Anda di halaman 1dari 16

STRATEGIC MANAGEMENT

Resume

Chapter 9 : Ethics, Corporate Social Responsibility, Environmental Sustainability and


Strategy
Case : Samsungs Environmental Responsibility : Striking the Right Note for Corporate Survival

Oleh :

Deri Firmansyah

Eksekutif 39 A

15/391909/PEK/21355

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Strategic Management

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN


BISNIS

UNIVERSITAS GADJAH MADA

JAKARTA

2017
Chapter 9 : Ethics, Corporate Social Responsibility, Environmental
Sustainability and Strategy
Etika merupakan prinsip tingkah laku yang membedakan baik/salah. Etika Bisnis
merupakan aplikasi dari standar dan prinsip etika pada action dan pengambilan keputusan dalam
suatu bisnis organisasi beserta tingkahlaku para personelnya. Etika bisnis pada prinsipnya tidak
berbeda jauh dengan etika pada umumnya, mengapa? Hal ini dikarenakan aksi dalam bisnis
harus dinilai sesuai dengan standar masyarakat baik benar atau salah, bukan hanya berlaku
terhadap situasi dan kondisi bisnis aja.
1. Pengertian Etika Bisnis
Etika adalah aplikasi dari prinsip-prinsip dan standar - standar aktivitas dan keputusan
organisasi bisnis dan tindakan individu didalamnya. Prinsip etika dalam bisnis tidak memiliki
perbedaan yang material dari prinsip etika secara umum, karena aktivitas bisnis harus ditentukan
dalam konteks standar sosial benar atau salah, tidak berdasarkan seperangkat penerapan etika
standar yang menyesuaikan dengan kondisi bisnis.
Etika bisnis selain dapat menjamin kepuasan, dan kepercayaan juga dapat menimbulkan
loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan. Etika bisnis merupakan
penerapan tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri.
Selain itu etika bisnis juga memegang peranan penting bagi implementasi good corporate
governance perusahaan, karena etika merupakan acuan bagi karyawan maupun manajer dalam
menjalankan aktivitas perusahaan sehari - hari. Kemudian mengapa etika diperlukan :
Etika berlaku untuk semua aktivitas manusia.
Bisnis tidak dapat bertahan lama tanpa adanya etika.
Etika konsisten dengan menghasilkan keuntungan.
Pelanggan, pegawai, dan masyarakat umum peduli dengan etika.
Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa etika tidak mengurangi keuntungan dan
kemungkinan berkontribusi terhadap meningkatnya keuntungan.
Tiga ajaran etika bisnis
Ada tiga ajaran berbeda yang membahas mengenai standar etika antar budaya yaitu :
1) Teori Etika Universalism (The School of Ethical Universalism)
Menjelaskan bahwa nilai etika benar dan salah merupakan suatu standar etika yang berlaku
universal, dan dapat diaplikasikan dalam semua masyarakat, perusahaan dan pelaku bisnis..
Contoh :
Pelanggaran dari teori ini adalah pada perusahaan indonesia PT Lapindo Brantas.
Perusahaan ini melanggar etika karena melakukan pencemaran lingkungan akibat kegiatan
pengeboran yang dilakukan oleh perusahaan.
Berdasarkan ajaran ethical universalism menjelaskan bahwa konsep mendasar mengenai
benar dan salah adalah universal dan berlaku untuk semua anggota masyarakat,
perusahaan, dan pelaku bisnis.
Kelebihan dari ajaran ethical universalism adalah konsep tersebut digambarkan
berdasarkan pandangan gabungan dari berbagai masyarakat dan budaya untuk membuat
batas yang jelas mengenai perilaku beretika dan tidak, dimana pun negara dan budaya
dimana perusahaan beroperasi. Ini artinya dengan menghormati standar dasar moral maka
perusahaan setidaknya dapat mengaplikasikan ke setiap perusahaan di seluruh negara.

