan sebagai acuan kerja
2. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya

7
Penentuan lokasi basecamp, pembuatan kantor lapangan dan fasilitasnya di
lokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang
diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan
3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas
transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang
memadai di setiap kegiatan lapangan. Bila diperlukan dapat ditempatkan
petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas pada saat
pelaksanaan
4. Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis Survey rekayasa lapangan dilaksanakan
untuk mennetukan kondisi fisik dan struktural dari pekerjaan dan fasilitas
yang ada di lokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan
peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah diberikan sistem dan
tata cara survey dikordinasi dengan direksi teknis

5. Material dan Penyimpanan


Bahan yang akan digunakan di dalam pekerjaan harus menemui spesifikasi
dan standard yang berlaku. Semua material yang digunakan dilakukan
penyimpanan di tempat dan kondisi yang sesuai dengan prosedur yang sudah
ditetapkan, agar mutu bahan tetap terjaga dengan baik
6. Jadwal Konstruksi
Jadwal konstruksi dibuat pihak kontraktor kemudian diajukan kepada Direksi
Teknis untuk dibahas dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat
pendahuluan (Pre Contruction Meeting)
7. Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek mobilisasinya meliputi:
a. Dump Truck
b. Asphalt finisher
c. Tandem Roller
d. Vibrator Roller
e. Wheel Loader
f. Excavator
g. Motor Grader

8
h. Aspal Spayer
i. Water Tanker
j. Concrete Mixer
k. Generator Set
l. Compressor
m. Survey Equipment
n. Pneumatic Type Roller (PTR)
o. Flat Bed Truck
p. Water Pump
q. Slum Test

8. Papan Nama Proyek


a. Papan nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
proyek.
b. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
Pekerjaan
c. Bahan yang dipakai: kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku,
split, cat minyak, semen, dan lain-lain.
d. Papan nama proyek dipasang di pangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
e. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9. Relokasi Utilitas dan Pelayanan
Relokasi Utilitas untuk telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum
lainnya melalui beberapa tahapan:
a. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi
yang sudah ditetapkan
b. Pelaporan terhadap depertemen terkait
c. Pemindahan utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen
terkait

2.3.2 Pekerjaan Tanah


a. Galian biasa merupakan tahap pekerjaan yang dilakukan pada awal
mulainya suatu proyek peningkatan jalan, ada beberapa tahap dalam melakukan
proses galian yaitu:

1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan kedalaman


galian. Pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur theodolit

9
dengan berpedoman hasil rekayasa yang telah ditentukan oleh konsultan
dan pihak proyek. Pemasangan bowplank dilakukan setelah hasil dari
pengukuran disetujui oleh pihak konsultan dan direksi pekerjaan

2. Penggalian secara manual dilaksanakan setelah pemasangan bowplank.


Tanah yang digali secara manual dikumpulkan di tepi galian dan
selanjutnya dimuat ke dump truk kemudian diangkut keluar lokasi proyek

3. Penggalian dengan menggunakan alat berat pekerjaan penggalian


dilaksanakan setelah pemasangan bowplank.Tanah yang digali oleh
excavator langsung dimuat ke dump truk kemudian diangkut keluar lokasi
proyek

Gambar 2.1 Pelaksanaan Galian Menggunakan Alat Berat


sumber : Bestas Blog

a. Galian Struktur 0 - 2 Meter


Penggalian tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan dilakukan
dengan menggunakan Excavator Selanjutnya Excavator menuangkan
material hasil galian kedalam Dump Truck dan membuang material hasil
galian keluar lokasi jalan.
b. Timbunan Pilihan
Timbunan yang diklasifikasikan sebagai timbunan pilihan harus terdiri
dari bahan tanah atau batu yang memenuhi semua ketentuan di atas level

10
timbunan biasa dan sebagai tambahan harus memiliki sifat - sifat tertentu
yang sesuai dengan yang ditetapkan
c. Pekerjaan Urugan
Pekerjaan urugan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut:

1. Pengangkutan material pengangkutan material urugan pilihan ke lokasi


pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan
menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume
material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak terjadi
kelebihan material di satu tempat dan kekurangan material di tempat
lain.

2. Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader


dalam tahap penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal berikut: (a)
kondisi cuaca; (b) panjang hamparan, lebar hamparan, dan tebal
hamparan; (c) material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan
pada lokasi yang ditetapkan

3. Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari


bagian tepi ke bagian tengah. Pemadatan dilakukan berulang jika
dimungkinkan untuk mendapat hasil yang maksimal dengan dibantu
alat water tank untuk membasahi material timbunan pilihan dan
diselingi dengan pemadatan dengan menggunakan vibro roller.
timbunan pilihan dipadatkan mulai dari tepi luar dan bergerak menuju
ke arah sumbu jalan dengan sedemikian rupa yang sama. Pekerjaan
ini harus meliputi pemasokan, pengangkuatn, Penghamparan dan
pemadatan bahan untuk pelaksanaan lapis pondasi jalan Tanpa penutup
aspal dan suatu lapis permukaan sementara pada permukaan tanah
dasar atau lapis pondasi bawah yang telah disiapkan.Pemasokan bahan
akan mencakup , jika perlu, pemecahan, pengayakan, pencampuran

11
dan operasi- operasi lainnya yang diperlukan, untuk memperoleh
bahan yang memenuhi ketentuan dari spesifikasi ini.

b. Pekerjaan Lapis Pondasi Bawah


Untuk pelaksanan pekerjaan lapis pondasi bawah ini dilaksanakan sesudah
pekerjaan penyiapan badan jalan selesai. Pekerjaan lapis pondasi bawah dengan
prosedur sebagai berikut:

1. Pengangkutan materia ke lokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan


loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan
pencatatan volume material dilakukan pada saat penghamparan agar tidak
terjadi kelebihan disatu tempat dan kekurangan material di tempat yang lain.

2. Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader dalam


tahap penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) kondisi
cuaca; (b) panjang hamparan, lebar hamparan, dan tebal hamparan; (c)
material yang tidak dipakai dipisahkan dan di tempatkan pada lokasi yang
telah ditetapkan

3. Pemadatan material pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller


dan PTR, Dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah. Setelah pemadatan
selesai alat pemadatan dipindahkan ke jalur sebelahnya dengan over leving
1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai area pemadatan.Pemadatan
dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction.

12
Gambar 2.2 Pengangkutan dan Penghamparan Material
sumber : Bestas Blog

Gambar 2.3 Pemadatan Material


sumber : Bestas Blog

c. Pekerjaan Lapis Pondasi Atas


Untuk pelaksanaan pekerjaan rapis pondasi atas ini dilaksanakan sesudah
pelaksanaan lapis pondasi bawah. Pekerjaan lapis pondasi atas dengan prosedur
sebagai berikut:

1. Pengangkutan material ke lokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan


loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan
pencatatan volume material dilakukan pada saat dilokasi pekerjaan sebelum
material di turunkan. Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu
untuk memudahkan proses penghamparan agar tidak terjadi kelebihan
material di satu tempat dan kekurangan material di tempat lain.

13
2. Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan motor grader. Dalam
tahap penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (a) kondisi
cuaca; (b) panjang hamparan, lebar hamparan, dan tebal hamparan; (c)
material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang
telah ditetapkan;

3. Pemadalan dilakukan dengan menggunakan vibra roller, dimulai dari bagian


tepi ke bagian tengah.

d. Pekerjaan Perkerasan Aspal Lapis Resap Pengikat


Pekerjaan ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal
pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal
berikutnya. Lapis resap pengikat harus dihampar di atas permukaan pondasi tanpa
bahan pengikat aspal atau semen (misalnya lapis pondasi agregat). Bahan lapis resap
pengikat diencerkan dengan minyak tanah (kerosen). Proporsi minyak minyak tanah
yang digunakan sesuai yang ditetapkan. Pengambilan lapis resap pengikat pada
distributor aspal pada saat akan dilaksanakan pekerjaan. Lapisan resap pengikat
hanya dikerjakan pada suatu permukaan jalan yang kering atau sedikit lembab.
Sebelum lapis resap harus dibersihkan dari segala kotoran yang tidak berguna.
Penyemprotan dilakukan dengan mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas.
Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan ini adalah compressor dan alat bantu
lainnya. Setelah pekerjaan penyemprotan dikerjakan, pengaturan arus lalu lintas
dibuat dengan menggunakan tanda-tanda lalu lintas agar permukaan yang baru
dibersihkan tidak dilalui kendaraan.

14
Gambar 2.4 Pembersihan Jalan
sumber : Bestas Blog

Gambar 2.5 Penyemprotan Aspal ke Jalan (Lapisan Resap Pengikat)


sumber : Bestas Blog

e. Lation - Lapis Antara (AC - BC)


Tahapan pekerjaan ini dilakukan setelah pekerjaan lapir aus aspal beton (AC
BC) selesai dan sudah mendapat persetujuan dari direksi lapangan. Pekerjaan ini
mencakup pengadaan, penghamparan, pemadatan di atas permukaan jalan yang telah
disiapkan sesuai dengan persyaratan. Aspal dihampar pada jalan yang telah selesai
dilapis Lapis resap pengikat atau biasa disebut prime cot. Material yang digunakan
mempunyai spesifikasi yang telah ditetapkan. Material Aspal diangkut dari AMP
dengan menggunakan dump truck. Bak dump truck harus terbuat dari metal dan harus
bersih dari kotoran dan pada bagian atas dump truck ditutup rapat dengan terpal yang
terbuat dari kain dan tahan terhadap air, agar material tidak melekat pada bak dump

