Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pembangunan suatu bangsa bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan setiap warga negara.Peningkatan kemajuan dan
kesejahteraan bangsa sangat bergantung pada kemampuan dan kualitas
sumberdaya manusianya.Era globalisasi yang dicirikan oleh pesatnya
perdagangan, industri pengolahan pangan, jasa dan informasi akan
mengubah gaya hidup dan pola konsumsi makan masyarakat, terutama di
perkotaan.
Melalui rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi maka selera
terhadap produk teknologi pangan tidak lagi bersifat lokal, tetapi menjadi
global. Dalam waktu relative singkat telah diperkenalkan selera makanan
gayafast food maupun health food yang popular di Amerika dan Eropa.
Budaya makan telah berubah menjadi tinggi lemak jenuh dan gula, rendah
serat, dan rendah zat gizi mikro. Perubahan selera makan ini cenderung
menjauhi konsep makan seimbang sehingga berdampak negative terhadap
kesehatan dan gizikebiasaan makan adalah tingkah laku manusia atau
kelompok manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan makan yang
meliputi sikap, kepercayaan, dan pemilihan makanan. kebiasaan makan
dalam kelompok memberikan dampak pada distribusi makanan antar
anggota kelompok. Dan mutu serta jumlah bagian tiap anggota hampir
selalu didasarkan pada status hubungan antar anggota, bukan atas dasar
pertimbangan-pertimbangan gizi.
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan
khususnya sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memiliki prilaku
hidup sehat.Aktivitas yang padat serta kehidupan social pada mahasiswa
sangat mempengaruhi prilaku hidup sehatnya khususnya pola makannya
sehari-hari seperti makan yang tidak teratur, tidak sarapan pagi atau
bahkan tidak makan siang serta sering mengonsumsi mie instant sebagai
makanan pengganti pada saat-saat tertentu seperti waktu pagi dan malam
hari.

1
Pada saat ini, teknologi memegang peranan yang sangat penting
dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat
pada satu abad terakhir ini telah berpengaruh besar pada segala aspek
kehidupan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang, penulis mencoba
merumuskan pertanyaan yang akan dicari pemecahannya baik
pembahasan menurut analisa maupun teori-teori yang menjadi acuan
pembuatan makalah ini. Adapun rumusan masalah berdasarkan judul
yang akan diajukan dalam tugas ini adalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian kebiasaan makan?
2. Apa saja faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan ?
3. Apa saja contoh kebiasaan makan yang baik dan yang buruk?
4. Bagaimana cara mempelajari kebiasaan makan?
5. Bagaimana kebiasaan makan yang ada di Indonesia?
6. Apa kaitan kebiasaan makan dengan teknologi?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian kebiasaan makan;
2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan;
3. Untuk mengetehui contoh kebiasaan makan yang baik dan yang
buruk;
4. Untuk mengetahui cara mempelajari kebiasaan makan;
5. Untuk mengetahui kebiasaan makan yang ada di Indonesia;
6. Untuk mengetahui kaitan kebiasaan makan dengan teknologi.

7. Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi kepada pembaca tentang teknologi dan
kebiasaan makan.
2. Sebagai ajang berpikir ilmiah dan kreatif bagi penulis.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. KEBIASAAN MAKAN
1. Pengertian Kebiasaan Makan
Ada banyak defenisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli tentang
kebiasaan makan. Diantaranya menurut Khumaidi bahwa kebiasaan makan
adalah tingkah laku manusia atau kelompok manusia dalam memenuhi
kebutuhannya akan makan yang meliputi sikap, kepercayaan dan
pemilihan makanan (Khumaidi, 1989). Sementara Suhardjo (1989)
menyatakan bahwa kebiasaan makan individu atau kelompok individu

3
adalah memilih pangan dan mengonsumsinya sebagai reaksi terhadap
pengaruh fisiologis, psikologis, sosial dan budaya.
Kebiasaan makan adalah ketersediaan pangan, pola sosial budaya
dan faktor-faktor pribadi (Harper et al., 1986).Hal yang perlu diperhatikan
dalam mempelajari kebiasaan makan adalah konsumsi pangan (kuantitas
dan kualitas), kesukaan terhadap makanan tertentu, kepercayaan,
pantangan, atau sikap terhadap makanan tertentu (Wahyuni,
1988).Khumaidi (1989) menyatakan bahwa dari segi gizi, kebiasaan
makan ada yang baik atau dapat menunjang terpenuhinya kecukupan gizi
dan ada yang buruk (dapat menghambat terpe- nuhinya kecukupan gizi),
seperti adanya pantangan atau tabu yang berlawanan dengan konsep-
konsep gizi. Menurut Williams (1993), masalah yang menyebabkan
malnutrisi adalah tidak cukupnya pengetahuan gizi dan kurangnya
pengertian tentang kebiasaan makan yang baik. Kebiasaan makan dalam
rumah tangga penting untuk diperhatikan, karena kebiasaan makan
mempengaruhi pemilihan dan penggunaan pangan dan selanjutnya
mempengaruhi tinggi rendahnya mutu makanan rumah tangga.

