Anda di halaman 1dari 6

SEMINAR AKUNTANSI MANAJEMEN

Kaizen Costing

RAFIQA RAHMAH

1410531021

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS

2017
KAIZEN COSTING

Perubahan Berkesinambungan pada Lingkungan Bisnis Global

Persaingan yang sengit terjadi di semua lini usaha dalam era


perdagangan bebas. Fakta ini membawa dampak positif dan negatif.
Adapun dampak positifnya adalah memberikan peluang untuk
mengekspor produk yang semakin luas. Sedangkan dampak
negatifnya adalah persaingan yang terjadi bukan hanya antar pelaku
bisnis domestik, tetapi melibatkan pula pelaku bisnis dari luar negeri
yang semakin bebas memasarkan produk.
Sejalan dengan perkembangan teknologi dewasa ini, jenis-jenis
produk makin bertambah jumlahnya. Seiring dengan itu, persoalan
yang dihadapi perusahaan terutama perusahaan industri akan
semakin komplek. Hal ini menuntut manajemen perusahaan untuk
menentukan suatu tindakan dengan memilih berbagai alternatif dan
kebijaksanaan dalam mengambil keputusan yang sebaik-baiknya agar
tujuan perusahaan dapat tercapai. Salah satu tujuan yang paling
utama adalah optimalisasi laba atau keuntungan.
Perusahaan yang ingin berkembang atau paling tidak bertahan
hidup harus mampu menghasilkan produksi yang tinggi dengan
kualitas yang baik. Hasil produksi yang tinggi akan tercapai apabila
perusahaan memiliki efisiensi produksi yang tinggi. Akan tetapi untuk
mencapai efisiensi produksi yang tinggi ini tidak mudah, karena
banyak faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal maupun
eksternal perusahaan. Faktor-faktor tersebut antara lain tenaga kerja,
bahan baku, mesin, metode produksi dan pasar.

