Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

IDENTIFIKASI BAKTERI BERBAHAYA PADA JAJANAN MINUMAN

OLEH :

NAMA : KADEK INTAN ARNI S


NIM : D1C1 14 050
KELOMPOK : IV (EMPAT)
KELAS : TPG_A 2014

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
I. PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin

makanan di tempat penjualan atau disajikan oleh jasa boga, rumah makan/restoran,

kantin dan hotel. Minuman yang berbahan dasar air merupakan salah satu media

penularan adanya kontaminasi bakteri. Dari tahun ke tahun, semakin banyak

minuman jajanan yang tidak memenuhi persyaratan kesehatan terutama secara

bakteriologis. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran pedagang dalam menerapkan

prinsip higienis sanitasi dalam pembuatan minuman jajanan. Proses pembuatan

minuman jajanan yang meliputi berbagai tahapan mulai dari pengolahan air yang

digunakan, bahan yang dibuat dan orang yang melakukan pembuatan, semua itu tidak

luput dari adanya kontaminasi bakteri yang tercemar. Jika pengolahan minuman

jajanan tanpa melalui higienis dan sanitasi akan menghasilkan minuman yang tidak

sehat sehingga menyebabkan timbulnya penyakit di masyarakat.

Mikroba adalah organisme berukuran mikroskopis yang antara lain terdiri dari

bakteri, fungi dan virus. Bakteri merupakan mikroba prokariotik yang rata-rata selnya

berukuran 0,5-1 x 2-5 m, berbentuk elips, bola, batang atau spiral. Selain

berinteraksi intraspesies, mikroba tersebut juga berinteraksi secara interspesies

dengan manusia, tumbuhan, dan hewan. Dalam interaksinya dengan manusia,

mikroba tersebut ada yang bersifat menguntungkan dan merugikan. Contohnya


bakteri patogen Escherichia coli dapat menyebabkan diare, kolera, dan penyakit

saluran pencernaan lainnya.

Bakteri Escherichia coli (E.Coli) merupakan salah satu bakteri yang paling

banyak terdapat pada air sungai. Konsentrasi E.Coli dalam air sangat penting. Proses

penginaktifasian bakteri E.Coli secara kimia seperti: klorinasi, ozonisasi memberikan

efek yang kurang baik.1,2 Sehingga perlu adanya suatu alternatif terhadap masalah

tersebut. Sinar Ultraviolet merupakan suatu sinar yang digunakan untuk membunuh

bakteri terutama pada air yaitu E.Coli. Ultraviolet yang terletak diantara X-Rays dan

visible light memiliki kemampuan sebagai desinfektan secara fisik salah satunya

dalam pengolahan air minum.

I.2. Tujuan

Tujuan dari praktikum yang telah dilakukan adalah untuk mengidentifikasi

bakteri berbahaya yang ada pada jajanan minuman.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Minuman jajanan merupakan salah satu kebutuhan pangan yang dibutuhkan

anak-anak saat berada diluar rumah misalnya di kantin sekolah. Kualitas dari

minuman yang layak untuk dikonsumsi anak-anak pada dasarnya dipengaruhi oleh

mikroorganisme. Minuman yang aman adalah minuman yang tidak tercemar, tidak

mengandung mikroorganisme atau bakteri dan bahan kimia berbahaya, memiliki

standar angka kuman dibawah maksimum dan telah diolah dengan tata cara yang

benar sehingga sifat dan zat gizinya tidak rusak serta tidak bertentangan dengan

kesehatan manusia. Oleh karena itu, kualitas minuman secara bakteriologi harus

selalu diperhatikan (Nuria et al., 2009).

Air minum isi ulang adalah air yang mengalami proses pemurnian baik secara

penyinaran Ultraviolet, Ozonisasi, ataupun keduanya melalui berbagai tahap filtrasi

untuk mendapatkan air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pada

era sekarang ini kesadaran masyarakat untuk mendapatkan air yang memenuhi syarat

kesehatan semakin meningkat. Seiring dengan hal tersebut maka dewasa ini semakin

menjamur pula Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang menyediakan air siap

minum. Selain murah, air minum isi ulang juga bisa dijumpai di berbagai tempat,

tetapi kemungkinan besar bisa ditumbuhi bakteri. Hal ini disebabkan karena tidak

semua DAMIU melakukan pengolahan secara tepat dan benar, misalnya kualitas air

baku yang digunakan, jenis peralatan yang digunakan, perawatan peralatan dan

penanganan air hasil pengolahan. Selain itu pengolahan air minum di DAMIU tidak
seluruhnya dilakukan secara otomatis sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang

dihasilkan (Athena et al., 2007).

