Anda di halaman 1dari 10

Analisis korosi pada tiang listrik

Tiang listrik yang kami amati berada di daerah Telanai Pura dekat dengan pepohonan dan berada

di pinggir jalan. Berbagai macam factor seperti temperature, perubahan musim ( panas dan

dingin), factor bioligi dan lainnya yang menjadi penyebab terjadinya korosi yang beragam.

Menurut analisis kami korosi yang terjadi pada tiang listrik yang kami amati yaitu ketiga belas

macam korosi yang penjelasannya sebagai berikut:

II. MACAM-MACAM JENIS KOROSI DAN PENYEBABNYA

II.1. Korosi Atmosfer

Korosi ini terjadi akibat proses elektrokimia antara dua bagian benda padat khususnya metal

besi yang berbeda potensial dan langsung berhubungan dengan udara terbuka.

Faktor-faktor yang menentukan tingkat karat atmosfer, yaitu :


Jumlah zat pencemar di udara (debu, gas), butir-butir arang, oksida metal,
Suhu
Kelembapan kritis
Arah dan kecepatan angin
Radiasi matahari
Jumlah curah hujan

II.2. Korosi Galvanis


Korosi ini terjadi karena proses elektro kimiawi dua macam metal yang berbeda potensial

dihubungkan langsung di dalam elektrolit sama. Dimana elektron mengalir dari metal kurang

mulia (Anodik) menuju metal yang lebih mulia (Katodik), akibatnya metal yang kurang mulia

berubah menjadi ion-ion positif karena kehilangan elektron. Ion-ion positif metal bereaksi

dengan ion negative yang berada di dalam elektrolit menjadi garam metal. Karena peristiwa

tersebut, permukaan anoda kehilangan metal sehingga terbentuklah sumur-sumur karat (Surface

Attack) atau serangan karat permukaan.


Sel galvanic tidak berhubungan langsung walaupun keduanya berada di dalam elektrolit yang

sama (Open Circuit). Standar electromotive ini dapat berubah akibat pengaruh perubahan suhu,
perubahan konsentrasi zat-zat yang terlarut, kondisi permukaan elektroda, kotoran/sampah pada

elektroda dan lain-lain.


Contoh, suatu tube sheet atau sebuah alat penukar kalori (tube sheet terbuat dari karbon

steel/baja karbon) dan tubenya dari paduan tembaga (Aluminium bronze), kalau ditinjau pada

electromotive series jelas bahwa baja (ferrum) lebih tinggi letaknya daripada tembaga, jadi baja

dalam kondisi ini menjadi lebih anodic terhadap paduan tembaga, karenanya terjadilah sel karat

galvanic dan akibatnya tube sheet baja tersebut berkarat dan kehilangan metal pada

permukaannya.

II.3. Korosi Regangan

Korosi ini terjadi karena pemberian tarikan atau kompresi yang melebihi batas ketentuannya.

Kegagalan ini sering disebut Retak Karat Regangan (RKR) atau stress corrosion cracking. Sifat

retak jenis ini sangat spontan (tiba-tiba terjadnya/spontaneous), regangan biasanya bersifat

internal yang disebabkan oleh perlakuan yang diterapkan seperti bentukan dingin atau

merupakan sisa hasil pengerjaan (residual) seperti pengelingan, pengepresan dan lain-lain.

Untuk material kuningan jenis RKR disebut Season Cracking, dan pada material Low

Carbon Steel disebut Caustic Embrittlement (kerapuhan basa), karat ini terjadi sangat cepat

dalam ukuran menit, yakni jika semua persyaratan untuk terjadinya karat regangan ini telah

terpenuhi pada suatu moment tertentu yakni adanya regangan internal dan terciptanya kondisi

korosif yang berhubungan dengan konsentrasi zat karat (Corrodent) dan suhu lingkungan.

Zat penyebab karat dan kondisi lingkungan penyebab RKR pada berbagai sistem paduan.

