Anda di halaman 1dari 3

PERCOBAAN FRANCK HERTZ

Muhammad Adam Alfath (140310140052), Diyan Unmu Dzujah (140310140047)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Jumat, 13.00-15.00
21 April 2017

Asisten: Ilham Dhiaputra

Abstrak

Percobaan Frank- Hertz merupakan percobaan yang dilakukan untuk membuktikan teori Bohr
mengenai eksitasi yang terjadi pada atom. Pada percobaan ini atom Hg (Merkuri) yang panaskan hingga
suhu 175 ditembaki dengan elektron yang energinya telah diketahui. Tegangan pemercepat U1
divariasikan pada 30V, 35V, 40V dan 45V serta tegangan henti U2 divariasikan pada 1V, 1.5V dan 2V.
Hasil dari percobaan ini teramati kurva U-I yang menunjukan posisi keadaan eksitasi elektron Hg. Pada
percobaan ini didapatkan tegangan eksitasi atom Hg adalah sebesar 4.75 0.274 V dengan KSR 3.06%
dan menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang sebesar 260.3 nm.

Kata kunci: Franck-hertz experiment, excitation voltage, mercury gas

1. Pendahuluan Beda tegangan dipasang diantara kisi


(mesh) dan (collector) sehingga tiap elektron
James Franck dan Gustav H. Hertz (1914) yang mempunyai energi lebih besar dari harga
melakukan suatu eksperimen yang ditujukan untuk minimum tertentu memberi kontribusi pada arus
membuktikan teori Bohr tentang kuantisasi elektron juga membesar.
serta eksitasi atom. Percobaan ini dilakukan dengan Dalam tabung, tekanan udara relatif lebih rendah
menembakan elektron kepada gas merkuri (Hg). dibandingkan dengan tekanan udara pada
Fenomena eksitasi terjadi saat pengamatan arus laboratorium sehingga elektron didalam tabung
listrik naik sampai puncak tertentu. Dari variasi dapat menumbuk atom Hg tanpa kehilangan energi
tegangan yang diberikan, akan terjadi pola eksitasi (tumbukan elastik sempurna). Mekanisme agar
puncak yang ditunjukan grafik antara tegangan yang elektron kehilangan energinya setelah tumbukan
proposional dengan energi serta puncak arus yang ialah besar energi penumbuk dinaikan hingga
menunjukan keadaan eksitasi elektron. mencapai harga tertentu menyebabkan atom Hg
melakukan transisi keluar dari keadaan dasar ke
keadaan tereksitasi. Sehingga berdasarkan
2. Teori Dasar percobaan FranckHertz lakukan, saat energi
elektron telah mencapai hingga melampaui harga A
Pada percobaannya, James Franck dan Gustav eV, elektron akan menumbuk Hg secara inelastik
Heinrich Hertz menembaki uap merkuri (Hg) dengan sehingga energinya diserap oleh atom Hg
elektron yang energinya diketahui. Skema percobaan (tereksitasi) tersebut dengan besar energi yang sama,
yang dilakukan oleh Franck dan Hertz dapat dilihat dan elektron penumbuk yang terpantul dengan
pada gambar dibawah ini. energi yang sangat kecil. Dengan kata lain, pada saat
energi telah melampaui A eV maka arus pada keping
akan menurun [1] [2].
Seiring pembesaran harga tegangan pemercepat
arus pada keping akan kembali membesar dan
menurun kembali seperti pada peristiwa diatas yaitu
pada saat energi 2A eV dan 3A eV. Saat tegangan
pemercepat kembali dinaikan hingga 2A Volt,
maka elektron akan kembali menumbuk atom secara
inelastik sehingga mengakibatkan atom kembali
tereksitasi. Sehingga, elektron hasil tumbukan
tersebut kembali kehilangan energi sebesar A eV.
Dan saat mencapai 3A Volt maupun kelipatan A
Volt lainnya, mekanisme serupa akan kembali
Gambar 1. Rangkaian percobaan Franck-Hertz terjadi.
Hasil energi kritis sebesar A eV ini juga ternyata
mengemisikan foton dengan panjang gelombang
sebesar tertentu yang juga muncul saat energi kritis.
Jarak antara dua puncak berdekatan merupakan
besarnya tegangan eksitasi atom ( ). Nilai energi
eksitasi atomnya yaitu:

E = eV (1)

Energi ini digunakan untuk bereksitasi ke tingkat


energi yang lebih tinggi dan kemudian tereksitasi
kembali dengan memancarkan foton yang memiliki
panjang gelombang sehingga:
Gambar 2. Set osiloskop, Franck-Hertz Unit dan
hc hc tabung merkuri (Hg).
= = (2)
E eV
3.2. Metode Eksperimen
Eksperimen ini kemudian menjadi bukti dari teori Pada percobaan ini tabung Hg dipanaskan hingga
model atom bohr yang menerangkan bahwa elektron suhu 175 lalu diamati nilai U dan I yang
harus memiliki energi minimum tertentu untuk dapat ditampilkan dalam mode XY pada osiloskop dengan
melakukan tumbukan inelastik dengan atom dan memvariasikan nilai U2 sebesar 1.0V, 1.5V dan
energi minimum tersebut dapat diartikan sebagai 2.0V. Kurva Franck-Hertz yang digunakan dalam
energi dari sebuah keadaan eksitasi pada atom [1]. hal ini diambil dari data sekunder [3]. Untuk
keperluan perhitungan, data pengamatan
dipersempit hanya pada rentang U1 30V sampai
3. Percobaan 45V.

