Anda di halaman 1dari 15

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL:

KEHILANGAN DAN BERDUKA

MAKALAH

oleh
Kelompok 1

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN MASALAH PSIKOSOSIAL:
KEHILANGAN DAN BERDUKA

MAKALAH
diajukan guna memenuhi tugas Keperawatan Jiwa dengan dosen
Ns. Emi Wuri Wuryaningsih, M.Kep, Sp.Kep.Jiwa

oleh
Cantik Bahirah Z. NIM 152310101072
Putri Ayunda R.A NIM 152310101077
M. Zainul Samsul M. NIM 152310101166

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


UNIVERSITAS JEMBER
JEMBER

2
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Sampul............................................................................................ i
Halaman Judul............................................................................................... ii
Daftar Isi........................................................................................................ iii
Prakata............................................................................................................ iv
BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Tujuan ............................................................................................ 2
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA................................................................... 3
2.1 Kasus .............................................................................................. 3
2.2 Pengertian ...................................................................................... 3
2.2.1 Kehilangan ............................................................................. 3
2.2.2 Berduka .................................................................................. 4
2.3 Psikopatologi................................................................................... 5
2.4 Diagnosa Medis dan Keperawatan.................................................. 6
2.4.1 Diagnosa Medis ..................................................................... 6
2.4.2 Diagnosa Keperawatan .......................................................... 6
2.5 Penatalaksanaan ............................................................................. 8
2.5 Penatalaksanaan Medis ............................................................. 8
2.5 Penatalaksanaan Keperawatan .................................................. 8
BAB 3 PENUTUP........................................................................................ 11
3.1 Kesimpulan .................................................................................... 11
3.2 Saran .............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 12

3
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Mata Kuliah
Keperawatan Jiwa dengan judul AsuhanKeperawatan Klien Dengan Masalah
Psikososial: Kehilangan Dan Berduka.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih kurang
sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini
berguna dan bermanfaat bagi semuanya.

Jember, 25 Februari 2017

Penulis

4
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kelahiran, kematian dan kehilangan merupakan sebuah kejadian yang pasti
akan dialami oleh setiap individu didalam pengalaman hidupnya. Kehilangan
adalah suatu keadaan dimana individu mengalami kehilangan sesuatu yang
sebelumnya ada dan dimiliki. Kehilangan merupakan sesuatu yang sulit dihindari
(Stuart, 2005), seperti kehilangan harta, kesehatan, orang yang dicintai, dan
kesempatan. Berduka merupakan respon emosi dari rasa kehilangan yang
dimanifestasikan dengan perasaan sedih, gelisah, takut, cemas, susah tidur dan
lain-lain. Selain itu berduka ini merupakan hal yang normal bagi setiap individu
yang baru mengalami kehilangan. Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang
berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada kemudian menjadi tidak ada, baik
terjadi sebagian atau keseluruhan (Potter & Perry, 2005). Kehilangan menurut
NANDA dikategorikan dengan dua macam yaitu berduka diantisipasi dan berduka
disfungsional.
Di Indonesia, gangguan kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah yang
serius. Diantaranya adalah gangguan jiwa yang dikarenakan kehilangan dan
berduka. Saat ini masalah mengenai gangguan jiwa mengalami sebuah
peningkatan yang signifikan, bahkan di dunia tiap tahun jumlah penderita
gangguan jiwa terus bertambah. Berdasarkan data dari Word Health Organization
(WHO) terdapatsekitar 450 juta orang didunia mengalami gangguan jiwa. WHO
menyatakan setidaknya ada satu dari empat orang di dunia mengalami masalah
mental, dan masalah gangguan kesehatan jiwa yang ada di dunia telah berubah
menjadi masalah yang sangat serius. Berdasarkan penelitian dari Rudi Maslim
dalam (Mubarta, 2011) prevalensi masalah kesehatan jiwa di Indonesia sebesar
6,55%. Jika dibandingkan dengan keadaan negara lain angka tersebut masih
termasuk sedang. Data dari 33 Rumah Sakit Jiwa (RSJ) yang ada diseluruh
Indonesia menyebutkan bahwa hingga saat ini jumlah penderita gangguan jiwa
berat mencapai 2,5 juta orang. Penderita gangguan jiwa berat dengan usia diatas
15 tahun di Indonesia mencapai 0,46%. Berdasarkan data tersebutdiketahuibahwa
11,6% penduduk Indonesia mengalami masalah gangguan mental emosional