Sistem Paduan Lingkungan


Paduan Aluminium Klorida

Udara industri yang lembab

Udara laut
Ion Amonium
Paduan Tembaga (Kuningan dan lain-
lain) Amine
Paduan Nikel Hidroksida terkonsentrasi dan panas

Uap asam Hidrofluroida

(hydrofluoric)
Baja Karbon Rendah Hidroksida terkonsentrasi dan

mendidih

Nitrat terkonsentrasi dan mendidih

Produk penyuling destruktif dari batu

bara
Baja Oil-Country/Oil Field H2S dan CO2
Baja paduan rendah berkekuatan tinggi Klorida
Baja nir noda Klorida mendidih

Baja Austentic (seri 300) Hidroksida terkonsentrasi dan

mendidih

Asam politionik
Klorida
Baja feritik dan Baja martensitik (seri

400) Air pendingin reactor


Baja maraging (18% Ni) Klorida
Paduan Titanium Klorida

Metal alcohol

Klorida padat suhu di atas 550 F

Contoh sebuah paku dimasukan dalam air asin/air laut maka paku tersebut akan berkarat

yang diawali dari bagian kepala dan bagian yang runcing. Bagian kepala dan bagian runcing

paku dibentuk secara paksa dengan sistem Cold Forming (pembentukan dingin). Di dalam

pengerjaan Cold Forming selalu dihasilkan regangan sisa, akibatnya bagian tersebut akan

menjadi anodic terhadap bagian paku lainnya apabila dihubungkan melalui elektrolit.

II.4. Korosi Celah


Korosi celah (Crecive Corrosion) ialah sel korosi yang diakibatkan oleh perbedaan

konsentrasi zat asam. Karat ini terjadi, karena celah sempit terisi dengan lektrolit (air yang

pHnya rendah) maka terjadilah suatu sel korosi dengan katodanya permukaan sebelah luar celah

yang basah dengan air yang lebih banyak mengandung zat asam daripada bagian sebelah dalam

celah yang sedikit mengandung zat asam sehingga akibatnya bersifatanodic.

Proses pengkaratan ini berlangsung cukup lama karena cairan elektrolitdi dalam celah

cenderung lama mengeringnya walaupun bagian luarpermukaan/celah telah lama kering. Celah

ini sangat banyak pada konstruksikaroseri kendaraan karena fabrikasinya menggunakan

pengelasanelectric resistance(tahanan listrik) system spot pada pelat tipis yang disusun secara

bertumpu (overlap). Overlap inilah yang menimbulkan celah-celah.

Contoh, sebuah logam stainless steel di masukkan ke dalam air lautdalam waktu yang cukup

lama sehingga pada permukaan logam yang semularata dan bersih tidak ada karat akan menjadi

bergelombang pada permukaannyadan berkarat, hal itu mencerminkan bahwa terjadi perbedaan

konsentrasi zat asam antara logam dan air laut.

II.5. Korosi Arus Liar


Korosi arus liar ialah merasuknya arus searah secara liar tidak disengajapada suatu

konstruksi baja, yang kemudian meninggalkannnya kembali menujusumber arus. Prinsip

serangan karat arus liar ini adalah merasuknya arus searahsecara liar tidak disengaja pada suatu

konstruksi baja, kemudianmeninggalkannnya kembali menuju sumber arus. Pada titik dimana

arus meninggalkan konstruksi, akan terjadi serangan karat yang cukup serius sehingga dapat

merusak konstruksi tersebut.

Terdapat dua jenis sel arus yang dipaksakan, yaitu :

1. Sel arus liar yang terjadi secara eksidentil (tidak sengajja).


Seperti arus liarpada kereta apilistrik, yang melaju disamping atau berdekatan dengan pipaair

minum di dalam tanah yang terbuat dari baja bergalvanis atau bajaberlapis beton sebelah dalam

dan berbalut (wrapped) sebelah luar. Karatakan terjadi pada daerah keluarnya arus luar yang

berasal dari rel keretalistrik tersebut. Tempat dimana arus liar masuk ke dlaam pipa,

menjadikatoda, sedangkan dimana arus liar meninggalkan pipa menjadi anoda dan berkarat.

Karat akhirnya dapat melubangi pipa PDAM tersebut.

2. Sel arus paksa disengaja.

Seperti sel perlindungan katodik pada pipa bawahtanah. Arus berasal dari sumber arus listrik

searah menuju elektroda danmelalui tanah arus mengalir dari elektroda ke pipa sehingga pipa

menjadi katoda yang tidak berkarat. Selanjutnya arus kembali ke sumber (rectifier)

II.6. Korosi Pelarutan Selektif

Korosi pelarutan selektif ini menyangkut larutnya suatu komponen darizat paduan yang

biasa disebut pelarutan selektif (Selective Dissolution) ataupartino / de alloying. Zat komponen

yang larut selalu bersifat anodic terhadapkomponen yang lain. Walaupun secara visual tampak

perubahan warna pada permukaaan paduan namun tidak tampak adanya kehilangan materi

berupa takik, perubahan dimensi, retak atau alur. Bentuk permukaan tampaknya tetap tidak

berubah termasuk tingkatkehalusan/kekasarannya. Namun sebenarnya berat bagian yang terkena

jeniskarat ini menjadi berkurang, berpori-pori dan yang terpenting adalah kehilangan sifat

mekanisnya menjadigetas dan mempunyai kekuatan tarik sangat rendah.

