Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

STRATEGIC MANAGEMENT
RESUME CHAPTER 3 DAN CASE
(EXTERNAL ENVIRONMENT ANALYSIS )

Oleh :

DERI FIRMANSYAH
15/391909/PEK/21355

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Strategic Manajement

PROGRAM PASCA SARJANA


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JAKARTA
BAB 3 (External Environment Analisys)

Analisis lingkungan eksternal adalah pemahaman berbagai faktor di luar


perusahaan yang mengarah pada munculnya kesempatan bisnis / bahkan ancaman
bagi perusahaan. Di dalam analisis lingkungan eksternal berupaya memilah
permasalahan global yang dihadapi perusahaan dalam bentuk, fungsi dan
keterkaitan antar bagian.
Bagi pengembangan strategic, analisis ini di butuhkan tidak hanya terbatas pada
rincian analisis kesempatan dan ancaman saja tetapi juga untuk menentukan dari
mana dan untuk apa hasil analisis itu di pergunakan . Oleh karena itu manajer
puncak membutuhkan diagnosis lebih lanjut atas hasil analisis lingkungan eksternal.
Untuk lebih lanjutnya resume bab 3 ini terdiri dari Analyzing PEST, Industry Analisys,
Competitive Analysis, Swot Analysis dan Case : Competition in Energy Drink

1. Analyzing PEST (Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi)


Dalam menganalisa lingkungan eksternal salah satu rangkainnya analisa PEST,
Hal ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar daya tarik bisnis yang digeluti,
seberapa besar peluang yang bisa diraih serta seberapa besar ancaman yang
dapat mempengaruhi perusahaan pada masa sekarang maupun masa
mendatang.
a. Faktor Politik dan hukum
Faktor politik dan hukum mendefinisikan parameter-parameter hukum dan
bagaimana pengaturan perusahaan harus beroperasi.
b. Faktor Ekonomi
Berpengaruh terhadap penentuan jumlah permintaan produk dan besarnya
biaya yang di keluarkan untuk menghasilkan produk perusahaan.
c. Faktor Sosial
Mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang
berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan di mana
perusahaan beroperasi.
d. Faktor Teknologi
Adanya perubahan teknologi dapat mendorong munculnya kesempatan bisnis
dan perbaikan upaya pencapaian tujuan organisasi, tapi dapat juga sebagai
ancaman bagi kelangsungan produk yang sudah ada.
e. Faktor Pemerintah
Peran pemerintah dalam mekanisme penyampaian produk dari produsen ke
konsumen sangat besar. Alat kendali pemerintah melalui berbagai paket
kebijakan fiskal dan moneter ternyata cukup efektif untuk mempengaruhi
dinamika bisnis.
f. Faktor Demografi
Faktor demografi ini diantaranya adalah ukuran populasi, struktur umum,
distribusi geografis percampuran etnis serta distribusi pendapatan.