3.1. Alat dan Bahan


Digunakan Franck-Hertz Control Unit sebagai
4. Data dan Analisa
kontroler tegangan dan suhu pemanas, tabung berisi
gas Hg sebagai atom yang diamati serta osiloskop 4.1. Data Percobaan
untuk mengamati kurva U-I yang terbentuk. Nilai U1 dan I yang didapat untuk gas Hg [3]
dapat ditampilkan dalam kurva berikut.

daerah pengamatan

Gambar 3. Kurva Franck-Hertz gas Hg untuk variasi U2


Masing-masing nilai U1 dan I saat kurva mencapai nilai energi atomnya, maka terjadi
menunjukan titik tertinggi (peak) ditunjukan pada tumbukan inelastik yang ditandai dengan terjadinya
Tabel 1. fenomena eksitasi elektron.
Kejadian ini diamati dalam plot U-I dalam setting
Tabel 1. Nilai U1 saat I puncak percobaan Franck-Hertz yang menunjukan kurva
naik-turun. Hal ini membuktikan elektron
U2 (V) U1peak (V) Ipeak (nA) terkuantisasi dengan energinya masing-masing yang
31.5 5.2 ditunjukan oleh tiap puncak kurva dengan selisih
1.0 36.0 7.6 antar puncaknya menunjukan tegangan eksitasi .
41.0 10.4 Nilai tegangan eksitasi untuk atom Hg yang
31.5 3.8 didapat dalam percobaan ini yaitu sebesar 4.75
1.5 36.5 5.4 0.274 V dengan KSR 3.06% dan menghasilkan
41.0 7.8 emisi foton dengan panjang gelombang sebesar
31.5 2.2 260.3 nm.
2.0 36.5 3.4
41.0 4.8 Daftar Acuan
Tegangan eksitasi bisa didapat dengan mencari Buku
selisih tegangan antar puncak kurva. Nilai tegangan [1] Resnick & Halliday. Modern Physics. NY,
eksitasi rata-rata pada semua percobaan adalah Wiley (1986).
4.75 0.274 V. Atau jika diekspresikan sebagai [2] M. Alonso & E. J. Finn. Fundamental
energi eksitasi, melalui persamaan (1) dapat University Physics. Boston, Addison Wesley
diketahui bahwa energi eksitasi atom Hg sebesar (1983).
4.75 0.274 eV.
Adapun panjang gelombang foton yang Manual
diemisikan pada saat terjadi eksitasi dapat ditentukan [3] Franck-Hertz Control Unit - Operating
menggunakan persamaan (2) yang nilainya sebesar Instruction. PHYWE Systeme GmbH.
260.3 nm.

4.2. Analisis Data


Kurva diatas menunjukan perubahan arus I
terhadap tegangan pemercepat U1. Pada awalnya
kurva berada di bawah menunjukan energi elektron
belum mampu mengeksitasi gas Hg yang ada di
tabung, dan saat terus dinaikan saat titik tertentu
didapatkanlah puncak kurva pada saat tegangan
kritis yang dimana jika tegangan U1 dinaikan
kembali maka elektron akan tereksitasi dan
mengemisikan foton. Pola naik turun ini terus terjadi
untuk kelipatan energi kulit yang dikemukakan
dalam postulat Bohr.
Pada percobaan Franck-Hertz ini didapatkan
bahwa energi eksitasi dari Hg adalah 4.75 0.274
eV dengan KSR sebesar 3.06%. Nilai ini ditunjukan
oleh selisih keadaan tegangan kritis U1 saat
terjadinya eksitasi. Sedangkan untuk panjang
gelombang foton yang diemisikan saat elektron
tereksitasi adalah sebesar 260.3 nm yang berada
pada spektrum ultraviolet.

5. Kesimpulan
Dalam percobaan ini diketahui terjadinya
eksitasi akibat gangguan terhadap elektron dalam
orbitnya oleh pengaruh luar sehingga elektron
berpindah dari posisinya. Gangguan dalam
percobaan Franck-Hertz dijelaskan sebagai
tumbukan elektron luar dengan elektron dalam atom
yang dimana saat energi elektron tumbuk telah