Escherichia coli atau biasa disingkat E. coli, merupakan salah satu jenis spesies

utama bakteri gram negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae,

berbentuk batang dan tidak membentuk spora. E. coli ini sesungguhnya merupakan

penghuni normal usus, selain berkembang biak di lingkungan sekitar manusia.

Kebanyakan E. coli tidak berbahaya, tetapi beberapa seperti E. coli tipe O157:H7,

dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia (Arisman, 2009).

Escherichia coli merupakan bakteri indikator kualitas air minum karena

keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh

feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya

(Tortora, 2004 dalam Radji et al., 2010).

E. coli merupakan mikroorganisme yang dipakai sebagai indicator untuk

menguji adanya pencemaran air oleh tinja. Di dalam kehidupan

kita E.coli mempunyai peranan yang cukup penting yaitu selain sebagai penghuni

tubuh( didalam usus besar) juga E. coli menghasilkan kolisin yang dapat melindungi

saluran pencernaan dari bakteri patogenik. Escherichia coli akan menjadi pathogen

bila pindah dari habitatnya yang normal kebagian lain dalam inang, misalnya, bila E.

coli di dalam usus masuk kedalam saluran kandung kemih kelamin dapat

menyebabkan sistitis, yaitu suatu peradangan pada selaput lendir organ tersebut

(Melliawati, 2009).
III. METODE PRAKTIKUM

III.1. Tempat dan Waktu

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Fitopologi

Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2016 pukul

13.00 15.00 WITA.

III.2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan dalam praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada

jajanan minuman adalah media EMBA, alcohol, selotip, akuades, sampel minuman

(capcin, susu kedelai dan air mineral isi ulang).

Alat yang digunakan dalam praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada

jajanan minuman yaitu laminar air flow, lampu Bunsen, alat penyebar, cawan petri,

microtube dan mikropipet.

III.3. Prosedur Kerja

Prosedur kerja dari praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan

minuman yaitu sebagai berikut :

1. Memanaskan media EMBA yang telah dibuat sebelumnya, kemudian tuang

kedalam cawan petri steril.

2. Setelah media memadat, dilakukan teknik pengenceran.

3. Menyiapkan microtube yang telah berisi 0,9 ml aqudest.


4. Mengambil 0,1 ml suspense sampel dan dicampurkan kedalam mikrotube

pertama kemudian dihomogenkan.

5. Mengambil 0,1 ml suspensi pada mikrotube pertama dan dicampurkan

kedalam mikrotube kedua, kemudian dihomogenkan dan lakukan

pengenceran berseri hingga mikrotube ke 8 untuk sampel capcin, mikrotube

ke 5 untuk air mineral isi ulang.


6. Mencelupkan penyebar (glass rod) ke dalam alkohol, lalu panaskan

penyebar hingga alkohol terbakar habis.


7. Mendinginkan penyebar sebelum digunakan.
8. Mengambil 0,1 ml cairan suspensi bakteri dari mikrotube.
9. Menuangkan suspensi bakteri dari masing masing mikrotube dalam agar

lempengan dan sebar dengan menggunakan batang penyebar hingga rata

dan kering.

10. Inkubasi selama 48 jam.

11. Mengamati warna yang tebentuk bila koloni berwarna hijau methalik

mencirikan koloni E. coli.


IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil
IV.2. Pembahasan

Minuman jajanan merupakan salah satu kebutuhan pangan yang dibutuhkan

anak-anak saat berada diluar rumah misalnya di kantin sekolah. Kualitas dari

minuman yang layak untuk dikonsumsi anak-anak pada dasarnya dipengaruhi oleh

mikroorganisme. Minuman yang aman adalah minuman yang tidak tercemar, tidak

mengandung mikroorganisme atau bakteri dan bahan kimia berbahaya, memiliki

standar angka kuman dibawah maksimum dan telah diolah dengan tata cara yang

benar sehingga sifat dan zat gizinya tidak rusak serta tidak bertentangan dengan

kesehatan manusia. Oleh karena itu, kualitas minuman secara bakteriologi harus

selalu diperhatikan jangan sampai minuman yang kita minum teridentifikasi bakteri

yang berbahaya seperti E. coli.