Karat ini biasa terjadi melalui struktur logam dalam dua macam :

1. Logam antara (unsur antara) unsur ini biasa bersifat anoda atau katoda terhadap logam utama.

2. Senyawa (unsur-unsur bukan logam) unsur ini bersifat katoda terhadap ferit.
Contoh :

2.1. Dezincification

Yaitu proses pelarutan seng dari metal paduan kuningan yang perpaduan antara seng dengan

tembaga. Mekanisme :

2.1.a. Logam paduan berkarat dan tembaga menuju ke permukaan membentuk lapisan luar yang

keropos.
2.1.b. Logam seng menuju ke permukaan paduan dan melakukan reaksi, sehingga meninggalkan

paduan.

2.2. Grafitasi

Yaitu proses karat yang terjadi pada grafit, contoh besi cor, dimana besi meninggalkan paduan

dari karbon dan grafit, sifat logam ringan, keropos dan getas.

II.7. Korosi Erosi

Korosi erosi ialah proses perusakan pada permukaan logam yang disebabkan oleh aliran

fluida yang sangat cepat. Korosi erosi dapat dibedakan pada 3 kondisi, yaitu :

1.Kondisi aliran laminar

2.Kondisi aliran turbulensi

3.Kondisi peronggaan

Korosi erosi disebabkan oleh beberapa factor, yaitu :

1.Perubahan drastispada diameter lubang bor atau arah pipa

2.Penyekat pada sambungan yang buruk pemasangannya

3.Adanya celah yang memungkinkan fluida mengalir di luar aliran utama

4.Adanya produk korosi atau endapan lain yang dapat mengganggu aliran laminer
II.8. Korosi Bakteri

Korosi dipengaruhi oleh mikroba merupakan suatu inisiasi atau aktifitas korosi akibat

aktifitas mikroba dan proses korosi. Korosi pertama diindentifikasi hampir100 jenis dan telah

dideskripsikan awal tahun 1934. bagaimanapun korosi yang disebabkan aktifitas mikroba tidak

dipandang serius saat degradasi pemakaian sistem industri modern hingga pertengahan

tahun1970-an. Ketika pengaruh serangan mikroba semakin tinggi, sebagai contoh tangki air

stainless steel dinding dalam terjadi serangan korosi lubang yang luas pada permukaan sehingga

para industriawan menyadari serangan tersebut. Sehingga saat itu, korosi jenis ini merupakan

salahsatu faktor pertimbangan pada instalasi pembangkit industri, industri minyak dan gas,

proses kimia, transportasi dan industri kertas pulp. Selama tahun 1980 dan berlanjut hingga awal

tahun 2000, fenomena tesebut dimasukkan sebagai bahan perhatian dalam biaya operasi dan

pemeriksaan sistem industri. Dari fenomena tersebut, banyak institusi mempelajari dan

memecahkan masalah ini dengan penelitian-penelitian untuk mengurangi bahaya korosi tersebut.

Korosi ini hanya disebabkan oleh suatu bakteri anaerobic yang hanya bertahan dalam

kondisi tanpa ada zat asam. Bakteri ini disebut Mikroba Korosi. Mikroba sendiri merupakan

suatu mikrooranisme yang hidup di lingkungan secara luas pada habitat-habitatnya dan

membentuk koloni yang pemukaanya kaya dengan air, nutrisi dan kondisi fisik yang

memungkinkan pertumbuhan mikroba terjadi pada rentang suhu yang panjang biasa ditemukan

di sistem air, kandungan nitrogen dan fosfor sedikit, konsentrat serta nutrisi-nutrisi penunjang

lainnya. Mikroorganisme yang mempengaruhi korosi antara lain bakteri, jamur, alga dan

protozoa. Korosi ini bertanggung jawab terhadap degradasi material di lingkungan. Pengaruh

inisiasi atau laju korosi di suatu area, mikroorganisme umumnya berhubungan dengan
permukaan korosi kemudian menempel pada permukaan logam dalam bentuklapisan tipis atau

biodeposit.

Fenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. Bakteri ini

mengubah garam sulfat menjadi asam yang reaktif dan menyebabkan karat.

Adapun bakterinya Sporvobrio Desulfuricans, pencegahannya dengan memberi

aerasi ke dalam air.

