Anda di halaman 1dari 38

BAB

Hukum Coulomb Dan Medan Listrik

Pendahuluan
Istilah kelistrikan sudah sering di gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Akan
tetapi orang tidak banyak yang memikirkan tentang hal itu. Pengamatan tentang
gaya listrik sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Pada waktu itu orang-orang
Yunani kuno telah mengamati bahwa batu ambar yang telah digosok dengan
kain Wol, akan menarik benda-benda ringan seperti jerami atau bulu. Pada
tahun 1600 William Gielbert mulai mempelajari berbagai bahan yang
mempunyai sifat seperti batu ambar. Bahan-bahan ini disebut bersifat elektrik.
Kata elektrik berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu electrum yang artinya
adalah batu ambar.
Pada bab ini akan dibahas tentang konsep muatan listrik, tinjauan tentang
konduktor dan isolator dan cara memberi muatan pada konduktor, hukum
Coulomb, yang menjelaskan gaya tarik atau gaya tolak pada muatan listrik
terhadap muatan lainnya, medan listrik yang dapat digambarkan dengan garis-
garis medan listrik yang menunjukkan besar dan arahnya, kemudian diakhiri
dengan pembahasan tentang perilaku muatan-muatan titik didalam medan
listrik.

1.1 Muatan Listrik


Untuk menjelaskan tentang gejala kelistrikan orang harus tahu adanya muatan
listrik. Berdasarkan hasil percobaan, ada dua jenis muatan listrik. Benyamin
Franklin mengusulkan tanda positif dan tanda negative untuk kedua jenis
muatan tersebut. Muatan positif adalah muatan-muatan yang sejenis dengan
muatan kaca setelah digosok dengan kain sutera. Muatan negative adalah
muatan-muatan yang sejenis dengan muatan ebonite setelah digosok dengan
kain Wol atau bulu kucing.
Muatan listrik dihasilkan ketika elektron-elektron terpisah dari atom netral
sehingga salah satu benda mempunyai kelebihan electron disbanding proton
sedangkan benda yang lain mempunyai kelebihan proton dari pada elektron.
Elektron bermuatan negative, sehingga apabila benda berkelebihan electron
maka benda itu bermuatan negative. Sebaliknya sebuah benda yang kehilangan
electron akan bermuatan positif. Satuan dasar muatan dalam system metric
disebut Coulomb yang bersesuain dengan 6.25 x 1018 kali jumlah electron atau
proton dan dilambangkan dengan huruf C.
Muatan satu electron adalah e = 1.6 x 10-19 C.
Muatan satu proton adalah +e = + 1.6 x 10-19 C.

1
Contoh 1-1
Sebuah lempengan logam mempunyai muatan - 3.0 C dan sebuah batang
logam mempunyai muatan + 2.0 C. Berapa banyak elektron-elektron yang
harus dipindahkan dari lempengan ke batang agar keduanya mempunyai
muatan yang sama ? 1 Coulomb adalah 6.25 x 1018 electrons.
Penyelesaian:
Jumlah kedua muatan : (+2,0 C 3,0 C)/2 = C
Jumlah electron yang dipindahkan :
3.0 C C = 2,5 C
= 2,5 x 106 C
= 2,5 x 106 x 6.25 x 1018 elektron
= 1,5625 x 1013 elektron

Karakteristik dasar dari muatan listrik diperlihatkan pada gambar 1-1, yaitu:
1. Muatan yang tidak sama jenisnya, tarik-menarik.
2. Muatan yang sama jenisnya, tolak-menolak.

Dua cara menempatkan muatan listrik pada benda yaitu :


1. Konduksi : Benda yang bermuatan disentuhkan pada benda yang tidak
bermuatan. Muatan mengalir dari benda yang bermuatan ke benda yang
tidak bermuatan sampai terjadi kesetimbangan elektrostatis dan pada
akhirnya keduanya mempunyai muatan yang sama jenisnya. Perhatikan
gambar 1-2.

2
Gambar 1-2: (a) Batang ebonite digosokkan pada bola logam yang tidak
bermuatan (b) Bola logam menjadi bermuatan negatif

2. Induksi : Benda yang bermuatan didekatkan pada benda yang tidak


bermuatan. Ini menyebabkan electron terpisah dari proton.

Gambar 1-3: (a) Batang ebonite bermuatan negative didekatkan pada bola logam yang
tidak bermuatan. (b) Bola logam diberi kawat yang dihubungkan ke tanah
menyebabkan elektron mengalir ke tanah. (c) Setelah batang ebonite dan
kawat dilepas, maka bola logam menjadi bermuatan positif.

Perhatikan gambar 1-3. Sebatang ebonite bermuatan negative didekatkan pada


bola logam yang tidak bermuatan. Bola tadi dipasang kawat yang dihubungkan
dengan tanah, maka electron segera mengalir menuju tanah. Bila kawat dan
batang ebonite dihilangkan, muatan tetap tinggal pada bola dan jenis muatannya

3
berlawanan dengan muatan yang terkandung pada ebonit. Jadi bola logam
sekarang menjadi bermuatan positif.

1.2 Hukum Coulomb


Perhatikan gambar 1-4.
q1 q2
F F

r
(a)

q1 q2
F F
+ +
r
(b)

q1 q2
F F
+
r
(c)

Gambar 1-4: (a) dan (b) Dua muatan listrik sejenis mengalami gaya tolak-menolak
(c) Dua muatan listrik tidak sejenis mengalami gaya tarik-menarik.