2) Teori Etika Relativism (The School of Ethical Relativism)


Menjelaskan bahwa di budaya masyarakat dan adat istiadat yang berbeda penerapan nilai
dan standar etika benar dan salah juga berbeda, penerapan etika bisnis dinilai relatif dan
tidak absolut di suatu tempat.
Contoh :
Pelanggaran dari teori ini adalah pada perusahaan Indofood melalui produknya yaitu
indomie. Indomie menggunakan bahan pengawet yang tidak diizinkan jumlah kadar yang
terkandung di dalamnya untuk ketentuan kadar minimum di Taiwan. Tetapi di Indonesia
dan di beberapa Negara lain, hal ini tidak menjadi masalah karena kadar yang terkandung
di dalamnya sudah memenuhi batas ketentuan Negara tersebut.
3) Teori Integrative Social Contracts,
Pandangan teori berada diantara teori universalism dan relativism. Teori ini menjelaskan
bahwa prinsip etika universal merupakan pandangan dari gabungan berbagai nilai
masyarakat yang membentuk kontrak sosial. Kekuatan dari teori ini adalah dapat
mengakomodasi bagian terbaik dari teori etika universalism dan relativism.
Contoh :
Hampir seluruh agama menentang suap dan korupsi, oleh karena itu perusahaan
multinational dapat menyimpulkan bahwa prinsip etika secara universal menolak
pelanggaran suap, terlepas dari bagaimanapun adat istiadat dan konsekuensi bisnis yang
ada.
Etika Menurut Manuel G. Velasquez
Apa yang dmaksud dengan etika bisnis ini juga dikemukakan oleh Manuel G. Velasquez
bahwa Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah.
Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi,
dan perilaku bisnis. Terdapat beberapa prinsip teori yang dikemukakan oleh beberapa ilmuan lain
dan dikemukakan oleh Manuel G. Velasquez, yaitu:
a. Utilitarianism
Merupakan sebuah konsep yang dikemukakan oleh John Stuart Mill dan Jeremy
Betham. Utilitarianism menjelaskan bahwa aksi dan kebijakan yang dikeluarkan suatu
organisasi harus dievaluasi berdasarkan keuntungan yang didapatkan dari masyarakat dan
biaya yang dibebankan kepada masyarakat Invalid source specified..
Contoh
Pelanggaran yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI). Biaya CSR kepada
sedikit rakyat Papua yang digembor - gemborkan itu pun tidak sesuai dengan keuntungan
yang didapat oleh PTFI karena tidak mencapai 1% keuntungan bersih PTFI.

b. Right
Right (hak) dapat diartikan sebagai sebuah hal yang melekat pada seorang
individu. Seorang individu memiliki hak ketika ia memiliki keabsahan untuk melakukan
sesuatu kepada seseorang dan memiliki keabsahan untuk diperlakukan dengan cara
tertentu oleh orang lain Invalid source specified.
Contoh
Pelanggaran prinsip ini juga dilakukan oleh PT Freeport Indonesia. Mogoknya hampir
seluruh pekerja lama PT Freeport Indonesia disebabkan karena perbedaan indeks standar
gaji yang diterapkan oleh manajemen pada operasional Freeport diseluruh dunia. Hal ini
dimanfaatkan oleh Freeport untuk merekrut karyawan baru disaat para pekerja lamanya
melakukan aksi mogok kerja.

c. Justice
Justice atau keadilan adalah mendistribusikan manfaat dan beban yang cukup
terhadap orang lain (Velasquez, 2014).
Tipe dari keadilan adalah :
a. Keadilian distributif adalah menyalurkan manfaat dan beban berat yang
dikandung nya cukup di antara manusia.
b. Keadilan restributif adalah Keadilan harus menyalahkan atau menghukum ketika
orang yang melakukan kesalahan.
c. Keadilan konpensasi adalah Membutuhkan seseorang untuk mengembalikan apa
yang orang hilang saat dia atau dia dirugikan oleh seseorang (Velasquez, 2014).
Contoh
Subsidi silang yang di cetuskan oleh BPJS. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan merupakan suatu model asuransi murah bagi rakyat Indonesia.