2. Analisis Kompetitif: Model Lima Kekuatan Porter


Model lima kekuatan Porter tentang analisis kompetitif adalah pendekatan yang
digunakan secara luas untuk mengembangkan strategi di banyak industri.
Menurut Porter, hakikat persaingan di suatu industri tertentu dapat dipandang
sebagai perpaduan dari lima kekuatan:
a. Persaingan Antar Perusahaan Saingan
Sebuah perusahaan dapat berhasil hanya sejauh ia menghasilkan keunggulan
kompetitif atas strategi yang dijalankan perusahaan pesaing. keunggulan
kompetitif ini bisa berarti penurunan harga, peningkatan kualitas, penambahan
fitur, penyediaan layanan, perpanjangan garansi, dan pengintensifan iklan.
Intensitas persaingan antar perusahaan saingan cenderung meningkat ketika
jumlah pesaing bertambah, ketika pesaing lebih setara, ketika permintaan
menurun, dan ketika potongan harga menjadi lazim.
b. Potensi Masuknya Pesaing Baru
Ketika ancaman perusahaan baru yang masuk ke pasar kuat, perusahaan yang
telah ada umumnya memperkuat posisi mereka dan mengambil tindakan untuk
menghambat perusahaan baru tersebut, seperti dengan menurunkan harga,
memperpanjang garansi, menambah fitur, atau menawarkan paket-paket.
c. Potensi Pengembangan Produk Pengganti
Tekanan kompetitif yang meningkat dari produk pengganti bertambah ketika
harga relatif produk pengganti tersebut turun dan manakala biaya peralihan
konsumen juga turun. Kekuatan kompetitif produk pesaing dengan mengukur
pangsa pasar yang diraih produk tersebut.
d. Daya Tawar Pemasok
Di banyak industri, penjual menjalin kemitraan strategis dengan pemasok
terpilih dalam upaya untuk mengurangi biaya persediaan dan logistik,
mempercepat ketersediaan komponen generasi selanjutnya, meningkatkan
kualitas onderdil dan komponen yang dipasok serta mengurangi tingkat
kecacatan, dan menekan pengeluaran baik bagi diri mereka sendiri maupun
pemasok.
e. Daya Tawar Konsumen
Ketika konsumen membeli dalam volume besar, daya tawar mereka dapat
merepresentasikan kekuatan besar yang mempengaruhi intensitas persaingan
di suatu industri. Perusahaan pesaing bisa saja menawarkan garansi yang
panjang atau layanan khusus untuk mendapatkan loyalitas konsumen
manakala daya tawar konsumen kuat. Daya tawar konsumen juga lebih tinggi
ketika produk yang dibeli adalah standard atau tidak terdiferensiasi.

3. Analisis Pesaing
Untuk mengetahui jumlah dan jenis pesaing serta kekuatan dan kelemahan yang
pesaing miliki, perusahaan perlu membuat peta persaingan yan lengkap.
Langkah pertama yang perlu dilakukan perusahaan adalah dengan identifikasi
seluruh pesaing yang ada. Langkah ini perlu dilakukan agar kita mengetahui
secara utuh kondisi pesaing kita. Dengan demikian, memudahkan kita untuk
menetapkan langkah selanjutnya. Identifikasi pesaing meliputi hal-hal sebagai
berikut:
a. Jenis produk yang ditawarkan
Kadang-kadang sebuah perusahaan tertentu memiliki produk yang beragam.
Tugas perusahaan adalah mengidentifikasikan secara lengkap dan benar
produk apa saja yang dimilki oleh pesaing-pesaingnya. Identifikasikan siapa
pesaing utama yang terdekat serta pesaing lainya yang juga berpotensi
mengancam perusahaan kita sekarang dan di masa yang akan datang.
b. Melihat besarnya pasar yang dikuasai (Market Share) pesaing
Untuk melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing, dapat dilakukan melalui
segmen pasar yang akan dimasuki. Dalam hal ini perusahaan harus
mengestimasi besarnya pasar dan market share masing-masing pesaing.
Market share yang harus diketahui adalah untuk masa sekarang dan di masa
yang akan datang, baik yang dikuasai pesaing maupun secara keseluruhan.
c. Identifikasi peluang dan ancaman
Dengan mengestimasi besarnya market share, akan kelihatan peluang yang
ada serta ancaman yang mungkin timbul sekarang dan di masa yang akan
datang. Setiap peluang harus dimasuki dan diusahakan untuk menciptakan
peluang baru yang sebesar-besarnya. Kemungkinan ancaman atau masalah
yang timbul pun harus segera diantisipasi sehingga tidak menimbulkan
masalah.
d. Identifikasi keunggulan dan kelemahan
Identifikasi kelamahan dan keunggulan berarti memetakan atau mencari tahu
keunggulan dan kelemahan yang dimilki pesaing. Identifikasikan kelemahan
dan keunggulan pesaing dalam berbagai bidang, misalnya dalam hal
kelengkapan produk, mutu, kemasan, harga, distribusi, lokasi, serta promosi.