1
(Riset kesehatan dasar, 2007). Sedangkan pada tahun 2013 jumlah penderita
gangguan jiwa mencapai 1,7 juta (Riskesdas, 2013).
Gangguan kesehatan jiwa karena kehilangan dan berduka sering terjadi yang
disebabkan karena ketidaksiapan mental dalam menghadapi keadaan baru. Respon
atas sebuah kehilangan yang ditunjukkan oleh setiap orang berbeda-beda, ada
yang adaptif dan maladaptive, mekanisme koping memepengaruhi kemampuan
seseorang untuk menghadapi dan menerima kehilangan. Sebagian besar dari
perawat berinteraksi secara langsung dengan klien beserta keluarga yang
mengalami kehilangan dan dukacita. Sehingga disini penulis menyusun makalah
mengenai asuhan keperawatan klien dengan masalah psikososial kehilangan dan
berduka agar menambah wawasan, dan dapat membantu klien memahami dan
menerima suatu kehilangan yang dirasakan klien hingga kehidupan klien dapat
berlanjut seperti sebelumnya.

1.2 Tujuan
1.2.1 Untuk mengetahui gambaran kasus kehilangan dan berduka
1.2.2 Untuk mengetahui pengertian kehilangan dan berduka
1.2.3 Untuk mengetahui psikopatologi dan psikodinamika dengan masalah
kehilangan dan berduka
1.2.4 Untuk mengetahui diagnosa medis dan diagnosa keperawatan dengan
masalah kehilangan dan berduka
1.2.5 Untuk mengetahui penatalaksanaan terapi medis dan keperawatan pada
klien dengan masalah kehilangan dan berduka.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Contoh Kasus

2
Tn. Y dan Ny. P merupakan pasangan kekasih yang sudah lama menjalin
hubungan, mereka telah berhubungan sekitar tujuh tahun lebih. Beberapa minggu
lagi mereka akan melaksanakan pernikahan, tetapi semua kandas karena tn. Y
meninggal dunia. Hal ini membuat Ny. P terpukul dan sangat sedih atas kepergian
Tn. Y dan masih belum bisa menerima kejadian ini. Setelah kepergian Tn. Y, Ny.
P selalu menangis setiap hari dan selalu murung di kamarnya. Keluarga
mengatakan bahwa Ny. P mengalami kesedihan yang mendalam hingga dia ngotot
ingin tetap melaksanakan pernikahan dengan tn. Y meskipun tn Y telah
meninggal. Setelah dilakukan pengkajian oleh perawat klien tampak putus asa dan
sedih, ketika perawat bertanya klien susah berkonsentrasi. Nadi 80x/mnt, TD
120/80 mmHg, Suhu 370C, dan RR 24x/mnt.

2.2 Pengertian
2.2.1 Kehilangan

Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu


yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau
keseluruhan (Lambert dan Lambert,1985,h.35). Faktor faktor yang
mempengaruhi kehilangan tersebut bergantung pada arti dari kehilangan, sosial
budaya, kepercayaan atau spiritual, peran seks, status sosial ekonomi, kondisi
fisik dan psikologi dari individu.

Kehilangan memiliki beberapa kategori seperti, kehilangan orang yang


dicintai atau orang yang sangat berarti adalah hal yang membuat stress dan
mengganggu. Kehilangan pada diri sendiri, beranggapan pada mental individu
yang dapat meliputi perasaan, kemampuan fisik, peran dalam kehidupan dan
lain-lain. Kehilangan objek eksternal contohnya individu yang kehilangan harta
benda yang dimilikinya. Kehilangan lingkungan yang sangat dikenal dapat
diartikan sebagai terpisahnya individu dari lingkungan yang sangat berpengaruh
pada latar belakang keluarga dalam waktu ke waktu. Kemudian yang terakhir
yaitu kehilangan kehidupan atau meninggal, seseorang dapat mengalami mati
baik perasaan, pikiran serta repon pada kegiatan atau orang disekitarnya.

2.2.2 Beduka

3
Berduka yaitu merupakan suatu respon emosi dari rasa kehilangan yang
dimanifestasikan dengan perasaan sedih, takut, cemas, gelisah, dan lain lain.
Serta berduka merupakan hal yang normal bagi setiap individu yang baru
mengalami kehilangan. Menurut NANDA kehilangan dikategorikan dengan dua
tipe yaitu berduka disfungsional dan berduka diantisipasi.

Berduka diantisipasi merupakan suatu pengalaman individu dalam


merespon kehilangan yang actual yaitu seperti hubungan, ketidak mampuan
fungsional sebelum terjadinya kehilangan dan dalam hal ini masih dalam batas
normal.