d. Ethics of Care
Merupakan prinsip etika yang memerlukan adanya kepedulian perusahaan atau
pelaku bisnis kepada semua pihak yang memiliki hubungan yang dekat dan memiliki
ketergantungan dengan perusahaan atau bisnis tersebut. Invalid source specified.. Ethics
of Care menggaris bawahi dua hal penting terkait dengan moral, diantaranya:
a) Setiap individu berada dalam sebuah jaringan relasi dan seharusnya melestarikan dan
menjaga hubungan yang ia miliki dengan orang - orang tertentu.
b) Setiap individu sebaiknya memberikan kepedulian yang khusus kepada setiap orang
dengan cara memenuhi kebutuhan, nilai, keinginan mereka, serta memberikan respon
positif terhadap mereka, khususnya bagi mereka yang termarginalkan dan
ketergantungan dengan pertolongan orang lain.
Contohnya,
PT Djarum yang memiliki Djarum Foundation. Djarum Foundation melalui Program
Beasiswa Djarum menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap pendidikan di Indonesia.
Tidak hanya biaya sekolah, Djarum Foundation juga membekali para awardee nya
dengan pelatihan-pelatihan soft skill. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
rakyat dan memperbaiki kehidupan di masa depan melalui pendidikan.

2. Drivers of Unethical Business Stratgies and Behavior


Strategi Perusahaan harus memenuhi Etika Bisnis
Banyak perusahaan telah menyadari bagaimana kode etik yang dimiliki dalam
perusahaan mempengaruhi pembentukan strategi dan operasional bisnis sehari - hari. Walaupun
perusahaan- perusahaan banyak yang telah membuat kode etik perilaku individu perusahaan,
namun tidak semua perusahaan peduli untuk memastikan agar seluruh bagian dari strategi dan
aktivitas yang dijalankan telah sesuai dengan nilai - nilai etika.
Adapun 3 faktor yang dapat memicu terjadinya perilaku bisnis yang tidak etis , adalah
sebagai berikut :
a. Pengawasan yang tidak efektif, yang memungkinkan oknum tertentu mengejar
kepentingan pribadinya saja (Kurangnya pengawasan, memungkinkan tindakan
jahat yang mementingkan kepentingan dan keuntungan pribadi)
b. Tekanan yang besar dari perusahaan untuk mencapai target bisnis perusahaan
jangka pendek (Tekanan berat bagi para manajer perusahaan untuk mencapai
target jangka pendek)
c. Budaya perusahaan yang selalu menempatkan keuntungan dan performa bisnis
yang baik, di atas etika bisnis (Budaya perusahaan yang mengutamakan
profitabilitas dan kinerja bisnis daripada perilaku beretika)
Pemenuhan etika sangatlah penting dalam perilaku bisnis, karena kegagalan perusahaan
dalam memenuhi etika bisnis dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan, dan menyebabkan
perusahaan mengalami kerugian, antara lain :
1) Biaya Materil, seperti denda, penalti, dan penurunan nilai saham
2) Biaya Administrasi Internal, seperti Biaya Pelanggaran Hukum, Biaya Penyelesaian
Perkara,
3) Biaya inmaterial, seperti konsumen yang pergi, kerusakan reputasi perusahaan

Why Should Company Strategies be Ethical ?


Terdapat 2 alasan utama mengapa sebuah perusahaan harus menerapkan etika ketika
berbisnis, yaitu :
1. Karena sebuah strategi yang tidak etis merupakan perbuatan yang salah secara moral,
serta dapat mengindikasikan bahwa seluruh pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut
tidak memiliki etika (mencerminkan karakter yang tidak baik).
2. Karena strategi secara etis dapat menjadi bisnis yang baik dan menjanjikan serta secara
tidak langsung dapat memenuhi keinginan dari pemilik perusahaan (shareholder).
Disamping perlunya mengadopsi strategi beretika karena alasan moral, juga terdapat
alasan bisnis. Menjalankan strategi yang tidak beretika tidak hanya merusak reputasi perusahaan
tetapi juga mendatangkan konsekuensi yang merugikan dan membutuhkan waktu yang sangat
lama jika ingin mengembalikan nama baik perusahaan.
Gambar 1. Kerugian bagi perusahaan ketika perbuatan tidak beretikanya diketahui.

