Anda di halaman 1dari 8

Teknologi Budidaya Tanaman

Sistem pada Hidroponik


(Sistem Wick)

Disusun Oleh :

Anjas Rizaldi Putra (20160210074)

Melinda Narantika Putri (20160210076)

Chia Tedi Hantryoko (20160210079)

Reka Anshori (20160210081)

Victoria Viata Matara (20160210106)

PRODI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
YOGYAKARTA

Mei, 2017
I PENDAHULUAN
Pengertian dan Sejarah

A. Hidroponik.

Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air dan
ponos yang artinya pengerjaan atau bercocok tanam. Hidroponik juga dikenal sebagai soilless
culture atau budidaya tanaman tanpa tanah. Jadi, hidroponik adalah budidaya tanaman yang
memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless. (Wikipedia,
2017).
Pada mulanya, kegiatan membudidayakan tanaman yang daratan tanpa tanah ditulis pada
buku Sylva Sylvarum oleh Francis Bacon dibuat pada tahun 1627, dicetak pada setahun setelah
kematiannya. Teknik budidaya pada air menjadi penelitian yang popular setelah itu. Pada tahun
1699, john woodward. Menerbitkan percobaan budidaya air dengan spearmint. Ia menemukan
bahwa tanaman dalam sumber-sumber air yang kurang murni tumbuh lebih dari tanaman dengan
air murni (Anonim, 2017).
Pada tahun 1842 telah disusun daftar sembilan elemen diyakini penting untuk
pertumbuhan tanaman, dan penemuran dari ahli botani Jerman Julius von Sachs dan Wilhelm
Knop, pada tahun-tahun 1859-1865, memicu pengembangan teknk budidaya tanpa tanah.
Pertumbuhan tanaman darat tanpa tanah dengan larutan yang menekankan pada pemenuhan
kebutuhan nutrisi mineral bagi tanaman. Dengan cepat menjadi standar penelitian dan teknik
pembelajaran dan masih banyak digunakan saat ini. Sekarang, Solution culture dianggap sebagai
jenis hidroponik tanpa media tanam inert, yang merupakan media tanam yang tidak
menyediakan unsur hara (Anonim, 2017).
Terakhir pada tahun 1936 istilah hidroponik lahir, istilah ini diberikan utuk hasil dari Dr.
WF. Geriche, seorang agronomis dari universitas California, USA, berupa tanaman tomat
setinggi 3 meter yang penuh buah dan ditanam dalam bak berisi mineral hasil uji cobanya
(meskipun ia menegaskan bahwa istilah ini disarankan oleh WA Setchell, dari University of
California) ( Anonim, 2017).
Pada laporan Gericke, dia mengklaim bahwa hidroponik akan merevolusi pertanian
tanaman dan memicu sejumlah besar permintaa informasi lebih lanjut. Pengajuan Gericke ditolak
oleh pihak universitas tentang penggunaan greenhouse dikampusnya untuk eksperimen karena
skeprisme orang-orang administrasi kampus dan ketika pihak universitasnya berusaha memaksa
dia untuk membeberkan resep nutrisi pertama yang dikembangkan dirumah, ia meminta tempat
untuk rumah kaca dan saatnya untuk memperbaikinya menggunakan fasilitas penelitian yang
sesuai. Sementara akhirnya ia diberikan tempat untuk greenhouse, pihak Universitas menugaskan
Hoagland and Amon untuk menyusun ulang formula Gericke, pada tahun 1940, setelah
meninggalkan jabatan akademik di iklim yang tidak menguntungkan seara politik, dia
menerbitkan buku berjudul Complete Guide to Soil less Gardening (Karsono, 2013).

B. Hidroponik sistem wick

Hidroponik merupakan sistem bercocok tanam yang menggunakan media selain tanah
(Masud, 2009). Kelebihan dari bercocok tanam secara hidroponik yaitu : penanaman dapat
dilakukan tanpa tergantung musim, memiliki kualitas lebih baik, kebersihan lebih terjamin,
pemakaian pupuk lebih efisien, perawatan lebih praktis, dan tidak banyak membutuhkan tenaga
kerja. Budidaya hidroponik terdiri dari dua sistem yaitu sistem hidroponik substrat dan non
substrat. Salah satu sistem yang terdapat dalam budidaya hidroponik adalah sistem sumbu (wick
system) (Lingga, 2005).
Sistem sumbu (wick system) merupakan sistem yang paling sederhana dalam budidaya
hidroponik. Sumbu sebagai perantara penyalur larutan makanan tanaman dalam media tanam
(Soeseno, 1985). Sistem sumbu bersifat pasif, karena tidak ada bagian-bagian yang bergerak.
Sumbu yang digunakan harus memiliki daya kapilaritas tinggi dan tidak cepat lapuk sehingga
dapat berfungsi untuk menyerap larutan nutrisi (Karsono, 2013).
II PEMBAHASAN