Kebiasaan makan adalah ekspresi setiap individu dalam memilih


makanan yang akan membentuk pola perilaku makan. Oleh karena itu,
ekspresi setiap individu dalam memilih makanan akan berbeda satu
dengan yang lain (Khomsan dkk, 2004). Menurut Hadi (2003)
ketidakseimbangan asupan energi (energy intake)yang melebihi energy
yang digunakan (energy expenditure) dapat menyebabkan obesitas.
Kegiatan budaya mempunyai pengaruh yang kuat terhadap
bagaimana penduduk makan.Pola kebudayaan yang berkenaan dengan
suatu masyarakat dan kebiasaan pangan yang mengikutinya, berkembang
disekitar arti pangan dan penggunaannya yang cocok.Pola kebudayaan ini
mempengaruhi orang dalam memilih pangan. Hal itu juga mempengaruhi
jenis pangan apa yang harus diproduksi, bagaimana diolahnya,
disalurkannya,disiapkannya dan disajikaanya.

2. Contoh Kebudayaan Makan

4
Contoh pengaruh kebudayaan pada kebiasaan makan ialah di Irian
Jaya pada suku Mimika, Kabupaten Fakfak yang diteliti oleh J. Pouer
dimasa pendudukan belanda.disana pengolahan sagu dianggap urusan
wanita, sementara berburu dan menangkap ikan pekerjaan pria. Begitu
penting dan berakarnya sagu dan ikan dalam kehidupan suku ini, sehingga
kata amota, yang berarti sagu, kini diterapkan pada semua pangan pokok
lainnya, sementara kata ereka, atau ikan, diterapkan pada semua jenis ikan
atau daging yang dapat dimakan. Bahkan seluruh sisitem pertanian pangan
Mimika kontemporer dapat dikembalikan ke dualitas sagu ikan
tadi,yang juga mencerminkan dualitas wanita pria, atau dalam bidang
ekologi, dualitas tanah-air atau kering basah yang begitu dominan
dalam system pertanian Indo-Pasifik.

Dengan demikian, kebiasaan makan dapat diartikan sebagai cara


individu atau kelompok induvidu memilih pangan dam mengkonsumsinya
sebagai reaksi terhadap pengaruh fisiologik, psikologik, social, dan
budaya.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan


Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan, antara lain
(Lisdiana, 1998) :
1. Pengaruh Sosial Budaya

Di dalam budaya masyarakat terdapat istilah makanan pantangan,


misalnya anak gadis dilarang makan pisang ambon. Anak kecil dilarang
makan ikan karena akan menyebabkan cacingan. Kedua kepercayaan
tersebut akan berpengaruh terhadap keputusan seseorang dalam memilih
makanan. Dipandang dari sudut nilai gizi, kedua contoh kepercayaan
tersebut berlawanan dengan konsep-konsep nilai gizi. Dari segi kesehatan,
pisang ambon dan ikan termasuk makanan yang bergizi tinggi. Nilai sosial

5
budaya merupakan nilai yang dianut oleh suatu kelompok
masyarakat.Antara kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok
masyarakat lainnya bisa berbeda-beda, bahkan mungkin bertentangan.Oleh
karena itu, nilainya tidak mutlak.Bisa jadi nilai budaya yang tadinya
dipegang erat, akhirnya sedikit demi sedikit luntur oleh kemajuan zaman
dan perkembangan ilmu pengetahuan.Pada zaman globalisasi ini, berbagai
macam menu makanan dari seluruh dunia semakin mudah dijumpai,
sepertifast foodyang makin marak ditawarkan kepada masyarakat.
Sebagian orang, terutama yang muda-muda menjadi ketagihan fast
foodyang kebanyakan memiliki susunan yang tidak seimbang, yakni
berkalori tinggi namun miskin serat.

2. Pengaruh Agama
Masalah makanan termasuk salah satu hal yang termuat dalam
ajaran agama Hindu melarang umatnya makan daging sapi.Ajaran agama
Islam melarang umatnya makan daging babi, darah, dan minum khamr
(minuman yang memabukkan).Oleh karena itu, nilai gizi tidak dapat
dijadikan pertimbangan seandainya makanan tersebut dilarang dikonsumsi
berdasarkan aturan agama.

3. Pengaruh Psikologis
Sikap seseorang terhadap makanan banyak dipengaruhi oleh
pengalaman dan respon yang diperlihatkan oleh orang lain terhadap
makanan, sejak ia masih anak-anak. Pengalaman yang diperoleh ada yang
dirasakan menyenangkan atau tidak menyenangkan.Hal ini menyebabkan
setiap individu dapat mempunyai sikap suka dan tidak suka terhadap
makanan.Sebagai contoh, seorang anak yang pada waktu kecilnya sering
dipaksa makan telur, mungkin saja ketika besar tidak suka mengonsumsi
telur.Pengalaman emosional pada masa kecilnya membuat dia bersikap
negatif terhadap telur.

