Anda di halaman 1dari 2

PENYIMPANAN SPESIMEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

1 dari 2
Ditetapkan
Tanggal Terbit
Direktur,
STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR
dr. Indri Noviyanti

Penyimpanan spesimen adalah tindakan-tindakan mengamankan


Pengertian spesimen agar dapat disimpan beberapa waktu sebelum dan
sesudah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
1. Sebagai acuan penerapan langkah- langkah agar cara
penyimpanan spesimen sesuai dengan ketentuan yang
Tujuan berlaku.
2. Untuk menghindari pengambilan darah berulang kali pada
pasien yang hasilnya perlu dikonfirmasi lebih lanjut
1. Sisa specimen disimpan sesuai dengan kebutuhan dan
stabilitas masing masing spesimen
Kebijakan 2. Sampel yang disimpan antara lain : Serum, Whole blood ,
dan sisa sediaan jaringan.
Prosedur 1. Penyimpanan Sampel serum
Sampel darah yang menghasilkan serum dipisahkan
antara serum dan darah.
Serum dimasukkan dalam tabung yang sudah diberi
identitas pasien.
Tabung yang sudah terisi sisa serum ditutup dengan
parafilm untuk kemudian disimpan dalam freezer .
Masa simpan serum adalah 1 bulan setelah serum selesai
analisa.
Serum yang sudah lebih dari 1 bulan dan tidak ada
komplain atau pengulangan akan dibuang di tempat
sampah infeksius

2. Penyimpanan sampel Whole Blood (EDTA)


Sampel darah whole blood (EDTA) yang sudah selesai
dianalisa / diperiksa disimpan di kulkas, pada tempat
yang sudah disediakan.
Masa simpan darah adalah 1 minggu setelah darah
diperiksa / dianalisa.
Darah yang sudah lebih dari 1 minggu dan tidak ada
komplain dan pengulangan akan dibuang ditempat
sampah infeksius

PENYIMPANAN SPESIMEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

2 dari 2
3. Sampel Feses
Sampel feses disimpan pada tiap shift
Setelah pertukaran shift sampel feses dibuang pada
temapt sampah infeksius.
4. Sampel Urin
Sampel urin disimpan pada tiap shift
Setelah pertukaran shift sampel feses dibuang pada
temapt sampah infeksius.

Unit Terkait Laboratorium