3. Corporate Social Responsibility (CSR)

CSR adalah salah satu tugas perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap seluruh
stakeholder, yang diantaranya adalah karyawan, konsumen, pemegang saham, dan lingkungan
dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan
lingkungan. CSR secara aktif bekerja untuk memperbaiki kualitas hidup di masyarakat setempat
di mana perusahaan beroperasi. Oleh karena itu, CSR berhubungan erat dengan pembangunan
berkelanjutan.
Strategi Program Corporate Social Responsibility (CSR) terdiri dari 5 komponen, antara
lain :
1. Tindakan untuk memastikan perusahaan menjalankan usaha secara etis dan
terhormat
2. Tindakan untuk mendukung kegiatan amal, partisipasi dalam pelayanan kepada
masyarakat, menciptakan kualitas lingkungan hidup.
3. Tindakan untuk melindungi dan melestarikan lingkungan
4. Tindakan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai dan menjadikan
perusahaan sebagai tempat terbaik untuk bekerja
5. Tindakan untuk mendukung keragaman di tempat kerja.

Metode-metode CSR
Menurut Untung (2008), ada dua metode yang diberlakukan dalam penerapan dan
pelaksanaan CSR yaitu :
1. Cause Branding
Metode Cause Branding menggunakan pendekatan Top Down, dalam hal ini
perusahaan menentukan masalah sosial dan lingkungan seperti apa yang perlu
dibenahi. Sehingga berdasar pada survey / pemeriksaan seksama oleh perusahaan.
2. Venture Philanthropy
Venture Philanthropy lebih menekankan pada pendekatan Bottom Up, disini
perusahaan membantu berbagai pihak non-profit dalam masyarakat sesuai apa yang
dikehendaki masyarakat (membebaskan masyarakat menentukan sendiri masalah
yang ingin diselesaikan). Sehingga berdasar pada permintaan penerima
bantuan/manfaat, yang kemudian dilakukan evaluasi oleh perusahaan.

Tipe-tipe CSR
Latar belakang dari munculnya teori tanggung jawab sosial perusahaan adalah
perusahaan memiliki beragam tanggung jawab yang harus dikelola dan dijaga.
1. Ethical CSR
Merupakan aktivitas CSR yang bertujuan untuk memenuhi tanggung jawab
perusahaan terhadap ketentuan etika dan hukum yang berlaku.
Contohnya :
R.S Siloam mengelola limbah rumah sakit yang dihasilkan. Dengan pengelolaan
limbah tersebut, R.S Siloam berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan dan secara
paralel menghindari sanksi sosial dan hukum terkait pencemaran lingkungan.
2. Altruistic CSR
Merupakan aktivitas CSR dengan mengedepankan kepentingan sosial di atas
kepentingan perusahaan. Namun, Altruistic CSR biasanya memberikan efek positif
kepada perusahan baik secara langsung maupun tidak.
Contohnya:
Lifebuoy yang mengeluarkan program Lifebuoy Handwash Campaign. Program ini
dilakukan di beberapa Negara di Asia dan Afrika. Melalui program lifebuoy
handwash campaign ini tujuannya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di
dunia melalui cuci tangan..
3. Strategic CSR
Merupakan aktivitas CSR yang ditujukan untuk kepentingan sosial yang
menguntungkan perusahaan melalui publikasi positif.
Contohnya:
Kampanye Real Beauty dari Dove. Selain ingin meningkatkan kepercayaan diri
wanita, Dove memiliki tujuan khusus yaitu brand awareness.

The Triple Bottom Line


Inisiatif CSR yang dilakukan perusahaan seringkali diarahkan untuk meningkatkan
triple bottom line performa perusahaan yaitu : Ekonomi, Sosial dan Lingkungan, dengan tujuan
agar perusahaan mencapai kesuksesan secara berkesinambungan atau sustain. Teori triple bottom
line ini memberi pandangan bahwa jika sebuah perusahaan ingin mempertahankan kelangsungan
hidupnya, maka perusahaan tersebut harus memperhatikan 3P yaitu Profit, People, Plane.
Triple Bottom Line merupakan bentuk dari CSR yang mendorong manager perusahaan untuk
menciptakan lingkungan yang kondusif dari segi ekonomi, sosial dan lingkungan. Dua hal
penting yang patut menjadi perhatian adalah pertama, perusahaan harus menunaikan tanggung
jawab ketiga hal tersebut secara terpisah dengan hasil untuk setiap sisi dilaporkan secara
independen. Kedua, perusahaan harus menerapkan sustainability dalam setiap area tersebut.
Sehingga The Triple Bottom Line ini muncul sebagai cara yang semakin penting bagi perusahaan
untuk membuat hasil strategi CSR mereka jelas bagi stakeholder untuk mempertahankan
tanggung jawab perusahaan bertanggung jawab atas dampaknya terhadap masyarakat.