Hubungan Kaizen dengan Pengendalian Biaya dan Penilaian


Kinerja

Pengendalian biaya yang memadai memerlukan perbandingan


biaya aktual dengan target atau jumlah yang ditentukan terlebih
dahulu. Karena data historis tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk
menentukan kinerja yang dapat diterima, akuntan mengembangkan
biaya standar. Biaya standar menyatakan berapa biaya yang
seharusnya dicapai dan dapat diterima, tetapi dengan kinerja yang
tidak sempurna. Biaya standar ditentukan secara ilmiah dengan
menggunakan studi waktu dan estimasi rancangan teknik.
Kebanyakan perusahaan tradisional telah menggunkan sistem
biaya standar sebagai pengendalian biaya utamanya. Walaupun
demikian, ketika mereka mempebaiki sistem manajemen biaya,
mereka menemukan kekurangan pada sistem kalkulasi biaya standar
konvensionalnya.
Penilaian kinerja yang objektif pada suatu organisasi atau
perusahaan sangat diperlukan. Bagaimanapun juga penilaian kinerja
pada dasarnya merupakan salah satu faktor kunci guna
mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien. Dengan
melakukan suatu penilaian kinerja, maka suatu organisasi atau
perusahaan telah memanfaatkan sumber daya manusia yang
terdapat dalam organisasi mereka tersebut dengan baik.
Kaizen berasal dari kata KAI artinya perbaikan dan ZEN
artinya baik. Kaizen diartikan sebagai perbaikan terus menerus
(continous improvement). Ciri kunci manajemen kaizen antara lain
lebih memperhatikan proses dan bukan hasil, manajmen fungsional-
silang dan menggunakan lingkaran kualitas dan perlatan lain
untuk mendukung peningkatan yang terus menerus. Kaizen
costing adalah perbaikan secara terus-menerus yang didukung
proses pengurangan biaya dalam tahap pemanufakturan produk yang
sudah ada. Perusahaan yang menerapkan kaizen costing dengan
melakukan perubahan secara bertahap dan berkesinambungan, biasa
disebut dengan continuous improvement. Kata improvement di sini
yang dimaksudkan adalah pengembangan terus-menerus untuk
menyempurnakan keadaan yang telah ada, tanpa menciptakan
sesuatu yang baru.
Kaizen mengandung sepuluh prinsip:
1. Berfokus kepada pelanggan Fokus utama kaizen adalah kualitas
produk, tetapi tujuan terpenting kaizen adalah kepuasana
pelanggan. Segala sesuatu / aktifitas yang tidak menambah nilai
produk atau meningkatkan kepuasan pelanggan merupakan
pengeluaran biaya yang tidak perlu.
2. Mengadakan Peningkatan Terus Menerus Dalam kaizen, suatu
keberhasilan bukanlah hasil akhir tetapi merupakan awal untuk
melangkah ke tahap berikutnya karena suatu keberhasilan
merupakan factor dalam meningkatkan semangat untuk mencapai
keberhasilan yang lain.
3. Mengakui Masalah Secara Terbuka Membangun budaya yang tidak
saling menyalahkan, sehingga para karyawan dalam perusahaan
kaizen dapat mengakui kesalahan secara terbuka, dengan sadar
menunjukan kelemahan dari prosesnya dan meminta bantuan jika
tidak mampu mengatasinya. Keterbukaan tersebut merupakan
suatu kekuatan yang bisa mengendalikan dan mengatasi berbagai
masalah dengan cepat serta meningkatkan kesempatan-
kesempatan perbaikan.
4. Mempromosikan Keterbukaan Ilmu pengetahuan bagi kaizen
adalah untuk saling dibagikan dan hubungan-hubungan
komunikasi yang mendukungnya merupakan sumber efisiensi.
5. Menciptakan Tim Kerja Dalam Kaizen, Tim adalah fondasi yang
membentuk struktur organisasi. Melalui keikutsertaan para
karyawan dalam tim, perusahaan mendapatkan keuntungan dari
karyawannya. Kerjasama tim ini dapat menanamkan rasa saling
memiliki, tanggungjawab kolektif, dan berorientasi pada
perusahaan serta dapat memperkuat keterbukaan, saling berbagi
dan komunikasi.
6. Memanajemen Proyek Melalui Tim Fungsional-silang Proyek
perusahaan kaizen direncanakan dan dilaksanakan dengan
menggunakan sumberdaya antar-departemen atau fungsional-
silang serta sumber daya yang berasal dari luar perusahaan. Hal
itu dilakukan untuk mengurangi biaya, mengontrol pemborosan
sampai tingkat tertentu serta memuaskan pelanggan.
7. Memelihara Proses Hubungan yang Benar Perusahaan jepang
melakukan segala sesuatu yang mampu mereka lakukan supaya
terpelihara keharmonisan dalam hubungan antar-manusia
terutama para staff, manajer dan para pemimpin tim. Hubungan
tersebut dapat menumbuhkan loyalitas dan komitmen dari
karyawan.
8. Mengembangkan Disiplin Pribadi Disiplin pribadi di tempat kerja
merupakan sifat alamiah orang Jepang
9. Memberikan Informasi pada Semua Karyawan Berbagi informasi
merupakan hal yang sangat penting dalam perusahaan Kaizen.
Dengan memberikan informasi yang penting pada setiap orang
maka tantangan perusahaan berubah menjadi tantangan pribadi.
Informasi ini juga merupakan langkah penting untuk menciptakan
budaya berdasarkan pengetahuan.
10. Memberikan Wewenang Kepada Setiap Karyawan Dalam
pelaksanaan kaizen, setiap karyawan diberikan wewenang untuk
melakukan perubahan kearah yang lebih baik dengan kata lain
melibatkan peran karyawan dalam melakukan peningkatan.

Dalam menerapkan Kaizen, para pemimpin perusahaan atau


organisasi di negara Jepang berpegang pada dua prinsip, antara lain :
Memerlukan proses atau cara kerja yang baik untuk mendapatkan
hasil yang maksimal. Dengan proses atau cara kerja demikian, kita
bisa bekerja lebih cekatan (bukan bekerja lebih berat). Untuk
mendapatkan proses yang baik, para pemimpin perusahaan perlu
mengetahui sumber masalah-masalah, kemudian meminta
ide/gagasan/solusi dari semua karyawannya. Bagaimanapun juga,
merekalah yang menjalani pekerjaan sehari- hari/dekat dengan
pekerjaannya. Biasanya, solusi terbaik adalah solusi yang paling
sederhana, logis, dan mudah dilaksanakan.
Memilih gagasan-gagasan yang sekiranya bisa atau
memungkinkan untuk dilaksanakan kemudian menrapkannya dan
bersabar menunggu hasilnya. Ternyata, satu perbaikan kecil yang
dilakukan dalam perusahaan atau organisasi akan dapat
menghasilkan dampak yang besar, dimana waktu dan uang
dapat dihemat. Para karyawan pun semakin bersemangat kerja,
karena mereka melihat ide-ide mereka diterima dan dilaksanakan
oleh perusahaan.
Juga perlu memerhatikan penetapan biaya kaizen yang
digolongkan menjadi 2 jenis:
a. Aktivitas-aktivitas yang diimplementasikan pada kinerja
sesungguhnya kaizen jika terjadi perbedaan antara biaya
sesungguhnya dan biaya target cukup besar setelah produk baru
diproduksi selama tiga bulan.
b. Aktivitas-aktivitas lainnya yang diimplementasikan secara
berkesinambungan setiap periode untuk mengurangi perbedaan
antara laba target dan laba taksiran dan dengan demikian untuk
mencapai biaya yang diperkenankan.

Anda mungkin juga menyukai