6
Menurut Kumaidi (1994) ada dua factor utama yang
mempengaruhi kebiasaan makan manusia, yaitu faktor ekstrinsik (yang
berasal dari luar manusia) dan faktor intrinsik (yang berasal dari dalan diri
manusia).
1. Faktor Ekstrinsik
Yang termasuk factor ekstrinsik adalah:
a. Lingkungan Alam
Pola pangan pokok menggambarkan salah satu ciri dari kebiasaan
makan. Di daerah dengan pola pangan pokok beras biasanya belum puas
atau mengatakan belum makan apabila belum makan nasi,meskipun perut
sudah kenyang oleh makanan lain non beras. Demikian juga dengan yang
pola pangan pokoknya berbeda seperti jagung, ubi kayu, dan sebagainya.
Bias diartikan bahwa cara seseorang atau kelompok untuk memilih
makanan juga sangat dipengaruhi oleh produksi dan ketersediaan pangan
setempat.
b. Lingkungan sosial
Lingkungan social memberikan gambaran yang jelas tentang
perbedaan kebiasaan makan.Tiap-tiap bangsa dan suku bangsa mempunyai
kebiasaan makan yang berbeda-beda sesuai dengan kebudayaan yang telah
dianut turun temurun.

c. Lingkungan budaya dan agama


Lingkungan budaya yang berkaitan dengan kebiasaan makan
biasanya meliputi nilai-nilai kehidupan rohani dan kewajiban kewajiaban
social.Nilai-nilai dan kewajiban-kewajiban social yang dimaksud
berkaitan dengan kepercayaan terhadap sesuatu pangan baik ditinjau dari
asperk budaya maupun agama.
d. Lingkungan ekonomi
Distribusi pangan banyak ditentukan oleh kelompok-kelompok
masyarakat menurut staf taraf ekonominya.Golongan masyarakat dengan
ekonomi kuat mempunyai kebiasaan makan yang cenderung dengan
konsumsi rata-rata melebihi angka kecukupannya.Sebaliknya masyarakat
ekonomi rendah, justru pada umumnya produsen pangan mereka
mempunyai kebiasaan makan yang memberikan nilai gizi dibawah
kecukupan jumlah maupun mutunya.

7
2. Faktor intrinsik
Yang termasuk faktor intrinsik adalah:
a. Asosiasi emosional
Ada kecenderungan seseorang tidak mau makan daging dar hewan
peliharaannya, sebab telah tumbuh saling kasih saying antara yang
memelihara dan yang dipelihara sehingga tidak sampai hati memakan
dagingnya. Contoh lain tentang ikatan batin dari seorang ibu yang
memberikan ASI dengan penuh kasih saying akan memberikan
pertumbuhan jasmani dan rohani anak dengan baik. Kenangan manis
dalam bentuk cara pemberian makanan oleh ibu akan mendasari kebiasaan
makan anak dalam kehidupan akan selanjutnya.
b. Keadaan jasmani dan kejiwaan yang sedang sakit
Status kesehatan sangat mempengaruhi kebiasaan makan terutama
berhubungan dengan nafsu makan seseorang. Pada umumnya seseorang
yang menderita suatu penyakit akan turun nafsu makannya sekaligus
konsumsi zat gizinya juga turun.

c. Penilaian yng lebih terhadap mutu makanan


Ada anggapan bahwa telur mentah, madu, dan beberaa jenis bahan
makanan lain,sebagai bahan makanan superior yang melebihi mutu zat gizi
yang dikandungnya. Pada golongan masysrakat yang makanan pokoknya
beras,sering menganggap bahwa kebutuhannya akan makan telah
tercukupi apabila sudah makan nasi,meskipun lauk pauknya hanya
kerupuk atau kecap. Keadaan yang demikian apabila tampak menonjol
dalam kebiasaan makan akan menimbulkan kekurangan beberapa zat gizi.
d. Pengetahuan gizi
Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini telah terjadi
setelah orang melakuakn penginderaan terhadap suatu objek
tertentu.penginderaan terjadi melaui panca indera manusia,yakni indera
penglihatan,pendengaran,penciuman,rasa,dan raba. Sebagian besar
pengetahuan manusia duperoleh dar mata dan telinga.pengetahuan atau
kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya
tindakan seseorang.
Pengetahuan gizi sebaiknya telah ditanamkan sedini
mungkin,sehingga apabila seseorang telah memasuki usia remaja atau

