Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Paru-paru merupakan unsur elastis yang akan mengempis seperti balon dan
mengeluarkan semua udaranya melalui trakea bila tidak ada kekuatan untuk
mempertahankan pengembangannya. Paru-paru sebenarnya mengapung dalam rongga
toraks, dikelilingi oleh suatu lapisan tipis cairan pleura yang menjadi pelumas bagi
gerakan paru-paru di dalam rongga. Jadi pada keadaan normal rongga pleura berisi
sedikit cairan dengan tekanan negatif yang ringan (Guyton et al., 1997).
Pneumothoraks adalah keadaan terdapatnya udara atau gas dalam rongga
pleura sehingga paru-paru tidak dapat mengembang dengan maksimal sebagaimana
biasanya ketika bernapas. Pada keadaan normal rongga pleura tidak berisi udara,
supaya paru-paru leluasa mengembang terhadap rongga dada (Sudoyo et al., 2006).
Pneumothorax dapat terjadi secara spontan atau traumatik. Pneumothorax spontan
dibagi menjadi primer dan sekunder, primer jika penyebabnya tidak diketahui,
sedangkan sekunder jika terdapat latar belakang penyakit paru. Pneumonia traumatik
dibagi menjadi pneumonia traumatik iatrogenik dan bukan iatrogenik (Sudoyo et al.,
2006).
Insiden pneumothorax sulit diketahui karena episodenya banyak yang tidak
diketahui, pria lebih banyak dari wanita dengan perbandingan 5:1 (Sudoyo et al.,
2006).

B. TUJUAN
Tujuan dari penulisan tinjauan pustaka (referat) ini adalah untuk mengetahui
definisi dari pneumotoraks, serta cara menegakkan diagnosa pneumotoraks secara
tepat sesuai jenis dan luasnya pneumotoraks, karena hal tersebut akan berpengaruh
pada penanganannya.