4. Analisa Swot : Identifikasi Peluang dan Ancaman


Analisis SWOT adalah salah satu alat diagnostik yang paling umum digunakan
dalam bisnis. Analisis SWOT merupakan turunan dalam Manajemen Strategis.
Analisis SWOT adalah metode Perencanaan Strategis yang digunakan untuk
mengevaluasi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang
(Opportunities), dan Ancaman (Threats) dalam suatu proyek atau suatu
spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT
(strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan
penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan
mengidentifikasi faktor Internal dan Eksternal yang mendukung dan yang tidak
dalam mencapai tujuan tersebut.
a. Peluang (Opportunities)
Peluang adalah kondisi eksternal yang menjadi pendorong keberhasilan
perusahaan mewujudnyatakan misi, contoh analisis kesempatan ditinjau dari
faktor external.
Tidak memiliki terlalu banyak pesaing yang memproduksi produk yang
sama.
Produk yang ditawarkan dapat diterima dengan baik oleh pasar dan meraih
pangsa pasar yang cukup tinggi.
Pangsa pasar sangat luas dan belum tersentuh oleh kompetitor.
Persediaan bahan baku selalu ada dan bisa didapatkan dengan harga
murah.\Masyarakat menilai positif dalam menilai dampak lingkungan yang
diakibatkan oleh proses produksi.

b. Ancaman (Threats)
Ancaman adalah kondisi eksternal yang menghambat keberhasilan
pencapaian tujuan perusahaan
Banyak pesaing yang memproduksi produk yang sama, dan memiliki
potensi kualitas produk yang lebih baik.
Produk yang ditawarkan kurang diterima oleh pasar, sehingga sulit untuk
membangun pangsa pasar.
Persediaan bahan baku terbatas dan harganya mahal.
Proses produksi menghasilkan dampak yang tidak diterima dengan baik
oleh masyarakat sekitar.
CASE 3 (Competition in Energy Drinks, Sport
Drinks, and Vitamin-Enhanced Beverages)

1. Resume Case
Minuman alternatif seperti energy drinks, sports drink, dan vitamin-enhanced
beverages menjadi bagian penting untuk perusahaan minuman global seperti
Coca-Cola dan PepsiCo untuk bertahan dengan pertumbuhan penjualan mereka
di saat pelanggan mulai mengurangi konsumsi minuman bersoda. Perusahaan
minuman mulai membuat berbagai macam langkah untuk menambah pangsa
pasar. Contohnya, PepsiCo menambah Amp Energy Drinks menjadi 12 rasa,
memperluas SoBe vitamin-enhanced beverages menjadi 28 rasa dan variasi,
dan penambahan barisan Gatorade dalam berbagai rasa dan variasi.
Selain berusaha untuk memperluas market dari minuman alternatif dan
penambahan penjualan, produsen minuman ini juga menghadapi kritik
minuman berenergi dan minuman alternatif lain terkait masalah kesehatan
yang dituimbulkan minuman itu. Tetapi ketika menjelang tahun 2011, perhatian
utama produsen minuman adalah bagaimana cara mereka untuk mengokohkan
posisi mereka di pasar.

2. Identifikasi
Tahun 2008 ketika Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi, pasar
minuman alternative di Amerika mengalami penurunan dan harga minuman
menjadi sangat murah. Keadaan ekonomi yang menurun berdampak pada
penurunan permintaan, dengan penjualan minuman olahraga menurun
sebesar 12,3 persen dan minuman bervitamin menurun 12,5 persen
dibandingkan tahun 2008 dan 2009
Penurunan konsumsi minuman ringan berkarbonasi di Amerika Serikat
pengaruhi isu kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Hal ini mengabitkan
Coca-Cola, PepsiCo, dan perusahaan lain memperluas pasar minuman
alternatif dengan memperkenalkan minuman energi, minuman olahraga, dan
minuman vitamin ke pasar internasional. Hansen Natural Corporation dan
Red Bull melihat keuntungan yang tinggi melalui pengembangan dan
penjualan minuman alternatif.
Dengan kondisi dan isu yang menyertai penjualan minuman bagaimanakah
agar perusahaan ini terus berkembang.

Anda mungkin juga menyukai