Berduka disfungsional merupakan suatu status dimana suatu pengalaman


bagi setiap individu yang di respon dengan di besar- besarkan saat kehilangan
secara actual, potensial, hubungan dan ketidakmapuan fungsional. Respond an
gejala bagi klien yang berduka yaitu meliputi respon kognitif, respon emosional,
respon spiritual, respon perilaku, respon fisiologis.

a. Respon kognitif: gejala yang terdapat dalam respon kognitif yaitu


dapat berupa gangguan keyakinan atau asumsi, berupaya untuk
mempertahankan keberadaan orang yang meninggal

b. Respon emosional: gejala yang terdapat dalam respon emosional


yaitu dapat berupa sedih, marah, benci, cemas, depresi, perasaan
mati rasa, kesepian yang berat, mandiri

c. Respon spiritual: gejala yang terdapat dalam respon spiritual yaitu


dapat berupa marah dan kecewa kepada Tuhan, serta tidak
memiliki harapan dan kehilangan makna

d. Respon perilaku: gejala yang terdapat dalam respon perilaku yaitu


berupa berteriak dengan menangis atau tidak terkontrol,
menyimpan benda kenangan, menyalahgunakan obat, gelisah,
mencari aktivitas, refleksi personal dan upaya bunuh diri

e. Respon fisiologi: gejala yang terdapat dalam respon fisiologi yaitu


berupa insomnia, sakit kepala, BB turun, lemas, tidak nafsu makan,
gangguan pencernaan, serta perubahan sistem imun

4
2.3 Psikopatologi
Menurut Yosep dan Sutini proses kehilangan proes kehilangan yaitu sebagai
berikut:

a. Stressor internal atau eksternal -- gangguan dan kehilangan -- individu


memberi makna positif -- melakukan kompensasi dengan kegiatan positif--
perbaikan (adaptasi dan nyaman )

b. Stressor internal atau eksternal gangguan dan kehilangan individu


memberi makna merasa tidak berdaya marah dan berlaku agresif
dieskpresikan ke dalam diri muncul gejala gangguan fisik

c. Stressor internal atau eksternal gangguan dan kehilangan individu


member makna merasa tidak berdaya mara dan berlaku agresif
diekspresikan ke luar diri individu kompensasi dengan perilaku
konstruktif perbaikan ( beradaptasi dan merasa nyaman )

d. Stressor internal atau eksternal gangguan dan kehilangan individu


member makna merasa tidak berdaya marah dan berlaku agresif
diekspresikan keluar diri individu kompensasi dengan perilaku
konstruksif merasa bersalah ketidak berdayaan

2.4 Diagnosa Medis dan Diagnosa Keperawatan


1) Diagnosa Medis
Gangguan Emosional Tidak Stabil

2) Diagnosa Keperawatan
Dukacita 00136
Batasan Karakteristik Faktor yang berhubungan

5
Disorganisasi atau kacau Antisipasi kehilangan hal yang
Distres
bermakna (seperti kepemilikan,
Distres psikologis
Gangguan fungsi neuroendokrin pekerjaan, status)
Gangguan pola tidur Antisipasi kehilangan orang
Marah
terdekat
Memelihara hubungan dengan
Kehilangan objek penting
almarhum
(kepemilikan, pekerjaan, status
Memisahkan diri
Menemukan makna dalam rumah, bagian tubuh)
Kematian orang terdekat
kehilangan
Menyalahkan
Perilaku panik
Pertumbuhan personal
Perubahan fungsi imun
Perubahan pola mimpi
Perubahan tingkat aktivitas
Putus asa
Rasa bersalah tentang perasaan
Lega
Terluka

Dukacita terganggu 00135


Batasan Karakteristik Faktor yang berhubungan

6
Ansietas Kematian orang terdekat
Depresi Keidakstabilan emosional
Distres perpisahan Kurangnya dukungan sosial
Distress tentang almarhum
Distress traumatik
Ingatan menyedihkan yang menetap
Ingin bersama almarhum
Letih
Marah
Mencari almarhum
Mengalami gejala somatik tentang
almarhum
Menghindari berduka
Menyalahkan diri sendiri
Merindukan almarhum
Penurunan fungsi dalam peran hidup
Penurunan rasa kesejahteraan
Perasaan hampa
Perasaan kaget
Perasaan linglung
Perasaan syok
Perasaan terpisah dari orang lain
Stres berlebihan
Termenung
Tidak menerima kematian
Tidak percaya
Tingkat intimasi atau keakraban yang
rendah