4. Sustainable Business Practice


Istilah Sustainability digunakan dalam berbagai cara. Pada kebanyakan perusahaan ini
dinamakan corporate social responsibility. Istilah tersebut berarti mempertimbangkan hubungan
antara perusahaan dan lingkungan sekitar juga sumber daya alam seperti tanah, udara, tumbuhan,
hewan, mineral dan biodiversity. Karena perusahaan adalah pengguna terbesar sumber daya
alam, mengelola dan menjaga sumber daya tersebut menjadi kepentingan jangka panjang
perusahaan yang sangat kritikal.
Environment Sustainability Strategy terdiri dari serangkaian kegiatan untuk melindungi
lingkungan, memberikan ketersediaan sumber daya alam untuk jangka panjang, menjaga system
pendukung ekologi untuk generasi yang akan datang, dan menjaga bumi dari hal-hal yang sangat
membahayakan. Aspek yang pertama dari kelangsungan lingkungan adalah menjaga sumber
daya alam pada level yang baik dengan menggunakan sustainable business practice. Aspek kedua
yaitu mengurangi efek gas rumah kaca dan sumber polusi lainnya sehingga mengurangi
pengaruh terhadap perubahan iklim dan atmosfir. Aspek lainnya adalah menjaga ketahanan
energy, lebih banyak menggunakan bahan-bahan recycle, penggunaan metode kelangsungan
penanaman tanaman pangan (mengurangi penggunaan pestisida, herbisida, fertilizer, dan bahan
kimia berbahaya lainnya.
5. Crafting Corporate Social Responsibility and Sustainability Strategies
Strategi CSR dan environmental sustainability strategies keduanya memberikan nilai
keuntungan sosial dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam superior fashion dapat membawa
keuntungan kompetitif. Corporate social agenda yang ditujukan hanya kepada isu-isu sosial akan
membantu menaikan reputasi perusahaan untuk corporate citizenship tapi tidak meningkatkan
kekuatan kompetitif di pasar.
Sebagai contoh ketika emisi karbon menjadi kekhawatiran untuk institusi keuangan
seperti Wells Fargo, Ford memiliki sustainability strategy untuk mengurangi emisi karbon yang
telah menghasilkan keuntungan kompetitif dan keuntungan lingkungan. Ford Fusion menjadi
mobil hybrid rangking 1, juga memberikan Ford image green yang baru.

The Business Case For Corporate Social Responsibility and Environmentally Sustainable
Business Practice
Apapun argument moral tentang tanggung jawab sosial prilaku bisnis dan
environmentally sustainable business practice, ada beberapa alasan pasti kenapa perusahaan
harus berjiwa kemasyarakatan, inisiatif tanggung jawab sosial terhadap sumber daya alam,
kelangsungan lingkungan hidup dan good corporate citizenship:
- Tindakan tersebut dapat meningkatkan demand baru karena dipengaruhi oleh komitmen
konsumen (pembeli) yang aware akan lingkungan itu sendiri..
- Komitmen yang kuat terhadap prilaku tanggung jawab social mengurangi resiko jatuhnya
reputasi perusahaan.
- Socially responsible actions dan sustainable business practices dapat mengurangi biaya dan
meningkatkan rekrutmen karyawan dan workforce retention.
- Kesempatan untuk meningkatkan pendapatan juga datang dari CSR dan environmental
sustainability strategies.
- Penerapan strategi CSR yang dan sustainable business practices adalah strategi jangka panjang
terbaik bagi para pemegang saham.
Social responsible strategies dapat menciptakan value bagi konsumen dan mengurangi
biaya yang dapat meningkatkan keuntungan perusahaan dan nilai para pemegang saham pada
waktu yang sama juga baik untuk kepentingan pemangku kepentingan lainnya. Kemungkinanya
sangat kecil untuk membuktikan bahwa ada kerugian pemegan saham dengan adanya penerapan
socially responsible action.
Chase Samsungs Environmental Responsibility : Striking the Right Note for
Corporate Survival
1. Sejarah Samsung
Pada tahun 1938, Lee Byung-Chull (1910-1987) dari keluarga pemilik tanah besar di daerah
Uiryeong datang ke kota Daegu dekatnya dan mendirikan Samsung Sanghoe, sebuah perusahaan
perdagangan kecil dengan empat puluh karyawan yang berlokasi di Su-dong (sekarang Ingyo-
dong).
Menurut pendiri Samsung Group, arti dari kata hanja Korea Samsung, adalah tristar atau
tiga bintang. Kata tiga merupakan sesuatu yang besar, banyak dan kuat.