8
dewasa mampu memenuhi kebutuhan energy tubuhnya dengan perilaku
makannya.karena pengetahuan tentang gizi sangat bermanfaat dalam
menentukan apa yang akan kita konsumsi setiap harinya.
Dengan adanya pengetahuan gizi pada seseorang, maka kita dapat
menyesuaikan tingkat kebutuhan zat gizi yang sesuai dengan banyak
kalori yang kita perlukan setiap harinya dalam melakuakn sktovitas atau
produktivitas kita sehari-hari sehingga dapat dicapai tingakat kesehatan
yang optimal.
Perkembangan dan perubahan teknologi juga dapat berpengaruh
pada kebiasaan makan. Perubahan teknologi tersebut terutama adalah
teknologi yang menyangkut produksi,distribusu,pengolahan dan penyiapan
makanan.perubahan teknologi ini memeng membawa perubahan besar
bagi masyarakat secar umum.kebiasaan makan masyarakat banyak
berubah.pada masyarakat kota modern dimana hamper semua orang
menghabiskan waktu dari pagi sampai sore di tempat kerja sudah tentu
tidak punya banyak waktu untuk menyiapkan makanan. Biasanyan pada
masyarakat demikian akan berkembang kebiasaan makan diluar rumah
seperti di restoranfast food atau di tempat kerja dimana makanan
disediakan oleh usaha catering.mahasiswa yang terkadang cukup sibuk
juga sering mengkonsumsi makanan yang disajikan dengan cepat atau
membeli makanan diluar.sementara kegitan mahasiswa banyak
membutuhkan energi dan untuk itu diperlukan suatu kebiasaan makan
yang baik.
Kebiasaan makan yang baik akan mencerdaskan seseorang,
meningkatkan kondisi kesehatan tubuh, dan menghasilkan gairah atau
semangat kerja yang tinggi. Yang dimaksud dengn kebiasaan makan yang
baik adalah:
1. Menyukai makanan yang bergizi
Gizi yang baik hanya diperoleh dari makanan yang bergizi.
2. Waktu makan yang teratur
Makan teratur dapat membuat alat pencernaan bekerja secara
teratur. Agar proses pencernaan efisien ia harus bekerja secara alamiah dan
wajar.artinya pola makan kita pun harus sesuiai dengan siklus pencernaan
dan kemampuan fungsi pencernaan.

9
3. Menghindari makanan yang dapat merugikan kesehatan
Yang masuk golongan ini antara lain penggunaan bumbu penyedap
seperti vetsin maupun sari manis sebagi pengganti gula untuk
minuman.hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan makanan dan
minunan sewaktu dibeli.
4. Berusaha supaya suasana makan selalu tenang,sehingga makan pun
dapat dilakuakan dengan tidak tergesa-gesa. Kebiasaan ini sangat baik
dan bermanfaat bagi tubuh,terutama untuk pencernaan.

4. Kebiasaan Makan Yang Buruk


1. Makan Terlalu Cepat
Makan terlalu cepat dapat mengakibatkan suatu masalah pada perut
anda.Anda menekan udara terlalu berlebihan, sehingga dapat
mengakibatkan perut kembung. Anda juga kemungkinan tidak akan
mengunyah dengan sempurna, hanya air liur yang menghancurkan
makanan. Kebiasaan ini menyebabkan kerja keras saluran pencernaan
yang kemudian menjadi salah satu pemicu terjadinya gangguan
pencernaan.Makan cepat tidak memberikan otak cukup waktu untuk
mengejar makanan ke perut.Kebiasaan ini akhirnya dapat meningkatkan
berat badan anda.Setidaknya dibutuhkan 20 menit untuk memperoleh
pesan bahwa perut sudah kenyang.
2. Mengabaikan Sarapan Pagi
Tidak sarapan pagi dapat mengakibatkan ketidaknyamanan saat
anda menyogsong pagi serta akan membutuhkan makanan berlebih di
siang hari. Gula darah biasanya menurun pada malam hari, sehingga otak
anda terasa hampa hingga anda mengkonsumsi sarapan.Sejumlah
penelitian menjabarkan bahwa kecakapan dan memori otak meningkat di
pagi hari.Riset baru juga menunjukkan sarapan pagi cenderung
memberikan lebih banyak kalori sepanjang hari dibandingkan mereka
yang mengabaikannya.Sarapan pagi benar-benar membantu anda
memperoleh dan menjaga berat badan.Sarapan pagi yang teratur