Hukum Coulomb menyatakan bahwa gaya listrik F ( gaya tolak atau gaya tarik)
yang bekerja antara dua titik bermuatan (q1 dan q2) berbanding lurus dengan
perkalian besar muatannya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak (r)
antara kedua muatan tersebut. Hal ini dapat dinyatakan sebagai berikut :

q1q 2
F k 1-1a
r2
Dengan k adalah konstanta coulomb yang besarnya diruang hampa adalah
k = 8.9875 x 109 N m2 C-2 . Nilai k juga sering ditulis sebagai

1
k
4 0

4
dimana 0 disebut sebagai permitivitas di ruang hampa (permittivity of free
space) yang mempunyai nilai

12 1
0 8 . 8542 x10 C 2N m 2

Oleh karena itu F juga boleh ditulis sebagai

1 q1 q 2
F 1-1b
4 0 r 2

Bila muatan-muatan itu berada didalam medium tertentu, maka

1 q1 q 2
F 1-1c
4 r 2

dimana ialah permitivitas medium, atau

1 q1 q 2
F 1-1d
4 r 0 r 2

dimana r ialah permitivitas relatif medium. Gaya Coulomb adalah besaran


vector karena itu dalam perhitungannya harus diperlakukan sebagai vector.

Contoh 1-2
Berapa gaya tolak antara dua electron yang terpisah pada jarak 1 meter di
hampa udara ? Berapa gaya gravitasi antara keduanya ? Bandingkan kedua gaya
tersebut !
k = 1/ (40) = 9.0 109 N m2 C-2
massa elektron = 9.11 10-31 kg
massa proton = 1.67 10-27 kg
G = 6.67 10-11 N m2 kg-2
Penyelesaian:
F = kq1q2/r2 = (9.0 x 109 x 1.6 x 10-19 x 1.6 x 10-19)/ 12 = 2.3 x 10-28 N
F = Gm1m2/r2 = (6.67 x 10-11 x 9.11 x 10-31 x 9.11 x 10-31)/ 12 = 5.5 x 10-71 N

5
Gaya Listrik/Gaya gravitasi = 2.3 x 10-28 / 5.5 x 10-71 = 4 x 1042

Dari hasil perbandingan ini dapat disimpulkan bahwa : gaya gravitasi bisa
diabaikan dibanding gaya elektrostatik.

Contoh 1-3
Diketahui tiga buah muatan titik masing-masing adalah Q1= 2C, Q2= 2C,
dan Q3= -36C, terletak pada garis lurus seperti gambar dibawah. Hitung gaya
yang bekerja pada tiap-tiap muatan.
Penyelesaian:
Q1 Q2 Q3
3m 3m
+ +

Gaya antara muatan Q1 dan Q2 saling tolak menolak.


Q 1Q 2
F12 = F21 = k
r122
= (9.0 x 109 x 2.0 x 10-6 x 2.0 x 10-6)/ 32
= 4 x 10-3 N
Gaya antara muatan Q1 dan Q3 saling tarik-menarik..
Q 1Q 3
F13 = F31 = k
r132
= (9.0 x 109 x 2.0 x 10-6 x 36.0 x 10-6)/ 62
= 18 x 10-3 N
Gaya antara muatan Q2 dan Q3 saling tarik-menarik..
Q 2Q 3
F23 = F32 = k
r 232
= (9.0 x 109 x 2.0 x 10-6 x 36.0 x 10-6)/ 32
= 72 x 10-3 N
Keterangan :
F21 : gaya pada muatan Q1 akibat muatan Q2
F12 : gaya pada muatan Q2 akibat muatan Q1

Gaya yang bekerja pada muatan Q1 adalah F1 :

6
F21 Q1 F31 Q2 Q3
+ +

F1 = F31 F21 = 18 x 10-3 N 4 x 10-3 N = 14 x 10-3 N arah kekanan.

Gaya yang bekerja pada muatan Q2 adalah F2 :

Q1 Q2 F32 Q3
+ +

F12

F2 = F32 + F12 = 72 x 10-3 N + 4 x 10-3 N = 76 x 10-3 N arah kekanan.

Gaya yang bekerja pada muatan Q3 adalah F3 :

Q1 Q2 F23 Q3
+ +

F13

F3 = F23 + F13 = 72 x 10-3 N + 18 x 10-3 N = 90 x 10-3 N arah kekiri.

Contoh 1-4
Muatan-muatan titik masing-masing besarnya +4 C , +10 C , -6 C dan
+5 C terletak di titik A, B, C dan D pada empat persegipanjang seperti gambar
dibawah. Hitung gaya resultan yang bekerja pada muatan di titik B dan
kemana arahnya ?

A B
4 Cm

1 Cm

D C

7
Penyelesaian:
k = 8.9875 x 109 Nm2C-2
qA= +4 C , qB= +10 C , qC= -6 C , qD= +5 C ,
BD = 4 2 12 = 4.123 cm.
FDB

A B
4 Cm
FAB
1 Cm FCB

D C

1
tan = ; maka = 14.036 0
4

8 . 9875 x10 9 ( 5 x10 6 )( 10 x10 6 )


FDB = = 264.352 N
0 . 04123 2
8.9875 x10 9 ( 4 x10 6 )( 10 x10 6 )
FAB = = 224.688 N
0.04 2
8.9875 x10 9 ( 6 x10 6 )( 10 x10 6 )
FCB = = 5392.500 N
0.012

FBD = 264.352 cos (14.036o) i + 264.352 sin (14.036o) j


= 256.459i + 64.114j

FBA = 224.688i

FBC = -5392.500j

Resultan gaya, FP = FBD + FBA + FBC


= 481.147i 5328.386j

Besar gaya resultan, FP = 481.147 2 5328.386 2 = 5350.065 N

5328.386
Arah FP, = tan-1 84.840 0
481.147

8
Contoh 1-5
Dua buah muatan Q1 = 20C dan Q2 = 300 C masing-masing terletak pada
(0,1,2) m dan (2,0,0)m. Hitung gaya yang bekerja pada muatan Q1.
Penyelesaian

R21 = R1 R2 = (0,1,2) (2,0,0) = (2,1,2) = (2i + j + 2k) m


Besar vektor R21 = (2) 2 (1) 2 (2) 2 3 m
Vektor satuan dalam arah R21 adalah :
1
a 21 (2i j 2k )
3
Maka
6 6
Q1Q2 9 ( 20 x10 )( 300 x10 ) ( 2i j 2k ) 2i j 2k
F1 k 2 a 21 9 x10
R21 3 2
3
6
3 N

Jadi besar gaya tersebut 6 N, arahnya bersesuaian dengan Q1 yang ditarik oleh
Q2.