2. Perkembangan Samsung
Hingga saat ini Samsung terus berkembang menjadi brand international yang di kenal
diseluruh dunia, sebelum sekarang Samsung mengalami beberapa perkembangan yaitu :
a. Tahun 1938
Dari 1938 sejak berdirinya Samsung, Perusahaan menjadi makmur, kemudian Lee
memindahkan kantor pusatnya ke Seoul pada tahun 1947 . Ketika Perang Korea pecah, ia
terpaksa meninggalkan Seoul dan memulai penyulingan gula di Busan bernama Cheil
Jepang.
Kemudian Samsung Group bersama dengan Cho Hong-jai (pendiri Hyosung kelompok)
berinvestasi dalam sebuah perusahaan baru bernama Samsung Mulsan Gongsa, atau
Samsung Trading Corporation.
Perusahaan perdagangan tumbuh menjadi yang sekarang dikenal Samsung C & T
Corporation. Tapi setelah beberapa tahun Cho dan Lee dipisahkan karena perbedaan
manajemen antara mereka.
b. Tahun 1954
Pada tahun 1954, Lee mendirikan Cheil Mojik dan membangun pabrik di Chimsan-dong,
Daegu. Itu adalah pabrik wol terbesar yang pernah di negeri ini dan perusahaan
mengambil pada aspek sebuah perusahaan besar.
c. Tahun 1960
Pada akhir 1960-an, Samsung Group masuk ke dalam industri elektronik. Ini membentuk
beberapa divisi elektronik terkait, seperti Samsung Electronics Devices, Samsung
Electro-Mechanics, Samsung Corning, dan Samsung Semiconductor &
Telecommunications, dan membuat fasilitas di Suwon. Produk pertama adalah satu set
televisi hitam-putih.
d. Tahun 1980
Pada tahun 1980, Samsung mengakuisisi Gumi berbasis Hanguk Jeonja Tongsin dan
memasuki industri hardware telekomunikasi. Produk awalnya adalah switchboards.
Fasilitas ini dikembangkan ke dalam sistem telepon dan faks yang kemudian menjadi
manufaktur ponsel Samsung. Perusahaan yang diakuisisi tersebut dikelompokkan
dibawah bendera Samsung Electronics.
e. Tahun 1982
The SPC-1000, diperkenalkan pada tahun 1982, adalah komputer pribadi pertama
Samsung (pasar Korea saja) dan menggunakan pita kaset audio untuk memuat dan
menyimpan data floppy drive adalah opsional.
f. Tahun 1987
Pada tahun 1987, pendiri samsung (Lee) meninggal. Kemudian Samsung Group
terpecah menjadi empat kelompok; Samsung Group, Shinsegae Group, CJ Group and
Hansol Group.
Sejak 1990-an Samsung telah semakin menglobal kegiatannya dalam bidang elektronik,
khususnya ponsel dan semikonduktor. Dari sini Samsung mulai mendirikan berbagai
anak perusahaan dan bisnis afiliasi, kebanyakan dari mereka bersatu di bawah merek
Samsung;
- Samsung Electronics
- Samsung Motors
- Samsung Life Insurance
- Samsung Fire & Marine Insurance
- Samsung Heavy Industries
- Samsung C&T
- Samsung SDS
- Samsung Techwin, dll.
Walaupun begitu banyak anak perusahaan dari Samsung, namun samsung lebih dikenal
dibidang elektronik Samsung Electronics Co, ltd..
Samsung memiliki pengaruh yang kuat pada Korea Selatan pembangunan ekonomi, politik,
media dan budaya, dan telah menjadi kekuatan pendorong utama di balik Keajaiban di
Sungai Han. Seperlima dari total ekspor Korea Selatan dari produk-produk besutan Samsung.
Pada 2013, Samsung mulai konstruksi pada bangunan terbesar pabrik ponsel dunia di provinsi
Thai Nguyen dari Vietnam. Samsung telah mampu mencapai pangsa pasar terbesar hampir
31% di segmen smartphone global, pada 2013..

