Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN PERKANDANGAN KUDA

Kandang adalah syarat mutlak yang diperlukan dalam manajemen peternakan. Kuda akan
merasa sehat dan tenang ketika kandang bersih dan lingkungan kandang kondusif sehingga
penanganan menjadi lebih mudah dan kuda akan mersa nyaman di kandang (Parakkasi, 1986).
Syarat kandang yang baik antara lain berlokasi di tempat yang mempunyai saluran limbah dan
drainase yang baik, ventilasi cukup, ada tempat khusus penyimpanan pakan dan peralatan,
biosecurity baik, jauh dari permukiman, sumber air bersih cukup .Kandang harus lebih tinggi
minimal satu kaki di atas daerah sekitarnya untuk memperlancar saluran pembuangan air.
Kandang sering menjadi banjir jika saluran pembuangan air tidak baik, selain itu saluran
pembuangan air yang tidak lancar juga menyebabkan kondisi kandang menjadi lembab.
Kelembaban kandang yang tinggi dapat menyebabkan kuda mudah terserang penyakit (Brady et
al., 2010).

Atap pada kandang kuda lebih baik jika jaraknya semakin tinggi dari lantai, karena dapat
menghasilkan sirkulasi udara yang baik. Tinggi atap kandang minimal adalah 12 kaki atau sama
dengan 3,66 m. Ketersediaan udara yang baik dalam kandang sangat dibutuhkan karena kuda
mudah terkena penyakit pernafasan. Udara yang bersih sangat penting untuk kesehatan dan
kenyamanan kuda serta akan mempengaruhi kekuatan dari kuda tersebut. Tipe atap kandang
dengan ventilasi yang baik adalah tipe gable, dimana atap berbentuk puncak. Jendela pada
kandang kuda harus berada pada posisi sejajar dengan kepala kuda. Bagian kandang harus
tersedia air bersih. Kandang juga harus memiliki sistem pembuangan kotoran yang baik dan
adanya ketersediaan listrik untuk lampu, kipas angin, dan lain sebagainya (McBane,1991).

Contoh Bangunan Kandang Kuda.


Kandang Kuda Dewasa & Anak Kuda

Kandang kuda dewasa dengan tinggi 150 cm sebaiknya berukuran minimal 5x5 m2,
sedangkan untuk kuda poni berukuran minimal 3,7 x 3,0 m2. Selain itu bangunan kandang juga
sebaiknya memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik. Pintu untuk kandang harus kuat dan
akan lebih baik jika pintu tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian bawah yang tertutup
dan bagian atas yang berkisi, sehingga kandang tetap aman dan ventilasi baik. Kuda muda atau
anak kuda lebih baik jika berada dalam kandang kelompok, karena kuda muda yang berada
dalam kandang individu dan jarang beraktivitas akan mengalami kegemukan. Pembersihan
kandang, tempat pakan, dan tempat minum harus rutin dilakukan (Morel, 2008).

Macam Macam Kandang

Ada berbagai macam bentuk kandang yaitu kandang bentuk koloni, kandang bentuk tunggal
dan kandang umbaran atau sering disebut paddock. Rancangan tipe perkandangan berfungsi
untuk mengefisienkan perlakuan dan pengelolaan agar kualitas kuda dapat mencapai keadaan
maksimal sehingga kuda dapat bernilai ekonomis yang tinggi ( Soeparman, 1998).

Kandang bentuk tunggal adalah kandang yang dibuat secara khusus untuk satu ekor kuda
dengan ukuran tertentu. Kandang kuda ini bisa digunakan bukan untuk kuda-kuda pekerja
melainkan kuda-kuda sebagai simbol kebanggan misalnya kuda pacu, tunggang dan lain-
lain. Kuda-kuda ini lebih tepat bila ditempatkan pada kandang individu.