10
memastikan anda memiliki kalori yang cukup untuk melakukan segala
kegiatan hingga siang hari.
3. Kebiasaan Makan di Malam Hari
Metabolisme melemah dan pembakaran lebih lambat pada malam
hari. Jika anda terlalu banyak makan di malam hari, tubuh akan bekerja
lebih keras untuk menyerap nutrisi dibandingkan kebutuhan normal.
Disamping itu juga akan membangunkan organ pencernaan, walaupun
anda tertidur namun organ pencernaan akan melek sepanjang malam,
sehingga mengakibatkan kerja keras organ ini keesokan harinya. Makan
sebelum tidur merupakan kebiasaan buruk. Jika anda tidak dapat
menghilangkan kebiasaan ini sebaiknya anda cukup mengkonsumsi
makanan kecil, buah-buahan atau sayuran segar.
4. Kecanduan Kopi
Sejumlah ilmuwan dari Johns Hopkins Medical School belum lama
ini melaporkan bahwa orang yang minum kopi lebih dari lima cangkir
sehari, hampir tiga kali lipat kemungkinan terserang penyakit jantung
dibandingkan yang tidak minum kopi sama sekali. Penelitian lain yang
dilakukan di Belanda juga menunjukkan bahwa wanita yang
mengkonsunsi kopi terlalu banyak dapat mengakibatkan masalah pada
kesuburannya. Sejumlah riset juga membabarkan bahwa kopi merangsang
produksi gastrin yang dapat merangsang hiperplasia pankreas dan
neoplasia.Minum kopi lebih dari tiga cangkir sehari dapat mengakibatkan
kanker pankreas. Solusinya hanya dengan mengurangi atau
menghilangkan sama sekali kebiasaan minum kopi berlebih.
5. Kegemaran Mengkonsumsi Makanan Manis
Diabetes merupakan efek samping yang paling buruk akibat
mengkonsumsi gula terlalu banyak.Obesitas juga seringkali menyerang
karena kebiasaan kita mengkonsumsi gula terlalu rakus.Orang menjadi
gemuk bukan karena kandungan kalori pada gula, namun karena gula
memiliki kapasitas untuk mempengaruhi keseimbangan hormon
anda.Meningkatnya napsu makan dan jaringan lemak dapat
mengakibatkan meningkatnya lemak tubuh.Konsumsilah gula secukupnya
atau temukan gula yang rendah kalori untuk menghindari hal-hal tersebut.
6. Merokok Setelah Makanan

11
Merokok sangat berbahaya bagi kesehatan anda setiap saat.Bahkan
ketika anda merokok setelah makan.Sejumlah penelitian dari para
ilmuwan membuktikan bahwa merokok setelah makan sebanding dengan
merokok sepuluh batang (Kemungkinan terserang kanker lebih
besar).Hilangkanlah kebiasaan anda merokok setelah makan.
7. Makan Berlebih di Akhir Pekan
Saat berhasil mempertahankan diet seimbang sepanjang minggu,
orang cenderung membanggakan dirinya dengan berlebihan. Akibatnya,
mereka akan cenderung menambahkan lebih banyak kalori untuk diet
mereka di akhir pekan. Ini sama sekali bukan hal yang baik jika ingin
menjaga kesehatan dengan sempurna. Cobalah kendalikan napsu makan
anda di akhir pekan.
8. Mengkonsumsi Makanan Mentah Terlalu Banyak
Saat ini makanan mentah sangat populer.Banyak orang sukes
dengan kebiasaan ini. Sebenarnya jika anda mengkonsumsi makanan dan
sayuran mentah terlalu banyak, kesehatan anda akan dipengaruhi bakteri
yang terdapat dalam makanan tersebut. Memasak dan mengolah makanan
dengan tepat akan membunuh kuman serta bakteri yang terkandung di
dalamnya. Kurangilah mengkonsumsi makanan-makanan seperti ini.
9. Makan Lebih Banyak Saat Hati Kurang Nyaman
Fakta menunjukkan bahwa kebanyakan orang cenderung makan
lebih banyak saat hati mereka kurang nyaman.Banyak orang
mengkonsumsi karbohidrat dan kalori berlebih saat hati mereka kurang
tenang atau dalam situasi tertekan.Jika anda dalam suasana hati seperti ini
konsumsilah makanan sehat secukupnya dan pertahankan kebiasaan hidup
yang lebih sehat.
10. Tidak Minum Cukup Air
Tahukah anda, saat anda haus anda sudah mengalami dehidrasi?Air
adalah kebutuhan tubuh kedua setelah oksigen.Namun banyak diantara
kita mengabaikan waktu untuk minum air sehingga mengalami dehidrasi
ringan sepanjang hari.Dehidrasi membuat kita merasa lapar dan
lelah.Setelah makan konsumsilah air secukupnya.Bawalah sebotol air dan
minumlah sesuai kebutuhan tubuh.Minum air secukupnya dapat
menghindarkan anda dari dehidrasi dan membantu anda mengendalikan
napsu makan serta menurunkan berat badan.

12
5. Cara Mempelajari Kebiasaan Makan
1. Pengamatan Berpartisipasi sebagai Metode Ilmiah
Pengamatan berpartisipasi adalah metode anthropologi untuk
mengadakan kontak yang lama, intensif, dan bervariasi dengan orang-
orang lain serta pendapat-pendapat mereka. Pendekatan ini memiliki tiga
tujuan :
a. Pengembangan pengertian intensif terhadap kebudayaan lain
Pengembangan intuisi terjadi karena kontak yang lama dengan suatu
kebudayaan lain, dan penelaahan pengalaman dengan kebudayaan itu.
b. Pengumpulan data yang akurat
Peneliti mengetahui bahwa informan sangat berhati-hati dalam
memberikan keterangan keterangannya kepada orang asing. Oleh sebab
itu, ia berusaha untuk mengadakan hubungan pribadi, dan berdasarkan itu
memperoleh informasi yang lebih baik mengenai bidang-bidang
kehidupan yang penting yang sering kali tidak dapat dimasuki oleh tamu
yang hanya datang untuk waktu yang singkat dan tidak mendalam.
c. Pembentukan perspektif yang menyeluruh (holistik)
Maksudnya adalah memperoleh gambaran dari keseluruhan.