3. Visi, Misi, Dan Tujuan Perusahaan


Visi

Visi dari Samsung Electronics adalah menjadi pemimpin pergerakan konvergensi


digital.Samsung meyakini bahwa melalui inovasi teknologi saat ini, samsung akan menemukan
solusi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan hari esok. Teknologi membuka kesempatan
bagi bisnis untuk tumbuh, bagi warga negara di pasar yang sedang berkembang untuk hidup
sejahtera dengan memasuki tahap ekonomi digital, dan agar masyarakat dapat menemukan
peluang baru.Visi baru Samsung untuk tahun 2020 : Inspire the World, Create the Future

Misi

Misi dari Samsung adalah menjadi digital e-Company yang terbaik


Digital :menciptakan produk dan layanan teknologi yang memimpin industri.
: menempatkan manajemen dan proses produksi yang paling efisien.
Company : mempertahankan fokus yang mantap untuk memperkuat organisasi
demi terus menjadi pemimpin teknologi global dan perusahaan yang terpercaya dan bertanggung
jawab.

4. Dampak Lingkungan
Keberhasilan Samsung sebagai perusahaan digital ternama yang telah berhasil meraih
keuntungan dari berbagai macam produk yang dijual di pasar, tidak serta merta menyebabkan
perusahaan ini melepaskan tanggung jawabnya terhadap masalah sosial dan lingkungan.
Sebagai perusahaan yang besar yang ingin bertahan lama di industrinya, Samsung juga harus
memperhatikan tanggung jawab korporasi terhadap lingkungan.

Berikut adalah masalah lingkungan yang diakibatkan dari proses bisnis yang dijalankan oleh
perusahaan Samsung :

1. Produksi emisi gas rumah kaca


2. Penggunaan air murni dalam jumlah besar untuk proses produksi
Perusahaan elektronik seperti Samsung mengkonsumsi 7500 15.000 ton air murni setiap
hari, dimana jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan 50.000 penduduk per hari
untuk air bersih
3. Limbah pabrik yang mencemari lingkungan, baik itu air, tanah dan udara.

5. Kebijakan Lingkungan
Samsung memiliki beberapa kebijakan lingkungan guna untuk memitigasi masalah yang
ditimbulkan kegiatan bisnis perusahaan terhadap lingkungan sekitarnya, antara lain adalah :
1. Samsungs Green Management Polices
2. Climate Change and Energy Management Activities in Samsung
3. Water Management Activities in Samsung

6. Permasalahan Yang Dihadapi Samsung

Walaupun Samsung telah memiliki strategi inisitif lingkungan untuk mencegah dampak
buruk akibat proses bisnis yang dijalaninya, perusahaan ini ternyata didapati melakukan
beberapa tindakan tidak etis yang tidak sesuai dengan konsep triple bottom line, dimana
perusahaan yang ingin sustain haruslah perusahaan yang menyeimbangkan kepentingan
ekonomi, sosial dan juga lingkungan.

Beberapa perilaku perusahaan yang dianggap tidak etis adalah :

Membuat kebijakan No Union Policy yang dianggap mengekang kebebasan para pekerja
dan merugikan pekerja karena tidak bisa bersuara oleh praktek-prektek bisnis yang
menyimpang.
Adanya beberapa pegawai Samsung yang meninggal karena bekerja di pabrik
semikonduktor yang terpapar oleh bahan-bahan kimia yang berbahaya
Ditemukannya pekerja di bawah umur di pabrik suplier Samsung yang seharusnya di
larang oleh lembaga China Labour Watch
Samsung di anggap kurang transparan dalam memberikan informasi mengenai
kandungan kimia didalam produknya, mereka menganggap di Korea hal tersebut
bukanlah kewajiban berbeda dengan aturan di US yang mewajibkan hal tersebut
Kasus Price Fixing yang dilakukan Samsung untuk menetapkan harga jual DRAM dan
merupakan kasus dengan sangsi denda terbesar kedua di USA dengan nilai denda US$
300 juta

Anda mungkin juga menyukai