Sistem Wick

A. Alat dan Bahan Sistem Wick


Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan hidroponik sistem wick cukup
sederhana. Alat yang digunakan untuk pot tanaman, seperti pot bekas, ember, kaleng,
bekas cat, botol, atau wadah bekas lainnya disekitar rumah. Sumbu yang diperlukan dapat
menggunakan bekas sumbu kompor, kain flanel, dan atau kain yang meyerap air. Dalam
pemilihan media tanam, bisa menggunakan sekam, serabut kelapa, arang, pecahan bata,
rockwool, kerikil, busa bekas kursi, kapas. Dan biasanya banyak yang menggunakan
media tanam rockwool. Sebab rockwool lebih steril dan tahan terhadap penyakit tanaman
(Lingga, 2005).

B. Cara Pembuatan Hidroponik Sistem Wick


Cara membuat hidroponik sistem menurut Lingga (2005) :

1. Siapkan botol plastic, lalu potong menjadi dua bagian (atas dan bawah).

http://iwok.blogspot.co.id/2015/05/
hidroponik-sederhana-sistem-
sumbu-wick.html
2. Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara.

http://iwok.blogspot.co.id/2015/05/ http://iwok.blogspot.co.id/2015/05/
hidroponik-sederhana-sistem- hidroponik-sederhana-sistem-
sumbu-wick.html sumbu-wick.html
3. Pasang sumbu dibagian bawah botol.
4. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik.

http://iwok.blogspot.co.id/2015/05/
hidroponik-sederhana-sistem-
sumbu-wick.html

5. Isi bagian atas botol dengan media tanam (rockwool,spons,sekam bakar,atau pecahan
bata merah).
6. Tanamkan 2-3 benih tanaman ke dalam media tanam.

http://iwok.blogspot.co.id/2015/05/
hidroponik-sederhana-sistem-
sumbu-wick.html
7. Masukkan larutan nutrisi hidroponik di potongan botol bagian bawah, biarkan sumbu
mengenang di larutan.
8. Simpan di tempat yang terlindungi dari hujan, tetapi masih mendapat paparan sinar
matahari.

C. Jenis-jenis tanaman dalam budidaya sistem


Menurut Wikipedia (2017) tidak semua tanaman dapat di tanam dengan metode
ini, tanaman tahunan yang cukup besar sudah tentu tidak daat di tanam dengan sistem ini
kecuali bila kita mampu menyiapkan wadah yang sangat besa. Demikian pula untuk
tanaman yang diambil umbinya, kebanyakan tanaman sayuran dan bunga-bungaan
berpostur kecil sampai sedang lebih mudah dibudidayakan dengan sistem wick. Macam-
macam jenis tanaman yang ditanam secara hidroponik sistem wick meliputi ;
A. Jenis sayuran : pokcoy, sawi, bayam, kangkung, selada, seledri, cabe, tomat.
B. Jenis buah-buahan : mentimun, melon
C. Jenis tanaman bunga : anggrek
III KESIMPULAN

Hidroponik sistem wick ialah hidroponik paling sederhana yang dapat memanfaatkan limbah
yang tidak terpakai. Sistem wick memiliki banyak keunggulan baik dari segi kehigienisan
tanaman budidaya maupun nilai ekonominya. Hidroponik sistem wick dapat dilakukan tanpa
dibatasi oleh lahan maupun keadaan alam, sehingga cocok bagi siapapun yang ingin
membudidayakan tanaman hortikultura.
Daftar Pustaka

Anonim. 2017. http://sman78-jkt.sch.id/sumberbelajar/bahanajar/MATERI%20PRAKARYA-


1%20(HINDROPONIK).pdf. Diakses 24 April 2017.
Karsono, S. 2013. Exploring Classroom Hydroponic. Parung Farm. Bogor. 36 hal.
Lingga, P. 2005. HIDRPONIK Bercocok Tanam Tanpa Tanah. Penebar Swadaya. Jakarta. 80
hal.

Masud, H. 2009. Sistem Hidroponik dengan Nutrisi dan Media Tanam Berbeda Terhadap
Pertumbuhan dan Hasil Selada. Media Litbang Sulteng. 2(2):131-136.

Soesono, O.H. 1985. Pemuliaan Pohon. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
Yogyakarta.

Wikipedia. 2017. Hidroponik. https://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik. Diakses 24 April 2017.