2. Peneliti Survei
Dalam penelitian survey sifatnya lebih formal dari pada penelitian
berpartisipasi. Biasanya dalam penelitian survei nilai-nilainya (jawaban-
jawabannya) bisa mempunyai dua bentuk :
a. Mereka tidak sistematis, artinya sebelumnya tidak dibagi dala kategori
yang tetap. Ini merupakan wawancara-wawancara yang tidak
distrukturkan. Dalam hal sedemikian para responden bebas memilih
dan merumuskan jawaban mereka.
b. Mereka dapat sistematis, artinya sudah dibagi dalam kategori tetap. Ini
adalah wawancara-wawancara yang distrukturkan. Para responden
tidak bebas merumuskan jawabannya sendiri, tetapi kepada mereka
diberikan sejumlah kemungkinan memilih yang terbatas.

13
6. Kebiasaan Makan yang Ada di Indonesia
a. Kebiasaan Makan Orang Minang
Masakan Minangkabau telah terlanjur dikenal masyarakat awam
dengan sebutan Masakan Padang, yang dikenal banyak menggunakan santan
dan daging, memiliki rasa pedas dari penggunaaan bumbu dan rempah-
rempah.
Ciri utama dari lauk-pauk, makanan pokok dan parabuang; umumnya
lauk pauknya berasa pedas dengan bumbu yang beragam, sedangkan
parabuang umumnya manis. Proses pembuatan lauk pauk dan parabuang
tersebut umumnya membutuhkan waktu yang lama. Umumnya lauk-pauk dan
parabuang memakai santan kelapa.Lauk pauk yang dikonsumsi untuk upacara
adat berbeda dengan lauk-pauk yang dikonsumsi sehari-hari. Lauk pauk utama
untuk upacara adat batagak pangulu adalah: gulai daging sapi dalam dua
macam; gulai merah dan gulai putih. Sedangkan parabuangnya; nasi kuning,
wajik, gelamai.
Resep makanan. Terdapat banyak resep, resep dan variasi masakan
Sumatera Barat berdasarkan daerah, kota atau kabupatennya, antara lain
Bukittinggi, Padang, Padang Panjang, Payakumbuh, Solok, Batusangkar,
Agam, Dharmasraya dan sebagainya. Meskipun beraneka ragam masakan
Minangkabau bukan hanya berasal dari kota Padang.

b. Kebiasaan Makan Masyarakat Jawa

Orang jawa memiliki kebiasaan yang mungkin aneh dibanding suku


lain. Saat kita makan kita tidak boleh mengeluarkan suara karena dianggap
mirip hewan terutama sapi yang jika makan mereka selalu mengeluarkan
suara. Pada zaman dulu orang jawa makan dengan piring yang terbuat dari
tanah liat sehingga sebelum meletakkan makanan akan diberi sehelai daun
pisang karena jika tidk makanan akan kotor. Orang jawa, sama seperti halnya
suku lain,tidak punya alat makan. Oleh karena itu orang jawa menggunakan
tangan saat makan.Di zaman sekarang piring sudah terbuat dari keramik dan
sendok bisa dijumpai dimana-mana karena itu orang jawa sekarang makan
menggunakan sendok.Namun kebiasaan makan pakai tangan tetap tidak bisa
hilang terutama saat prosesi adat seperti genduren.

14
Yang unik pada orang jawa lainnya adalah suka makan di atas lantau
dan tidak terlalu suka makan di kursi seperti suku batak atau orang barat.Saat
makan laki-laki duduk bersila sedangkan wanita duduk dengan merapatkan
selakangannya karena jika membuka selakangan dianggap tidak sopan, selain
itu pakaian adat wanita zaman dulu tidak memungkinkan wanita untuk duduk
mengangkan.

Saat makan bersama keluarga atau ada acara makan bersama anggota
keluarga atau tamu akan mengellilingi nasi dan lauk dan biasanya ada acara
basa basi dulu. Maksudnya tuan ruah akan menyuruh tamu makan dulu dan
tamu biasanya akan mengatakan tidak, sudah kenyang, sudah makan dan
lain-lain, yang mana hanya untuk basa basi dan bukan berarti tamu tersebut
tidak menyukai makanannya. Setelah beberpa lama tuan rumah memaksa
tamu untuk makan tamupun langsung makan dengan wajah malu-malu.
Namun biasanya jika tamu tidak mau juga tuan rumah akan makan lebih dulu
agar tamu tidak malu untuk makan karena biasanya tamu menganggap tuan
rumah saja tidak makan, masak saya makan terlebih dulu. Mungkin ini
sedikit rumit karena tidak ada aturan pasti siapa dulu yang harus
makan.Namun jika tidak ada ini bisa dianggap tidak sopan.
Setelah makan maka kita membasuh tangan dengan air kobokan yang
telah disediakan.Kadang-kadang dalam air koboka ada kemang yang bisa
menghilangkan bau pada tangan yang telah menyentuh makanan.