Contoh 1-5
Muatan Q1 = 300C terletak pada (1,-1,3) m mengalami gaya
F1 = (8i 8j + 4k) N
Akibat muatan Q2 di (3,-3,-2). Hitung Q2.
Penyelesaian
R21 = R1 R2 = (1, 1,3) (3, 3, 2) = (2,2, 1) = (2i + 2j k ) m
Besar vektor R21 = (2) 2 (2) 2 (1) 2 3 m
Vektor satuan dalam arah R21 adalah :
1
a 21 (2i 2 j k )
3
Maka

9
Q1Q2
F1 k a 21
R212

(300 x10 6 )Q2 (2i 2 j k )


(8i 8 j 4k ) N 9 x10 9 N
32 3
Ambil salah satu komponen saja, misalnya gaya dalam arah sumbu x, maka
(300 x10 6 )Q2 (2i )
(8i ) N 9 x10 9 N
32 3
Q2 = 40 C.

1.3 Medan Listrik


Medan listrik adalah daerah dimana apabila sebuah muatan uji q0 diletakkan
ditempat itu, maka gaya coulomb F akan berkerja padanya. Dalam satuan SI
medan listrik dinyatakan dalam Newton per Coulomb (N/C). Persamaan untuk
menghitung kuat medan listrik adalah
F
E 1-2
q0
E adalah kuat medan listrik. Karena itu, kuat medan listrik akibat muatan titik q
pada jarak r adalah
q
E k 1-3
r2
Kuat medan listrik total akibat muatan titik q1 , q2 , ., qn adalah

E E1 E2 ........ En 1-4

Oleh karena kuat medan listrik adalah besaran vector, maka penjumlahan pada
persamaan 1-4 harus dilakukan secara vector.

1.4 Garis Gaya Listrik


Medan listrik digambarkan dengan cara menggambarkan garis-garis yang
arahnya ditunjukkan oleh anak panah. Garis anak panah disebut garis-garis
medan atau garis-garis gaya karena garis-garis tersebut juga menunjukkan arah
gaya yang dilakukan pada suatu muatan uji positif. Garis gaya listrik adalah garis
khayal yang berasal dari muatan positif dan berakhir pada muatan negative atau
di takterhingga, atau berasal dari tak terhingga berakhir dimuatan negatif. Tidak
ada garis-garis medan yang berpotongan. Arah garis singgung disetiap titik pada
garis tersebut menunjukkan arah kuat medan listrik E di titik itu. Jumlah garis

10
gaya listrik yang menembus suatu bidang sebanding dengan kuat medan pada
bidang itu dan sebanding dengan luas bidang. Pola yang terbentuk oleh garis
medan listrik disebut pola medan listrik seperti pada gambar 1-5.

Gambar 1-5: Pola garis-garis medan yang ditimbulkan oleh muatan positif adalah
menjauhi muatan dan yang ditimbulkan oleh muatan negative adalah
menuju muatan. Arah medan listrik E di setiap titik menyinggung garis-
garis gaya.
Medan listrik yang dihasilkan oleh muatan titik arahnya radial. Garis-garis
medan yang ditimbulkan oleh muatan positif arahnya menjauhi muatan,
sedangkan garis-garis gaya yang ditimbulkan oleh muatan negative arahnya
menuju muatan. Perhatikan gambar 1-6.

(a)

P P
+

(b)

Gambar 1-6: (a) Garis-garis medan yang ditimbulkan oleh muatan positif dan
negative. (b) Arah medan listrik di titik P akibat muatan titik
positif dan negatif
11
Contoh 1-6
Dua buah muatan titik masing-masing +25 C dan -25 C terletak pada bidang
empat persegi panjang seperti gambar dibawah. Hitunglah besar kuat medan
listrik dan arahnya di titik P , Q, R dan S.
R Q S

4m 4m

3m 3m
+

Q1 P
Q2
Penyelesaian :
Kuat medan listrik di titik P :

R Q S

4m 4m

E2
+ EP
P
Q1 E1 Q2

Q1
E1 k = (9.0 x 109 x 25 x 10-6 )/ 32 = 25 x 103 N/C
r12p

Q2
E2 k 2 = (9.0 x 10 x 25 x 10 )/ 3 = 25 x 10 N/C
9 -6 2 3
r2 p

EP = E1 + E2 = 25 x 10 3 N/C + 25 x 10 3 N/C = 5 x 10 4 N/C

arah EP dari titik P menuju Q2

12
Kuat medan listrik di titik Q :

E1

R Q S
ER

E2 4m
4m
5m 5m

Q1 3m P 3m
Q2

Cos = 3/5 Sin = 4/5 Cos2 = Cos2 Sin2

Cos2 = (3/5)2 (4/5)2 = - 7/25

Q1
E1 k = (9.0 x 109 x 25 x 10-6)/ 52 = 9 x 10 3 N/C
r12Q

Q2
E2 k = (9.0 x 109 x 25 x 10-6)/ 52 = 9 x 10 3 N/C
r22Q

E Q E12 E 22 2 E1 E 2 Cos2

7
EQ (9000)2 (9000)2 2x9000x9000x(- ) = 1,08x103 N/C
25

Arah EQ adalah dari titik Q menuju titik S

13
Kuat medan listrik di titik R :

E1

ER
Q S
R

4m E2 52 m 4m

Q1 3m P 3m
Q2

Cos = 6/ 52 Cos = 0 ( = 90o)

Sin = 4/ 52 Sin = 1

Cos(+) = Cos. Cos Sin . Sin = 6/ 52 . 0 4/ 52 . 1 = 4/ 52

Q1
E1 k 2 = (9.0 x 10 x 25 x 10 )/ 4 = 14,0625 x 10 N/C
9 -6 2 3
r1 R
Q
E 2 k 22 = (9.0 x 109 x 25 x 10-6)/ 52 = 4,33 x 10 3 N/C
r2 R

Gambarlah titik R secara terpisah :


E1

E2 Cos

R

E2 Sin
E2

14
Ex = E2 Cos = 4,33 x 10 3 x (6/ 52 ) N/C = 3,602 x 10 3 N/C

EY = E1 E2 Sin = 14,0625 x 10 3 4,33 x 10 3 x (4/ 52 ) = 11,66x10 3


N/C

Tan = EY/Ex = 11,66x10 3 / 3,602 x 10 3 = 3,2371 ; = 72,833o

Jadi arah ER adalah 72,833o terhadap garis RS.

