Anda di halaman 1dari 1

I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di Provinsi Lampung banyak sekali pohon kelapa khususnya daerah sekitar tepi
pantai. Kelapa oleh masyarakat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Semua bagian kelapa dapat dimanfaatkan oleh manusia baik dari daun hingga
akar. Namun di pasar biasanya banyak sekali kelapa yang dibelah dan dibuang
airnya sehingga menyebabkan daerah sekitar pasar menjadi bau akibat adanya air
buangan kelapa yang membusuk.Padahal air kelapa dapat diolah menjadi
makanan yang nikmat yaitu nata de coco.

Pembuatan nata de coco memanfaatkan bantuan bakteri Acetobacter xylinum,


kemudian bakteri ini akan membentuk serat nata yang ditumbuhkan di dalam air
kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang
terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim
yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari
jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar
benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga
transparan, padat, kokoh, kuat dan kenyal dengan rasa mirip kolang-kaling, yang
disebut sebagai nata (Budiyono. 2004)

1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui pembuatan Nata de coco dengan menggunakan bantuan


bakteri acetobacter xylinum