Bakteri E.coli merupakan bakteri yang banyak mengkontaminasi makanan dan

minuman. E. coli masuk ke dalam tubuh melalui oral dari minuman yang tercemar

bakteri. E.coli merupakan bakteri yang termasuk famili Enterobacteriaceae yang

merupakan penghuni normal saluran pencernaan hewan dan manusia. Bakteri

indikator ini menandakan bahwa proses penanganan minuman yang tidak higienis,

akan mempengaruhi kualitas sanitasi minuman jajanan. Media yang biasa digunakan

untuk menumbuhkan bakteri E. coli adalah media EMBA.

Media Eosin Methylene Blue (EMBA) mempunyai keistimewaan mengandung

laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa

seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasi


laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam.

Sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin

dan metilen blue membantu mempertajam perbedaan tersebut. Media ini sangat baik

untuk mengkonfirmasi bahwa kontaminan tersebut adalah E. coli.

EMBA merupakan media padat yang dapat digunakan untuk menentukan jenis

bakteri coli dengan memberikan hasil positif dalam tabung.

Praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada minuman jajanan dengan cara

memanaskan media EMBA yang telah dibuat sebelumnya kemudian dituang kedalam

cawan petri. Setelah media memadat dilakukan teknik pengenceran pada sampel yang

akan digunakan (air mineral isi ulang, susu kedelai dan capcin). Setelah melakukan

pengenceran setiap sampel diambil sebanyak 0,1 ml lalu dituang kedalam cawan petri

yang berisi media EMBA selanjutnya disebar menggunakan alat sebar hingga rata dan

kering. Setelah itu di inkubasi selama 48 jam.

Hasil dari inkubasi selama 48 jam yaitu pada sampel air mineral isi ulang, susu

kedelai dan capcin dilihat koloni yang terbentuk bila koloni berwarna hijau metalik

maka koloni tersebut mencirikan koloni E. coli. Berdasarkan pengamatan yang telah

dilakukan tidak ada bakteri E. coli yang terdentifikasi pada semua sampel karena

pada semua sampel koloninya tidak ada yang berwarna hijau methalik itu mencirikan

bahwa semua sampel yang diujikan tidak teridentifikasi bakteri E. coli.


V. PENUTUP

V.1. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak

ada bakteri E. coli yang teridentifikasi pada semua sampel karena pada media yang

digunakan untuk menumbuhkan bakteri ini tidak mencirikan adanya pertumbuhan

bakteri E. coli hal ini dapat dilihat dari warna koloni yang tumbuh pada media tidak

ada yang berwarna hijau methalik.

V.2. Saran

Saran yang dapat praktikan berikan yaitu dalam melakukan peraktikum harus

dilakukan dengan teliti dan benar terutama saat melakukan penyebaran diatas agar

lempengan karena apabila penyebaran yang dilakukan salah maka koloni tidak

tumbuh seperti yang diinginkan.


DAFTAR PUSTAKA

Arisman. 2009. Buku Ajar Ilmu Gizi Keracunan Makanan. EGC: Jakarta

Athena, Sukar, Hendro, Anwar, dan Haryono, 2007. Kandungan Bakteri Total Coli
dan Escherichia Coli/Fecal Coli pada air minum dari depot air minum isi
ulang di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Puslitbang Ekologi Kesehatan:
Jakarta

Melliawati, Ruth. 2009. Escherichia coli dalam Kehidupan. BioTrends/Vol.4/No.1

Nuria, C. M., Rosyid A, dan Sumantri. 2009. Uji Kandungan Bakteri Esherichia coli
pada Air Minum Isi Ulang dari Depot Air Minum Isi Ulang di Kabupaten
Rembang, Mediagro. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 5. No. 2

Radji, M., Anglia P. dan Atiek S. 2010. Deteksi Cepat Bakteri Escherichia coli dalam
Sampel Air dengan Metode Polymerase Reaction Menggunakan Primer
16E1 dan 16E2. Makara Sains, Vol. 14, No. 1.