Besar ER adalah :

E R E X2 EY2 (3602) 2 (11660) 2 12203,688 N/C

Atau bisa dihitung menggunakan persamaan berikut :

ER E 12 E 22 2 E 1 E 2 Cos ( )
4
E R (14062,5)2 (4330)2 2 x14062,5x4330x(- ) = 12203,688 N/C
52

Kuat medan listrik di titik S : E1

Q S
R

ES
4m E2
52 m

Q1 3m P 3m
Q2

Cos = 6/ 52 Cos = 0 ( = 90o)

Sin = 4/ 52 Sin = 1

15
Cos(+) = Cos. Cos Sin . Sin = 6/ 52 . 0 4/ 52 . 1 = 4/ 52

Q1
E1 k = (9.0 x 109 x 25 x 10-6)/ 52 = 4,33 x 10 3 N/C
r12S

Q2
E2 k = (9.0 x 109 x 25 x 10-6)/ 42 = 14,0625 x 10 3 N/C
r22S

Gambarlah titik S secara terpisah :

E1 Sin E1


S
E1 Cos

E2

Ex = E1 Cos = 4,33 x 10 3 x (6/ 52 ) N/C = 3,602 x 10 3 N/C

EY = E1Sin E2 = 4,33 x 10 3 x (4/ 52 ) 14,0625 x 10 3 = 11,66x10 3


N/C

Tan = EY/Ex = 11,66x10 3 / 3,602 x 10 3 = 3,2371 ; = 72,833o

Jadi arah ER adalah 72,833o terhadap garis RS.

Besar ER adalah :

E R E X2 EY2 (11660) 2 (3602) 2 12203,688 N/C

Atau bisa dihitung menggunakan persamaan berikut :

ER E 12 E 22 2 E 1 E 2 Cos ( )

16
4
E R (4330)2 (14062,5)2 2 x4330x14062,5x(- ) = 12203,688 N/C
52

Contoh 1-7
Hitung E di titik (0,0,5) yang diakibatkan oleh muatan Q1 = 0,35 C di (0,4,0)m
dan Q2 = 0,55 C di (3,0,0)m.
Penyelesaian
R1 = (0,0,5) (0,4,0) = (0, 4,5) = (4j + 5k) m
Besar R1 adalah (4) 2 (5) 2 41 m
4 j 5k
Vektor satuan dalam arah R1 adalah a1
41
6
Q1 0,35 x10 4 j 5k
E1 k a 9 x10 9
2 1
48 j 60k N/C
R1 41 41

R2 = (0,0,5) (3,0,0) = (3, 0,5) = (3i + 5k) m


Besar R2 adalah (3) 2 (5) 2 34 m
3 j 5k
Vektor satuan dalam arah R2 adalah a 2
34
6
Q2 0,55 x10 3i 5k
E2 k 2
a 2 9 x10 9 74,9i 124,9k N/C
R2 34 34

E di titik (0,0,5) adalah E = E1 + E2 = (74,9i 48j 64,9k) N/C

1.5 Dipol Listrik Dan Momen Dipol Listrik


Perhatikan gambar 1-7. Dua buah muatan titik yang tak sejenis q, besarnya
sama, dan jaraknya d relative dekat disebut dipole listrik. Perkalian dari salah
satu muatan tersebut dengan jarak antara keduanya disebut momen dipole
listrik P = q.d yang arahnya dari muatan negative menuju ke muatan positif.
Dipol listrik menghasilkan kurva garis-garis medan listrik.

P qd 1-5

17
(a) (b)

Gambar 1-7: (a) Sebuah dipole terdiri dari dua buah muatn q yang besarnya sama dan
berlawanan jenis yang terpisah pada jarak kecil d. (b) Momen dipole
P arahnya dari muatan negative menuju ke muatan positif.

Contoh 1-8
Sebuah muatan +q berada di posisi x = a dan muatan kedua q berada di
posisi x = a. Carilah medan listrik disumbu x di titik R, yang berjarak sangat
besar dibanding jarak pisah kedua muatan itu.

-a +a E1 E2
R
+

q1 q2
x

Penyelesaian :
Titik R pada sumbu x berjarak x-a dari muatan positif dan x+a dari muatan
negative. Resultan medan listrik di titik R adalah

18
kq kq
E
( x a) 2 ( x a) 2

1 1
E kq{ }
( x a) 2
( x a) 2

( x a) 2 ( x a) 2
E kq{ }
( x a) 2 ( x a) 2

4ax
E kq 2 2 2
(x a )

Untuk x >> a (x jauh lebih besar dari a), a2 dapat diabaikan dibanding x2 pada
penyebutnya, karena itu

4ax
E kq
x4

4a
E kq
x3

1.6 Gerak Muatan-muatan Titik di Dalam Medan Listrik


Bila sebuah partikel massanya m, bermuatan listrik q diletakkan di dalam medan
listrik E, partikel ini akan mengalami gaya F=qE yang searah dengan medan E
bila muatan partikel positif dan berlawanan dengan arah E bila muatannya
negatif. Jika hanya gaya ini yang bekerja pada partikel tersebut, partikel akan
mempunyai percepatan konstan

q
a E 1-6
m

Contoh 1-9
Sebuah electron yang dilepas dari keadaan diam, berada dalam medan listrik
homogen E=104 N/C yang arahnya vertical keatas hingga menempuh jarak 1
cm. Hitung :

19
a. Gaya yang bekerja pada electron ini dan bandingkan dengan gaya berat
electron itu.
b. Kecepatan electron saat bergerak sejauh 1 cm.
c. Energi kinetiknya.
d. Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak itu.
Penyelesaian:
a)
F(listrik) = eE = 1.6 x 10-19 C x 104 N/C = 1,6 x 10-15 N
F(gravitasi) = mg = 9.11 x 10-31 kg x 9.8 N/kg = 8,9 x 10-30 N