Kandang Bentuk Koloni yaitu kandang dibuat dengan ukuran yang cukup luas untuk
ditempati beberapa ekor kuda. Agar kuda tidak mengganggu antara kuda yang lain atau
membuat gaduh maka setiap kuda diberi penyekat dalam setiap ukuran kandang.
Kandang Umbaran (Paddock) adalah suatu lahan yang cukup luas di luar kandang yang
banyak ditumbuhi rumput dengan dibatasi palang-palang pagar untuk keamanan kuada
agar kuda tidak keluar dari paddock. Tujuan pembuatan areal pengumbaran adalah untuk
memberikan kesempatan pada kuda bergerak di alam bebas dan mencari rumput
(Soeparman, 1998).

Kontruksi Kandang

Kandang agar dapat memberikan rasa nyaman, maka kandang harus dibuat dengan benar.
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan adalah atap, lantai, dinding, dan ventilasi. Kandang
sebaiknya dilengkapi air bersih. Kuda juga seharusnya mendapatkan ruangan yang cukup untuk
berbaring, roling dan bangun lagi. Ukuran kandang ideal untuk peternakan adalah untuk kuda
dewasa 3,5 x 3,5m dan untuk kuda poni 3,5x 3m. Kandang induk biasanya seperti ukuran
kandang normal yaitu 3,7 x 3,7m 4,7 x 4,7m (Mcbane, 1991).

Atap kandang

Bentuk atap kandang memiliki dampak yang kuat pada atribut fungsional dan estetika
suatu stable. Atap kandang yang baik dapat meningkatkan ventilasi atau cahaya alami masuk.
Kemiringan atap sebaiknya diperhitungkan sebaik mungkin sehingga air hujan jangan sampai
masuk ke dalam kandang. Atap kandang kuda lebih baik jika jaraknya semakin tinggi, karena
dapat menghasilkan sirkulasi udara yang baik. Ketersediaan udara yang baik sangat dibutuhkan
pada perkembangan kuda karena kuda mudah terkena penyakit pernapasan. Jendela pada
kandang kuda juga harus berada pada posisi sejajar dengan kepala kuda (McBane, 1991).

Dinding kandang
Dinding kandang sebaiknya di buat dari tembok, apabila di buat dari kayu maka akan
mudah roboh sebab sepakan kuda yang kuat, adanya gerakan yang gaduh ketika kuda birahi juga
salah satu faktor berbahaya. Bahan kontruksi yang tahan lama, mudah dibersihkan dan bagus
dilihat dalam estetikanya. Bahan yang umum digunakan adalah kayu, beton, batu dan logam
dengan penggunaan beberapa komponen sintetik berkualitas tinggi.

Lantai Kandang

Lantai untuk kandang sebaiknya dibuat merata dan diberi lubang kecil resapan.
Karakteristik lantai kandang kuda yang ideal antara lain nyaman di kaki dan bisa mengurangi
ketegangan pada tendon dan kaki, kering, tidak berbau menyengat, mempunyai daya tarik dan
tidak licin, tahan lama, mudah dibersihkan.

Alas Lantai Kandang

Jenis alas kandang (bedding) yang digunakan tergantung pada ketersediaan, harga, dan
kesesuaian material. Serutan kayu dan jerami merupakan bahan alas kandang yang sangat baik,
namun dapat menjadi mahal atau sulit didapat. Bahan-bahan lain yang dapat digunakan sebagai
alas kandang adalah gambut, sekam padi, sekam kacang, serbuk gergaji, dan bubur kertas (Brady
et al., 2010). Alas kandang kuda harus selalu dalam keadaan bersih dan lunak serta beralaskan
serbuk gergaji atau jerami. Alas kandang berfungsi untuk melindungi kuda ketika sedang
menggulingkan badannya, memberikan kehangatan dan kenyamanan, serta melindungi kaki kuda
terutama untuk kuda olahraga dan kuda pacu. Peternakan kuda lebih baik dilengkapi dengan
fasilitas pendukung seperti tempat penyimpanan peralatan, tempat penyimpanan pakan, ruang
groom pada setiap kandang sehingga memudahkan dalam pengawasan kuda (McBane, 1991).