c. Kebiasaan Makan Orang Papua

Masyarakat Papua sangat menggemari memakan buah pinang yang


menghasilkan air ludah berwarna merah itu bisa membuat lingkungan menjadi
kotor, Mereka yang makan pinang ditambah campuran lainnya, sama seperti
orang makan sirih yang menghasilkan air ludah berwarna merah. Biasanya air
ludah itu dimuntahkan begitu saja di jalan, atau di mana saja. Bisa
dibayangkan kalau air ludah itu dibuang di sembarang tempat maka semua
jalanan dan tempat-tempat santai akan berwarna merah, dinding-dinding juga
berwarna merah akibat air ludah yang berwarna merah itu.

15
d. Kebiasaan Makan Orang Madura

Budaya yang ada di Madura, seperti budaya nasi jagung ini sangat
memukau sekali.Mengapa? Karena kata orang Madura "mon tak e capok nase
jagung tak kobassa, apa pole juko acan pas e koae gengan maronggi" artinya
makan tanpa nasi jagung tidak enak rasanya apalagi ikan terasi dan di campur
air kelor yang sudah di rebus dikasih garam dan beras, kalau orang Madura
makan tanpa adanya campuran jagung itu rasanya ada yang kurang lengkap.
Karena saking enaknya nasi jagung bagi orang Madura. Setiap ingin memasak
nasi pagi, siang, sore dan malam itu pasti campurannya tidak lain adalah nasi
jagung itu sendiri.

Jadi simbol bangsa kita Indonesia itu sebenarnya berada di Madura,


bagaimana tidak mungkin kalau makanan setiap harinya saja merah putih
nasinya merah putih.Tidak lengkap kiranya Indonesia ini tanpa adanya Palau
Garam atau pulau Madura. Sebenarnya garam adalah simbol keeksistensian
mereka dalam masakan apa saja masak sayur, masak ikan, masak daun-daun
dan masak makanan yang akan di makan dan masak-masakan yang lain .

Madura memang penuh dengan keanehan dan keindahan.Keanehan


karena tidak sesuai dengan realitas yang ada, seperti saat ini orang banyak
yang makan di KFC malah orang Madura masih enak dengan nasi jagungnya
sendiri.Ini suatu keunikan yang luar biasa.Bangsa dalam keadaan tidak
menentu orang Madura masih enak dengan nasi jagung lauk terasi, bagaimana
ini tidak aneh jika dihadapkan pada realitas bangsa saat ini.

B. KEBIASAAN MAKAN KAITANNYA DENGAN TEKNOLOGI

Teknologi adalah hasil karya manusia yang diperlukan untuk


menguasai alam sekitarnya.Wujud kebudayaan dapat berupa alat-alat

16
produksi, ssenjata, makanan dan minuman, wadah, pakaian, tempat tinggal,
alat transportasi,alat komunikasi dan alat informasi.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam
pengertian bahwa penerapan itu menuju keperbuatan atau perwujudan
sesuatu.Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat dimana teknologi
diangga sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam perwujud maka dengan
sendirinya setiap jenis teknologi atau bagian ilmu pengetahuan dapat
diteknologikan. Dengan demikian teknologi tidak dapat ada tanpa
berpasangan dengan ilmu pengetahuan, dan pengetahuan tentang teknologi
perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang yang menjadi
pasangannya (Ahmadi : 2003).
Dengan teknologi, manusia lebih mampu memenuhi segala kebutuhan
dan keinginannya. Masyarakat yang telah maju teknologinya, tidak bersikap
menyerah dan tidak hanya semata-mata bertindak dalam batas-batas
melindungi diri, tetapi juga bersikap aktif dalam menghadai tantangan-
tantangan alam sekitarnya.Berhubung teknologi merupakan salah satu aspek
dari kebudayaan, maka teknologi adalah sesuatu yang dinamis atau selalu
berkembang dan berubah dari masa ke masa selain itu, teknologi bukan bagian
yang lepas dari aspek kebudayaan lainnya, seperti pengetahuan,
kepercayaan,kesenian, moral, hukum dan adat istiadat. Semua aspek
kebudayaan tersebut saling berpengaruh dan berinteraksi.Karena itu
perkembangan dan perubahan teknologi dapat berpengaruh pada aspek budaya
lainnya, misalnya pada kebiasaan makan.
Perubahan teknologi yang dapat mempengaruhi kebiasaan makan,
terutama adalah teknologi yang menyangkut produksi, distribusi pengolahan
dan penyiapan makanan. Akan tetapi teknologi itu bukanlah sebagai penyebab
yang bukan merupakan hasil dari pengaruh fakror lain. Mungkin penggantian
alat memanggang dari oven yang memakai arang ke oven yang memakai
listrik adalah karena keterbatasan waktu ibu-ibu rumah tangga dalam
menyiapkan makanan sehingga memerlukan alat yang lebih praktis dan
cepat.Keterbatasa itu sendiri bias disebabkan karena si wanita bukan lagi
sekedar ibu rumah tangga yang tinggal di rumah, tetapi juga bekerja di luar
rumah mencari nfkah.