Gaya Listrik/Gaya gravitasi = 1,6 x 10-15 N / 8,9 x 10-30 N = 1,8 x 1014

Dari hasil perbandingan ini dapat disimpulkan bahwa : gaya gravitasi bisa
diabaikan dibanding gaya elektrostatik.
15
F listrik 1 , 6 x 10 N
b) a 31
1 , 8 x 10 15
m/s2.
m 9 ,1 x 10 kg

v 2 v o2 2 aX

v 2 0 2 2 x1,8 x1015 ms 2 x10 2 m

v 6x10 6 m/s

c) EK = mv2 = 1,6x10-17 Joule


v
d) t 3,3 x10 9 s.
a

1.7 Distribusi Muatan Kontinu


1.7.1 Fluks Listrik (Electric Flux)
Fluks listrik atau rapat garis gaya listrik ialah jumlah garis medan elektrik yang
menembus permukaan. Perhatikan suatu medan listrik seperti gambar 1-8
dibawah. Garis medan listrik menembus permukaan segiempat yang luasnya A
yang sejajar dengan medan itu. Jumlah garis gaya persatuan luas adalah medan
listrik. Karena itu, jumlah garis yang menembus luasan A adalah hasil kali EA.
Hasil kali kuat medan listrik E dengan luas permukaan A yang sejajar medan itu
disebut fluks listrik, :

EA 1-7

20
Luas A

E
Gambar 1-8: Medan listrik menembus permukaan yang arahnya sejajar dengan Medan
listrik
Bila normal bidang permukaan tidak sejajar dengan medan listrik, maka fluks
listrik yang menembus luas A adalah
E.A.cos 1-8

Gambar 1-9: Medan listrik melalui permukaan pada sudut terhadap normal
bidang permukaan

Jika permukaan luasan tidak datar maka perhitungan Fluks adalah :

E. cos .dA 1-9

Gambar 1-10: Medan listrik melalui permukaan yang luasannya tidak datar pada
sudut terhadap normal permukaan.

21
1.7.2 Hukum Gauss
Perhatikan gambar 1-11. Medan listrik melewati sebuah permukaan tertutup.
Hukum Gauss menyetakan bahwa : Fluks total yang melewati setiap bagian
permukaan tertutup sama dengan jumlah muatan total didalam permukaan
tertutup dibagi dengan permitivitas.

Gambar 1-11: Fluks melewati sebuah permukaan tertutup

Secara matematis hukum Gauss dapat dinyatakan sebagai berikut.


qtotal
En dA 1-10
o

En adalah besar medan listrik yang sejajar dengan normal dari elemen luas
permukaan dA atau tegak lurus dengan elemen luas permukaan dA.

1.8 Perhitungan Medan Listrik Berdasarkan Hukum Coulomb


Berdasarkan hukum Coulomb kuat medan listrik E di sembarang titik di luar
muatan dapat dihitung sebagai berikut:

dq
E k 1-5
r2

Contoh 1-10 :
Medan Listrik E di dekat muatan garis tak hingga
Sekarang kita mempunyai kawat panjang bermuatan yang panjangnya 2L
terletak pada sumbu y dan membawa muatan per satuan panjang .
Perhatikanlah gambar 1-12.

22
Gambar 1-12: Medan Listrik E di dekat muatan garis tak hingga

Kita akan menghitung medan listrik yang disebabkan oleh kawat di titik P, yang
berjarak r dari tengah-tengah kawat. Bagilah kawat menjadi segmen-segmen
kecil dy yang membawa segmen muatan dq= dy. Jarak s dari setiap segmen di
y ke titik P adalah

Medan listrik dE di titik P akibat segmen ini adalah

Untuk mendapatkan medan listrik total di titik P kita harus mengintegralkan


untuk seluruh segmen. Oleh karena komponen y simetris maka komponen y
saling meniadakan. Sehingga yang diintegralkan hanya komponen x saja, yaitu

Jika L>>r ( L jauh lebih besar dari r atau panjang kawat dianggap takhingga)
maka r dapat diabaikan dibanding L, jadi

23
Contoh 1-11 :
Medan Listrik E Pada Sumbu Sebuah Cincin Bermuatan
Sebuah konduktor berbentuk cincin berjari-jari a membawa muatan total Q.
Perhatikan gambar 1-13.

Gambar 1-13: Medan Listrik E Pada Sumbu Sebuah Muatan Cincin

Akan dihitung medan listrik di titik x dari pusat cincin sepanjang garis yang
tegak lurus cincin. Pertama bagilah cincin menjadi bagian-bagian kecil yang
berukuran ds karena kita akan mengintegralkan sepanjang cincin ini. Muatan
segment ds adalah dQ, yaitu bagian kecil dari muatan total. Elemen muatan ini
menyebabkan terjadinya medan listrik dE yang besarnya adalah

Bila dE diuraikan menjadi komponen-komponen x dan y, maka komponen y


akan saling meniadakan, hal ini dikarenakan sifat simetris dari komponen y. Hal
ini berarti kita tinggal menghitung komponen x saja yang besarnya

Untuk mendapatkan jumlah total seluruh komponen x, integralkan :

24
Oleh karena x dan a konstan, maka hasil integralnya adalah

Contoh 1-12 :
E Pada Sebuah Cakram Bermuatan Secara Seragam
Perhatikan gambar 1-14. Medan listrik E di titik P dapat di hitung sebagai
berikut:

EZ

Ex E

Gambar1-14: E Pada Sebuah Cakram yang dimuati Secara Seragam

A = R2 ; dA =2 RdR ; Elemen muatan dq = dA = 2RdR. Pada


contoh 1-8 telah diperoleh bahwa

Maka

25
Contoh 1-13 :
E di Dekat Muatan Bidang Takhingga
Muatan positif terdistribusi merata di seluruh bidang-xy dengan kerapatan muatan
per satuan muatan. Akan dihitung medan listrik di titik P yang berjarak a dari
bidang. Perhatikan gambar 1-15.