Risiko dukacita terganggu 00172

7
Factor Risiko
Kematian orang terdekat
Ketidakstabilan emosional
Kurang dukungan social

2.3 Penatalaksanaan
2.3.1 Penatalaksanaan Medis
a. Psikoterapi
a) Terapi afektif
b) Terapi psikologis
c) Terapi kognitif
Pedekatan berorientasi realitas lebih efektif dibandingkan interpretasi
bawah sadar.
d) Terapi perilaku digunakan untuk mengendalikan ledakan kemarahan
dan untuk menurunkan kepekaan terhadap kritik dan penolakan.
b. Farmakoterapi
a) Antipsikotik untuk mengendalikan kemarahan, permusuhan dan
episode psikotik singkat.
b) Antidepresan untuk memperbaiki mood yang terdepresi.
c) Benzodiazepine (alprazolan) membantu kecemasan dan depresi.
d) Antikonvulsan (carbamazepine) dapat meningkatkan fungsi global.
e) MAOI efektif dalam memodulasi perilku impulsive.
2.3.2 Penatalaksanaan Keperawatan
Tiga area utama yang perlu dikaji untuk membantu klien yang berduka yaitu
persepsi adekuat tentang kehilangan, koping, dan dukungan.

a. Dukacita
NOC NIC
Community grief response Mendengarkan aktif
Family resiliency Bantu kontrol amarah
Grief resolution Dukungan emosional
Konseling
Dukungan keluarga
Beri inspirasi harapan
Tingkatkan support system
Sentuhan
Truth telling

8
b. Dukacita terganggu
NOC NIC
Tingkat depresi Mendengarkan aktif
Resolusi berduka Bantu kontrol amarah
Kurangi kecemasan
Tingkatkan koping
Konseling
Dukungan emosional
Dukungan keluarga
Manajemen mood
Tingkatkan peran
Tingkatkan kepedulian diri
Dukungan spiritual

c. Risiko dukacita terganggu - 00172


NOC NIC
Community grief response Mendengarkan aktif
Family resiliency Bantu kontrol amarah
Grief resolution Kurangi kecemasan
Tingkatkan koping
Konseling
Dukungan emosional
Dukungan keluarga
Manajemen mood
Tingkatkan peran
Tingkatkan kepedulian diri
Dukungan spiritual
Support group
Tingkatkan support system

9
BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kehilangan adalah suatu keadaan individu yang berpisah dengan sesuatu
yang sebelumnya ada, kemudian menjadi tidak ada, baik terjadi sebagian atau
keseluruhan (Lambert dan Lambert,1985,h.35). Sedangkan berduka yaitu
merupakan suatu respon emosi dari rasa kehilangan yang dimanifestasikan dengan
perasaan sedih, takut, cemas, gelisah, dan lain lain. Serta berduka merupakan hal
yang normal bagi setiap individu yang baru mengalami kehilangan.

Pada kasus Ny. P yang kehilangan Tn. Y, kekasihnya yang meninggal dunia.
Ny. P memiliki respon negatif seperti menangis, mengalami stress, dan
berkeinginan untuk tetap menikahi Tn. Y meskipun dalam keadaan Tn. Y telah
meninggal. Dalam hal ini dapat memberikan intervensi seperti mengajak Ny. P
untuk konseling, membantu kontrol emosi, hingga memberikan support pada Ny.
P. Dengan asuhan keperawatan yang tepat dapat membantu klien beradaptasi
dengan masalah yang sedang klien hadapi, sehingga klien memiliki respon koping
yang positif, dan hal ini juga didukung oleh keluarga klien.

3.2 Saran
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang memberikan asuhan keperawatan
baiknya dapat mengidentifikasi klien dengan baik. Sehingga dapat menentukan
intervensi yang tepat dan efektif untuk membantu klien dalam menghadapi
masalah psikososial kehilangan dan berduka.

10
DAFTAR PUSTAKA

Annur, Balqish. 2014. Cinta Sejati, Wanita Ini Tetap Menikahi Pacarnya yang
Sudah Meninggal. http://www.cintamela.com/cinta-sejati-wanita-ini-tetap-
menikahi-pacarnya-yang-sudah-meninggal/. [diakses 21 Februari 2017]

NANDA. 2015. Diagnosa Keperawatan: Defenisi dan Klasifikasi. Jakarta: EGC

Riyadi, Sujono & Purwanto, Teguh. 2009. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogjakarta:
Graha Ilmu

Suseno, Tutu April. 2004. Pemenuhan Kebutuhan Dasar Manusia: Kehilangan,


Kematian dan Berduka dan Proses keperawatan. Jakarta: Sagung Seto.

Yosep, Iyus & Sutini, Titin. 2007. Buku ajar Keperawatan Jiwa dan Advance
Mental Health Nursing. Bandung: PT Refika Aditama

11