15
truck dan tidak cepat turun suhunya. Dari dump truk material aspal dipindah ke aspal
finisher untuk proses penghamparan. Dalam proses penghamparan selalu diikuti
tenaga surveyor dan direksi pekerjaan, agar dapat mengontrol ketebalan dan
kemiringan penghamparan. Pemadatan aspal yang telah dihamparkan oleh aspal
finisher menggunakan alat tandem roller dan PTR. Pekerjaan ini dilaksanakan dengan
langkah-langkah yang sama dengan asphal concrete. Peralatan yang dipakai:

1. Aspal Mixing Plant {AMP)

2. Genset; yang dipakai pada AMP

3. Aspal Finisher

4. Dump Truck

5. Tandem Roller

6. PTR

7. Wheel Loader

Gambar 2.6 Penghamparan Asphalt Concrete


sumber : Bestas Blog

16
Gambar 2.7 Pemadatan Asphalt Concrete
sumber : Bestas Blog

f. Bahan Pengisi (Filler) Tambahan

Bahan pengisi (filler) yang ditambahkan terdiri atas debu batu kapur (lime
stone dust), kapur padam (hydrated lime), semen atau abu terbang yang sumbernya
disetujui areh direksi pekerjaaan.

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu


a. Nama Perusahaan : PT. Wangun Jaya
b. Kegiatan : Peningkatan Jalan Kabupaten (DAK)
c. Pekerjaan : Jalan Darmawangsa, Jalan Belimbing, Jalan
Diponegoro,Jalan Kutilang, Jalan Arjuna, Jalan
Kamboja
d. Lokasi : Kabupaten Tabanan
e. Waktu Pelaksanaan : 120 hari kalender terhitung sejak dikeluarkannya
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

17
Lokasi Proyek

Gambar 3.1 Lokasi Proyek Peningkatan Jalan


Sumber : googlearth

3.2 Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan adalah untuk menambah sumber data yang
kurang dan memperkuat data, diantaranya yaitu :

a. Alat tulis
b. Alat rekam
c. Kamera
d. Laptop
e. Rol meter

3.2 Metode Pengumpulan Data


Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
1. Metode Observasi
Metode observasi dilakukan untuk survei langsung ke lapangan guna
melihat situasi dan kondisi pelaksanaan peningkatan jalan di beberapa ruas
di Kabupaten Tabanan .
2. Metode Wawancara
Metode wawancara dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sering
terjadi di lapangan dari tanya jawab kepada tukang yang melaksanakan
kegiatan pekerjaan peningkatan jalan di beberapa ruas di Kabupaten
Tabanan.
3. Metode Pustaka

18
Metode pustaka adalah metode pengumpulan data dari buku, bacaan, dan
internet untuk mencari materi yang terkait dengan penelitian ini.

3.3 Jenis Data


1. Data Primer
Data primer adalah data yang didapat dari observasi dan survey di
lapangan.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat dari dokumen kontrak yang sudah
direncanakan sebelum pengerjaan proyek peningkatan jalan.

3.4 Metode Analisis Data


1. Pemilihan Lokasi
Dari banyak lokasi yang terdapat pekerjaan peningkatan jalan diambil
beberapa ruas jalan, diantaranya Jalan Darmawangsa, Jalan Belimbing,
dan Jalan Diponegoro
2. Peninjauan Lapangan
Peninjauan lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata atau tahap
pelaksanaan di lapangan dan mengambil dokumentasi untuk melengkapi
keperluan data.
3. Kegiatan Wawancara
Kegiatan wawancara dilakukan untuk melengkapi data yang sudah ada
dan menyerasikan dengan dokumen kontrak yang sudah ada baik itu dari
metode dan tahap pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan yang sudah
ada..
4. Pengumpulan Data
Menggabungkan data yang didapat dari lapangan dan data dari sumber-
sumber terkait.
5. Analisa Data
Analisa data dilakukan untuk mengurutkan data-data yang telah
dikumpulkan dari berbagai sumber.
6. Kesimpulan

19
Menarik kesimpulan dari hasil analisa yang telah dilakukan.

20
Gambar 3.2 Alur Pikir

DAFTAR PUSTAKA

Jawat, I. Wayan. 2013. Buku Ajar Pemindahan Tanah Mekanis dan Peralatan
Kontruksi. Denpasar.

Agus Iqbal Manu. 2007. Pelaksanaan Kontruksi Jalan Raya. Yayasan Badan
Penerbit Pekerjaan Umum. Jakarta

Asiyanto. 2010. Metode Kontruksi Proyek Jalan. Universitas Indonesia.Jakarta

Besta. Metode Pelaksanaan Peningkatan Jalan dan Tahapan Pekerjaannya


http://bestananda.blogspot.co.id/2016/01/metode-pelaksanaan-peningkatan-
jalan.html. Diakses pada tanggal 30 April 2016

Ardana Ign. 2007. Construction Method. Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

21