Gambar1-15: E di Dekat Muatan Bidang Takhingga

Bagilah bidang ini menjadi lembaran-lembaran kecil dengan lebar dx, yang
sejajar sumbu y. Luas setiap lembaran yang panjangnya L adalah Ldx, dan
muatan dq dari lembaran ini adalah
dq = Ldx
Muatan per satuan panjang adalah

Berdasarkan hasil dari perhitungan kawat panjang takhingga diketahui bahwa


dE dalam bidang xz adalah

Sekarang kita gunakan sifat simetri dan perhatikan bahwa semua komponen x
saling meniadakan dan yang ada hanya komponen dalam arah sumbu z saja.
Sehingga resultan medan listrik di titik P adalah dalam arah sumbu z dan
besarnya adalah dEz = dE sin karena dE' ada pada kedua sisi, maka interal
dilakukan dari - sampai + yaitu

26
Contoh 1-14:
E di Dalam dan di Luar Pelat Sejajar Bermuatan Seragam
Jika diketahui dua buah pelat logam datar (yaitu lembaran 1 dan 2) mutannya
terdistribusi merata keseluruh bagian luar permukaan. Ini seperti dua lembaran
bidang takhingga bermuatan.

Jika kedua pelat mempunyai muatan yang sejenis : (pehatikan gambar 1-16)

Gambar 1-16 : Kedua pelat mempunyai muatan yang sejenis

Medan listrik diluar pelat adalah

Medan listrik didalam pelat adalah nol , karena di dalam pelat arah medan listrik
berlawanan sehingga saling meniadakan.

Jika kedua pelat mempunyai muatan berlawanan : (pehatikan gambar 1-17)

Gambar 1-17 : Kedua pelat mempunyai muatan yang berlawanan

Medan listrik didalam pelat adalah

Medan listrik diluar pelat adalah nol , karena di luar pelat arah medan listrik
berlawanan sehingga saling meniadakan.

1.9 Perhitungan Medan Listrik Dengan Menggunakan Hukum Gauss

27
Contoh 1-15:
E Di dekat Muatan Titik
Perhatikan gambar 1-18.
Medan listrik muatan titik Q dapat
diperoleh dengan menggambar
permukaan Gauss berbentuk bola
berjari-jari r. Pada permukaan ini
medan listrik mempunyai besar yang
sama di setiap titik bola dan arahnya
radial keluar, sehingga di setiap titik
pada permukaan Gauss, E sejajar
dengan normal permukaan atau
Gambar 1-18: E Di dekat Muatan Titik tegak lurus terhadap permukaan.
Karena itu Fluks listrik sama
dengan medan listrik E dikali
dengan luas permukaan bola 4r2.

Jika muatan lain q di tempatkan di r ( tepat di permukaan Gauss), maka ia akan


mengalami gaya sebesar

Ini konsisten dengan hukum Coulomb.

Contoh 1-16:
E di dekat Muatan Bidang Takhingga
Perhatikan gambar 1-19.
Untuk muatan di bidang
takhingga, permukaan Gauss
dibuat berbentuk silinder. Dalam
hal ini medan listrik yang ada
hanya yang tegak lurus terhadap
permukaan ujung silinder.
Gambar 1-19: E di dekat Muatan Bidang Sedangkan permukaan silinder
Takhingga

28
yang lengkung tidak dilalui
medan listrik.
Jumlah muatan total didalam permukaan Gauss Q=A, dengan adalah jumlah
muatan persatuan luas permukaan dan A adalah luas total permukaan. Oleh
karena luas total permukaan adalah 2A (bagian atas dan bawah), maka Fluks
total sama dengan medan listrik E di kali dua kali luas permukaan 2A.

Contoh 1-17:
E di dekat Muatan Garis Takhingga
Perhatikan gambar 1-20.
Medan listrik dari garis panjang
takhingga bermuatan dengan
kerapatan muatan linier uniform bisa
diperoleh dengan membuat
permukaan Gauss berupa silinder
dengan jari-jari r. Pada permukaan ini,
medan listrik mempunyai besar sama
di setiap titik dan arahnya keluar.
Dalam hal ini medan listrik hanya
melalui permukaan lengkung silinder
Gambar 1-20: E di dekat Muatan Garis dan tidak melalui ujung-ujung silinder.
Takhingga Karena itu Fluks total sama dengan
medan listrik E di kali luas permukaan
lengkung silinder 2rL.

29
Contoh 1-18:
E di dalam dan di Luar Kulit Muatan Silindris
Perhatikan gambar 1-21.

Medan listrik dari konduktor silinder takhingga berjari-jari R dengan muatan


per satuan panjang dapat dicari dengan membuat permukaan Gauss berupa
silinder dengan jari-jari r. Pada konduktor silinder, muatan hanya terdistribusi di
permukaan silinder saja. Sehingga di dalam silinder tidak ada muatan ( Q = 0 ).
Untuk titik-titik yang berada didalam silinder ( r < R ) tidak ada medan listrik E,
karena didalam silinder ini tidak ada muatan. Sedangkan untuk titik-titik di luar
silinder ( r > R ), jumlah Fluks total sama dengan medan listrik E di kali luas
permukaan lengkung silinder 2rL.

Untuk titik-titik di dalam Silinder ( r < R ) : E = 0

Untuk titik-titik di luar Silinder ( r > R ) :

Maka

30
Contoh 1-19:
E di Dalam dan di Luar Silinder Padat bermuatan dengan panjang Takhingga
Perhatikan gambar 1-22.

Medan listrik dari silinder padat berjari-jari R bermuatan dengan panjang


takhingga diperoleh dengan membuat permukaan Gauss berupa silinder dengan
jari-jari r. Untuk r > R, besar medan listrik sama di setiap titik permukaan
silinder dan arahnya keluar. Karena itu jumlah Fluks total sama dengan
medan listrik E di kali luas permukaan lengkung silinder 2rL.

