Anda di halaman 1dari 5

UAS KIMIA BERKELANJUTAN

TAKE HOME EXAM

NAMA : APRILIANTI JURUSAN : TEKNIK SIPIL


NPM : 1306369283 ANGKATAN : 2013
TANGGAL : 5 JUNI 2015
SOAL 1

1. Peran kimia dalam bidang Teknik Sipil, baik dalam kaitannya untuk membantu proses konstruksi maupun
dengan tujuan perlindungan terhadap konstruksi/bangunan serta fungsi estetika bangunan selama usia
operasionalnya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penggunaan bahan kimia dalam dunia konstruksi tidak
terhindarkan lagi.
a) Jenis dan kegunaan dari masing-masing bahan kimia tersebut dalam dunia teknik sipil.
Berikut adalah bahan-bahan kimia yang digunakan dalam bidang konstruksi:
Fenol digunakan dalam pembuatan karbol/lisol yaitu sebagai desinfektan atau pembunuh kuman
pada bahan pembersih lantai , sebagai bahan pembuatan pelarut pada pemurnian minyak pelumas,
sebagai bahan pembuat zat warna dan bahan dasar plastik bakelit. Dalam bentuk resin, fenol
dimanfaatkan untuk mengawetkan kayu, membuat konstruksi bangunan dan juga digunakan dalam
industri sepeda motor.
Fly ash adalah bahan yang berasal dari sisa pembakaran batu bara yang tidak
terpakai. Komposisi fly ash sebagian besar terdiri dari silikat dioksida (SiO 2),
aluminium (Al2O3), besi (Fe2O3) dan kalsium (CaO), serta magnesium, potassium, sodium,
titanium, sulfur dalam jumlah yang kecil. Fly ash memiliki keunggulan seperti bias mencegah
crack (keretakan) pada beton. Penggunaan fly ash membuat workability beton menjadi lebih bagus,
membuat beton lebih kedap air (impermeable), dan harga fly ash lebih ekonomis dibandingkan
semen. Penambahan fly ash pada beton dapat meningkatkan kekuatan beton. Selain itu, pemakaian
fly ash pada beton memperlama setting time (waktu pengikatan dalam beton) serta mengurangi
panas hidrasi.

b) Faktor kimia lingkungan atau ambient chemistry adalah salah satu tantangan bagi perencana dan
pelaksanaan proyek-proyek Teknik Sipil di lapangan.

c) Disamping menyangkut factor keamanan dan keselamatan, korosi atau perkaratan secara ekonomi telah
menimbulkan kerugian yang sangat besar dalam sektor konstruksi bangunan.
Korosi yaitu proses suatu logam mengalami reaksi oksidasi di udara bebas. Menghasilkan
oksidasi logam atau logam karbonat.

Anode (oksidasi) : Fe(s) Fe2+ + 2e x2

Katoda (reduksi) : O2 + 4H+ + 4e 2H2O x1

2 Fe + O2 + 4H+ 2Fe2+ + 2H2O

Faktor yang mempengaruhi korosi pada besi adalah uap air/air, oksigen, larutan elektrolit, permukaan
logam yang tidak rat dan kontak dengan logam lain yang kurang aktif, serta asam.
Korosi merupakan permasalahn penting dalam sektor kontruksi di Indonesia. Tidak sedikit biaya
yang harus dikeluarkan akibat langsung dari masalah tersebut. Menyadari keadaan tersebut, maka perlu
adanya pengendalian masalah korosi dan penanggulangan perlu dilakukan secara efektif.
Kondisi alam Indonesia yang beriklim tropis, dengan tingkat humiditas dan dekat dengan air laut
adalah faktor yang dapat mempercepat proses korosi. Sekitar 20 Trilliun rupiah telah diperkirakan
hilang percuma setiap tahunnya karena proses korosi. Angka tersebut setara 2-5 persen dari total gross
domestic product (GDP) dari sejumlah industry yang ada. Besarnya angka tersebut terjadi karena
perkaratan logam. Hingga sekarang Indonesia belum mempunyai data yang kongkret tentang korosi
ini. (Widyanto, 2005)
Sekitar 13 % dari besi baru hasil pengolahan digunakan setiap tahunnya untuk mengganti besi
yang terkorosi. Penanganan korosi juga memerlukam usaha yang mahal dan berpotensi membuat polusi
lingkungan. Perlu diketahui bahwa korosi tidak pernah bisa dicegah, yang dapat dilakukan hanya
meminimalkan. Itu pun dengan biaya ekstra mahal.(Ismunandar, 2006)
Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, Amerika Serikat mengalokasikan biaya
pengendalian korosi sebesar 80 hingga 126 milyar dollar per tahun. Di Indonesia, dua puluh tahun lalu
saja biaya yang ditimbulkan akibat korosi dalam bidang industri mencapai 5 trilyun rupiah. Nilai
tersebut memberikan gambaran kepada kita betapa besarnya dampak yang ditimbulkan korosi dan nilai
ini semakin meningkat setiap tahunnya kerana belum terlaksananya pengendalian korosi. Kerugian
tidak langsung dapat berupa terjadinya kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa, seperti runtuhnya
jembatan akibat korosi retak tegang di West Virginia yang menyebabkan 46 orang meninggal dunia.
Kerugian akibat korosi di Indonesia diperkirakan mencapai angka triliun rupiah, perhitungan ini
meliputi biaya pemeliharaan, penggantian material dan jam kerja. Secara teori korosi tidak mungkin
sepenuhnya dicegah karena proses alamiah, tetapi semaksimal mungkin harus dikendalikan mengingat
arti penting dari segi ekonomi dan keamanan.(Supardi).

SOAL 2
2. Merencanakan dan sekaligus melaksanakan suatu mega proyek Teknik Sipil pada daerah yang memiliki
daya dukung lingkungan yang kurang menguntungkan dari segi kondisi tanah (soil). Seandainya kita
merencanakan suatu falisitas stadion olahraga untuk persiapan Asian Games 2018 di daerah rawa seluas 28
ha di kawasan Jakarta Utara yang lokasinya tidak relative jauh dari suatu sarana pembangkit tenaga listrik
PLTU yang sudah beroperasi lama.
a)
REFERENSI
www.inpralatina.com/id/200908281408/articulos/proteccion-de-superficies-y-control-de-corrosion/proteccion-
anticorrosiva-con-epoxi-polisiloxano.html (diunduh pada tanggal 21 April 2015, pukul 20.00)
lib.ui.ac.id/file?file=digital/124996-R040863-Studi%20efektifitas...pdf (diunduh pada tanggal 21 April 2015,
pukul 20.10)
digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-12185-4106203001-chapter%201.pdf (diunduh pada tanggal 21 April 2015,
pukul 20.25)
kimiastudycenter.com/kimia-xii/69-korosi-dan-pencegahannya (diunduh pada tanggal 21 April 2015, pukul
20.30)
download.portalgaruda.org/article.php?article=10672&val=750 (diunduh pada tanggal 21 April 2015, pukul
21.00)
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-18938-Chapter1-203250.pdf 12:28
http://www.jejaringkimia.web.id/2011/02/manfaat-benzena-dan-turunannya.html 12.30
www.antaranews.com/print/126462/ditemukan-fly-ash-untuk-perkuat-beton (diakses pada tanggal 15 Mei 2015
pada pukul 15.00)