17
Pada tulisan ini kita tidak sampai menelusuri secara mendalam
keterkaitan teknologi dengan aspek-aspek lainnya.Fokus permasalahan lebih
banyak pada kaitan antara kebiasaan makan dengan teknologi dimana
hubungan tersebut tidak selalu merupaka hubungan sebab-akibat dan kadang-
kadang agak sulit menentukan mana sebab dan mana akibat, misalnya
teknologi fast food yang tidak mudah dianggap sebagai penyebab lahirnya
kebiasaan makan baru manusia modern. Tapi juga tidak mudah untuk
menyatakan bahwa kebiasaan baru dalam hal makan yang menyebabkan
teknologi fast foodwalaupun demikian antara kedua ini, teknologi dan
kebiasaan makan ada saling keterkaitan dan saling mempengaruhi.
Pada saat ini, teknologi memegang peranan yang sangat penting dalam
kehidupan manusia. Perkembangan teknologi yang sangat pesat pada satu
abad terakhir ini telah berpengaruh besar pada segala aspek kehidupan. Di
kota masyarakat yang kentah teknologi sering diidentikkan dengan manusia-
manusia sibuk sepanjang jam, indvidualistis atau materialistis. Sebaliknya
pada masyarakat desa yang tidak begitu akrab dengan perkembangan
teknologi, kita menemukan irama kehidupan yang lebih pelan, sifat
kebersamaan yang lebih tinggi dan lebih berpegang teguh pada norma-norna.
Perubahan gaya hidup tersebut jugadapat diamati pada tingkat
keluarga.misalnya pada etika hubungan antar anggota keluarga, norma-norma
dan kediasaan keluarga. Setiap keluarga akam memelihara suatu kebiasaan
makan yang kelihatannya statis.akan tetapi kebiasaan ini sesuatu yang
dipengaruhi oleh banyak faktor seperti yang telah dibicarakan
sebelumya.Karena itu kebiasaan makan adalah sesuatu yang dinamis dan
dapat berubah. Besar kecilnya perubahan tersebut tergantung pada intensitas
dan kekuatan faktor-faktor yang mempengaruhi atau yang berhubungan
dengan kebiasaan makan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kebiasaan makan adalah tingkah laku manusia atau kelompok manusia
dalam memenuhi kebutuhannya akan makan yang meliputi sikap, kepercayaan
dan pemilihan makanan. Sedangkan kebiasaan makan dapat diartikan sebagai

18
cara individu atau kelompok induvidu memilih pangan dam
mengkonsumsinya sebagai reaksi terhadap pengaruh fisiologik, psikologik,
sosial, dan budaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan yaitu
faktor ekstrinsik yang terdiri dari lingkungan alam, lingkungan sosial,
lingkungan budaya dan agama,dan lingkungan ekonomi. Faktor kedua, faktor
intrinsik yang tediri dari asosiasi emosional, keadaan jasmani dan kejiwaan
yang sedang sakit, penilaian yng lebih terhadap mutu makanan, dan
pengetahuan gizi.Kebiasaan makan yang baik adalah menyukai makanan yang
bergizi dan waktu makan yang teratur. Contoh kebiasaan makan yang buruk
yaitu makan terlalu cepat, mengabaikan sarapan pagi, kebiasaan makan di
malam hari, kecanduan kopi, kegemaran mengkonsumsi makanan manis,
merokok setelah makanan, makan berlebih di akhir pekan, mengkonsumsi
makanan mentah terlalu banyak, makan lebih banyak saat hati kurang
nyaman,dan tidak minum cukup air. Ada dua cara mempelajari kebiasaan
makan yaitu pengamatan berpartisipasi sebagai metode ilmiahdan peneliti
survey.Kebiasaan Makan yang ada di Indonesia seperti kebiasaan makan
orang Minang, Jawa, Papua, Madura, dan lain-lain.Teknologi adalah hasil
karya manusia yang diperlukan untuk menguasai alam sekitarnya.Perubahan
teknologi yang dapat mempengaruhi kebiasaan makan, terutama adalah
teknologi yang menyangkut produksi, distribusi pengolahan dan penyiapan
makanan.

B. Saran

Dari pembahasan di atas diharapkan kita dapat menerapkan kebiasaan


makan yang baik seperti menyukai makanan yang bergizi, waktu makan yang
teratur, menghindari makanan yang dapat merugikan kesehatan dan berusaha
supaya suasana makan selalu tenang.Setelah itu, jadikan teknologi itu sebagai
sarana pendukung kita untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

19
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta

Guhardja, Edi. 1989. Sosio Budaya Gizi. Bogor: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar
Universitas Pangan dan Gizi.
Nurbayanursalam. 2014. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan.
Online.(http://Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebiasaan Makan _
Perjalanan panjang.htm) diakses pada 16 Februari 2015.

20
21