Adapun mikro organisme yang lain yaitu bakteri yang membentuk lapisan berlendir (slime)

menyebabkan deposisi besi, jamur dan alga. Bakteri ini melubangi filter, menyebabkan karat

dengan cara membuntu pipa-pipa pendingin. Pencegahannya dengan senyawa Quarternary

Ammonium dan Phenol (Pengendali slime), Curri Sulfat (Pengendali Alga).

Macam-macam bakteri yang dapat menimbulkan korosi :

Nama Jenis
Flavobacterium

Mucoids

Aerobactery Bakteri pembentuk lender penyebab sel

Pseudomanas karat konsentrasi oksigen.

B. Subtilis

B. Cereus
Desulfovibrio Closfridia Bakteri penyebab karat
Gallionella Crenothrix Bakteri pendeposisi bakteri
Chrococcus Algae (Lumut)

Oscillatoria

Chlorococcus

Ulothrix
Scenedesmus

Navicula
Aspergillus

Alternaria

Penicillium Jamur

Trichoderma

Torula Monilia
Pada korosi bakteri secara umum merupakan gabungan dan pengembangan sel diferensial

oksigen, konsentrasi klorida dibawah deposit sulfida, larutan produk korosidan depolarisasi

katodik lapisan proteksi hidrogen.

Banyak sekali di dunia industri dan fasilitas umum terjadi proses korosi disebabkan oleh

fenomena biokorosi akibat adanya bakteri. Kasus-kasus tersebut yaitu :a. Pipa-pipa bawah tanah

di Industri minyak dan gas bumiDalam suatu contoh kasus dari perusahaan Korea Gas

Corporation (KOGAS) menggunakan pipa-pipa gas yang dilapis dengan polyethylene (APL 5L

X-65). Selama instalasi, pipa dilas tiap 12 meter dan diproteksi dengan impressed current

proteksi katodik dengan potensial proteksi 850 mV (vs saturated Cu/CuSO4). Kemudian

beberapa tahun dicek kondisi lapis lindung maupun korosi aktif menggunakan pengujian

potensial gardien5, hasilnya berupa letak-letak coating defect di sepanjang pipa. Kegagalan

selanjutnya yaitu adanya disbonded coating area di permukaan pipa yang disebabkan adanya arus

proteksi katodik yang berlebihan terekspos. Coating defect dan daerah disbonded coating sangat

baik untuk perkembangan mikroba anaerob. Pada disbonded coating area terjadi korosi local

(pitting), lubang pit berbentuk hemisspherikal dalam tiap-tiap kelompok. Kedalaman pit 5-7 mm

(0,22 0,47 mm/year)


II.9. Karat Titik Embun

Karat titik embun ini diesebabkan oleh factor kelembababn yang menyebabkan titik embun

(dew point) atau kondensasi. Tanpa adanya unsurekelembaban relative, segala macam

kontaminan (zat pencemar) tidak akan atausedikit sekali menyebabkan pengkaratan. Titik embun

ini sangat korosifterutama di daerah dekat pantai dimana banyak partikel air asin yang

terhembusdan mengenai permukaan metal, atau di daerah kawasan industry yang kaya dengan

zat pencemar udara.

Saat jarang jatuh hujan, maka zat pencemar di permukaan metal tidakterganggu, sehingga

sewaktu terjadi kondensasi di permukaan dengan factorcuaca yang relative dingin dan factor

kelembaban relative cukup tinggi ( di atas80%), maka air embun tersebut tercampur dengan zat

pencemar yang adamenjadi larutan elektrolit yang sangat baik, sehingga mempercepat

prosespengkaratan atmosfer. Tingkat pengkaratan akan sangat ganas apabila di samping

keberadaan zat pengkarat (corrodent) yang tinggi, kelembaban yang tinggi juga suhu yang

bersifatcyclic (baik turun secara teratur).

Dengan suhu yang relative hangat dan terlarut di dalam embun yang cukup banyak maka

akan tercipta larutan asam belerang yang sangat reaksif.

Contoh, pada puncak cerobong suhu udara cukup rendah sehingga berada di bawah suhu

kondensasi (titik embun). Karenanya di daerah tersebut terjadikondensasi dari gas bekas yang

banyak mengandung uap air, panas akibat pembakaran di puncak cerobong telah mendingin

karena diserap oleh metaldinding cerobong yang bersuhu lebih rendah sepanjang cerobong,

akibatnyaterjadilah karat titik embun di daerah tersebut, yang sanggup melubangididinding

cerobong (perforasi). Karena di dalam gas bekas (Flue gas) banyak mengandung CO, CO 2,

COx dan SO2s, yang memiliki butir-butir kondensat yang tercemar dan bersifat asam