Untuk r R

Untuk r R

Jumlah muatan total Q=L. Perbandingan jumlah muatan total yang dilingkupi
oleh permukaan Gauss dengan jumlah muatan total adalah
Q ' VGauss r 2 L r 2

Q V R 2 L R 2

Atau
r2 r2
Q ' 2 Q 2 L
R R

31
Fluks total sama dengan medan listrik E di kali luas permukaan lengkung
silinder 2rL.
Q'
E 2rL
o
r 2 L
E 2rL 2
R o


E r
2 o R 2

Contoh 1-20:
E di Dalam dan di Luar Kulit Muatan Bola
Pada sebuah bola berongga bermuatan akan dihitung medan listrik di titik-titik
yang berada di dalam bola dan di luar bola.
Untuk titik-titik di dalam bola ( r < R ) : Perhatikan gambar 1-23

Pada konduktor bola berongga, muatan hanya terdistribusi di permukaan bola


saja. Sehingga di dalam bola tidak ada muatan ( Q = 0 ). Karena didalam bola
tidak ada muatan, maka didalam bola ( r < R ) tidak ada medan listrik atau E =
0.
.

32
Untuk titik-titik di luar bola ( r > R ) : Perhatikan gambar 1-24

Untuk titik-titik di luar bola ( r > R ), jumlah Fluks total sama dengan medan
listrik E di kali luas permukaan bola 4r2.

Jelaslah bahwa, medan listrik di dalam bola berongga adalah nol dan di luar
bola berbanding terbalik dengan kuadrat jarak r. Gambar 1-25 adalah grafik
medan listrik didalam dan di luar bola berongga bermuatan.

33
Contoh 1-21:
E di Dalam dan di Luar Bola Padat Bermuatan Seragam
Perhatikan gambar 1-26 bawah ini.

Untuk titik-titik diluar bola padat bermuatan seragam ( r R ), permukaan


Gauss dibuat berbentuk bola, sehingga medan listrik di setiap titik pada
permukaan Gauss besarnya sama dan arahnya radial keluar. Jumlah Fluks total
sama dengan medan listrik E di kali luas permukaan bola 4r2.

Untuk titik-titik di dalam Bola ( r R ) : (Perhatikan gambar 1-27)

Jumlah muatan total Q. Perbandingan jumlah muatan total yang dilingkupi oleh
permukaan Gauss dengan jumlah muatan total adalah

Atau

34
Jumlah Fluks total sama dengan medan listrik E di kali luas permukaan bola
4r2.

Jelaslah bahwa, medan listrik di dalam bola berbanding lurus dengan jarak r dan
untuk di luar bola berbanding terbalik dengan kuadrat jarak r. Gambar 1-28
adalah grafik medan listrik didalam dan di luar bola padat bermuatan.

35
SOAL-SOAL LATIHAN
1. Tiga muatan masing-masing 10, 9 dan -9 (dalam C) terletak sedemikian sehingga
membentuk segitiga sama sisi dengan panjang sisi 30 cm. Berapa gaya yang dialami
oleh titik bermuatan 10 C. Gambarkan pula vector gayanya.
2. Ditentukan dua muatan q1=10 C dan q2=-5 C dan berjarak 3 cm. Muatan q3
terletak pada garis jarak q1q2=1cm dari q1. Maka q3 mengalami gaya F=2 N yang
arahnya ke q2. Tentukan besar muatan q3.
3. Diketahui tiga buah muatan titik masing-masing adalah Q1= 2C, Q2= 2C, dan Q3=
36C, terletak pada garis lurus sehingga jarak Q1Q2 =3 m dan jarak Q2Q3 =4 m. Hitung
gaya yang bekerja pada tiap-tiap muatan.
4. Muatan-muatan titik masing-masing besarnya 4 C , +10 C , +6 C dan 5 C
terletak di titik A, B, C dan D pada bujur sangkar yang panjang sisinya 2m. Hitung gaya
resultan yang bekerja pada muatan di titik A dan kemana arahnya ?
5. Dua buah muatan Q1 = 20C dan Q2 = +300 C masing-masing terletak pada (0,1,
2) m dan (2, 4,7)m. Hitung gaya yang bekerja pada muatan Q1.
6. Muatan Q1 = 300C terletak pada (1, 5,3) m mengalami gaya F1 = (8i 8j + 4k) N
Akibat muatan Q2 di (3, 6, 2). Hitung Q2
7. Muatan Q1 = 300C terletak pada titik pusat koordinat dan Q2 = 500C terletak pada
sumbu x dengan x = 4m. (a) Hitung gaya yang bekerja pada Q1 . (b) Hitung pula gaya
yang bekerja pada Q2 . (c) bandingkan hasil pada (a) dan (b), bagaimana kesimpulannya ?
8. Tiga muatan titik berada pada sumbu x ; Q1 = 3C pada x = 3m, Q2 = 4C pada x =
3m dan Q3 = 3C pada titik pusat koordinat. Hitung gaya yang bekerja pada Q1 .
9. Dua muatan yang sama besar yaitu Q = 2C terletak pada sumbu y, yang satu terletak
pada sumbu koordinat dan yang lain pada y = 3m. muatan ketiga Q3 = 4C terletak pada
sumbu x dengan x = 4m. Hitung gaya yang bekerja pada Q3 .
10. Suatu muatan 300C terletak pada sumbu y dimana y = 4 cm dan muatan kedua 400
C juga berada pada sumbu y dengan y = 4m. Hitung gaya pada muatan ketiga 500 C
yang terletak pada sumbu x dengan x = 3m.
11. Diketahui muatan q1=5.10-9 C. Ditanyakan :
a) Berapa kuat medan (E) pada jarak 30 cm dari muatan tersebut.
b) Berapa gaya (F) pada muatan 4.10-9 Coulomb pada kedudukan dalam soal a.
12. Dua muatan sama besar tetapi berlawanan jenisnya dari 2.10-7 C dan berjarak 15 cm.
Jika sebuah titik P terletak ditengah-tengah jarak kedua muatan tersebut, maka
tentukan :
a) Kuat medan di titik P dan kemana arahnya.
b) Jika di titik tersebut diletakkan sebuah elektron yang bermuatan -1,6.10-19 C,
tentukan besar dan arah gaya yang bekerja pada elektron tersebut.