Ventilasi Kandang

Bangunan kandang harus dilengkapi dengan ventilasi yang sempurna. Ventilasi yang
sempurna dapat dibuat dengan pengaturan dinding yang sebagian terbuka. Ventilasi yang
sempurna sangat menguntungkan bagi kuda sebab ventilasi berguna untuk mengeluarkan udara
kotor (CO2) dari dalam kandang dan menggantikan dengan udara segar (O2) dari luar. Dengan
kondisi ini, udara segar di dalam kandang bisa dipertahankan (Vogel, 2011).

Pintu Kandang
Pembuatan kandang juga harus mempertimbangkan segi kepraktisan dalam melakukan
tata laksana. Salah satunya adalah pertimbangan letak dan ukuran pintu. Pintu kandang dibuat di
sisi belakang atau samping kandang dengan ukuran yang cukup lebar. Dengan demikian saat
peternak akan membersihkan kandang atau akan mengeluarkan kuda dari kandang dengan
mudah dapat dilakukan dan tanpa ada kesulitan apapun (Mc Bane, 1991).

Perlengkapan dan Peralatan Kandang

Peralatan adalah sarana yang menunjang kelancaran dalam hal teknis pelaksanaan ternak,
sedangkan sarana penunjang kelancaran pelaksanaan ternak secara nonteknis. Kandang akan
lebih sempurna jika dilengkapi dengan perlengkapan kandang, seperti di bawah ini :

Tempat pakan, dapat dibuat berbagai macam bentuk dan kontruksi. Hal ini tergantung
pada kemungkinan-kemungkinan di dalam kandang itu sendiri serta tujuan beternak
misalnya, kandang untuk anak kuda tentu saja tempat pakan dan minumnya harus
dibedakan dengan kuda dewasa. (Soeparman, 1986).

Contoh tempat pakan kuda.

Tempat minum. Walaupun ternak kuda termasuk salah satu hewan yang tahan tidak
minum, namun alangkah baiknya kalau air minum pun disediakan sepanjang hari. Tempat
air minum dapat disediakan pada ember plastik atau tempat lain yang ditaruh diluar
kandang, sehingga apabila kuda hendak minum dengan mudah mengeluarkan kepala
mereka dari dalam kandang dan tidak membasahi ruang kandang (Vogel, 2011).
Contoh Tempat minum kuda.

Disamping perlengkapan tempat pakan dan minum, perlu dilengkapi pula dengan beberapa
peralatan kandang yang menunjang tata laksana usaha peternakan, antara lain sebagai berikut :

Kereta dorong berguna untuk mengangkut makanan penguat dari gudang pakan ke
kandang dan untuk mengangkut kotoran ternak dari dalam kandang secara efisien.
Alat Pembersih, untuk menjaga kebersihan kandang maka alat pembersih seperti kran,
selang, sapu, serok dan kereta dorong diperlukan untuk membuang kotoran ke tempat
penampungan.
Gudang. Pakan ataupun bahan pakan harus mempunyai tempat penyimpanan khusus
yang layak agar kualitas maupun kuantitasnya tidak menurun. Kondisi gudang harus
bebas serangga, burung, binatang pengerat, tidak lembab dan letaknya strategis agar
mudah di jangkau. Suhu optimal gudang berkisar 34-37o C, dengan kelembaban 50% .

DAFTAR PUSTAKA

Brady, C. M., K. S. Kanne, & M. A. Russell. 2010. Introduction to Housing for Horses.

http://www.ces.purdue.edu/extmedia. [02 Juni 2010].

McBane, S. 1991. Horse Care and Ridding a Thinking Approach. Grillian Cooper, Paperback.

McBane, S. 1994. Modern Stables Manajement. Ward Lock, United Kingdom.


Morel, D. 2008. Equine Reproductive Physiology, Breeding, and Stud Management. CABI

Publishing, United Kingdom.

Parakkasi, A. 1986. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Monogastrik. Universitas

Indonesia Press, Jakarta.

Soeparman. 1998. Beternak Kuda. Jakarta: P.T. Gramedia.

Vogel, C. 2011. Complete Horse Care Manual. New York: DK Publishing.