36
13. Dua buah bola yang pusatnya M dan N, masing-masing berjari-jari 1 cm, berturut-
turut mempunyai muatan +16 C dan +36 C. Jarak antara kedua pusat bola itu 20 cm.
Sebuah titik P yang berada di dalam medan listrik yang ditimbulkan oleh kedua bola
itu mempunyai kuat medan nol. Dimanakah letak titik itu?

14. Hitung E di titik (0,4,5) yang diakibatkan oleh muatan Q1 = 5 C di (3,4,0)m dan Q2 =
5 C di (3,0,4)m.
15. Dua muatan masing-masing sebesar 4 C berada pada sumbu x, satu terletak pada x =
8 m dan yang lain pada x = 4m. Hitunglah medan listrik pada sumbu x pada (a) x =
3m, (b) x = 3m (c) x = 10m (d) pada titik mana medan listriknya nol ?
16. dua muatan positif yang sama besar Q1 = Q2 = 8 C berada pada sumbu y pada y = 3 m
dan y = 3m. (a) tentukan besar dan arah medan listrik pada titik yang terletak pada
sumbu x dengan x = 4m. (b) berapa besar gaya pada muatan uji Q1 = 15 C yang terletak
pada sumbu x dengan x = 4m ?
17. Dua muatan +3Q dan 7Q dipisahkan dengan jarak yang kecil. Gambarkan garis-garis
medan listrik untuk system muatan ini.
18. Tiga muatan titik masing-masing diletakkan pada titik-titik sudut suatu segitiga sama sisi.
Gambarkan garis-garis medan listrik pada bidang segitiga tersebut.
19. Dua muatan titik Q1 = +5 C dan Q2 = 5 C dipisahkan dengan jarak 2m. (a) berapa
momen dipole dari kedua pasangan muatan tersebut (b)gambarkan dipole tersebut dan
tunjukkan arah dari momen dipolnya.
20. Sebuah electron mempunyai kecepatan 2x106 m/s pada arah sumbu x. electron
tersebut memasuki medan listrik E = (400 N/C) j , yang mempunyai arah dalam
sumbu y. (a) carilah percepatan electron (b) berapa waktu yang dibutuhkan electron
untuk menempuh jarak 10 cm pada arah sumbu x didalam medan tersebut. (c)
seberapa jauh dan kemana arah electron dibelokkan setelah menempuh 10 cm pada
arah sumbu x didalam medan tersebut ?

Perhitungan Medan Listrik menggunakan Hukum Coulomb

21. Muatan garis seragam dengan densitas muatan linier = 3,5 nC/m, bertambah panjang
dari x = 0 menjadi x = 5 m. (a) Berapakah muatan totalnya? Carilah medan listrik
pada sumbu x di (b) x = 6 m, (c) x = 9 m, dan (d) x = 250 m. (e) Carilah medan di x
= 250 m, dengan menggunakan pendekatan bahwa muatan adalah muatan titik di titik
asal, dan bandingkan hasil anda dengan hasil yang didapat melalui perhitungan
pada bagian (d).

22.Dua bidang muatan vertikal takhingga sejajar satu sama lain dan terpisah sejauh d =
4 m. Carilah medan listrik di kiri bidang-bidang tersebut, di kanannya, dan di
antara keduanya apabila (a) masing-masing bidang memiliki densitas muatan

37
permukaan seragam = +3 C / m 2 dan (b) bidang kiri memiliki densitas muatan
permukaan seragam = +3 C / m 2 dan bidang kanan 6= -3 C/m 2. Gambarlah
garis-garis medan listrik untuk masing-masing kasus.

23. Muatan 2,75 C terdistribusi seragam pada cincin berjari-jari 8,5 cm. Carilah medan
listrik pada sumbunya di (a) 1,2 cm, (b) 3,6 cm, dan (c) 4,0 m dari pusat cincin
tersebut. (d) Carilah medan di 4,0 m dengan menggunakan pendekatan bahwa cincin
adalah muatan titik di titik asal, dan bandingkan basil anda dengan basil bagian (c)
24. Cakram berjari-jari 2,5 cm membawa densitas muatan permukaan seragam sebesar
3,6 C/m 2. Dengan menggunakan pendekatan yang masuk akal, Carilah medan
listrik di sumbu tersebut pada jarak (a) 0,01 cm, (b) 0,04 cm. (c) 5 m, dan (d) 5
cm.
25. Muatan garis seragam bertambah panjang dari x = -2,5 cm menjadi x = +2,5 cm
dan memiliki densitas muatan linier = 4,5 nC/m. (a) Carilah muatan totalnya.
Carilah medan listrik di sumbu y pada (b) y = 4 cm. (c) y = 12 cm, dan (d) y = 4,5
m. (e) Carilah medan pada y = 4,5 m dengan menganggap muatan tersebut sebagai
muatan titik, dan bandingkan hasil anda dengan hasil bagian (d).

Perhitungan Medan Listrik menggunakan hukum Gauss

26. Kulit bola berjari jari 6 cm membawa densitas muatan permukaan seragam = 9
nC/m2. (a) Berapakah muatan total pada kulit tersebut? Carilah medan listriknya pada
(b) r = 2 cm. (c) r = 5.9 cm, (d) r = 6,1 cm, dan (e) r = 10 cm.

27. Bola berjari-jari 6 cm membawa densitas muatan permukaan seragam = 9 nC/m2. (a)
Berapakah muatan total bola tersebut? Carilah medan listriknya pada (b) r = 2 cm,
(c) r = 5,9 cm, (d) r = 6,1 cm, dan (e) r = 10 cm.

28.Kulit silindris sepanjang 12 m berjari-jari 6 cm membawa densitas muatan


permukaan seragam = 9 nC/m2. (a) Berapakah muatan total pada kulit tersebut?
Carilah medan listriknya pada (b) r = 2 cm, (c) r = 5,9 cm, (d) r = 6,1 cm, dan (e) r
= 10 cm.

38